cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
KARAKTERISASI ASAM LEMAK HIDROKSAMAT DARI MINYAK KELAPA Muhsinun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam lemak hidroksamat (FHA) mempunyai banyak manfaat dan merupakan senyawa yang bernilai ekonomis tinggi. Kompleksnya dengan beberapa ion logam telah digunakan dalam kimia analitik sebagai reagen untuk gravimetri, spektrofotometri logam, pengkhelat untuk mineral bumi yang langka dan untuk pengekstrak ion-ion logam dari fase air. Oleh sebab itu, sangat perlu dilakukan sintesis FHA dengan bahan dasar yang mengandung asam lemak ini. Salah satu sumber asam lemak adalah minyak kelapa sehingga berpotensi sebagai bahan baku sintesis FHA. Tujuan dari penelitian ini, yaitu sintesis FHA dari minyak kelapa yang dilakukan dengan cara enzimatis dan karakterisasi dari FHA yang dihasilkan. Adapun tahapan penelitian meliputi tahap sintesis, tahap pemurnian dan tahap karakterisasi. Dari hasil penelitian diperoleh persentase hasil sintesis FHA dari minyak kelapa adalah 51.90%. Jumlah gugus asam hidroksamat dalam 1 gram sampel kering FHA adalah 3.04 mmol. Berdasarkan hasil analisis uji warna dengan CuSO4 dan FeCl3 didapatkan warna kompleks yang khas untuk kedua logam tersebut dengan FHA yaitu warna hijau dan merah tua. Sedangkan dari analisis FTIR, didapatkan spektrum gugus fungsi asam hidroksamat dari sampel FHA.
ANALISIS PENGARUH PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) TERHADAP PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA MIDANG KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Muhammad Habibullah Aminy; Muh. Zulfiqri Syahmat; Sulaeman
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui analisis pengaruh peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Midang Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Midang Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Metode pengambilan sampel menggunakan judgement sampling dengan sampel sebanyak 40 responden. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana dengan SPSS 18.0 sebagai alat analisis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Peran BUMDesterhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Midang Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Hal ini dilihat dari hasil Uji-t yang memiliki nilai thitungsebesar 6.958 dengan sig. t sebesar 0,000 (p <0,05). Ini berarti bahwa hipotesis diterima.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK TERITORIALITAS DI PERMUKIMAN KAMPUNG JAWA- KOTA DENPASAR Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari Indriani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Kampung Jawa merupakan salah satu permukiman padat penduduk yang terdapat di Kota Denpasar. Penduduk yang tinggal di wilayah ini dulunya merupakan pendatang yang kemudian diberikan lahan oleh Raja Pemecutan. Seiring dengan perkembangan penduduk asli di wilayah tersebut dan juga bertambahnya pendatang, tentu kebutuhan ruang juga semakin tinggi. Hal tersebut mengakibatkan penduduk setempat melakukan ekspansi-ekspansi ruang terutama terhadap ruang yang ada di sekelilingnya. Fenomena ini dalam ranah arsitektur disebut dengan teritorialitas. Secara teori, teritorialitas adalah sesuatu yang berkaitan dengan ruang fisik, tanda, kepemilikan, pertahanan, penggunaan yang eksklusif, personalisasi dan identitas (Edney dalam Laurens, 2004:124). Melihat adanya fenomena teritorialitas yang terjadi di Kampung Jawa, maka peneliti melakukan penelitian ini dengan bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor pembentuk teritorialitas yang dilakukan oleh penduduk Kampung Jawa. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2016 hingga Februari 2017. Metode penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi lapangan dan wawancara terhadap pihak terkait. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini didapatkan bahwa dasar perilaku teritorial, luas dan ketersediaan lahan, waktu, kapasitas psikologi, serta pengalaman keruangan merupakan faktor-faktor pembentuk dari teritorialitas yang dilakukan oleh penduduk setempat. Selain itu juga ditemukan adanya keanekaragaman teritorialitas di lingkungan permukiman yang disebabkan oleh faktor personal, faktor situasional, faktor estetika, faktor ketidaksengajaan atau keinginan untuk memiliki dan faktor kedekatan individu atau kelompok pengguna.
KAJIAN PERMUKIMAN TRADISIONAL DI LINGKUNGAN GERISAK Erna Wijayanti Rahayu
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman tradisional yang ada di Lingkungan Grerisak tidak terlepas dari permasalah prasarana yang mempengaruhi terhadap pengelolaan lingkungan permukiman. Penelitian ini mengenai bagaimana ketersediaan prasarana permukiman tradisional di Linkungan Gerisak dan bagaimana konsep akademik strategi penataan permukiman tradisional yang ada di Lingkungan Gerisak. Tujuan dari pelitian ini menganalisis ketersedian prasarana permukiman tradisional dan merumuskan konsep akademik strategi penataan permukiman tradisional di Lingkungan Gerisak. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis secara secara deskriptif kuatitatif mengenai ketersediaan infrastruktur pada permukiman tradisional di Lingkungan Gerisak berdasarkan hasil survey yang selanjutnya disusun arahan penataan permukiman melalui metode SWOT. BerdasarkanStandar Nasional Indonesia nilai ketersediaan infrastrukur di Lingkungan Gerisak persentase nilai ketersediaan total nilai 401.5%. Arahan penataan permukiman tradisional di Lingkungan Gerisak dalam bentuk kuadran dengan strategi yang diterapkan dalam penataan permukiman nanti adalah memaksimalkan faktor kekuatan (strenght) dengan memamfaatkan faktor peluang (opportunities) dari potensi yang ada di kawasan permukiman. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk terwujudnya kawasan permukiman yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi dan teratur.
INOVASI PELAYANAN KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN KLINIK BAITUSSYIFA QAMARUL HUDA BAGU LOMBOK TENGAH Muhamad Adnan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi klinik dalam pelayanan kesehatan merupakan salah satu strategi pemasaran pelayanan kesehatan jasa yang lebih baik karena tantangan layanan kesehatan bersifat sangat konpleks, kompleksitas itulah yang selalu menghasilkan berbagai ide selain menghasilkan kebaruan dalam suatu pembaruan inovasi antara lain dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta dapat melayani masyarakat dengan lebih baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif (menjelaskan kondisi objek dengan cara- cara ilmiah) dengan informasi sebanyak 9 (sembilan) orang yang dipilih berdasarkan pandangan dari penulis bahwa informasi tersebut memiliki pengatahuan dan informasi mengenai masalah yang penulis teliti antara lain: kepala pelayanan kesehatan, pegawai klinik, masyarakat pengguna layanan (pasien), tokoh masyarakat. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa ; observasi dan dokumentasi serta dikembangkan dengan wawancara terhadap informasi. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa inovasi pengelola klinik dalam pelayanan kesehatan 24 jam di Desa Bagu bisa dikategorikan pelayanan yang baik dan maksimal, karena berdasarkan hasil pemantauan dan wawancara yang dilakukan kepada masyarakat, tokoh masyarakat dan pengguna layanan (pasien) kesehatan dirasakan pelayanan sangat baik dan maksimal.
KESESUAIAN LAHAN UNTUK AKTIVITAS WISATA DI KAWASAN EMBUNG BUAL, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Kornelia Webliana B; Diah Permata Sari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Embung Bual merupakan salah satu atraksi wisata yang memiliki daya tarik yang cukup tinggi di desa Aik Bual, Kabupaten Lombok Tengah. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan di sekitar kawasan ini yaitu berrekreasi, piknik, kemping, dan kegiatan wisata berbasis ekologi seperti pengamatan satwa liar dan soft trekking di dalam kawasan hutan. Pengembangan wisata Embung Bual harus mempertimbangkan sifat fisik lingkungan, dan salah satu faktor penting yang menentukan kesesuaian komponen lingkungan untuk suatu kegiatan wisata adalah faktor lahan. Oleh karena itu penting dilakukan kajian dengan tujuan menganalisis kesesuain lahan untuk aktivitas wisata di sekitar kawasan Embung Bual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan unit analisis pada penelitian ini yaitu elemen landskap tempat aktivitas wisata di sekitar kawasan Embung Bual. Hasil penelitian menunjukan keseluruhan area yang ditentukan untuk berkemah pada kawasan wisata Embung Bual sesuai apabila digunakan untuk kegiatan berkemah. Hasil penilaianlahan bangunan pada area rekreasi memiliki kesesuaian sedang hingga sesuai, dengan demikian perlu dilakukan peningkatan atau penataanfisik seperti mengatur kemiringan lahan, kedalaman batuan dasar agar benar–benar sesuai untuk mendukung aktivitas rekreasi di sekitar kawasan Embung. Penilaian lahan untuk area bermain memiliki kriteria sedang sampai sesuai dan perlu dilakukan penataan pada kemiringan lahan, tekstur tanah permukaan dan kebatuanguna mengoptimalkan kawasan bermain sebagai wisata pendukung di sekitar Embung Bual. Penilaian lahan untuk area piknik menunjukan masih tergolong dalam kriteria sesuai jika digunakan tetapi perlu dilakukan pembersihan dan perbaikan pada tekstur tanah permukaan di sekitar area piknik.
KARATERISTIK LIMBAH PEMANENAN DAN INDUSTRI HASIL HUTAN KAYU SERTA ALTERNATIF PEMANFAATANNYA Febriana Tri Wulandari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara ekonomi terjadinya limbah hasil hutan disebabkan adanya konsep bagian kayu marginal dan sub marginal. Konsep kayu marginal adalah bagian kayu yang bila dipungut atau diolah akan kerugian bagi pengusahanya. Apabila kayu itu dipungut akan menghasilkan nilai penjualan yang sama dengan biaya yang dikeluarkan. Sedangkan konsep kayu sub marginal adalah nilai jualnya jauh lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan. Karena adanya kedua konsep tersebut maka pengusaha banyak meninggalkan limbah dilokasi pemanenan dan industri hasil hutan kayu. Berdasarkan hal tersebut maka perlu solusi untuk memberikan nilai ekonomis pada limbah pemanenan dan industri kayu dengan memberikan alternative pemanfaatannya menjadi produk yang memberikan nilai jual atau nilai ekonomis dan membantu pemerintah dalam mengurangi limbah hasil hutan. Tujuan dari penulisan makalah ini untuk memberikan gambaran jenis-jenis limbah pemanenan dan industri kayu serta memberikan alternative pemanfaatannya sebagai produk hasil hutan yang memberi manfaat secara ekonomis. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu menyajikan suatu gambaran terperinci atas suatu situasi khusus (Silalahi,2009). Sumber data diperoleh dari pustaka atau literature yang berhubungan dengan limbah dan pengalaman penulis dilapangan. Berdasarkan uraian makalah maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1).Jumlah limbah pemanenan dan limbah industri hasil hutan kayu sekitar 50% lebih, (2). Limbah pemanenan hasil hutan kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pengolahan kayu, seperti industri papan partikel, papan serat, papan blok, papan sambung, pulp dan kertas, industri arang kayu dan sumber energi pada tungku boiler untuk menghasilkan listrik, (3).Limbah industri hasil hutan kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, briket arang, arang aktif, inti papan blok, papan laminasi, kompos, soil condition, papan partikel dan sambungan venir inti, atau venir belakang kayu lapis, bahan pembuatan alat olahraga dan sebagai bahan baku pulp dan kertas.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI KELURAHAN TIWUGALIH KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama; Ni Putu Ety Lismaya Dewi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai daerah yang sedang berkembang Kelurahan Tiwugalih tentu akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko. Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Kelurahan Tiwugalihberada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase, dan penanganan air limbah setempat.
KAJIAN MENGENAI GARIS SEMPADAN BANGUNAN KORIDOR JALAN DR SUDJONO- JALAN ARYA BANJAR GETAS Eliza Ruwaidah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan tata ruang Kota Mataram yang terus berlangsung hingga saat ini, tentunya diarahkan berdasarkan Perda Kota Mataram Nomor 12 tahun 2016 tentang RTRW Kota Mataram tahun 2011-2031, namun pada kenyataan lapangan, pemanfaatan ruang yang sejak awal kemungkinan besar belum sesuai dengan peraturan tersebut, sehingga hal ini tentunya menimbulkan konflik pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan tata ruang.Pemanfaatan ruang Kota Mataram pada umumnya berfungsi sebagai matra pengembangan berbagai kawasan perumahan, perkantoran, perdagangan dan jasa serta fungsi lainnya, dan intensitas perubahan fungsi kawasan terjadi baik dari kawasan non terbangun (sawah) menjadi kawasan terbangun (perumahan) ataupun perubahan fungsi kawasan perumahan pada lokasi strategis atau koridor jalan utama kota menjadi kawasan dengan fungsi yang lebih ekonomi yakni sebagai kawasan perdagangan dan jasa.Dalam rangka menyelaraskan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka sangat diperlukan penyediaan bidang/areal pada kanan – kiri sumbu jalan yang digunakan untuk memberikan jarak antara bangunan dengan derah milik jalan. Permasalahan yang sering terjadi, pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat, swastaseringkali tidak memperhatikan aturan garis sempadan bangunan yang disebabkan antara lain: kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang aturan sempadan jalan, lahan yang digunakan untuk sempadan bangunan berada dalam sertifikat lahan pemilik bangunan sehingga pemilik lahan berkepentingan membangun sesuai dengan haknya,tidak seragamnya luas kapling serta pembangunan yang dilakukan secara individu, dan tanpa melalui prosedur perijinan serta jenis dan intensitas bangunan yang beragam. Berdasarkan ketentuan garis sempadan Jalan Arteri Primer pada Koridor Jalan Dr Sudjono-Jalan Arya Banjar Getas sepanjang 30 meter pada kanan – kiri jalan, Garis Sempadan Jalan pada sisi Utara-Timur Jalan Dr Sudjono dimulai melewati persimpangan Jalan Gajah Mada sampai persimpangan Sultan Kaharudin Berdasarkan hasil analisa garis sempadan bangunan pada umumnya belum sesuai dengan dengan arahan tata ruang. Garis Sempadan Jalan pada sisi selatan Jalan Arya Banjar Getas dimulai dari pangkal sebalah barat persimpangan Jalan Sultan Kaharudin hingga Jalan Energi. Berdasarkan analisa keseuaian garis sempadan bangunan eksisiting terhadap rencana tata ruang pada umumnya garis sempadan bangunan belum sesuai dengan arahan tata ruang untuk semua jenis kegiatan. Secara umum belum sesuaianya Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang berkembang di koridor Jalan Dr Sudjono - Jalan Arya Banjar Getasbaik disis kanan – kiri jalan terhadap ketentuan Garis Sempadan Bangunan berdasarkan RTRW Kota Mataram dimana ketentuan GSB Koridor Jalan Dr Sudjono - Jalan Arya Banjar Getasselebar 25 meter yang termasuk dalam fungsi jalan Kolektor Primer.Masih terdapat potensi lahan non terbangun yang akan berubah fungsi di Koridor Jalan Jend. Jalan Dr Sudjono - Jalan Arya Banjar Getas, dimana dalam pengajuan ijin pemanfaatan ruangnya agar sesuai dengan ketentuan GSB dan ketentuan lainnya berdasarkan rencana tata ruang. Tata guna lahan yang berkembang pada koridor Jalan Jalan Dr Sudjono - Jalan Arya Banjar Getas, telah sesuai dengan rencana pola ruang RTRW Kota Mataram.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR INDIFIDU TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA LAS. DI PT.PAL INDONESIA Baiq Fathin Ayu Rakhmawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PAL is one of International-standard shipyards in Indonesia. PT.PAL uses sophisticated technology so it can compete internationally. Many works are needed to make one ship. Welding is one of the works that commonly done in the process of making ship but it has high risk of accident. One of the reasons that cause accident during welding process is the negligence in the use of proper personal protective equipment based on the operational standard of PT. PAL Indonesia. The research was a quantitative research with cross sectional approach. This research used observation method by observing the use of personal protective equipment during the welding process. The variables used in this research were the characteristics of the workers (age, working period, working status, education, and knowledge).The subjects of the research were 72 weld workers. Data were collected by observing directly using check list table cased on the standard operating system that used in PT. PAL Indonesia. The results showed that knowledge the determining factors with 0,02, it means that workers with little knowledge to violate the rule to use the personal protective equipment than the ones with knowledge.

Page 4 of 41 | Total Record : 402