cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,332 Documents
SENI KONTEMPORER BETAWI DI PESANGGRAHAN Indah Dwi Allanis; Mieke Choandi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i1.10905

Abstract

Art and culture are one of the character that can build nation civilization. Betawi culture’s existence is included in traditional art as one of Indonesia’s cultural asset. Generally art is stated as human’s soul expression to beauty. To betawi people art is materialized in many forms like litearture, music, dance, self-defense and theatre. But the missing of interactive public space based on modern technology, that culture slowly will replaced with modern era.Betawi Contemporary Art in Pesanggrahan uses a contextual approach which examines four contextual parameters (culture, nature, urban, and physical buildings) and has an edutainment program. Where Edutainment is a new innovation to develop Betawi culture by combining education, entertainment and incorporating contemporary architecture in building designs to add architourism to the Pesanggrahan area. The concept of a new experience is to enjoy a culture with different media and provide a public space that can be used to interact and relax. Keywords: Architourism; culture; art; contemporary; public area AbstrakKesenian dan budaya merupakan salah satu karakter yang bisa membangun peradaban bangsa. Keberadaan budaya Betawi termasuk kesenian tradisional yang merupakan salah satu aset budaya Indonesia. Umumnya kesenian dinyatakan sebagai ekspresi jiwa manusia akan keindahan. Pada masyarakat Betawi kesenian terwujud dalam bermacam-macam bentuk seperti seni sastra, seni musik, seni tari, seni main pukulan (seni bela diri) dan seni teater. Namun tidak adanya wadah ruang publik yang interaktif berdasarkan teknologi modern membuat budaya tersebut lambat laun akan tergeser dengan era modern. Betawi Contemporary Art in Pesanggrahan menggunakan metode pendekatan kontekstual yang mengkaji empat parameter kontekstual (budaya, alam, urban, dan fisik bangunan) dan memiliki program edutainment. Dimana Edutainment sebagai inovasi baru untuk mengembangkan budaya Betawi dengan menggabungkan education, entertainment dan menggabungkan arsitektur kontemporer pada desain bangunan agar menambahkan Architourism pada Kawasan Pesanggrahan. Konsep pengalaman baru untuk menikmati sebuah budaya dengan media yang berbeda-beda dan memberikan ruang publik yang dapat di pergunakan untuk berinteraksi dan bersantai.
RUANG RAJUTAN KEBERAGAMAN MASYARAKAT PASAR BARU Veren Calisca; Fermanto Lianto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i1.6830

Abstract

Social space as a whole is defined not only through its physical aspect, but also the intangible culture and tradition of its people. The non-physical aspect is commonly known as Genius Loci or sense of place which is distinctive and unique in each different places. The identity of Genius Loci covers the groundwork principle of creating place as a meeting point for the creative class where they could interact with each other to generate ideas collectively as the foundation of creative economy, generating the development of an urban area. Space is surrounded by high density building in Pasar Baru area, which left the remaining negative space as third place.  Pasar Baru is one of the districts in Jakarta with such diversed cultural identity which is one of the main principle in creating the creative place. Unfortunately, the district’s popularity as one of the main shopping area in Jakarta had faded due to the significant growth of shopping malls as new economic centres of the city. Design is created based on observation method through activity sequence of Pasar Baru citizen and literature research of social space as third place. Through the presence of cultural diversity such as festivals, staple culinary, ethnicity, creative products, to architectural style, it is hoped to aid in revitalizing Pasar Baru not only as a shopping distric but as a creative economy hub as well through Socail Linkage of Pasar Baru Diversity as a third place.AbstrakRuang sosial tidak hanya sekedar terbentuk oleh aspek fisik belaka, namun juga memiliki aspek-aspek non-fisik yang terbentuk oleh aspek-aspek budaya dan keseharian masyarakatnya. Aspek non fisik tersebut dikenal sebagai Genius Loci atau Sense of Place yang bersifat unik di setiap kawasan yang berbeda. Identitas dari Sense of Place tersebut mengandung prinsip-prinsip pada pembentukan place sebagai tempat berkumpul masyarakat kreatif dimana mereka tak hanya bersosialisasi namun juga saling bertukar ide sebagai sumber daya ekonomi kreatif yang menjadi landasan perkembangan dari suatu kota. Namun, ruang-ruang yang terbentuk hanya menyisakan ruang sisa sebagai tempat berkumpul di antara padatnya bangunan. Ruang ketiga yang hadirpun terletak jauh dari jangkauan masyarakat lokal. Kawasan Pasar Baru merupakan salah satu lokasi di Jakarta dengan diversitas yang tinggi sebagai salah satu syarat terbentuknya creative place. Sebagai salah satu pusat ekonomi Jakarta, Pasar Baru kini telah kalah populer dengan pusat perbelanjaan modern. Kurangnya wadah bagi kegiatan kreatif masyarakat juga menghambat perkembangan ekonomi yang kini berfokus pada kreatitas. Melalui metode observasi terhadap sekuen aktifitas pelaku kegiatan di kawasan Pasar Baru serta literatur ruang sosial sebagai third place, maka ditransformasikan desain yang mencirikan keberagaman melalui Ruang Rajutan Keberagaman Masyarakat Pasar Baru sebagai sentra ekonomi yang berbasis kreatifitas masyarakat selaku third place bagi kawasan Pasar Baru.
FASILITAS PENYEDIA AQUAPONIK MULTIVARIAN SELAMA PANDEMIK COVID DI JAKARTA TIMUR Aileen Pangestu; Budi A Sukada
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i1.10900

Abstract

The need for food is an important issue, each individual needs food or food intake to carry out activities normally and smoothly. But these activities are threatened because of external obstacles, namely in the field of logistics or distribution of foodstuffs from one region to another (between villages to cities or country to country) caused by Covid-19. Logistical delays are one of the efforts of the state to reduce new cases resulting from the covid-19 virus. Because the virus can be transmitted not only from human to human through saliva, or other body fluids, but also this virus has the potential to land on things such as cardboard, plastic and even air. If, these logistical delays continue to cause food shortages in an area, therefore the Multivariate Aquaponics provider facility is the answer to the current problems, Aquaponics not only provides 1 (one) foodstuff but 2 (two) or more because plants can be in the form of vegetables and fruits and other food sources derived from fish. Multivariate aquaponics is a technique of planting aquaponics so that it can produce as many plants as possible with as little land as possible to get the most efficient results possible, in order to meet food needs in an area. In addition, this building also has other supporting facilities such as education, tourism and business. Keywords: Covid-19; Aquaponic; Multivariant AbstrakKebutuhan akan pangan merupakan isu penting, setiap individu memerlukan asupan makanan atau bahan pangan untuk menjalankan aktivitas dengan normal dan lancar. Tetapi aktivitas tersebut terancam karena adanya hambatan eksternal yaitu dalam bidang logistik atau pendistribusian bahan pangan dari satu daerah ke daerah lainnya (antara desa ke kota ataupun negara satu dengan negara lainnya) yang diakibatkan oleh covid-19.  Keterhambatan logistik merupakan salah satu upaya dari negara untuk mengurangi kasus baru yang diakibatkan dari virus covid-19 tersebut. Karena virus dapat ditularkan bukan hanya dari manusia ke manusia yang lainnya melalui air liur, ataupun cairan dalam tubuh lainnya, tetapi juga virus ini berpotensi untuk hinggap dibarang-barang seperti kardus, plastik bahkan udara.  Apabila, keterhambatan logistik tersebut berlanjut akan menyebabkan kekurangan bahan pangan dalam suatu daerah, oleh sebab itu Fasilitas penyedia Aquaponik Multivarian merupakan jawaban dari permasalahan yang terjadi pada saat ini, Aquaponik tidak hanya menyediakan 1 (satu) bahan pangan tetapi 2 (dua) atau lebih karena  tanaman dapat berupa sayur dan buah-buahan dan sumber pangan lainnya berasal dari ikan. Aquaponik Multivarian merupakan teknik penanaman tanaman aquaponik sehingga dapat menghasilkan tanaman sebanyak mungkin dengan lahan yang seminim mungkin untuk mendapatkan hasil yang efisien mungkin, demi memenuhikebutuhan pangan disuatu daerah. Selain itu pada bangunan ini juga terdapat fasilitas lain yang menunjang seperti edukasi, wisata dan usaha.
WISATA EKSPLORASI AIR Septiawan Perdana Putro; Eduard Tjahjadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3989

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya tidak ada air di bumi. Namun air dapat menjadi malapetaka jika tersedia dalam kondisi yang tidak baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Air yang bersih sangat dibutuhkan manusia, baik untuk keperluan sehari-hari, untuk keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, dan sebagainya.Di zaman sekarang air menjadi masalah yang memerlukan perhatian lebih serius. Untuk mendapatkan air yang baik sesuai dengan standar tertentu sudah cukup sulit untuk didapatkan. Hal ini dikarenakan air sudah tercemar oleh bermacam-macam limbah dari berbagai hasil kegiatan manusia. Makhlup hidup yang berada di air pun turut merasakan dampaknya mulai dari banyaknya ikan yang mati.Jakarta merupakan Ibu Kota Negara yang dijadikan sebagai pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan dan perekonomian, untuk itu Jakarta dikatakan sebagai kota metropolis. Kehidupan masyarakat di kota-kota besar, seperti Jakarta menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap jiwa (psikis) dan rohani (psikologis). Masyarakat di kota-kota besar akan sangat dipengaruhi oleh dinamika kota tersebut. Pengaruh tersebut membawa dampak di dalam setiap strata sosial masyarakat. Beban kehidupan kota metropolitan merupakan faktor penekan beban kehidupan seseorang yang pengaruhnya sangat dominan, baik secara ekonomi, sosial, budaya, atau pun keamanan. Tekanan kehidupan yang begitu dominan tersebut akan berimbas kepada tinggi rendahnya stres seseorang, yang pada akhirnya stres yang tinggi disebabkan karena beban kehidupan masyarakat metropolitan yang sangat berat. 
PENDEKATAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI DALAM PERANCANGAN PUSAT INOVASI MOBIL MASA DEPAN Steven Giovanni; Doddy Yuono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4477

Abstract

Millennials are born where the world is modern and sophisticated technology has been introduced to the public where the entertainment industry has increased and is influenced by the internet. Diverse about the nature or characteristics of this generation and most of all this generation has an increase in the use of technology and digital media and prefers to learn something with the use of visuals. Rapid technological developments are very influential in millennial life. One of the things that has a connection with improving technology in this era is in the automotive sector. Manufacturers of car vehicle brands began to compete in issuing the concept of a future car where car vehicles prioritize system technology features and connectivity features. Therefore, the development of car vehicles continues to grow to date from the types of conventional car vehicles to future cars. By creating a car vehicle of the future, this generation can feel satisfaction in driving and can feel the performance or quality of the vehicle and the most important thing is to be able to feel the comfort and pleasure in driving with increasingly sophisticated technological features. With the existing viewpoint, the project for this millennial generation is the "Future Car Innovation Center" by providing program facilities in the form of knowledge of the design and advantages of future cars by delivering a technology system that is attractive and innovative. AbstrakGenerasi milenial terlahir dimana dunia sudah modern dan teknologi yang sudah canggih mulai diperkenalkan ke publik dimana industri hiburan sudah meningkat dan dipengaruhi oleh internet. Beragam tentang sifat atau karakteristik dari generasi ini dan yang paling utama generasi ini memiliki peningkatan dalam penggunaan teknologi serta media digital dan lebih menyukai mempelajari sesuatu dengan penggunaan hal visual. Perkembangan teknologi yang pesat sangat berpengaruh dalam kehidupan milenial. Salah satu hal yang terdapat hubungan dengan peningkatan teknologi pada zaman ini adalah di bidang otomotif. Produsen merek kendaraan mobil mulai bersaing dalam mengeluarkan konsep mobil masa depan dimana kendaraan mobil yang mengedepankan sistem fitur teknologi dan fitur konektivitas. Oleh sebab itu, perkembangan kendaraan mobil terus berkembang hingga saat ini dari jenis kendaraan mobil konvensional hingga kendaraan mobil masa depan (future cars). Dengan menciptakan kendaraan mobil masa depan, generasi ini dapat merasakan kepuasan dalam berkendara dan dapat merasakan performa atau kualitas dari kendaraan mobil tersebut dan yang paling penting adalah dapat merasakan kenyamanan dan kenikmatan dalam berkendara dengan fitur teknologi yang semakin canggih. Dengan adanya sudut pandang yang ada, proyek untuk generasi milenial ini adalah “Pusat Inovasi Mobil Masa Depan” dengan memberikan fasilitas program berupa pengetahuan akan desain dan kelebihan dari mobil masa depan dengan cara penyampaian yang mendepankan sistem teknologi dengan sifat yang atraktif dan inovatif. 
DESAIN FASILITAS OLAHRAGA DAN REKREASI DENGAN PENDEKATAN KANONIS DI DURI KEPA, JAKARTA Angga Ali Putra; Fermanto Lianto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8621

Abstract

The problem of population density has become a fairly common problem in big cities. The effects that can arise from population problems include the appearance of slums, the decline in environmental quality, and the impact on psychological conditions in the form of stress. One method that can solve the problem due to population density is the construction of supporting facilities. Housing can be adequate and improve its quality because of the availability of supporting facilities in a residential group. This is because supporting facilities can facilitate direct contact between individuals, where several individuals can communicate. The existence of public facilities can also facilitate recreational activities such as sports that can reduce the impact of stress. So it takes place for people who want to gather, treats stress, loneliness, and alienation, not only as a place to escape but also to relax, be entertained, and also get peace in it. The Sports and Recreation Facility at Duri Kepa is a project created so that the community, especially the Duri Kepa residents, have a place to relax, unwind, and be free to express themselves as manifested in sports and recreation activities. The design methodology used is canonical design, a design approach based on various aspects such as the geometrical aspects of objects, proportional systems, modules, and mass order, all of which lead to rule as the basis of design. This project seeks to meet the physical and social needs of the village community easily reached from the first place and second place. This project will be a place for community social interaction. Keywords: Canonic Design; Recreation; Sport; Stress; Supporting Facilities  AbstrakMasalah kepadatan penduduk sudah menjadi masalah yang cukup lazim di kota besar. Efek yang dapat ditimbulkan dari masalah kependudukan, antara lain munculnya kawasan kumuh, turunya kualitas lingkungan dan dampak terhadap kondisi psikologis berupa stress. Salah satu metode yang dapat memecahkan masalah akibat padatnya penduduk yaitu pembangunan fasilitas pendukung. Suatu perumahan dapat menjadi efektif dan meningkat kualitasnya karena ketersediaan fasilitas pendukung di suatu kelompok hunian. Hal ini dikarenakan fasilitas pendukung dapat memfasilitasi kontak langsung antar individual, dimana beberapa individual dapat melakukan komunikasi. Kemudian adanya fasilitas umum juga dapat memfasilitasi kegiatan rekreasional seperti olahraga yang dapat mengurangi dampak stress. Sehingga dibutuhkan suatu tempat bagi orang yang ingin berkumpul, mengobati stress,kesepian dan keterasingan, tidak hanya dijadikan tempat untuk melarikan diri, tetapi dimana orang akan bersantai, terhibur dan juga mendapatkan ketenangan didalamnya. Fasilitas Olahraga dan Rekreasi di Duri Kepa adalah sebuah proyek yang dibuat  agar  masyarakat  khususnya  warga  Duri Kepa memiliki tempat untuk bersantai, melepas bosan, dan bebas untuk berekspresi di dalamnya yang diwujudkan dalam aktivitas berolahraga dan berekreasi. Metode desain yang digunakan adalah desain kanonis yaitu perancangan berdasarkan berbagai aspek tertentu seperti sistem proporsi, aspek geometrika objek, tatanan massa, modul yang mengarah kepada keteraturan. Proyek ini  berusaha  untuk  memenuhi kebutuhan fisik maupun sosial masyarakat kelurahannya dengan mudah di  jangkau dari  first place maupun second  place. Project  ini  akan  menjadi  tempat  yang  mewadahi  interaksi sosial masyarakat.
TEMPAT BUDAYA PINANGSIA Kevin Wiranata; Lina Purnama
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i1.6742

Abstract

An age where technology develop rapidly, the lifestyle of people began to shift to that of instantaneous gratification. Even though technology provides convenience and accessibility, at the same time it changes the mindset and behavior of the people into that of anti-social. The lack of interaction added up with high working demand in this 21st century may increase an individual’s stress levels. The existence of physical spaces to support social activity is undeniably minimal. Gadgets may create virtual spaces for people to communicate but they fail to make rapport between one individual and the other. Since the past decades, culture had been one of the activities which brought people and communities together. Culture defines activities which are done in routine thus becomes habits and eventually becomes the community’s character. The occurring social activities gave birth to spaces either physical or non-physical which may support the social needs of the people. Up to this day, people tend to have third activities which they done to get rid of working exhaustion. Pinangsia Cultural Place is a place for people to socially interact with each other with the means of cultured daily activities. The method of design applied is pattern language. The main programs of Pinangsia Cultural Place include food court, karaoke, workshop, and common space for people to hangout, procuring event, physical exercises, etc. Not only does this tends to the needs of local community, Pinangsia Cultural Place is convivially open for outsiders who seek joy and rest.  AbstrakMasa dimana kemajuan teknologi berkembang dengan pesat, gaya hidup masyarakat berubah ke arah serba instan. Walau teknologi memberikan kemudahan, namun di saat yang bersamaan mengubah pola pikir dan sikap masyarakat menjadi cenderung anti-sosial. Kurangnya interaksi ditambah dengan tuntutan kerja yang semakin tinggi di abad 21 dapat meningkatkan stress pada individu. Keberadaan wadah fisik untuk menunjang aktivitas sosial pun juga kurang. Gadget menciptakan sebuah ruang virtual untuk berkomunikasi namun tidak dapat mendekatkan pribadi secara langsung. Sejak zaman dahulu, budaya menjadi salah satu kegiatan yang membawa masyarakat atau komunitas dalam kebersamaan. Budaya adalah aktivitas yang dilakukan terus menerus secara rutin hingga menjadi sebuah kebiasaan kemudian menjadi karakter dari lingkungan tersebut. Aktivitas yang terjadi melahirkan ruang baik secara fisik maupun non-fisik yang dapat menunjang kebutuhan sosial masyarakat di dalamnya. Hingga saat ini, masyarakat di tengah pekerjaan masing-masing memiliki aktivitas selingan yang mereka lakukan untuk mencari hiburan di tengah kepenatan. Tempat Budaya Pinangsia adalah wadah untuk masyarakat saling berinteraksi sosial dengan berdasarkan pada aktivitas sehari-hari yang melibatkan seni dan budaya. Metode perancangan yang digunakan adalah bahasa pola. Program utama Tempat Budaya Pinangsia meliputi tempat makan dan bermain, tempat karaoke, workshop, dan common space untuk hangout, pengadaan acara, latihan fisik, dll. Tidak hanya terbatas untuk warga lokal, Tempat Budaya Pinangsia juga terbuka untuk pengunjung dari luar kawasan yang mencari kesenangan dan istirahat.
RUANG WISATA CITRA TUBUH Geniefe Vivenda; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3980

Abstract

Jakarta sebagai kota metropolis memiliki sekitar 47.000 media massa yang terdiri dari media cetak, radio, televisi dan media online, yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah media massa paling banyak di dunia. Media massa sendiri menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi penyebaran citra tubuh negatif (negative body-image) dalam bentuk pembentuk standar tubuh ideal. Citra tubuh negatif memberi dampak negatif baik secara individu maupun sosial, seperti isu-isu body shamming, gangguan mental dan bahkan gangguan makan yang banyak bermunculan belakangan ini. Penanganan terhadap isu citra tubuh negatif pun menjadi tujuan dari perancangan proyek architourism ini. Program arsitektural diterjemahkan dengan menggunakan metode fenomologi berupa penggunaan unsur air dan kelembaban dan dikombinasikan dengan teknik terapi psikologi berupa Cognitive Behavioural Therapy (CBT) dalam pengaplikasian programnya. Program yang dihasilkan akan lebih mengarah ke dimensi rohaniah (roh) guna mengimbangi dimensi rohaniah tubuh dalam proses pembaharuan persepsi yang pada umumnya lebih mengarah ke dimensi jasmaniah (fisikal). Penggunaan unsur air selain dapat memberikan makna pembaharuan bagi persepsi pengunjung yang berkaitan dengan citra tubuh saja, namun sekaligus menjadi katalis bagi citra kawasan sekitar, yakni Bukit Duri yang merupakan daerah permukiman KDB rendah nan padat serta memiliki citra rawan gusur dan banjir akibat lokasinya yang berada pada bibir sungai Ciliwung.
EKSPLORASI RUANG OLAHRAGA DAN SENI Sitta Faradilla; Suryono Herlambang
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8611

Abstract

Sports and art activities are activities that can eliminate feel bored of routinity and daily activities that are very dense, so as to reduce the level of boredom experienced by the community from children up to parents. The sports and arts community center is a forum interaction for everybody. This project was designed as a center of activities with  the community of Wijaya Kusuma Village with a mission to become an educational facility that is open for the community to interact, exchange ideas, eliminate boredom by doing sports and arts activities. Cross - programming using spatial spaces that not fit the original function such as overlapping activities is one of the design methods used in this project. Behavioral type methods are used to analyze programs in roles. The education program in this project consists of classrooms for arts and sports activities. While the recreation program in this project consists of sports activities and also art that is outside the building such as parks, jogging tracks, friendly playgrounds, sitting groups and swimming pool areas. Keywords: art; children to parent; educational facilities; sports activities AbstrakKegiatan olahraga dan seni merupakan kegiatan yang dapat menghilangkan rasa kejenuhan rutinitas dan aktivitas sehari – hari yang sangat padat, sehingga dapat mengurangi tingkat kejenuhan yang dialami oleh masyarakat dari mulai anak – anak hingga orang tua. Pusat komunitas olahraga dan seni adalah sebuah wadah interaksi bagi masyarakat dari mulai anak – anak hingga orang tua. Proyek ini didesain sebagai pusat kegiatan bersama masyarakat Kelurahan Wijaya Kusuma dengan misi menjadi fasilitas edu wisata yang terbuka bagi masyarakat untuk berinteraksi, bertukar pikiran, menghilangkan kejenuhan dengan melakukan kegiatan olahraga dan seni. Cross – proggraming dengan menggunakan ruang spasial yang tidak sesuai dengan fungsi asalnya seperti aktivitas yang tumpang tindih merupakan salah satu metode desain yang digunakan dalam proyek ini. Metode tipe perilaku digunakan untuk menganalisa program dalam peranangan. Program edukasi dalam proyek ini terdiri dari ruang kelas kegiatan seni dan juga olahraga. Sedangkan program rekreasi dalam proyek ini terdiri dari kegiatan olahraga dan juga seni yang berada di luar bangunan seperti taman, jogging track, friendly playground, sitting group dan area kolam renang.
SARANA KETERAMPILAN SENI DIGITAL Giovani Onawa; Stephanus Huwae
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4430

Abstract

The high level of urbanization is also dominated by the millennial generation which enables the creation of positive contributions in the form of development and a rapidly developing creative economy. Because with creative millennial characteristics, interconnection and confidence, they lead to the development of the era into a creative industry. Therefore,  architecture can accommodate their skill and its activities by providing a facility that aims not only as a place of creativity but as a place to provide interactions for one another. Abstrak Tingginya urbanisasi juga persaingan lapangan kerja yang ketat oleh generasi milenial membuat mereka sangat sulit kerja. Keterbatasan softskill sebagai kunci utama yang membuat mereka harus terpaku dengan menjadi seorang pegawai. Keterampilan merupakan kunci penting untuk bisa dimiliki oleh milenial sebagai altenatif permasalahan tersebut. Keterampjlan juga merupakan aspek yang mampu menciptakan kontribusi positif berupa pembangunan dan perekonomian kreatif yang berkembang pesat. Karena dengan karakteristik milenial yang kreatif, saling terhubung dan percaya diri mengarahkan perkembangan jaman menjadi industri kreatif. Oleh karena itu bagaimana arsitektur dapat mewadahi aktivitas –aktivitas keterampilan mereka itu dengan memberikan sebuah fasilitas atau sarana yg bertujuan tidak hanya sebagai wadah kerativitas tetapi sebagai wadah untuk memberikan interaksi kepada orang lain.

Page 47 of 134 | Total Record : 1332