cover
Contact Name
Ahmad Saleh Harahap
Contact Email
ahmadsaleh@unib.ac.id
Phone
+6285216150612
Journal Mail Official
buletin_pt@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jl WR Supratman Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27221733     EISSN : 27220788     DOI : -
Buletin Peternakan Tropis (Bul. Pet. Trop.) (Bulletin of Tropical Animal Science) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu berkolaborasi dengan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Buletin Peternakan Tropis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah berdasarkan peer-review double blind yang bertujuan untuk menyebarluaskan semua informasi yang berkontribusi pada pemahaman dan pengembangan peternakan di daerah tropis dengan menerbitkan makalah penelitian asli, artikel telaah pustaka. kasus lapangan dan gagasan asli. Jurnal ini mencakup semua aspek yang berkaitan dengan Peternakan dan Veteriner di daerah tropis. Buletin Peternakan Tropis terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember. Focus and Scope: Produksi Ternak, Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknologi Hasil Peternakan, Genetika dan Pemuliaan Ternak, Reproduksi Ternak, Teknologi Hasil Ikutan Ternak, Hijauan Pakan Ternak, Aneka Hewan Potensial, Kesehatan Ternak
Articles 131 Documents
Suplementasi Tepung Kunyit (Curcuma domestica) dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam Ras Petelur Sari, Mariati Komala; Kaharuddin, Desia; Warnoto, Warnoto
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.83-89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung kunyit dalam ransum terhadap kualitas telur ayam ras petelur.  Empat puluh ekor ayam umur 36 minggu didistribusikan secara Acak ke dalam empat perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri 10 ulangan, rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan (P0) tanpa suplementasi tepung kunyit, perlakuan lainnya adalah suplementasi tepung kunyit ( P1: 0,75%, P2 : 1,5% dan P3 : 2,25%). Variabel  diamati warna kuning telur, indeks kuning telur, indeks albumen, haugh unit, dan tebal kerabang. Pengamatan kualitas telur dilakukan pada minggu ke Sembilan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Of Variance  (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata (P<0,05) dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, suplementasi tepung kunyit berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap rataan warna kuning telur dengan skor tertinggi 7,9 yang dihasilkan oleh P3 (2,25% tepung kunyit), dan hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi tepung kunyit sampai 2,25% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap variable lainnya; indeks kuning telur, indeks albumen, haught unit dan tebal kerabang. Rataan indeks kuning telur 0,45 - 0,50, rataan indeks albumen 0,120 - 0,135, rataan haugh unit 96,53 - 99,58, rataan tebal kerabang 0,38 - 0,41.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan suplementasi tepung kunyit dalam ransum sampai level 2,25% dapat meningkatkan warna kuning telur, tetapi tidak dapat meningkatkan indeks kuning telur, indeks albumen, haugh unit dan tebal kerabang.
Back Matter Vol 2, No 2, November 2021 Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.%p

Abstract

Pengaruh Pemberian Tepung Daun Sirsak (Annona muricata L.) Fermentasi Aspergillus niger terhadap Deposisi Lemak Broiler Hutriansyah, Ilham; Santoso, Urip; Nurmeiliasari, Nurmeiliasari
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.76-82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tepung daun sirsak yang difermentasi dengan Aspergillus niger terhadap deposisi lemak ayam broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2020 sampai 18 Januari 2021, berlokasi di Commercial Zone of Animal Laboratory, Jurusan Peternakan dan Laboratorium Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Seratus enam puluh ayam broiler umur 14 hari didistribusikan ke dalam 5 kelompok perlakuan sebagai berikut: P0= Penggunaan 0% daun sirsak fermentasi dalam ransum; P1= Penggunaan 1% daun sirsak fermentasi dalam ransum ; P2= Penggunaan 3% daun sirsak fermentasi dalam ransum; P3= Penggunaan 5% daun sirsak fermentasi dalam ransum; P4= Penggunaan 7% daun sirsak fermentasi dalam ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun sirsak yang difermentasi dengan Aspergillus nigert berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap lemak abdomen, lemak sartorial, lemak leher, lemak gizzard, lemak proventikulus dan fatty liver score, Dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun sirsak yang difermentasi dengan Aspergillus niger tidak mampu menurunkan deposisi lemak pada ayam broiler.
Performa Anak Kambing Anglo Nubian Prasapih yang Diberi Susu Pengganti Akbarillah, Tris; Hidayat, Hidayat; Pratika, Alfeth June Tri
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.112-117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peforma anak kambing Anglo Nubian yang diberi susu pengganti. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri 4 ekor anak kambing Anglo Nubian. Formulasi setiap perlakuan yaitu P1 anak kambing diberi susu kambing murni dan pakan padati, P2 anak kambing diberikan susu sapi murni dan pakan padat, P3 anak kambing diberi susu campuran formulasi 50% susu afkir dan 50% susu kambing murni dan pakan padat. Pakan padat berupa hijauan Indigofera dan ampas tahu.Penelitian berlangsung selama 8 minggu. Variabel yang diamati yaitu konsumsi susu, konsumsi hijauan dan konsentrat, pertambahan berat badan, pertambahan panjang badan ternak, pertambahan tinggi badan ternak dan pertambahan lingkar dada ternak. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata  pertambahan berat badan berkisar 4,31-6,02 kg/ekor, pertambahan panjang badan ternak berkisar 13,25-14,75 cm/ekor, pertambahan tinggi badan ternak berkisar 8,25-9,75 cm/ekor dan pertambahan lingkar dada ternak berkisar 8,50-12,50 cm/ekor. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa performa anak kambing Anglo Nubian prasapih yang diberi susu pengganti sama dengan yang diberi susu induk.
Pendapatan dan Curahan Tenaga Kerja Keluarga pada Berbeda Skala Kepemilikan Peternakan Sapi Pedaging Rakyat di Kabupaten Bengkulu Utara Suherman, Dadang; Sutriyono, Sutriyono; Novan, Novan
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.118-124

Abstract

AbstrakBeternak sapi pedaging dapat menjadi pekerjaan utama, tambahan penghasilan, dan investasi jangka pendek. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pendapatan dan curahan tenaga kerja keluarga pada berbeda skala kepemilikan sapi pedaging rakyat di Kecamatan Padang. Sampling. Responden peternak yang memiliki skala kepemilikan kecil (<3 ST) sebanyak 20 orang, skala kepemilikan sedang (3-5 ST) sebanyak  25 orang, dan skala kepemilikan besar (> 5 ST) sebanyak 15 orang. Variabel yang diamati meliputi kepemilikan ternak, biaya tetap, biaya variabel, biaya total, penerimaan, pendapatan, dan curahan tenaga kerja keluarga. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pendapatan dan curahan tenaga kerja keluarga pada skala kepemilikan kecil sebesar Rp. 13.173.502/tahun dan sebesar 1671 JKP/tahun, skala kepemilikan sedang sebesar Rp.15.341.647/tahun dan sebesar 2294 JKP/tahun, dan skala kepemilikan besar sebesar Rp. 17.096.969/tahun dan 3158 JKP/tahun. Hasil penelitian dapat disimpulkan, baik pendapatan maupun curahan tenaga kerja keluarga pada usaha peternakan sapi pedaging rakyat yang tertinggi pada skala kepemilikan besar. 
Penambahan Aktivator Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang dengan Waktu Silase Kulit Kopi (Coffea sp) yang Berbeda Terhadap Nilai Nutrisi Pakan Ternak Karyono, Teguh; Ibrahim, Wasir; Agustriani, Viki
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.33-41

Abstract

ABSTRACTThe purpose of the research that we have done is to determine the addition of local microorganism activator  banana weevil with different coffee husk (coffea sp) silage time on the nutritional value of animal feed. Parameters observed from the addition of local microorganism activator (LMA) banana weevil with different coffee husk (coffea sp) silage times in this study were hydrogen potential (Hp), dry matter (DM), crude fiber (CF), and crude protein (CP). The implementation of this research is at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Animal Husbandry Study Program, Musi Rawas University, Lubuklinggau City. To test the nutritional content at the Feed Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Jambi University, which was carried out from February to May 2018. Our research used the Completely Randomized Design (CRD) method which consisted of 6 treatments and 4 replications, with a dose of local microorganism banana weevil as much as 35 ml on all observation parameters as for the treatment is F1: Fermentation of coffee husk + Local Microorganisms Banana weevil 14 days, F2: Fermentation of coffee husk + Local Microorganisms banana weevil 16 days, F3: Fermentation of coffee husk + Local Microorganisms of banana weevil 18 days, F4: Fermentation of coffee husk + Local Microorganisms of banana weevil 20 days, F5: Fermentation of coffee husk + Local micro-organisms banana weevil 22 days, F6 : Fermentation of coffee husk  + Local micro-organisms banana weevil 24 days. To determine the effect of treatment, the results of the data can be analyzed by analysis of variance (ANOVA) and followed by the HSD test (Honest Significant Difference). The results of the study of silage fermentation time of coffee husk waste with the addition of Local Microorganisms banana weevil showed a very significant effect (P<0.01) on hydrogen potential (Hp) and dry matter (DM) and an insignificant effect (P>0.05) on crude fiber. (CF) and crude protein (CP). The addition of local microorganism activator of banana hump with coffee husk waste silage fermentation time of 24 days (F6) gave the best results on the potential variables of hydrogen (Hp), dry matter (DM), crude protein (CP) and crude fiber (CF). Key words: banana weevils, coffee hull, fermentation, local microorganisms, time ABSTRAKTujuan dari penelitian yang telah kami lakukan adalah untuk mengetahui penambahan aktivator Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang dengan waktu silase kulit kopi (coffea sp) yang berbeda terhadap nilai nutrisi pakan ternak. Parameter yang diamati dari perlakuan  penambahan aktivator Mikroorganisme Lokal (MOL) bonggol pisang dengan waktu silase kulit kopi (coffea sp) yang berbeda kopi dalam penelitian ini adalah potensial hidrogen (pH), bahan kering (BK), serat kasar (SK), dan protein kasar (PK). Pelaksanaan penelitian di Laboratorium Fakultas Pertanian Program Studi Peternakan Universitas Musi Rawas Kota Lubuklinggau. Untuk  uji kandungan nutrisi di Laboratorium Pakan Fakultas Peternakan Universitas Jambi yang dilaksanakan bulan Februari sampai bulan Mei 2018. Penelitian mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, dengan dosis mikroorganisme lokal bonggol pisang sebanyak 35 ml pada semua parameter perlakuan, adapun perlakuannya adalah F1 : Fermentasi kulit kopi + Mikroorganisme Lokal  bonggol pisang 14 hari, F2 : Fermentasi kulit kopi  + Mikroorganisme Lokal bonggol pisang 16 hari, F3 : Fermentasi kulit kopi  + Mikroorganisme Lokal bonggol pisang 18 hari, F4 : Fermentasi kulit kopi + MikrooraginsmeLokal bonggol pisang 20 hari, F5 : Fermentasi kulit kopi + Mikroorganisme lokal bonggol pisang 22 hari, F6 : Fermentasi kulit kopi + Mikrooranisme Lokal bonggol pisang 24 hari.  Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, hasil data yang di dapat dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) Hasil penelitian waktu fermentasi silase limbah kulit kopi dengan penambahan Mikrooranisme Lokal (MOL) bonggol pisang menunjukkan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH dan bahan kering (BK) dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap serat kasar (SK) dan protein kasar (PK).  Penambahan aktivator Mikroorganisme Lokal bonggol pisang dengan waktu fermentasi silase limbah kulit kopi 24 hari (F6) memberikan hasil terbaik pada peubah potensial hidrogen (pH), bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan serat kasar (SK). Kata kunci: bonggol pisang, fermentasi, kulit kopi, mikroorganisme, waktu
Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Indigofera dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Puyuh Badri, Misbahul; Warnoto, Warnoto; Kaharuddin, Desia
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.75-80

Abstract

ABSTRACTThe aim of the study was to evaluate the effect of using Indigofera arrecta leaf meal in the diet on the quality of quail eggs using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, 6 replications, each replication consisting of 10 quails. The treatments included P0 (0%) Indigofera arrecta leaf powder in the diet as a control, P1 (7.5%), P2 (10%), and P3 (12.5%). Observations of egg quality were carried out at 8 weeks of age, including yolk color, yolk index, albumen index, shell thickness and Haugh Unit of 240 eggs taken randomly from each treatment. The results showed that the use of Indigofera arrecta leaf flour 10% and 12.5% in the ration could improve the quality of yolk color and thickness of quail egg shells. Based on the results of the study, it can be concluded that the use of indigofera leaf flour (Indigofera arrecta) at a level of 10% to 12.5% can increase yolk color and shell thickness.Key words: Quails, Indigofera leaves, egg qualityABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung daun Indigofera arrecta dalam ransum terhadap kualitastelur puyuh menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, 6 ulangan, setiap ulangan terdiri 10 ekor puyuh. Perlakuan meliputi P0 (0%) tepung daun Indigofera arrecta dalam ransum sebagai kontrol, P1 (7,5%), P2 (10%), dan P3 (12,5%). Pengamatan kualitas telur dilakukan saat puyuh umur 8 minggu meliputi warna yolk, indeks yolk, indeks albumen, tebal kerabang dan Haugh Unit terhadap 240 butir telur yang diambil secara acak dari setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung daun Indigofera arrecta 10% dan 12,5% dalam ransum dapat meningkatkan kualitas warna yolk dan tebal kerabang telur puyuh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun indigofera (Indigofera arrecta ) level 10% sampai 12,5% dapat meningkatkan warna yolk dan tebal kerabang.Kata kunci: Puyuh, Tepung daun Indigofera, kualitas telur. 
Pengaruh Pemberian Rebusan Kunyit dan Daun Sirih pada Konsentrasi yang Berbeda dalam Air Minum terhadap Performa Ayam Broiler Suryati, Yati; Santoso, Urip; Fenita, Yosi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.1-7

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to evaluate turmeric and betel leaf decoction as drinking water on the performance of broilers. The experimental design used was a completely randomized design. One hundred and sixty broilers aged 15 days were distributed into 5 treatment groups with 4 replications as follows: P0 = drinking water without treatment; P1 = 8 g turmeric and 8 g betel leaf g/L decoction as drining water; P2 = 8 g turmeric and 12 g betel leaf/L decoction as drinking water; P3 = 16 g turmeric and 16 g betel leaf/L decoction as drinking water; P4 = 16 g turmeric and 20 g betel leaf/L decoction. The results of this study indicated that giving turmeric and betel leaf decoction as drinking water had no significantly effect (P> 0.05) on drinking water intake, feed intake, weight, weight gain and feed conversion ratio, while mortality rate on P0, P1 , P2, P3 and P4 were 3.125%, 0%, 0%, 0% and 3.125%, respectively. Income Over Feed Cost for P0, P1, P2, P3 and P4 were Rp 9,885.9, Rp 10,785.0, Rp 11,314.5, Rp 10,625.0 and Rp 9,065.1/bird, respectively. It can be concluded that turmeric and betel leaf decoction up to 16 g turmeric plus 16 g betel leaf/L water as drinking water reduced mortality and increased the Income Over Feed Cost without reducing performance. Key words: betel leaf, broiler chickens, Income over feed cost, mortality rate, performance, turmeric ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi rebusan kunyit dan daun sirih pada berbagai konsentrasi terhadap performa broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Seratus enam puluh ekor broiler umur 15 hari didistribuskan ke dalam 5 kelompok perlakuan dengan 4 ulangan sebagai berikut: P0 = Air minum biasa; P1 = Rebusan kunyit 8 g  dan daun sirih 8 g/L air sebagai air minum; P2 = Rebusan kunyit 8 g  dan daun sirih 12 g/L air sebagai air minum; P3 = Rebusan kunyit 16 g  dan daun sirih 16 g/L air sebagai air minum; P4 = Rebusan kunyit 16 g  dan daun sirih 20 g/L air sebagai air minum. Rebusan kunyit dan daun sirih pada konsentrasi yang berbeda tersebut diberikan selama 3 hari setiap minggu. Rebusan kunyit dan daun sirih berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi air minum, konsumsi pakan, berat badan, pertambahan berat badan dan konversi pakan, sementara angka mortalitas pada P0, P1, P2, P3 dan P4 masing-masing 3,125%, 0%, 0%, 0% dan 3,125%. Income Over Feed Cost untuk P0, P1, P2, P3 dan P4 masing-masing sebesar Rp 9.885,9, Rp 10.785, Rp 11.314,5, Rp 10.625 dan Rp 9.065,1/ekor. Jadi, air minum berupa rebusan kunyit dan daun sirih sampai dengan konsentrasi 16 g kunyit plus 16 g daun sirih/L air menurunkan angka mortalitas dan meningkatkan Income Over Feed Cost tanpa menurunkan performa broiler. Kata kunci: ayam broiler, daun sirih, income over feed cost, kunyit, mortalitas, performa
Performa, Kualitas Karkas dan Persentase Organ Dalam Itik, Entok dan Tiktok Kususiyah, Kususiyah; Kaharuddin, Desia; Hidayat, Hidayat; Akbarillah, Tris
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.42-49

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to evaluate the performance, carcass quality, and the percentage of organs in ducks, Manila duck and tiktok. This study used a completely randomized design with 3 treatments and 6 replications in each treatment. The three species used as treatments were Mojosari duck, Manila duck and tiktok. At 2 weeks of age, each species was kept in individual battery cages until 10 weeks of age. The feed used contained 18% protein and 2992 kcal/kg energy. After 10 weeks of age, 6 samples were taken from each treatment for data collection. The variables measured were the percentage of carcass and carcass parts, meat bone ratio, percentage of internal organs, abdominal fat, breast meat protein, breast meat fat, breast meat cholesterol, coocking loss and drip loss. The results showed that species had no significant effect (P>0.05) on feed intake and coocking loss, but had significantly (P<0.05) effect on weight gain, feed conversion ratio, carcass percentage and carcass parts, meat bone ratio, abdominal fat, breast fat, breast meat cholesterol, percentage of internal organs and drip loss. It can be concluded that the performance of Manila ducks was better than Mojosari ducks and tiktok. The carcass percentage and drip loss of tiktok was higher than Manila ducks and Mojosari ducks. Manila ducks contained lower abdominal fat, meat fat and cholesterol, but relatively contained the same meat protein.Key words: Performance, carcass quality, fat, cholesterol, Mojosari duck, Manila duck, tiktokABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa, kualitas karkas, dan persentase organ dalam Itik, Entok dan Tiktok. Penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan pada setiap perlakuan. Tiga spesies yang digunakan sebagai perlakuan adalah Itik Mojosari, Entok dan Tiktok. Pada umur 2 minggu, masing-masing spesies dipelihara pada kandang batterai individu sampai umur 10 minggu untuk diambil data performanya. Pakan yang digunakan mengandung protein 18 % dan energi 2992 kkal/kg. Setelah umur 10 minggu, masing-masing perlakuan diambil sampel sebanyak 6 ekor untuk pengambilan data persentase karkas dan bagian-bagian karkas, meat bone ratio (MBR), persentase organ dalam, lemak abdomen, protein daging dada, lemak daging dada, cholesterol daging dada, coocking loss dan drip loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, dan coocking loss, tetapi berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap pertambahan berat badan, konversi ransum, persentase karkas dan bagian-bagian karkas, MBR, lemak abdomen, lemak daging dada, cholesterol daging dada, persentase organ dalam dan drip loss. Dapat disimpulkan bahwa performa Entok lebih baik dibanding Itik dan Tiktok. Persentase karkas dan drip loss Tiktok lebih tinggi dibanding Itik dan Entok. Entok mengandung lemak abdominal, lemak daging dan kolesterol daging yang lebih rendah, tetapi mengandung protein daging relative sama dengan Itik dan Tiktok.Kata kunci: Performa, mutu karkas, lemak, cholesterol, itik, entok, tiktok
Ultra High Temperature (UHT) Milk Purchase Decision Based on Marketing Mix Perceptions Safitri, Laras Sirly
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.81-88

Abstract

ABSTRACTUHT milk is widely consumed by collegers as a practical breakfast menu. The existence of UHT milk with various brands on the market has led to quite a variety of colleger behavior in consumes it. The aim of this study was to analyze the effect of perceptions of the marketing mix on purchasing decisions for UHT milk. The research was conducted from July to August 2020 through an online survey of 110 collegers of the Agroindustry Department, Subang State Polytechnic who were selected purposively. The independent variables in this study consist of Consumer Perceptions of Product (X1), Consumer Perceptions of Price (X2), Consumer Perceptions of Place (X3), and Consumer Perceptions of Promotion (X4). While the dependent variable is the Consumer Purchase Decision (Y). The data obtained were analyzed using multiple linear regression. The results showed that partially, only the variable consumer perception of the product had a significant effect on purchasing decisions for UHT milk. However, simultaneously consumers' perceptions of the marketing mix affect the purchasing decisions of UHT milk. It can be concluded that the marketing mix influences purchasing decisions for UHT milk products. Key words: college, consumer perception, dairy product, marketing strategy ABSTRAKSusu UHT banyak dikonsumsi oleh mahasiswa sebagai menu sarapan pagi yang praktis. Keberadaan susu UHT dengan berbagai merek di pasaran menimbulkan perilaku mahasiswa dalam mengonsumsinya cukup beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh persepsi bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian susu UHT. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2020 melalui survey daring terhadap 110 orang mahasiswa Jurusan Agroindustri, Politeknik Negeri Subang yang dipilih secara purposive. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas Persepsi Konsumen terhadap Produk (X1), Persepsi Konsumen terhadap Harga (X2), Persepsi Konsumen terhadap Tempat (X3), dan Persepsi Konsumen terhadap Promosi (X4). Sementara variabel dependennya adalah Keputusan Pembelian Konsumen (Y). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, hanya variabel persepsi konsumen terhadap produk yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian susu UHT. Namun demikian, secara simultan persepsi konsumen terhadap bauran pemasaran berpengaruh terhadap keputusan pembelian susu UHT. Dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran mempengaruhi keputusan pembelian produk susu UHT. Kata kunci: mahasiswa, olahan susu, persepsi konsumen, strategi pemasaran

Page 4 of 14 | Total Record : 131