cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 46 Documents clear
PERAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN PERDIRJEN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN NOMOR 7327/B.B1/HK.03.01/2023 TERHADAP PELAKSANAAN REFLEKSI DI KOMUNITAS BELAJAR KEPALA SEKOLAH AURIJAH, SITI CHAERIJAH
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4082

Abstract

This study aims to examine the role of personality competency of the Directorate General of Teachers and Education Personnel Regulation Number 7327/B.B1/HK.03.01/2023 in the implementation of reflection in the principal learning community of Limo District, Depok City. The research design used was quantitative descriptive, with a purposive sampling technique on 30 principals. Data were collected through questionnaires and interviews, which were then analyzed to identify the relationship between personality competency and the effectiveness of reflection. The results of the study indicate that the principal's personality competency, especially integrity and self-control, have a significant effect on the effectiveness of reflection implementation. This finding suggests the need to develop the personality competency of the Directorate General of Teachers and Education Personnel Regulation Number 7327/B.B1/HK.03.01/2023 as a basis for improving the quality of reflection in the learning community. This study provides a clearer picture of the importance of the role of personality competency in supporting the effectiveness of reflection in the principal's learning community, which in turn can improve the performance and quality of education in schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kompetensi kepribadian Perdirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 7327/B.B1/HK.03.01/2023 dalam pelaksanaan refleksi di komunitas belajar kepala sekolah Kecamatan Limo, Kota Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik purposive sampling pada 30 kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi hubungan antara kompetensi kepribadian dan efektivitas refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian kepala sekolah, terutama integritas dan pengendalian diri, berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelaksanaan refleksi. Temuan ini menyarankan perlunya pengembangan kompetensi kepribadian Perdirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 7327/B.B1/HK.03.01/2023 sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas refleksi dalam komunitas belajar. Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pentingnya peran kompetensi kepribadian dalam mendukung efektivitas refleksi di komunitas belajar kepala sekolah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja dan kualitas pendidikan di sekolah.
ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL PADA UJI COBA EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SURBAKTI, ICCA WIDYA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4097

Abstract

Education is one of the important components in life. One of the components of education that has an important role in supporting the educational process is evaluation. This study aims to analyze the quality of learning evaluation questions in mathematics subjects through instrument trials with a total of 30 subjects of Senior High School (SMA) students who were taken randomly. The research method used is quantitative descriptive which aims to analyze the quality of the learning evaluation test questions. The analysis involves several aspects, namely reliability, discriminatory power, level of difficulty, and validity of the test items. The data was obtained from the participants' answer scores on five questions with a score weighting of 20 for correct answers and 0 for incorrect answers. The results of the reliability test show a coefficient value of 0.79 indicating that this test has a high level of consistency, so it can be relied on in learning evaluation. Based on the summary of the analysis results, two questions are recommended for use, while the other three questions need to be revised to improve the quality of the evaluation instrument. This study emphasizes the importance of item analysis to ensure that evaluation instruments have adequate validity, reliability, discriminatory power, and level of difficulty. ABSTRAKPendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan. Salah satu komponen pendidikan yang memiliki peran penting untuk mendukung proses pendidikan yaitu evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran matematika melalui uji coba instrumen dengan jumlah subjek sebanyak 30 orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diambil secara acak. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal tes evaluasi pembelajaran. Analisis melibatkan beberapa aspek, yaitu reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan validitas butir soal. Data diperoleh dari skor jawaban peserta pada lima butir soal dengan bobot skor jawaban benar sebesar 20 dan salah sebesar 0. Dari hasil uji realibilitas menunjukkan nilai koefisien sebesar 0.79 mengindikasikan bahwa tes ini memiliki tingkat konsistensi yang tinggi, sehingga dapat diandalkan dalam evaluasi pembelajaran. Berdasarkan rangkuman hasil analisis, dua butir soal direkomendasikan untuk digunakan, sementara tiga butir lainnya perlu direvisi untuk meningkatkan kualitas instrumen evaluasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya analisis butir soal guna memastikan instrumen evaluasi memiliki validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran yang memadai.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND LINGUISTICS: THE SYNERGY OF ENGLISH IN SCIENCE AND TECHNOLOGY RAMADILLA, HAFIZA SAUMI; SURBAKTI, HALIMAH BR; NATSIR, MUHAMMAD
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4115

Abstract

This article explores the role of artificial intelligence (AI) in strengthening English as a global lingua franca, particularly in the fields of science, technology, and education. Using a descriptive qualitative approach, the study examines how AI technologies, including Natural Language Processing (NLP) and Neural Machine Translation (NMT), facilitate cross-cultural communication and enhance language learning. AI-powered tools such as Google Translate, Grammarly, Duolingo, and Chatbots are prime examples of how these technologies increase accessibility, accuracy, and efficiency in mastering English. AI supports learners in overcoming linguistic barriers by providing real-time translation, grammar correction, and personalized learning experiences. The findings highlight the importance of developing AI in an ethical, inclusive, and responsible manner to ensure it not only strengthens English’s role as a global language but also preserves the world’s rich linguistic and cultural diversity. An interdisciplinary approach shows AI’s potential to foster equitable, sustainable, and inclusive communication worldwide. By balancing technological advancement with cultural preservation, AI can empower diverse communities, reduce language gaps, and support global collaboration. This research underscores the need for continuous innovation in AI while respecting cultural and linguistic identities to create a harmonious global communication environment. ABSTRAKArtikel ini membahas peran kecerdasan buatan (AI) dalam memperkuat bahasa Inggris sebagai lingua franca global, khususnya di bidang sains, teknologi, dan pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini meneliti bagaimana teknologi AI, seperti Natural Language Processing (NLP) dan Neural Machine Translation (NMT), memfasilitasi komunikasi lintas budaya dan meningkatkan pembelajaran bahasa. Alat berbasis AI seperti Google Translate, Grammarly, Duolingo, dan Chatbot menjadi contoh utama bagaimana teknologi ini meningkatkan aksesibilitas, akurasi, dan efisiensi dalam menguasai bahasa Inggris. AI membantu pembelajar mengatasi hambatan bahasa dengan menyediakan penerjemahan real-time, koreksi tata bahasa, serta pengalaman belajar yang dipersonalisasi. Hasil penelitian menekankan pentingnya pengembangan AI yang etis, inklusif, dan bertanggung jawab agar AI tidak hanya memperkuat peran bahasa Inggris sebagai bahasa global tetapi juga menjaga keragaman bahasa dan budaya di dunia. Pendekatan interdisipliner menunjukkan potensi AI dalam mendorong komunikasi yang adil, berkelanjutan, dan inklusif secara global. Dengan menyeimbangkan kemajuan teknologi dan pelestarian budaya, AI dapat memberdayakan berbagai komunitas, mengurangi kesenjangan bahasa, serta mendukung kolaborasi global. Penelitian ini menekankan perlunya inovasi berkelanjutan dalam AI sambil tetap menghormati identitas budaya dan bahasa untuk menciptakan lingkungan komunikasi global yang harmonis.
PERSEPSI MAHASISWA PGSD UM PURWOREJO PADA SIMULASI PERMAINAN LEMPAR KARET ANJARINI, TITI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4122

Abstract

Some of the problems in this research are: 1) the material presented is more theoretical, meaning it is less used in practice when simulating the rubber throwing game; 2) students' lack of understanding of the concept of the rubber throwing game; 3) different student understanding of the benefits of rubber throwing games; 4) lack of instruction and guidance in the rubber throwing game simulation; 5) different learning styles for each student during the rubber throwing game. The aim of this research is to determine student perceptions in a rubber throwing game simulation. The method used in this research uses descriptive qualitative research. The steps are 1) game simulation by groups, 2) implementation of the simulation, 3) giving questionnaires, 4) interviews, 5) observation. The results of this research are that the questionnaire results show that most groups 1 to 5 agree around 75% on most aspects, the observation results show that groups 1 to 5 are involved in the rubber throwing game, namely around 85%. Meanwhile, from the interview results, data was obtained that groups 1 to 5 gave positive responses, namely around 85% in all aspects. So based on the results of questionnaires, observations and interviews, it shows that this simulation is fun, relevant, involves cooperation, strategy, coordination and good evaluation. Backed by research, this simulation is proven to improve critical thinking skills and cognitive development. However, timing and variety need to be considered to increase the effectiveness of activities. ABSTRAKBeberapa permasalahan dalam penelitian ini yaitu: 1) materi disampaikan secara teoritis lebih banyak, artinya kurang digunakan dalam praktik saat simulasi permainan lempar karet; 2) kurangnya pemahaman mahasiswa tentang konsep permainan lempar karet; 3) pemahaman mahasiswa yang berbeda tentang manfaat permainan lempar karet; 4) kekurangan instruksi dan bimbingan dan simulasi permainan lempar karet; 5) gaya belajar yang berbeda untuk setiap mahasiswa saat permainan lempar karet. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi mahasiswa dalam simulasi permainan lempar karet. Métode yang digunakan dalam menelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan langkah yaitu 1) simulasi permainan oleh kelompok, 2) pelaksanaan simulasi, 3) memberi kuisioner, 4) wawancara, 5) observasi. Hasil dari penelitian ini bahwa hasil kuisioner menunjukkan sebagian besar kelompok 1 sampai 5 setuju sekitar 75% pada sebagain besar aspek, pada hasil observasi menunjukkan kelompok 1 sampai 5 terlibat dalam permainan lempar karet yaitu sekitar 85%. Sedangkan dari hasil wawancara  diperoleh data bahwa kelompok 1 sampai 5 memberikan respon positif yaitu sekitar 85 % pada semua aspek. Jadi berdasarkan hasil kuisioner, observasi, dan wawancara menunjukkan bahwa simulasi ini menyenangkan, relevan, melibatkan kerja sama, strategi, koordinasi, dan evaluasi yang baik. Didukung oleh penelitian, simulasi ini terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan perkembangan kognitif. Namun, pengaturan waktu dan variasi perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan.
TREN AUGMENTED REALITY DALAM PEMBELAJARAN STUDI AGAMA TINGKAT PERGURUAN TINGGI: TINJAUAN SYSTEMATIC REVIEW DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK RHENA, MIJA MAGA; BAHARUDIN, BAHARUDIN; ZULAIKHAH, SITI; SUNARTO, SUNARTO; SUSILAWATI, BETI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4123

Abstract

This study intends to assess, analyze, and categorize the existing literature concerning Augmented Reality research trends in religious studies education at the tertiary level. During the period from 2019 to 2023. Quantitative approaches were employed to analyze publication and citation data in order to evaluate the research's influence and contribution. The PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) technique was utilized to guarantee quality and transparency, encompassing the phases of identification, screening, eligibility evaluation, and inclusion. Data were aggregated using Mendeley in RIS format and examined with VOSviewer for citation analysis, co-occurrence, and co-authorship. This study analyzed 135 publications from Mendeley, Taylor & Francis, and Publish or Perish, ultimately selecting 28 articles that satisfied the inclusion requirements. The analysis results indicated a rising tendency in publications, with augmented reality as the predominant subject commonly referenced. India, the United States, and China were the principal contributors to this research. The predominant research methodologies employed were quantitative experimental and developmental research. Research on Augmented Reality in education emphasizes the application of technology to facilitate interactive, immersive, and pertinent learning experiences tailored to contemporary requirements. Demonstrating that augmented reality facilitates the change of education towards digitization and modernization, particularly within the framework of Industry 4.0. ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk menilai, menganalisis, dan mengkategorikan literatur yang ada mengenai tren penelitian Augmented Reality dalam pendidikan studi agama di tingkat perguruan tinggi. Selama periode dari tahun 2019 hingga 2023. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data publikasi dan sitasi guna mengevaluasi pengaruh dan kontribusi penelitian. Teknik PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) digunakan untuk menjamin kualitas dan transparansi, mencakup fase identifikasi, penyaringan, evaluasi kelayakan, dan inklusi. Data dikumpulkan menggunakan Mendeley dalam format RIS dan diperiksa dengan VOSviewer untuk analisis sitasi, ko-kejadian, dan ko-penulisan. Studi ini menganalisis 135 publikasi dari Mendeley, Taylor & Francis, dan Publish or Perish, yang akhirnya memilih 28 artikel yang memenuhi persyaratan inklusi. Hasil analisis menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam publikasi, dengan realitas tertambah sebagai subjek utama yang sering dirujuk. India, Amerika Serikat, dan China adalah kontributor utama dalam penelitian ini. Metodologi penelitian yang dominan digunakan adalah penelitian eksperimental kuantitatif dan penelitian pengembangan. Penelitian tentang Augmented Reality dalam pendidikan menekankan penerapan teknologi untuk memfasilitasi pengalaman belajar yang interaktif, imersif, dan relevan yang disesuaikan dengan kebutuhan kontemporer. Menunjukkan bahwa realitas tertambah memfasilitasi perubahan pendidikan menuju digitalisasi dan modernisasi, terutama dalam kerangka Industri 4.0.
MODEL PENJAMINAN MUTU DENGAN PENDEKATAN NEUROLEADERSHIP DAN SISTEM BERBASIS KOMUNITAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ERA ABAD KE-21 SA, KHOIROTUN NISA; SURIANSYAH, AHMAD
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4152

Abstract

This study examines the education quality assurance model with a neuroleadership approach and a community-based system to improve the quality of education in the 21st century. Neuroleadership utilizes neuroscience principles in leadership to understand how the brain works in decision-making, stress management, empathy, and creativity. A community-based system involves the active participation of various stakeholders, including teachers, students, parents, and the community in the decision-making process and implementation of educational programs. This study uses a qualitative approach with a documentation study to collect relevant data from various sources. The results of the study indicate that the integration of neuroleadership and a community-based system can create a conducive, inclusive, and sustainable learning environment. The implementation of this model at SMAN 13 Banjarmasin showed an increase in teacher and student motivation and involvement, and ensured that educational policies and programs were in accordance with community needs. This approach also strengthens transparency, accountability, and ownership of improving the quality of education. Research recommendations include training and development of educational leaders, encouraging community participation, use of data and technology, development of teacher training programs, and continuous evaluation and feedback. Through the integration of neuroleadership elements and community-based systems, education in the 21st century can achieve higher standards and provide significant benefits to all parties involved. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji model penjaminan mutu pendidikan dengan pendekatan neuroleadership dan sistem berbasis komunitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era abad ke-21. Neuroleadership memanfaatkan prinsip-prinsip neurosains dalam kepemimpinan untuk memahami cara kerja otak dalam pengambilan keputusan, manajemen stres, empati, dan kreativitas. Sistem berbasis komunitas melibatkan partisipasi aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, dan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi program pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara neuroleadership dan sistem berbasis komunitas dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan berkelanjutan. Implementasi model ini di SMAN 13 Banjarmasin menunjukkan peningkatan motivasi dan keterlibatan guru dan siswa, serta memastikan bahwa kebijakan dan program pendidikan sesuai dengan kebutuhan komunitas. Pendekatan ini juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan rasa kepemilikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Rekomendasi penelitian mencakup pelatihan dan pengembangan pemimpin pendidikan, mendorong partisipasi komunitas, penggunaan data dan teknologi, pengembangan program pelatihan guru, serta evaluasi dan umpan balik berkelanjutan. Melalui integrasi elemen-elemen neuroleadership dan sistem berbasis komunitas, pendidikan di era abad ke-21 dapat mencapai standar yang lebih tinggi dan memberikan manfaat yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat.
INTEGRASI NILAI KEISLAMAN DALAM MANAJEMEN STRATEGIK UNTUK MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI DIGITAL JABBAR, MOCH. RIKZA ALKHUBRA ABDUL; CHOTIMAH, CHUSNUL; SULISTYORINI, SULISTYORINI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4153

Abstract

Islamic educational institutions face the challenges of digital globalization, which have the potential to erode Islamic identity if not supported by strategic management rooted in Islamic values. This study aims to analyze the impact of integrating Islamic values into management strategies to enhance the excellence of Islamic educational institutions in the digital globalization era. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach, analyzing literature related to the integration of Islamic values, strategic management, and the competitive advantage of Islamic educational institutions. The findings indicate that applying values such as trustworthiness (amanah), justice (adil), excellence (ihsan), honesty (shiddiq), and cooperation (ta’awun) not only strengthens the institutions’ Islamic identity but also enhances their adaptability to modernization challenges through innovations based on Islamic technology. This study provides theoretical contributions to the literature on Islamic educational management and practical contributions in the form of strategic guidelines for Islamic educational institutions to maintain their relevance and competitiveness in the digital era. It is expected to serve as a foundation for further development in managing Islamic education oriented towards Islamic values and technological innovation. ABSTRAKLembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi digital yang berpotensi mengikis identitas keislaman jika tidak didukung oleh manajemen strategik berbasis nilai- nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi nilai keislaman dalam strategi manajemen guna membentuk keunggulan lembaga pendidikan Islam di era globalisasi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang menganalisis literatur terkait integrasi nilai keislaman, manajemen strategik, dan keunggulan kompetitif lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai seperti amanah, adil, ihsan, shiddiq, dan ta’awun tidak hanya memperkuat identitas keislaman lembaga tetapi juga meningkatkan adaptabilitas terhadap tantangan modernisasi melalui inovasi berbasis teknologi Islami. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur manajemen pendidikan Islam serta kontribusi praktis berupa panduan strategis bagi lembaga pendidikan Islam untuk mempertahankan relevansi dan daya saing di era digital. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut terkait pengelolaan pendidikan Islam yang berorientasi pada nilai keislaman dan inovasi teknologi
ANALISIS PENGARUH INTERNET OF THINGS (IoT), DIGITAL MINDSET, DAN DEMOGRAFI TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN DALAM MELAKUKAN TRANSAKSI ONLINE RIDHA, MOKHAMMAD; BUDIYANTO , FAJAR
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4154

Abstract

The shift from manual to digital technology has, to some extent, brought changes to consumer behavior in conducting transactions or shopping. What was once a process of purchasing goods done offline has now seen many consumers switching to online shopping. The purpose of this study is to determine the relationship between the variables that influence consumer preferences in making online purchases or transactions. This research focuses on the integration of IoT, digital mindset, and demographics as independent variables, and consumer preferences as the dependent variable. The method used in this research is a quantitative approach. Data collection was conducted through questionnaires distributed to the appropriate respondents. The data analysis methods used include Validity Test, Reliability Test, Classical Assumption Test, Hypothesis Testing, Multiple Linear Regression Equation, and Coefficient of Determination. The collected data were analyzed using statistical formulas, particularly multiple linear regression analysis, processed with SPSS 25 software. The results of this study indicate that the Internet of Things (IoT) variable has no significant effect on consumer preferences in online transactions, with a significance value of 0.164. The Digital Mindset variable significantly affects consumer preferences in online transactions, with a significance value of 0.000. The Demographics variable also significantly affects consumer preferences in online transactions, with a significance value of 0.002. The IoT, Digital Mindset, and Demographics variables simultaneously do not have a significant effect on consumer preferences in online transactions, with a significance value of 0.468. The Digital Mindset variable has the most dominant influence on consumer preferences in online transactions, with a B coefficient value of 0.609. ABSTRAKPeralihan teknologi dari manual ke digital sedikit banyak membuat perubahan pola perilaku konsumen dalam melakukan transaksi atau belanja. Dari yang semula proses pembelian barang dilakukan secara offline sekarang mulai banyak yang beralih ke belanja online. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antar variable yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam melakukan pembelian barang secara online atau transaksi online. Penelitian ini berfokus pada integrasi antara IoT, digital mindset, dan demografi  sebagai variable bebas dan preferensi konsumen sebagai variable terikat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden yang sesuai. Metode analisis data yang digunakan yaitu Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik, Uji Hipotesis, Persamaan Regresi Linier Berganda, Koefisien Determinasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan formula statistik,yakni dengan menggunakan analisis regresi linier berganda yang pengolahannya dilakukan dengan program SPSS 25.  Hasil dari penelitian ini adalah variabel Internet of Things (IoT) tidak berpengaruh terhadap Preferensi konsumen dalam melakukan transaksi online dengan nilai signifikansi sebesar 0.164, variabel Digital Mindset berpengaruh terhadap Preferensi konsumen dalam melakukan transaksi online dengan nilai signifikansi sebesar 0.000, variabel Demografi berpengaruh terhadap Preferensi konsumen dalam melakukan transaksi online dengan nilai signifikansi sebesar 0.002, variabel Internet of Things (IoT), Digital Mindset, dan Demografi secara simultan tidak berpengaruh terhadap Preferensi konsumen dalam melakukan transaksi online dengan nilai signifikansi sebesar 0.468, variabel Digital Mindset memiliki pengaruh paling dominan terhadap Preferensi konsumen dalam melakukan transaksi online dengan nilai koefisien B sebesar 0.609.
STRATEGI KEPEMIMPINAN VISIONER DALAM IMPLEMENTASI VISI DAN MISI BERBASIS KEARIFAN LOKAL NOR, TAUFIK; ASLAMIAH , ASLAMIAH
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4155

Abstract

This study aims to examine the role of visionary leadership strategies in the implementation of organizational vision and mission based on local wisdom. Visionary leadership is expected to be able to direct organizations towards sustainable long-term goals, while maintaining local cultural values. Through a qualitative approach with case studies in several organizations in Indonesia, this study identifies relevant local wisdom values, such as mutual cooperation, deliberation, and social harmony, and how these values ??can be integrated into the formulation of organizational vision and mission. The results of the study indicate that leaders who successfully integrate local wisdom are not only able to improve organizational sustainability, but also strengthen relationships with local communities. On the other hand, the challenges faced include the clash between the demands of globalization and the preservation of local values, as well as resistance to change among the younger generation. Supporting factors for successful implementation include a deep understanding of local wisdom, active community involvement, and support from government policies that support the preservation of local culture. This study contributes to leadership theory by adding the dimension of local wisdom as an important element in effective leadership in the Indonesian context. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategi kepemimpinan visioner dalam implementasi visi dan misi organisasi berbasis kearifan lokal. Kepemimpinan visioner diharapkan mampu mengarahkan organisasi menuju tujuan jangka panjang yang berkelanjutan, sambil tetap menjaga nilai-nilai budaya setempat. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada beberapa organisasi di Indonesia, penelitian ini mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang relevan, seperti gotong royong, musyawarah, dan harmoni sosial, serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan dalam perumusan visi dan misi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin yang berhasil mengintegrasikan kearifan lokal tidak hanya mampu meningkatkan keberlanjutan organisasi, tetapi juga mempererat hubungan dengan komunitas lokal. Di sisi lain, tantangan yang dihadapi antara lain adalah benturan antara tuntutan globalisasi dan pelestarian nilai-nilai lokal, serta resistensi terhadap perubahan di kalangan generasi muda. Faktor pendukung keberhasilan implementasi antara lain adalah pemahaman yang mendalam tentang kearifan lokal, keterlibatan aktif masyarakat, dan dukungan kebijakan pemerintah yang mendukung pelestarian budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada teori kepemimpinan dengan menambah dimensi kearifan lokal sebagai elemen penting dalam kepemimpinan yang efektif di konteks Indonesia.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ELECTRONIC GOVERNMENT DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA MAKASSAR MULIATI, MULIATI; ASHARIANA, ASHARIANA; ALIF, NUR MUHAMMAD
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4279

Abstract

This study aims to analyze the implementation of electronic government (e-government) policies and the factors that influence their implementation at the Population and Civil Registration Office of Makassar City. This study uses a descriptive method with a purposive sampling technique to determine the sample. Primary and secondary data were obtained through observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data were analyzed using a quantitative descriptive approach supported by qualitative data. The results of the study indicate that the implementation of e-government at the Population and Civil Registration Office of Makassar City is mostly running very well. The service system obtained an average score of 3.40 (85%), timeliness 3.40 (87.5%), clarity of work mechanisms 3.50 (87.5%), and supporting facilities and infrastructure 3.60 (90%). However, the quality of human resources of the apparatus is still low with a score of 2.70 (67.5%), which is the main obstacle. The factors that influence policy implementation show mixed results. Communication between leaders and subordinates is very good (score 3.40, 85%), and the disposition of leaders in supporting policies is also very good (score 3.40, 87.5%). However, weaknesses were found in the resources of the apparatus and the bureaucratic structure, each with a score of 2.70 (67.5%), which were considered less supportive of the optimal implementation of e-government policies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan electronic government (e-government) dan faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel. Data primer dan sekunder diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-government di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar sebagian besar berjalan sangat baik. Sistem pelayanan memperoleh skor rata-rata 3,40 (85%), ketepatan waktu 3,40 (87,5%), kejelasan mekanisme kerja 3,50 (87,5%), dan sarana serta prasarana pendukung 3,60 (90%). Namun, kualitas sumber daya manusia aparatur masih rendah dengan skor 2,70 (67,5%), yang menjadi hambatan utama. Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan menunjukkan hasil beragam. Komunikasi antara pimpinan dan bawahan sangat baik (skor 3,40, 85%), dan disposisi pimpinan dalam mendukung kebijakan juga sangat baik (skor 3,40, 87,5%). Namun, kelemahan ditemukan pada sumber daya aparatur dan struktur birokrasi, masing-masing dengan skor 2,70 (67,5%), yang dinilai kurang mendukung implementasi kebijakan e-government secara optimal.