cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
PELATIHAN KETERAMPILAN KERAJINAN BATU AKIK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NUSAKAMBANGAN Muhammad Sholahudin AL Ghofari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mendeskripsikan proses pelatihan keterampilan yang diterapkan kepada narapidana di LAPAS Batu Nusakambangan. (2) Mendeskripsikan metode pelatihan keterampilan pembuatan batu akik. (3)Mendeskripsikan proses sertahasil pembuatan kerajinan batu akik.Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian kualitatif. Dengan instrumen peneliti sendiri, sebagaiinstrumen pembantu: pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi.Tape recorderdan kamera foto sebagai alat bantu dokumentasi. Metode ini mengambil tiga informan sebagai kunci yaitu Srianto, Joko Hartono, dan Kusnadi.Proses pelatihan yang diterapkan menggunakanlearning by doingyang arah dan tujuannya untuk mendidik, untukdapat hidup dengan mandiri dengan keterampilan yang dimilikinya. Sistem pelatihan LAPAS Batu Nusakambangan, menggunakan metode bimbingan kerja diantaranya program pendidikan life skills.Tujuanya untuk dapat menyiapkan peserta didik agar yang bersangkutanmampu, sanggup, dan terampil menjaga, kelangsungan hidup, dan perkembangan dimasa datang. Hasil pelatihan keterampilan kerajinan batu akik yang dikerjakan narapidana seperti: batu cincin, gelang, kalung, giwang, kelereng, dan bross.
ANALISA VEGETASI DAN STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI TAMAN TAMAN WISATA ALAM BANGKO-BANGKO KABUPATEN LOMBOK BARAT Rr. Narwastu Dwi Rita
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur vegetasi dan jenis-jenis mangrove yang dominan di hutan mangrove di taman wisata alam bangko-bangko. Analisa vegetasi dilakukan dalam unit contoh berupa jalur berpetak, dengan Intensitas sampling 10 %, sehingga luas sampling areal adalah 5 ha dari luas total hutan mangrove seluas 50 ha. Penempatan jalur dibuat tegak lurus garis pantai agar seluruh zone vegetasi manrove terwakili, sistem penempatan jalur dilakukan dengan cara Sistematik Strip Sampling With Random Start. Dimana jalur pertama ditentukan secara random, sedangkan jalur berikutnya ditempatkan secara sistematis dengan jarak 200 meter. Struktur jenis vegetasi yang berada di hutan mangrove Taman Wisata Alam Bangko-bangko didominasi olehRhizophora stylosabaik untuk tingkat semai, pancang dan pohon dengan INP untuk tingkat semai 62,49%, untuk tingkat pancang 75,72 % dan untuk tingkat pohon adalah 126,30%. Terdapat 12 (dua belas) jenis penyusun utama hutan mangrove di Taman Wisata Alam Bangko-bangko yaitu :Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Liminitzera racemosa, Oshornia octodanta, Rhizophora apiculata, Exceocaria agallocha, Pempis acidula, Avicenia marina, Aegiceras corniculatum, Ceriops decandra dan Soneratia caseolaris
PREVALENSI INFEKSI CACINGTHELAZIASP. PADA TERNAK SAPI BALI DI KECAMATAN TARANO KABUPATEN SUMBAWA Supriadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat prevalensi infeksi cacing Thelazia sp. pada ternak sapi di desa Batulanteh Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa. Koleksi sampel cacing dilakukan pada 60 ekor ternak sapi yang telah diberikan obat Thelaziasis. Setelah 2-3 menit pemberian obat Thelaziasis, cacing dikoleksi dari selaput mata ternak. Dari 60 sampel yang diperiksa ditemukan 52 sampel positif terinfeksi cacing Thelazia sp dan 8 sampel negatif. Tingkat prevalensi infeksi cacing Thelazia sp di daerah penelitian tergolong tinggi yaitu 83,33%. Hal ini menunjukkan bahwa acncaman cacing Thelazia sp pada usaha peternakan sapi di Sumbawa, khususnya di daerah penelitian sangat tinggi. Hasil pengamatan di lapangan juga menunjukkan bahwa, sebagian besar ternak yang terinfeksi Thelazia sp mengalami keratitis danCornea Ophacitypada organ mata.Mengingat cacing ini sangat mudah menular antar individu ternak. Untuk itu perlu dilakukan manajemen peternakan yang lebih baik (ke arah intensif) dan mengupayakan obat anti-Thelaziasis yang murah dan mudah diaplikasikan oleh peternak.
MOLECULAR PHYLOGENETIC ANALYZE OF FUSARIUM FROM AGARWOOD AND OTHERS FUSARIUM WITH DIFFERENT TYPE OF NUTRITION BASED ON GEN ITS 1 I Gde Adi Suryawan Wangiyana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 1 (2016): Maret 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusarium is a common mold used as inoculants for inducing resin formation in agarwood tree. Molecular phylogenetic analyze is important to be done to determine the correlation between type of nutrition of Fusarium and its ability to associated with Agarwood. ITS 1 gene sequences were downloaded from NCBI gene bank was used as sequences to reconstruct phylogenetic tree. ClustalX 2.1 program were used for multiple alignment of sequences. Two phylogenetic tree, Neighbor Joining and Maximum Likelihood, were reconstructed with MEGA 5.1 program. One phylogenetic tree were reconstructed with mrbayes program using Markov Chain Monte Carlo method. Phydit program were used to construct similarity matrix between sequences.Different type of nutrition on Fusarium including: endophytic, saprophytic and phytopathogenic were not a monophyletic based on phylogenetic tree analyze. That type of nutrition was formed by adaptation process. They do not share that characteristic withtheir common ancestor. Fusarium from agarwood has the same clade with phytopathogenic Fusarium in all phylogenetic trees. They also have the highest ITS 1 gene sequence similarity with phytopathogenic Fusarium. Therefore, it could be concluded that Fusarium from agarwood are phytopathogenic group and they have pathogen-host association with agarwood.
INTERACTION OF FUSARIUM SP. WITH GYRINOPS VERSTEEGII SEEDLING BY MORPHOLOGICAL, ANATOMICAL, AND CHEMICAL OBSERVATION I Gde Adi Suryawan Wangiyana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 3 (2017): September 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi of interaction between Gyrinops versteegii and Fusarium Sp. could lead advance understanding in agarwood cultivation. The aim of this research is to observe interaction between Fusarium Sp. and Gyrinops versteegii based on morphological, anatomical and chemical observation. Gyrinops versteegii seedling from Lingsar was inoculated by Fusarium sp using grafting method. Morphological observation conducted by observation of chlorosis in leaf and dark colorization in stem. Anatomical observation conducted by observation of seedling stem tissue. Chemical observation conducted by thin layer chromatography. Based on morphological observation, chlorosis of leaf occurred after 14 days inoculation followed by necrosis of leaf at 21 days after inoculation. Penetration of fungal mycelia, fungal conidia and formation of dark coloration on seedling tissue were observed from anatomical observation. Similar spot with similar Rf (0.22) value were observe from seedling sample at 14 days inoculation, 21 days inoculation and also sample of Gyrinops versteegii 6 month after inoculation. All of those spots have similar Rf with standard agarwood oil (Rf = 0.23). Organoleptic test confirmed aromatic odor from seedling at 14 days and 21 day inoculation even though the aromatic odor is not as strong as aromatic odor of Gyrinops versteegii tree at 6 month inoculation. It could be concluded that the inoculation of Fusarium sp. on Gyrinops versteegii resulting: chlorosis and necrosis of leaf, dark colorization of stem, aromatic odor and identical Rf spot of Thin Layer Chromatography.
PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK KECIL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU SISWA KELAS IV SD NEGERI 36 MATARAM Ni Made Ariesti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 36 Mataram dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas belajar Pendidikan Agama Hindu (PAH) melalui metode diskusi kelompok kecil. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 36 Mataram sebanyak 9 (Sembilan) orang siswa. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Tindakan dalam penelitian ini adalah penggunaan metode diskusi kelompok. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes setiap akhir pembelajaran, sedangkan data aktivitas guru dikumpulkan dengan teknik observasi melalui lembar observasi pada setiap pertemuan. Selanjutnya data-data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari analisis data nilai ratarata hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan yakni dari 74.44 menjadi 87.11, sedangkan untuk ketuntasan pada siklus I jumlah peserta didik yang tuntas sebanyak 6 orang (66.67%), dan II menjadi 9 orang (100%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi kelompok kecil dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAH kelas IV SDN 36 Mataram.
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOTA MATARAM TAHUN 2019 Baiq Ety Suhartaty; Ma’ruf Algifari; Yayang Erry Wulandari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1.Apakah terdapat pengaruh dari pengembangan karir terhadap kinerja Pegawai Badan Penelitian Dan Pengembangan Kota Mataram.2. Apakah terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja Pegawai Badan Penelitian Dan Pengembangan Kota Mataram.3. Apakah terdapat pengaruh dari pengembangan karir dan motivasi terhadap kinerja Pegawai Badan Penelitian Dan Pengembangan Kota Mataram. Penelitian ini adalah penelitian populasi Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan atau pegawai pada kantor Badan Penelitian Dan Pengembangan Kota Mataram yang berjumlah 37 karyawan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket dan dokumentasi. Sebelum melakukan uji prasyarat analisis dilakukan uji coba instrumen dengan uji validitas dan uji reliabilitas terlebih dulu. Hasilnya menunjukan bahwa terdapat 7 butir soal angket dari pengembangan karir, 8 butir soal angket dari motivasi kerja, serta 7 soal angket dari kinerja pegawai semuanya valid. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji pada variable pengembangan karir (X1), secara parsial menunjukkan bahwa pengembangan karir (X1) berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja pegawai (Y) di Badan Penelitian Dan Pengembangan Kota Mataram. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien variable dimana pengembangan karir berpengaruh positif sebesar 0,383 dan nilai sig. 0,000 < 0,10 maka Ha diterima. Sedangkan pada variable motivasi (X2), secara parsial menunjukkan bahwa motivasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap variable kinerja pegawai (Y) Badan Penelitian Dan Pengembangan Kota Mataram. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien variable dimana pengembangan karir berpengaruh positif sebesar 0,212 dan nilai sig. 0,011 < 0,10 maka Ha diterima. Berdasarkan hasil uji pada ketiga variabel, terdapat pengaruh pengembangan karir (X1) dan motivasi (X2) secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja karyawan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kota Mataram. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi sebesar 0,573 atau 57,3%, sedangkan sisanya 42,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Hal ini juga ditunjukkan hasil uji f dengan koefisien variable pengembangan karir dan motivasi berpengaruh positif sebesar 36,611 dan nilai sig 0,000 < 0,10 maka Ha diterima.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANLEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING BOLA VOLI SISWA KELAS V-B SDN 27 AMPENAN I Gst. Bgs Pinara
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 27 Ampenan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V-B pada pembelajaran Penjas Teknik Dasar Passing Bola Voli melalui penerapan pendekatan Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V-B SDN 27 Ampenan sebanyak 37 orang siswa. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Tindakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Cooperative Learning Tipe Learning Together. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Selanjutnya data-data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa pada siklus I hasil belajar siswa baru mencapai rerata 70.78. Dari 37 orang siswa yang telah tuntas 24 orang (64.6%). dengan kata lain belum mencapai target yang telah ditetapkan yakni 85% siswa memperoleh nilai ≥75, dan pada siklus II rerata hasil belajar siswa meningkat menjadi 86.27 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 33 orang (89.19%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Pembelajaran Kooperatif tipe Learning Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Penjas Teknik Dasar Passing Bola Boli kelas V SDN 27 Ampenan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA GILI NANGGU DI SEKOTONG LOMBOK BARAT Muhammad Suwandi; Baiq Herdina Septika; Tama Krisnahadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan destinasi pariwisata gili nanggu di sekotong Lombok Barat. Metode penelitan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jumlah responden pada penelitian ini berjumlah 112 orang. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kebijakan pemerintah, fasilitas wisata, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana berpengaruh positif terhadap pengembangan destinasi pariwisata gili nanggu di sekotong Lombok barat. Adapun hasil penelitian berdasarkan nilai prosentase dari keseluruhan variabel yang mempengaruhi destinasi pariwisata gili nanggu, diperoleh sebesar 80% yang termasuk dalam kategori sedang.
KEAJAIBAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) Murtiana Ningsih
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah dilahirkan dan disusui selama satu jam atau lebih. Prinsipnya, IMD merupakan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi, bayi ditengkurapkan di dada atau di perut ibu selekas mungkin setelah seluruh badan dikeringkan. IMD memeberikan keajaiban yang luar biasa baik bagi bayi mupun ibu. Bagi ibu keajaiban yang langsung dirasakan yaitu ibu merasa rileks hal ini akan mengurasi rasa nyeri pada saat pengeluaran plasenta keajaiban yang lain yaitu peningkatan kontraksi uterus sehingga mencegah terjadinya perdarahan pada ibu. Bagi bayi refleks hisapan dan latihan menelan pada satu jam pertama akan sangat membantu untuk pengeluaran colostrum yang sangat bermanfaat untuk kekebalan bayi. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey analitik dengan pendekatan desain Cross sectional, Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Harapan Keluarga karena capaian pelaksaan IMD masih rendah dimana pada satu tahun terakhir yaitu pada tahun 2019 tercatat capaian IMD hanya 52% masih jauh dari target yang ditetapkan, variabel pada penelitian ini yaitu riwayat paritas, pengetahuan ibu dan pelaksanaan IMD. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder dimana populasi pada penelitian ini yaitu ibu yang melahirkan dengan persalinan normal sedangkan sampel penelitian menggunakan sampel jenuh. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa terdapat 36 ibu dengan pengetahuan baik melakukan IMD dengan nilai P-Value sebesar 0,006 pada CI 95% dimana dari 36 ibu tersebut mempunyai riwayat paritas rendah yaitu memiliki anak kurang atau sama dengan 2. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu mempunyai peranan penting terlihat dari nilai Ratio Prevalensi sebesar 1,615 yang berarti bahwa ibu yang mempunyai pengetahuan baik tentang IMD cenderung akan melakukan IMD sebesar 1, 615 dibandingkan dengan ibu yang mempunyai pengetahuan kurang dan rendah, demikian pula dengan riwayat paritas, ibu dengan paritas rendah lebih termotivasi untuk melakukan hal hal yang bermanfaat untuk bayinya sedangkan ibu dengan paritas tinggi cenderung kurang termotivasi dan merasa kelelahan setelah selesai persalinan terlebih jika ada penyulit persalinan. Saran yang bisa diberikan yaitu meningkatkan edukasi dan motivasi kepada ibu sejak dari kehamilan tentang pentingnya pelaksanaan IMD, tehnis dan manfaat IMD baik bagi ibu maupun bayi.