cover
Contact Name
Muhammad Erfan
Contact Email
muhammaderfan@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
renjana@prospek.unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Brawijaya No.22, Cakranegara Selatan, Kec. Cakranegara, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Renjana Pendidikan Dasar
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27470725     EISSN : 27757838     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Renjana Pendidikan Dasar merupakan wadah publikasi artikel-artikel hasil penelitian mahasiswa dan kajian studi literatur dalam bidang pendidikan dasar. Bidang pendidikan dasar ini mencakup model pembelajaran pendidikan dasar, evaluasi pembelajaran pada pendidikan dasar, strategi pembelajaran, media pembelajaran, pendidikan karakter pada pendidikan dasar, pembelajaran tematik, pendidikan inklusi dan pendidikan mata pelajaran utama pada jenjang pendidikan dasar (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Matematika, serta Seni Budaya).
Articles 229 Documents
IMPLEMENTATION OF ACADEMIC CULTURE FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' SOCIAL SKILLS Ardiyansyah Yuliniar Firdaus
Renjana Pendidikan Dasar Vol 2 No 4 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of academic culture for elementary school students' social skills. This type of research uses a descriptive-qualitative approach. The sampling technique used purposive sampling. The informants in this study were teachers and students of SDN Sen Asen 1. Data collection techniques used include observation and documentation. Data analysis using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation of academic culture for students 'social skills at SDN Sen Asen 1 was through appreciating friends' achievements, caring about friends when they needed help, and giving and apologizing. Student learning in the classroom through academic culture has an impact on forming students' social habits to be skilled in dealing with their surrounding environment
PROBLEMS REGARDING CLT IMPLEMENTATION AT HIGHER SECONDARY LEVEL: A CASE STUDY IN BOTH URBAN AND RURAL AREAS IN KARANGSIDEMAN Syamsul Hadi
Renjana Pendidikan Dasar Vol 2 No 4 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article tries to find out the explanations behind the implementation of CLT approach in the higher secondary level and attempts to produce a real data of CLT implementation in both rural and urban areas in Karangsideman. It also looks at the factors that make this teaching approach difficult to implement. This study examined both teachers’ and students’ perceptions, opinions, and perspectives of the English language at the higher secondary level. To achieve the objectives of the study, a mixed-method approach has been undertaken to conduct the methodology of the study where a range of methods such as Questionnaire, Interview and Classroom Observation Checklist have been used. The outcomes reveal various types of obstacles which are: a huge number of students in CLT classroom, small size of classroom, insufficiency of modern materials. It also disclosed that maximum students are not able to understand the English lecture in the classroom, teachers are not trained to maintain the classroom by following CLT method and some of the trained teachers are refused to apply CLT approach as well. Based on the findings, this study tries to propose some processes for reversing the current situation that is happening at present within the educational system in Indonesia
INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNARUNGU DI LINGKUNGAN MASYARAKAT An Umillah Maziidah Putri; Rohikal Maktum; Sri Wahyuningsih; Syukron Zul Ramdan
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu dan individu dengan kelompok. Dalam berinteraksi sosial, semua anak memiliki haknya masing-masing. Anak yang berkebutuhan khusus sekalipun berhak berinteraksi sosial. Interaksi sosial anak berkebutuhan khusus merupakan hubungan timbal balik antara individu yang mengalami kelainan dari segi perkembangan, fisik, emosi, mental dan intelektual dengan jenis yang sama. Interaksi sosial tersebut, dapat terjadi juga dengan jenis yang berbeda dan anak normal pada umumnya. Interaksi sosial anak berkebutuhan khusus dapat terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dalam lingkungan sekolah, anak berkebutuhan khusus terkadang mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial. Akan tetapi, ada beberapa anak berkebutuhun khusus yang mampu berinteraksi sosial di lingkungan sekolah. Hal tersebut terjadi, karena telah terbiasa dengan lingkungan rumahnya. Kemudian di lingkungan masyarakat anak berkebutuhan khusus dalam berinteraksi sosial juga mengalami hambatan. Metode yang digunakan dalam penelitian “Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus” yaitu menggunakan kajian pustaka secara deskriptif. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa, anak down syndrome sudah mampu berinteraksi dengan temannya. Selanjutnya, anak autis masih kurang mampu dalam melakukan interaksi sosial. Akan tetapi, mampu berinteraksi dengan orang terdekatnya. Kemudian, anak tunarungu mampu berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Terakhir, anak tunagrahita ringan mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah. di lingkungan masyarakat anak berkebutuhan khusus dalam berinteraksi sosial juga mengalami hambatan. Metode yang digunakan dalam penelitian “Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus” yaitu menggunakan kajian pustaka secara deskriptif. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa, anak down syndrome sudah mampu berinteraksi dengan temannya. Selanjutnya, anak autis masih kurang mampu dalam melakukan interaksi sosial. Akan tetapi, mampu berinteraksi dengan orang terdekatnya. Kemudian, anak tunarungu mampu berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Terakhir, anak tunagrahita ringan mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah. di lingkungan masyarakat anak berkebutuhan khusus dalam berinteraksi sosial juga mengalami hambatan. Metode yang digunakan dalam penelitian “Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus” yaitu menggunakan kajian pustaka secara deskriptif. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa, anak down syndrome sudah mampu berinteraksi dengan temannya. Selanjutnya, anak autis masih kurang mampu dalam melakukan interaksi sosial. Akan tetapi, mampu berinteraksi dengan orang terdekatnya. Kemudian, anak tunarungu mampu berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Terakhir, anak tunagrahita ringan mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian “Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus” yaitu menggunakan kajian pustaka secara deskriptif. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa, anak down syndrome sudah mampu berinteraksi dengan temannya. Selanjutnya, anak autis masih kurang mampu dalam melakukan interaksi sosial. Akan tetapi, mampu berinteraksi dengan orang terdekatnya. Kemudian, anak tunarungu mampu berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Terakhir, anak tunagrahita ringan mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian “Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus” yaitu menggunakan kajian pustaka secara deskriptif. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa, anak down syndrome sudah mampu berinteraksi dengan temannya. Selanjutnya, anak autis masih kurang mampu dalam melakukan interaksi sosial. Akan tetapi, mampu berinteraksi dengan orang terdekatnya. Kemudian, anak tunarungu mampu berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Terakhir, anak tunagrahita ringan mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah. anak tunarungu mampu berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Terakhir, anak tunagrahita ringan mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah. anak tunarungu mampu berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Terakhir, anak tunagrahita ringan mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya di sekolah.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK Puja Asmawati Ayu; Ainur Saskia; Amanda Isnaini; Ardina Lestari
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Data disajikan secara deskriptif kualiatif terkait peran orang tua dalam meningkatan motivasi belajar anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Data yang telah diperoleh kemudian di analisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Rendahnya motivasi belajar peserta didik merupakan salah satu hambatan tercapainya tujuan pendidikan nasional. . Motivasi belajar peserta didik yang rendah akan berakibat pada proses pembelajaran dan prestasi belajar peserta didik, misalnya peserta didik kurang semangat dalam belajar sehingga memperoleh nilai yang rendah. Oleh Karena itu peran orang tua sangat penting terhadap motivasi belajar peserta didik. Sehingga dengan adanya pemahaman dan kesadaran orang tua terhadap perannya dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi peserta didik, maupun guru terkait dengan masalah belajar di sekolah.
STRATEGI GURU DALAM MENANGANI ANAK YANG MENGALAMI KELAINAN LAMBAN BELAJAR Agustina Putri Amasya; Ainun Thaharah; Rizkyatun Amelia; Yuyun Widiarti
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menangani anak yang mengalami kelainan lamban belajar. Hal ini perlu diketahui agar memudahkan guru dalam memahami dan membantu untuk mengoptimalkan kemampuan ataupun potensi siswa yang mengalami kelainan lamban belajar. Lamban belajar adalah anak yang memiliki kondisi fisik normal, namun memiliki IQ rendah sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan berulang-ulang dalam memahami materi, sehingga dalam pembelajaran guru membutuhkan strategi yang khusus. Strategi yang dapat dilakukan guru salah satunya ialah dengan memberikan motivasi kepada siswa sehingga siswa lebih semangat dan percaya akan kemampuan yang dimiliki. Artikel ini merupakan kajian beberapa Pustaka yang sudah dipublikasikan sebelumnya.
PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS GUNA MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 DI SEKOLAH DASAR Putri Intan Kumala; Aenaya Rahma Nurfadila; Alfian Qori Irsandi; Auladiya Parhiatun Nur
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting penguatan karakter religius pada peserta didik sekolah dasar untuk menghadapi era society 5.0 serta bagaimana proses penguatan karakter religius ini terlaksana di jenjang sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka melalui penelusuran dalam jaringan berupa artikel-artikel penelitian sebelumnya yang meneliti tentang penguatan karakter religius pada peserta didik Sekolah Dasar dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penguatan karakter religius di sekolah dapat dilakukan dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan berbasis religius seperti berdoa sebelum belajar, solat duha bersama, solat zuhur berjamaah, dan lain sebagainya. Penguatan karakter hendaknya dilakukan secara tatap muka tidak dengan jarak jauh.
STRATEGI MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DENGAN GLS: GERAKAN LITERASI SEKOLAH Aprilia Rahmi; Aulia Izzatun Nafis; Aulia Salsabiela; Sumarni
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan literasi adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting untuk dimiliki setiap orang. Oleh karena itu kita kita harus memiliki strategi dalam meningkatkan kemampuan literasi ini, salah satunya dengan GLS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi dengan GLS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian pustaka. Strategi kegiatan literasi dilaksanakan dalam 3 tahapan, yaitu: pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran. Hal ini akan berhasil jika guru mampu mengembangkan pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan potensi siswa seutuhnya.  
PERAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PPKN DI SD Qonita Al Ishmah; Sasi Kirana Aljupri; Anisa Sapera Romdani; Aulya Nuraini
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek penentu kecerdasan suatu bangsa, sehingga diperlukannya lembaga pendidikan serta guru dalam melakukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Untuk memberi pemahaman kepada peserta didik dapat dilakukan melalui penggunaan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan yaitu media pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi atau menggunakan multimedia. Tujuan daei penelitian ini iyalah untuk mengetahui peran media interaktif dan penerapanya dalam pembelajaran PPKn di SD. Media pembelajaran interaktif dapat digunakan pada setiap mata pelajaran salah satunya pada pelajaran PPKn. Pelajaran PPKn bertujuan untuk membentuk watak warga negara yang baik, yaitu yang tahu, mau dan sadar akan hak dan kewajibannya. Oleh karenanya keberhasilan Pendidikan PPKn akan sangat diperlukan melalui berbagai upaya dan inovasi-inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn. Penelitian ini dilakukan dengan Kajian Pustaka dengan cara menelusuri artikel-artikel penelitian sebelumnya yang meneliti tentang peran multimedia interaktif dalam pembelajaran PPKn SD melalui laman google scholar dengan mengetikan kata kunci “peran multimedia interaktif dalam pembelajaran PPKn”. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena permasalahan yang dibahas pada penelitian ini tidak berkenaan menggunakan angka- angka, namun mendeskripsikan, menguraikan, dan menggambarkan tentang peran multimedia intraktif dalam pembelajaran PPKn. Dengan adanya multimedia intraktif pembelajaran menjadi jauh lebih menarik, terutama pada anak SD dan siswa lebih mudah memahami pembelajaran dikarenakan siswa belajar dengan gembira. Multimedia intraltof yang diterapkan dalam pembelajaran PPKn SD oleh guru sangat berpengaruh terhadap ketercapaian pembelajaran. Multimedia intraktif sangat menunjang kegiatan belajar sisea secara efektif.Pengembangan multimedia intraktif ini harus terus dilakukan terutama dalam pembelajran PPKn demi berlansungnya pembelajaran yang efektif. Materi yang sulit dapat dapat tersampaikan dengan mudah karena adanya multimedia.
RENDAHNYA MINAT BACA ANAK SEKOLAH DASAR Ahmad Abdul Hadi; Anisa Sarifah; Tauri Maftuhah; Wiwin Dwi Putri
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca adalah jendela dunia, karena dengan membaca seseorang dapat mengetahui segala hal yang tidak diketahuinya. Membaca merupakan ilmu dasar yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mendapatkan pengetahuan lainnya, namun tidak cukup hanya dengan kemampuan tetapi juga diperlukan sebuah keinginan. Kemampuan dan keinginan membaca akan mempengaruhi pengetahuan serta keterampilan seseorang. Semakin banyak membaca dapat dipastikan dari ketidak tahuan menjadi tahu dan ketidak bisaan menjadi bisa. Dengan banyak membaca seseorang akan memiliki kualitas diri lebih baik dibanding yang sedikit membaca. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjawab rumusan masalah yang sudah dibuat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kajian pustaka dengan mencari data-data yang berbentuk tulisan dan dideskripsikan sesuai dengan sumber yang sudah didapatkan. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sumber data dari jurnal online mengenai “ Rendahnya Minat Baca Anak Sekolah Dasar.”
MOTIVASI BELAJAR SISWA BERKECERDASAN INTERPERSONAL RENDAH KELAS IV MI AL-FATAH SINGKAWANG Sri Safitri; Rini Setyowati; Mertika
Renjana Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa berkecerdasan interpersonal rendah kelas IV MI Al-Fatah Singkawang. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjkan bahwa siswa A dan F pada saat guru meminta untuk mengerjakan tugas mereka mau mengerjakan namun lambat dalam menyelesaikannya, ketika diminta bertanya ataupun menjawab pertanyaan dari guru harus ditunjuk langsung agar mau bertanya maupun menjawab pertanyaan, pada saat guru mengenalkan atau meminta siswa untuk melakukan hal baru siswa A dan F hanya bermain - main dan tidak bersungguh - sungguh melakukannya, jika mendaptkan penghargaan siswa A dan F sangat menyukainya, ketika diberikan pembelajaran yang menarik  siswa A dan F biasanya mengantuk menjadi bersemangat belajar, lokasi yang jauh dari jalan raya membuat suasana belajar menjadi lebih tenang, selain itu lingkungan sekolah juga bersih sehingga tidak ada alasan siswa tidak nayaman untuk belajar. Motivasi siswa A dan F tergolong sedang karena dari enam indikator hanya dua indikator yang sangat memerlukan dorongan dari guru. Walaupun siswa A dan F lambat dalam mengerjakan pemantauan terhadap siswa A dan F harus lebih ditingkatkan dan selelu memberikan pujian jika siswa A dan F berhasil mengerjakan agar motivasi belajar siswa A dan F meningkat.

Page 10 of 23 | Total Record : 229