cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
ANALISIS STRATEGI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDI KASUS PADA DINAS PERINDUSTRIAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT) Sulaeman; Ma’ruf Al Gifari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kinerja pegawai adalah satu satu unsure penting yang bermasalah dalam pelaksanaan birokrasikhususnya di Kantor Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Barat, oleh karena itu perlu dirumuskan strategiyang tepat dalam meningkatkan kapasitas kinerja pegawai yang ada. Penelitian ini bertujuan untukmerumuskan strategi yang tepat dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Dinas Perindustrian ProvinsiNusa Tenggara Barat. Dalam penelitian ini menggunakan data primer dan skunder. Data pada penelitianini diperoleh melalui wawancara dan penyebaran angket. Adapun narasumber dalam penelitian ini adalahkegiatan wawancara langsung pada Sekretaris dan Kepala Bidang yang ada pada Dinas Perindustrian danpenyebaran angket kepada 41 Pegawai di Dinas Perindustrian. Analisis data dalam penelitian inimenggunakan rumus kolerasi product moment dan rumus mean (rata-rata hitung). Hasil penelitianmenemukan bahwa adanya nilai rxy lebih besar dari nilai r tabel pada taraf sifnifikan 99% yaitu 0,737 >0,408. Berdasarkan hasil tersebut dapat digambarkan bahwa semakin tinggi motivasi seseorang untukbekerja di suatu lembaga atau instansi pemerintahan dalam penelitian ini, maka sudah tentu prestasi yangakan dicapai akan sesuai dangan harapannya tersebut. Mengingat pentingnya motivasi dalam bekerja,maka strategi yang dapat dijalankan dalam untuk meningkatkan kinerja pegawai tersebut adalah denganterus memberikan pelatihan-pelatihan baik di internal insitusi maupun di luar institusi agar motivasikapasitas pegawai terus terjaga dan terasah dalam menunaikan stiap tanggung jawab yang diemban.
PEMODELAN BALOK KAYU LAMINASI DENGAN PERKUATAN BILAH BAMBU DITINJAU TERHADAP KUAT LENTUR Muammar Khadafi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi kayu laminasi (glulam) adalah teknologi laminasi dengan menggunakan lembaran papan-papan kayu atau potongan kayu-kayu yang relatif kecil disusun dan direkatkan dengan lem dengan arah serat yang sejajar. Penggunaan kayu dan bambu sebagai bahan bangunan sangat menjanjikan untuk saat ini dan masa depan dan keduanya memiliki sifat mekanik yang tinggi, ringan, ramah lingkungan dan ekonomis.. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada penguatan kapasitas lentur balok kayu laminasi dalam hal kekakuan, kekuatan dan daya dukung beban. Hasil Penelitian di laboratorium akan dilakukan pemodelan dengan program ABAQUS sebagai validasi terhadap hasil eksperimen. Pemodelan balok kayu laminasi dengan perkuatan bilah bambu dilakukan menggunakan FEM (Finite Element Method) menunjukkan hasil yang sesuai dengan eksperimen. Dari pemodelan yang dilakukan dengan bantuan software Abaqus/CAE 6.13-1 didapatkan nilai kuat lentur antara pemodelan dan hasil eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam hal kuat lentur balok yang diperkuat dengan bilah bambu dibandingkan dengan balok tanpa perkuatan. Peningkatan tertinggi pada uji laboratorium terjadi pada spesimen BLM02 sebesar 9,42 MPa sedangkan pada analisis model dengan program ABAQUS, peningkatan tertinggi juga terjadi pada spesimen BLM02 sebesar 9,07 MPa. Dari hasil eksperimen dan analisis model dengan program ABAQUS terjadi rasio perbandingan kuat lentur pada masing = masing spesimen BLM01, BLM02, BLM03, BLM04 dan BLM05 berturut –turut sebesar 4,94 MPa, 5,29 MPa , 4,90 MPa , 2,41 MPa dan 4,65 MPa.
APLIKASI GAYA BERAT MIKRO 4-DIMENSI UNTUK MONITORING PERKEMBANGAN DEFORMASI DI AREA TERDAMPAK DAN LUAR TERDAMPAK LUAPAN LUMPUR SIDOARJO – JAWA TIMUR Gusti Ayu Esty Windhari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur Sidoarjo (LUSI), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas tepatnya di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tenggelamnya lahan pemukiman dan pabrik-pabrik industri ternyata belum cukup untuk menghentikan aktifitas lumpur panas yang saat ini menjadi perhatian sehubungan dengan dampaknya terhadap kondisi geologi daerah Porong yang mengalami perubahan struktur (deformasi). Survey geofisika menggunakan metode gaya berat mikro 4-D merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk memantau perkembangan deformasi yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melokalisasi daerah yang mengalami deformasi serta mengetahui perkembangannya dengan melihat perubahan massa persatuan luas yang dikenal dengan rapat massa yang didapat berdasarkan pengukuran akan perubahan nilai gaya berat yang dilakukan berulang secara periodik. Data hasil pengukuran yang telah dikoreksi menghasilkan nilai rapat massa yang mengalami perubahan signifikan dibeberapa tempat seperti di daerah Siring Barat dan Porong bagian selatan, sehingga daerah ini dapat dikelompokkan ke dalam daerah berzona lemah dengan perubahan nilai densitas < 0 mGal
DAMPAK VARIASI LAJU UDARA PEMANASAN OVEN TEMBAKAU TERHADAP JUMLAH KONSUMSI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIJI JARAK Ahamad Multazam; Alpiana Hidayatulloh
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju udara pengopenan tembakau merupakan suatu hal yang dibutuhkan dalam proses pengopenan tembakau lombok(tembakau oven) dalam hal konsumsi bahan bakar. Laju udara pada proses pengopenan tembakau berdampak langsung terhadap kenaikan suhu udara didalam open tembakau dan konsumsi bahan bakar, tentu perlu dilakukan penelitian pengaruh laju udara pemanasan oven tembakau terhadap konsumsi bahan bakar alternatif biji jarak dengan tujuan membuktikan apakah variasi laju udara pengopenan tembakau tersebut penting atau tidak yang nantinya dibuktikan dengan jumlah konsumsi bahan bakar dan hasil krosok. Penelitian dilakukan secara experiment dengan pola variasi laju udar pengeringan. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa pariasi laju udara pengeringan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dengan melakukan penyamaan waktu pembakaran. Pengaruh yang sangat nampak dibuktikan oleh jumlah konsumsi bahan bakar yaitu laju pengeringan dengan laju nol menghabiskan bahan bakar 22 kg. Laju pengeringan dengan laju 50 cm menghabiskan bahan bakar 39 kg dan laju pengeringan dengan laju 100 cm menghabiskan bahan bakar 31 kg. Jika dilihat dari lambat atau cepatnya kenaikan suhu pengopenan ternyata laju pengopenan dengan jarak 50 cm memilki tingkat kenaikan suhu paling cepat dan kenaikan suhu paling lambat adalah pola suhu dengan laju nol.
PENGARUH PEMBERIAN ASTAXANTHIN TERHADAP MORFOLOGI DAN MOTILITAS SPERMATOZOA MENCIT JANTAN DEWASA (Mus musculus) YANG DIBERIKAN PELATIHAN FISIK BERLEBIH Kardi; Iwan Desimal
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan fisik berlebih dapat menyebabkan timbulnya stress oksidatif, dimana stress oksidatif merupakan faktor utama penyebab infertilitas pada pria. Stress oksidatif ini disebabkan oleh adanya peningkatan ROS (Reactive Oxygen Spesies) yang akan mengakibatkan terjadinya aglutinasi sperma sehingga dapat mempengaruhi morfologi dan motilitas sperma. Produksi ROS dapat meningkat pada pria yang sering melakukan pelatihan fisik berlebih dan berada di lingkungan dengan polusi tinggi.Astaxanthin sebagai antioksidan memegang peranan yang sangat penting sebagai protektor spermatozoa terhadap ROS. Pemberian Astaxanthin diharapkan dapat mengatasi stress oksidatif yang dapat menimbulkan infertilitas pada pria. Dalam hal ini peneliti menggunakan pelatihan fisik berlebih sebagai oksidan yang dapat memicu terjadinya stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Astaxanthin terhadap morfologi dan motilitas spermatozoa yang diberi pelatihan fisik berlebih. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan posttest only control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantan dewasa (Mus musculus) dengan kriteria : sehat, berat badan 20-22 gram, dan umur 2-3 bulan. Secara random, 33 ekor mencit dibagi 3 kelompok yaitu 11 ekor mencit kelompok kontrol, 11 ekor mencit kelompok perlakuan 1 yang diberi pelatihan fisik berlebih dan injeksi aquades 0,2 ml, 11 ekor mencit kelompok perlakuan 2 yang diberi pelatihan fisik berlebih dan Astaxanthin 0,01 mg yang dilarutkan dalam 0,5 ml aquades steril secara oral selama 35 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motilitas spermatozoa mencit secara bermakna (P<0,05) pada kelompok perlakuan 2 setelah pemberian glutathion, dimana rerata motilitas spermatozoa kelompok kontrol adalah 33,90±8,66, rerata motilitas kelompok perlakuan I adalah 20,45±3,23, dan rerata motilitas kelompok perlakuan II adalah 24,63±5,22. Sedangkan rerata morfologi sperma normal pada kelompok kontrol adalah 52,36±6,29, rerata morfologi kelompok perlakuan I adalah 40,63±6,45, dan rerata morfologi kelompok perlakuan II adalah 50,18±4,37. Analisis kemaknaan dengan uji One Way Anova menunjukkan bahwa nilai F = 12,77 dan nilai p = 0,001. Hal ini berarti bahwa rerata morfologi spermatozoa pada ketiga kelompok sesudah diberikan perlakuan berbeda bermakna (p<0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Astaxantin pada mencit jantan dewasa yang diberi pelatihan fisik berlebih dapat meningkatkan morfologi dan motilitas spermatozoa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh astaxantin terhadap fungsi organ reproduksi lainnya seperti fungsi sel leydig dan kadar hormon testosteron serta sebagai dasar untuk meneliti pengaruh pemberian astaxantin terhadap motilitas spermatozoa manusia.
Dewan Redaksi dan Daftar isi Editorial Board
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewan Redaksi dan Daftar Isi
ANALISIS KONSEP SPIRITUAL SEBAGAI MEDIA UNGKAP PADA BAHASA RUPA KARYA LUKIS I NENGAH KISID Lalu Aswandi Mahroni G; Lalu Purnama Zulkarnaen
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geliat seni lukis Lombok hingga saat ini tidak pernah terdengar gaungnya pada perkembangan nasional seni rupa. Dalam kegiatan berkesenian, Lombok memiliki perkembangan yang baik bagi dunia seni pertunjukan. Dalam ranah seni rupa, Lombok memiliki perkembangan seni kerajinan yang bisa dilihat pada hasil-hasil seni kerajinan gerabah, tenun, anyaman dan sejenisnya yang telah mendunia. Hal tersebut tidak diimbangi dengan perkembangan seni lukis. Seni lukis di Lombok ada dan berkembang melalui perpindahan penduduk yang menetap di Lombok, nama-nama yang terkenal dan aktif dalam perkembangan seni lukis Lombok seperti diketahui berasal dari sebagian besar wilayah Bali sehingga tokoh-tokoh seperti I Nyoman Pengsong, Lingsarta, I Gusti Lanang Arka, dan lain-lain sudah menjadi nama ikon pelukis Lombok. I Nengah Kisid pun demikian, hadir dan menetap menjadi penduduk Lombok dan mengembangkan seni lukisnya. I Nengah Kisid merupakan salah satu tokoh seni lukis Lombok, perannya dalam mengembangkan seni lukis di Lombok didasarkan pada kesadaran beliau dalam memperkenalkan seni lukis bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi melalui analisis karya seni lukis dan ketokohan I Nengah Kisid sebagai upaya pengembangan kepustakaan terkait referensi seni rupa. Metode yang digunakan dengan cara interview (wawancara), observasi, dan pengumpulan data gabungan. Penelitian ini juga bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana bahasa rupa yang terdapat dalam karya I Nengah Kisid. Tema spiritualitas menjadi tema sentral dalam transformasi ide menjadi sebuah karya, sehingga untuk memahami karya dilakukan pengamatan secara kontekstual dan mendalam.
POTENSI JENIS OBESITAS DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK WANITA Murtiana Ningsih; Rohmiatun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ampenan sebesar 15% di tahun 2018, Jumlah kasus tertinggi berada di Kelurahan Bintaro yaitu sebesar 48 kasus. Jenis Obesitas dibedakan menjadi dua yaitu obesitas sentral dan ginoid.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Jenis Obesitas dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi Pada Kelompok Wanita Usia 30-45 Tahun di Kelurahan Bintaro Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan Tahun 2019. Metode yang digunakan yaitu observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 120 orang dimana besar sampel sebanyak 55 orang. Pengambilan sample dengan metode Simple Random Sampling. Metode analisis menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel jenis obesitas mempunyai nilai p value 0,002 < α = 0,05 dengan kejadian hipertensi sedangkan hasil analisis aktivitas fisik wanita usia 30-45 tahun menunjukkan nilai p value 0,000 < α = 0,05 dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan jenis obesitas dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada wanita usia 30-45 Tahun di Kelurahan Bintaro Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan Tahun 2019. Jenis obesitas sentral lebih berisiko terkena hipertensi dibandingkan dengan jenis obesitas ginoid. Disarankan kepada Kepala Puskesmas Ampenan untuk meningkatkan promosi kesehatan melalui pendekatan keluarga kepada masyarakat.
DAMPAK SOSIALISASI TABLET TAMBAH DARAH (TTD) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI DI KABUPATEN KARANGASEM, PROVINSI BALI Ida Ayu Eka Padmiari; Pande Putu Sri Sugiani; Ni Nengah Ariati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia gizi terutama disebabkan oleh kekurangan zat besi adalah kelainan nutrisi yang paling umum terjadi di negara berkembang dan epidemi. Situasi ini membawa dampak keseluruhan terbesar dalam hal masalah kesehatan. Anemia defisiensi besi sangat rentan terhadap remaja putri karena meningkatnya kebutuhan zat besi selama pertumbuhan. Selain itu, kehilangan darah saat menstruasi juga meningkatkan risiko anemia. Pada wanita usia subur, anemia gizi dikaitkan dengan fungsi reproduksi yang buruk, tingginya angka kematian ibu (10-20% dari total kematian), peningkatan kejadian BBLR (berat bayi <2,5 kg saat lahir), dan gizi buruk intrauterine. Tujuan Umum Mengetahui Dampak Tablet Tambah Darah (TTD) Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Terjadinya Anemia Pada Remaja Putri di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan disain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Populasi penelitian adalah siswa SMA dan SMK di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Sampel adalah bagian dari populasi yang memenuhi kriteria berjumlah 84 siswi. Data diperoleh sejak persiapan dan pelaksanaan diolah dengan program perangkat lunak komputer dengan analisis statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat pengetahuan siswi tentang TTD dan anemia sudah sangat baik dimana 25 siswi (29,8%) mempunyai pengetahuan baik, 52 siswi (61,9%) dengan tingkat pengetahuan cukup dan hanya 7 orang (8,3%) dengan tingkat pengetahuan kurang. Siswi yang mengalami anemia sebesar 22,6% sedangkan 77,4% tidak anemia dari 84 siswi dan dampak sosialiasasi TTD yang diberikan adalah terjadi penurunan prevalensi dibandingkan data nasional yang awalnya 26,7% menjadi 22,6%.
PEMANFAATAN POTENSI TEPUNG DAUN ASHITABA (Angelica keiskei) SEBAGAI FITOBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PRODUKTIFITAS AYAM BROILER Dina Oktaviana; Gusti Ayu Esty Windhari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ashitaba merupakan tanaman multi fungsi karena kaya akan vitamin, mineral, asam amino, unsur mineral, maupun zat aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan potensi tepung daun Ashitaba sebagai sumber fitobiotik dalam pakan terhadap produktifitas ayam broiler. Sebanyak 25 ekor ayam broiler unsexd umur sehari yang diproduksi oleh PT. Malindo Tbk dipelihara selama 35 hari dalam kandang individu ukuran 40 x 40 cm. Perlakuan berupa penambahan tepung daun Ashitaba dalam pakan basal degan level yang berbeda yaitu; P0 (0% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 2% Filler); P1 (0,5% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 1,5% Filler); P2 (1% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 1% Filler); P3 (1,5% tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 0,5% Filler) dan ;P4 (2% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 0% Filler). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola searah degan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis degan sidik ragam dan bila terdapat perbedaan yang nyata maka akan diuji lanjut degan Uji Jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Tepung Daun Ashitaba sampai degan level 2% tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan akan tetapi berpengaruh nyata mampu meningkatkan pertambahan bobot badan (P>0,05) serta bobot potong (P>0,05), dan menurunkan angka konversi pakan (FCR) (P>0,05). Level P3 degan pemberian tepung daun Ashitaba 1,5% dalam pakan basal memberikan respon terbaik.

Page 3 of 41 | Total Record : 402