cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
PERSEPSI GURU PAI TENTANG TANTANGAN DAN PELUANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MAS PP DARUL MUKHLISIN Wati, Lisna; Harian, Sella; Ramadhani, Sinta; Hasibuan, Siti Wardani; Yuli, Yuli; Rambe, Mirza Syadat
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8958

Abstract

Digital transformation in education demands adaptation of Islamic Religious Education (PAI) learning strategies, particularly in Islamic boarding schools (pesantren), which must balance technological advancements with character development. This study focuses on describing Islamic Religious Education (PAI) teachers' perceptions regarding the challenges and opportunities of utilizing digital technology as a learning medium at the Darul Mukhlisin Islamic Boarding School (MAS). Through a qualitative approach with descriptive methods, data was collected comprehensively using observation, documentation, and in-depth interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers. The results indicate that teachers generally have positive perceptions and believe technology can increase the effectiveness and appeal of learning through visualization of abstract material, expanded access to learning resources, and efficient evaluation. However, the reality on the ground reveals significant structural barriers, including limited device and network infrastructure, a digital competency gap among teachers, and restrictive Islamic boarding school policies regarding student device use. This study concludes that the integration of technology into Islamic Religious Education (PAI) learning at Islamic boarding schools (pesantren) has not been optimal, and its success depends heavily on the synergy between teacher competency enhancement, adequate facility support, and adaptive institutional regulations to bridge digital innovation with Islamic boarding school values. ABSTRAK Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adaptasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di lingkungan pesantren yang harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan persepsi guru PAI terkait tantangan dan peluang pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Pondok Pesantren Darul Mukhlisin. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan secara komprehensif menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru memiliki persepsi positif dan menganggap teknologi mampu meningkatkan efektivitas serta daya tarik pembelajaran melalui visualisasi materi abstrak, perluasan akses sumber belajar, dan efisiensi evaluasi. Kendati demikian, realitas di lapangan memperlihatkan adanya hambatan struktural yang signifikan, meliputi keterbatasan infrastruktur perangkat dan jaringan, kesenjangan kompetensi digital antar guru, serta kebijakan restriktif pesantren terkait penggunaan gawai oleh santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI di madrasah berbasis pesantren belum berjalan optimal dan keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara peningkatan kompetensi guru, dukungan fasilitas yang memadai, serta regulasi institusional yang adaptif untuk menjembatani inovasi digital dengan nilai-nilai kepesantrenan.  
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI MEDIA KARTU BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IX SMP Humaira, Husina; Sujinah, Sujinah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9003

Abstract

ABSTRACT This study was conducted to address the low level of short story writing skills among ninth-grade students at SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif, Lhokseumawe, which has been influenced by the limited use of varied instructional media and students’ low motivation to write. The research focuses on strengthening students’ short story writing ability through the use of picture cards as visual learning aids. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages, involving 23 students as research participants. Data were collected through classroom observations and assessments of students’ written work, which were then analyzed using both quantitative and qualitative approaches. The findings indicate that the use of picture cards significantly improved students’ short story writing skills, as reflected in the increase in the average score from 71.22% in Cycle I to 86.65% in Cycle II. In addition to academic improvement, students also demonstrated positive growth in terms of engagement, focus, and enthusiasm during the writing process. These results suggest that picture cards function not only as visual supports but also as effective stimuli that foster students’ creativity and involvement. Therefore, picture cards can be considered an effective alternative instructional strategy for enhancing short story writing skills at the junior secondary school level. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan menulis cerpen siswa kelas IX SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Kota Lhokseumawe yang selama ini dipengaruhi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran yang variatif serta rendahnya motivasi menulis. Penelitian ini memfokuskan upaya pada penguatan keterampilan menulis cerpen melalui pemanfaatan kartu bergambar sebagai sarana visual yang menunjang kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi, serta melibatkan 23 siswa sebagai subjek penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan terhadap aktivitas belajar serta evaluasi terhadap tulisan siswa, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan media kartu bergambar secara signifikan meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa, yang terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dari 71,22% pada siklus I menjadi 86,65% pada siklus II. Di samping meningkatnya capaian akademik, siswa juga menunjukkan kemajuan yang positif dalam tingkat keterlibatan, fokus, dan semangat selama proses penulisan berlangsung. Hasil ini menegaskan bahwa kartu bergambar tidak sekadar menjadi media visual pendukung, tetapi juga berperan sebagai pemicu yang efektif dalam meningkatkan kreativitas dan keterlibatan siswa. Dengan demikian, penggunaan kartu bergambar dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa di tingkat SMP.
UPAYA MENGATASI KETERGANTUNGAN SISWA TERHADAP CHATGPT DALAM PEMBELAJARAN CERPEN KELAS XI DI SMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEER REVIEW DISCUSSION Elmirna, Nora; Sujinah, Sujinah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9004

Abstract

ABSTRACT The development of artificial intelligence, particularly ChatGPT, has provided convenience in writing instruction; however, its uncontrolled use has the potential to create dependency and reduce students’ creativity. This study aims to reduce students’ reliance on ChatGPT in short story writing instruction through the implementation of the Peer Review Discussion method among eleventh-grade students at SMA Negeri 02 Bombana. The study employed a Classroom Action Research design based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. In Cycle I, students were still allowed to use ChatGPT as a stimulus for generating initial ideas, whereas in Cycle II the use of ChatGPT was completely eliminated to encourage independent thinking. The findings indicate that in Cycle I, students’ short stories were still dominated by uniform language patterns and low levels of originality, and participation in peer review activities had not yet been optimal. In Cycle II, the strengthened implementation of Peer Review Discussion increased students’ active engagement in providing feedback, deepened their understanding of the intrinsic elements of short stories, and resulted in more varied and original written works. Overall, the quality of students’ short stories improved, and their dependence on ChatGPT decreased significantly. Thus, the Peer Review Discussion method proved effective in enhancing students’ creativity, independence, and short story writing skills amid the challenges posed by the use of AI technology in education. Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, memberikan kemudahan dalam pembelajaran menulis, namun penggunaannya yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan ketergantungan dan menurunkan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap ChatGPT dalam pembelajaran menulis cerpen melalui penerapan metode Peer Review Discussion pada siswa kelas XI SMA Negeri 02 Bombana. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I, siswa masih diperkenankan memanfaatkan ChatGPT sebagai pemicu ide awal, sedangkan pada siklus II penggunaan ChatGPT ditiadakan sepenuhnya untuk mendorong kemandirian berpikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I cerpen siswa masih didominasi pola bahasa yang seragam dan tingkat orisinalitas yang rendah, serta partisipasi dalam kegiatan peer review belum optimal. Pada siklus II, penguatan Peer Review Discussion mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam memberikan umpan balik, memperdalam pemahaman unsur intrinsik cerpen, serta menghasilkan karya yang lebih variatif dan orisinal. Secara keseluruhan, kualitas cerpen siswa meningkat dan ketergantungan terhadap ChatGPT menurun secara signifikan. Dengan demikian, metode Peer Review Discussion terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas, kemandirian, dan kemampuan menulis cerpen siswa di tengah tantangan penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran.
PEMANFAATAN MEDIA ERROR CARDS DALAM MENGATASI KESALAHAN PENULISAN BAHASA INDONESIA YANG DIPENGARUHI BAHASA TOLAKI PADA SISWA KELAS IX SMP Rahma, Ulfa; Sujinah, Sujinah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9005

Abstract

ABSTRACT The dominant use of local languages in students’ daily lives often leads to linguistic interference in Indonesian language learning, particularly in writing skills. This study aims to identify the types of Indonesian writing errors influenced by the Tolaki language and to describe the use of error cards as a pedagogical strategy to address these errors among ninth-grade students at SMP Negeri 1 Uluiwoi. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through analysis of students’ written work, classroom observations, and interviews. The research stages included identifying writing errors, implementing error cards in the learning process, and analyzing changes in students’ writing ability and language awareness. The findings reveal that the dominant writing errors involve spelling, word choice, affix usage, and sentence structure, which are influenced by interference from the Tolaki language. The implementation of error cards enables students to recognize errors concretely, understand their underlying causes, and revise their writing in accordance with standard Indonesian language conventions, while also enhancing students’ engagement and accuracy in learning. Therefore, error cards are effective as a contextual instructional medium for reducing the influence of local languages and improving Indonesian writing skills in bilingual school settings. ABSTRAK Penggunaan bahasa daerah yang dominan dalam kehidupan sehari-hari siswa sering menimbulkan interferensi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada keterampilan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kesalahan penulisan Bahasa Indonesia yang dipengaruhi oleh Bahasa Tolaki serta mendeskripsikan pemanfaatan media error cards sebagai upaya pedagogis untuk mengatasi kesalahan tersebut pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Uluiwoi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui analisis hasil tulisan siswa, observasi proses pembelajaran, dan wawancara. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kesalahan penulisan, penerapan media error cards dalam pembelajaran, serta analisis perubahan kemampuan dan kesadaran berbahasa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penulisan yang dominan meliputi kesalahan ejaan, pilihan kata, penggunaan imbuhan, dan struktur kalimat yang dipengaruhi oleh interferensi Bahasa Tolaki. Penerapan media error cards membantu siswa mengenali kesalahan secara konkret, memahami penyebab kesalahan, serta memperbaiki penulisan sesuai kaidah Bahasa Indonesia, sekaligus meningkatkan keaktifan dan ketelitian siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, media error cards efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran kontekstual untuk meminimalkan pengaruh bahasa daerah dan meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Indonesia di lingkungan sekolah bilingual.
DINAMIKA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN PELAJAR DALAM KONTEKS DOMINASI BAHASA DAERAH DI MAN Aminah, Siti; Hermoyo, R. Panji
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9006

Abstract

ABSTRACT Indonesian plays a strategic role in national education as both an academic language and a medium for fostering national character. However, within the reality of a multilingual society, its use among students often coexists with local languages that continue to function strongly in social interaction. This study aims to describe patterns of Indonesian language use among students of MAN 1 Merangin in the context of the dominance of local languages, to identify factors influencing students’ language choices, and to analyze the implications for Indonesian language proficiency. The study employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through classroom and interactional observations, semi-structured interviews with students and teachers, and analysis of students’ written documents. Data analysis involved stages of data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of students’ linguistic dynamics. The findings indicate that Indonesian is predominantly used in instructional settings and formal communication, while local languages are more frequently employed in non-academic interactions due to social closeness, cultural identity, and a sense of solidarity. Code-switching and code-mixing emerge contextually as adaptive communication strategies. These findings suggest that the continued use of local languages does not necessarily weaken mastery of formal Indonesian; rather, it requires appropriate pedagogical management so that both languages can function harmoniously within the educational environment. ABSTRAK Bahasa Indonesia berperan strategis dalam pendidikan nasional sebagai bahasa akademik sekaligus sarana pembentukan karakter kebangsaan. Namun, dalam realitas masyarakat multibahasa, penggunaannya di kalangan pelajar kerap berdampingan dengan bahasa daerah yang masih kuat berfungsi dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan Bahasa Indonesia oleh siswa MAN 1 Merangin dalam konteks dominasi bahasa daerah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan bahasa, serta menganalisis implikasinya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran dan interaksi siswa, wawancara semi terarah dengan siswa dan guru, serta analisis dokumen tertulis siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai dinamika kebahasaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia digunakan secara dominan dalam ranah pembelajaran dan komunikasi formal, sedangkan bahasa daerah lebih sering dimanfaatkan dalam interaksi nonakademik karena faktor kedekatan sosial, identitas kultural, dan rasa kebersamaan. Praktik alih kode dan campur kode muncul secara kontekstual sebagai strategi komunikasi yang adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa keberlangsungan bahasa daerah tidak serta-merta melemahkan penguasaan Bahasa Indonesia formal, melainkan memerlukan pengelolaan pedagogis yang tepat agar kedua bahasa dapat berfungsi secara harmonis dalam lingkungan pendidikan.
LINGUISTIK PENDIDIKAN: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA SMP Sahara, La; Hermoyo, R. Panji
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9010

Abstract

ABSTRACT The limited ability of students to use the Indonesian language appropriately reflects a mismatch between the expected language competencies and classroom learning practices. This study aims to evaluate the effectiveness of developing Indonesian language teaching materials based on a thematic approach for eighth-grade students at SMP Negeri 3 Satu Atap Tabona, Pulau Taliabu Regency. The research employed a Research and Development (R&D) method, which included needs analysis, product design, expert validation, and limited field testing with students. The research subjects consisted of expert validators and eighth-grade students, while data were collected through learning achievement tests, response questionnaires, and classroom observations. The results indicate a significant improvement in students’ understanding of the proper use of the Indonesian language, as reflected in the shift of learning outcomes from a low category prior to the implementation of the teaching materials to a high category afterward. These findings confirm that thematic-based Indonesian language teaching materials are not only feasible but also effective in improving the quality of language learning and in linking linguistic content with students’ learning experiences in a more contextual and meaningful manner. ABSTRAK Keterbatasan kemampuan peserta didik dalam menggunakan Bahasa Indonesia secara tepat mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara tuntutan kompetensi berbahasa dan praktik pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis pendekatan tematik pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Tabona, Kabupaten Pulau Taliabu. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi oleh ahli, serta uji coba terbatas kepada peserta didik. Subjek penelitian melibatkan validator dan siswa kelas VIII, dengan teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, angket respon, dan observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa terhadap penggunaan Bahasa Indonesia sesuai kaidah, ditandai dengan pergeseran capaian belajar dari kategori rendah sebelum penggunaan bahan ajar menjadi kategori tinggi setelah implementasi. Temuan ini menegaskan bahwa bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis pendekatan tematik tidak hanya layak digunakan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mampu mengaitkan materi kebahasaan dengan pengalaman belajar siswa secara lebih kontekstual dan bermakna.
MODEL INSTRUMEN PENILAIAN HOTS PADA KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS IX SMP DALAM KURIKULUM MERDEKA Handayani, Wuri; Kuntoro, Kuntoro
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9037

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based assessment is a key requirement in the implementation of the Merdeka Curriculum, particularly in Indonesian language learning at the junior secondary school level. However, writing assessment practices for descriptive texts in schools still tend to emphasize final products and have not fully accommodated the measurement of students’ higher-order thinking skills. This study aims to describe and formulate a HOTS-based assessment instrument model for descriptive text writing skills in Grade IX junior high school, integrating the domains of attitudes, knowledge, and skills. This research employed a descriptive qualitative approach through a conceptual review and document analysis. The data sources included the Indonesian Language Learning Outcomes of the Merdeka Curriculum Phase D, instructional documents for descriptive text writing, and relevant scholarly literature on HOTS-based and authentic assessment. Data analysis was conducted by mapping learning indicators to HOTS cognitive levels (C4–C6), followed by the formulation of appropriate assessment instruments and analytic scoring rubrics. The findings indicate that the developed assessment instrument model is capable of measuring students’ abilities to analyze, evaluate, and create descriptive texts, while also providing a comprehensive depiction of both learning processes and outcomes. This model is practical, contextual, and aligned with the principles of authentic assessment, making it a useful reference for Indonesian language teachers in implementing HOTS-based assessment in junior high schools. ABSTRAKPenilaian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan salah satu tuntutan utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Namun, praktik penilaian menulis teks deskripsi di sekolah masih cenderung berfokus pada produk akhir dan belum sepenuhnya mengakomodasi pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan merumuskan model instrumen penilaian HOTS pada keterampilan menulis teks deskripsi kelas IX SMP yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian konseptual dan analisis dokumen. Sumber data meliputi dokumen Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka fase D, perangkat pembelajaran menulis teks deskripsi, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan penilaian autentik dan penilaian berbasis HOTS. Analisis data dilakukan dengan memetakan indikator pembelajaran ke dalam level kognitif HOTS (C4–C6), kemudian merumuskan bentuk instrumen dan rubrik penilaian analitik. Hasil kajian menunjukkan bahwa model instrumen yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dalam kegiatan menulis teks deskripsi, serta memberikan gambaran komprehensif mengenai proses dan hasil belajar peserta didik. Model instrumen ini bersifat aplikatif, kontekstual, dan selaras dengan prinsip asesmen autentik, sehingga dapat dijadikan referensi praktis bagi guru Bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan penilaian HOTS di SMP.
PENGARUH REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SISWA KELAS VII B MTSN KOTA SURABAYA Ubaidah, Hafiza Fajar; Nu’man, Mohammad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9061

Abstract

This study aims to examine the effect of rewards on the motivation to learn Arabic in class VII B MTsN 4 Surabaya City and to assess the extent to which rewards contribute to increasing that motivation. This study used a quantitative approach with a correlational design, and data were collected through a Likert-scale questionnaire that had previously been tested for validity and reliability. The results showed that rewards have a very strong relationship with learning motivation, indicated by a Pearson correlation value of r = 0.82. Simple linear regression analysis also showed an R² value of 0.67, which means that 67% of changes in student learning motivation were influenced by rewards. The regression equation Learning Motivation = 22.39 + 0.57 × Reward confirms the positive influence of rewards on increasing student motivation. Rewards have been shown to support cognitive development, such as the courage to read texts and the ability to memorize vocabulary, while also providing psychological impacts in the form of increased self-confidence, participation, and decreased anxiety in learning. These findings demonstrate that rewards are a practical yet effective learning strategy implemented in madrasah environments. Although this study has limitations in the number of samples and the scope of the research location, the results still provide valuable contributions in developing strategies to increase motivation to learn Arabic. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas VII B MTsN 4 Kota Surabaya sekaligus menilai sejauh mana reward berkontribusi dalam meningkatkan motivasi tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dan data dikumpulkan melalui angket berskala Likert yang sebelumnya telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward memiliki hubungan yang sangat kuat dengan motivasi belajar, ditandai dengan nilai korelasi Pearson r = 0,82. Analisis regresi linear sederhana juga menunjukkan nilai R² sebesar 0,67, yang berarti bahwa 67% perubahan motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh pemberian reward. Persamaan regresi Motivasi Belajar = 22,39 + 0,57 × Reward menegaskan adanya pengaruh positif reward terhadap peningkatan motivasi siswa. Reward terbukti mendukung perkembangan kognitif, seperti keberanian membaca teks dan kemampuan menghafal mufradat, sekaligus memberikan dampak psikologis berupa meningkatnya kepercayaan diri, partisipasi, dan menurunnya kecemasan dalam belajar. Temuan ini memperlihatkan bahwa reward merupakan strategi pembelajaran yang praktis namun efektif diterapkan di lingkungan madrasah. Meskipun penelitian ini memiliki batasan pada jumlah sampel dan lingkup lokasi penelitian, hasilnya tetap memberikan kontribusi berharga dalam pengembangan strategi peningkatan motivasi belajar Bahasa Arab.
EXPLORING SEVENTH GRADE STUDENTS’ PERCEPTIONS OF READING STRATEGIES IN ENGLISH READING Ni’mah, Fauziyatun; Rahayu, Anita Budi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9124

Abstract

ABSTRACT The problem of low English reading comprehension among EFL students at the junior secondary school level highlights the importance of using effective reading strategies in learning. This study focuses on seventh-grade students’ perceptions of reading strategies in English learning at MTs Nurul Huda Grogol Masangan and employed a qualitative descriptive design involving 35 students. Data were collected through open-ended questionnaires and semi-structured interviews and were analyzed descriptively and thematically to ensure depth and credibility of findings. The findings indicate that students predominantly used cognitive reading strategies, such as identifying main ideas, guessing word meanings from context, rereading difficult parts of the text, and relating the text to prior knowledge, which were perceived as helpful in improving reading comprehension. However, the study also revealed major challenges, including limited vocabulary mastery, low reading confidence, and students’ difficulties in applying reading strategies independently without teacher guidance. In addition, a gap was identified between the reading strategies taught by teachers and those consistently practiced by students during classroom activities. Therefore, this study concludes that explicit and structured instruction in reading strategies is necessary to bridge this gap and to improve the quality of English reading instruction in similar school contexts. ABSTRAK Masalah rendahnya pemahaman membaca bahasa Inggris pada siswa EFL di tingkat sekolah menengah pertama menunjukkan pentingnya penggunaan strategi membaca yang efektif dalam pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada persepsi siswa kelas VII terhadap strategi membaca dalam pembelajaran bahasa Inggris di MTs Nurul Huda Grogol Masangan dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif yang melibatkan 35 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih dominan menggunakan strategi membaca kognitif, seperti mengidentifikasi ide pokok, menebak makna kosakata berdasarkan konteks, membaca ulang bagian teks yang sulit, serta mengaitkan isi teks dengan pengetahuan sebelumnya, yang dipersepsikan membantu meningkatkan pemahaman membaca. Namun, penelitian ini juga mengungkap permasalahan utama berupa keterbatasan penguasaan kosakata, rendahnya kepercayaan diri dalam membaca, serta kesulitan siswa dalam menerapkan strategi membaca secara mandiri tanpa bimbingan guru. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara strategi membaca yang diajarkan oleh guru dan strategi yang secara konsisten dipraktikkan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengajaran strategi membaca yang eksplisit dan terstruktur diperlukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut serta meningkatkan kualitas pembelajaran membaca bahasa Inggris pada konteks sekolah yang serupa.
INTEGRASI TPACK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: ANALISIS IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN DI SMP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA Muzakkinnur, Muhammad Hanif; Afkar, Muhammad Hafiz Budi Kurniawan; Zul’ilmi, Radifan Muhammad; Putra, Lovandri Dwanda
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9150

Abstract

This study aims to analyze in depth the implementation and challenges of integrating the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework into Islamic Religious Education (PAI) learning at Muhammadiyah 8 Junior High School Yogyakarta. This study is motivated by the demands of the digital era, which requires educators not only to master religious material but also to be able to synergize technology with relevant pedagogy to improve the effectiveness of Islamic jurisprudence learning. Using a descriptive qualitative method based on case studies during the School Field Introduction (PLP) 2 program, data were collected through participant observation, in-depth interviews with teachers, and analysis of learning documents. The research findings indicate that the implementation of the inquiry learning model supported by interactive technology media such as educational videos, digital presentations, and online quizzes can significantly increase students' active participation and conceptual understanding. However, the effectiveness of this integration is still faced with technical obstacles in the form of limited digital infrastructure and pedagogical challenges in dynamic classroom management. The main conclusion confirms that although TPACK offers a potential framework for modernizing Islamic Religious Education (PAI) learning, its success is highly dependent on teachers' technological competency readiness and adequate school facilities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi dan tantangan pengintegrasian kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta. Studi ini dilatarbelakangi oleh tuntutan era digital yang mengharuskan pendidik tidak hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga mampu mensinergikan teknologi dengan pedagogi yang relevan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran fikih. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kasus selama program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, serta analisis dokumen pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model inquiry learning yang didukung oleh media teknologi interaktif seperti video edukatif, presentasi digital, dan kuis daring mampu meningkatkan partisipasi aktif dan pemahaman konseptual peserta didik secara signifikan. Namun, efektivitas integrasi ini masih dihadapkan pada kendala teknis berupa keterbatasan infrastruktur digital dan tantangan pedagogis dalam manajemen kelas yang dinamis. Simpulan utama menegaskan bahwa meskipun TPACK menawarkan kerangka kerja yang potensial untuk modernisasi pembelajaran PAI, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan kompetensi teknologi guru dan dukungan fasilitas sekolah yang memadai.