cover
Contact Name
Ika Berdiati
Contact Email
ikaberdiati@gmail.com
Phone
+6283140586662
Journal Mail Official
pmpzi.bdkjakarta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rw. Kuning No.5 Kel, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
ISSN : 25489232     EISSN : 27753573     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
The journal is aimed to disseminate the results of research/study on approaches, models, strategies, methods, media, learning innovations and development of teaching materials that improving the quality of training for educational and religious affair
Articles 106 Documents
EVALUASI WORKSHOP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERMUATAN LITERASI KEAGAMAAN LINTAS BUDAYA (LKLB) MENGGUNAKAN MODEL KIRKPATRICK PADA GURU-GURU DI KOTA MALANG Hidayati, Ririn Eva; Nine Adien , Maulana
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/0bfr1j67

Abstract

Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of a workshop in enhancing teachers’ ability to develop learning plans that incorporate Cross-Cultural Religious Literacy (CCRL) in Malang City, utilizing the robust Kirkpatrick evaluation model. The research method employed is evaluative, utilizing a mixed-methods approach that encompasses four levels of Kirkpatrick evaluation: reaction, learning, behaviour, and results. The data sources for this study consisted of 30 teachers from various schools and madrasahs in Malang City, who were selected through purposive sampling techniques based on a minimum of three years of teaching experience and involvement in diversity-based learning practices. Data were collected through pre-tests and post-tests, observations, interviews, daily reflections, and surveys from both students and principals. The results showed that at the reaction level, more than 90% of participants were satisfied with the implementation of the workshop. At the learning level, there was a significant increase in understanding the concept of CCRL, as evidenced by a post-test score that was significantly higher than the pre-test score (p < 0.05). At the behavioural level, teachers began to implement inclusive learning based on CCRL in the classroom. At the outcome level, students reported a more inclusive classroom atmosphere, one that respects differences and is participatory. This positive impact on students should encourage educators, researchers, and policymakers about the potential of the workshop. Supporting factors for the workshop’s success included high participant motivation and a training design based on reflective practice. At the same time, the main obstacles were time constraints and variations in participants’ initial abilities. These findings indicate that the cross-cultural religious literacy workshop, evaluated using the Kirkpatrick model, was effective in enhancing teachers’ overall professional competence while also having a positive impact on learning practices and fostering a more tolerant and inclusive classroom climate. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas workshop peningkatan kemampuan penyusunan perencanaan pembelajaran bermuatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bagi guru-guru di Kota Malang menggunakan model evaluasi Kirkpatrick. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluatif dengan pendekatan mixed methods, mencakup empat level evaluasi Kirkpatrick: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Sumber data penelitian ini adalah 30 guru dari beberapa sekolah dan madrasah di Kota Malang yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria pengalaman mengajar minimal tiga tahun dan keterlibatan dalam praktik pembelajaran berbasis keberagaman. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi, wawancara, refleksi harian, serta survei siswa dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level reaksi, lebih dari 90% peserta merasa puas terhadap pelaksanaan workshop. Pada level pembelajaran, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep LKLB, dengan skor post-test yang jauh lebih tinggi dibandingkan pre-test (p < 0,05). Pada level perilaku, guru mulai mengimplementasikan pembelajaran inklusif berbasis LKLB di kelas. Sementara pada level hasil, siswa melaporkan suasana kelas yang lebih inklusif, menghargai perbedaan, dan partisipatif. Faktor pendukung keberhasilan workshop meliputi motivasi tinggi peserta dan desain pelatihan berbasis praktik reflektif, sedangkan kendala utamanya adalah keterbatasan waktu dan variasi kemampuan awal peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop berbasis literasi keagamaan lintas budaya yang dievaluasi dengan model Kirkpatrick efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru secara menyeluruh, serta berdampak positif pada praktik pembelajaran dan iklim kelas yang lebih toleran dan inklusif.
PERAN ORGANISASI MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS REMAJA: STUDI KASUS PROGRAM PENDIDIKAN ISLAM KOMUNITAS GUDANG PAHALA REBORN DI KABUPATEN BEKASI Batubara, Noor Azida; Trianjasmara, Trianjasmara
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/x6s0tr13

Abstract

Abstract This study examines the role of the Gudang Pahala Reborn Community Organization in developing religious character in adolescents through a community-based approach in the Bekasi Regency. Using a qualitative case study method, data were collected through in-depth interviews with 18 informants (managers, adolescent participants, and community leaders), participant observation over 3 months, and analysis of organizational documents. The research findings show that the GPR community development model that integrates Islamic values ​​in daily activities has succeeded in creating three significant changes: (1) increasing the consistency of daily worship (85% of participants), (2) changing patterns of social interaction to be more polite (78% of participants), and (3) strengthening community solidarity. Analysis using the Kirkpatrick model reveals that a personal approach and participatory activities are key to the success of behavioral transformation (level 3) and achieving sustainable impact (level 4). This study provides empirical evidence of the effectiveness of a character education model that is integrated with the local community ecosystem. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran Organisasi Masyarakat Gudang Pahala Reborn dalam membangun karakter religius remaja melalui pendekatan berbasis komunitas di Kabupaten Bekasi. Dengan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan (pengurus, peserta remaja, dan tokoh masyarakat), observasi partisipan selama 3 bulan, serta analisis dokumen organisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembinaan komunitas GPR yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kegiatan sehari-hari berhasil menciptakan tiga perubahan signifikan: (1) peningkatan konsistensi ibadah harian (85% peserta), (2) perubahan pola interaksi sosial yang lebih santun (78% peserta), dan (3) penguatan solidaritas komunitas. Analisis menggunakan model Kirkpatrick mengungkap bahwa pendekatan personal dan aktivitas partisipatif menjadi kunci keberhasilan transformasi perilaku (level 3) dan dampak berkelanjutan (level 4). Studi ini memberikan bukti empiris tentang efektivitas model pendidikan karakter yang menyatu dengan ekosistem komunitas lokal
IMPLEMENTASI 24 PROFIL LEADERSHIP CURRICULUM DI SDIT AR-RAHMAH MAKASSAR Jusria Kadir; Dewi Saputri
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/ks594x43

Abstract

Abstract This article aims to analyze teachers’ understanding and practice in implementing the 24 Profiles of Leadership Curriculum at SDIT Ar-Rahmah Makassar. This research is an evaluation study employing a sequential explanatory model as its research approach. The research was conducted at SDIT Ar-Rahmah Makassar for one year (11/23-10/2024). The results showed that: 1) Teachers’ understanding showed high (53.6%) and medium (46.4%) categories. 2) The practice of spiritual values shows a high category (100%), the practice of academic competencies shows a high category (57.1%) and moderate (42.9%), the practice of leadership characters shows a high category (57.1%) and moderate (42.9%), and the practice of leadership competencies shows a high category (85.7%) and moderate (14.3%). 3) Teachers’ understanding and practice are influenced by several factors that both support and hinder them. Supporting factors include teacher competence, effective school management, various extracurricular activities, and parental support. The inhibiting factors are infrastructure facilities, the burden of learning administration, and lack of coordination with parents/guardians. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan praktik guru dalam mengimplementasikan 24 Profil Leadership Curriculum (Kurikulum kepemimpinan ) di SDIT Ar-Rahmah Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan penelitian kombinasi model eksplanasi sekuensial. Penelitian dilakukan di SDIT Ar-Rahmah Makassar selama satu tahun (11/23-10/2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman guru menunjukkan kategori tinggi (53,6%) dan sedang (46,4%). 2) Praktik spiritual values menunjukkan kategori tinggi (100%), praktik academic competencies menunjukkan kategori tinggi (57,1%) dan sedang (42,9%), praktik leadership characters menunjukkan kategori tinggi (57,1%) dan sedang (42,9%), dan praktik leadership competencies menunjukkan kategori tinggi (85,7%) dan sedang (14,3%). 3) Pemahaman dan praktik guru didukung dan dihambat oleh beberapa faktor. Faktor pendukungnya ialah kompetensi guru, manajemen sekolah, aneka kegiatan/ekstrakurikuler, dan suportivitas orang tua/wali murid. Adapun faktor penghambatnya adalah sarana prasarana, beban administrasi pembelajaran, dan koordinasi yang kurang dengan orang tau/wali murid.
PENDALAMAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU MELALUI JALUR NONFORMAL DI PIMPINAN CABANG KESATUAN MAHASISWA HINDU DHARMA INDONESIA DENPASAR Dewa, I Dewa Gede Darma Permana; Ni Made, Nandasari; Ni Nyoman Rasti, Darmayanti
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/znr6b435

Abstract

Abstract The challenge of moral degradation among students raises a significant question about the role of spirituality in Religious Education. Moreover, Hindu Religious Education is a compulsory course that is offered for only one semester through formal channels. Based on these problems, the Branch Leadership of the Indonesian Hindu Dharma Student Union Denpasar (PC KMHDI Denpasar) aims to initiate a regeneration process that provides a deeper understanding of religious teachings through non-formal channels. Although it has been implemented, there has never been concrete research on the success of the deepening effort. Therefore, this research is presented with the primary purpose of addressing three problem formulations related to the urgency, essence, and form of implementing deepening Hindu Religious Education through non-formal channels in PC KMHDI Denpasar.  This research uses a qualitative method with a descriptive naturalistic approach. Primary data sources were obtained through observation and interview processes, as well as secondary data through literature and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman basis. The results of this study found that the deepening of Hindu Religious Education through non-formal channels in PC KMHDI Denpasar is carried out with a tiered and structured regeneration system. In conclusion, this program can provide an understanding of the essence and implications of deepening Hindu Education through non-formal channels, which can foster a sense of religion, humanism, and solidarity, among others. These results and discussions serve as a role model for an inclusive, non-formal education forum enabling a moderate young generation to fulfill their obligations to the state (Dharma Negara) and religion (Dharma Agama). Abstrak Tantangan degradasi moral di kalangan mahasiswa menghadirkan pertanyaan besar bagi eksistensi spiritualitas yang dihadirkan oleh Pendidikan Agama. Terlebih lagi, Pendidikan Agama Hindu selama ini menjadi mata kuliah wajib yang hanya diberikan selama satu semester lewat jalur formal. Berdasar atas problematika tersebut, Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Denpasar berusaha menghadirkan proses kaderisasi untuk memberikan pendalaman ajaran agama melalui jalur nonformal. Meskipun sudah terlaksana, belum pernah ada meneliti secara konkret tentang keberhasilan usaha pendalaman tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dihadirkan dengan tujuan utama menjawab tiga buah rumusan masalah yang berkaitan dengan urgensi, esensi, dan wujud implementasi pendalaman Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal di PC KMHDI Denpasar. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik deskriptif. Sumber data primer diperoleh melalui proses observasi dan wawancara, serta data sekunder melalui studi kepustakaan dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis memakai basis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini memperoleh temuan bahwa, pendalaman Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal di PC KMHDI Denpasar dilaksanakan dengan sistem kaderisasi berjenjang dan terstruktur. Sebagai konklusi, program ini mampu memberikan esensi dan implikasi wujud pendalaman Pendidikan Agama Hindu lewat jalur nonformal yang mampu mengembangkan rasa religius, humanis, dan solidaritas antar sesama. Hasil dan pembahasan ini turut berkontribusi sebagai role model wadah pendidikan nonformal yang inklusif, serta mampu membentuk generasi muda moderat dalam menjalankan kewajiban terhadap negara (Dharma Negara) dan kewajiban terhadap agama (Dharma Agama).
LEMBAGA PESANTREN DI KALIMANTAN BARAT: STUDI ATAS PENDIRI, SEJARAH DAN KEGIATAN PENDIDIKAN DI PESANTREN AL-AZIZ, DESA PASAK, KUBU RAYA Parwanto, Wendi; Sulaiman, Sulaiman
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/0g457x09

Abstract

Abstract Some researchers have researched Islamic boarding schools in West Kalimantan. However, their research tended to be descriptive-exploratory, and they did not attempt to read these themes from a social theory perspective. Therefore, this research will use social theory, namely Michel Foucault’s genealogical theory of knowledge and Peter L. Berger’s sociological theory of knowledge. This study aims to describe the founder, history, and educational activities of the Al-Aziz Islamic boarding school in Pasak village, Kubu Raya. The type of this study is field research, employing a descriptive and analytical method. The results of this article are as follows: first, the scientific genealogy of K.H. Marzuki was shaped by his family environment, his teachers, life experiences, and reading sources. Second, K.H. Marzuki’s work in Al-Aziz Islamic Boarding School is summarised in the sociology of knowledge theory, which includes three variables, namely 1) Externalisation, this phase is the process of outpouring the knowledge that K.H. Marzuki has obtained in social and educational realities, 2) Objectification, is the knowledge that he has poured out in social reality entering the stage of institutionalization and legitimacy, and 3) Internalisation, is the process of socialization, both primary socialization (in the family environment) and secondary (in the broader environment, including in social and educational realities and taking place continuously for a long time). Abstrak Beberapa peneliti telah melakukan riset atau kajian tentang pesantren di Kalimantan Barat. Namun penelitian yang mereka lakukan cenderung bersifat deskriptif-eksploratif, dan belum berusaha membaca tema-tema tersebut dengan perspektif teori sosial. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis akan menggunakan teori sosial, yaitu teori genealogi pengetahuan Michel Foulcault dan teori sosiologi pengetahuan Peter L. Berger.  Jenis penelitian ini adalah studi lapangan dengan metode deskriptif analisis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan studi atas pendiri, sejarah dan kegiatan pendidikan di pesantren al-aziz, desa pasak, kubu raya Hasil dari artikel ini adalah: pertama, genealogi keilmuan K.H. Marzuki dibentuk mulai dari lingkungan keluarga, guru-gurunya, pengalaman hidupnya, hingga sumber-sumber bacaannya. Kedua, kiprah K.H. Marzuki dalam pesantren Al-Aziz terangkum dalam teori sosiologi pengetahuan, yangmencakup tiga variabel, yaitu 1) Eksternalisasi, fase ini adalah proses pencurahan keilmuan yang telah didapatkan oleh K.H. Marzuki dalam realitas sosial dan pendidikan, 2) Objektivikasi, adalah keilmuan yang telah beliau curahkan dalam realitas sosial memasuki tahap institusionalisasi dan legitimasi, dan 3) Internalisasi, adalah proses sosialisasi, baik sosialisasi primer (dalam lingkungan keluarga) maupun sekunder (dalam lingkungan yang lebih luas, termasuk dalam realitas sosial dan pendidikan serta berlangsung secara terus-menerus dalam waktu yang lama).
CORE VALUE BERAKHLAK APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI NILAI-NILAI BUDAYA KERJA DALAM PELAYANAN PUBLIK Ali Ghozi, Ashif; Jafar Shodiq
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 1 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/kvht8708

Abstract

Abstract BerAKHLAK is an acronym for Service-Oriented, Accountable, Competent, Harmonious, Loyal, Adaptive, and Collaborative. These core values are the standards that the State Civil Apparatus (ASN) must uphold in implementing government policies and programs. As the spearhead of public services, ASN plays a key role in various sectors, including education and health services, particularly at the village and sub-district levels. For government programs to run effectively, a work culture that aligns with the vision and mission must be implemented. BerAKHLAK is not just a slogan but a principle that must be realized in every aspect of ASN work. This study aims to examine how to implement the core value of BerAKHLAK as a work culture in dealing with the community. Using qualitative methods, this study draws on literature reviews from various scientific sources, including books, journals, and official government documents, as comparative materials. Theoretically, this study aims to enhance ASN Human Resources (HR) capabilities to perform their duties more professionally. The study’s results show that the strategy for implementing ASN Core Values is based on surveys as an evaluation tool, which can be conducted digitally in this era. Additionally, technical training to support soft skills is a practical strategy that cannot be overlooked. Supervision and evaluation, as well as collaboration with relevant agencies, are essential. At least through these steps, it becomes a practical offer to implement the Core Value of Morality for ASN—an offer of ASN employer branding discourse to foster a spirit of service and professionalism. Abstrak BerAKHLAK adalah akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai inti ini menjadi standar yang harus dipegang teguh oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan kebijakan serta program pemerintah. Sebagai ujung tombak pelayanan publik, ASN berperan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga layanan kesehatan, terutama di tingkat desa dan kelurahan. Agar program pemerintah berjalan efektif, budaya kerja yang selaras dengan visi dan misi harus diterapkan. BerAKHLAK bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang harus diwujudkan dalam setiap aspek kerja ASN. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan core value BerAKHLAK sebagai budaya kerja dalam menghadapi masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif,  penelitian ini mengandalkan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah, termasuk buku, jurnal, serta dokumen resmi pemerintah sebagai bahan perbandingan. Secara teoritis, kajian ini berfokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) ASN agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dapat dilakukan untuk menerapkan Core Value ASN didasarkan pada survei sebagai alat evaluasi yang untuk era ini dilakukan secara digital. Selain itu, pelatihan teknis untuk menunjang soft skill menjadi strategi praktis yang tidak dapat dikesampingkan. Pengawasan dan evaluasi serta kolaborasi dengan instansi terkait menjadi sebuah keharusan. Setidaknya melalui beberapa langkah ini, menjadi satu tawaran praktis untuk mengimplementasikan Core Value BerAKHLAK bagi ASN. Sebuah tawaran diskursus employer branding ASN untuk menumbuhkan semangat melayani dan profesionalisme.
DAMPAK PENDIDIKAN MULTIKULTURAL TERHADAP PEMAHAMAN KEBERAGAMAAN SISWA MADRASAH Agusta, Erna Sari
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 2 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/y87qqt29

Abstract

As a country full of diversity, Indonesian people should be able to maintain national unity. However, the lack of understanding of religion has led to several cases of intolerance both among people of the same religion and those of different religions. Survey results at MTsN 28 Jakarta show that 10% of students still have intolerant attitudes. Therefore, educational innovation is needed in madrasas. This research aims to determine the form of implementation of multicultural education in intracurricular, extracurricular, and co-curricular activities and its impact on students' understanding of religion. This research was conducted on grade 7 students at MTsN 28 Jakarta in January-February 2025. This research is qualitative. Data collection was conducted through questionnaires and interviews. The types of understanding of diversity studied are multicultural, humanistic, dialogical-persuasive, and social-active understanding. The impact of multicultural education is based on the average achievement of indicators for each type of understanding of diversity, namely 70%. The research results show that multicultural education is implemented by integrating the learning process, extracurricular activities, habituation, and literacy activities. The percentage of each type of religious understanding across concepts, attitudes, and practices exceeds 70%. Meanwhile, in the role realm, it is still less than 70%.  However, the average achievement of indicators for each type of diversity understanding exceeds 70%. Thus, multicultural education affects students' understanding of religion.   Abstrak Sebagai negara yang penuh dengan keberagaman, penduduk Indonesia seharusnya dapat menjaga persatuan bangsa. Akan tetapi, kurangnya pemahaman keberagamaan menimbulkan beberapa kasus intoleransi baik dalam sesama agama maupun berbeda agama. Hasil survei di MTsN 28 Jakarta menunjukkan 10% siswa masih memiliki sikap intoleransi. Karenanya, diperlukan inovasi pendidikan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi pendidikan multikultural pada kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler serta dampaknya terhadap pemahaman keberagamaan siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 7 MTsN 28 Jakarta pada bulan Januari-Februari 2025. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan wawancara. Jenis pemahaman keberagaman yang diteliti adalah pemahaman multikultural, humanis, dialogis-persuasif, dan aktif-sosial. Dampak pendidikan multikultural didasarkan pada capaian rata-rata indikator tiap jenis pemahaman keberagamaan yaitu sebesar 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan multikultural dilakukan dengan pengintegrasian dalam proses pembelajaran, kegiatan ekskul, kegiatan pembiasaan dan literasi. Adapun prosentase tiap jenis pemahaman keberagamaan pada ranah konsep, sikap, dan praktik mencapai lebih dari 70%. Sedangkan pada ranah peranan masih kurang dari 70%.  Akan tetapi, rata-rata capaian indikator tiap jenis pemahaman keberagaman mencapai lebih dari 70%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendidikan multikultural berdampak pada pemahaman keberagamaan siswa. 
INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TREN DAN ARAH PENELITIAN DALAM PERSPEKTIF BIBLIOMETRIK Azwar, Azwar; Usman, Abur Hamdi; Abdullah, Mohd Farid Ravi
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 2 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/n3wtx409

Abstract

This study aims to provide a comprehensive understanding of the development and research direction regarding the integration of Artificial Intelligence (AI) in Islamic education. It focuses on analyzing and mapping publication trends, researcher collaboration, institutional contributions, and dominant and underexplored topics. Using a bibliometric approach, the study draws on data from the Scopus database for the period 2015 to 2025. The findings reveal a significant increase in publication volume in recent years, with Indonesia emerging as the leading contributor, alongside institutions such as Universiti Kebangsaan Malaysia, International Islamic University Malaysia, and UIN Sunan Gunung Djati. Key contributors and the most influential works were identified, with Taufik M.’s article recognized as the most cited. Keyword mapping shows that research in this field centers on themes such as learning, models, approaches, and educational processes, with emerging trends including machine learning and AI-based evaluation. Several low-density topics, such as Islamic perspectives and deep understanding, indicate promising areas for future research. This study offers a valuable contribution to understanding the evolving scholarly landscape at the intersection of intelligent technology and Islamic educational values.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai perkembangan dan arah riset terkait integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan Islam, melalui analisis dan pemetaan tren publikasi, kolaborasi peneliti, kontribusi institusi, serta topik-topik yang dominan dan belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan bibliometrik berdasarkan data dari basis data Scopus, mencakup periode tahun 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi selama beberapa tahun terakhir, dengan dominasi kontribusi dari Indonesia serta institusi seperti Universiti Kebangsaan Malaysia, International Islamic University Malaysia, dan UIN Sunan Gunung Djati. Penulis aktif dan karya paling berpengaruh juga diidentifikasi, dengan artikel Taufik M. sebagai publikasi paling banyak dikutip. Pemetaan kata kunci mengungkap bahwa fokus penelitian meliputi aspek-aspek seperti pembelajaran, model, pendekatan, dan proses pendidikan, serta tren baru seperti machine learning dan evaluasi berbasis AI. Beberapa topik dengan kepadatan rendah, seperti perspektif Islam dan pemahaman mendalam, menunjukkan potensi pengembangan riset di masa depan. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika keilmuan di persimpangan antara teknologi cerdas dan nilai-nilai pendidikan Islam.  
STUDI KOMPARATIF PANDANGAN TOLERANSI BERAGAMA BERDASARKAN RUMPUN KEILMUAN DI UNIVERSITAS GADJAH MADA Permana, Adhitya Rangga; Levina, Vincentia Seane; Lismiramdani, Firsiyanda; Amaldo, Rizky Iskar; Hasyidan A. A., Ghamdan Ghazi; Adyatma, Ilham Rakha
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 2 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/0m83ps19

Abstract

This study investigates the comparative perspectives on religious tolerance among students from different academic disciplines—Social-Humanities (Soshum) and Science-Technology (Saintek)—at Universitas Gadjah Mada. Using a quantitative comparative method, data were collected via an online questionnaire using a five-point Likert scale. The study involved 60 purposively selected respondents from both clusters. Results from the Shapiro-Wilk test indicated non-normal distribution in both groups, prompting the use of the Mann-Whitney U test. Although descriptive data showed that Soshum students tended to have higher and more consistent tolerance scores, the inferential analysis found no statistically significant difference between the two groups (p = 0.279). Visual data further indicated a broader variation in Saintek students' tolerance levels. The findings suggest that while disciplinary background may influence perspectives, the multicultural campus environment acts as a moderating factor. Theoretical frameworks of objective conservative and subjective liberal tolerance supported these interpretations. The study recommends cross-disciplinary character education programs to foster inclusive attitudes in higher education.   Abstrak Penelitian ini mengkaji perbandingan pandangan mengenai toleransi beragama di kalangan mahasiswa dari rumpun keilmuan Sosial-Humaniora (Soshum) dan Sains-Teknologi (Saintek) di Universitas Gadjah Mada. Dengan pendekatan kuantitatif komparatif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert lima poin. Sebanyak 60 responden dipilih secara purposif dari masing-masing rumpun. Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Meskipun data deskriptif memperlihatkan mahasiswa rumpun Soshum memiliki skor toleransi yang lebih tinggi dan konsisten, analisis inferensial menjelaskan tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara kedua rumpun (p = 0,279). Visualisasi data mengungkapkan variasi yang lebih besar dalam tingkat toleransi pada mahasiswa rumpun Saintek. Temuan ini mengindikasikan bahwa latar belakang keilmuan mempengaruhi sudut pandang, namun lingkungan kampus yang multikultural turut berperan sebagai faktor moderasi. Kerangka teori toleransi konservatif objektif dan liberal subjektif mendukung interpretasi temuan. Hasil studi merekomendasikan program pendidikan karakter lintas disiplin untuk menumbuhkan sikap inklusif di lingkungan pendidikan tinggi.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DIGITALISASI KEMENAG: STUDI PADA MTSN 2 KOTA PALEMBANG Sofya, Ayu; Miskiah, Miskiah; Musyaddad, Musyaddad
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 6 No. 2 (2025): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/p4nmzr48

Abstract

Changes in information technology have influenced how educational institutions, including religious-based madrasahs, respond to current demands. As institutions that combine general education with Islamic values, madrasahs must adapt to the digital transformation. The Madrasah Digitalization Program launched by the Ministry of Religious Affairs is a concrete effort to modernize learning systems and management in madrasahs. However, the success of this program highly depends on the role of madrasah principals as change leaders. This paper examines how the principal's leadership at MTsN 2 Kota Palembang contributes to the madrasah's digital transformation. Using a qualitative narrative approach, data were collected through interviews, observation, and document analysis. The findings reveal that the principal adopts leadership practices that promote innovation, collaboration, and the development of a digital mindset among teachers and staff. The strategies include routine training, integrating technology into daily practices, improving infrastructure, and collaborating with various stakeholders. Despite challenges such as limited funding, unequal digital competence, and resistance to change, the principal has successfully fostered a progressive and inclusive work culture. This study concludes that the success of madrasah digitalization is strongly influenced by the quality of school-level leadership in translating policy into practical action. Abstrak Perubahan dalam bidang teknologi informasi telah memengaruhi cara lembaga pendidikan, termasuk madrasah berbasis keagamaan, merespons perkembangan zaman. Sebagai lembaga yang memadukan pendidikan umum dan nilai-nilai keislaman, madrasah dituntut untuk mampu beradaptasi dengan transformasi digital. Program Digitalisasi Madrasah yang dicanangkan oleh Kementerian Agama merupakan upaya konkret untuk mendorong modernisasi sistem pembelajaran dan manajemen di madrasah. Namun, keberhasilan implementasi program ini sangat bergantung pada peran kepala madrasah sebagai pemimpin perubahan. Tulisan ini ditujukan untuk menelusuri bagaimana kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala MTsN 2 Kota Palembang berkontribusi terhadap proses digitalisasi di madrasah.Dengan pendekatan kualitatif naratif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan kepemimpinan yang mendorong inovasi, kolaborasi, serta pembangunan pola pikir digital di kalangan guru dan tenaga kependidikan. Strategi yang dilakukan meliputi pelatihan rutin, pemanfaatan teknologi dalam aktivitas harian, peningkatan infrastruktur, dan kerja sama dengan berbagai pihak. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran, kesenjangan kemampuan digital, dan resistensi terhadap perubahan, kepala madrasah berhasil menciptakan budaya kerja yang terbuka dan progresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi madrasah sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan yang mampu menerjemahkan kebijakan ke dalam tindakan nyata.

Page 10 of 11 | Total Record : 106