cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
"SUKLIS" SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU-GURU SD NEGERI 22 CAKRANEGARA Parida Ariani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan tujuan untuk: meningkatkan kinerja guru melalui kegiatan ”Suklis” (Supervisi Klinis). Waktu penelitian selama 5 bulan pada semester I tahun pelajaran 2019/2020 di SDN 22 Cakranegara. Subjek penelitian adalah guru di SDN 22 Cakranegara yang terdiri dari 4 orang guru. Objek dalam penelitian ini adalah “Suklis” (Supervisi klinis) guna meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Prosedur dalam penelitian tindakan ini pada intinya mengacu pada desain penelitian yang terdiri dari: 1) perencanaan; 2) pelaksanaan; 3) observasi; dan 4) refleksi hasil tindakan. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian tindakan sekolah ini dapat disimpulkan bahwa; 1) Langkah-langkah pelaksanaan “Suklis” guna meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SDN 22 Cakranegara adalah sebagai berikut: (a) Menginformasikan kepada guru tentang akan dilaksanakannya kegiatan “Suklis” mengenai pembelajaran; (b) Mempersiapkan materi bimbingan berupa pelaksanaan pembelajaran disertai simulasinya; (c) Mempersiapkan instrumen supervisi; dan d) Melaksanakan pengamatan di kelas saat dilaksanakan kegiatan pembelajaran oleh guru; dan 2) Suklis” dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran pada guru di SDN 22 Cakranegara. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kinerja guru baik dalam tahap persiapan maupun pelaksanaan pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya ketercapaian kinerja dari sebesar 58% pada kondisi awal, menjadi sebesar 76% pada akhir tindakan Siklus I, dan meningkat menjadi 90% pada tindakan Siklus II.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MENYUSUN RPP BERBASIS PAIKEM MELALUI TEKNIK SUPERVISI KELOMPOK PADA SMP BINAAN KOTA MATARAM SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2019/2020 H Nazarudin
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. `1 (2020): Maret 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah merupakan Penelitian Tindakan Kepengawasan (PTKp) yang terdiri dari 2 (dua) siklus dimana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih banyak guru dalam menyusun RPP tidak sesuai dengan kaidah yang ditetapkan permendiknas nomor 41 tahun 2007 maupun Permendikbud nomor 22 tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik supervisi kelompok dapat meningkatkan kemampuan guru-guru Bahasa Indonesia SMP di sekolah binaan dalam menyusun RPP berbasis Paikem. Penelitian di laksanakan selama 5 bulan dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2019 dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 12 orang guru. Teknik pengambilan data yang digunakan dengan observasi, evaluasi, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisa data adalah deskriptif kualitatif. Teknik supervise kelompok sangat efektif untuk meningkatkan kompetensi guru-guru Bahasa Indonesia SMP binaan peneliti dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis PAIKEM. Hal ini bisa dilihat dari hasil telaah produk RPP antara siklus I dan II yakni; rerata nilai hasil telaah produk RPP pada siklus I 63.17 dengan kategori Cukup dan pada siklus II mencapai 88.17 dengan kategori Sangat Baik.
HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) KUTU LAK (Laccifer lacca.Kerr) Febriana Tri Wulandari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lak merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Lak dihasilkan dari sekresi kutu lak. Kutu lak akan memakan gubal kayu cabang muda pada tanaman inang. Tanaman inang yang paling baik untuk hidup kutu lak adalah pohon kesambi. Lak yang berguna untuk pembuatan vernis, industri listrik, perekat, plitur, dan kabel. Selain itu, lak juga dipergunakan untuk bahan pewarna (edible dye) pewarna minuman ringan dan makanan, serta dapat juga dipergunakan sebagai bahan campuran untuk lapisan luar pada cokelat. Selain itu, air limbah dari pengolahan lak cabang banyak mengandung bahan pewarna seperti asam lakaik yang berguna untuk proses penyamakan wol, sutra, atau kulit dan juga dapat digunakan untuk penetralisir air kolam pada budidaya ikan lele (Kasmojo, 2007). Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran tentang HHBK kutu lak. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu menyajikan suatu gambaran terperinci atas suatu situasi khusus (Silalahi,2009). Sumber data diperoleh dari pustaka atau literature yang berhubungan dengan HHBK lak dan pengalaman penulis dilapangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan HHBK lak adalah sebagai berikut : (1).Lak hidup didaerah dengan curah hujan yang rendah (daerah kering), kekentalan getah pohon 0,14 – 0,17 dan pohon kesambi sebagai pohon inang. (2). Tahapan budidaya kutu lak adalah seleksi bibit, penularan bibit, pemeliharaan dan pemanenan. (3). Hama dan penyakit HHBk kutu lak adalah parasit (jamur) dan predator (semut merah besar). (4). Penerapan teknik silvikultur adalah blok tularan, sistem tularan dan penyimpanan lak cabang. (5). Teknologi Pasca Panen adalah perontokan lak, penghancuran lak menjadi butiran, pembilasan lak, pengeringan lak kurang lebih 12 jam dan packing kedap udara.
PROTEKSI MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) TERHADAP JUMLAH FOLIKEL YANG TERPAPAR PLUMBUM Novarina Sulsia Ista’in Ningtyas; Kunti Tirtasari; Alfiana Laili Dwi Agustin
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan timbal dapat menyebabkan gangguan pada organ reproduksi, salah satunya adalah abnormalitas folikulogenesis. Folikulogenesis penting untuk menghasilkan ovum yang siap untuk fertilisasi. Gangguan pada system reproduksi salah satunya adalah paparan logam berat yang menyebabkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah merah sebagai proteksi terhadap paparan plumbum pada jumlah folikel mencit betina. Penelitian dilakukan selama 14 hari perlakuan dengan dengan perlakuan dengan P0 (control negative), P1 (control positif tanpa pemberian minyak buah merah dan dipapar plumbum dengan dosis 0,011mg/20g BB), P2 (0,3 ml minyak buah merah dan dipapar plumbum dengan dosis 0,011mg/20g BB), P3(0,8 ml minyak buah merah dan dipapar plumbum dengan dosis 0,011mg/20g BB). Perhitungan jumlah folikel didapatkan dengan membaca preparat HE ovarium. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian minyak buah merah sebagai protectan terhadap jumlah folikel yang dipapar plumbum.
POTENSI DAUN ASHITABA (Angelica keiskei) SEBAGAI SUMBER FITOBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER Rizal Azhari; Dina Oktaviana; Gusti Ayu Esty Windhary; Djubaidin Abidin; Mashur
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Ashitaba merupakan tanaman herbal yang mengandung antioksidan, dan berpotensi menjadi suplemen pakan sehingga dapat meningkat produksi darah yang berhubungan erat dengan pertumbuhan ayam. Salah satu sumber atau bahan yang digunakan sebagai sumber fitobiotik adalah daun ashitaba sebagi sumber fitobiotik, tujuan penelitian ini untuk pemanfaatan Daun Ashitaba sebagai sumber fitobiotik dalam pakan terhadap kualitas fisik daging ayam broiler. Jernis penelitian ini eksperimental labolatoris dengan desain Randomizel Post Fest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 macam perlakuan berbeda yang disusun secara random. Hasil menunjukan pada pemeriksaan pH menunjukan bahwa rata-rata pH daging ayam broiler tidak berpengaruh secara nyata adalah P0 5,00, P1 5,00, P2 5,00 , P3 5,20 dan P4 5,40. Pada hasil pemeriksaan Daya Ikat Air menunjukan bahwa Daya Ikat Air tidak berpengaruh secara nyata adalah P0 28,66, P1 31,2100, P2 32,1740, P3 32,6820 dan P4 33,4720. Hasil pemeriksaan Susut Masak daging Ayam Broiler tidak berpengaruh secara nyata adalah P0 33,00, P1 35,00, P2 36,00, P3 37,00 dan P4 37,00, Pemeriksaan pH menunjukandaging ayam broiler tidak berpengaruh secara nyata, Daya Ikat Air menunjukantidak berpengaruh secara nyata, pemeriksaan Susut Masak daging Ayam Broiler tidak berpengaruh secara nyata.
POTENSI KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN WIASATA ALAM Maiser Syaputra
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan kupu-kupu (Lepidoptera) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) dapat dipandang sebagai suatu hal yang penting, hal ini berkaitan dengan potensinya sebagai pendukung atraksi wisata dan boindikator kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kupu- kupu, menganalisa tingkat keanekaragaman jenis, kekayaan, kemerataan serta status konservasi kupu- kupu berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan di Kawasan TWA Kerandangan. Output lain dari penelitan ini adalah memberikan rekomendasai berupa jalur-jalur di TWA Kerandangan yang berpotensi dikembangakan sebagai jalur wisata Tracking pengamatan kupu-kupu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Time search yang merupakan modifikasi dari metode transek garis. Dalam penggunaannya metode Time search tidak menggunakan batasan jarak/luasan tertentu melainkan waktu. Bentang alam lokasi penelitian berupa bukit, lembah, dan aliran sungai menjadi dasar dalam menentukan petak contoh/jalur pengamatan. Jalur pegamatan diambil berdasarkan perwakilan dari bentang alam yang ada di TWA Kerandangan yakni meliputi hutan sekunder, aliran sungai (riparian), jalur forest tracking, air terjun dan taman. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat 187 individu kupu-kupu dari 35 spesies yang berhasil teridentifikasi. Selain itu diketahui juga bahwa jalur pengamatan dengan tingkat keanekaragaman dan kekayaan kupu-kupu tertinggi berada pada jalur forest tracking (H’ = 2,72 dan Dmg = 4,5) dan jalur pengamatan dengan tingkat kemerataan tertinggi berada pada jalur riparian (E = 6,95). Dilihat dari status konservasinya, terdapat satu spesies dilindungi di lokasi penelitian yaitu Toides helena. Berdasarkan kelimpahan jenis dan individu kupu-kupu yang ada, jalur yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai jalur wisata tracking pengamatan kupu-kupu adalah jalur forest tracking dan telusur sungai.
PENCAPAIAN DESA ODF MELALUI STRATEGI GESA JAGAT DI DESA HIJRAH KECAMATAN LAPE KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2017 Faridah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi Kesehatan Indonesia masih didominasi oleh penyakit berbasis lingkungan khususnya penyakit yang dibawa oleh air (water borne diseases), seperti DBD (Demam Berdarah Dengue), diare dan kecacingan. Penyebab utama tingginya penyakit tersebut adalah perilaku hidup yang belum bersih dan sehat, terutama masih banyak masyarakat yang buang air besar di tempat terbuka, seperti di kebun, sungai, dan sebagainya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 mengamanatkan agar terciptanya suatu kondisi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di suatu komunitas. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pencapaian desa ODF melalui strategi Gesa Jagat di Desa Hijrah Kecamatan Lape Tahun 2017. Desa Hijrah adalah desa yang paling rendah akses jamban dan yang paling tinggi kasus diare diantara 4 desa yang ada di kecamatan Lape. Puskesmas Kecamatan Lape telah membuat inovasi melalui kerja sama lintas program, lintas sektor dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di Desa Hijrah dalam pengadaan jamban dengan stimulan yang berupa closet dan semen. Strategi ini disebut GESA JAGAT (Gerakan Sadar Jamban Keluarga Melalui Zakat). Metode yang digunakan dalam kajian adalah deskriftif kuantitatif dengan sampel total sampling yaitu sebesar 821 KK. Kajian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Desember Tahun 2017 Hasil menunjukkan terjadi peningkatan akses jamban di Desa Hijrah yaitu dari 76,5% menjadi 100%. jumlah jamban yang terbangun dari dana zakat sebesar 122 unit dan 127 unit swadaya masyarakat. Desa hijrah sudah ODF (Open Defication Free) pada tahun 2017. Diharapkan Gesa Jagat ini bisa diterapkan di desa lain agar menjadi kecamatan ODF.
STUDY KEANDALAN BANGUNAN GEDUNG INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN Khaerul Rijal
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa kebakaran selalu menyisakan kerugian baik materi berupa harta benda maupun korban jiwa serta berdampak pada berkurangnya umur layanan suatu bangunan. Rumah sakit disamping mempunyai risiko tingkat kebakaran yang tinggi juga membawa dampak yang sangat luas karena bangunan gedung rumah sakit itu sendiri adalah obyek vital sebagai tempat dalam pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keandalan bangunan gedung instalasi rawat inap rumah sakit umum provinsi Nusa Tenggara Barat. Lokasi penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk mengetahui keandalan bangunan gedung digunakan metode deskriptif-kuantitatif berdasarkan Peraturan Pd–T–11–2005–C tentang Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Bangunan Gedung. Hasil perhitungan penilaian komponen utilitas di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB menghasilkan Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) sebesar 73.27 %. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bangunan gedung Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Provinsi NTB dapat dikategorikan ANDAL terhadap bahaya kebakaran.
PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN FISIK MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN MALARIA DI DESA TAMAN SARI GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Agus Supinganto; Ni Ketut Metri
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan:Tingginya kejadian malaria berhubungan dengan perilaku masyarakat, yang berhubungan dengan kebiasaan berada diluar rumah pada malam hari. Hal tersebut menyebabkan manusia lebih mudah mendapatkan gigitan nyamuk Anopheles. Penularan malaria berpengaruh juga dengan cara tidur , faktor lingkungan fisik seperti suhu udara, kelembaban, hujan, angin, sinar matahari, arus air, lingkungan kimiawi, lingkungan biologi (flora dan fauna) dan lingkungan sosial budaya. Tumbuhan bakau, lumut, ganggang dan berbagai jenis tumbuhan lain dapat mempengaruhi kehidupan larva nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan masyarakat dalam pencegahan penyakit Malaria di Desa Taman Sari Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Metode: penelitian ini dilakukan dengan survey rumah tangga teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling, pengambilan data dilakukan pada masing-masing Dusun yang terjangkit malaria data kemudian dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil: hasil menunjukkan bahwa pengetahuan menunjukkan bahwa jumlah responden dengan tingkat kemampuan intelektual kurang demikian pula dengan kemampuan fisik cukup. Diskusi: Perlunya evaluasi program yang lebih spesifik untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan masyarakat dan melibatkan peran serta masyarakat. Program penyuluhan serta kinerja program selayaknya direview kembali sesuai dengan tujuan program untuk meningkatkan keberhasilan selain itu kerjasama dengan beberapa pihak terkait dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut serta secara aktif dalam program pencegahan penyakit malaria.
PENERAPAN STRATEGI PROBING PROMPTING PADA MATA KULIAH KALKULUS 3 PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL Baiq Malika Hr
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) Penerapan strategi probing prompting pada mata kuliah kalkulus 3 Program Studi Teknik Sipil; (2) Dampak positif strategi probing prompting; (3) Kelemahan strategi probing prompting. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai dengan bulan November tahun 2019, dengan subjek penelitian mahasiswa semester 3 Program Studi Teknik Sipil Universitas Nusa Tenggara Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa: (1) Penerapan strategi probing prompting terdiri dari tujuh fase yang menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali gagasan mahasiswa sehingga dapat membantu proses berpikir yang mampu mengaitkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari; (2) Dampak positif dari strategi probing prompting diantaranya meningkatkan keaktifan, kemampuan berpikir kreatif, kemampuan komunikasi serta menumbuhkan keterampilan dan keberanian mahasiswa; (3) Kelemahan penerapan strategi probing prompting ini terkait dengan banyaknya waktu yang dibutuhkan, tidak mengaruskan kelompok yang heterogen, dan kesulitan dalam menyusun permasalahan yang bersifat open ended.

Page 2 of 41 | Total Record : 402