cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 411 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN BERUPA PROAMINO PROTEIN DALAM PAKAN KOMERSIALTERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH FASE FINISHER Hasan Wirayuda; Dina Oktaviana; Candra Dwi Atma
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 12 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pakan pemegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan usaha eternakan unggas karna pakan adalah salah satu input produksi yang mempengaruhi produktifitas dan efisiensi usaha. Unggas membutuhkan protein sekitar 24-57 persen dari berat total makanan, namun kebutuhan optimumnya berkisar antara 3036 persen, Jika protein yang dikonsumsi tidak mencapai kebutuhan akan mengganggu kecepatan pertumbuhan,rancangan penilitian yang akan digunakan dalam penilitian ini adalah rancangan acak pengkap (RAL) dengan 5 (lima) perlakuan terdiri dari 1 (satu) kali ulangan.Masing-masing ulangan terdiri dari 4 burung puyuh jumlah sempel yang digunakan dalam penilitian ini yaitu 20 ekor burung puyuh yang berumur 6-8 minggu berdasarkan uji statistik one way anova dan lanjutkan dengan uji duncan didapatkan hasil uji statistik nilai P (P>0,05) maka dengan penambahan bahan pakan proamino protein dalam pakan komersial tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot potong. Sedangkan uji hasil statistik nilai (P) dapat disimpulkan penambahan proamino protrin dalam pakan komersial memberikan pengaruh nyata terhadap konsumsi pakan burung puyuh dan hasil uji satatistik (P) maka dapt disimpulkan bahwa penambahan proamino protein dalm pakan komersial memberikan pengaruh nyata terhadap peingkatan konsumsi pakan burung puyuh fase finisher Kata kunci: Performa burung puyuh, Substitusi proamino protein.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN BERUPA PROAMINO PROTEIN DALAM PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PRODUKSI KARKAS BURUNG PUYUH FASE FINISHER Ramdani Junaidi; Dina Oktaviana; Maratun Janah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 12 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pakan pemegang peranan penting dalam menentekuan keberhasilan usaha peternakan ungags karna pakan Adalah salah satu input produksi yang mempengaruhi produktifitas dan efesiansi dalam penambahan pakan proamino protein. Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 (lima) perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 1 (satu) kali ulangan. Masing masing ulangan terdiri dari 4 ekor burung puyuh. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 20 ekor burung puyuh yang berumur 6-8 minggu. Berdasarkan uji statistik one way Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan didapatkan hasil uji statistik nilai p (P > 0,05) maka dengan penambahan bahan pakan proamino protein dalam pakan komersil tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot potong. Sedangkan hasil uji statistik nilai p (P < 0,05) dapat disimpulkan penambahan proamino protein dalam pakan komersil memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan bobot karkas burung puyuh, dan hasil uji statistik nilai P (P > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa penambahan proamino protein dalam pakan komersil tidak memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan persentase karkas burung puyuh. Kata Kunci: Proamino protein, bobot potong, bobot karkas, persentase karkas.
FASILITAS UMUM PERUMAHAN PAGUTAN PERMAI KOTA MATARAM Erna Wijayanti Rahayu; Cellin Gita Pamungkas
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtraks: Perumahan Pagutan Permai memiliki luas lahan bervariasi antara 110 m² hingga 120m². Kondisi rumah yang ada saat ini sudah mengalami kepadatan bangunan dimana luas tanah yang tidak terbangun tersisa hanya dibagian depan halaman ± 1m². Fasad bangunan banyak rumah bertingkat, ini menandakan kebutuhan masyarakat meningkat. Perkembangan kawasan perumahan ini dapat meberpengaruh terhadap fasilitas umum yang ada pada lingkungan perumahan Pagutan Permai. Fasilitas umum merupakan prasarana dasar yang harus ada pada lingkungan perumahan. Fasilitas umum terdiri dari jaringan jalan, jaringan drainase, penerangan jalan dan ruang terbuka hijau (RTH). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi eksisting fasilitas umum yang ada di perumahan Pagutan Permai. Penelitian ini menggambarkan keadaan yang terjadi saat ini dengan cara pengumpulan data melakukan observasi lapangan, survey lapangan, dokumentasi dan wawancara kepada masyarakat mengenai fasilitas umum. Sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi fasilitas umum yang tersedia dan bagaimana penanganan dan peliharan lingkungan dengan baik, agar masyarakat tetap merasakan aman dan nyaman Kata kunci : Utilitas, lingkungan, perumahan
DETEKSI PROTOZOA ZOOTHAMNIUM sp. PADA UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI CV.SEGARA II DESA JEROWARU KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR L. Ramadhan Ade Nugraha; Candra Dwi Atma; Ida Ketut Mudhita
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Salah satu kendala dalam budidaya udang vaname adalah serangan protozoa ektoparasit, salah satunya Zoothamnium sp., yang dapat menurunkan kesehatan dan produktivitas udang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan protozoa Zoothamnium sp. yang menginfestasi udang vaname (Litopenaeus vannamei) di tambak budidaya Desa Jerowaru. Sampel yang digunakan sebanyak 100 ekor udang vaname berumur 30 hari yang diambil secara acak dari 14 kolam tambak. Teknik Pemeriksaan dilakukan dengan metode biopsi pada bagian karapas, kaki jalan, kaki renang, dan ekor kemudian ditetesi aquades dan diletakkan pada object glass dan ditutup dengan cover glass kemudian diperiksa dibawah mikroskop pembesaran 40x. Berdasarkan hasil pemeriksaan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pendidikan Mandalika menunjukkan bahwa 74 ekor udang vaname terinfeksi, sedangkan 26 ekor tidak terinfeksi zoothamnium sp. Jenis protozoa yang ditemukan pada bagian kaki jalan, kaki renang, dan ekor udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah protozoa Zoothamnium sp. Nilai prevalensi protozoa yang menyerang udang vaname adalah Zoothamnium sp. sebesar 74%.
ANALISIS KARAKTERISTIK LITOLOGI DAN PARAMETER GEOTEKNIK MATERIAL VULKANIK UNTUK PERENCANAAN LERENG DI DAERAH LABUHAN BADAS KABUPATEN SUMBAWA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Rukayah; I Gde Dharma Atmaja; Gusti Ayu Esty Windhari; Yuniar Pratiwi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, tersusun oleh material vulkanik yang memiliki karakteristik geologi dan geoteknik beragam sehingga perlu dikaji sebagai dasar perencanaan lereng yang aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik litologi dan parameter geoteknik material vulkanik serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap perencanaan lereng. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi, penggalian test pit, pengambilan sampel, dan pengujian laboratorium yang mencakup analisis gradasi butiran, berat isi, berat jenis, batas Atterberg, kadar air, serta California Bearing Ratio (CBR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi daerah penelitian didominasi oleh breksi vulkanik, endapan pasir vulkanik, dan lapisan tanah penutup (top soil). Nilai berat jenis berkisar antara 2,557–2,630 g/cm³, indeks plastisitas 8,66–11,82%, dan nilai CBR 11,50–13,70%, yang menunjukkan material memiliki plastisitas rendah hingga sedang serta memenuhi persyaratan daya dukung tanah dasar. Karakteristik litologi dan parameter geoteknik tersebut menunjukkan bahwa material vulkanik di daerah penelitian memiliki potensi yang baik untuk perencanaan lereng, dengan tetap mempertimbangkan kondisi geologi dan penerapan desain lereng yang sesuai guna menjamin kestabilan jangka panjang.
DETEKSI TELUR CACING PADA SAPI BALI (Bos sondaicus) DI DESA SIGERONGAN KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Widia Lestari; Erprinanda Galuh Berliana; Alifianita Anake Yansri; Sesa Puput Febrianti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Helminthiasis merupakan salah satu penyakit parasit yang masih menjadi permasalahan pada peternakan sapi Bali karena dapat menurunkan kesehatan dan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan telur cacing gastrointestinal serta mengetahui tingkat prevalensi infeksi pada sapi Bali (Bos sondaicus) di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan pemeriksaan 100 sampel feses sapi Bali yang diambil secara purposive sampling. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode natif, flotasi, dan sedimentasi, kemudian telur cacing diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 sampel yang diperiksa, sebanyak 10 sampel (10%) teridentifikasi positif mengandung telur cacing. Tiga jenis telur cacing yang ditemukan yaitu Trichostrongylus sp. sebanyak 7 sampel (7%), Haemonchus sp. sebanyak 2 sampel (2%), dan Fasciola sp. sebanyak 1 sampel (1%). Trichostrongylus sp. merupakan jenis telur cacing yang paling dominan ditemukan pada penelitian ini. Prevalensi infeksi yang relatif rendah diduga dipengaruhi oleh penerapan manajemen pemeliharaan yang cukup baik, seperti sanitasi kandang dan pemberian obat cacing secara berkala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa helminthiasis masih ditemukan pada sapi Bali di lokasi penelitian sehingga diperlukan upaya pengendalian yang berkelanjutan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produktivitas ternak.
PERANCANGAN GALERI SENI DI KOTA MATARAM DENGAN PENDEKATAN ATMOSPHERS PETER ZUMTHOR Oktovi Ali Sa’ban; Muammar Khadafi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraks :Perancangan galeri seni di Kota Mataram ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya seni rupa murni di Pulau Lombok, yang belum memiliki fasilitas representatif untuk menampung karya dan kegiatan seni. Saat ini, fasilitas yang ada seperti Taman Budaya masih terbatas dari segi kapasitas maupun fungsi, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan seniman lokal maupun pengunjung yang semakin meningkat. Dengan jumlah wisatawan yang tinggi serta adanya komunitas dan seniman independen, diperlukan sebuah ruang publik yang mampu menjadi pusat apresiasi, edukasi, dan interaksi seni. Perancangan menggunakan pendekatan Atmospheres Peter Zumthor yang menekankan pengalaman ruang melalui aspek sensoris seperti pencahayaan, material, suara, dan hubungan interior-eksterior. Pendekatan ini diharapkan menciptakan atmosfer yang mendukung interaksi emosional antara pengunjung dan karya seni. Proses perancangan diawali dengan pengumpulan data primer (observasi, wawancara, dokumentasi) dan sekunder (studi literatur), dilanjutkan analisis tapak, iklim, kebisingan, serta kebutuhan ruang. Hasil perancangan diharapkan tidak hanya menjadi sarana pameran, tetapi juga pusat aktivitas seni dan budaya yang mampu meningkatkan apresiasi masyarakat, mendukung perkembangan seniman lokal, serta memperkuat daya tarik wisata budaya di Kota Mataram.
KAJIAN PENGEMBANGAN AEROCITY MANDALIKA SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI BARU DI KAWASAN INDONESIA TIMUR Teddy Hartawan; Eliza Ruwaidah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: :Pengembangan Aerocity Mandalika merupakan salah satu strategi pemerintah Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui integrasi infrastruktur bandara dengan aktivitas komersial, pariwisata, dan logistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, potensi, dan tantangan pengembangan Aerocity Mandalika sebagai hub ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis data sekunder dari dokumen perencanaan KEK Mandalika, Rencana Induk Bandara Internasional Lombok, serta laporan BPS dan Kementerian PUPR 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aerocity Mandalika memiliki potensi strategis karena berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika dan Sirkuit MotoGP. Namun, pengembangan masih menghadapi kendala ketersediaan lahan, konektivitas multimoda, dan kesiapan SDM lokal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan skema Public Private Partnership dan integrasi tata ruang berbasis Transit Oriented Development untuk optimalisasi dampak ekonomi kawasan.
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DENGAN GANGGUAN REPRODUKSI PADA SAPI BETINA DI KECAMATAN BATU LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Muhammad Arsy Hidayat; Erprinanda Galuh Berliana; Devia Wulandasari; Laily ‘Ulya Nurul’ Ilmi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit hewan menular strategis yang berdampak terhadap kesehatan dan produktivitas ternak, termasuk performa reproduksi sapi betina. Infeksi PMK dapat menimbulkan gangguan fisiologis dan hormonal yang berpotensi memengaruhi fungsi reproduksi, seperti infertilitas dan abortus. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan riwayat PMK serta kejadian gangguan reproduksi pada sapi betina di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan analisis univariat terhadap 100 ekor sapi betina yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada peternak dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% sapi betina memiliki riwayat PMK. Pada kelompok sapi dengan riwayat PMK (n=95), kejadian infertilitas mencapai 73,68% dan abortus sebesar 70,53%. Distribusi umur didominasi sapi berumur 3 tahun (35,79%), sedangkan berdasarkan Body Condition Score (BCS), sebagian besar sapi berada pada kategori ideal (57,89%), diikuti kategori gemuk (30,52%) dan sangat gemuk (6,31%). Tingginya kejadian gangguan reproduksi pada sapi yang memiliki riwayat PMK menunjukkan bahwa infeksi PMK berpotensi memengaruhi performa reproduksi meskipun sebagian besar sapi memiliki kondisi tubuh yang ideal. Temuan penelitian ini memberikan gambaran mengenai kondisi reproduksi sapi betina pasca-PMK dan dapat menjadi informasi pendukung dalam upaya pengelolaan kesehatan reproduksi ternak serta pengendalian dampak PMK di tingkat peternak.
DETEKSI TREMATODA PADA FESES PEDET SAPI BALI DI DESA MONGGAS KECAMATAN KOPANG Muhammad Sandy Kelana; Iwan Doddy Dharmawibawa; Alifianita Anake Yansri; Kholik
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 13 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Trematodiasis merupakan salah satu penyakit parasitik yang berdampak signifikan terhadap produktivitas sapi Bali (Bos javanicus), terutama pada fase pedet yang sistem imunnya belum berkembang sempurna. Desa Monggas, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah memiliki karakteristik agroklimat berupa lahan persawahan beririgasi teknis yang mendukung siklus hidup trematoda melalui keberadaan siput Lymnaea sp. sebagai inang perantara. Penelitian ini bertujuan mendeteksi dan mengidentifikasi jenis-jenis Trematoda yang menginfeksi saluran gastrointestinal pedet sapi Bali di Desa Monggas. Penelitian bersifat deskriptif observasional dengan desain cross-sectional terhadap 66 sampel feses pedet berumur 3-7 bulan yang diambil secara purposive sampling dari lima dusun pada Juni 2026. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode natif (direct smear) dan sedimentasi sentrifugasi, dilanjutkan identifikasi morfologi telur di bawah mikroskop cahaya. Hasil menunjukkan bahwa dari 66 sampel, sebanyak 4 sampel (6,06%) positif Trematoda, terdiri atas 1 sampel Fasciola sp. dan 3 sampel Paramphistomum sp., tersebar di Dusun Bajur, Dusun Sabi, dan Dusun Lopan. Ukuran telur Paramphistomum sp. tercatat 155,0 x 114,0 µm dan Fasciola sp. 140,1 x 74,0 µm, sesuai kisaran morfometri acuan. Dapat disimpulkan bahwa pedet sapi Bali di Desa Monggas telah terpapar infeksi Trematoda sejak usia dini sehingga diperlukan program deteksi dini dan pengendalian yang berkelanjutan.