cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2026)" : 38 Documents clear
PEMBELAJARAN PAI BERBASIS STUDENT CENTERED LEARNING DALAM KURIKULUM MERDEKA DI MA Maulidiyah, Putri Laili; kirom, Akhabul; Yusuf, Wiwin Fachrudin; Jamhuri, M.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10846

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Student Centered Learning (SCL)-based Islamic Religious Education (PAI) within the framework of the Merdeka Curriculum at MA Nurul Hidayah Lecari and to examine teachers’ and students’ perceptions of its implementation. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that PAI learning has begun to adopt SCL principles through group discussions, presentations, collaborative projects, and independent exploration. However, the learning process remains largely teacher-centered, indicating that SCL implementation has not yet been fully optimized. Supporting factors include a conducive pesantren environment and the flexibility of the Merdeka Curriculum, while the main obstacles consist of limited facilities, diverse student learning readiness, and assessment practices still focused on cognitive achievement. The novelty of this study lies in its analysis of SCL implementation in PAI learning within a pesantren-based madrasah context under the Merdeka Curriculum. This study implies the importance of strengthening teacher competencies and developing a more participatory learning environment to support the transformation of student-centered PAI learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Student Centered Learning (SCL) dalam kerangka Kurikulum Merdeka di MA Nurul Hidayah Lecari serta mengkaji persepsi guru dan peserta didik terhadap implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI telah mulai menerapkan prinsip-prinsip SCL melalui diskusi kelompok, presentasi, proyek kolaboratif, dan eksplorasi mandiri. Namun, proses pembelajaran masih didominasi pendekatan yang berpusat pada guru sehingga penerapan SCL belum optimal. Faktor pendukung implementasi meliputi lingkungan pesantren yang kondusif dan fleksibilitas Kurikulum Merdeka, sedangkan hambatan utama berupa keterbatasan fasilitas, kesiapan belajar peserta didik yang beragam, dan budaya evaluasi yang masih berorientasi kognitif. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis implementasi SCL dalam pembelajaran PAI pada madrasah berbasis pesantren dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan kompetensi guru dan pengembangan lingkungan belajar yang lebih partisipatif guna mendukung transformasi pembelajaran PAI yang berpusat pada peserta didik.
PENGARUH KUALITAS SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK Zuhroh, Yuniar Aminatuz; Kirom, Askhabul; Yusuf, Wiwin Fachrudin; Jamhuri, M.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10848

Abstract

This study aims to analyze the relationship between school infrastructure quality and student discipline from the perspective of Islamic Religious Education at SMK Darut Taqwa Purwosari. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 46 eleventh-grade students selected from a population of 309 students using simple random sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires, observation, and documentation. The research instruments met validity and reliability standards, with Cronbach’s Alpha values of 0.902 for the infrastructure variable and 0.919 for the student discipline variable. The results indicate that: (1) school infrastructure quality is categorized as moderate at 71.7%; (2) student discipline is also classified as moderate at 69.6%; and (3) there is a positive and significant relationship between school infrastructure and student discipline, as evidenced by t-count = 3.982 > t-table = 2.015 with a significance value of 0.000 < 0.05. The regression equation obtained is Y = 31.533 + 0.667X, with a coefficient of determination (R²) of 0.265, indicating that school infrastructure contributes 26.5% to student discipline, while the remaining 73.5% is influenced by other factors outside this study. These findings suggest that adequate and well-managed school facilities support the internalization of Islamic values, such as responsibility, obedience, and trustworthiness, which in turn foster disciplined student behavior. Therefore, optimizing school infrastructure management is an important strategic effort in strengthening religious character development in vocational schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas sarana dan prasarana sekolah dengan kedisiplinan siswa dalam perspektif Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Darut Taqwa Purwosari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 46 siswa kelas XI dari populasi 309 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,902 untuk variabel sarana prasarana dan 0,919 untuk variabel kedisiplinan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas sarana dan prasarana sekolah berada pada kategori sedang dengan persentase 71,7%; (2) tingkat kedisiplinan siswa juga berada pada kategori sedang dengan persentase 69,6%; dan (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara sarana prasarana sekolah dengan kedisiplinan siswa, dibuktikan melalui nilai t_hitung sebesar 3,982 > t_tabel 2,015 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 31,533 + 0,667X dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,265, yang menunjukkan bahwa sarana prasarana memberikan kontribusi sebesar 26,5% terhadap kedisiplinan siswa, sedangkan 73,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang memadai berkontribusi dalam mendukung internalisasi nilai-nilai Islam, seperti tanggung jawab, kepatuhan, dan amanah, sehingga dapat membentuk perilaku disiplin siswa. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan sarana dan prasarana perlu menjadi perhatian strategis dalam penguatan karakter religius di sekolah kejuruan.
PROFIL KONSEP DASAR MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL DITINJAU DARI KESIAPAN BELAJAR Nyoman Suyantana, I; Faik Khotun Nihyah, Elok; Sumirah, Sumirah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10850

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the profile of students' basic mathematical concepts in Solving problems reviewed from learning readiness. The background of this research is based on the importance of mastering basic mathematical concepts as the foundation for critical thinking and problem solving. But in reality, there are still many students who have not mastered the concept well. This study uses a qualitative descriptive approach with 3 research subjects. Data collection techniques include observation, learning readiness questionnaires, diagnostic tests, interviews, and documentation. The results of the study show that students with excellent learning readiness are able to understand and apply basic mathematical concepts appropriately, although there are still shortcomings in the use of formal terms. Students with good learning readiness have sufficient numeracy skills, but lack in explaining concepts verbally. Meanwhile, students with learning readiness have quite a bit of difficulty in understanding and solving most of the questions. These findings show that learning readiness plays an important role in determining the quality of students' mastery of basic mathematical concepts. Therefore, teachers need to identify students' learning readiness to design appropriate learning to improve the understanding of mathematical concepts optimally. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil konsep dasar matematika siswa dalam Menyelesaikan soal ditinjau dari kesiapan belajar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguasaan konsep dasar matematika sebagai fondasi berpikir kritis dan pemecahan masalah. Namun pada kenyataannya masih banyak siswa yang belum menguasai konsep tersebut dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan 3 orng subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket kesiapan belajar, tes diagnostik, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan kesiapan belajar sangat baik mampu memahami dan menerapkan konsep dasar matematika secara tepat, meskipun masih terdapat kekurangan dalam penggunaan istilah formal. Siswa dengan kesiapan belajar baik memiliki kemampuan berhitung yang cukup, tetapi kurang dalam menjelaskan konsep secara verbal. Sementara itu, siswa dengan kesiapan belajar cukup mengalami kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan sebagian besar soal. Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan belajar berperan penting dalam menentukan kualitas penguasaan konsep dasar matematika siswa. Oleh karena itu, guru perlu mengidentifikasi kesiapan belajar siswa untuk merancang pembelajaran yang sesuai guna meningkatkan pemahaman konsep matematika secara optimal.
HUBUNGAN ANTARA GAYA MENGAJAR GURU DENGAN MINAT BELAJAR SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN IPS Lestari, Heni; Suryadi, Yadi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10873

Abstract

This study aims to analyze the relationship between teachers’ teaching styles and students’ learning interest in Social Studies learning at SMP Negeri 1 Kayen. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of all ninth-grade students at SMP Negeri 1 Kayen, while the sample involved 30 students from class IX E selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire developed based on indicators of teaching style and students’ learning interest variables. The data were analyzed using IBM SPSS Statistics through normality tests, linearity tests, and Pearson product moment correlation analysis. The results showed that the data were normally distributed and had a linear relationship. However, the correlation analysis revealed a correlation coefficient value of -0.122 with a significance value of 0.522 (>0.05), indicating that there was no significant relationship between teachers’ teaching styles and students’ learning interest. The relationship found was very weak and negative. Observation results indicated that variations in teaching styles, such as discussions and question-and-answer activities, were able to increase students’ participation, but were not strong enough to consistently influence students’ learning interest. The findings suggest that students’ learning interests are also influenced by other factors, including learning motivation, learning readiness, learning environment, and the use of instructional media. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya mengajar guru dengan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Kayen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kayen dengan sampel sebanyak 30 siswa kelas IX E yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang disusun berdasarkan indikator variabel gaya mengajar guru dan minat belajar siswa. Data dianalisis menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics melalui uji normalitas, uji linearitas, dan analisis korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear. Namun, hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,122 dengan nilai signifikansi sebesar 0,522 (>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya mengajar guru dan minat belajar siswa. Hubungan yang ditemukan berada pada kategori sangat lemah dan bersifat negatif. Hasil observasi menunjukkan bahwa variasi gaya mengajar seperti diskusi dan tanya jawab mampu meningkatkan keaktifan siswa, tetapi belum cukup kuat memengaruhi minat belajar secara konsisten. Temuan penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, kesiapan belajar, lingkungan belajar, dan penggunaan media pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL MOTION GRAPHICS DALAM PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT DI SMAN 1 KAMAL 'Aliyah, Jannatin; Junal, Junal
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10875

Abstract

Learning motivation in anecdotal text material remains an important issue in Indonesian language instruction, particularly due to the continued dominance of conventional teaching approaches and the limited use of engaging instructional media. This study aimed to develop motion graphics-based audiovisual media to enhance tenth-grade students’ learning motivation in anecdotal text learning. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants involved 22 students from class X-10 of SMAN 1 Kamal. Data were collected through observation, interviews, expert validation, teacher response questionnaires, and student learning motivation questionnaires. The findings revealed that the developed audiovisual media met the criteria of being highly feasible based on expert and practitioner validation. The implementation of the media also contributed to improving students’ learning motivation, as indicated by a moderate N-Gain score. The novelty of this study lies in the contextual development of motion graphics media specifically designed for anecdotal text learning, combining dynamic visual presentation with interactive learning support to encourage greater student engagement. Therefore, motion graphics-based audiovisual media can be considered an innovative alternative for Indonesian language learning at the secondary school level. ABSTRAK Motivasi belajar siswa pada materi teks anekdot masih memerlukan penguatan, khususnya karena proses pembelajaran Bahasa Indonesia cenderung didominasi metode konvensional serta penggunaan media yang kurang menarik dan interaktif. Penelitian ini berfokus pada pengembangan media audio visual berbasis motion graphics sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X pada materi teks anekdot. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas X-10 SMAN 1 Kamal. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, validasi ahli, angket respon guru, serta angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual berbasis motion graphics yang dikembangkan memenuhi kategori sangat layak berdasarkan hasil validasi ahli dan praktisi. Penggunaan media dalam proses pembelajaran juga berdampak pada peningkatan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan melalui hasil analisis N-Gain pada kategori sedang. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan media motion graphics yang dirancang secara kontekstual sesuai karakteristik materi teks anekdot, sehingga mampu mengintegrasikan penyajian materi yang visual, dinamis, dan lebih menarik bagi siswa. Dengan demikian, media audio visual berbasis motion graphics memiliki potensi untuk digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang sekolah menengah.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KONSTRUKSI UTILITAS GEDUNG SISWA KELAS XI DPIB SMK Ramadhani, Iswara Nova; Andajani, Nur
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10876

Abstract

The use of instructional media aligned with learning materials and student characteristics plays an important role in improving the quality of vocational education. In Utility Building Construction courses, learning materials require concrete visualization, making static media such as PowerPoint less effective. This study examined the effect of animated video media and learning motivation on students’ learning outcomes in Utility Building Construction. A quasi-experimental method with a posttest-only nonequivalent groups design was applied. The participants were eleventh-grade students divided into an experimental group using animated video media and a control group using PowerPoint. Data were collected through learning motivation questionnaires and learning outcome tests, then analyzed using an independent t-test and two-way ANOVA. The findings revealed that animated video media had a significant effect on improving students’ learning outcomes and learning motivation compared to PowerPoint. In addition, an interaction was identified between instructional media and learning motivation in influencing learning outcomes. The novelty of this study lies in examining the effectiveness of animated video media in Utility Building Construction learning, an area that remains relatively underexplored, while considering learning motivation as an interacting variable. These findings indicate that animated video media can serve as a more effective instructional alternative for enhancing the quality of vocational education. ABSTRAK Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasional. Pada mata pelajaran Konstruksi Utilitas Gedung, penyampaian materi memerlukan visualisasi yang konkret sehingga penggunaan media statis seperti PowerPoint dinilai kurang optimal. Penelitian ini menganalisis pengaruh media video animasi dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Konstruksi Utilitas Gedung. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain posttest-only nonequivalent groups. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelas eksperimen menggunakan video animasi dan kelas kontrol menggunakan PowerPoint. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan tes hasil belajar. Data kemudian dianalisis menggunakan independent t-test dan two-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan motivasi siswa dibandingkan penggunaan PowerPoint. Selain itu, ditemukan adanya interaksi antara media pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian efektivitas video animasi pada pembelajaran Konstruksi Utilitas Gedung yang masih terbatas dikaji, dengan mempertimbangkan motivasi belajar sebagai variabel yang berinteraksi dengan media pembelajaran. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa video animasi dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada pendidikan vokasional.
IMPLEMENTASI COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING (CLT) DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN MAHARAH AL-KALAM (STUDI KASUS DI SMAIT AL-AULIYA BALIKPAPAN ) Firnanda, Rita; Zainuri, Zainuri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10891

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Communicative Language Teaching (CLT) in Arabic language learning and examine its contribution to improving students’ Maharah al-Kalam at SMAIT Al-Auliya Balikpapan. The research employed a descriptive qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving Arabic teachers, students, and institutional administrators. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, with source triangulation to ensure validity. The findings reveal that CLT implementation enhances students’ active participation, confidence in speaking Arabic, and ability to produce communicative expressions in everyday contexts. Improvement in Maharah al-Kalam was reflected in more spontaneous, interactive, and contextual Arabic use during classroom activities. Supporting factors included teachers’ pedagogical competence, creativity in designing communicative activities, and students’ learning motivation. Inhibiting factors consisted of limited vocabulary mastery, low self-confidence, limited instructional time, and the lack of a supportive language environment. The novelty of this study lies in examining CLT implementation in an integrated Islamic secondary school context, focusing on the integration of communicative competence and Arabic language learning environment. These findings suggest that CLT is an effective approach for improving students’ Arabic speaking skills in a communicative and contextual manner. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Communicative Language Teaching (CLT) dalam pembelajaran bahasa Arab serta kontribusinya terhadap peningkatan Maharah al-Kalam peserta didik di SMAIT Al-Auliya Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan guru bahasa Arab, peserta didik, dan pengelola lembaga. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menjamin validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CLT meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran, keberanian berbicara menggunakan bahasa Arab, serta kemampuan menyusun dan menyampaikan ungkapan komunikatif dalam konteks sehari-hari. Peningkatan Maharah al-Kalam terlihat melalui penggunaan bahasa Arab yang lebih spontan, interaktif, dan kontekstual selama kegiatan pembelajaran. Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi pedagogik guru, kreativitas dalam penggunaan aktivitas komunikatif, dan motivasi belajar peserta didik. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan kosakata, rasa kurang percaya diri, keterbatasan waktu pembelajaran, dan belum optimalnya lingkungan berbahasa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis implementasi CLT pada konteks sekolah Islam terpadu tingkat menengah dengan fokus pada integrasi kompetensi komunikatif dan lingkungan belajar bahasa Arab. Penelitian ini menunjukkan bahwa CLT merupakan pendekatan efektif untuk meningkatkan Maharah al-Kalam secara komunikatif dan kontekstual.
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KREATIVITAS SISWA KELAS XII DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI Nabilah, Siti Wardah; Wahidin, Unang; Maulida, Ali
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10901

Abstract

The use of social media in learning has become increasingly dominant among high school students, including in Islamic Religious Education (PAI) and Character Education subjects. This study aims to analyze the influence of social media utilization on the creativity of twelfth-grade students in PAI and Character Education learning at SMAN 5 Kota Bogor. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 302 students, while 76 students were selected as samples using simple random sampling techniques. Data were collected through a four-point Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using simple linear regression assisted by SPSS through normality, linearity, heteroscedasticity, t-test, and coefficient of determination tests. The findings revealed that social media utilization had a positive and significant effect on students’ creativity, with a regression coefficient of 0.719 and a significance value of 0.000 < 0.05. The Adjusted R Square value of 0.645 indicates that social media utilization contributed 64.5% to students’ creativity. WhatsApp and YouTube were the most frequently used platforms in learning activities. The findings confirm that directed use of social media can support the development of students’ creativity in PAI and Character Education learning in the digital era. ABSTRAK Pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran menjadi fenomena yang semakin dominan di kalangan siswa sekolah menengah, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan media sosial terhadap kreativitas siswa kelas XII dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMAN 5 Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 302 siswa, sedangkan sampel sebanyak 76 siswa ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert empat poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana berbantuan SPSS melalui uji normalitas, linearitas, heteroskedastisitas, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas siswa dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,719 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,645 menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial memberikan kontribusi sebesar 64,5% terhadap kreativitas siswa. Platform yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran adalah WhatsApp dan YouTube. Temuan penelitian menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial secara terarah dapat mendukung pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di era digital.

Page 4 of 4 | Total Record : 38