cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY YANG DISERTAI DENGAN PEER-ASSESSMENT PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) SISWA Bq Malikah Hr
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 3 (2016): September 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) manakah model pembelajaran yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yang disertai dengan peer-assessment atau model pembelajaran klasikal; (2) manakah tipe siswa yang memiliki prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan tipe climbers, tipe campers, atau tipe quitters; (3) pada masing-masing tipe AQ, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yang disertai dengan peer-assessment atau model pembelajaran klasikal; (4) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa tipe climbers, campers, atau quitters. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu, dengan rancangan faktorial 2x3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, disimpulkan bahwa: (1) model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yang disertai dengan peer-assessment menghasilkan prestasi lebih baik daripada model pembelajaran klasikal (2) Siswa tipe climbers memiliki prestasi lebih baik daripada siswa tipe campers dan quitters, serta siswa tipe campers lebih baik daripada siswa tipe quitters; (3) Pada masing-masing tipe AQ, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yang disertai dengan peer-assessment menghasilkan prestasi lebih baik daripada model pembelajaran klasikal; (4) Pada masing-masing model pembelajaran, siswa tipe climbers memiliki prestasi matematika lebih baik daripada siswa tipe campers dan quitters, serta siswa tipe campers lebih baik daripada siswa tipe quitters.
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN ASSESSMENT FOR LEARNING (AfL) PADA MATERI BANGUN RUANG DITINJAU DARI KEMAMPUAN SPASIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Musmiratul Uyun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 3 (2016): September 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1)manakah yang dapat memberikan hasil belajar matematikayang lebihbaik, siswa yang diajar denganmodel pembelajaran kooperatif tipe TAIdengan AfL, TAI,atau langsung, (2)manakah yang mempunyai hasil belajar lebih baik, siswa dengan kemampuan spasial tinggi, sedang, atau rendah, (3) pada masing-masing model pembelajaran (TAI dengan AfL, TAI, dan langsung), manakah yang mempunyai hasil belajar matematika lebih baik, siswa dengan kemampuan spasial tinggi, sedang atau rendah, (4) pada masing-masing tingkatan kemampuan spasial siswa (tinggi, sedang, dan rendah), manakah diantara model pembelajaran yang dapat memberikan hasil belajar matematika lebihbaik, model pembelajaran kooperatif tipe TAIdengan AfL,TAI,atau pembelajaranlangsung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental semu dengan desain factorial 3x3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Lombok Barat. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 280 siswa dengan banyak anggota sampel untuk kelompok eksperimen 1 berjumlah 94 siswa, kelompok eksperimen 2 berjumlah 93 siswa, dan kelompok kontrol berjumlah 93 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes hasil belajar Matematika dan tes kemampuan spasial siswa.Uji prasyarat analisis data menggunakan ujiLillieforsuntuk uji normalitas sedangkan untuk uji homogenitas menggunakan uji Bartlett, dengan 0,05 diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Uji keseimbangan menggunakan uji Anava satu jalan dengan sel tak sama, dengan 0,05 diperoleh kesimpulan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam keadaan seimbang. Analisis data menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama.Hasil penelitianini adalah: (1) hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran TAI dengan AfL lebih baik dari siswa yang menggunakan model pembelajaran TAI dan model pembelajaran langsung. Selain itu, hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran TAI sama baiknya dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung pada materi bangun ruang, (2) hasil belajar siswa yang mempunyai kemampuan spasial tinggi lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan spasial sedang dan rendah. Selain itu, siswa yangmempunyai kemampuan spasial sedang lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan spasial rendah,(3)pada model pembelajaran TAI dengan AfL, TAI, dan pembelajaran langsung siswa yang mempunyai kemampuan spasial tinggi memperoleh hasil belajar lebih baikdibandingkan dengan siswa dengan kemampuan spasial sedang dan rendah, siswa yang mempunyai kemampuan spasial sedang mempunyai hasil belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan kemampuan spasial rendah, (4)pada siswa dengankemampuanspasial tinggi, sedang dan rendah model pembelajaran TAI dengan AfL mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran TAI dan pembelajaran langsung, model pembelajaran TAI mempunyai hasil belajar yangsamabaiknyadengan model pembelajaran langsung.
PENGARUH LAMA PEYIMPANAN TELUR AYAM ARAB(Gallus turcicus) TERHADAP DAYA TETAS Maratun Janah; Supriadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh lama penyimpanana telur ayam arab (Gallus turcicus) terhadapa daya tetas telur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2015didaerah Majeluk Kota Mataram. Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi seperangkat mesin tetas, pengukur suhu, box ayam DOC, bak air, bak pembrsih, telur ayam, bola lampu, desinfektan, egg tray, egg candler (lampu teropong), hygrometer(pengukur kelembapan mesin tetas). Metode penelitian meliputi (1) Persiapan MesinTetas, (2) Peletakan telur dalam mesin tetas (3) Penetasan telur. Telur ayam Arab dibersihkan dan diberi tanda sesuai dengan berat telur kemudian disusun kedalam rak telur yang telah diberi sekat pemisah antar setiap perlakuan dimana telur yang ringan berada di sisi kiri mesin tetas, telur sedang berada ditengah dan telur berat berada dibagian sisi kanan mesin tetas dengan posisi bagian ujung yang tumpul berada diatas dengan kemiringan 45 O . Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanantelur, maka semakin rendah daya tetasnya.
ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINERAL MEREK NARMADA DI KOTA MATARAM Baiq Herdina Septika
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasran terhadap keputusan pembelian air mineral merek Narmada.secara bersama-sama dan parsial. Dari hasil analisis regresi linear berganda diperolah kesimpulan variabel produk, harga, tempat dan promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.Hasil penelitian menunjukkan pertama bahwa Bauran Pemasaran yang terdiri dari variabel Produk , Harga , Promosi , dan Tempat secara bersama-sama berpengaruh signifikan tehadap Keputusan Pembelian .Kedua, secara parsial Bauran Pemasaran yang terdiri dari variabel Produk , Harga, promosi dan Tempat secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan Pembelian.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI KELURAHAN PANJISARI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggidari pada dikawasanruralkarena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerahurbanmengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidakada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Kelurahan Panjisari Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko.Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh Kelurahan Panjisari berada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan penangan fisik bangunan, penyediaan bak sampah, penanganan limbah dan perbaikan jalan lingkungan.
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA PEMERIKSAAN Hb SELAMA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG SARI Mutiara Desika Wardani; Nurmalasari; I Gede Budiharta; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pelayanan dalam 10 standar pelayananantenatal careyaitu pemeriksaan laboratorium yang salah satunya yaitu pemeriksaan Hb. Manfaat pemeriksaan Hb adalah mengoptimalkan upaya pencegahan kejadian anemiadan pengobatan terhadap ibu-ibu hamil yang mengalami penyakit anemia. Pemeriksaan Hb pada ibu hamil sudah digalakkan olehpemerintah melalui Departemen Kesehatan dengan menyediakan pemeriksaan Hb secara gratis di seluruh Puskesmas se-Indonesia. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan Hb selama kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari. Penelitian ini bersifat deskriptifdengan menggunakan desain penelitian cross sectional.Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa pengetahuan ibu hamil dari 97 responden mempunyai pengetahuan baik sebanyak 52 (53,6%).Diharapkan kepada petugas Puskesmas terutama bidan selaku pelaksana dalam pemberian asuhan kebidanan dapat mempertahankan pelayanan yang diberikan dan terus berupaya dalam memberikan informasi tentang pentingnya pemeriksaan Hb selama kehamilan.
ASOSIASI MIKORIZA PADA PEMBIBITAN RAJUMAS (Duabanga moluccana Blume) DENGAN SUMBER INOKULUM RIZOSFER DARI BERBAGAI JENIS TANAMAN BUDIDAYA DAN GULMA Wahyu Yuniati Nizar
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya asosiasi fungi mikoriza danjenis fungi mikoriza yang berasosiasi dengan Rajumas dengan sumber inokulum rizosfer dari tanaman budidaya pertanian dan gulma dengan melakukan penelitian percobaan penanaman di rumah kaca. Percobaan penanaman dilakukan di rumah Gaharu Universitas Mataram, dari bulan Pebruari 2014 sampai dengan bulan April 2014 yang ditata menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengaturan perlakuan secara faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu Faktor 1 :Sumber Inokulum Rizosfer yang terdiri dari 3 (tiga) aras yaitu S0 = Tanpa FMA/Steril, S1 = Rizosfer dari tanaman inang, S2 = Rizosfer + tanaman inang; Faktor 2 : Inang FMA (I) yang terdiri dari : I1 = Kedelai, I2 = Kacang Hijau, I3 = Jagung Ketan, I4 = Orok-orok, I5 = Rumput Belulang. Data dianalisis dengan analisiskeragaman (ANOVA), yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulum FMA meningkatkan respon pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun. Hasil analisis varians (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan beberapa sumber inokulum rizosfer dari berbagai inang berpengaruh nyata terhadap pertambahan diameter dan bobot kering, kolonisasi FMA sedangkan pada jumlah spora ada perbedaan yang signifikan antara perlakuan sumber inokulum dan inang. Jenis spora jamur mikoriza yang ditemui dalam penelitian ini hanyaGlomus sp. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua jenis spora dapat mengkolonisasi perakaran tanaman Rajumas.
PEMBERIAN GLUTATHION PADA MENCIT JANTAN DEWASA YANG TERPAPAR ASAP ROKOK DAPAT MENINGKATKAN MOTILITAS PROGRESIF SPERMATOZOA Kardi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan timbulnya stress oksidatif, dimana stress oksidatif merupakan faktor utama penyebab infertilitas pada pria. Stress oksidatif ini disebabkan oleh adanya peningkatan ROS (Reactive Oxygen Spesies) yang akan mengakibatkan terjadinya aglutinasi sperma sehingga dapat menurunkan motilitas sperma. Produksi ROS dapat meningkat pada pria dengan kebiasaan merokok dan berada di lingkungan dengan polusi tinggi. Glutathion sebagai antioksidan memegang perananyang sangat penting sebagai protektor spermatozoa terhadap ROS. Pemberian glutathion diharapkan dapat mengatasi stress oksidatif yang dapat menimbulkan infertilitas pada pria. Dalam hal ini peneliti menggunakan asap rokok sebagai oksidan yang dapat memicu terjadinya stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh glutathion terhadap motilitas spermatozoa yang diberi paparan asap rokok.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakanposttest only control group design.Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantan dewasa Strain Balb/C dengan kriteria : sehat, berat badan 20-22 gram, dan umur 2-3 bulan. Secara random, 33 ekor mencit dibagi 3 kelompok yaitu 11 ekor mencit kelompok kontrol, 11 ekor mencit kelompok perlakuan 1 yang diberi paparan asap rokok dan injeksi aquades 0,2 ml, 11 ekor mencit kelompok perlakuan 2 yang diberi paparan asap rokok dan injeksi glutathione 3,7 mg yang dilarutkan dalam 0,2 ml aquades steril secara intraperitoneal selama 35 hari.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motilitas spermatozoa mencit secara bermakna (P<0,05) pada kelompok perlakuan 2 setelah pemberian glutathion, dimana rerata motilitas spermatozoa kelompok kontrol adalah 64,27±6,94, rerata motilitas spermatozoa kelompok perlakuan 1 adalah 46,09±11,50 dan rerata motilitas spermatozoa kelompok perlakuan 2 adalah 57,00±4,12.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian glutathion pada mencit jantan dewasa yang terpapar asap rokok dapat meningkatkanmotilitas progresif spermatozoa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh glutathion terhadap fungsi organ reproduksi lainnya seperti fungsi sel leydig dan kadar hormon testosteron serta sebagai dasar untuk meneliti pengaruh pemberian glutathion terhadap motilitas spermatozoa manusia.
PROSPEK PENGEMBANGAN BIOGAS DI KABUPATEN LOMBOK BARAT I Made Anggayuda Pramadya; I Gusti Lanang Parta Tanaya; Adinul Yakin
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besar nilai tambah pembuatan Biogas dan untuk mengetahui persepsi responden tentang keberlanjutan usaha pembuatan dan pengguna Biogas untuk kedepannya di Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah responden pembuatan Biogas di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan di Lima Kecamatan yaitu di Kecamatan Narmada, Lingsar, Gunung Sari, Gerung dan Kediri di Kabupaten Lombok Barat. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara‘Purposive Sampling’ atas dasar hanya di kelima Kecamatan tersebut terdapat anggota kelompok ternak yang mengerjakan pembuatan Biogas. Penentuan jumlah responden ditetapkan dengan “Sensus” sebanyak 15 responden. Untuk mengetahui besar nilai tambah dalam pembuatan Biogas yaitu dengan menggunakan metode Hayami, untuk mengetahui bagaimana persepsi keberlanjutan pembuatan dan pengguna Biogas untuk kedepan dianalisis secara deskriptif dengan cara mengidentifikasi setiap persepsi pembuat dan pengguna biogas yang ditemukan pada saat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui proses pengolahan yang baik dapat menghasilkan nilai tambah sebesar Rp. 3.589,04 per proses produksi atau sebesarRp. 107.671,29 per bulan dengan rasio nilai tambah sebesar 32,52%. Persepsi responden untuk keberlanjutan pembuatan Biogas kedepannya sangat positif karena responden mendapatkan keuntungan, disamping itu biogas sangat membantu dalam menghemat pengeluaran dan hasil buangannya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk yang baik untuk tanaman. Selain itu Biogas dapat mengurangi ketergantungan masyarakat akan bahan bakar minyak tanah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENAIKAN BERAT BADAN BALITA KEP (KURANG ENERGI PROTEIN) YANG MENDAPATKAN TERAPI GIZI DI POLIKLINIK GIZI RUMAH SAKIT UMUM Una Zaidah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poliklinik Gizi sebagai salah satu bagian dari pelayanan Rumah Sakit Umum Mataram, memberikan terapi gizi kepada balita KEP yang dating berkunjung ke poli. Hasilnya selama tahun 2007, dari 34 orang balita KEP yang melakukan kunjungan, 27 orang diantaranya mengalami kenaikan berat badan setelah diberi terapi gizi ( 79,41 % )Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan berat badan balita KEP tersebut.Penelitian ini mengambil lokasi di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Umum Mataram. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik. Data yang diambil di Poliklinik Gizi yaitu berupa data sekunder dengan jumlah sampel 34 orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan berat badan balita setelah diberikan terapi gizi. Faktor-faktor tersebut yaitu pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua dan pengetahuan orang tua. Dari setiap jenis jenjang pendidikan, ternyata orang tua berpendidikan SMA terbanyak mempunyai balita yang naik berat badannya( 59,25 % ). Pekerjaan orang tua tertinggi adalah PNS ( 58,82 % ). Sedangkan untuk tingkat pengetahuan orang tua, tertinggi adalah baik yaitu sebanyak 27 orang ( 100 % ).Dengan mempergunakan uji regresi ganda, untuk faktor tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua ternyata nilai signifikannya < 0,05 yaitu masing-masing 0,02 dan 0,04. Artinya tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua baik dari hasil penelitian maupun uji statistik sama-sama memberikan pengaruh terhadap kenaikan berat badan balita. Tetapi untuk jenis pekerjaan orang tua, hasil uji regresi didapatkan hasil nilai signifikan 0,333 ( P < 0,05 ). Artinya jenis pekerjaan tidak mempunyai pengaruh terhadap kenaikan berat badan.Berdasarkan hasil diatas dapat dilihat bahwa peran orang tua sangat penting bagi bertambahnya berat badan balita KEP. Untuk itulah petugas poliklinik gizi RSU Mataram harus lebih meningkatkan lagi usahanya untuk dapat memberikan pengetahuan kepada orang tua pasien-pasien KEP tentang gizi.