cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,332 Documents
TAMAN REKREASI OLAHRAGA DI SUNTER PERMAI Dennis Dharmadi; Martin Halim
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8488

Abstract

Health has been one of the greatest problem that Jakarta faced for years. According to RisKesDas (Basic Health Research) 2018, health issue in Jakarta has been increasing drastically in physical health and mental health or as we call it stress issue. Those health issue share the same solution, as doing routine exercises or sports, healthy lifestyle, communicating with each other, or consultate with other person. Open sports and new sports can be an invitation for today’s millennials and generation Z to do sports and starting healthy lifestyle. Sunter Permai Sports Park can be a new sports facility for people in Jakarta. Sports Park here means that everyone in the facility has to be energetic, doing sports, or communicating with each other, the vibes is sporty and playful. Sunter Permai Sports Park is using biophilic as design principal, by using natural materials, as in vegetations, rocks and stones, pond and waterfall. The highlighted programs in this project are futuristic or e-sports, and sports that are liked by Sunter Agung neighborhoods. Aside sport activities, there are healthy culinary foodstreet, health consultation, yoga and meditation. Healthy culinary foods are dedicated to educate people to start a healthy lifestyle by consuming healthy foods.  Keywords: Health; Interaction; Up-to-date AbstrakKesehatan merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi Jakarta saat ini. Bedasarkan Riset Kesehatan Dasar, masalah kesehatan tertinggi yaitu penyakit tidak menular dan penyakit mental atau stress. Penyakit yang mengalami kenaikan pesat mulai dari hipertensi, diabetes,  ginjal, stroke, dan penyakit mental atau stress. Penyakit-penyakit tersebut dapat diselesaikan dengan berbagai solusi yang melibatkan kegiatan berolahraga, aktif berkomunikasi dengan sesama, konsumsi makanan sehat, melakukan pola hidup sehat, dan berkonsultasi pada ahlinya. Menerapkan berolahraga terbuka dan gaya olahraga baru dapat mengundang minat masyarakat generasi Z dan milenial untuk berolahraga. Sunter Permai Sports Park hadir sebagai sarana berolahraga bagi masyarakat Jakarta, khususnya masyarakat Jakarta Utara.  Sports Park yang dimaksud sendiri merujuk pada kegiatan olahraga yang menghubungkan olahraga dengan alam sekitar dan komunikasi antar pengguna didalamnya. Energetic sendiri berarti pengguna didalam taman ini diharuskan berenergi dan melakukan aktivitas olahraga atau berinteraksi dengan sesama. Metode perancangan yang digunakan sendiri adalah biophilic design concept, yaitu konsep yang memasukan alam kedalam program ruang  dengan kegiatan olahraga didalam proyeknya. Park sendiri memiliki arti tempat berkumpul masyarakat suatu daerah dengan bentuk taman. Program utama dalam proyek ini yaitu olahraga dengan tema kekinian dan olahraga yang disukai masyarakat kelurahan Sunter Agung. Selain program olahraga, program yang ditawarkan juga ada kuliner makanan sehat dan konsultasi psikologis, serta meditasi, program kuliner makanan sehat ini ditujukan untuk memberi pengetahuan bagi masyarakat untuk memulai pola hidup sehat dengan konsumsi makanan sehat.
RENCANA REVITALISASI KAWASAN PERBELANJAAN PASAR BARU DALAM RANGKA MENINGKATKAN DAYA TARIK SEBAGAI PUSAT PERBELANJAAN BERSEJARAH Evan Vincent Karta; Liong Ju Tjung; Priyendiswara A. B. Priyendiswara
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4578

Abstract

The purpose of this study is to increase the attractiveness of Pasar Baru so it can continue to exist and adapt to the times, as well as current trends, which are expected to increase the socio-economic value of the region. Research carried out is by analyzing policies that have been and are being applied to Pasar Baru, analyzing the potential and problems of the Pasar Baru by it location and site, analyzing key success factors from benchmark, and analyzing perceptions and preferences of the people taken through questionnaires. The overall analysis is explained descriptively. And for the analysis of community perceptions, the questionnaire was distributed using a purposive sampling method because the population was not known for sure. The results of the analysis show the potential and problems that Pasar Baru has such as untreated facilities and infrastructure so it can’t give visitors a comfort in shopping. This issue will certainly be one of the factors that can threaten the existence of economic activities in Pasar Baru, which of course we don't want. Therefore, the potential of Pasar Baru should be developed further, and fix the problems  in the Pasar Baru shopping center. Given Pasar Baru as one of the oldest shopping center, which is a relic of the Dutch from 1820 and still exists today. This revitalization plan which is prioritizing the improvement of the road network infrastructure and activities in the Pasar Baru shopping area with the final output is a 3D model masterplan of the Pasar Baru shopping corridor.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya tarik Pasar Baru agar dapat tetap eksis dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta trend masa kini, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai sosial ekonomi kawasan tersebut. Penelitian yang dilakukan adalah dengan menganalisis kebijakan-kebijakan yang pernah dan sedang diterapkan pada Pasar Baru, menganalisis potensi dan masalah dari lokasi dan tapak Pasar Baru, menganalisis key success factor dari objek studi bandingan, dan menganalisis persepsi serta preferensi masyarakat yang diambil melalui kuesioner. Untuk keseluruhan analisis tersebut dijelaskan secara deskriptif. Dan untuk analisis persepsi masyarakat, kuesioner disebarkan dengan metode purposive sampling karena jumlah populasi tidak diketahui secara pasti. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan potensi serta permasalahan yang dimiliki Pasar Baru seperti sarana/prasarana dan infrastruktur yang tidak terawat sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung. Isu ini tentu akan menjadi salah satu faktor yang dapat mengancam eksistensi kegiatan ekonomi di Pasar Baru, yang tentunya tidak kita inginkan. Maka dari itu sudah selayaknya potensi Pasar Baru terus dikembangkan lebih lanjut, dan memperbaiki permasalahan yang terdapat pada pusat perbelanjaan Pasar Baru. Mengingat Pasar Baru sebagai salah satu pusat perbelanjaan tertua di Jakarta, yang merupakan peninggalan Bangsa Belanda dari tahun 1820 dan masih eksis hingga saat ini. Rencana revitalisasi ini yaitu mengedepankan perbaikan dari insfrastruktur jaringan jalan serta kegiatan yang terdapat di kawasan perbelanjaan Pasar Baru dengan hasil akhir yang dikeluarkan adalah masterplan dari koridor perbelanjaan Pasar Baru dalam bentuk 3D. 
FASILITAS USAHA MAKANAN POST COVID Irene Winsome; Budi Adelar Sukada
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i1.10709

Abstract

Covid-19 pandemic, that hit the entire world population, has an impact on society. the transmission of the virus is done so fast forcing people not to interact with others and stay at home. This situation has led to changes in the way people live, the emergence of new lifestyles, and new habits such as physical distancing, work from home, and school from home. People are being forced to be able to adapt to very fast changes. To prevent virus transmission, the Jakarta Government has implemented “Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)”. This policy makes many activities paralyze, many businesses have closed, and laid off many workers from the formal and non-formal sectors. This situation causes an economic decline. The decline in society’s economy due to Covid-19 has encouraged people to be more focused on spending on basic needs while other consumption that is not a priority has decreased. Seeing the culinary business trends that have emerged during this pandemic, as well as the consumption behavior of generations Y and Z, this business needs to be facilitated to fulfill production and marketing activities. Food Service Facility facilitates and carry out activities related to the production, distribution, sale of food products. Food Service Facility accommodates culinary business start-ups, catering businesses, and other food entrepreneurs. With this Food Service Facility existence hoped can help to improve the economy Keywords: Covid-19; Culinary; Economy; Facility Abstrak Pandemic Covid-19 yang menyerang seluruh penduduk dunia memberikan dampak bagi masyarakat. Penyebaran virus Covid-19 yang sangat cepat memaksa masyarakat tidak saling berinteraksi dan berdiam diri di rumah. Hal ini menyebabkan berubahnya cara berhuni masyarakat, timbulnya gaya hidup baru, dan kebiasaan baru seperti physical distancing, work from home, dan school from home. Masyarakat dipaksa untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Untuk menekan penyebaran virus, pemerintah Jakarta memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dengan berlakunya kebijakan ini, banyak kegiatan dari masyarakat yang lumpuh, banyak usaha yang tutup, dan merumahkan banyak tenaga kerja dari sektor formal ataupun non formal. Hal ini menyebabkann turunnya ekonomi masyarakat. Perekonomian masyarakat yang turun karena adanya covid-19 mendorong masyarakat lebih memfokuskan pengeluaran pada kebutuhan pokok, sementara konsumsi lainnya yang tidak bersifat prioritas menurun. Melihat tren bisnis kuliner yang bermunculan saat pandemic ini, dan juga perilaku konsumsi generasi Y dan Z, maka usaha tersebut perlu difasilitasi dengan wadah yang dapat memenuhi kegiatan produksi, dan pemasaran. Fasilitas usaha makanan memfasilitasi dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan produksi, distribusi, dan penjualan. Fasilitas usaha makanan post covid-19 mewadahi start-up bisnis kuliner, usaha katering, dan wirausaha makanan lainnya. Dengan keberadaan fasilitas usaha makanan ini, diharapkan dapat membangkitkan ekonomi masyarakat.
KOMUNITAS PELAJAR UTAN KAYU SELATAN James Digjaya; Tony Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8531

Abstract

This study aims to find a third place for reducing social disparity, encouraging social growth, supporting social interaction between different social echelons, and providing a decent place for future educated generations. Located in Jl. Galur Sari Timur no. 8, Utan Kayu Selatan, which is situated in East Jakarta, the highest social inequality at Jakarta Province and also a district with the highest education institution. The result of this research leads to the right third place for this area, which is a community based learning center, under the name of Southwood Learning Center, which accommodates meeting point for local learners to interact and exchange ideas, encourage social growth in education and modern perceptions in the process of reducing social inequalities. In the designing process, the designer considered area history, which was a forest during the Mataram kingdom period, present local building forms, the function and character of education, and the traits of a third place as a medium for social interactions and reflections. Keywords: East Jakarta; Social Disparity; Learners; Southwood Learning Center AbstrakTulisan ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk merancang sebuah wadah yang dapat mengurangi kesenjangan sosial, mendorong kemajuan hidup masyarakat, mendukung interaksi dari berbagai golongan, serta menyediakan wadah bagi para penerus bangsa yaitu para pelajar. Berlokasi di Jl. Galur Sari Timur no. 8, Utan Kayu Selatan, yang terletak di Jakarta Timur, sebagai kota dengan kesenjangan sosial tertinggi di Provinsi DKI Jakarta, serta kawasan dengan lembaga pendidikan terbanyak pada daerah tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa fungsi tempat ketiga yang diusulkan untuk wilayah ini adalah Perkumpulan Pelajar Utan Kayu Selatan, di mana terciptanya titik temu pelajar sekitar untuk berinteraksi dan bertukar ide, serta mendorong kehidupan masyarakat sekitar untuk menjadi lebih berwawasan luas dan modern untuk mengurangi kesenjangan sosial. Dalam proses perancangannya dipertimbangkan sejarah kawasan, yaitu area hutan dari zaman kerajaan Mataram, kondisi massa sekitar, fungsi dan sifat dari pendidikan, serta sifat third place sebagai sarana interaksi dan refleksi.
PENERAPAN SISTEM MODULAR PADA GEROBAK PEDAGANG KAKI LIMA Victor Tandra; Suwardana Winata
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i1.10794

Abstract

Modular Street Vendor is a redesign of the street vendors’ carts that focus on microsystems and implementations on street. This project is based on observations of 50 street vendors in West Jakarta and Central Jakarta for its basis. From the observations, some parameters used as modifiers of adaptation and updated into a new system for street vendors’ carts. The parameters indicates some problems in the street vendors’ carts components that must be redesign or changed. The new system is designed by effectiveness in type and weight of material usage, with various activities created by this system. The main points in this project are its portability and modularity so it can be used gradually, increasing its storage quota, switching commodities, even being used by many commodities. The redesign will be made to achieve effectiveness, healthier, cheaper, easier to use and  highly efficient that will brings a positive impact on the surroundings. Keywords:  street vendor; cart; modularity; portabilityAbstrakPedagang Kaki Lima Modular merupakan proyek redesain gerobak PKL yang berfokus pada sistem mikro dan implementasinya di jalanan. Proyek ini didasari dari observasi terhadap 50 PKL yang tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat sebagai dasar.  Dari observasi ini, terdapat parameter yang digunakan untuk mengubah sebagai adaptasi dan diperbaharui menjadi sistem baru bagi gerobak pedagang kaki lima. Parameter tersebut mengindikasi beberapa permasalahan pada komponen gerobak PKL yang harus diubah dan redesain. Sistem baru ini dirancang dengan keefektifannya pada jenis dan bobot material, serta berbagai aktivitas yang bisa diciptakan sistem ini. Poin utama dalam proyek ini adalah portabilitas dan modularitas agar dapat digunakan secara bertahap, dari menambah kuota penyimpanan, beralih komoditas, bahkan dapat digunakan banyak komoditas. Redesain dilakukan agar media penjualan dapat lebih efektif, sehat, murah, mudah, dan kehadirannya dapat memberi dampak positif bagi sekitar.
HUNIAN-KERJA INTERAKTIF UNTUK PARA START-UP DI LATUMETEN Annica, Chryssie; Yuono, Doddy
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i1.10830

Abstract

Humans from the time they were created until now have undergone various kinds of adaptations and evolutions, and in carrying out this process humans are always moving. Humans have always been moving from time to time, moving from one point to another to achieve a change in their life. However, in carrying out their movements, humans must stop for some moment to evaluate and actualize themselves. This process can be referred to the dwelling process. To fulfill their needs, humans need to do some work as their job, work has become an important thing in the dwelling process. Humans with all their movements will always be innovating to create their own shelter to get their home that is both physically and psychologically comfortable. Human life, which has now become easier by technology, has unconsciously changed the way they perceive their home. The concept of One-Stop Living is offered by developers to reduce their movements for going out of their home. One-Stop Living is a residential concept wherein an area various facilities can accommodate its residents. Nowadays many jobs are no longer need a specific place to do their works, also many young entrepreneurs start to running start-up businesses. Therefore, there is a need for innovations to containing the works.  Keywords:  Dwelling, One Stop Living, Start-Up AbstrakManusia sejak pertama kali diciptakan hingga saat ini telah mengalami berbagai macam adaptasi serta evolusi dan dalam melakukan proses tersebut manusia selalu melakukan pergerakan. Manusia sejak dahulu terus bergerak dari waktu ke waktu, berpindah pindah dari satu titik ke titik lainnya untuk mencapai suatu perubahan dalam hidupnya. Namun dalam melakukan pergerakannya manusia harus berhenti sejenak untuk melakukan evaluasi dan aktualisasi. Proses perhentian ini dapat disebut sebagai proses berhuni atau dwelling. Dalam memenuhi kebutuhannya manusia butuh bekerja, sehingga bekerja telah menjadi unsur penting dalam ber-dwelling. Manusia dengan segala pergerakannya akan selalu berinovasi dalam menciptakan tempat perhentian sejenaknya yaitu huniannya untuk mencapai suatu kenyamanan baik dalam segi fisik maupun psikologis. Kehidupan manusia yang kini telah dipermudah oleh teknologi tersebut tanpa sadar mengubah cara pandangnya terhadap hunian mereka. Konsep One Stop Living pun hadir ditawarkan oleh pengembang – pengembang dalam usahanya mempermudah pola pergerakan manusia tersebut. One Stop Living merupakan suatu konsep hunian dimana di dalam suatu kawasan terdapat berbagai fasilitas yang mampu mengakomodir penghuninya. Pada masa sekarang banyak bermunculan pekerjaan – pekerjaan yang sudah tidak membutuhkan ruang – ruang khusus untuk bekerja, banyak pula entrepreneur muda yang menjalani bisnis start-up. Oleh sebab itu, perlu adanya inovasi baru dalam mewadahi pekerjaan – pekerjaan tersebut.
HOTEL HIBURAN DI TEPI PANTAI Tjahyana, Andrew; Epifania, Priscilla
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3976

Abstract

Pantai Indah Kapuk area is a residential area that has sufficient carrying capacity. Shopping centers, hospitals, offices, apartments, hotels, education, fitness centers, traditional to modern markets, and entertainment centers such as restaurants and cafes are facilities owned by Pantai Indah Kapuk. With the increasing popularity of the Pantai Indah Kapuk area, the number of visitors to both foreign tourists and local tourists has also increased. Departing from this potential, an entertainment hotel project was designed which is located in Pantai Indah Kapuk 2. With the location of the site that has a border with the sea, it is expected that a hotel facility that emphasizes an activity that has direct contact with nature can have a good impact towards tourists who expect to experience a new experience in entertainment facilities in the capital city of Indonesia. One of the excellent programs of the entertainment hotel facilities is the casino. With the construction of a legal casino facility that can be managed and monitored by the government, it is hoped that a new breakthrough in the tourism sector especially in the capital city of Indonesia can be achieved optimally.  
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN APARTEMEN DI JL. JATIBENING RAYA, PONDOKGEDE, KOTA BEKASI Jeremia Josiah; Priyendiswara Agustina Bela; B. Irwan Wipranata; Bambang Deliyanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8853

Abstract

Property development growth are still continue to increase in Indonesia, especially in the city of Jakarta which causes land limitations and land values to increase that make property development trend especially residential areas such as apartment has begun shift to buffer city area. Development of residential area is also supported by growth population in Indonesia that increased quite high so the need for residence also increase. Bekasi is one of the buffer city of Jakarta which already has good infrastructure especially in the transportation sector and currently under construction for Cawang-East Bekasi LRT line which will further improve the accessibility of transportation to/form of city of Bekasi. By looking at that opportunities, an apartment development is planned on the vacant land located at Jl. Jatibening Raya, Jatibening Baru, Pondokgede, city of Bekasi. The location of the land is within the planned radius of the 2 LRT stations and the trend of apartment development that has occurred over the last 5 years around the location of the land also provides opportunities for apartment development in the land of object study which is targeted at commuters, also millennials generation. The purpose of this feasibility study is to determine the feasibility of an apartemen development based on a relatively small area of land object study to know the potential and weaknesses. Feasibility of development is seen through analysis on legality, technical and investment aspects that carried out using qualitative methods. The results of this feasibility study are to provide recommendation of feasibility development from alternative product compositions that can provide the best return on investment. Keywords:  apartment; development; feasibility study; investment AbstrakPertumbuhan pengembangan properti yang terus meningkat di Indonesia, terutama pada kota Jakarta menyebabkan terjadinya keterbatasan lahan dan naiknya nilai lahan sehingga membuat tren pengembangan properti khususnya kawasan hunian seperti apartemen mulai bergeser ke daerah kota – kota penyangga. Pengembangan kawasan hunian juga didorong oleh peningkatan penduduk yang cukup tinggi di Indonesia sehingga kebutuhan akan hunian juga semakin meningkat. Kota Bekasi merupakan salah satu kota penyangga dari kota Jakarta yang sudah memiliki infrastruktur cukup baik terutama di sektor transportasi dan saat ini sedang dilakukan pembangunan jalur LRT Cawang-Bekasi Timur yang akan semakin meningkatkan kemudahan aksesibilitas transportasi dari/menuju kota Bekasi. Dengan melihat peluang yang ada, maka direncanakan pembangunan apartemen pada objek lahan kosong yang terletak di Jl. Jatibening Raya, Kel. Jatibening Baru, Kec. Pondogede, Kota Bekasi. Lokasi lahan yang berada dalam radius rencana  dari 2 stasiun LRT dan tren pembangunan apartemen yang terjadi selama 5 tahun terakhir di sekitar lahan pengembangan juga memberikan peluang untuk pembangunan apartemen pada objek studi yang ditargetkan untuk para commuter, termasuk para generasi milenial. Tujuan studi kelaykan ini adalah untuk mengetahui kelayakan pembangunan apartemen yang didasarkan pada luas lahan yang relatif kecil, agar dapat mengetahui potensi dan kelemahan yang ada. Kelayakan dilihat melalui analisis pada aspek legalitas, teknis dan investasi yang dilakukan menggunakan metode kualitatif. Hasil studi kelayakan ini adalah memberikan rekomendasi kelayakan pembangunan dari alternatif komposisi produk yang dapat memberikan pengembalian investasi terbaik.
SENAYAN WATERLAKE SPORT ISLAND Felicia Lim; Martin Halim
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i1.6779

Abstract

Based on the results of the Basic Health Reset in 2018, health problems in Indonesia are divided into two types namely infectious and non-communicable diseases. Infectious diseases have experienced many significant decreases whereas for non-communicable diseases it is still experiencing an increase. Many ways you can do to keep the body healthy from disease. Applying a healthy lifestyle for physical health, spiritual calm is also needed for the mental health of the community, especially for areas that have high density and mobility like in Jakarta. It is undeniable that these factors are often the main triggers of mental health problems in today's society. Waterlake Sport is a type of physical sport related to water, especially lakes. Senayan Waterlake Sport Island is located near Gelora Bung Karno (GBK), the largest sports center in Jakarta and even in Indonesia which provides more than 18 types of sports in it. The design method used is pattern language by examining the physical patterns around the site and creating new patterns by linking the resulting building programs. Besides water sports as the main program, there are also other main programs, namely Healthy Culinary and Floating Market. Both of these programs aim to provide a dining area with a healthy concept as well as education for people who still think that a healthy eating pattern is defined as something boring and unpleasant that being healthy does not have to suffer. AbstrakBerdasarkan hasil Reset Kesehatan Dasar tahun 2018, masalah kesehatan di Indonesia dibagi menjadi dua macam yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyakit menular sudah mengalami banyak penurunan yang cukup signifikan sedangkan untuk penyakit tidak menular justru masih mengalami kenaikan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat terhindar dari penyakit. Menerapkan pola hidup yang Sehat untuk kesehatan jasmani,  ketenangan rohani juga dibutuhkan untuk kesehatan mental para masyarakat khususnya untuk daerah yang memiliki kepadatan serta mobilitas tinggi seperti di Jakarta ini. Waterlake Sport adalah jenis olahraga fisik yang berhubungan dengan air khususnya danau. Island sendiri berarti pulau. Senayan Waterlake Sport Island berlokasi di dekat Gelora Bung Karno (GBK), pusat olahraga terbesar di Jakarta bahkan di Indonesia yang menyediakan lebih dari 18 jenis olahraga di dalamny. Metode perancangan yang digunakan adalah pattern language dengan mengkaji pola fisik di sekitar tapak dan membuat pola baru dengan mengaitkan program bangunan yang dihasilkan. Island yang berarti sebuah pulau merupakan tempat dari area Waterlake Sport itu sendiri. Selain olahraga air sebagai program utama, ada juga program utama lainnya yaitu Kuliner Sehat dan Pasar Apung. Kuliner sehat yang dimaksud adalah  Kedua program ini bertujuan menyediakan suatu area tempat makan dengan konsep sehat sekaligus sebagai edukasi untuk masyarakat yang masih menganggap bahwa pola makan sehat diartikan dengan sesuatu yang membosankan dan tidak enak bahwa menjadi sehat tidak haruslah menderita.
KAJIAN MENGENAI PROYEK RUANG KERJA KREATIF UNTUK MILENIAL Chandra Tanamas; J.M. Joko Priyono Santoso
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4491

Abstract

The creative industry in Indonesia is getting special attention from the government because it can create independent and productive human resources. Therefore, the creative industry has experienced significant development, but the competition between freelancers will be increasingly stringent, while the millennial generation who are just starting out will find it difficult to expand their business. The creative industry is currently filled with millennials that have characteristics that are different from previous generations. Millennials have high leadership and flexibility so they want to hold and take full responsibility for the projects they work on. The method used in the design is qualitative and comparative descriptive with pattern language which is more applied to the formation of programs so that the programs produced are in accordance with the workings and behavior of the millennial generation, but do not override previous generations. The area chosen is West Jakarta, more precisely the District of Kebon Jeruk, hoping that the Kebon Jeruk Subdistrict which is intended as Service City has a work space for the creative industry community by providing learning space and space to develop creativity. Therefore, Creative Hub is a means for millennial generations as freelancers working in the creative industry sector who want to pour their creativity and start a business. In this creative hub there are programs that can help freelancers and are equipped with supporting facilities such as offices, co-working, exhibition rooms and workshops. In addition, this creative hub is also able to become an educational recreation room about the creative industry and the gathering center for creative craftsmen. Through this Creative Hub, it can generate new jobs that are independent for millennial generations as freelancers, and can gain connections and hone skills.Abstrak Industri kreatif di Indonesia sedang mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah karena dapat menciptakan sumber daya manusia yang mandiri dan produktif. Maka dari itu, industri kreatif mengalami perkembangan yang signifikan, tetapi persaingan antar freelancer akan semakin ketat, sedangkan generasi milenial yang baru memulai akan kesulitan untuk mengembangkan usahanya. Industri kreatif saat ini dipenuhi oleh generasi milenial yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi – generasi sebelumnya. Generasi milenial memiliki sifat leadership dan fleksibilitas yang tinggi sehingga ingin memegang dan tanggung jawab penuh terhadap proyek yang mereka kerjakan. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah metode deskriptif kualitatif dan deskriptif komparatif dengan pattern language yang lebih diterapkan pada pembentukan program sehingga program yang dihasilkan sesuai dengan cara kerja dan perilaku generasi milenial, tetapi tidak mengesampingkan generasi – generasi sebelumnya. Daerah yang dipilih adalah Jakarta Barat, lebih tepatnya Kecamatan Kebon Jeruk, harapannya Kecamatan Kebon Jeruk yang ditujukan sebagai Service City memiliki ruang kerja untuk para komunitas industri kreatif dengan memberikan ruang pembelajaran dan ruang mengembangkan kreatifitas. Oleh sebab itu, Creative Hub merupakan sebuah sarana bagi generasi milenial sebagai freelancer yang bekerja pada sektor industri kreatif yang ingin menuangkan kreativitasnya dan memulai usaha. Dalam creative hub ini terdapat program yang dapat membantu freelancer dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti, kantor sewa, co – working, ruang pameran, dan workshop. Selain itu, creative hub ini juga mampu menjadi ruang rekreasi edukasi tentang industri kreatif dan pusat berkumpulnya pengrajin kreatif. Melalui Creative Hub ini, dapat menghasilkan lapangan kerja baru yang mandiri bagi generasi milenial sebagai freelancer, serta dapat memperoleh koneksi dan mengasah kemampuan.

Page 21 of 134 | Total Record : 1332