cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 288 Documents
A NEEDS ANALYSIS OF BIG BOOK INTEGRATING GOOD HEALTH AND WELL-BEING AS READING MEDIA FOR SHARED READING ACTIVITIES IN FACILITATING PRESCHOOL STUDENTS’ READING ENGAGEMENT Putra, I Putu Andika; Mahayanti, Ni Wayan Surya; Adnyayanti, Ni Luh Putu Era
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10184

Abstract

Early literacy development plays a crucial role in shaping children’s academic readiness and long-term learning success. However, limited availability of visually accessible and contextually meaningful reading materials may reduce preschool students’ reading engagement during shared reading activities. This study aimed to analyze the needs of teachers and preschool students regarding the use of Big Books integrating SDG 3 (Good Health and Well-Being) to support reading engagement. A qualitative descriptive design was employed at one of the Kindergarten in Singaraja, involving classroom observation and a semi-structured interview with the teacher. The findings revealed three primary needs: large-format and visually clear books, narrative-based integration of health themes, and interactive features to sustain students’ engagement. The study concludes that developing SDG 3–integrated Big Books is pedagogically necessary to enhance shared reading practices and foster preschool students’ reading engagement. ABSTRAK Perkembangan literasi awal memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk kesiapan akademik anak serta keberhasilan belajar jangka panjang. Namun, keterbatasan ketersediaan bahan bacaan yang mudah diakses secara visual dan bermakna secara kontekstual dapat mengurangi keterlibatan membaca siswa prasekolah selama kegiatan membaca bersama (shared reading). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa prasekolah terkait penggunaan Big Book yang mengintegrasikan SDG 3 (Good Health and Well-Being) untuk mendukung keterlibatan membaca. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di salah satu taman kanak-kanak di Singaraja, dengan melibatkan observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur dengan guru. Temuan penelitian menunjukkan tiga kebutuhan utama, yaitu buku berukuran besar dengan tampilan visual yang jelas, integrasi tema kesehatan berbasis naratif, serta fitur interaktif untuk mempertahankan keterlibatan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan Big Book yang terintegrasi dengan SDG 3 secara pedagogis diperlukan untuk meningkatkan praktik shared reading dan menumbuhkan keterlibatan membaca siswa prasekolah.
ANALISIS KESESUAIAN TUJUAN DAN CAPAIAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PAI DI SD Febrianti, Rati; Amanda, Salsa; Astuty, Widya; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10200

Abstract

Alignment between instructional targets and learning outcomes is a key indicator of educational quality. However, the implementation of the Independent Curriculum in Islamic Religious Education often faces synchronization challenges. This study aims to analyze the alignment of learning objectives with student learning outcomes at Muhammadiyah Sekayu Elementary School. This study used a descriptive qualitative approach, collecting data through in-depth interviews with educators and documenting lesson plans, grade records, and evaluation tools. Subjects were selected through purposive sampling to obtain in-depth information about the dynamics of instruction in the field. The results indicate that the formulation of learning objectives has been adapted based on the characteristics, interests, and potential of students, adhering to the principles of student-centered Deep Learning. Educators integrate a variety of methods and formative and summative assessments to ensure the achievement of curriculum targets. Teacher professionalism and the use of a social constructivist model are key supporting factors for the success of the educational process. However, obstacles were identified, including diverse individual capacities, fluctuating motivation, limited literacy, and minimal parental involvement in learning support. The main conclusion confirms that there is no significant gap between the set targets and the competencies achieved by students. The effectiveness of Islamic Religious Education learning in schools is highly dependent on consistent harmonization between goal planning, teaching tactics, and a comprehensive evaluation system. ABSTRAK Kesesuaian antara target instruksional dan hasil belajar merupakan indikator utama kualitas pendidikan, namun implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sering menghadapi tantangan sinkronisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keselarasan tujuan pembelajaran dengan capaian hasil belajar siswa di SD Muhammadiyah Sekayu. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada tenaga pendidik serta studi dokumentasi terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran, catatan nilai, dan perangkat evaluasi. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai dinamika instruksional di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan tujuan pembelajaran telah diadaptasi berdasarkan karakteristik, minat, dan potensi peserta didik dengan mengacu pada prinsip Deep Learning yang berorientasi pada murid. Tenaga pendidik mengintegrasikan variasi metode serta penilaian formatif dan sumatif untuk menjamin ketercapaian target kurikulum. Profesionalisme guru dan penggunaan model konstruktivisme sosial menjadi faktor pendukung utama kesuksesan proses edukasi. Namun, ditemukan hambatan berupa keberagaman kapasitas individu, fluktuasi motivasi, keterbatasan literasi, serta minimnya peran serta orang tua dalam pendampingan belajar. Simpulan utama menegaskan bahwa tidak terdapat kesenjangan signifikan antara target yang ditetapkan dengan kompetensi yang diraih siswa. Efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut sangat bergantung pada harmonisasi konsisten antara perencanaan tujuan, taktik mengajar, dan sistem evaluasi komprehensif tuntas.
ANALISIS PERSEPSI GURU TERHADAP KESESUAIAN CAPAIAN PEMBELAJARAN PAI DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SD Saputri, Lulu; Mulia, Suci; Nuraini, Riska; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10201

Abstract

This study explores how Islamic Religious Education teachers interpret the relevance of the Learning Outcomes in the Independent Curriculum to the real-life situations of elementary school students. The main focus includes teachers' level of understanding, the suitability of the material to student characteristics, and various challenges and solutions in its implementation. Using a descriptive qualitative approach, data was collected from teachers using in-depth interviews and documentation studies, which were then validated through source triangulation. The findings indicate that teachers view the Learning Outcomes as phase-based competency guidelines that offer flexibility in developing aspects of knowledge, attitudes, and skills in an integrated manner. Although the Learning Outcomes are considered capable of encouraging student engagement, in practice, obstacles still exist in the form of limited facilities and infrastructure, limited internet access, and gaps in teacher competency and differences in student comprehension. To address these issues, educators need to optimize the use of simple learning media, revise teaching methods, and strengthen personal guidance and collaboration between teachers. Ultimately, this study concludes that the successful implementation of the Islamic Religious Education Learning Outcomes does not rely solely on the curriculum but is highly dependent on improving the quality of teacher professionalism accompanied by the provision of adequate facilities and infrastructure. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi tentang bagaimana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memaknai relevansi Capaian Pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka terhadap kondisi nyata siswa sekolah dasar. Fokus utamanya mencakup tingkat pemahaman guru, kesesuaian materi dengan karakteristik anak didik, serta berbagai tantangan dan solusi dalam implementasinya. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun dari guru dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi dokumentasi, yang kemudian divalidasi melalui triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa guru memandang CP sebagai pedoman kompetensi berbasis fase yang menawarkan fleksibilitas dalam mengembangkan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terintegrasi. Meskipun CP dianggap mampu mendorong keaktifan siswa, faktanya di lapangan masih ditemukan hambatan berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kendala akses internet, serta adanya kesenjangan kompetensi guru maupun perbedaan daya tangkap siswa. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, para pendidik perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran sederhana, merevisi metode mengajar, serta memperkuat bimbingan personal dan kolaborasi antar guru. Pada akhirnya, studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan CP PAI tidak hanya bertumpu pada kurikulum semata, melainkan sangat bergantung pada peningkatan kualitas profesionalisme guru disertai dengan penyediaan sarana prasarana yang memadai.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH STUDI LITERATUR Sukmantara, Rano; Nurfadilah, Firda
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10306

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education (PAI) in Madrasah Ibtidaiyah plays a crucial role in shaping students’ character from the early stages of formal education; however, current instructional practices remain predominantly focused on cognitive aspects, resulting in suboptimal value internalization. This study aims to identify and synthesize educational values in the Qur’an and examine their relevance to PAI learning within the framework of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA). The research employs a qualitative approach through a literature study by analyzing primary sources in the form of Qur’anic verses and 24 systematically selected scholarly references, which are then examined using content analysis through coding, categorization, and thematic synthesis. The findings reveal that educational values in the Qur’an are structured into five main categories: faith (aqidah), worship (ibadah), social values, intellectual development, and exemplary conduct, each of which demonstrates a direct connection to the objectives, content, and instructional strategies of PAI in Madrasah Ibtidaiyah. In addition, narrative approaches such as stories and parables show strong potential in facilitating value internalization among primary school students who are in the concrete operational stage of development. The novelty of this study lies in the development of an integrative framework that systematically connects Qur’anic values with student characteristics, instructional strategies, and educational policy. This study concludes that the effectiveness of character education based on Qur’anic values is strongly influenced by curriculum integration, consistent habituation, and the role of teachers as role models in everyday learning practices. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah memegang peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik sejak tahap awal pendidikan formal, namun praktik pembelajaran yang berlangsung masih didominasi oleh pendekatan kognitif sehingga proses internalisasi nilai belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur’an serta menelaah keterkaitannya dengan pembelajaran PAI dalam kerangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menelaah sumber primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan 24 rujukan ilmiah yang diseleksi secara sistematis, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahap pengkodean, kategorisasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan dalam Al-Qur’an terstruktur dalam lima kategori utama, yaitu akidah, ibadah, sosial, intelektual, dan keteladanan, yang masing-masing memiliki bentuk keterhubungan langsung dengan tujuan, materi, dan strategi pembelajaran PAI di Madrasah Ibtidaiyah. Selain itu, pendekatan naratif seperti kisah dan perumpamaan terbukti memiliki potensi kuat dalam mendukung proses internalisasi nilai pada peserta didik usia sekolah dasar yang berada pada tahap perkembangan operasional konkret. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka integratif yang menghubungkan nilai-nilai Qur’ani dengan karakteristik peserta didik, strategi pembelajaran, serta kebijakan pendidikan secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas penguatan karakter berbasis nilai Qur’ani sangat ditentukan oleh integrasi kurikulum, konsistensi pembiasaan, serta keteladanan guru dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
PENINGKATAN AKTIVITAS, BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING, STAD, DAN PICTURE DI SD Aprina, Desty Rezky; Amberansyah, Amberansyah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.10368

Abstract

This study addresses the issue of low teacher and student participation, limited critical thinking skills, and unsatisfactory learning outcomes in Pancasila Education, which are assumed to be influenced by the lack of variation in instructional models. The purpose of this study is to enhance learning activities, critical thinking skills, and student achievement through the implementation of a combination of Problem Based Learning (PBL), Student Teams Achievement Division (STAD), and Picture and Picture. This research applied a Classroom Action Research (CAR) design conducted over four meetings. The participants consisted of 11 second-grade students of SDN 2 Baharu Selatan Kotabaru in the 2024–2025 academic year. Data were collected through observation, tests, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings reveal improvements in all observed aspects. Teacher activity increased from 61% to 100%, while student participation rose from 36% to 100%. Students’ critical thinking skills improved from 36% to 91%, and classical learning mastery increased from 27% to 91%. In conclusion, the combined implementation of PBL, STAD, and Picture and Picture proved to be effective in improving learning engagement, critical thinking skills, and student achievement. This approach can be recommended as an alternative strategy to enhance the quality of learning in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi guru dan siswa, keterampilan berpikir kritis, serta hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang diduga berkaitan dengan kurangnya variasi model pembelajaran yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa melalui penerapan kombinasi model Problem Based Learning (PBL), Student Teams Achievement Division (STAD), dan Picture and Picture. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 11 siswa kelas II SDN 2 Baharu Selatan Kotabaru tahun ajaran 2024–2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diamati. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari 61% menjadi 100%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 36% menjadi 100%. Kemampuan berpikir kritis siswa berkembang dari 36% menjadi 91%, dan ketuntasan hasil belajar secara klasikal meningkat dari 27% menjadi 91%. Dengan demikian, penerapan kombinasi model PBL, STAD, dan Picture and Picture terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, serta hasil belajar siswa. Model ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENDORONG KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI ABAD KE-21 Sari, Keisya Dini Milan; Huda, Muchammad Survy Nur; Dwihanti, Nadine Qothrunnada; Firmansyah, Nezhatian Adi; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10692

Abstract

The rapid development of digital technology in the 21st century has brought about a significant shift in the educational landscape, particularly in the use of media as a support for the learning process. This article aims to examine the extent to which digital learning media contribute to fostering learner autonomy. This study is built upon a literature review approach by analyzing 15 relevant scholarly sources, including recent journals and academic publications. The analytical technique employed is content analysis, which is used to identify key concepts, recurring patterns, and the interconnections between digital learning media and students’ learning autonomy. The findings reveal that digital learning media hold substantial potential in accelerating learning autonomy through flexible access, interactive learning experiences, and content that aligns with individual needs. The presence of digital media opens opportunities for learners to manage their learning pathways independently, from planning stages to evaluating learning outcomes. However, its effectiveness does not stand alone it is strongly influenced by the precision of the instructional design implemented, the readiness and competence of teachers as facilitators, as well as the availability of technological infrastructure and adequate digital literacy levels. Without well-crafted and measurable pedagogical planning, digital media risk being reduced to merely passive channels of information delivery. Therefore, the use of digital media in learning must be designed strategically and contextually to truly serve as a catalyst for optimal student learning autonomy amid the rapid current of digital transformation. ABSTRAK Pesatnya perkembangan teknologi digital di era abad ke-21 telah menghadirkan pergeseran yang cukup fundamental dalam lanskap pendidikan, terutama dalam hal pemanfaatan media sebagai penunjang proses pembelajaran. Artikel ini hadir dengan tujuan untuk menelaah sejauh mana media pembelajaran digital berperan dalam mendorong tumbuhnya kemandirian belajar pada diri peserta didik. Kajian ini dibangun di atas pendekatan studi literatur dengan menelaah 15 sumber ilmiah yang dipandang relevan, mencakup jurnal-jurnal serta publikasi akademik mutakhir. Adapun teknik analisis yang diterapkan adalah analisis isi, yang difungsikan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, pola yang berulang, serta keterkaitan yang terjalin antara media pembelajaran digital dan kemandirian belajar peserta didik. Hasil kajian mengungkapkan bahwa media pembelajaran digital menyimpan potensi yang sangat besar dalam mengakselerasi kemandirian belajar, yakni melalui kemudahan akses yang fleksibel, pengalaman belajar yang interaktif, serta kesesuaian konten dengan kebutuhan masing-masing individu. Kehadiran media digital membuka peluang bagi peserta didik untuk mengelola perjalanan belajar mereka secara otonom, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi hasil belajar. Meski demikian, efektivitasnya tidak berdiri sendiri ia sangat dipengaruhi oleh kecermatan desain pembelajaran yang diterapkan, kesiapan dan kompetensi guru sebagai fasilitator, serta ketersediaan infrastruktur teknologi dan tingkat literasi digital yang memadai. Tanpa perencanaan pedagogis yang matang dan terukur, media digital berisiko tereduksi menjadi sekadar kanal penyampai informasi yang pasif. Atas dasar itulah, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran perlu dirancang secara strategis dan kontekstual agar benar-benar mampu menjadi katalisator kemandirian belajar peserta didik secara optimal di tengah derasnya arus transformasi digital.
ANALISIS PROSES BELAJAR SISWA KELAS IV SD DALAM MEMAHAMI PERAN SOSIAL MELALUI PROYEK BAKUTOLONG DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN UTARA Azhari, Sisca Ayu; Aliyyah, Rusi Rusmiati
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10708

Abstract

This study aims to analyze the learning process of fourth-grade students at SD Negeri 003 Sei Menggaris in understanding the concept of social roles through the Bakutolong project using a constructivist approach. The primary problem underlying this research is the difficulty students encounter in comprehending abstract social role theories. This study employed a descriptive qualitative method involving 26 students as respondents. Data were collected through observation, in-depth interviews with three students (MA, NFR, and T), and learning achievement tests, then analyzed using the Miles and Huberman model encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with source, method, and theory triangulation applied throughout.The findings reveal that the constructivist approach implemented through a real-action project was effective in fostering students' understanding. Students were able to construct the meaning of social roles as a shared responsibility rather than merely memorizing theoretical concepts, as evidenced by an observation score of 90.35%, classified as highly effective, and a learning completion rate of 88.46%. The Bakutolong project successfully transformed students' perspectives, turning them into agents of change within the school environment. This study concludes that the integration of local wisdom within a constructivist framework generates contextual, interactive, and meaningful learning experiences for elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis proses belajar siswa kelas IV SD Negeri 003 Sei Menggaris dalam memahami konsep peran sosial melalui proyek Bakutolong dengan pendekatan konstruktivisme. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah sulitnya siswa memahami teori peran sosial yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 26 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam kepada tiga siswa (MA, NFR, dan T), serta tes hasil belajar, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme melalui proyek aksi nyata efektif membangun pemahaman siswa. Siswa mampu mengonstruksi makna peran sosial sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar menghafal teori, dibuktikan dengan hasil observasi sebesar 90,35% berkriteria sangat efektif dan ketuntasan belajar mencapai 88,46%. Proyek Bakutolong berhasil mengubah persepsi siswa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Simpulan penelitian ini adalah integrasi kearifan lokal dalam bingkai konstruktivisme menciptakan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI (3D) DALAM MENDUKUNG INOVASI PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Farikha, Kamila Salma; Kusumaningrum, Nabila El Shafira Aghnia; Naqiya, Muhammad Fathikun; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10823

Abstract

Advances in digital technology have spurred the emergence of various learning innovations aimed at improving the quality of the learning process. One widely used innovation is three-dimensional (3D) learning media, as it can present objects in a more concrete, realistic, and interactive manner compared to conventional media. This study aims to analyze the effectiveness of three-dimensional learning media in supporting learning innovations in the digital age. The study employed a literature review method by examining various relevant journals, books, and scientific articles from 2022 to 2026. Data were analyzed based on aspects of conceptual understanding, learning outcomes, motivation, student engagement, and the application of 3D media across various subjects. The findings indicate that 3D learning media is effective in enhancing students’ conceptual understanding, particularly for abstract topics, as it provides more realistic and easily understandable visualizations. Additionally, 3D media has also been proven to enhance student motivation, engagement, and learning outcomes in science, mathematics, and civic education. The integration of technologies such as Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) further strengthens the effectiveness of 3D media by providing a more interactive, engaging, and meaningful learning experience. However, the implementation of 3D media still faces challenges in the form of limited resources and teachers’ readiness to manage technology-based learning. Therefore, the use of 3D learning media needs to be optimally designed to support effective, innovative learning that is relevant to the demands of the digital age. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya berbagai inovasi pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kualitas proses belajar. Salah satu inovasi yang banyak digunakan adalah media pembelajaran tiga dimensi (3D) karena mampu menyajikan objek secara lebih konkret, realistis, dan interaktif dibandingkan media konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran tiga dimensi dalam mendukung inovasi pembelajaran di era digital. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan pada rentang tahun 2022–2026. Data dianalisis berdasarkan aspek pemahaman konsep, hasil belajar, motivasi, keterlibatan siswa, serta penerapan media 3D pada berbagai mata pelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran 3D efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa, terutama pada materi yang bersifat abstrak, karena mampu menghadirkan visualisasi yang lebih nyata dan mudah dipahami. Selain itu, media 3D juga terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS, matematika, maupun PPKn. Integrasi teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) semakin memperkuat efektivitas media 3D karena memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna. Namun, implementasi media 3D masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran 3D perlu dirancang secara optimal agar mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan era digital.  
STUDI LITERATUR : PERKEMBANGAN KONTEN BRAIN ROT PADA DEGRADASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK SEKOLAH DASAR Wardhani, Intan Ardian; Az-zahra, Merista Ayu; Huda, Muchammad Survy Nur; Ardiansyah, Muhammad; Muson, Muhammad; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10824

Abstract

This study aims to examine the impact of “brain rot” content on the decline of language skills among elementary school children in an increasingly rapidly evolving digital age. The research problem focuses on the growing exposure to digital content that is superficial, repetitive, and lacking in meaning, which has an impact on the decline in children’s cognitive quality and communication skills. The method used is a qualitative approach involving a literature review, through the analysis of various relevant journal articles, books, and studies related to language development and the use of digital media among children. The findings indicate that excessive consumption of “brain rot” content contributes to a decline in vocabulary, text comprehension, and the ability to express ideas both orally and in writing. Additionally, there is a decline in focus, concentration, and critical thinking skills. This study underscores the importance of education, digital literacy, and parental and teacher guidance in minimizing these negative impacts to ensure optimal and sustainable language development in children. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konten brain rot terhadap degradasi kemampuan berbahasa pada anak sekolah dasar di era digital yang semakin berkembang pesat. Permasalahan penelitian berfokus pada meningkatnya paparan konten digital yang bersifat dangkal, repetitif, dan kurang bermakna, yang berdampak pada penurunan kualitas kognitif serta kemampuan komunikasi anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, melalui analisis berbagai sumber jurnal, buku, dan penelitian relevan yang berkaitan dengan perkembangan bahasa dan penggunaan media digital pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi konten brain rot secara berlebihan berkontribusi terhadap penurunan kosakata, kemampuan memahami teks, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis. Selain itu, terjadi penurunan fokus, daya konsentrasi, serta kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pendidikan, literasi digital, serta pendampingan orang tua dan guru dalam meminimalkan dampak negatif tersebut terhadap perkembangan bahasa anak secara optimal dan berkelanjutan.    
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME EDUCAPLAY UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PANCASILA SD Suandenik, Ni Komang Ayu; Tegeh, I Made; Ardana, I Wayan
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10826

Abstract

Students interest in learning the subject of Pancasila in elementary school remains relatively low due to conventional and insufficiently interactive teaching methods. This study aims to develop the Educaplay game-based learning medium and analyze its validity, practicality, and effectiveness in increasing students’ interest in learning. This study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects consisted of 2 media experts, 2 content experts, 2 teachers, 6 students in the small-group pilot test, and 33 fourth-grade students at SDN Sekaan in the effectiveness test. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. The research results indicate that the developed media has a very acceptable level of validity with an average score of 3.73 (media experts) and 3.70 (content experts), as well as very acceptable practicality with an average score of 3.60 (teachers) and 3.58 (students). The results of the effectiveness test showed a significant increase in learning interest with a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (<0.05). Thus, the Educaplay-based learning media is deemed valid, practical, and effective in increasing students’ learning interest in the Pancasila subject in elementary school. ABSTRAK Minat belajar siswa pada mata pelajaran Pancasila di sekolah dasar masih tergolong rendah akibat pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis game Educaplay serta menganalisis tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 ahli media, 2 ahli materi, 2 guru, 6 siswa pada uji kelompok kecil, serta 33 siswa kelas IV SDN Sekaan pada uji efektivitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat layak dengan nilai rata-rata 3,73 (ahli media) dan 3,70 (ahli materi), serta kepraktisan sangat layak dengan nilai rata-rata 3,60 (guru) dan 3,58 (siswa). Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan minat belajar yang signifikan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Educaplay dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pancasila di sekolah dasar.