cover
Contact Name
Musa Thahir
Contact Email
musa.thahir@uin-suska.ac.id
Phone
+6285263678409
Journal Mail Official
annahl.stailepku@gmail.com
Editorial Address
Jl. Duyung No 34, Pekanbaru Telp. (0761) 572761, Website: www.staile.ac.id
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal An-Nahl
ISSN : 23552573     EISSN : 27234053     DOI : -
Jurnal An-Nahl merupakan jurnal ilmiah dan media komunikasi ilmiah antar peminat ilmu syari’ah dalam bidang hukum Islam dan ekonomi Islam yang diterbitkan oleh STAI H.M Lukman Edy Pekanbaru. Jurnal ini pertama kali terbit sejak tahun 2013, jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 52 Documents
Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Indonesia melalui Penerapan Teknologi Mutakhir Muhammad Muhsin Afwan; Andri
Jurnal An-Nahl Vol. 9 No. 2 (2022): An-Nahl
Publisher : STAI H.M Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v9i2.56

Abstract

Pengelolaan zakat di Indonesia tampaknya belum menunjukkan hasil yang sesuai harapan. Di tengah problematika yang menimpa bangsa Indonesia, dana zakat belum memberi kontribusi Ssignifikan. Ironisnya, dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, Indonesia memiliki potensi zakat yang besar untuk mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Tulisan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat di Indonesia agar tepat sasaran dan mengambil peranan signifikan dalam menyejahterakan rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir maudhu’i. Yaitu interpretasi ayat Al-Qur’an berdasarkan tema (maudhu’) tertentu untuk memecahkan suatu persoalan, khususnya pengelolaan zakat di Indonesia. berdasarkan ayat dan hadis yang relevan, Penelitian ini menunjukkan bahwa dana zakat di Indonesia harus dikelola secara terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi big data untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat.
Strategi Pengembangan Pariwisata Halal Kota Pekanbaru dengan Mengoptimalkan Industri Kreatif Murah Syahrial; Wawan Kurniawan
Jurnal An-Nahl Vol. 9 No. 2 (2022): An-Nahl
Publisher : STAI H.M Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v9i2.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Pariwisata halal yang ada di kota Pekanbaru, dan mencari strategi pengembangan industri kreatif yang bisa digunakan dalam pengembangan Pariwisata halal di kota Pekanbaru terutama di kawasan Masjid Raya Annur. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, kualitatif, dan tehnik analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan kawasan Masjid Raya Annur siap menjadi kawasan Pariwisata halal di Pekanbaru. Kawasan Masjid Raya Annur didukung dengan beberapa industri kreatif seperti kuliner, dan fesyen yang sudah mengikuti persyaratan Pariwisata Halal seperti ketersediaan logo atau sertifikasi Halal, ketersediaan ruang sholat dan wudhu, toilet yang bersih, pakaian pelayan yang sesuai Strategi untuk pengembangan produk di daerahMasjid Raya Annur masuk ke dalam kesadaran untuk menjaga dan mempertahankan. Meskipundaerah Masjid Raya Annur siap menjadi tujuan Pariwisata halal di Pekanbaru tetapi masih membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah untuk sertifikasi halal karena masih ada restoran dan tempat makan di daerah itu yang tidak memiliki sertifikasi halal atau logo dan membuatpaket Pariwisata halal untuk menambah jumlah wisatawan muslim ke daerah Masjid Raya Annur. Peran masyarakat juga penting untuk menjaga dan mempertahankan pengembangan Pariwisata halal di daerah Masjid Raya Annur.
Inklusi Keuangan Dewan Ekonomi Masjid Indonesia dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat Nurkhozin S Hadi
Jurnal An-Nahl Vol. 9 No. 2 (2022): An-Nahl
Publisher : STAI H.M Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v9i2.58

Abstract

Umat Islam harus kembali membaca histori bahwa masjid merupaka pusat segala aktivitas di masa Rasulullah SAW. termasuk pdalam hal pengembangan ekonomi umat. Untuk itulah dikemukakannya gagasan pembentukan Dewan Ekonomi Masjid (DEMI). Inklusi keuangan merupakan suatu program yang diberikan oleh pemerintah atau organisasi masyarakat agar layanan keuangan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Penerapan nklusi keungan dapat dilakukan oleh DEMI. Pembetukan dan pengembangan DEMI pada setiap masjid sangatlah patut digesa agar masyarakat semakin terbantu dari sisi pengembangan usaha ekonomi mereka, dan ikut serta terlibat aktif dalam mensemarakkan syiar Islam di tengah masyarakat melalui masjid. Pelaksanaan inklusi keuangan melalui DEMI haruslah transparan sehingga menimbulkan kepercayaan bagi investor dan masyarakat umum. Selanjutnya masyarakat juga harus diedukasi agar dapat memahami urgensi DEMI dan dapat memanfaatkannya untuk keberdayaan yang dapat dilakukannya guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program DEMI hendaknya terus dievaluasi agar dapat diketahui kelebihan dan kelemahan keterlaksanaan program. Kondisi masyarakat dan perkembangan ekonomi secara umum juga harus dipantau agar DEMI dapat lebih efektif dalam mengembangkan usahanya dalam memberdayakan ekonomi umat.
Perkembangan Empat Mazhab dalam Hukum Islam Mawardi Mawardi
Jurnal An-Nahl Vol. 9 No. 2 (2022): An-Nahl
Publisher : STAI H.M Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v9i2.59

Abstract

Secara umum, proses lahirnya mazhab yang paling utama adalah factor usaha para murid imam mazhab yang menyebarkan dan menanamkan pendapat para imam kepada masyarakat dan juga disebabkan adanya pembukuan pendapat para imam mazhab sehingga memudahkan tersebarnya pendapat tersebut dikalangan masyarakat. Karena pada dasrnya para imam mazhab tidak mengakui, atau mengklaim sebagi “mazhab”. Secara umum mazhab berkaitan erat dengan nama imam atau tempat.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Jual Beli Sistem Borongan (Studi pada Jual Beli Sayuran di Pasar Pagi Arenka Kota Pekanbaru) Veni Reza
Jurnal An-Nahl Vol. 9 No. 2 (2022): An-Nahl
Publisher : STAI H.M Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v9i2.60

Abstract

Praktik jual beli sayur di Pasar Pagi Arenka Pekanbaru dilakukan dengan cara borongan dengan sayur berada di dalam peti atau karung. Pembeli hanya melihat bagian paling atas dari sayur. Sedangkan bagian dalamnya pembeli tidak mengetahui secara pasti apakah sayur yang di bagian dalam kualitasnya sama seperti sayur yang diperlihatkan di bagian atas. Hal inilah yang mendasari perlunya ada kajian khusus tentang hal tersbut melalui penelitian lapangan. Hasil analisis menetapkan bahwa sistem jual beli buah borongan di Pasar Pagi Arenka Pekanbaru dipandang tidak sah karena tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Jual beli sayur dengan sistem borongan yang terjadi di Pasar Pagi Arenka mengandung unsur gharar, ketidakpastian pada kualitas dan kuantitas objek barang yang diperjualbelikan, sehingga dari sebab unsur-unsur tersebut mengakibatkan adanya ketidakrelaan dalam bertransaksi. Dengan demikian disimpulkan jual beli sayur sistem borongan di Pasar Pagi Arenka tidak sesuai dengan hukum Islam.
Multi Level Marketing dalam Perspektif Islam Jaidil Kamal
Jurnal An-Nahl Vol. 10 No. 1 (2023): An-Nahl
Publisher : Institut Agama Islam Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v10i1.70

Abstract

Tulisan ini menguraikan tentang permasalahan dalam bisnis MLM dan bagaimana tinjauan syariahnya, seperti: bagaimana pengertian Multi Level Marketing itu sendiri, bagaimana MLM dalam perspektif Islam seperti: bagaimana kehalalan produknya, bagaimana keabsahan akadnya, sesuaikah imbalan dengan kerjanya, bagaimana etika bisnis MLM, bagaimana Kaidah Hukumnya dan bagaimana pula memodifikasinya agar sesuai dengan syariat Islam. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang identik dengan metode riset yang sifatnya deskriptif, menggunakan analisis, mengacu pada data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan pendukung, serta menghasilkan suatu teori. Penelitian kualitatif ini merujuk pada data yang bersifat normatif yang sangat erat hubungannya dengan data-data kepustakaan, maka jenis penelitian ini adalah penelitian mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari kepustakaan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti kemudian menelaah dan memanfaatkan sumber tersebut untuk memperoleh data penelitian dengan tujuan untuk membentuk analisa terhadap objek yang diteliti. Praktek MLM yang hanya mempermainkan uang, yaitu perusahaan mengambil uang anggota, dan up line diberi komisi atau bonus diambil dari uang pendapatan anggota (down line) hukumnya haram. MLM yang memperjualbelikan barang/produk yang haram hukumnya haram. MLM yang menggunakan sistem yang mengandung unsur haram hukumnya haram. Dengan demikian Multi Level Marketing tidak bertentangan dengan hukum perikatan Islam sepanjang memenuhi rukun dan syarat-syarat perikatan menurut Hukum Islam serta tidak mengandung unsur riba, gharar dan jahalah. Khusus mengenai MLM syariah diperlukan kajian lebih mendalam dan sertifikasi halal dari lembaga DSN-MUI.
Isu- Isu tentang Perceraian di Depan Pengadilan Hasan Basri; Alaiddin Koto; Jumni Nelli
Jurnal An-Nahl Vol. 10 No. 1 (2023): An-Nahl
Publisher : Institut Agama Islam Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v10i1.71

Abstract

Terjadinya perceraian yang semakin meningkat dari tahun ke tahun tidak lepas dari pemahaman masyarakat tentang perceraian, dimana hal itu dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja oleh suami. Ini adalah sebuah masalah yang harus diselesaikan, sekalipun tidak sesuai dengan pendapat Imam Syafi’i, yaitu perceraian harus diajukan sebelum sidang pengadilan. Masalah ini harus diselesaikan melalui maqasid syariah. Ibnu Asyur memberikan solusi; Alquran adalah sumber terbesar dan paling pasti dan mengandung lebih dari satu artinya, penentuan dan penyelesaian masalah harus dilakukan secara tekstual dan kontekstual belajar secara mendalam. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap maqasid syariah dalam penentuan keharusan talak diterapkan di depan sidang pengadilan, khususnya pandangan Ibnu Asyur. Metodenya deskriptif kualitatif dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasilnya membuktikan angka perceraian dari tahun 2015-2018 menunjukkan peningkatan. Jadi menurut Ibnu Asyur, teks syariah tidak hanya itu dipelajari secara tekstual, tetapi bersifat kontekstual dengan mempertimbangkan akibat talak dan tata caranya harus dipatuhi, dan berdasarkan kodrat manusia dalam perkawinan, egaliter antara suami istri, dan kebebasan sikap dan pendapat.
Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Bingkai Hukum Keluarga Misra Netti
Jurnal An-Nahl Vol. 10 No. 1 (2023): An-Nahl
Publisher : Institut Agama Islam Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v10i1.72

Abstract

Perkawinan adalah suatu ikatan yang menimbulkan suatu hak dan kewajiban bagi suami dan istri. Salah satu cara membangun dan menjaga keharmonisan rumah tangga adalah pelaksanaan hak dan kewajiban antara suami dan istri. Keharrmonisan rumah tangga mustahil bisa tercapai tanpa adanya kesadaran dan kepedulian dalam melaksanakan kewajiban untuk mewujudkan hak pasangannya. Bila terjadi ketimpangan dimana hak lebih ditekankan atau lebih luas dari kewajiban atau sebaliknya niscaya akan tercipta ketidak adilan. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan library research yang membutuhkan data-data kualitatif dengan metode conten analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa : kewajiban suami sekaligus hak bagi istri itu berupa kewajiban materi yaitu Mahar dan nafkah dan kewajiban berupa non materi yaitu seorang suami wajib untuk memperlakukan dan mempergauli istri dengan cara yang ma’ruf (baik). Kewajiban suami akan gugur apabila istri melakukan nusyuz dan sebaliknya suami yang nusyuz, istri berhak mengajukan ke pengadilan agama apabila suami melalaikan kewajibannya selama dua tahun berturut-turut. Sedangkan kewajiban suami pasca perceraian suami berkewajiban juga memberikan nafkah kepada istri selama masa iddah.
Urgensi Hukum Islam pada Masa Kenabian Firman Surya Putra
Jurnal An-Nahl Vol. 10 No. 1 (2023): An-Nahl
Publisher : Institut Agama Islam Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v10i1.73

Abstract

Tulisan ini membahas tentang urgensi hukum Islam yang diawali dengan pemaparan keadaan arab sebelum kenabian, kemudian menitikfokuskan masa kenabian Rasulullah SAW. Walaupun keberadaan Nabi saat itu mungkin dianggap sudah cukup, tapi bisa dipastikan sudah muncul banyak permasalahan di tengah masyarakat arab dan ini membutuhkan aturan agar kehidupan saat itu berjalan sesuai kehendak Syari’ Allah SWT. Aturan tersebut tentunya langsung beasal dari Allah SWT, kemudian disampaikan Nabi Muhammad SAW melalui al-Qur’an dan Hadits. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui fenomena bangsa arab dimulai masa jahiliyah sampai masa kenabian, serta urgensi hukum Islam pada masa kenabian. Dalam pembahasan ini dipergunakan jenis penelitian kepustakaan, dengan menggunakan metode deskriptif terhadap fenomena yang digambarkan para ulama tentang kondisi masyarakat arab sebelum kenabian dan setelah kenabian. Adapun keadaan yang bisa ditemukan, bahwa masyarakat arab tetap mempunyai aturan dalam kehidupan mereka, kendatipun demikian ada adat atau kebiasaan yang berlaku yang musti diluruskan dengan aturan Allah SWT, disamping itu ada yang dipertahankan karena tidak menyalahi aturan Allah SWT. Kesimpulan dari pembahasan ini menyatakan bahwa fenomena masyarakat arab khususnya pada pra kenabian sangat banyak yang lari dari aturan Allah SWT, hukum Islam adalah satu-satunya solusi yang bisa meluruskan apa yang sudah berlaku saat itu. Sehingga segala sesuatu bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan Syari’ Allah SWT dan bukan sesuai dengan kehendak hawa nafsu individu atau golongan tertentu saja.
Pengaruh Faktor Demografi terhadap Persepsi dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Wakaf di Kabupaten Kepulauan Anambas Zulkifli Aka
Jurnal An-Nahl Vol. 10 No. 1 (2023): An-Nahl
Publisher : Institut Agama Islam Lukman Edy pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54576/annahl.v10i1.74

Abstract

Artikel ini mengkaji pengaruh faktor demografi terhadap persepsi dan partisipasi masyarakat dalam program wakaf di Kabupaten Kepulauan Anambas. Wakaf sebagai salah satu bentuk wakaf memiliki peran penting dalam pembangunan dan keberlanjutan kesejahteraan masyarakat. Memahami bagaimana faktor demografi mempengaruhi persepsi dan partisipasi masyarakat dalam program wakaf sangat penting untuk merancang strategi yang efektif guna meningkatkan keterlibatan masyarakat. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Survei cross-sectional dilakukan untuk mengumpulkan data dari sampel responden yang dipilih secara acak di Kabupaten Kepulauan Anambas. Kuesioner dirancang untuk mengukur variabel yang terkait dengan persepsi, partisipasi, dan faktor demografis, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, dan latar belakang etnis. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, uji chi-square, dan analisis regresi. Temuan penelitian terungkap hubungan yang signifikan antara faktor demografi dengan persepsi dan partisipasi masyarakat dalam program wakaf. Usia ditemukan berkorelasi positif dengan persepsi dan partisipasi, menunjukkan bahwa individu yang lebih tua cenderung memiliki persepsi yang lebih baik tentang wakaf dan lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam kegiatan wakaf. Selain itu, tingkat pendidikan dan pendapatan berhubungan positif dengan persepsi dan partisipasi, yang menunjukkan bahwa individu dengan tingkat pendidikan dan pendapatan yang lebih tinggi cenderung mempersepsikan wakaf secara positif dan aktif terlibat dalam program wakaf. Gender dan latar belakang etnis juga menunjukkan beberapa variasi dalam persepsi dan partisipasi, menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor ini dalam rancangan program. Temuan ini memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan masyarakat dalam program wakaf di Kabupaten Kepulauan Anambas. Implikasi dari penelitian ini dapat menginformasikan pembuat kebijakan, lembaga wakaf, dan praktisi pengembangan masyarakat dalam mengembangkan inisiatif terarah yang mendorong kesadaran, pemahaman, dan keterlibatan yang lebih besar dalam program wakaf. Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi studi longitudinal dan menggabungkan metode kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang motivasi dan hambatan yang mendasari keterlibatan masyarakat dalam program wakaf.