cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMPENAN MATARAM Moch Taufik Hidayatullah; Hafiz Arif Rahman
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan yang menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Berdasarkan laporan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak – Keluarga Berencana yaitu proporsi ibu hamil yang mengalami KEK tahun 2019 sebanyak 12,73%, dan Proporsi berat bayi lahir rendah tahun 2019 sebanyak 5,62%. Berbagai upaya telah dilakukan dalam mencegah kejadian stunting, akan tetapi kasus stunting tetap meningkat dari tahun 2018 yaitu 1,31% dari 2.668 balita, sedangkan pada tahun 2019 mencapai 1,71% dari 2.732 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status KEK ibu hamil dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ampenan. Rancang penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatancase-control. Jumlah sampel sebanyak 62 sampel yang terdiri dari 31 sampel kasusdan 31 sampel kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan analaisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis univariat ditemukan hasil bahwa terdapat Ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 40 (64,5%) dan balita yang BBLR sebanyak 34 (54,8%) serta balita yang mengalami stunting sebesar 31 (50%). Analisis Biavariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan status KEK Ibu Hamil (P-Value=0,034 < α=0,05) dan BBLR (P-Value=0,041 < α=0,05) terhadap kejadian Stunting. Hasil Analisis Multivariat menggunakan uji regresi logistik diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh secara bersama-sama antara status KEK ibu hamil (Exp(B) : 3,915) dan riwayat BBLR (Exp(B) : 3,535) terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Ampenan. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Ampenan adalah variable KEK pada ibu hamil. Disaranakan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Ampenan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya wanita usia subur, calon pengantin dan ibu hamil secara berkesinambungan tentang pencegahan stunting yang dapat disebabkan oleh KEK pada saat ibu hamil dan BBLR dengan memaksimalkan program yang sudah ada melalui peningkatan program Kelas PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak), Kelas Gizi, dan Program Pemberian Makanan.
KARAKTERISTIK MASA KERJA DAN TINGKAT PENGETAHUAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA DENGAN AKTIVITAS PEMBINAAN KELOMPOK KB DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Una Zaidah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana ( KB) merupakan salah satu program pemerintah yang memiliki dua komponen penting yaitu selain pengendalian kelahiran bila dilihat dari aspek demografi, juga mencakup pembinaan kesehatan reproduksi dan pembangunan keluarga bila dilihat dari aspek pembangunan sumber daya manusia yang merupakan keduanya tidak dapat dipisahkan, saling memberi kontribusi sekaligus menjadi pintu gerbang bagi terwujudnya sumber daya yang berkualitas. Keluarga Berencana akan memberi kontribusi yang bermakna terhadap pembangunan sumber daya manusia; tidak hanya melalui penurunan kelahiran dan kelahiran yang dapat dicegah akan tetapi juga melalui program-program pendukungnya yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan pembangunan. Kapasitas kelembagaan program KB di tingkat lini lapangan berkurang,kelompok –kelompok KB yang ada juga mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan karakteristik penyuluh KB dengan aktifitas pembinaan kelompok KB di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian termasuk penelitian cross sectional .Populasi pada penelitian adalah seluruh petugas penyuluh KB yang ada di Kabupaten Lombok Barat.Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 23 orang.Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil uji statistik dengan Korelasi Spearman rho diketahui nilai ρ = 0,000 < α = 0,05 yang berarti ada hubungan bermakna antara masa kerja sebagai penyuluh KB (PKB) dengan aktivitas pembinaan kelompok KB di Kabupaten Lombok Barat. Hasil uji statistik dengan Korelasi Spearman rho diketahui nilai ρ = 0,048 < α = 0,05 yang berarti ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan penyuluh KB dengan aktivitas pembinaan kelompok KB di Kabupaten Lombok Barat. Dari hasil penelitian tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa karakteristik masa kerja sebagai penyuluh KB, dan karakteristik tingkat pengetahuan, hasil penelitiannya menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan aktifitas pembinaan kelompok KB. Di sarankan kepada penyuluh KB untuk lebih meningkatkan kerja sama dengan lintas sektoral dan meningkatkan aktifitas pembinaan .Saran untuk kantor BKBPP Lombok Barat untuk lebih sering mengadakan latihan bagi PKB maupun kader serta mengusahakan insentif bagi kader.
PENGARUH PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI TERHADAP DAYA DUKUNG LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A Salahuddin; Khaerul Rijal; Sukandi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu sekam padi merupakan suatu material yang merupakan limbah dari hasil pengolahan padi menjadi beras pada pabrik penggilingan padi, yang tidak digunakan untuk proses selanjutnya. Jalan raya sebagai salah satu sarana transportasi mempunyai fungsi yang sangat penting sebagai penghubung antar wilayah. Untuk mendukung agar sarana transportasi tersebut berfungsi dengan baik, maka diperlukan suatu konstruksi yang memenuhi syarat spesifikasi. Abu sekam padi merupakan salah satu alternatif bahan additive yang dapat digunakan sebagai material lapis pondasi atas atau lapis pondasi bawah pada struktur perkerasan jalan raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh pemanfaatan abu sekam padi terhadap daya dukung lapis pondasi agregat dan mengetahui berapa besar nilai daya dukung (CBR) Lapis Pondasi Agregat. Untuk mengetahui peningkatan daya dukung pada lapis pondasi agregat, benda uji yang dibuat dengan variasi abu sekam 2%, 4%, 6%dan 8%dilakukan uji California Bearaing Ratio (CBR) batas atas. Uji CBR dilakukan pada pukulan 35 dan 65 dengan penetrasi 0,1” dan 0,2”. Pada pukulan 35, nilai CBR yang paling besar terdapat pada sampel 4%sebesar 84,44%(pada penetrasi 0,2”), sehingga nilai optimum pada pukulan 35 terdapat pada sampel 4%. Pada pukulan 65 nilai CBR yang paling besar terdapat pada sampel 2%sebesar 86,67%(pada penetrasi 0,2”) dan sampel 6%memiliki nilai sebesar 86,67%( pada penetrasi 0,2”). Nilai optimum pada pukulan 65 terdapat pada sampel 2%dan 6%.
ANALISA KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL (Studi Kasus : Jalan Imam Bonjol - HOS Cokroaminoto, Labuhan Haji) Saparul Hamdi; Indah Arry Pratama; Ni Putu Ety Lismaya Dewi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang jalan Imam Bonjol - HOS Cokroaminoto adalah salah satu simpang di kabupaten Lombok Timur yang mana seringkali terjadi kecelakaan akibat kesemerawutan arus lalu-lintas terutama pada waktu tertentu dimana kesibukan lalu-lintasnya sangat padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Volume lalu lintas dan kapasitas simpang. (1) Kinerja simpang empat tak bersinyal ruas jalan Imam Bonjol-HOS Cokroaminoto pada kondisi sebenarnya merujuk pada pedoman MKJI 1997. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei dengan alat bantu berupa formulir survei, alat tulis, jam dan roll meter. Dari hasil penelitian dan analisa maka didapatkan lebar rata-rata pendekat (Wi) 5,65 meter, volume arus lalu lintas (Qtot) 1615 smp/jam, kapasitas sebenarnya (C) 3362,97 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan (DS) 0,480, tundaan lalu lintas simpang (DTi) 4,90 det/smp, tundaan lalu lintas jalan utama (DTMA) 3,660 det/smp. Tundaan lalu lintas jalan minor (DTMI) 8,273 det/smp, tundaan geometrik simpang (DG) 5,472 det/smp, tundaan simpang (D) 10,373 det/smp dan peluang antrian (QP) 10,25% - 28,83%. Berdasarkan hasil analisa perhitungan diatas, dapat di simpulkan bahwa simpang Jalan Imam Bonjol - Hos Cokroaminoto Labuhan Haji memiliki tingkat pelayanan yang masih baik dan stabil serta memenuhi persyaratan dari pedoman MKJI 1997.
KETERSEDIAAN PRASARANA LINGKUNGAN PERMUKIMAN KEKALIK BARAT Erna Wijayanti Rahayu
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di lingkungan permukiman Kekalik Barat dapat mempengaruhi terhadap prasarana lingkungan seperti jaringan jalan, jaringan drainase, jaringan air bersih, air limbah, jaringan persampahan, jaringan listrik dan jaringan telepon. Penelitian ini mengenai ketersediaan prasarana lingkungan di lingkungan permukiman Kekalik Barat. Tujuan penelitian ini menganalisis bagaimana eksisting ketersediaan prasana lingkungan di permukiman Kekalik Barat mencakup jaringan jalan, jaringan drainase, jaringan air bersih, air limbah, jaringan persampahan, jaringan listrik dan jaringan telepon di lingkungan permukiman Kekalik Barat. Dalam menganalisis ketersediaan prasarana lingkungan di lingkungan permukiman Kekalik Barat menggunakan pendekatan deskriptif dengan cara melakukan pengamatan survai lapangan, pemotretan untuk mengetahui kondisi eksisting terhadap kesesuaian ketersediaan prasarana lingkungan permukiman Kekalik Barat. Nilai kesuaian ketersediaan prasarana lingkungan Kekalik Barat berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI). Hasil dari penelitian ini dapat sebagai dalam perencanaan, peningkatan dan pemeliharaan prasaran lingkungan permukiman.
DAMPAK COVID-19 TERHADAP PENJUALAN BAHAN BANGUNAN DI MATARAM (STUDI KASUS pada UD. IRA JAYA BANGUNAN) Ira Dianti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak covid-19 terhadap penjualan bahan bangunan di Mataram pada UD. Ira Jaya Bangunan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan pendekatan studi kasus. Dengan banyak informan sebanyak 3 orang yaitu 1 orang penjual dan 2 orang pembeli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak covid-19 ini terhadap penjualan bahan bangunan pada UD. Ira Jaya Bangunan, sepinya pembeli akibat kenaikan harga yang melonjak setiap bulannya dan menurunnya daya beli masyarakat.
KAJIAN RDTR – PZ KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT Eliza Ruwaidah; Robi Sanjaya Putra
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Labuapi yang merupakan bagian dari PKN Mataram Raya yang ditetapkan dalam Sistem Perkotaan Provinsi. Berdasarkan RTRW Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2009-2029. Hal ini didukung dengan ditetapkannya Kecamatan Labuapi sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dalam Sistem Perkotaan yang tertuang dalam RTRW Kabupaten Lombok Barat Tahun 2011-2031. Dengan adanya penetapan kawasan dalam sistem perkotaan tersebut Kecamatan Labuapi diharapkan mampu berkembang baik dilingkup internal maupun eksternal wilayah dan berperan dalam pengembangan ekonomi, sosial budaya maupun pembangunan fisiknya. Arahan mengenai pengaturan peruntukan ruang wilayah dan/atau kawasan di Kabupaten Lombok Barat diatur sesuai dengan Peraturan Daerah No. 11 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Lombok Barat Tahun 2011-2031, dimana rencana sistem jaringan prasarana dan pola ruang yang digambarkan masih bersifat makro. Dalam dimensi rencana umum, RTRW sukar diaplikasikan terutama dalam hal pemberian izin pada blok peruntukan dikarenakan masih menggambarkan dominasi fungsi kawasan. Oleh sebab itu, RTRW perlu dirincikan pada setiap peruntukan ruang untuk menjabarkan peruntukan ruang yang lebih teknis dan lebih operasional dalam bentuk Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR dan PZ). Hal-hal yang bersifat arahan umum pada RTRW, termasuk pengendalian pemanfaatan ruang dirincikan menjadi lebih aplikatif di dalam RDTR. Pengaturan zonasi di dalam RTDR ini kemudian yang akan digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan dan perizinan di lapangan. Oleh karena itu, diharapkan penyusunan RDTR dan PZ mampu menjadi pengarah perkembangan Kecamatan Labuapi pada masa yang akan datang, sehingga pemanfaatan lahan dan pengendalian ruang yang terkait dengan matra spasial menjadi lebih terkendali, termasuk rencana-rencana sektoral yang akan disusun. RDTR - PZ Kecamatan Labuapi merupakan penjabaran secara operasional dan terperinci dari RTRW Kabupaten Lombok Barat untuk melaksanakan, mengatur dan mengendalikan pemanfaatan ruang secara terencana, terarah, terpadu, dan berkesinambungan sesuai dengan program yang disusun. Tujuan dari penyelenggaraan RDTR-PZ Kecamatan Labuapi adalah mewujudkan ruang Perkotaan Labuapi sebagai ‘Kawasan Permukiman yang Layak dan Berkeadilan’ melalui pengaturan kegiatan pada blok-blok peruntukan beserta pengaturan intensitas bangunan dan lingkungannya. Lokasi-lokasi Sub BWP di BWP Labuapi yang diprioritaskan penanganannya meliputi beberapa Sub-BWP yang ditentukan. Batas delineasi lokasi Sub-BWP yang diprioritaskan penanganannya ditetapkan dengan mempertimbangkan: 1. Batas fisik, seperti blok dan subblok; 2. Fungsi kawasan, seperti zona dan subzona; dan 3. Jenis kawasan, seperti kawasan baru yang berkembang cepat, kawasan terbangun yang memerlukan penataan, dan kawasan dilestarikan. Tema penanganan adalah program utama untuk setiap lokasi. Tema penanganan Sub-BWP di BWP Labuapi yang diprioritaskan penanganannya terdiri atas: Tema Penanganan Lokasi Prioritas 1, meliputi: 1. Pengembangan kawasan perumahan skala kabupaten skala kota; 2. Pembangunan kawasan Central Business District (CBD); dan 3. Pembangunan jalan-jalan lokal yang terkoneksi antar cluster perumahan yang ada. Tema Penanganan Lokasi Prioritas 2, meliputi: 1. Penataan wisata alam dan wisata budaya dengan skala BWP; 2. Pengembangan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) dan kawasan rekreasi dengan skala BWP; dan 3. Peningkatan kualitas jaringan jalan pada area wisata.
PENYELIDIKAN GEOTEKNIK DI KELURAHAN DASAN CERMEN KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM Khairul Rijal; Teddy Hartawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan penyelidikan tanah dilakukan guna mendapatkan data dan gambaran mengenai kondisi tanah dilokasi penyelidikan sehingga dapat mengurangi tingkat risiko kondisi tanah yang tidak terduga selama pelaksanaan dan pasca konstruksi. Maksud pekerjaan ini adalah untuk mengetahui kondisi permukaan dan bawah permukaan tanah pada lokasi terpilih di Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan dan nilai parameter-parameter geoteknik pada lokasi terpilih. Penyelidikan tanah di lapangan meliputi pekerjaan drilling sebanyak 2 (dua) titik dengan kedalaman titik BH-1 yakni 40.0 meter; titik BH-2 sedalam 40.0 meter dan uji SPT setiap interval 2 meter. Di samping itu juga dilakukan uji Sondir CPT Sebanyak 3 (tiga) titik. Pengujian laboratorium dilakukan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dan mekanik tanah sehingga dapat memberikan informasi teknis untuk perencanaan bangunan struktur. Pengujian laboratorium dilaksanakan sesuai dengan standar SNI yang telah di tetapkan. Pelaksanaan pekerjaan lapangan dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan jenis lapisan tanah sehingga dapat diketahui sifat-sifat tanah. Pekerjaan pemboran inti (core drilling) meliputi pengambilan contoh (core sampling), pengujian daya dukung standard (Standard Penetration Tes). Metode pengambilan sampel tersebut dilakukan dengan menggunakan mesin bor putar hidrolik didukung dengan mesin pompa untuk sirkulasi air pemboran. Standard Penetration Test (SPT) dilaksanakan untuk mengetahui resistansi tanah terhadap penetrasi dengan interval 2.0 meter kedalaman yang dilaksanakan pada tanah unconsolidated atau pada lapukan dari batuan berupa tanah residual. Geomorfologi lokasi penyelidikan merupakan morfologi pedataran dengan kemiringan lereng kurang dari 50 (derajat). Kondisi geologi permukaan daerah penyelidikan berupa endapan aluvium yang terdiri dari lanau pasiran hingga pasir lanauan. Lanau berukuran 0.002 – 0.06 mm dan pasir berukuran 0.20 – 2.0 mm. Hasil boring log pada titik BH – 01 menunjukan bahwa pada lapisan pertama; lanau kepasiran dengan kedalaman 0.0 – 3.20 meter dengan kepadatan rendah. Lapisan kedua; pasir berkerikil dari kedalaman 3.20 – 4.0 dengan tingkat kepadatan padat rendah. Lapisan ketiga; pasir kelanauan dengan kedalaman 4.0 – 8.0 meter dengan tingkat kepadatan sedang. Lapisan keempat; pasir berkerikil dengan kedalaman 8.0 – 28.0 meter yang memiliki nilai N- SPT 10 - 43 yang menunjukkan tingkat kepadatan mulai dari sedang sampai dengan agak padat. Lapisan kelima; pasir dengan kedalaman 28.0 – 30.0 meter yang tingkat kepadatan sedang. Lapisan keenam; pasir kelanauan dengan kedalaman 30.0 – 40.0 meter yang memiliki nilai N-SPT 20 - 25 dengan tingkat kepadatan sedang
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENYULUH KELUARGA BERENCANA DENGAN AKTIFITAS PEMBINAAN KELOMPOK KB Farida Ariany; Erni
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana ( KB) merupakan salah satu program pemerintah yang memiliki dua komponen penting yaitu selain pengendalian kelahiran bila dilihat dari aspek demografi, juga mencakup pembinaan kesehatan reproduksi dan pembangunan keluarga bila dilihat dari aspek pembangunan sumber daya manusia yang merupakan keduanya tidak dapat dipisahkan, saling memberi kontribusi sekaligus menjadi pintu gerbang bagi terwujudnya sumber daya yang berkualitas. Keluarga Berencana akan memberi kontribusi yang bermakna terhadap pembangunan sumber daya manusia; tidak hanya melalui penurunan kelahiran dan kelahiran yang dapat dicegah akan tetapi juga melalui program-program pendukungnya yang pada akhirnya akan menentukan keberhasilan pembangunan. Kapasitas kelembagaan program KB di tingkat lini lapangan berkurang,kelompok –kelompok KB yang ada juga mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan karakteristik penyuluh KB dengan aktifitas pembinaan kelompok KB di Kabupaten Lombok Barat tahun 2011.Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner,desain penelitian termasuk penelitian cross sectional .Populasi pada penelitian adalah seluruh petugas penyuluh KB yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 23 orang.Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman rho. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik umur responden terbanyak yakni yang tergolong di atas >45 thn sebanyak 20 orang (53,1% ),responden dengan karakteristik tingkat pendidikan terbanyak ada pada perguruan tinggi yaitu sebanyak 15 orang ( 37,5% ),karakteristik masa kerja sebagai penyuluh KB terbanyak yaitu >15 tahun sebanyak 19 orang (59,4% ),karakteristik masa kerja sebagai PNS terbanyak yaitu yang tergolong > 15 tahun sebanyak 23 orang (71,9% ),dan karakteristik tingkat pengetahuan terbanyak yaitu pengetahuan baik sebanyak 18 orang (56,3% ). Dari hasil penelitian tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa dari karakteristik umur dan pendidikan responden tidak ada hubungan yang bermakna dengan aktifitas pembinaan kelompok KB,sedangka dari karakteristi masa kerja sebagai penyuluh KB,masa kerja sebagai PNS dan karakteristik tingkat pengetahuan hasil penelitiannya menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan aktifitas pembinaan kelompok KB.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI SD NEGERI 17 MATARAM Anies Rohmatul Laili
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatnya pemahaman konsep menggunakan pendekatan Saintifik dengan model Discovery Learning kelas IV SD Negeri 17 Mataram Tahun Ajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan secara bersiklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap pertama perencanaan, tahap kedua pelaksanaan, tahap ketiga observasi dan evaluasi, tahap keempat refleksi. Penelitian dikatakan berhasil dengan hingga ketuntasan klasikal ≥85% dan aktivitas guru berkategori baik. Jika dalam siklus I target belum tercapai, maka dilanjutkan ke siklus II. Jika pada siklus II target belum juga tercapai, maka penelitian dilanjutkan ke siklus selanjutnya sampai target tercapai.