cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
PENGARUH THERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PSTW PUSPAKARMA MATARAM Ni Made Sumartyawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 1 (2016): Maret 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunduran fisik maupun psikologis yang dialami lansia akibat proses menua (aging proses) menyebabkan masalah kesehatan. Salah satu penyakit degeneratif yang sering dialami lansia yaitu hipertensi yang merupakan penyakit kronik akibat gangguan system sirkulasi darah yang kini menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat. Pemberian obat dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping, kecanduan, dan bila overdosis dapat membahayakan pemakainya (Purwanto,2007). Berdasarkan efek buruk dari menggunakan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggimaka terapi nonfarmakologis merupakan pilihan yang tepat. Beberapa terapi nonfarmakologis yang bisa digunakan dalam menangani masalah hipertensi seperti: terapi tertawa. Tertawa dapat menghilangkan berbagai dampak negatif yang terjadi dalam diri kita seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kecemasan, depresi.Penelitian ini menggunakan desain penelitianQuasi Eksperimental Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelayan lansia yang mengalami hipertensi di PSTW “PUSPAKARMA” Mataram. Penentuan sampel menggunakan tehnik total samplingsebanyak 14 respondenPengumpulan data untuk mengukur tekanan darahmenggunakan lembar observasi. Data yang terkumpul akan ditabulasi dan dianalisa menggunakan uji t dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian ini sebelum diberikan terapi tertawa pada kelompok eksperimen didapatkan bahwa terdapat 2 (28,57%) orang responden kategori hipertensi ringan dan 5 (71,42%) orang responden dengan kategori hipertensi sedang dan setelah diberikan terapi tertawa selama 7 hari berturut-turut pada kelompok eksperimen terjadi perubahan tekanan darah yaitu sebanyak 5 orang responden (71,42%) dengan kategori hipertensi normal, dan 2 orang responden (28,57%) dengan kategori hipertensi ringan.Hasil analisa dengan menggunakan uji statistic Dari T TEST Tidak Berpasangan pada kedua kelompok di atas didapatkan nilai t hitung > dari t tabel yaitu 4,000 <2,179 dan Nilai Signifikan <(0,002 < 0,05).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi tertawa terhadap perubahan tekanan darah pada lansia. Perawat sebagai care provider disarankan untuk mengaplikasikan terapi tertawa sebagai salah satu intervensi bagi lansia yang mengalami Hipertens.
HUBUNGAN KESIAPANPSIKOLOGIS DENGAN ENURESIS PADA ANAK Robiatul Adawiyah; L. Agung Adiguna
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 1 (2016): Maret 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan anakmencakup pertumbuhan dan perkembangan anak, pengaruh bermain terhadap tumbuh kembang anak, komunikasi pada anak dan orang tua, anticipatory guidancedan toilet training, imunisasi pada anak, kebutuhan nutrisi pada anak, serta dampak hospitalisasi pada anak dan orang tua (Supartini, 2010). Di Indonesia diperkirakan jumlah balita mencapai 30 % dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia, dan menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga(SKRT) nasional diperkirakan jumlah balita yang mengontrol BAB dan BAK di usia toddler mencapai 75 juta anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kesiapan psikologis dengan kejadianenuresis pada anak usiatoddler(1-3 tahun di Dusun Sandongan Desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia.Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini denganTotal Sampling yaitu sebanyak 34 anak. Instrument yang digunakan adalah kuesioner untuk mendapatkan kesiapan psikologis dengan kejadianenuresis pada anak usiaToddler(1-3tahun) di Dusun Sandongan Desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan anak lebih banyak dengan kategori baik yaitu 12 orang (35,29%) sedangkan kesiapan orang tua lebih banyak dengan kategori tidak baik yaitu 22 orang (64,70%)) dengan uji statistic didapatkan p value 0,007 untuk kesiapan psikologi anak maka ada hubungan yang signifikan antara kesiapan psikologi anak dengan kejadian enuresis pada anak usia Toddler (1-3tahun) di Dusun Sandongan Desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia
FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 24-35 BULAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Mustika Hidayati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 1 (2016): Maret 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDEK (stunting) merupakan gangguan pertumbuhan linier yang ditunjukandengan nilai z score TB/U kurangdari -2 SD. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi berulang dalam waktu lama pada masa janin hingga 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Hasil Unicef Report tahun 2013 dinyatakan bahwa Indonesia menempati urutan ke-5 didunia masalah gangguan pertumbuhan tinggi badan (Pendek) yaitu sekitar 7,55 juta anak balita. Dari hasildua kali Riskesdas 2007 dan 2013 menyebutkan bahwa di NTB masing-masing 43,7% dan 45,2 %. Terjadi peningkatan 1,5%, artinya hampir separuh balita kita memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar tinggi badan balita seumurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor dominan yang mempengaruhi kejadian stunting anak usia 24-35 bulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2014. Penelitian ini dilaksanakan terhadap total sampel di 10 kabupaten/kota se provinsi Nusa Tenggara Barat sejumlah 115.300 sampel. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 12 variabel independen yang mempengaruhi kejadian stunting (Y) terdiri dari Jenis Kelamin Anak (X1), Tinggi badan Ayah (X2), Tinggi badan Ibu (X3), Pola Makan ayah (X4), Pola makan Ibu (X5), Status Ekonomi Keluarga (X6), Riwayat Panjang Lahir (X7), Riwayat Berat Lahir(X8), Jumlah Anggota Keluarga (X9), Riwayat Kehamilan(X10),Riwayat Persalinan(X11) dan Riwayat Nifas (X12).Dari kedua belas variabel tersebut ada 3 (tiga) variabel yang dominan antara lain Riwayat Panjang lahir (OR=3,7), Tinggi Badan Ibu (OR=2,6) dan Pola Makan ibu (OR=2,1) Disarankan bahwa pemegang kebijakan serta pemegang program agar lebih memfokuskan dari ketiga variabel yang dominan tersebut
HUBUNGAN UMUR DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PEJERUK KOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2016 Rohani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 1 (2016): Maret 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia atau penyakit kurang darah yaitu suatu keadaan dimana kadar haemoblobin (Hb) darah kurang dari normal. Anemia lebih sering dijumpai dalam kehamilan karena dalam kehamilan keperluan akan zat-zat makanan bertambah dan terjadi pula perubahan-perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Darah bertambah banyak dalam kehamilan yang sering disebut hidremia atau hipervolemia. Tetapi bertambahnya sel-sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma, sehingga terjadi pengenceran darah. Dengan perbandingan plasma 30 %, sel darah 15 % dan Hb 19 %. Pengenceran darah dianggap sebagai penyesuaian diri secara fisiologi selama kehamilan dan bermanfaat bagi wanita.Pertama, karena pengenceran meringankan beban jantung yang harus bekerja lebih berat dalam masa hamil, karena sebagai akibat hidremia cardiac output meningkat. Kerja jantung lebih ringan jika viskositas darah rendah. Resistensi perifer berkurang sehingga tekanan darah tidak meningkat. Kedua, pada perdarahan saat kehamilan banyaknya unsur besi yang hilang lebih sedikit dibandingkan dengan apabila darah itu tetap kental (Manuaba, 2001). Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden anemia ringan sebanyak 149 orang (76,4%) dan anemia sedang sebanyak 46 orang (23,3%). Umur responden sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak 115 orang (77,2%), anemia ringan dan anemia sedang sebanyak 27 orang ( 58,7%). Ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p value (0,011). Sebagian besar responden mengalami anemia ringan (76,4%) dan anemia sedang (23,3%). Umur responden sebagian besar berumur 20-35 tahun sebanyak (77,2%), anemia ringan dan anemia sedang sebanyak 27 orang (58,7%). Ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Mengingat terdapat hubungan antara umur ibu dengan kejadian anemia, diharapkan KIE terkait anemia dapat diberikan pada calon pengantin agara dampak kejadian anemia yang ditimbulkan saat kehamilan, persalinan dan nifas dapat di cegah, dan petugas puskesmas agar lebih meningkatkan kegiatan pencegahan terjadinya anemia kepada masyarakat dengan melibatkan lintas sektor terkait untuk melakukan gerakan pencegahan anemia pada ibu.
KAJIAN AWAL PENGEMBANGAN METODE DAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN DALAM PENGUJIAN MPN COLIFORM DAN COLITINJA PADA MATAKULIAH MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN PRODI KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK LINGKUNGAN(STTL) MATARAMTAHUN 2015 Anak Agung Istri Agung Trisnawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini merupakan penelitian survey bersifat deskriptif yaitu penelitian yang mencoba meggambarkan atau menguraikan pengembangan metode dan alat bantu pembelajaran dalam pengujian MPN Coliform dan Colitinja pada mata Kuliah Mikrobiologi Lingkungan Prodi Kesehatan Lingkungan Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan(STTL) Mataram yang dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2015.Pembelajaran teori maupun praktik laboratorium disampaikan dengan metode konvensional yaitu ceramah. Siswa sulit memahami konsep-konsep abstrak , 85% menyatakan sulit memahami konsep-konsep materi teori dan praktik . Bagian tersulit dipahami adalah tahapan- tahapan pemeriksaan , perhitungan MPN Coliform dan Colitinja . Penyebab sulitnya materi dipahami adalah 1) penyediaan alat bantu pembelajaran yang kurang, 2) pemilihan metode belajar yang kurang tepat, 3) alokasi waktu teori dan praktik yang kurang dan 4) Penguasaan materi oleh pengajar . Siswa menginginkan praktik laboratorium disertai dengan penayangan teknik pemeriksaan 3 dimensi, penayangan video pemeriksaan dan diskusi kelompok serta 94,3% siswa menyatakan penggunaan tabel MPN Formula Thomas dalam perhitungan menyulitkan dan membutuhkan ketelitian serta memerlukan waktu lama dalam penyelesaian hasil.Siswa menyatakan perlu adanya pengembangan dari tabel Thomas menjadi software yang aplikasi penggunaannya dalam bentuk offline agar mempermudah perhitungan .Perlu penelitian lanjutan terkait mengenai penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis praktikum dengan berbantuan kamputer pada mata kuliah Mikrobiologi Lingkungan untuk meningkatkan keterampilan proses dan penguasaan konsep pemeriksaan MPN Coliform dan Colitinja . SDM Instruktur laboratorium perluditingkatkan melalui On The Job Training (OJT) atau pelatihan teknis terkait materi yang diampu
TIPOLOGI RUANG RUMAH ABDI DALEMDI KAMPUNG KEMLAYAN SURAKARTA Teddy Hartawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan tipologi ruang pada rumah abdi dalem di kampung Kemlayan Surakarta beserta faktor yangmempengaruhinya yang dikategorikan pada 2 kelompok rumah abdi dalem berdasarkan kepemilikannya saat ini yang terdiri dari 2 kelompok yaitu 1). Rumah abdi dalem milik keturunan dan 2). Rumah abdi dalem milik bukan keturunan.Objek penelitian ini adalah rumah abdi dalem di kampung Kemlayan yang berjumlah 16 rumah dengan subyek penelitian adalah pemakai kegiatan di dalam rumah dan keturunan langsung abdi dalem Kraton Surakarta. Pengumpulan data dilakukan pada seluruh objek rumah abdi dalem melalui pengukuran rumah beserta ruang-ruangnya dan melakukan penggambaran kembali data yang meliputi siteplan, denah, tampak dan potongan ruang pada rumah sebagai bahan analisis tipologi. Penelitian ini menggunakan metode rasionalistik dalam menggali pemikiran atas konsep-konsep ruang rumah sebagai bagian dari kajian arsitektur yang tidak saja dipahami oleh pengamat, tetapi juga oleh penghuni/ pengguna ruangnya melalui pemahaman atas konsep dan bentuk ruang yang dilatarbelakangi oleh faktor lingkungannya.Perkampungan tradisional Jawa merupakan perluasan dari pusat kekuasaan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang mengabdi pada Raja. Kampung Kemlayan sebagai salah satu kampung tradisional di Jawa merupakan kampung yang dihuni oleh masyarakat pekerja seni atau mlaya dan karawitan yang mengabdi pada Kraton Surakarta sebagai pusat kerajaan dan pemerintah. Kekayaan kebudayaan dan tradisi kehidupan Jawa serta kedekatan dengan kraton Surakarta mempengaruhi kekayaan wujud lingkungan fisiknya.Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua kelompok rumah abdi dalem tersebut dipengaruhi oleh fungsi kawasan yang mempengaruhi bentuk, luas dan fungsi ruang pada rumah. Tipologi ruang pada rumah abdi dalem terdapat dua komposisi berdasarkan pendopo dan dalem, tiga komposisi berdasarkan gandok yang dipengaruhi perkembangan kawasan sekitarnya.
HURUF DALAM OBJEK SENI LUKIS Lalu Aswandi Mahroni G.
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya seni lukis dengan kekayaan intelektual para perupa telah menghasilkan berbagai macam kemungkinan pengolahan media dalam menghasilkan karya seni. Huruf atau tipografi dalam hal ini telah berkembang tidak hanya sebagai bentuk untuk melafalkan bunyi tetapi telah berkembang sebagai hasil karya seni yang dikembangkan melalui berbagai kemungkinan disain lainnya. Seni lukis tentu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengembangan tipografi, bahkan tipografi dalam hal ini huruf telah menjadi objek dalam beberapa penciptaan seni lukis saat ini. Penggunaan huruf dalam beberapa karya seni lukis telah menjadi titik balik sejarah ditemukannya huruf yang digunakan sebagai simbol dalam membangun komunikasi yang sarat akan estetika.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI LINGKUNGAN JURING LENENG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasanruralkarena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang, lingkungan Juring Leneng Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnyakawasan permukiman kumuh.Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko. Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh lingkungan Juring Leneng berada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan penangan fisik bangunan, penyediaan bak sampah, penanganan limbah dan perbaikan jalan lingkungan.
KESERTAAN KELAS IBU HAMIL DENGAN KETEPATAN WAKTU MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI PASCA PERSALINAN PADA IBU NIFAS Murtiana Ningsih
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan kesehatan adalah bagian dari Pembangunan Nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi Bangsa Indonesia baik masyarakat, swasta maupun pemerintah.Kelas Ibu Hamil adalah salah satu program penurunan Angka Kematian Ibu. Telah dicanangkan sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan kesertaan Kelas Ibu Hamil dengan ketepatan waktu menggunakan alat kontrasepsi khususnya kontrasepsi non alamiah pasca persalinan pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat 2015 yaitu sebanyak 1.381 orang. Ketepatan waktu menggunakan alat kontrasepsi non alamiah pasca persalinan sebagai variabel terikat sedangkan kesertaan ibu hamil sebagai variabel bebas. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi menggunakan kuesioner, analisa dilakukan dengan uji Chi-Square, diperoleh nilai p=0,004 (signifikan) artinya ada hubungan yang bermakna antara Kesertaan Kelas Ibu Hamil dengan ketepatan waktu menggunakan alat kontrasepsi non alamiah pasca persalinan pada ibu nifas dengan odd ratio=8,380 yang artinya seseorang yang mengikuti kelas ibu memiliki kemungkinan 8 kali lebih besar tepat waktu menggunakan alat kontrasepsi non alamiah pasca persalinan dibandingkan dengan orang yang tidak mengikuti kelas ibu hamil. Penelitian ini di harapkan dapat meningkatkan partisipasi dan keikutsertaan ibu hamil dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil serta memberikan informasi tentang pentingmya ketepatan waktu menggunakan alat kontrasepsi non alamiah pasca persalinan pada ibu nifas.
EVALUASI PERGERAKAN TANGGUL LUMPUR SIDOARJO Sukandi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The eruption of mud flow in Sidoarjo since 29 th May 2006 still continues and has resulted in the changing of soil condition in the surrounding area. Form handlingof mud flow in this time is to build retaining embankment that surrounds the puddle area, where embankments rest on the alluvium layer. The objectives of this research are evaluate the deformation and stability analysis of embankment were caused by the mud flow. Methods in this research is having study on the secondary and primery data to get input parameter in the calculation. At this simulation used by embankment P10D/KR5 of condition exsisting. The simulation used Plaxis program on the plane strain condition with Mohr-Coulomb model for embankment and soil, while was gabion with its material approached by elastic linear model. The research results show that the embankment stability towards the collapse of bearing capacity is about SF = 2,5. After the mud eruption, there is change on the condition of soil resulting in the embankment settlement about 2,578 m based on the monitoring data real. Theresult of simulation was observed from the settlement and it was accurate enough according to the field measurement. If earthquake load was added to model, it resulted in the increase of vertical displacement about 8.0% on the embankment.The simulation isable to show that being deeper from the soil surface, the horizontal displacement of soil is very significant and there is movement towards the eruption. It is done by modeling of change in the soil layer condition, the closer to the source of mud, the layer condition is getting softer. At the end of filling with condition of eruption, the embankment stability declines drastically intostatic load of 1,103 and dynamic of 1,095.The erosion area tends to cut the embankment body until soil foundation.