cover
Contact Name
Ika Berdiati
Contact Email
ikaberdiati@gmail.com
Phone
+6283140586662
Journal Mail Official
pmpzi.bdkjakarta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rw. Kuning No.5 Kel, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
ISSN : 25489232     EISSN : 27753573     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
The journal is aimed to disseminate the results of research/study on approaches, models, strategies, methods, media, learning innovations and development of teaching materials that improving the quality of training for educational and religious affair
Articles 96 Documents
EVALUASI WORKSHOP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERMUATAN LITERASI KEAGAMAAN LINTAS BUDAYA (LKLB) MENGGUNAKAN MODEL KIRKPATRICK PADA GURU-GURU DI KOTA MALANG Hidayati, Ririn Eva; Nine Adien , Maulana
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/0bfr1j67

Abstract

Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of a workshop in enhancing teachers’ ability to develop learning plans that incorporate Cross-Cultural Religious Literacy (CCRL) in Malang City, utilizing the robust Kirkpatrick evaluation model. The research method employed is evaluative, utilizing a mixed-methods approach that encompasses four levels of Kirkpatrick evaluation: reaction, learning, behaviour, and results. The data sources for this study consisted of 30 teachers from various schools and madrasahs in Malang City, who were selected through purposive sampling techniques based on a minimum of three years of teaching experience and involvement in diversity-based learning practices. Data were collected through pre-tests and post-tests, observations, interviews, daily reflections, and surveys from both students and principals. The results showed that at the reaction level, more than 90% of participants were satisfied with the implementation of the workshop. At the learning level, there was a significant increase in understanding the concept of CCRL, as evidenced by a post-test score that was significantly higher than the pre-test score (p < 0.05). At the behavioural level, teachers began to implement inclusive learning based on CCRL in the classroom. At the outcome level, students reported a more inclusive classroom atmosphere, one that respects differences and is participatory. This positive impact on students should encourage educators, researchers, and policymakers about the potential of the workshop. Supporting factors for the workshop’s success included high participant motivation and a training design based on reflective practice. At the same time, the main obstacles were time constraints and variations in participants’ initial abilities. These findings indicate that the cross-cultural religious literacy workshop, evaluated using the Kirkpatrick model, was effective in enhancing teachers’ overall professional competence while also having a positive impact on learning practices and fostering a more tolerant and inclusive classroom climate. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas workshop peningkatan kemampuan penyusunan perencanaan pembelajaran bermuatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bagi guru-guru di Kota Malang menggunakan model evaluasi Kirkpatrick. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluatif dengan pendekatan mixed methods, mencakup empat level evaluasi Kirkpatrick: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Sumber data penelitian ini adalah 30 guru dari beberapa sekolah dan madrasah di Kota Malang yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria pengalaman mengajar minimal tiga tahun dan keterlibatan dalam praktik pembelajaran berbasis keberagaman. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi, wawancara, refleksi harian, serta survei siswa dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level reaksi, lebih dari 90% peserta merasa puas terhadap pelaksanaan workshop. Pada level pembelajaran, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep LKLB, dengan skor post-test yang jauh lebih tinggi dibandingkan pre-test (p < 0,05). Pada level perilaku, guru mulai mengimplementasikan pembelajaran inklusif berbasis LKLB di kelas. Sementara pada level hasil, siswa melaporkan suasana kelas yang lebih inklusif, menghargai perbedaan, dan partisipatif. Faktor pendukung keberhasilan workshop meliputi motivasi tinggi peserta dan desain pelatihan berbasis praktik reflektif, sedangkan kendala utamanya adalah keterbatasan waktu dan variasi kemampuan awal peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop berbasis literasi keagamaan lintas budaya yang dievaluasi dengan model Kirkpatrick efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru secara menyeluruh, serta berdampak positif pada praktik pembelajaran dan iklim kelas yang lebih toleran dan inklusif.
PERAN ORGANISASI MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS REMAJA: STUDI KASUS PROGRAM PENDIDIKAN ISLAM KOMUNITAS GUDANG PAHALA REBORN DI KABUPATEN BEKASI Batubara, Noor Azida; Trianjasmara, Trianjasmara
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/x6s0tr13

Abstract

Abstract This study examines the role of the Gudang Pahala Reborn Community Organization in developing religious character in adolescents through a community-based approach in the Bekasi Regency. Using a qualitative case study method, data were collected through in-depth interviews with 18 informants (managers, adolescent participants, and community leaders), participant observation over 3 months, and analysis of organizational documents. The research findings show that the GPR community development model that integrates Islamic values ​​in daily activities has succeeded in creating three significant changes: (1) increasing the consistency of daily worship (85% of participants), (2) changing patterns of social interaction to be more polite (78% of participants), and (3) strengthening community solidarity. Analysis using the Kirkpatrick model reveals that a personal approach and participatory activities are key to the success of behavioral transformation (level 3) and achieving sustainable impact (level 4). This study provides empirical evidence of the effectiveness of a character education model that is integrated with the local community ecosystem. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran Organisasi Masyarakat Gudang Pahala Reborn dalam membangun karakter religius remaja melalui pendekatan berbasis komunitas di Kabupaten Bekasi. Dengan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan (pengurus, peserta remaja, dan tokoh masyarakat), observasi partisipan selama 3 bulan, serta analisis dokumen organisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembinaan komunitas GPR yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kegiatan sehari-hari berhasil menciptakan tiga perubahan signifikan: (1) peningkatan konsistensi ibadah harian (85% peserta), (2) perubahan pola interaksi sosial yang lebih santun (78% peserta), dan (3) penguatan solidaritas komunitas. Analisis menggunakan model Kirkpatrick mengungkap bahwa pendekatan personal dan aktivitas partisipatif menjadi kunci keberhasilan transformasi perilaku (level 3) dan dampak berkelanjutan (level 4). Studi ini memberikan bukti empiris tentang efektivitas model pendidikan karakter yang menyatu dengan ekosistem komunitas lokal
IMPLEMENTASI 24 PROFIL LEADERSHIP CURRICULUM DI SDIT AR-RAHMAH MAKASSAR Jusria Kadir; Dewi Saputri
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/ks594x43

Abstract

Abstract This article aims to analyze teachers’ understanding and practice in implementing the 24 Profiles of Leadership Curriculum at SDIT Ar-Rahmah Makassar. This research is an evaluation study employing a sequential explanatory model as its research approach. The research was conducted at SDIT Ar-Rahmah Makassar for one year (11/23-10/2024). The results showed that: 1) Teachers’ understanding showed high (53.6%) and medium (46.4%) categories. 2) The practice of spiritual values shows a high category (100%), the practice of academic competencies shows a high category (57.1%) and moderate (42.9%), the practice of leadership characters shows a high category (57.1%) and moderate (42.9%), and the practice of leadership competencies shows a high category (85.7%) and moderate (14.3%). 3) Teachers’ understanding and practice are influenced by several factors that both support and hinder them. Supporting factors include teacher competence, effective school management, various extracurricular activities, and parental support. The inhibiting factors are infrastructure facilities, the burden of learning administration, and lack of coordination with parents/guardians. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan praktik guru dalam mengimplementasikan 24 Profil Leadership Curriculum (Kurikulum kepemimpinan ) di SDIT Ar-Rahmah Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan penelitian kombinasi model eksplanasi sekuensial. Penelitian dilakukan di SDIT Ar-Rahmah Makassar selama satu tahun (11/23-10/2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman guru menunjukkan kategori tinggi (53,6%) dan sedang (46,4%). 2) Praktik spiritual values menunjukkan kategori tinggi (100%), praktik academic competencies menunjukkan kategori tinggi (57,1%) dan sedang (42,9%), praktik leadership characters menunjukkan kategori tinggi (57,1%) dan sedang (42,9%), dan praktik leadership competencies menunjukkan kategori tinggi (85,7%) dan sedang (14,3%). 3) Pemahaman dan praktik guru didukung dan dihambat oleh beberapa faktor. Faktor pendukungnya ialah kompetensi guru, manajemen sekolah, aneka kegiatan/ekstrakurikuler, dan suportivitas orang tua/wali murid. Adapun faktor penghambatnya adalah sarana prasarana, beban administrasi pembelajaran, dan koordinasi yang kurang dengan orang tau/wali murid.
PENDALAMAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU MELALUI JALUR NONFORMAL DI PIMPINAN CABANG KESATUAN MAHASISWA HINDU DHARMA INDONESIA DENPASAR Dewa, I Dewa Gede Darma Permana; Ni Made, Nandasari; Ni Nyoman Rasti, Darmayanti
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/znr6b435

Abstract

Abstract The challenge of moral degradation among students raises a significant question about the role of spirituality in Religious Education. Moreover, Hindu Religious Education is a compulsory course that is offered for only one semester through formal channels. Based on these problems, the Branch Leadership of the Indonesian Hindu Dharma Student Union Denpasar (PC KMHDI Denpasar) aims to initiate a regeneration process that provides a deeper understanding of religious teachings through non-formal channels. Although it has been implemented, there has never been concrete research on the success of the deepening effort. Therefore, this research is presented with the primary purpose of addressing three problem formulations related to the urgency, essence, and form of implementing deepening Hindu Religious Education through non-formal channels in PC KMHDI Denpasar.  This research uses a qualitative method with a descriptive naturalistic approach. Primary data sources were obtained through observation and interview processes, as well as secondary data through literature and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman basis. The results of this study found that the deepening of Hindu Religious Education through non-formal channels in PC KMHDI Denpasar is carried out with a tiered and structured regeneration system. In conclusion, this program can provide an understanding of the essence and implications of deepening Hindu Education through non-formal channels, which can foster a sense of religion, humanism, and solidarity, among others. These results and discussions serve as a role model for an inclusive, non-formal education forum enabling a moderate young generation to fulfill their obligations to the state (Dharma Negara) and religion (Dharma Agama). Abstrak Tantangan degradasi moral di kalangan mahasiswa menghadirkan pertanyaan besar bagi eksistensi spiritualitas yang dihadirkan oleh Pendidikan Agama. Terlebih lagi, Pendidikan Agama Hindu selama ini menjadi mata kuliah wajib yang hanya diberikan selama satu semester lewat jalur formal. Berdasar atas problematika tersebut, Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar berusaha menghadirkan proses kaderisasi untuk memberikan pendalaman ajaran agama melalui jalur nonformal. Meskipun sudah terlaksana, belum pernah ada meneliti secara konkret tentang keberhasilan usaha pendalaman tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dihadirkan dengan tujuan utama menjawab tiga buah rumusan masalah yang berkaitan dengan urgensi, esensi, dan wujud implementasi pendalaman Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal di PC KMHDI Denpasar. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik deskriptif. Sumber data primer diperoleh melalui proses observasi dan wawancara, serta data sekunder melalui studi kepustakaan dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis memakai basis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini memperoleh temuan bahwa, pendalaman Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal di PC KMHDI Denpasar dilaksanakan dengan sistem kaderisasi berjenjang dan terstruktur. Sebagai konklusi, program ini mampu memberikan esensi dan implikasi wujud pendalaman Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal yang mampu mengembangkan rasa religius, humanis, dan solidaritas antar sesama. Hasil dan pembahasan ini turut berkontribusi sebagai role model wadah pendidikan nonformal yang inklusif, serta mampu membentuk generasi muda moderat dalam menjalankan kewajiban terhadap negara (Dharma Negara) dan kewajiban terhadap agama (Dharma Agama).
LEMBAGA PESANTREN DI KALIMANTAN BARAT: STUDI ATAS PENDIRI, SEJARAH DAN KEGIATAN PENDIDIKAN DI PESANTREN AL-AZIZ, DESA PASAK, KUBU RAYA Parwanto, Wendi; Sulaiman, Sulaiman
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/0g457x09

Abstract

Abstract Some researchers have researched Islamic boarding schools in West Kalimantan. However, their research tended to be descriptive-exploratory, and they did not attempt to read these themes from a social theory perspective. Therefore, this research will use social theory, namely Michel Foucault’s genealogical theory of knowledge and Peter L. Berger’s sociological theory of knowledge. This study aims to describe the founder, history, and educational activities of the Al-Aziz Islamic boarding school in Pasak village, Kubu Raya. The type of this study is field research, employing a descriptive and analytical method. The results of this article are as follows: first, the scientific genealogy of K.H. Marzuki was shaped by his family environment, his teachers, life experiences, and reading sources. Second, K.H. Marzuki’s work in Al-Aziz Islamic Boarding School is summarised in the sociology of knowledge theory, which includes three variables, namely 1) Externalisation, this phase is the process of outpouring the knowledge that K.H. Marzuki has obtained in social and educational realities, 2) Objectification, is the knowledge that he has poured out in social reality entering the stage of institutionalization and legitimacy, and 3) Internalisation, is the process of socialization, both primary socialization (in the family environment) and secondary (in the broader environment, including in social and educational realities and taking place continuously for a long time). Abstrak Beberapa peneliti telah melakukan riset atau kajian tentang pesantren di Kalimantan Barat. Namun penelitian yang mereka lakukan cenderung bersifat deskriptif-eksploratif, dan belum berusaha membaca tema-tema tersebut dengan perspektif teori sosial. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis akan menggunakan teori sosial, yaitu teori genealogi pengetahuan Michel Foulcault dan teori sosiologi pengetahuan Peter L. Berger.  Jenis penelitian ini adalah studi lapangan dengan metode deskriptif analisis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan studi atas pendiri, sejarah dan kegiatan pendidikan di pesantren al-aziz, desa pasak, kubu raya Hasil dari artikel ini adalah: pertama, genealogi keilmuan K.H. Marzuki dibentuk mulai dari lingkungan keluarga, guru-gurunya, pengalaman hidupnya, hingga sumber-sumber bacaannya. Kedua, kiprah K.H. Marzuki dalam pesantren Al-Aziz terangkum dalam teori sosiologi pengetahuan, yangmencakup tiga variabel, yaitu 1) Eksternalisasi, fase ini adalah proses pencurahan keilmuan yang telah didapatkan oleh K.H. Marzuki dalam realitas sosial dan pendidikan, 2) Objektivikasi, adalah keilmuan yang telah beliau curahkan dalam realitas sosial memasuki tahap institusionalisasi dan legitimasi, dan 3) Internalisasi, adalah proses sosialisasi, baik sosialisasi primer (dalam lingkungan keluarga) maupun sekunder (dalam lingkungan yang lebih luas, termasuk dalam realitas sosial dan pendidikan serta berlangsung secara terus-menerus dalam waktu yang lama).
CORE VALUE BERAKHLAK APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI NILAI-NILAI BUDAYA KERJA DALAM PELAYANAN PUBLIK Ali Ghozi, Ashif; Jafar Shodiq
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/kvht8708

Abstract

Abstract BerAKHLAK is an acronym for Service-Oriented, Accountable, Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive, and Collaborative. These core values are the standards that the State Civil Apparatus (ASN) must uphold in implementing government policies and programs. As the spearhead of public services, ASN plays a key role in various sectors, including education and health services, particularly at the village and sub-district levels. For government programs to run effectively, a work culture that aligns with the vision and mission must be implemented. BerAKHLAK is not just a slogan but a principle that must be realized in every aspect of ASN work. This study aims to examine how to implement the core value of BerAKHLAK as a work culture in dealing with the community. Using qualitative methods, this study draws on literature reviews from various scientific sources, including books, journals, and official government documents, as comparative materials. Theoretically, this study aims to enhance ASN Human Resources (HR) capabilities to perform their duties more professionally. The study’s results show that the strategy for implementing ASN Core Values is based on surveys as an evaluation tool, which can be conducted digitally in this era. Additionally, technical training to support soft skills is a practical strategy that cannot be overlooked. Supervision and evaluation, as well as collaboration with relevant agencies, are essential. At least through these steps, it becomes a practical offer to implement the Core Value of Morality for ASN—an offer of ASN employer branding discourse to foster a spirit of service and professionalism. Abstrak BerAKHLAK adalah akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai inti ini menjadi standar yang harus dipegang teguh oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan kebijakan serta program pemerintah. Sebagai ujung tombak pelayanan publik, ASN berperan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga layanan kesehatan, terutama di tingkat desa dan kelurahan. Agar program pemerintah berjalan efektif, budaya kerja yang selaras dengan visi dan misi harus diterapkan. BerAKHLAK bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang harus diwujudkan dalam setiap aspek kerja ASN. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan core value BerAKHLAK sebagai budaya kerja dalam menghadapi masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif,  penelitian ini mengandalkan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah, termasuk buku, jurnal, serta dokumen resmi pemerintah sebagai bahan perbandingan. Secara teoritis, kajian ini berfokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) ASN agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat dilakukan untuk menerapkan Core Value ASN didasarkan pada survei sebagai alat evaluasi yang untuk era ini dilakukan secara digital. Selain itu, pelatihan teknis untuk menunjang soft skill menjadi strategi praktis yang tidak dapat dikesampingkan. Pengawasan dan evaluasi serta kolaborasi dengan instansi terkait menjadi sebuah keharusan. Setidaknya melalui beberapa langkah ini, menjadi satu tawaran praktis untuk mengimplementasikan Core Value BerAKHLAK bagi ASN. Sebuah tawaran diskursus employer branding ASN untuk menumbuhkan semangat melayani dan profesionalisme.

Page 10 of 10 | Total Record : 96