cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU JENJANG SD MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI LOMBOK TENGAH LALU AMIR RIZAL
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i1.2223

Abstract

The purpose of this research is to improve the quality of learning and teacher competence through the implementation of academic supervision. The research method used is School Action Research (PTS) with a quantitative descriptive approach. Data collection techniques with interviews, document studies and observation. The results of the study show that through academic supervision can improve teacher competence in aspects of planning and implementing learning in a good category. This result was achieved due to good cooperation between the Principal and Supervised Teachers. The principal discusses with the teacher the problems faced by the teacher in the process of planning and implementing learning. Academic supervision carried out by supervisors is an effort to improve the teaching and learning process so that it can produce learning that is pro-student. Academic supervision can help teachers to improve their competence as educators. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kompetensi guru melalui implementasi supervisi akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, studi dokumen dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui supervise akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam aspek perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dengan kategori baik. Hasil ini dapat dicapai karena adanya kerjasama yang baik antar Kepala Sekolah dan Guru yang disupervisi. Kepala Sekolah berdiskusi dengan guru mengenai masalah yang dihadapi guru pada proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Supervisi akademik yang dilakukan pengawas merupakan usaha untuk memperbaiki proses belajar mengajar sehingga dapat menghasilkan pembelajaran yang berpihak kepada murid. Supervisi akademik dapat membantu guru untuk meninggkatkan kompetensi mereka sebagai seorang pendidik.
EVALUASI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 MALINAU AGUSTONI PUJIANTO
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2227

Abstract

The research objective is to provide recommendations regarding teacher competence which includes context, input, process, and product in the management of learning. The research was conducted at SMA Negeri 1 Malinau. The research method used is evaluation using the CIPP model (Context, Input, Process, Product) with observational data collection techniques, document review, and interviews. Data analysis used a quantitative descriptive analysis technique. The results of the study revealed that the evaluation of the context component, namely the school environment reached 81.25%, the availability of learning facilities and infrastructure reached 82.92%. Evaluation of the input component shows that teacher characteristics reach 86.11%, and teacher learning administration reaches 81.67%. The process component shows that learning planning reaches 85.19%, learning implementation reaches 81.67%, learning evaluation reaches 82.75%, while the product component shows an achievement of 82.16%. ABSTRAKTujuan penelitian adalah memberi rekomendasi berkenaan dengan kompetensi guru yang meliputi konteks, input, proses, dan produk dalam pengelolaan pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Malinau. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan teknik pengumpulan data observasi, telaah dokumen, dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisa deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa evaluasi komponen konteks yaitu lingkungan sekolah mencapai 81,25%, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran mencapai 82,92%. Evaluasi komponen input menunjukkan bahwa karakteristik guru mencapai 86,11%, dan administrasi pembelajaran guru mencapai 81,67%. Pada komponen proses menunjukkan perencanaan pembelajaran mencapai 85,19%, pelaksanaan pembelajaran mencapai 81,67%, evaluasi pembelajaran mencapai 82,75%, sedangkan komponen produk menunjukkan pencapaian sebesar 82,16%.
KAJIAN STRUKTURAL DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA MOHAMAD ARI; NURHADI NURHADI; ESTI SWATIKA SARI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2228

Abstract

This study aims to describe the Structure and Educational Values in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. This research uses a qualitative descriptive research type. The subject of this research is the novel Guru Aini by Andrea Hirata in 2020. The results of the research show that (1) the intrinsic structure of the novel Guru Aini by Andrea Hirata in 2020 is: (a) the theme is the struggle of women in achieving their goals; (b) the characters and characterizations consist of the main characters, namely Desi and Aini, the characterizations of women who are strong and never give up until their wishes are achieved, and additional characters, namely Runding, the characterizations who are pessimistic, Ayah Desi, the characterizations are humorous, Ibu Desi, the character has a big heart, letting her daughter go to pursue her dreams. - Her goal, Aini's father is a child-loving character, Aini's character is responsible for supporting the family and Laila is a loyal friend; (c) The plot is forward plot: (d) The setting consists of the setting, namely the library, village house, lecture hall, class, official residence, and Aini's house; the time setting consists of morning, afternoon and evening; (e) third person's point of view as an observer. This novel tells about the lives of two figures who fight for education. the struggle of a Mathematics Teacher, namely Teacher Desi. This Desi teacher insisted on becoming a math teacher, her goal was very noble, namely to educate this nation from long ignorance. The journey of a Desi Teacher is not easy to become a Desi Teacher who is seen as a Great and eccentric teacher. This research is focused on knowing the educational values contained in the Novel Guru Aini by Andrea Hirata. The results of this study are that the educational values contained in the Novel Guru Aini by Andrea Hirata include the values of religious education, the values of moral education, the values of social education, and the values of cultural education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur dan Nilai-nilai Pendidikan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Guru Aini karya Andrea Hirata tahun 2020. Hasil penelitian menunjukan sebagi(1) struktur intrinsik novel Guru Aini karya Andrea Hirata tahun 2020 yaitu: (a) tema yaitu Perjuangan wanita dalam meengapai cita - cita; (b) tokoh dan penokohan terdiri dari tokoh utama yaitu Desi dan Aini penokohannya wanita yang tegar dan pantang menyerah sampai tercapainya keinginannya, dan tokoh tambahan yaitu Runding penokohannya yang pesimis, Ayah Desi penokohannya yang humoris, Ibu Desi penokohannya berjiwa besar melepaskan putrinya pergi mengejar cita- citanya, Ayah Aini penokohannya penyayang anak, Ibu Aini penokohannya bertanggung jawab menghidupi keluarga dan Laila penokohannya setia kawan; (c) Alurnya yaitu alur maju: (d) Latar terdiri dari latar tempat yaitu perpustakaan, rumah desi, tempat kuliah, kelas, rumah dinas, dan rumah Aini; latar waktu terdiri dari pagi, siang sore dan malam hari; (e) sudut pandang persona tiga sebagai pengamat. Novel ini menceritakan tentang kehidupan Kedua tokoh yang memperjuangkan pendidikan. perjuangan seorang Guru Matematika, yaitu Guru Desi. Guru Desi ini bersikeras ingin menjadi guru matematika, tujuannya sangat mulia yaitu ingin mencerdaskan bangsa ini dari kebodohan yang panjang. Perjalanan Guru Desi tidaklah mudah untuk menjadi Guru Desi yang dipandang sebagai guru Hebat dan eksentrik. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Novel Guru Aini karya Andrea Hirata seperti nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya.
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK PADA PIDATO PRESIDEN DI KTT KE-42 ASEAN SYAFRI BIN SAKKA; NURHADI NURHADI; ESTI SWASTIKA SARI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2237

Abstract

This study aims to provide an explanation in a text that is studied by a person or group with the aim of disclosing the interests of certain parties. The method used in this study is a qualitative descriptive method with analysis of crisis discourse by Teun A. Van Djik. The Van Djik model of critical discourse analysis is divided into three dimensions, namely the text dimension, the social cognition dimension, and the social context dimension. The results of the research show that the dimensions of the text in the critical discourse analysis model of Teun A. Van Djik are divided into macro structures, super structures and micro structures. In each discourse structure, there are several elements found in the discourse of the president's speech at the 42nd ASEAN Summit. The macro structure is found in the topic/theme elements contained in the president's speech. In the super structure, schema elements are found in the form of a series of opinions that are arranged and arranged, such as introduction, content, and closing. Micro structure is divided into semantics, syntax, stylistics, and rhetoric. Semantic elements include background and detail elements, while syntax includes sentence forms, coherence, and pronouns. Stylistic elements are found in lexicon or word selection, while rhetorical elements are only found in expression elements. Social cognition is influenced by three elements, namely knowledge, opinion and attitude, and the last is ideology. The social context dimension was found to influence the discourse of the president's speech at the 42nd ASEAN Summit which was reinforced by news quotes from newspapers and other media. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memberi penjelasan dalam teks yang dikaji oleh seseorang atau kelompok yang memiliki tujuan untuk mengungkap kepentingan dari pihak tertentu. Metode yang digunaka pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis wacana krisis oleh Teun A. Van Djik. Analisis wacana kristis model Van Djik terbagi atas tiga dimensi yaitu dimensi teks, dimensi kognisi sosial, dan dimensi konteks sosial. Hasil dari penelitian menunjukkan Dimensi teks pada analisis wacana kritis model Teun A. Van djik terbagi atas Struktur makro, super struktur, dan struktur micro. Setiap struktur wacana terdapat beberapa elemen yang ditemukan pada wacana pidato presiden di KTT ke 42 ASEAN. Struktur makro ditemukan elemen topik/tema yang terdapat pada pidato presiden. Super struktur ditemukan elemen skema berupa rangkaian pendapat yang disusun dan dirangkai, seperti pendahuluan, isi, dan penutup. Struktur micro terbagi atas semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Elemen semantik terdapat unsur latar dan detil, sintaksis terdapat unsur bentuk kalimat, koherensi, dan kata ganti. Elemen stilistik terdapat unsur leksikon atau pemilihan kata, sedangkan elemen retoris hanya ditemukan unsur ekspresi. Kognisi sosial dipengaruhi oleh tiga elemen yaitu pengetahuan, opini dan sikap, dan yang terakhir adalah ideologi. Dimensi konteks sosial ditemukan pengaruh wacana pidato presiden di KTT ke 42 ASEAN yang dikuatkan oleh kutipan berita dari surat kabar dan media lainnya.
PERANAN IBADAH KONTEKSTUAL BAGI PERTUMBUHAN ROHANI REMAJA DI GEREJA KRISTEN JAWA BATURETNO THERESIA INSANI GUSTI; JUSTIN NIAGA SIMAN JUNTAK
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2243

Abstract

Every Christian in order to live the work of God's grace is generally expressed by the form of worship. In addition to the work of worship can be done with other things like praying, praising and otherwise, but the essence of this appeal is not only formality but to establish intimate relationship with the transcendent in a theological reflection. The church has a role to provide spiritual service to build and improve someone's religiusity, and every church certainly has a difference in the way in particular in theology of so that the model of worship between one church with another church has a difference with each reflection charge. One of the "consumers" in the worship is the teenager, they are with all sorts of background even motivation in worship will certainly assess a martyrity. They will wake up if the worship is in accordance with their expectations, therefore to accommodate their expectations then church critic thinking to provide non-monotonous services, full of VALUE and contextual. Through this writing the author wants to see the teenage and their spiritual growth through the role of the church in particular in a contextual worship. ABSTRAKSetiap umat kristen dalam rangka untuk menghayati karya anugrah Allah umumnya diekspresikan dengan wujud ibadah. Selain penghayatan ibadah dapat dilakukan dengan hal lain seperti berdoa, memuji dan lainya, namun esensi dari penghayatan ini bukan hanya semata formalitas melainkan menjalin relasi intim dengan sang transenden dalam sebuah refleksi teologis. Gereja memiliki peranan untuk memberikan pelayanan spiritual untuk membangun dan meningkatkan religiusitas seseorang, dan setiap gereja tentu memiliki perbedaan cara khususnya dalam penghayatan teologi sehingga model peribadahan antara satu gereja dengan gereja yang lain memiliki perbedaan dengan muatan refleksi masing-masing. Salah satu “konsumen” dalam peribadahan adalah jemaat remaja, mereka dengan segala macam latar belakang bahkan motivasi dalam beribadah tentu akan menilai sebuah peribadahan. Mereka akan terbangun jika peribadahan sesuai dengan harapan setiap mereka, oleh sebab itu untuk mengakomodir harapan mereka lantas gereja berfikir kritis untuk memberikan pelayanan yang tidak monoton, penuh dengan value dan kontekstual. Melalui tulisan ini penulis ingin melihat penghayatan remaja dan pertumbuhan rohani mereka melalui peranan gereja khususnya dalam sebuah peribadahan kontekstual.
EFEKTIFITAS PELATIHAN MATERI KESIAPSIAGAAN BELA NEGARA DALAM MENINGKATKAN RASA NASIONALISME PASCA LATSAR CPNS DI BALAI BESAR PELATIHAN MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PERTANIAN (BBPMKP) KEMENTERIAN PERTANIAN RI VIERA RESTUANI ADIA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i2.2244

Abstract

As stated in Law Number 5 of 2014 Concerning State Civil Apparatus and Government Regulation Number 11 it is explained that Candidates for Civil Servants (CPNS) must undergo basic training or are called latsar. Latsar aims to build integrity, morals, honesty, enthusiasm and motivation for nationalism and nationalism as well as superior and responsible personal character. One of the learning materials in the background is about State Defense readiness. Through state defense preparedness material, it is hoped that it can support the duties and functions of ASN as mandated by law, namely as executors of public policy, public servants, and glue and unifier of the nation. This research is to find out to what extent state defense preparedness material can build a sense of nationalism after attending the CPNS background because in fact every individual/society has a different level of awareness of defending the country, so it can be said that defending the country is a dynamic awareness. In the state defense preparedness training subject, the authors are interested in conducting an analysis related to the effectiveness of implementing the learning of the state defense preparedness training subject in fostering a sense of nationalism from the perspective of participants in carrying out post-CPNS post-graduation activities. This study used a survey method and data collection was carried out by distributing questionnaires to 32 respondents as a sample. The results of the data obtained show that the implementation of learning is carried out effectively. ABSTRAKSebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 dijelaskan bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib menjalani latihan dasar atau disebut latsar. Latsar bertujuan untuk membangun integritas, moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan serta karakter pribadi yang unggul dan bertanggungjawab. Materi pembelajaran dalam latsar salah satunya tentang kesiapsiaaan Bela Negara. Melalui materi kesiapsiagaan bela negara diharapkan dapat mendukung tugas dan fungsi ASN sebagaimana diamanatkan undang undang yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana materi kesiapsiagaan bela negara dapat membangun rasa nasionalisme selepas mengikuti latsar CPNS karena sejatinya setiap individu/masyarakat memiliki tingkat kesadaran bela negara yang berbeda-beda, sehingga dapat dikatakan bahwa bela negara merupakan sebuah kesadaran yang bersifat dinamis. Di dalam mata pelatihan kesiapsiagaan bela negara, penulis tertarik untuk melakukan analisis terkait efektivitas pelaksanaan pembelajaran mata pelatihan Kesiapsiagaan belanegara dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dilihat dari sudut pandang peserta dalam melaksanakan kegiatan pasca latsar CPNS. Penelitian ini menggunakan metode survey dan pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner secara kepada 32 orang responden sebagai sampel. Hasil data diperoleh memperlihatkan pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan efektif.
ISU GENDER DALAM PERSPEKTIF AGAMA DAN PERUNDANG-UNDANGAN HENNY YULIATI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i3.2400

Abstract

Eachreligion teaches that men and women have equal positions and roles so that in life they can walk side by side and complement each other. In the sense that the roles and jobs that men usually do can be done by women, and vice versa. Women's roles and jobs can also be men who do it. The existence of inequality of position and role between men and women in society stems from the wrong perception of "female nature" with the "role of women" which is always associated with religious rules or provisions. This error in understanding and interpreting the provisions that exist in religious norms and is not comprehensively causes misguidedness and is fatal in the application of society. This misinterpretation then leads to gender bias and leads to discrimination against women's rights. Whereas it has been explained previously in religious teachings, both Islamic and Christian that men and women are created with different types and with their own characteristics, but the treatment of Allah Almighty / God Almighty is not different for both, both are given the same duties and responsibilities as servants of His creation. Then in relation to the conditions of the times that are all regulated by provisions and legislation with reference to the 1945 Constitution article 27 paragraph (1) it is expressly stated that the state provides guarantees of equality, the position of citizens, one of which is the right to equality of position in law and government and is obliged to uphold the law and government with no exceptions. However, some laws and regulations are still considered gender biased, which then in the application in society there are gaps and inequalities in the roles between men and women in realizing their right to participate in advancing development. ABSTRAKSetiap agama mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai kedudukan dan peran yang setara sehingga dalam kehidupan bisa berjalan berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. Dalam artian peran dan pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki bisa dilakukan oleh perempuan, begitu juga sebaliknya. Peran dan pekerjaan perempuan pun bisa saja laki-laki yang mengerjakannya. Adanya ketimpangan kedudukan dan peran antara laki-laki dan perempuan di masyarakat berawal dari salahnya persepsi terhadap “kodrat perempuan” dengan “peran perempuan” yang selalu dikaitkan dengan aturan atau ketentuan agama. Kekeliruan dalam memahami dan menafsirkan ketentuan yang ada pada norma agama dan tidak secara komprehensif tersebut menyebabkan salah kaprah dan berakibat fatal dalam penerapan bermasyarakat. Penafsiran yang keliru ini kemudian mengarah kepada adanya bias gender dan berujung menimbulkan diskriminasi terhadap hak-hak kaum perempuan. Padahal telah dijelaskan sebelumnya dalam ajaran agama, baik itu Islam maupun Kristen bahwa lakilaki dan perempuan diciptakan dengan jenis yang berbeda dan dengan karakteristik masingmasing, namun perlakuan Allah SWT/Tuhan YME tidaklah berbeda terhadap keduanya, keduanya diberikan tugas dan tanggung jawab yang sama sebagai hamba ciptan-Nya. Kemudian kaitannya dengan kondisi zaman yang serba diatur oleh ketentuan dan perundangundangan dengan mengacu kepada UUD 1945 pasal 27 ayat (1) diungkapkan secara tegas bahwa negara memberikan jaminan persamaan, kedudukan warga negara, salah satunya adalah adanya hak atas persamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Meski demikian, beberapa peraturan perundangan masih dianggap bias gender yang kemudian dalam penerapan di masyarakat terjadi kesenjangan dan ketimpangan peran antara laki-laki dan perempuan dalam mewujudkan haknya untuk berpartisipasi memajukan pembangunan.
UPAYA PENATAAN ADMINISTRASI SEBAGAI LANGKAH PENINGKATAN PELAYANAN DI STT LEVINUS RUMASEB KAMPUS II WAMENA MALEO TABUNI; YESKIEL HELUKA; PER BAYAGE
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i3.2420

Abstract

Competition for quality among tertiary institutions today continues to increase, encouraging tertiary institutions to remain well-regarded by all parties, both in the internal and external environment of tertiary institutions. Using a descriptive qualitative approach, this research was conducted to review the academic services of STT Levinus Rumaseb Campus II Wamena using the SERVQUAL service quality evaluation model. The results of the SERVQUAL parameter measurements show good service quality, but there are notes regarding, among others, learning facilities, infrastructure, and students' access rights to the Academic Information System. These notes are then submitted as recommendations to universities to determine program priorities for the future. ABSTRAKPersaingan kualitas antar perguruan tinggi dewasa ini terus meningkat, mendorong perguruan tinggi untuk tetap baik dipandang oleh semua pihak baik di lingkungan internal maupun eksternal perguruan tinggi. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan untuk mengkaji kembali pelayanan akademik STT Levinus Rumaseb Kampus II Wamena menggunakan model evaluasi mutu pelayanan SERVQUAL. Hasil dari pengukuran parameter SERVQUAL menunjukkan kualitas pelayanan yang baik, namun terdapat catatan antara lain mengenai fasilitas belajar, sarana prasarana, dan hak akses mahasiswa terhadap Sistem Informasi Akademik. Catatan ini yang kemudian diajukan sebagai rekomendasi kepada perguruan tinggi untuk menentukan prioritas program untuk masa mendatang.
PEMANFAATAN NOVEL DUA GARIS BIRU KARYA LUCIA PRIANDARINI SEBAGAI MEDIA BANTU DALAM PENERAPAN MODEL STRUKTUR NARATIF PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERPEN DI KELAS IX MUHAMMAD FAJAR RIKIDAYANTO; ASROPAH ASROPAH; NAZLA MAHARANI UMAYA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i3.2421

Abstract

Learning Indonesian, especially writing short story texts, is an important aspect of education at the SMP/MTs level. However, this learning is often still centered on educators and does not place students as constructors of knowledge. The 2013 curriculum (K 13) aims to equip students with various skills, including short story writing skills. However, in its implementation several challenges emerged, such as students' lack of courage to express their thoughts or experiences, difficulties in organizing story plots, and inappropriate learning methods. This study aims to describe the use of the novel Dua Garis Biru by Lucia Priandarini as an auxiliary medium in applying the narrative structure model to learning to write short story texts in class IX using the paired storytelling method as a learning strategy to have a positive impact on students' short story writing skills in class IX MTS Taqwiyatul Wathon. The paired storytelling method allows students to tell stories in pairs in front of their peers, which is expected to increase students' motivation and activeness in writing short story texts. ABSTRAKPembelajaran bahasa Indonesia, khususnya menulis teks cerpen, menjadi aspek penting dalam pendidikan di tingkat SMP/MTs. Namun, pembelajaran ini seringkali masih berpusat pada pendidik dan kurang menempatkan peserta didik sebagai konstruktor pengetahuan. Kurikulum 2013 (K 13) bertujuan untuk membekali peserta didik dengan berbagai keterampilan, termasuk keterampilan menulis cerpen. Namun, dalam implementasinya beberapa tantangan muncul, seperti peserta didik kurang berani untuk mengungkapkan pemikiran atau pengalaman mereka, kesulitan dalam mengorganisasi plot cerita, dan metode pembelajaran yang belum sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan novel Dua Garis Biru karya Lucia Priandarini sebagai media bantu dalam penerapan model struktur naratif pada pembelajaran menulis teks cerpen di kelas IX dengan metode paired storytelling sebagai strategi pembelajaran untuk memberikan dampak positif keterampilan menulis teks cerpen peserta didik di kelas IX MTS Taqwiyatul Wathon. Metode paired storytelling memungkinkan peserta didik bercerita secara berpasangan di depan teman sebaya, yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan peserta didik dalam menulis teks cerpen.
PENGARUH PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA DAN SEKOLAH TERHAD SIKAP KEBERAGAMAAN SISWA SDN KURANJI CIREBON AISYAH AISYAH
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i3.2422

Abstract

PAI teachers are professional educators, their presence in interactions with students cannot be replaced, even in certain situations. In addition to teaching and educating teachers must be able to actualize the potential of their students. PAI teachers must be role models for students, because basically the teacher is a representation of a group of people in a community or society who are expected to be admired and imitated. Likewise, parents who are the first educators at home are certain that their attitudes and behavior are imitated by their children, therefore the author is interested in knowing how much influence Islamic education has in families and schools on the religious attitudes of students at SDN Kuranji, Cirebon city. The purpose of this study was to obtain an overview of how much influence Islamic education has in families and schools on the religious attitudes of students at SDN Kuranji, Cirebon City. This research uses a quantitative approach with data analysis using the Pearson Product Moment formula. The results of this study concluded that Islamic education obtained from families and schools is very influential as evidenced by the religious attitude of students who always and often pray as much as 96%, the majority of students always and often pray when sick is 88%, the majority of students always and often read the Qur'an 'an as much as 85.4%, the majority of students always and often pray on time as much as 78.7%, the majority always and often do Duha prayers as much as 74.6%, the majority always and often perform Ramadan fasting 85.4%, the majority always and often donate at school as much as 86.7, the latter the majority often and always congregate in carrying out the five daily prayers as much as 90%. % and 86.6% of students' religious attitudes were very good, this was because the parents of students and PAI teachers set an example in worship and good religious attitudes in their students. The religious attitude of children grows from the family, school, and community environment which has proven to have a significant effect on students' religious attitudes. ABSTRAKGuru PAI merupakan pendidik profesional, kehadirannya dalam interaksi dengan peserta didik tidak dapat digantikan, sekalipun dalam situasi tertentu. Selain mengajar dan mendidik guru harus mampu mengaktualisasikan potensi peserta didiknya. Guru PAI harus menjadi teladan bagi peserta didik, karena pada dasarnya guru adalah representasi dari sekelompok orang pada suatu komunitas atau masyarakat yang diharapkan dapat digugu dan ditiru. Begitu pula dengan orang tua merupakan pendidik pertama di rumah sudah pasti sikap dan perilakunya ditiru oleh anaknya maka dari itu penulis tertarik untuk mengetahui seberapa banyak pengaruh pendidikan Islam dalam keluarga dan sekolah terhadap sikap keberagamaan siswa SDN Kuranji kota Cirebon. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang seberapa banyak pengaruh pendidikan Islam dalam keluarga dan sekolah terhadap sikap keberagamaan siswa SDN Kuranji kota Cirebon Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisa data menggunakan rumus Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam yang didapatkan dari keluarga dan sekolah sangat berpengaruh terbukti dengan sikap keberagamaan siswa yang selalu dan sering melaksanakan shalat sebanyak 96 %, Mayoritas siswa selalu dan sering shalat dalam keadaan sakit 88%, mayoritas siswa selalu dan sering membaca al Qur’an sebanyak 85,4 %, mayoritas siswa selalu dan sering mengerjakan sholat tepat waktu sebanyak 78,7 %, mayoritas selalu dan sering mengerjakan sholat duha sebanyak 74,6%, mayoritas selalu dan sering menjalankan puasa ramadhan 85,4%, mayoritas selalu dan sering bersodaqoh di sekolah sebanyak 86,7, yang terakhir mayoritas sering dan selalu berjama’ah dalam melaksanakan shalat lima waktu sebanyak 90%, Rata-rata hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Siswa SDN Kuranji kurang taat dalam beribadah hanya sebagian kecil yaitu 13,4 % dan 86,6 % sikap keberagamaan siswa sangat baik, hal ini disebabkan karena orang tua siswa dan guru PAI memberikan teladan dalam beribadah dan sikap keberagamaan yang baik pada siswanya. Sikap keberagamaan anak tumbuh dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat terbukti berpengaruh signifikan terhadap sikap keberagamaan siswa.

Page 11 of 47 | Total Record : 463