cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 134 Documents
ANALISIS KUALITAS POHON PADA KAWASAN JALUR HIJAU DI KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Gregorius Jedaru; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i1.3979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kualitas pohon yang ada pada kawasan jalur hijau di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini di lakukan di jalur hijau yang ada di kota Mataram Nusa Tenggara Barat  penelitian ini di lakukan dengan metode sensus dan skoring  yang terdiri atas kesehatan pohon di hutan kota. Terdapat dua kriteria utama yang dinilai yaitu: kesehatan pohon dan teknis. Setiap faktor dari kedua kriteria tersebut dinilai dengan nilai 1-4 dengan tingkat penilaianya meliputi: sangat berat (nilai 4), berat (nilai 3), sedang (nilai 2), ringan (nilai 1). Untuk total keseluruhan kualitas pohon dari semua jenis pohon yang diempat kawasan jalur hijau tersebut dapat dilihat pada tabel dan diagram lingkaran 4.7.Kriteria kesehatan pohon dan kesehatan batang di empat kawasan jalur hijau ini persentase tertinggi terletak pada kerusakan ringan begitu juga pada kesehatan tajuk,  ini menandakan bahwa kualitas pohonnya  dapat dilihat dari kesehatan batang dan kesehatan tajuk memilliki kualitas yang baik. Kemudian  dilihat dari  kriteria penilaian teknis pohon, kondisi pohon juga aman terhadap lingkungan dan sekitarnya juga tidak membahayakan. Itu dapat dilihat dari persentase sangat ringan memiliki tingkat yang sangat tinggi dibandingkan kelas penilaian sangat berat,berat dan sedang. Dapat disimpulkan bahwa kelima kawasan jalur hijau diatas (jalan sriwijaya, jalan pejanggik, jalan ampenan, jalan amir hamsah) ditinjau dari kualitas kesehatan pohon dan tajuk memiliki kualitas yang sangat baik. Sedangkan bila dilihatdari segi teknis lingkungan antara pohon dengan daerah sekitarnya memiliki kualitas yang sangat baik pula.
STUDI PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) DI DESA SENGGIGI KECAMATAN BATU LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT M Fauzi; Hafizah Nahlunnisa
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i1.3945

Abstract

Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan berupa komposisi tanaman serta sistem agroforestri yang berada dikawasan hutan yang dikelola oleh kelompok HKm Gapoktan Mertesari di wilayah Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar. Metode yang digunakan adalah survei lahan dan wawancara terhadap kelompok Gapoktan Mertesari dengan pengambilan responden menggunakan metode random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi tanaman yang berada dikawasan hutan yang dikelola oleh kelompok HKm Gapoktan Mertesari terdiri dari jenis kayu lokal seperti Ajan/Klicung, Rajumas, Klokos, Gaharu, Majagau yang tumbuh secara alami. Selain itu, untuk memperkaya keanekaragaman jenis tanaman dengan jenis tanaman kayu-kayuan seperti Sengon, Mahoni dan MPTs seperti Nangka, Mente dan Asam dengan prosentase tumbuh mencapai 80%. Pola agroforestry pada kawasan tersebut adalah multiple croping tanpa ada jarak tanam karena tanaman kehutanannya sudah rapat.
Efectiveness of Gyrinops Versteegii Leaves Extraction Based on Maceration Method Yayan Suherna Putri; I Gde Adi Suryawan Wangiyana; Hafizah Nahlunnisa
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i2.4514

Abstract

G. versteegii leaves is a raw material of agarwood tea product that needs to be further analyzed by extraction method. The aim of this research is to examine the effectiveness of G. versteegii leaves extraction based on the maceration method. G. versteegii’s leaves were taken from Duman Village West Lombok. Nusa Tenggara Barat. This research used a Completely Randomized Design with factorial arrangement of two treatment factors investigated under 3 replications each as follows: leaves processing (P1=fresh leaves, P2= dried leaves) and extraction solvent (S1=ethanol, S2= ethyl acetate, S3=Aquadest). Crude extract weight data were analyzed using ANOVA and DMRT at 5% level of significance. The result has shown that Main factors and interaction factors were significantly affected crude extract weight. Dried leaves have a higher crude extract weight than fresh leaves. Ethanol has the highest crude extract weight among others extraction solvents. There was a positive relation of interaction factor between leaves processing and extraction solvent. It could be concluded that leaves drying and ethanol solvent are the treatments that could support the effective extraction method of G. versteegii leaves based on the maceration method.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PRODUK HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) GULA AREN: STUDI KASUS KELOMOK TANI SABAR MENANTI LOMBOK TIMUR Lalu Hidayat; Muhamad Soimin
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i2.4871

Abstract

Sugar palm (Arenga pinnata merr), one of the tropical plants with important ecological and economic functions, produce various valuable non timber forest products in form of palm sugar, sap, fiber, flour, and leaves. A group of farmers run a business of palm sugar production in which the raw materials are collected from the forest. This study aimed to determine the business income of palm sugar and to evaluate the feasibility of palm sugar business that is run by the indigenous farmer community in Pringga Jurang Utara East Lombok. This study is descriptive explorative research with cencus data collection method, accommodating 20 farmers as respondents. The results show that the income of palm sugar business in a month is approximately of Rp. 374.894 and the feasibility score of palm sugar business is 2 ≥ 1 , indicating that each expenditure of Rp. 1 of the business generate the revenue of Rp. 2.
IMPLEMENTASI PROGRAM ZERO WASTE DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MELALUI PERAN IBU DI RUMAH TANGGA Aula Muntasyarah
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i2.4714

Abstract

Zero waste program is one of the flagship programs promoted by the NTB Provincial Government which aims to reduce and manage waste from upstream to downstream areas. The target of the zero waste program are local people, business owners, tourist areas, special economic area. There is women or mothers role in implementing zero waste program.. Mothers or women play role as manager in the household. Regulate domestic affairs such as food, financial management, children's education, and how to manage waste from household. Mothers play important role in making decision on how waste will be managed at household level.The purpose of this study is to obtain information related to women's perceptions of zero waste program promoted by the West Nusa Tenggara Provincial Government, and what they do in managing household waste. To obtain the data, a survey had been done using questionnaire in Google form and distributed online. Target respondents are mothers and women members of the PKK in Province of NTB. Then the result is then processed, grouped and translated into graphic. The results of this study indicate that 90% of respondents have positive perception of  zero waste program, and 80% of respondents have knowledge of waste segregation hence it’s easy to be manage. However, the majority of respondents have not applied waste segregation due to several obstacles, such as the absence of special organic bin and segregated waste collection system. Zero waste program is not only determined by a good system and infrastructure but also the support of the local community, especially mothers and women. Keywords: Zero waste, mother, waste segregation, household, waste management
STUDI POTENSI DAN RAGAM PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE BAGI MASYARAKAT DESA GOLO SEPANG MANGGARAI BARAT Yeni Astuti; Irna Ningsi Amalia Rachman
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i2.4873

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat dan pemanfaatan hutan mangrove di desa Golo Sepang kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat. Persepsi masyarakat tentang kondisi hutan mangrove berdasarkan hasil penilaian responden baik secara kuantitatif (potensi) maupun kualitatif (baik, tetap, buruk, bertambah, berkurang, dan sebagainya). Jenis pemanfaatan hutan mangrove yang ditabulasi berupa manfaat langsung (seperti kayu bakau, buah, daun, kuli)t dan manfaat tidak langsung (sebagai feeding ground, nursery ground, habitat satwa liar, pencegah abrasi, intrusi, serta manfaat lainnya). Dari hasil penelitian, persepsi masyarakat tentang kondisi hutan mangrove adalah luas hutan mangrove bertambah (35,71%), perkembangan hutan mangrove lebih baik (40,47%), penyebab kerusakan mangrove terbanyak adalah disebabkan oleh hama (59,52%), dampak kerusakan terbanyak adalah abrasi (71,14%) dan untuk kegiatan rehabilitasi di desa Golo Sepang berhasil (59,52%). Pemanfaatan langsung terbanyak adalah pemanfaatan kayu (41,66%) sementara untuk pemanfatan tidak langsung terbanyak adalah perlindungan terhadap abrasi (23,80%). Pemanfaatan sumberdaya hutan mangrove untuk ragam pemanfaatan bertambah (83,33%), lama pemanfaatan terbanyak adalah 5-10 tahun (71,42%) dan harapan pada hutan mangrove adalah dibiarkan utuh (59%).
STUDI KOMPOSISI JENIS TANAMAN DAN SISTEM PENGELOLAAN AGROFORESTRI DI AREAL HUTAN RAKYAT DUSUN PRABA, DESA BATU MEKAR, KECAMATAM LINGSAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Maria Ulfa Hamrat; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i2.4857

Abstract

Dusun Praba merupakan hutan yang dikelola secara mandiri oleh petani dimulai dari pengadaan bibit hingga panen. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui persentase komposisi jenis tanaman dan sistem pengelolaan dari hutan rakyat tersebut. Metode pengambilan sampel adalah dengan metode intensitas sampling yang  menetukan besarnya sampel sebanyak 10% dari luas lahan hutan rakyat, dengan luas lahan sebesar 21,2 ha yang kemudian dibuat plot sebanyak 53 plot, dengan ukuran plot 20 m x 20 m dan jarak antar plot sepanjang 50 m, kemudian dengan pemberian kuesioner kepada responden berupa petani pemilik lahan sebanyak 24 orang.Berdasarkan hasil penelitian  komposisi jenis tanaman dan sistem pengelolaan agroforestri hutan rakya Dusun Praba.  Persentase (%) komposisi jenis tanaman pada hutan rakyatditemukan ada sebanyak 38 jenis tanaman didalamnya. Tanaman kehutanan 10 jenis dengan nilai (2,75%), yang mendominasi adalah jenis Mahoni (Swietenia macrophylla) (1,29%), tanaman pertanian 7 jenis dengan nilai (70,6%), yang mendominasi adalah jenis Keladi (Caladium)(45,7%), tanaman MPTS 21 jenis dengan nilai (26,6%) yang mendominasi adalah jenis Manggis (Garciniamangostana L.) (4,49%).  Pengelolaan hutan rakyat Dusun Praba menggunakan sistem pengelolaan agrofrestri dengan 2 sistem yaitu sistem agrosilvikultur dan agrosilvopastur.
POTENSI WISATA ALAM AIR TERJUN BIDADARI DESA KAWINDA TO’I KECAMATAN TAMBORA KABUPATEN BIMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT M Yunus; L L Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i2.4858

Abstract

Potensi Wisata Alam Air Terjun Bidadari Desa Kawinda To’i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi wisata alam yang ada dan mengetahui kategori potensi objek wisata    Air Terjun Bidadari di Desa Kawinda To’i, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah penilaian potensi wisata alam Air Terjun Bidadari. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, untuk menganalisis data dalam penelitian ini yaitu    menggunakan metode SWOT(Strong,weakness,opportunity and threat).Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa potensi wisata alam Air Terjun Bidadari meliputi daya tarik berpotensi tinggi karena aliran air yang bersih pada sungai, kondisi lingkungan yang masih alami dan stabil, serta keragaman jenis flora seperti: berbagai jenis pohon yang tumbuh di sekeliling air terjun, rumput-rumput hijau yang tumbuh di sekitar air terjun yang masih terjaga keasliannya akan tetapi masih ada beberapa hal yang masih kurang seperti kurangnya kesadaran pemerintah dan masyarakat untuk menjaga eksistensi pepohonan di sekitar air terjun sehingga menimbulkan adanya dampak yang tidak di inginkan terhadap lingkungan sekitar, kurangnya pemasaran objek wisata Air Terjun Bidadari sehingga masih banyak para wisatawan yang penasaran akan lokasi Air Terjun Bidadari tersebut. Jadi dapat di simpulkan bahwa Air Terjun Bidadari dapat di kategorikan sebagai potensi rendah. Objek Air Terjun Bidadari masih perlu di tingkatkan lagi pengembangannya sekaligus pemasaran agar menjadi salah satu tempat wisata alam yang bukan hanya saja eksis di daerah tersebut.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI NILAM (Pogostemon cablin) SEBAGAI PENGHASIL HASIL HUTAN BUKAN KAYU (STUDI KASUS KELOMPOK TANI PUSUK PAS WILAYAH BKPH RINJANI BARAT) Akhmad Gufran Septiyani Putra; Yulia Ratnaningsih
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i2.4860

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin) merupakan jenis hasil hutan bukan kayu yang banyak di usahakan masyarakat karena mudah untuk di budidayakan serta memiliki harga yang tinggi. Tanaman nilam merupakan penghasil minyak atsiri sebagai bahan pewangi yang memiliki banyak peminat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kegiatan usaha tani nilam, faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan nilam dan mengetahui kelayakan usaha tani nilam. Jumlah responden digunakan sebanyak 20 orang dengan menggunakan teknik sensus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usaha tani nilam dalam sekali panen rata-rata Rp. 198.375 dan kelayakan usaha tani nilam sebesar 1,58 dimana hal ini menunjukan setiap pengeluaran Rp. 1 maka mengdapatkank atau menghasilkan sebesar Rp. 1,58.
KERAGAMAN VEGETASI BERDASARKAN TIPE PENGELOLAAN LAHAN PADA HUTAN PRODUKSI DI DESA BANYU URIP KABUPATEN LOMBOK TENGAH Ulandari Handayani; Muhamad Husni Idris; Irwan Mahakam Lesmono Aji
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.5472

Abstract

Keanekaragaman vegetasi pada suatu kawasan hutan relatif berbeda-beda tergantung status kawasan hutan dan juga aktivitas manusia dalam rangka memenuhi kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman vegetasi berdasarkan tipe pengelolaan di hutan produksi di Desa Banyu Urip Kabupaten Lombok Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified random sampling. Jumlah titik sampel sebanyak 22 titik, yaitu 15 titik pada lahan tertutup (didominasi tanaman MPTS dan tanaman berkayu) dan 7 titik pada lahan terbuka (didominasi tanaman semusim). Pengumpulan data vegetasi meliputi tingkat pohon, tiang, pancang dan semai dilakukan dengan pembuatan plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total jenis vegetasi pada seluruh plot sebanyak 15 jenis vegetasi, dimana pada lahan tertutup ditemukan 12 jenis sedangkan pada lahan lahan terbuka ditemukan 8 jenis. Pada lahan tertutup, INP tertinggi untuk tingkat semai, tiang dan pohon terdapat pada jenis mahoni (Swietenia mahagoni). Sementara untuk tingkat pancang yaitu jati (Tectona  grandis). Pada lahan terbuka, INP tertinggi untuk tingkat tiang dan pohon terdapat pada  jenis mahoni (Swietenia mahagoni), sementara untuk tingkat semai dan pancang tidak ditemukan vegetasi. Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener pada lahan tertutup untuk tingkat pancang, tiang, dan pohon masuk dalam kategori keanekaragaman sedang, sementara untuk tingkat semai indeks keanekaragaman masuk dalam kategori rendah. Pada lahan terbuka indeks keanekaragaman untuk tingkat tiang dan pohon masuk dalam kategori sedang.

Page 7 of 14 | Total Record : 134