cover
Contact Name
Ika Berdiati
Contact Email
ikaberdiati@gmail.com
Phone
+6283140586662
Journal Mail Official
pmpzi.bdkjakarta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rw. Kuning No.5 Kel, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
ISSN : 25489232     EISSN : 27753573     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
The journal is aimed to disseminate the results of research/study on approaches, models, strategies, methods, media, learning innovations and development of teaching materials that improving the quality of training for educational and religious affair
Articles 96 Documents
MENILIK MAKNA KEHIDUPAN ISLAMI PADA SAJAK GURINDAM DUA BELAS BESERTA MAJAS YANG TERKANDUNG: STUDI SASTRA KLASIK Alkhaerani, Siti
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 4 No. 2 (2023): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v4i2.242

Abstract

Abstract One of the famous classical literary works of the Nusantara is the Gurindam Dua Belas. The Gurindam Dua Belas is a long poem consisting of 12 (twelve) chapters. This poem was created by Raja Ali Haji, a renowned writer in the 19th century, and therefore, Gurindam Dua Belas is written in the Malay language. Gurindam Dua Belas contains numerous pieces of Islamic advice aimed at humans, incorporating elements of Malay culture. This article describes a study on Islamic values contained in the poem. The study uses a contain analysis method. Conclusions were formulated based on the study. Firstly, the work employs various figures of speech such as metaphor, simile, personification, antithesis, periphrasis, symbolism, and hyperbole to embellish its verses. Secondly, the Islamic values conveyed in Gurindam Dua Belas are the importance of being a faithful believer in Allah, prioritizing matters of the hereafter over worldly affairs, being a person who shows devotion to family and friends, seeking a good environment, and being a humble leader. With the many Islamic values contained in it, this poem can be an example of a literary work that can be taught in madrasas or schools to develop good character while remaining literary. Abstrak Salah satu karya sastra klasik Nusantara yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas. Puisi Gurindam Dua Belas adalah puisi panjang yang memiliki 12 (dua belas) pasal. Puisi ini dibuat oleh Raja Ali Haji, seorang sastrawan yang terkenal di abad ke-19, oleh karena itu, Gurindam Dua Belas menggunakan Bahasa Melayu. Gurindam Dua Belas banyak mengandung nasihat islami yang ditujukan kepada manusia dengan adanya percampuran Budaya Melayu di dalamnya. Artikel ini memaparkan hasil kajian terhadap nilai-nilai islami pada Gurindam Dua Belas karya Ali Haji. Kajian ini menggunakan analisis konten. Kesimpulan dirumuskan berdasarkan pada kajian ini. Pertama, Gurindam Dua B elas mengandung berbagai majas untuk memperindah tulisannya seperti metafora, simile, personafikasi, antitesis, perfrasis, simbolik, dan hiperbola. Kedua, nilai ajaran islami yang disampaikan pada Gurindam Dua Belas antara lain yaitu jadilah manusia yang beriman kepada Allah, pentingkanlah urusan akhirat dari pada dunia, jadilah manusia yang berbakti kepada keluarga dan teman, carilah lingkungan yang baik, serta jadilah pemimpin yang rendah hati. Dengan banyaknya nilai islami yang terkandung, sajak ini mampu menjadi contoh karya sastra yang dapat diajarkan di madrasah atau sekolah untuk menumbuhkan karakter baik dengan tetap bersastra.
ANALISIS HASIL UJI KOMPETENSI PADA PESERTA PELATIHAN TENAGA KESEHATAN HAJI DI BAPELKES BATAM TAHUN 2023 Gultom, Desy Ariani
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 4 No. 2 (2023): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v4i2.246

Abstract

Abstract In 2023, Bapelkes Batam carred out (Tenaga Kesehatan Haji) TKH Training for the Batam Embarkation Kloter. This research aims to analyze practical competency and soft skills and describe the competency profile of TKH after training. The competencies include hard skills and soft skills competencies. In addition, this research analyzes the differences in competency mastered between doctor-group participants and nurse-group participants. The research is a quantitative descriptive study involving 20 participants. Data was analysed using One-way ANOVA descriptive statistical analysis techniques. The research results show that (1) participants' achievement exceeds the minimum score (80) both in hard and soft skills; (2) there were differences in hard skills achievement based on professional groups of doctors and nurses, but no significant differences were found in soft skills.   Abstrak Pada tahun 2023, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam melaksanakan Pelatihan Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter Embarkasi Batam. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hasil ujian praktik kompetensi dan mendeskripsikan profil kompetensi peserta Pelatihan TKH Kloter Embarkasi Batam tahun 2023. Kompetensi yang dimaksud mencakup kompetensi keterampilan, kompetensi soft skill. Selain itu akan dianalisis perbedaan kompetensi pada kelompok peserta dengan profesi dokter dan perawat. Metode penelitian dirancang dengan pendekatan deskriptif kuantitatif terhadap 20 orang peserta dengan teknik analisis statistik Deskriptif dan One-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan: (1) peserta memiliki kompetensi keterampilan dan soft skill dengan kriteria baik dan di atas nilai minimal yang ditetapkan yaitu 80; (2) terdapat perbedaan pencapaian kompetensi berdasarkan kelompok profesi dokter dan perawat pada kompetensi keterampilan, tapi tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada kompetensi soft skill.
PEMANFAATAN APLIKASI WHATSAPP GROUP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING PADA MATA KULIAH ULUMUL HADIS Maula, Atika Rofiqatul; Muqowim, Muqowim; Aula, Siti Khodijah Nurul; Ridhaeva, Haqan
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 4 No. 2 (2023): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v4i2.250

Abstract

Abstract WhatsApp is one of the most practical social media. The ease of use and completeness of features of the application can be used as a learning media at various levels of education, including lectures. This research examines student satisfaction with the WhatsApp Group (WAG) use as learning media in the Ulumul Hadith course. This type of research is quantitative descriptive. Data was obtained from a survey distributed to 73 students using Google Forms. The survey found that 94.5% of students stated that Ulumul Hadith's lectures using WAG media are elementary to follow, and 84.9% answered that using WAG as a learning medium increased student motivation. Furthermore, the survey finds that 63% of students are "Satisfied," 34.2% are "Slightly Satisfied," and 2.7% are "Not Satisfied." The research recommends three things for WhatsApp use. Firstly, firmness of learning flow; secondly, lecture attendance rule and active participation. Abstrak Aplikasi WhatsApp merupakan salah satu media sosial paling praktis. Kemudahan akses dan fitur yang tersedia pada aplikasi WhatsApp dapat digunakan sebagai media belajar untuk berbagai tingkatan Pendidikan termasuk dalam perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepuasan mahasiswa terhadap pemanfaatan aplikasi WhatsApp Group sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Ulumul Hadis. Adapun jenis penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari survei yang disebarkan kepada 73 mahasiswa menggunakan aplikasi Google Form. Berdasarkan hasil survei, ditemukan bahwa sebanyak 94,5% menyatakan bahwa perkuliahan Ulumul Hadis menggunakan media WAG sangat memudahkan mahasiswa, sebanyak 84,9% menjawab penggunaan WAG sebagai media pembelajaran meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mempelajari hadis. Selanjutnya untuk kepuasan media pembelajaran dengan WAG, sebanyak 63% menjawab “Puas”, 34,2% menjawab “Tidak Puas” dan 2,7% menjawab “Kurang Puas”. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai media pembelajaran, yaitu alur perkuliahan, ketentuan mengikuti perkuliahan dan partisipasi aktif.
ANALISIS PERSEPSI GURU PAI KELAS 10 TERHADAP KURIKULUM MERDEKA DI SMAN 66 JAKARTA Saputra, Muhammad Teguh; Amali, Mushlihin; Nurpratiwi, Suci
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 4 No. 2 (2023): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v4i2.251

Abstract

Abstract This research aims to analyze and describe the perceptions of grade X PAI teachers at SMAN 66 Jakarta regarding implementing the Kurikulum Merdeka. In this research, a qualitative approach was used. Data was collected through interviews with PAI teachers, the Deputy Principal for Curriculum, and students of SMAN 66 Jakarta. The data obtained was classified into two forms using the Walgito perception technique: positive and negative. The data consists of four aspects: innovation, democratic school culture, development of learning quality, and quality of learning outcomes in numeracy, literacy, and character. The research shows that the Kurikulum Merdeka tends to be perceived positively because (1) the Lurikulum Merdeka provides space for innovation; (2) The Kurikulum Merdeka accommodates democracy; (3) The Kurikulum Merdeka promotes and guarantees students' critical thinking; (4) The Kurikulum Merdeka through the P5 program helps PAI teachers improve student learning outcomes in terms of numeracy, literacy and character. On the other hand, the Kurikulum Merdeka is perceived negatively because (1) There is a lack of sufficient budget and facilities to implement; and (2) PAI teachers think that there are not many changes from the Kurikulum 2013 concept to the Kurikulum Merdeka.   Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana persepsi guru PAI Kelas X SMAN 66 Jakarta terkait penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PAI, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, serta siswa SMAN 66 Jakarta. Data yang diperoleh diklasifikasi menggunakan teknik persepsi Walgito ke dalam dua bentuk, yaitu persepsi positif dan negatif.  Data terdiri dari empat aspek yaitu Inovasi, Budaya sekolah yang demokratis, Pengembangan kualitas pembelajaran dan Kualitas hasil belajar numerasi, literasi, dan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka cenderung dipersepsikan positif karena (1) Kurikulum merdeka cukup memberikan ruang untuk berinovasi; (2) Kurikulum Merdeka mewadahi demokrasi dalam mengajar; (3) Kurikulum Merdeka mengusung dan menjamin pikiran kritis siswa; (4) Kurikulum Merdeka melalui program P5 membantu guru PAI meningkatkan hasil belajar siswa dari segi numerasi, literasi, dan karakter. Di sisi lain Kurikulum Merdeka dipersepsikan negatif karena (1) Kurangnya anggaran dan fasilitas yang cukup dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka; dan (2) Guru PAI menganggap bahwa tak banyak perubahan dari konsep kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka.
INTERPRETATION OF HEAVEN IN THE TAFSIR AL-AZHAR BY HAMKA AND ITS RELEVANCE TO EDUCATIONAL VALUES Parwanto, Wendi; Yuliarto, Udi; Aydin, Muhammed
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 4 No. 2 (2023): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v4i2.252

Abstract

Abstract Many researchers have conducted studies on Hamka. However, studies on the rationalization of the interpretation of verses about Heaven and tracing the causes of the rationalization of performance have yet to be carried out. Therefore, the researcher was interested in conducting this study further. The type of this research is library research with a descriptive-analytical method. The genealogical theory of Michel Foucault explains the genealogy of Hamka's interpretation of thought. The conclusion of this article explains that, Firstly, Hamka attempts to make a rational and contextual interpretation of the verses describing Heaven. With the method of sensible and contextual performance, the metaphysical and abstract nature of Heaven becomes easily understood by readers (society), moreover explained by Hamka in simple language and explanation. Secondly, Hamka's rationalist thinking and contextual typology of description were influenced by several factors, including his life experience as a preacher, writer, organization, and his teachers. Thirdly, Hamka's interpretation of the verses about Heaven accommodates educational values ​​between humans and God and also among humans.
PENERAPAN PENDEKATAN DILEMMA STORY PADA MATERI STATISTIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE Setiadi, Iwan
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 4 No. 2 (2023): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v4i2.255

Abstract

Abstract One focus of 21st-century education is character education. This kind of education requires changes in learning approaches. One approach can be used is the dilemma story and the think pair share learning model. This research aims to describe the application of the dilemma story approach to statistical material through the think pair share learning model and the constructive values that develop in students. The research method used is descriptive quantitative. The instruments used consisted of assignments, questionnaires, and interview guidelines. The research subjects were 21 students of grade XII at MA Al-Wathoniyah 43 North Jakarta. The results are: 1) the application of the dilemma story approach to statistics material provides different experiences for students; 2) Applying the dilemma story approach with the think pair share model fosters constructive values in the learning environment, namely deep involvement, working together, communication, empathy, reflective thinking, and critical thinking in the high category. Besides, students have a sense of social awareness and have carriage to express ideas.   Abstrak Salah satu fokus pada pendidikan abad 21 adalah Pendidikan karakter. Pendidikan tersebut menuntut adanya perubahan dalam pendekatan pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah dilemma story dan model pembelajaran think pair share. Pendekatan dan model tersebut perlu diteliti efektivitasnya. Tujuan penelitian adalah untuk: 1) mendeskripsikan penerapan pendekatan dilemma story pada materi statistika melalui model pembelajaran think pair share; 2) mendeskripsikan nilai-nilai konstruktif yang berkembang pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan terdiri dari tugas, angket dan pedoman wawancara. Subjek penelitian sejumlah 21 orang siswa kelas XII MA Al Wathoniyah 43 Jakarta Utara. Hasilnya adalah: 1) penerapan pendekatan dilemma story pada materi statistika dengan model pembelajaran think pair share memberikan pengalaman berbeda kepada siswa; 2) Penerapan pendekatan dilemma story dengan model think pair share menumbuhkan nilai konstruktif pada lingkungan pembelajaran, yaitu keterlibatan mendalam, bekerja sama, komunikasi, empati, berpikir reflektif, dan berpikir kritis dengan kategori tinggi. Selain itu siswa memiliki rasa kepedulian sosial dan menjadi berani untuk mengemukakan pendapat.
POTRET MODERASI BERAGAMA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTs AS’ADIYAH ULOE Syafii, Ahmad; Bulan, Sahri; Hasnawati, Hasnawati; Akmal, Akmal
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 4 No. 2 (2023): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v4i2.258

Abstract

Abstract Radicalism and intolerance are against Islam and Pancasila. This article describes religious moderation internalization through Islamic Religious Education (PAI) at MTs As'adiyah Uloe, Bone Region South Sulawesi. The research focuses on three aspects: moderation value, methods, media and learning strategies. This research is a qualitative approach that uses the case study method. Data was collected using observation, interview and documentation techniques. Data consist of primary and secondary sources. Preliminary data was taken from interviews and surveys. Secondary data is taken from supporting documents and relevant articles. Data were analyzed using descriptive analysis techniques through the stages of collection, reduction, presentation, drawing conclusions and triangulation. The research formulates several conclusions. Firstly, the value of religious moderation is instilled in intracurricular activities through the subjects of Aqidah Akhlak (tasamuh), Al-Qur'an Hadith (tawazun), Fiqh (tawassuth), and SKI (muwathanah). The extracurricular activities include Al-Qur'an literacy (ta'addub), Duha and Zuhur prayers (musawah); and Saturday Sharing (tasamuh). Secondly, learning methods have lecture, question and answer, discussion and roleplaying. Thirdly, the internalization strategy is carried out through the introduction, implementation, habituation and application stages. Fourthly, the learning media used includes images (pictures), videos, infocus/LCD, and smart TV. Abstrak Radikalisme dan intoleransi sangat bertentangan dengan Islam dan Pancasila. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret penanaman moderasi beragama di MTs As’adiyah Uloe kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan. Fokus penelitian meliputi tiga aspek yaitu mutan nilai moderasi pada mata Pelajaran PAI, metode, media dan strategi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan motode studi kasus. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas sumber primer dan sekunder. Data primer diambil dari hasil wawancara dengan narasumber dan survei terhadap responden. Data sekunder diambil dari arsip atau dokumen penunjang serta artikel yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan triangulasi. Penelitian menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama nilai moderasi beragama ditanamkan pada kegiatan intrakurikuler melalui mata Pelajaran Akidah Akhlak (tasamuh), al-Qur’an Hadis (tawazun), Fikih (tawassuth), dan SKI (muwathanah). Adapun dalam kegiatan ekstrakurikuler meliputi Literasi al-Qur’an (ta’addub), salat Duha dan Zuhur berjamaah (musawah); dan Sabtu Berbagi (tasamuh). Kedua, metode pembelajaran meliputi metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan bermain peran. Ketiga, strategi pembelajaran diterapkan melalui tahapan pengenalan, implementasi, habituasi, dan pengaplikasian. Keempat, media pembelajaran yang digunakan meliputi gambar, video, dan infokus/LCD, serta smart tv.
PENERAPAN METODE LINGKAR AMANAH BUDAYA MELALUI MEDIA PODCAST PADA MATA PELAJARAN SEJARAH Budiman, Arif
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 4 No. 2 (2023): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v4i2.264

Abstract

Abstract One of the challenges of studying history is that students need to be more interested and excited. One of the solutions is changing the way of teaching through various innovations. The author has created and implemented the LAB method. The LAB method is an acronym for Lingkar Amanah Budaya, a class discussion format to question the benefits of history. Amanah Budaya itself is an acronym for A=apa (what), Man= manfaat (benefit), ah=sejarah (history), Bu= buat (for), D=diri (self), and S=saya (me). This method uses Podcast media. The teacher records discussion themes in video format and uploads them on social media as discussion material. The teacher instructs the students to discuss the articles. Theoretically, this method allows students to play an active learning role, such as speakers, MCs, panelists, commentators, note-takers, entertainment performers, camera operators, etc. During the activity, the teacher also performed national anthems, entertainment songs, and light music. The results of the evaluation and polling show that students participated enthusiastically in the learning activities and gained an indication of an increase in learning outcomes. Apart from that, there were facts that even though the theme was history, there was interesting contemporary conversation about the music. It leads to contextualized learning. The author recommends that other teachers implement and develop the method as an innovation to improve the quality of education in History subjects. Abstrak Salah satu tantangan belajar mata pelajaran Sejarah adalah tidak menarik dan membosankan. Salah satu solusi untuk mengubahnya adalah mengubah cara mengajar melalui berbagai inovasi. Penulis mencoba melakukan inovasi dengan menciptakan dan menerapkan metode LAB. Metode LAB merupakan akronim dari Lingkar Amanah Budaya yaitu format diskusi kelas mempertanyakan Apa Manfaat Sejarah Buat Diri Saya (Amanah Budaya, yaitu istilah baru yang berarti A=Apa, Man=Manfaat, ah=Sejarah, Bu=Buat, D=diri, dan Saya=saya. Pada penerapannya metode ini menggunakan media PODCAST. Guru merekam tema diskusi dalam format video kemudian diunggah di media sosial sebagai bahan diskusi. Guru memberi instruksi kepada siswa untuk berdiskusi mengenai tema dalam Podcast. Secara teoretis metode ini memungkinkan siswa berperan secara aktif seperti menjadi pemakalah, mc, panelis, komentator, notulen, pengisi hiburan, kameramen dan lain sebagainya. Selain diskusi, disajikan juga kegiatan pembawaan lagu kebangsaan, lagu hiburan hingga pemutaran musik-musik ringan. Hasil evaluasi dan jejak pendapat menunjukan bahwa siswa mengikuti pembelajaran dengan antusias dan diperoleh indikasi adanya peningkatan hasil belajar. Selain itu, ditemui fakta bahwa meskipun temanya sejarah, namun terjadi obrolan kekinian yang menarik seputar tema. Hal itu menunjukkan bahwa terjadi kontekstualisasi dalam pembelajaran. Penulis merekomendasikan guru lain menerapkan dan mengembangkannya sebagai salah satu inovasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada mata pelajaran Sejarah.
PEMIKIRAN SYEKH NAWAWI AL-BANTANI TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER: ANALISIS KRITIS DALAM KONTEKS KURIKULUM MERDEKA Fradana, Heru
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 5 No. 1 (2024): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v5i1.266

Abstract

Abstract This study aims to compare moral education according to Syekh Nawawi with character education in the strengthening project of the Pancasila Student Profile (P3) and the Rahmatan lil 'Alamin Student Profile (PPRA) in the Kurikulum Merdeka. The research question of this study is to identify the similarities and differences between these two approaches in terms of the roles of teachers, the roles of families, and the learning approaches. The research method used is library research, by reviewing various relevant literature sources, including the works of Syekh Nawawi, curriculum documents of Kurikulum Merdeka and related studies by various authors. The review procedure was conducted by collecting and analyzing data from books, articles, and journals that explain Syekh Nawawi's views on moral education, as well as the concepts and implementation of character education in Kurikulum Merdeka. The literature reviewed includes Syekh Nawawi's works such as “Marah Labib" and Nashaikhul 'Ibad" official documents from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology and the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia on the implementation of character education in P3 and PPRA, as well as other supporting literature. The conclusion of this study shows that both approaches have the same goal of developing the character and morals of students holistically. The main similarity is the emphasis on moral and religious values as the basis of education. The difference lies in the active role of teachers and families in education according to Syekh Nawawi, and the independent and student-centered approach in P3 and PPRA. Nawawi also emphasizes the integration of local culture and the Syafi'iyah school of thought in the learning materials, while P3 and PPRA emphasize the relevance of the cultural and environmental context of the students in general.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendidikan akhlak menurut Syekh Nawawi dengan pendidikan karakter dalam proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P3) dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (PPRA) dalam Kurikulum Merdeka. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persamaan dan perbedaan antara kedua pendekatan tersebut dalam hal peran guru, peran keluarga, dan pendekatan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research), dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan, termasuk karya-karya Syekh Nawawi, dokumen Kurikulum Merdeka, serta penelitian terkait dari berbagai penulis. Prosedur kajian dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari buku, artikel, dan jurnal yang memaparkan pandangan Syekh Nawawi mengenai pendidikan akhlak, serta konsep dan implementasi pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka. Sumber pustaka yang dikaji meliputi karya Syekh Nawawi seperti kitab Marah Labib, Nashaikhul ‘Ibad, dokumen resmi Kemendikbudristek dan Kemenag Republik Indonesia tentang implementasi pendidikan karakter dalam P3 dan PPRA, serta literatur pendukung lainya. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut memiliki tujuan yang sama dalam mengembangkan karakter dan akhlak peserta didik secara holistik. Persamaan utama adalah penekanan pada nilai-nilai moral dan religius sebagai dasar pendidikan. Perbedaan terletak pada peran aktif guru dan keluarga dalam pendidikan menurut Syekh Nawawi, serta pendekatan mandiri dan student-centered dalam P3 dan PPRA. Nawawi juga lebih mengutamakan integrasi budaya lokal dan pandangan madzhab syafi’iyah dalam materi pelajaran, sementara P3 dan PPRA menekankan relevansi konteks budaya dan lingkungan peserta didik secara umum.
JARODS (JAKARTA ROAD SAGA) MENJELAJAHI JEJAK NAMA JALAN PAHLAWAN UNTUK MEMBANGKITKAN SEMANGAT NASIONALISME DAN MULTIKULTURALISME Ramadhani, Syafira; Yessino, Salsabilla; Karuniawan, Dwi
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 5 No. 1 (2024): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v5i1.267

Abstract

Abstract The deterioration of the spirit of nationalism and multiculturalism among young people should be a worry for the entire nation. Teenagers' apathy toward the history of national heroes, as well as their lack of use of technology in learning, necessitated the development of a gaming application called JARODS. The MDLC (Multimedia Development Life Cycle) model with six steps, namely concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution, is used in the game creation study utilizing the RPG Maker MZ program. Material expert validators, application expert validators (Functionality Test), and student respondents from SMPN 4 Jakarta and MAN 3 Jakarta Pusat (Usability Test) are involved in the data gathering process. According to the study findings, the JARODS game application is pronounced legitimate by the material expert with a score 3,71 and it is also declared “valid” in the functionality test. Last, a score ratio was acquired in the usability test on 35 respondents as the topic of the study 3,59 indicating that the game was "very good." Based on the testing results, it can be concluded that the JARODS game development application can be used to enhance the sense of nationalism and multiculturalism that begins to emerge among teenagers, either independently or with the guidance of teachers in classroom teaching activities. Abstrak Lunturnya semangat nasionalisme dan multikulturalisme di kalangan remaja harus menjadi perhatian seluruh elemen bangsa. Ketidakpedulian remaja terhadap sejarah tokoh pahlawan nasional dan kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, maka perlu dikembangkan aplikasi game JARODS. Penelitian pengembangan aplikasi game ini menggunakan model MDLC (Multimedia Development Life Cycle) dengan enam tahap, yaitu konsep, desain, pengumpulan material, penggabungan, percobaan, dan pendistribusian dengan menggunakan perangkat lunak RPG Maker MZ. Pengumpulan data penelitian melibatkan validator ahli materi, validator ahli aplikasi (Uji Fungsionalitas) dan responden pelajar dari SMPN 4 Jakarta dan MAN 3 Jakarta Pusat (Uji Usabilitas). Hasil penelitian menyatakan bahwa aplikasi game JARODS, dinyatakan valid oleh ahli materi dengan skor 3,71 dan dalam uji fungsionalitas juga dinyatakan “valid”. Terakhir dalam uji usabilitas pada 35 responden sebagai subjek penelitian, diperoleh rerata skor 3,59 yang artinya game ini "sangat baik." Berdasarkan dari hasil pengujian bisa diberi kesimpulan bahwa aplikasi pengembangan game JARODS bisa digunakan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan multikulturalisme yang mulai luntur di kalangan remaja secara mandiri tanpa bimbingan guru maupun dengan bimbingan guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Page 7 of 10 | Total Record : 96