cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU MELALUI KETELADANAN KEPALA SEKOLAH DI MTsN 2 SIMEULUE SEPTIMI HARTATI NATALIA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i3.2452

Abstract

This research serves to analyze increasing teacher discipline through the example of the school principal at MTsN 2 Simeulue. This study uses a qualitative method. The results of this research conclude that the role of the principal through his example is the most important thing in improving teacher discipline, because the principal is someone who is emulated, imitated and encouraged by teachers as a leader. as a leader in a school, the head has several functions including: the principal as an educator or educator, the principal as a manager who is essentially a planner, organizer, and supervisor, the principal as an administrator who is responsible for the smooth running, implementation and teaching of the school, the principal as a supervisor who can develop and assist teachers in improving their competence, the principal as a leader who sets an example, the principal as an innovator who must have a strategy to establish harmony in the school environment and be able to develop innovative learning models, and the final function of the principal is as a motivator which has strategies to provide motivation to teachers in carrying out their duties and functions. In this research, there are benefits felt at school, namely that teachers at MTsN 2 Simeulue can change their undisciplined habits to become people who are disciplined and respect their time on duty. ABSTRAKPenelitian ini berfungsi untuk menganalisa tentang peningkatan kediplinan guru melalui keteladanan kepala sekolah pada MTsN 2 Simeulue. Penelitian ini menggunakan métode kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peranan kepala sekolah melalui keteladannya adalah suatu hal yang paling penting dalam meingkatkan kedisiplinan guru, karena kepala sekolah merupakan orang yang dicontoh, ditiru dan diguguh oleh Guru sebagai pimpinan. sebagai pemimpin dalam suatu sekolah, kepala memiliki beberapa funsi diantaranya: Kepala sekolah sebagai edukator atau pendidik, kepala sekolah sebagai manager yang pada hakekatnya seorang perencana organisator, dan pendali, kepala sekolah sebagai administrator yang bertanggung jawab atas kelancaran, pelaksanaan dan pengajaran disekolah, kepala sekolah sebagai supervisor dimana dapat membina dan membantu guru dalam meningkatkankan kompetensinya, kepala sekolah sebagai leader yang memberi keteladan, kepala sekolah sebagai inovator yang harus memiliki sstrategis untuk menjalin keharmonisan dalam lingkungan sekolah dan mampu mengembangkan model pembelajaran yang inovasi, dan fungsi terakhir kepala sekolah adalah sebagai motivator yang memiliki strategi untuk memberikan motivasi pada guru dalam melakukan tugas dan fungsinya. Dalam penelitian ini terdapat manfaat dirasakan disekolah yaitu guru-guru yang ada pada MTsN 2 Simeulue dapat merubah kebiasaannya yang tidak disiplin menjadi orang yang disiplin dan menghargai waktu pada tugasnya.
INOVASI PEMBUATAN COOKIES DENGAN PENAMBAHAN KOL ANDI HUDIAH; GAWARTI GAWARTI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i4.2536

Abstract

This research is an experimental research aimed at finding out: 1) The process of making cookies with the addition of cabbage, 2) The panelists' acceptance of making cookies with the addition of cabbage. This research was carried out at the Family Welfare Education Laboratory, Faculty of Engineering, Makassar State University. The data collection methods used are documentation, score sheets and questionnaires. The data analysis techniques used are descriptive analysis, mean, anova difference test, and duncan test. The organoleptic test results consisted of 20 panelists with the research results showing that: 1) The process of making cookies with the addition of cabbage starts from preparing tools and ingredients, weighing the ingredients, mixing the ingredients, then mixing them until evenly distributed then molding and baking. 2) Panelists' acceptance of organoleptic tests on cookie products with the addition of cabbage. The best formula produced is the F2 product. Based on the results of the respondent's assessment, 95% accepted, 0% were neutral and 5% did not accept. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses pembuatan cookies dengan penambahan kol, 2) Penerimaan panelis terhadap pembuatan cookies dengan penambahan kol. Penelitian ini dilaksanakan di Labroratorium Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, score sheet, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, mean, uji beda anova, dan uji duncan. Hasil uji organoleptik terdiri dari 20 orang panelis dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pembuatan cookies dengan penambahan kol dimulai dari persiapan alat dan bahan, penimbangan bahan, pencampuran bahan, lalu dimixer hingga merata lalu dicetak dan dioven. 2) Penerimaan panelis terhadap uji organoleptik pada produk cookies dengan penambahan kol formula terbaik yang dihasilkan adalah produk F2. Berdasarkan hasil penilaian responden 95% menerima, 0% netral dan 5% tidak terima.
ANALISIS PENYELENGGARAAN DIKLAT PLN UPDL SURALAYA MENGGUNAKAN AHP TOPSIS SAPUTRA DWI NUGROHO
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i4.2537

Abstract

Covid-19 has triggered many activities that must be done from home by utilizing the power of internet. One of the activities affected by the virus outbreak is training held at PLN UPDL Suralaya. Training activities that was previously caried-out in person was then performed by using distance learning (DL) method. Even though COVID-19 endemic era has arrived, distance learning activities at PLN UPDL Suralaya are still performed. In 2022, PLN UPDL Suralaya will hold 64 distance learning courses. The training has undergone a level 1 evaluation assessment to assess the quality of its implementation. The current evaluation method it’s drawback such as : average calculation using the same weight for each statement/criterion. The Level 1 evaluation calculations should be calculated based on the weight that most influences training/learning so that the evaluation results become more accurate in assessing the quality of implementation. The AHP and TOPSIS methods can used to calculate level 1 evaluations, so that quality of distance learning can be assessed accurately. AHP is used to create a pairwise comparison matrix which is then carried out by weighting the criteria and testing the level of consistency of the matrix. TOPSIS is a method that can be used in alternative decision making by ranking the test results where the best value or decision is the one that approaches the positive value. The results of the level 1 evaluation calculation using the AHP and TOPSIS method for the 20 (twenty) best DL shows that the DL’s ranking has changed compared to the old level 1 evaluation calculation. 5 (five) DL’s remained in their rankings, 6 (six) DL’s experienced an increase in their rankings and 9 (nine) DL’s experienced a decrease in their rankings. ABSTRAKCovid-19 memicu banyaknya kegiatan yang pada akhirnya harus dilakukan dari rumah dan dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring). Salah satu kegiatan yang terdampak dari wabah ini adalah diklat/pembelajaran yang diselenggarakan di PLN UPDL Suralaya. Kegiatan diklat/pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka, harus dilaksanakan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Meskipun saat ini sudah masuk dalam era endemi covid-19, kegiatan PJJ di PLN UPDL Suralaya tetap diselenggarakan. Pada tahun 2022, PLN UPDL Suralaya telah menyelenggarakan diklat PJJ Pembangkitan sebanyak 64 diklat. Sudah dilakukan penilaian evaluasi level 1 terkait pelaksanaan diklat tersebut untuk menilai kualitas penyelenggaraannya. Evaluasi level 1 yang digunakan saat ini memiliki kekurangan, yaitu rata-rata perhitungan evaluasi dilakukan menggunakan bobot yang sama untuk masing-masing pernyataan/kriteria. Perhitungan evaluasi level 1 seharusnya dihitung berdasarkan bobot yang paling mempengaruhi diklat/pembelajaran, sehingga hasil evaluasi menjadi lebih akurat untuk menilai kualitas penyelenggaraannya. Metode Analytical Hierarcy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dapat digunakan untuk menghitung evaluasi level 1 agar kualitas PJJ dapat dinilai dengan akurat. AHP digunakan untuk pembuatan matriks perbandingan berpasangan yang kemudian dilakukan pembobotan kriteria dan uji tingkat konsistensi terhadap matriks tersebut, TOPSIS adalah sebuah metode yang dapat digunakan dalam alternatif pengambilan sebuah keputusan dengan cara melakukan perangkingan hasil uji dimana nilai atau keputusan terbaik adalah yang mendekati nilai positif. Hasil dari perhitungan evaluasi level 1 dengan metode AHP TOPSIS untuk 20 (dua puluh) PJJ pembangkitan terbaik didapatkan bahwa peringkat PJJ mengalami perubahan dibandingkan dengan perhitungan evaluasi level 1 yang lama. 5 (lima) PJJ tetap peringkatnya, 6 (enam) PJJ mengalami kenaikan peringkat dan 9 (sembilan) PJJ mengalami penurunan peringkat.
PERANAN GEREJA TERHADAP PENGEMBANGAN POTENSI ANAK SEKOLAH MINGGU NICHOLAS GILANG CHRISTIAN; SRI WENING; HIDA DIANTO
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i4.2558

Abstract

One effort to develop a child's potential is to develop the potential that exists within the child, namely the potential that has existed since the child was born. What is responsible for developing children's potential is education, in this case education in the church through Sunday school. The church has an important role in developing the potential of Sunday school children. Because the church is a forum for developing children and children will be the next generation of the church in the future, the church has an important role in developing children's potential. However, in reality the church cannot meet the needs effectively in developing the potential of Sunday school children, during their development stage they experience problems such as: lack of resources for Sunday school teachers, teacher-child relationships, behavior that hinders development, lack of understanding of the meaning of Sunday school worship. In this case, this research aims to carry out important steps and stages, namely conducting research on whether the role played has been carried out well in developing Sunday schools. In this research it was found that there is a role played by the church in developing the potential of Sunday school children. And in this case, the development of potential carried out by the church is important in increasing children's potential. So, the role of the church in developing children's potential is going quite well. In this research, the author used qualitative research methods. Qualitative research is used for research for different purposes, so in qualitative research theory is often used as an explanation or certain behavior and attitudes. In this research, to achieve the aim of good research, it is to find out whether the role of the church in developing the potential of Sunday school children has gone well and has a good impact on the child's own potential, so that the research aim can be achieved. ABSTRAKSalah satu upaya dalam mengembangkan potensi anak yaitu dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak yaitu potensi yang ada sejak anak dilahirkan. Yang bertanggung-jawab dalam mengembangkan potensi anak adalah pendidikan dalam hal ini adalah pendidikan didalam gereja melalui sekolah minggu. Gereja memiliki peranan penting dalam mengembangkan potensi anak-anak sekolah minggu. Karena gereja adalah wadah untuk mengembangkan diri anak dan anak akan menjadi generasi penerus gereja di masa depan, sehingga gereja mempunyai peranan penting dalam mengembangkan potensi anak. Namun, pada kenyataannya gereja tidak dapat memenuhi kebutuhan secara efektif dalam mengembangkan potensi anak sekolah minggu, dalam tahap perkembangannya mengalami masalah seperti : kurangnya sumberdaya guru sekolah minggu, hubungan guru dengan anak, perilaku yang menghambat perkembangan, kurang adanya pemahaman makna ibadah sekolah minggu. Dalam hal ini penelitian ini bermaksud ingin melakukan langkah dan tahapan penting yaitu melakukan penelitian apakah peranan yang dilakukan sudah berjalan dengan baik dalam mengembangkan sekolah minggu. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa ada peranan yang dilakukan gereja dalam pengembangan potensi anak sekolah minggu. Dan dalam hal ini pengembangan potensi yang dilakukan gereja merupakan hal penting dalam meningkatkan potensi anak. Maka, peranan gereja dalam pengembangan potensi anak ini berjalan dengan cukup baik. Penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untuk penelitian-penelitian untuk tujuan-tujuan berbeda, maka dalam penelitian kualitatif teori seringkali digunakan sebagai penjelasan atau perilaku dan sikap-sikap tertentu. Dalam penelitian ini untuk mencapai tujuan dari penelitian yang baik maka untuk mengetahui apakah peranan gereja dalam mengembangkan potensi anak sekolah minggu itu sudah berjalan dengan baik serta dampak yang baik terhadap potensi anak itu sendiri, sehingga tujuan penelitian bisa tercapai.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL-QUR’AN (STUDI KASUS PADA SD ISLAM ATHIRAH RACING CENTRE) JUHRI JUHRI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i4.2579

Abstract

This study aims to examine the management of Al-Qur'an memorization learning at Athirah Racing Centre Islamic Elementary School. This study uses a qualitative approach with a case study method, data collection methods through interviews, observation, and documentation. The case study raised in this study, seeks to uncover the phenomenon of several students who have successfully achieved memorization targets by participating in the boarding school (dormitory) program, which is a flagship program of Athirah Racing Centre Islamic Elementary School. The results of the study show that the management of Al-Qur'an memorization learning at Athirah Racing Centre Islamic Elementary School covers planning, implementation, and evaluation. Planning is carried out through group mapping, setting target memorization achievement, and scheduling. Implementation involves the use of effective methods by following the UMMI learning method stages, such as opening, brainstorming or muroja'ah, concept planting, concept understanding, practice or skills, evaluation (teacher listens and assesses student memorization one by one), and closing. Evaluation is carried out to measure the achievement of student targets in memorization, including periodic evaluation, memorization test and Al-Qur'an sema'an test. This case study also reveals that the management of Al-Qur'an memorization learning at Athirah Racing Centre Islamic Elementary School faces its own challenges, namely the diversity of individual student abilities in memorizing the Qur'an. However, Athirah Racing Centre Islamic Elementary School is able to overcome these challenges through solutions such as strengthening the role of teachers in teaching memorization, providing motivation, and applying innovative and varied methods in Al-Qur'an memorization learning. Based on the results of this study, it is recommended to optimize the role of teachers in facilitating Al-Qur'an memorization learning, develop learning methods and strategies that meet the needs of students, and establish cooperation with parents and the community to support the effectiveness of the Al-Qur'an memorization program. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pembelajaran tahfidz Al-Qur'an di SD Islam Athirah Racing Centre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, metode pengumpulan data  melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Studi kasus yang diangkat dalam penelitian ini, berupaya mengungkap fenomena beberapa siswa yang berhasil  mencapai target hafalan dengan mengikuti program boarding school (asrama), yang merupakan program unggulan dari SD Islam Athirah Racing Centre.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran tahfidz Al-Qur'an di SD Islam Athirah Racing Centre meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan melalui pemetaan kelompok, penentuan target pencapaian hafalan, dan penyusunan jadwal. Pelaksanaan melibatkan penggunaan metode yang efektif dengan mengikuti tahapan tahapan pembelajaran metode UMMI, seperti pembukaan, apersepsi atau muroja'ah, penanaman konsep, pemahaman konsep, latihan atau keterampilan, evaluasi (guru menyimak dan menilai hafalan siswa satu persatu), dan penutup. Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian target peserta didik dalam hafalan, meliputi evaluasi periodik, tes hafalan dan ujian sema'an Al Qur'an. Studi kasus ini juga mengungkap bahwa manajemen pembelajaran tahfidz Al-Qur'an di SD Islam Athirah Racing Centre menghadapi tantangan tersendiri yaitu adanya perbedaan kemampuan setiap individu peserta didik yang beragam di dalam menghafalkan Al-Qur’an. Namun demikian, SD Islam Athirah Racing Centre mampu mengatasi tantangan tersebut melalui solusi seperti penguatan peran guru dalam mengajarkan tahfidz, dan memberikan motivasi serta penerapan metode yang inovatif dan variatif dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur'an. Dari hasil penelitian ini, disarankan untuk mengoptimalkan peran guru dalam memfasilitasi pembelajaran tahfidz Al-Qur'an, mengembangkan metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, serta menjalin kerjasama dengan pihak orang tua dan masyarakat untuk mendukung efektivitas program tahfidz Al-Qur'an.
TEKNIK PEMELIHARAAN INDUK IKAN BAWAL BINTANG (TRACHINOTUS BLOCHI) DI BALAI BENIH IKAN LAUT (BBIL), PULAU TIDUNG KEPULAUAN SERIBU RIZA TRIANZAH; CATUR PRAMONO ADI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i4.2631

Abstract

Fish rearing in aquaculture activities aims to produce consumption-sized fish. In rearing activities, fish are encouraged to grow optimally until they reach marketable size by providing an optimal fish living media environment, and providing the right amount, quality, method, time and control of pests and diseases. So it is necessary to plan in advance in the rearing process so that the implementation is easier and more precise so that it can produce good goldfish for consumption. Carp rearing production planning is an activity to regulate the process of raising star pomfret fish which consists of land preparation, seed sowing, feeding, water quality parameters, pests and diseases, and harvesting. The objectives of the research are: 1). Find out potential parent pomfret fish whose gonads have matured. 2). Knowing the quality of water for rearing prospective broodstock. From the results of research activities that have been carried out at BBIL, the following conclusions were obtained: 1). Prospective parent pomfret fish whose gonads have matured can be identified by genotype and phenotype. Where the female weighs more than 2 kg and is > 35 cm long, the body shape is rounder and larger than the male, the egg pellets are visible, the eggs are yellowish in color, the eggs release a sticky fluid when held. Meanwhile, the male parent weighs over 1.5 kg and is >35 cm long, his body looks slender and elongated and smaller than the female, the sperm is milky white and the sperm feels sticky when held. 2). The quality of the water when rearing prospective broodstock for pomfret fish has been determined by measuring temperature, salinity and pH directly in situ. Where temperatures in weeks 1, 2, and 3 ranged from 30.6oC, 31.2oC, and 29.7oC; Salinity in weeks 1, 2, and 3 ranged from 32 ppt, 32.14 ppt, and 31.42 ppt; pH at weeks 1, 2, and 3 ranged from 7.61, 7.74, and 7.79. ABSTRAKPembesaran ikan dalam kegiatan budidaya perairan bertujuan untuk menghasilkan ikan ukuran konsumsi. Dalam kegiatan pembesaran, ikan didorong untuk tumbuh secara maksimum hingga mencapai ukuran pasar (marketable size) melalui penyediaan lingkungan media hidup ikan yang optimal, dan pemberian pakan yang tepat jumlah, mutu, cara, waktu serta pengendalian hama dan penyakit. Sehingga perlu perencanaan terlebih dahulu dalam proses pembesaran agar pelakasanaannya lebih mudah dan tepat supaya bisa menghasilkan ikan mas konsumsi yang baik. Perencanaan produksi pembesaran ikan mas merupakan kegiatan untuk mengatur proses dalam pemeliharaan ikan bawal bintang yang terdiri dari persiapan lahan, penebaran benih, pemberian pakan, parameter kualitas air, hama dan penyakit, dan pemanenan.Tujuan dari penelitian adalah: 1). Mengetahui calon induk ikan bawal bintang yang sudah matang gonad. 2). Mengetahui kualitas air pemeliharaan calon induk. Dari hasil kegiatan penelitian yang sudah dilaksanakan di BBIL diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1). Calon induk ikan bawal bintang yang sudah matang gonad dapat diketahui secara genotif dan fenotif. Dimana pada betina memiliki bobot diatas 2 kg dan panjang > 35 cm, bentuk tubuh lebih bulat dan besar dibanding jantan, butiran telurnya telah terlihat, telur telah berwarna kekuningan, telur telah melepaskan cairan pelekat apabila dipegang. Sedangkan pada induk jantan memiliki bobot diatas 1,5 kg dan panjang >35 cm, tubuhnya terlihat ramping dan memanjang serta lebih kecil dibanding betina, sperma berwarna putih susu dan sperma terasa lengket apabila dipegang. 2). Kualitas air pada pemeliharaan calon induk ikan bawal bintang telah diketahui dengan melakukan pengukuran suhu, salinitas dan pH langsung secara insitu. Dimna suhu pada minggu ke-1,2, dan 3 berkisar 30,6oC, 31,2oC, dan 29,7oC; Salinitas minggu ke- 1,2, dan 3 berkisar 32 ppt, 32,14 ppt, dan 31,42 ppt; ph pada minggu ke-1,2, dan 3 berkisar 7,61, 7,74, dan 7,79.
TEKNIK PEMBESARAN IKAN KERAPU TIKUS (CROMILEPTES ALTIVELIS) DI UD. SUMBER KERAPU SEJATI KABUPATEN SITUBONDO CATUR PRAMONO ADI; RIZA TRIANZAH; ARIPUDIN ARIPUDIN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v3i4.2637

Abstract

Several other factors that influence the growth of grouper are the amount of feed, feeding time, type of feed and protein content in the feed. The grouper's digestive system has not been able to absorb more nutrients in feed to support its growth, so it is suspected that the cause of supporting the grouper's growth is quite slow. The objectives of this research activity are: 1). To find out about management of rat grouper rearing. 2). To determine the appropriate stocking density to produce optimum grouper fish in the UD.Sumber Kerapu Sejati KJA. The research results show that: 1). Management of grouper rearing management at UD. Sumber Grouper by feeding with a frequency of 2 times a day are given pellets and rubbish starting from the beginning when they enter the net with a size of 10 cm. 2). The optimum stocking density in a net measuring 3 m x 6 m is 11 fish/m², so 11 fish can be filled in 1 m net, while in a 3 m x 3 m net, it is the same as 11 fish/m², so 1 meter net can be filled with 11 fish. ABSTRAKBeberapa faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ikan kerapu tikus yaitu jumlah pakan, waktu pemberian pakan, jenis pakan dan kandungan protein pada pakan. System pencernaan ikan kerapu belum mampu menyerap nutrisi pada pakan yang lebih banyak untuk menunjang pertumbuhannya, sehingga diduga penyebab menunjang pertumbuhan ikan kerapu menjadi cukup lambat.Tujuan dilakukannya kegiatan penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui Manajemen pengelolaan pembesaran ikan kerapu tikus. 2). Untuk mengetahui jumlah padat tebar yang sesuai untuk menghasilkan optimum ikan kerapu tikus di KJA UD.Sumber Kerapu Sejati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). manajemen pengelolaaan pembesaran ikan kerapu tikus di UD. Sumber Kerapu dengan melakukan pemberian pakan dengan frekuensi 2 kali dalam sehari di beri pakan pelet dan rucah mulai dari awal mula masuk kedalam jaring dengan ukuran 10 cm. 2). Padat tebar optimum pada jaring yang berukuran 3 m x 6 m yaitu 11ekor/m² jadi dalam 1 m jaring bisa di isi 11ekor sedangkan jaring yang berukuran 3 m x 3 m yaitu sama 11ekor/m² jadi dalam 1 meter jaring bisa di isi 11 ekor.
PENERAPAN GOOD GOVERNANCE DI DESA PATONGLOAN KECAMATAN BAROKO KABUPATEN ENREKANG TAMRIN, USMAN; IBRAHIM, IBRAHIM; SYAM, SYARIFUDDIN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i1.2709

Abstract

This research aims to determine the implementation of good governance in Patongloan Village, Baroko District, Enrekang Regency. This research uses a descriptive type of qualitative research, namely to describe and describe the implementation of good governance in Patongloan Village, Baroko District, Enrekang Regency. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. The data analysis techniques applied are data reduction, data presentation and drawing conclusions. Then the data was validated by means of source triangulation, technical triangulation and time triangulation. The research results show that: 1) the principle of accountability works well. This can be seen from how the implementation of various aspects of accountability such as policy accountability and financial accountability, each of which speaks about the clarity of functions, structure, systems and government accountability, 2) the principle of transparency is implemented well, such as openness of information and how to facilitate public reporting. in the village, 3) participatory principles regarding community involvement in all forms of decision making have not been properly realized. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan good governance di Desa Patongloan Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif tipe deksriptif yaitu untuk menggambarkan dan mendeskripsikan penerapan good governance di Desa Patongloan Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang diterapkan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kemudian dilakukan pengabsahan data dengan cara triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) prinsip akuntabilitas berjalan dengan baik. Hal tersebut dilihat dari bagaimana suatu implementasi dari berbagai aspek akuntabilitas seperti halnya akuntabilitas kebijakan dan akuntabilitas keuangan yang masing-masing berbicara mengenai kejelasan fungsi, struktur, sistem dan pertanggung jawaban pemerintahan, 2) prinsip transparansi terlaksana dengan baik seperti keterbukaan informasi dan bagaimana memfasilitasi pelaporan masyarakat yang ada di desa, 3) prinsip partisipatif mengenai keterlibatan masyarakat dalam segala bentuk pengambilan keputusan belum terealisasi dengan baik.
IMPLEMENTASI SISTEM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI (SIPAKO) UNTUK PASUTRI BERBASIS EXPERT SYSTEM WINARSIH, S.M SANTI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i1.2740

Abstract

The aim of this research is to implement an Expert System-based Contraceptive Device Selection System (SiPaKo) Program for Couples. With this program, it is hoped that people can be helped to choose safe and appropriate contraceptives without having to meet with health workers. Health workers themselves are increasingly helped in socializing the use of contraceptives. The method used in implementing the Expert System-based Contraceptive Device Selection Program (SiPaKo) for Couples. consists of several stages. The stages carried out in this research systematically are starting with the literature study stage to find supporting references, then collecting data, carrying out identification and conceptualization to determine the boundaries of the problem and the experts involved, then carrying out formalization including creating a knowledge base related to the topic, determining inference method, followed by creating a database design, then implementing the Expert System-based Contraceptive Equipment Selection System (SiPaKo) Program for Couples. This research is a continuation of my previous research, which was only in the model design stage, whereas in this research it was continued until its implementation. ABSTRAKTujuan riset ini adalah untuk membuat Implementasi Program Sistem Pemilihan Alat Kontrasepsi (SiPaKo) Untuk Pasutri berbasis Expert System.. Dengan program ini diharapkan masyarakat bisa terbantu memilih alat kontrasepsi yang aman dan sesuai tanpa harus ketemu dengan petugas kesehatan. Bagi petugas kesehatan sendiri semakin terbantu dalam sosialisai pemakaian alat kontrasepsi ini. Metode yang digunakan dalam Implementasi Program Pemilihan Alat Kontrasepsi (SiPaKo) Untuk Pasutri berbasis Expert System. terdiri dari beberapa tahapan. Tahap-tahap yang dikerjakan dalam penelitian ini secara sistematis adalah dimulai dengan tahapan studi pustaka untuk menemukan referensi pendukung kemudian mengumpulkan data,melakukan identifikasi dan konseptualisiasi untuk menentukan batasan masalah dan pakar yang terlibat, kemudian melakukan formalisasi meliputi pembuatan basis pengetahuan yang behubungan dengan topik, menentukan metode inferensi, dilanjutkan dengan membuat rancangan basisdata, selanjutnya baru dilakukan Implementasi Program Sistem Pemilihan Alat Kontrasepsi (SiPaKo) Untuk Pasutri berbasis Expert System. Penelitian ini merupakam penelitian lanjutan dari penelitian saya sebelumnya, yang baru dalam tahap perancangan model sedangkan pada penelitian kali ini dilanjutkan sampai implementasinya.
BUDAYA WAROK PONORAGAN: MEDIA PENGUATAN WAWASAN KEBANGSAAN MASYARAKAT PONOROGO ROFIQ, ARIF
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i2.2741

Abstract

This research aims to represent the socio-cultural community of Ponorogo as a medium for strengthening national insight. This research is descriptive research using a qualitative approach. In this research, qualitative data was obtained through interviews with research informants and field observations, namely the Ponorogo Reyog Culture which is growing in all sub-districts throughout Ponorogo Regency. Data collection techniques use interviews and observation. Data analysis techniques include Data collection, Data condensation, Data display, and Conclusion drawing/verification. The research results show that the Ponorogo Reyog Culture plays a very important role in strengthening the unity and integrity of the Ponorogo community. This can be seen from the way the community is actively involved in maintaining and preserving this tradition. Apart from that, Ponorogo Reyog Culture has also succeeded in becoming a proud cultural identity for the local community, so that it can become a cultural tourism attraction that can improve the local economy in Ponorogo Regency. Thus, this research provides a significant contribution in understanding the importance of local culture as part of the nation's wealth that must be preserved and maintained. Suggestions for further research are to involve more elements of society in efforts to preserve Reyog Ponorogo culture, as well as dig deeper into the cultural tourism potential of Ponorogo Regency. In this way, it is hoped that it can continue to increase people's awareness and pride in their cultural heritage, so that it can continue to be maintained and preserved for future generations. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk representasi sosial cultural masyarakat Ponorogo sebagai media penguatan wawasan kebangsaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini, data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan informan penelitian dan observasi lapangan yaitu Budaya Reyog Ponorogo yang tumbuh berkembang di seluruh kecamatan Se-Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data meliputi Data collection, Data condensation, Data display, dan Conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Reyog Ponorogo memainkan peran yang sangat penting dalam memperkuat kesatuan dan persatuan masyarakat Ponorogo. Hal ini terlihat dari cara masyarakat secara aktif terlibat dalam mempertahankan dan melestarikan tradisi ini. Selain itu, Budaya Reyog Ponorogo juga berhasil menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi masyarakat setempat, sehingga dapat menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang dapat meningkatkan ekonomi lokal di Kabupaten Ponorogo. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami pentingnya budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa yang harus dilestarikan dan dijaga. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dalam upaya pelestarian budaya Reyog Ponorogo, serta menggali lebih dalam potensi wisata budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Ponorogo. Dengan demikian, diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya yang dimiliki, sehingga dapat terus terjaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.