cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 275 Documents
A NEEDS ANALYSIS OF BIG BOOK INTEGRATING GOOD HEALTH AND WELL-BEING AS READING MEDIA FOR SHARED READING ACTIVITIES IN FACILITATING PRESCHOOL STUDENTS’ READING ENGAGEMENT Putra, I Putu Andika; Mahayanti, Ni Wayan Surya; Adnyayanti, Ni Luh Putu Era
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10184

Abstract

Early literacy development plays a crucial role in shaping children’s academic readiness and long-term learning success. However, limited availability of visually accessible and contextually meaningful reading materials may reduce preschool students’ reading engagement during shared reading activities. This study aimed to analyze the needs of teachers and preschool students regarding the use of Big Books integrating SDG 3 (Good Health and Well-Being) to support reading engagement. A qualitative descriptive design was employed at one of the Kindergarten in Singaraja, involving classroom observation and a semi-structured interview with the teacher. The findings revealed three primary needs: large-format and visually clear books, narrative-based integration of health themes, and interactive features to sustain students’ engagement. The study concludes that developing SDG 3–integrated Big Books is pedagogically necessary to enhance shared reading practices and foster preschool students’ reading engagement. ABSTRAK Perkembangan literasi awal memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk kesiapan akademik anak serta keberhasilan belajar jangka panjang. Namun, keterbatasan ketersediaan bahan bacaan yang mudah diakses secara visual dan bermakna secara kontekstual dapat mengurangi keterlibatan membaca siswa prasekolah selama kegiatan membaca bersama (shared reading). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa prasekolah terkait penggunaan Big Book yang mengintegrasikan SDG 3 (Good Health and Well-Being) untuk mendukung keterlibatan membaca. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di salah satu taman kanak-kanak di Singaraja, dengan melibatkan observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur dengan guru. Temuan penelitian menunjukkan tiga kebutuhan utama, yaitu buku berukuran besar dengan tampilan visual yang jelas, integrasi tema kesehatan berbasis naratif, serta fitur interaktif untuk mempertahankan keterlibatan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan Big Book yang terintegrasi dengan SDG 3 secara pedagogis diperlukan untuk meningkatkan praktik shared reading dan menumbuhkan keterlibatan membaca siswa prasekolah.
ANALISIS KESESUAIAN TUJUAN DAN CAPAIAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PAI DI SD Febrianti, Rati; Amanda, Salsa; Astuty, Widya; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10200

Abstract

Alignment between instructional targets and learning outcomes is a key indicator of educational quality. However, the implementation of the Independent Curriculum in Islamic Religious Education often faces synchronization challenges. This study aims to analyze the alignment of learning objectives with student learning outcomes at Muhammadiyah Sekayu Elementary School. This study used a descriptive qualitative approach, collecting data through in-depth interviews with educators and documenting lesson plans, grade records, and evaluation tools. Subjects were selected through purposive sampling to obtain in-depth information about the dynamics of instruction in the field. The results indicate that the formulation of learning objectives has been adapted based on the characteristics, interests, and potential of students, adhering to the principles of student-centered Deep Learning. Educators integrate a variety of methods and formative and summative assessments to ensure the achievement of curriculum targets. Teacher professionalism and the use of a social constructivist model are key supporting factors for the success of the educational process. However, obstacles were identified, including diverse individual capacities, fluctuating motivation, limited literacy, and minimal parental involvement in learning support. The main conclusion confirms that there is no significant gap between the set targets and the competencies achieved by students. The effectiveness of Islamic Religious Education learning in schools is highly dependent on consistent harmonization between goal planning, teaching tactics, and a comprehensive evaluation system. ABSTRAK Kesesuaian antara target instruksional dan hasil belajar merupakan indikator utama kualitas pendidikan, namun implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sering menghadapi tantangan sinkronisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keselarasan tujuan pembelajaran dengan capaian hasil belajar siswa di SD Muhammadiyah Sekayu. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada tenaga pendidik serta studi dokumentasi terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran, catatan nilai, dan perangkat evaluasi. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai dinamika instruksional di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan tujuan pembelajaran telah diadaptasi berdasarkan karakteristik, minat, dan potensi peserta didik dengan mengacu pada prinsip Deep Learning yang berorientasi pada murid. Tenaga pendidik mengintegrasikan variasi metode serta penilaian formatif dan sumatif untuk menjamin ketercapaian target kurikulum. Profesionalisme guru dan penggunaan model konstruktivisme sosial menjadi faktor pendukung utama kesuksesan proses edukasi. Namun, ditemukan hambatan berupa keberagaman kapasitas individu, fluktuasi motivasi, keterbatasan literasi, serta minimnya peran serta orang tua dalam pendampingan belajar. Simpulan utama menegaskan bahwa tidak terdapat kesenjangan signifikan antara target yang ditetapkan dengan kompetensi yang diraih siswa. Efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut sangat bergantung pada harmonisasi konsisten antara perencanaan tujuan, taktik mengajar, dan sistem evaluasi komprehensif tuntas.
ANALISIS PERSEPSI GURU TERHADAP KESESUAIAN CAPAIAN PEMBELAJARAN PAI DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SD Saputri, Lulu; Mulia, Suci; Nuraini, Riska; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10201

Abstract

This study explores how Islamic Religious Education teachers interpret the relevance of the Learning Outcomes in the Independent Curriculum to the real-life situations of elementary school students. The main focus includes teachers' level of understanding, the suitability of the material to student characteristics, and various challenges and solutions in its implementation. Using a descriptive qualitative approach, data was collected from teachers using in-depth interviews and documentation studies, which were then validated through source triangulation. The findings indicate that teachers view the Learning Outcomes as phase-based competency guidelines that offer flexibility in developing aspects of knowledge, attitudes, and skills in an integrated manner. Although the Learning Outcomes are considered capable of encouraging student engagement, in practice, obstacles still exist in the form of limited facilities and infrastructure, limited internet access, and gaps in teacher competency and differences in student comprehension. To address these issues, educators need to optimize the use of simple learning media, revise teaching methods, and strengthen personal guidance and collaboration between teachers. Ultimately, this study concludes that the successful implementation of the Islamic Religious Education Learning Outcomes does not rely solely on the curriculum but is highly dependent on improving the quality of teacher professionalism accompanied by the provision of adequate facilities and infrastructure. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi tentang bagaimana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memaknai relevansi Capaian Pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka terhadap kondisi nyata siswa sekolah dasar. Fokus utamanya mencakup tingkat pemahaman guru, kesesuaian materi dengan karakteristik anak didik, serta berbagai tantangan dan solusi dalam implementasinya. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun dari guru dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi, yang kemudian divalidasi melalui triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa guru memandang CP sebagai pedoman kompetensi berbasis fase yang menawarkan fleksibilitas dalam mengembangkan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terintegrasi. Meskipun CP dianggap mampu mendorong keaktifan siswa, faktanya di lapangan masih ditemukan hambatan berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kendala akses internet, serta adanya kesenjangan kompetensi guru maupun perbedaan daya tangkap siswa. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, para pendidik perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran sederhana, merevisi metode mengajar, serta memperkuat bimbingan personal dan kolaborasi antar guru. Pada akhirnya, studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan CP PAI tidak hanya bertumpu pada kurikulum semata, melainkan sangat bergantung pada peningkatan kualitas profesionalisme guru disertai dengan penyediaan sarana prasarana yang memadai.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH STUDI LITERATUR Sukmantara, Rano; Nurfadilah, Firda
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10306

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education (PAI) in Madrasah Ibtidaiyah plays a crucial role in shaping students’ character from the early stages of formal education; however, current instructional practices remain predominantly focused on cognitive aspects, resulting in suboptimal value internalization. This study aims to identify and synthesize educational values in the Qur’an and examine their relevance to PAI learning within the framework of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA). The research employs a qualitative approach through a literature study by analyzing primary sources in the form of Qur’anic verses and 24 systematically selected scholarly references, which are then examined using content analysis through coding, categorization, and thematic synthesis. The findings reveal that educational values in the Qur’an are structured into five main categories: faith (aqidah), worship (ibadah), social values, intellectual development, and exemplary conduct, each of which demonstrates a direct connection to the objectives, content, and instructional strategies of PAI in Madrasah Ibtidaiyah. In addition, narrative approaches such as stories and parables show strong potential in facilitating value internalization among primary school students who are in the concrete operational stage of development. The novelty of this study lies in the development of an integrative framework that systematically connects Qur’anic values with student characteristics, instructional strategies, and educational policy. This study concludes that the effectiveness of character education based on Qur’anic values is strongly influenced by curriculum integration, consistent habituation, and the role of teachers as role models in everyday learning practices. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah memegang peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik sejak tahap awal pendidikan formal, namun praktik pembelajaran yang berlangsung masih didominasi oleh pendekatan kognitif sehingga proses internalisasi nilai belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur’an serta menelaah keterkaitannya dengan pembelajaran PAI dalam kerangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menelaah sumber primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan 24 rujukan ilmiah yang diseleksi secara sistematis, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahap pengkodean, kategorisasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan dalam Al-Qur’an terstruktur dalam lima kategori utama, yaitu akidah, ibadah, sosial, intelektual, dan keteladanan, yang masing-masing memiliki bentuk keterhubungan langsung dengan tujuan, materi, dan strategi pembelajaran PAI di Madrasah Ibtidaiyah. Selain itu, pendekatan naratif seperti kisah dan perumpamaan terbukti memiliki potensi kuat dalam mendukung proses internalisasi nilai pada peserta didik usia sekolah dasar yang berada pada tahap perkembangan operasional konkret. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka integratif yang menghubungkan nilai-nilai Qur’ani dengan karakteristik peserta didik, strategi pembelajaran, serta kebijakan pendidikan secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas penguatan karakter berbasis nilai Qur’ani sangat ditentukan oleh integrasi kurikulum, konsistensi pembiasaan, serta keteladanan guru dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
PENINGKATAN AKTIVITAS, BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING, STAD, DAN PICTURE DI SD Aprina, Desty Rezky; Amberansyah, Amberansyah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10368

Abstract

This study addresses the issue of low teacher and student participation, limited critical thinking skills, and unsatisfactory learning outcomes in Pancasila Education, which are assumed to be influenced by the lack of variation in instructional models. The purpose of this study is to enhance learning activities, critical thinking skills, and student achievement through the implementation of a combination of Problem Based Learning (PBL), Student Teams Achievement Division (STAD), and Picture and Picture. This research applied a Classroom Action Research (CAR) design conducted over four meetings. The participants consisted of 11 second-grade students of SDN 2 Baharu Selatan Kotabaru in the 2024–2025 academic year. Data were collected through observation, tests, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings reveal improvements in all observed aspects. Teacher activity increased from 61% to 100%, while student participation rose from 36% to 100%. Students’ critical thinking skills improved from 36% to 91%, and classical learning mastery increased from 27% to 91%. In conclusion, the combined implementation of PBL, STAD, and Picture and Picture proved to be effective in improving learning engagement, critical thinking skills, and student achievement. This approach can be recommended as an alternative strategy to enhance the quality of learning in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi guru dan siswa, keterampilan berpikir kritis, serta hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang diduga berkaitan dengan kurangnya variasi model pembelajaran yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa melalui penerapan kombinasi model Problem Based Learning (PBL), Student Teams Achievement Division (STAD), dan Picture and Picture. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 11 siswa kelas II SDN 2 Baharu Selatan Kotabaru tahun ajaran 2024–2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diamati. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari 61% menjadi 100%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 36% menjadi 100%. Kemampuan berpikir kritis siswa berkembang dari 36% menjadi 91%, dan ketuntasan hasil belajar secara klasikal meningkat dari 27% menjadi 91%. Dengan demikian, penerapan kombinasi model PBL, STAD, dan Picture and Picture terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, serta hasil belajar siswa. Model ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.