cover
Contact Name
Ahmad Saleh Harahap
Contact Email
ahmadsaleh@unib.ac.id
Phone
+6285216150612
Journal Mail Official
buletin_pt@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jl WR Supratman Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27221733     EISSN : 27220788     DOI : -
Buletin Peternakan Tropis (Bul. Pet. Trop.) (Bulletin of Tropical Animal Science) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu berkolaborasi dengan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Buletin Peternakan Tropis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah berdasarkan peer-review double blind yang bertujuan untuk menyebarluaskan semua informasi yang berkontribusi pada pemahaman dan pengembangan peternakan di daerah tropis dengan menerbitkan makalah penelitian asli, artikel telaah pustaka. kasus lapangan dan gagasan asli. Jurnal ini mencakup semua aspek yang berkaitan dengan Peternakan dan Veteriner di daerah tropis. Buletin Peternakan Tropis terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember. Focus and Scope: Produksi Ternak, Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknologi Hasil Peternakan, Genetika dan Pemuliaan Ternak, Reproduksi Ternak, Teknologi Hasil Ikutan Ternak, Hijauan Pakan Ternak, Aneka Hewan Potensial, Kesehatan Ternak
Articles 131 Documents
Analisis Ekonomi dan Keberlanjutan Usaha Ternak Puyuh Pada Saat Pandemi Corona Virus Desease (Covid–19) Di Kecamatan Muarabangkahulu Kota Bengkulu Sutriyono, Sutriyono; Harahap, Ahmad Saleh; Suherman, Dadang; Giovani, Alexander
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.8-16

Abstract

Puyuh merupakan jenis unggas dan masyarakat sudah lama membudidayakan untuk memproduksi telur dan daging. Pemeliharaan bertujuan untuk mata pencaharian dan pendapatan rumah tangga. Pandemi COVID-19 telah menyebabkan terjadinya dampak negatif terhadap usaha peternakan, terutama dalam memperoleh input produksi dan penjualan produk ternak. Menurunnya pendapatan masyarakat menyebabkan menurunnya pembelian produk peternakan. Penelitian ini menganalisis ekonomi dan keberlanjutan peternakan puyuh saat pandemi dan pasca pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan di Kecamatan Muarabangkahulu Kota Bengkulu. Lima peternak digunakan dalam penelitian ini, yang dipilih dengan menggunakan metode snowball sampling. Data dikumpulkan pada penelitian ini adalah produksi telur, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C (Revenue/Cost), dan BEP (Break Even Point). Dari penelitian diperoleh hasil bahwa jumlah puyuh yang dipelihara adalah 2200/ekor/peternak, produksi telur adalah 71,14%, konsumsi pakan adalah 26,96 kg/ekor/hari, dan konversi pakan adalah 3,41. Pendapatan peternak adalah Rp 4.777.021,70/peternak/bulan, dengan nilai R/C 1,51; BEP unit 31.314 butir telur, dan BEP harga Rp 200,09/butir. Dapat disimpulkan bahwa usaha ternak puyuh masih untung dan  layak dilanjutkan pada saat pandemi dan pasca pandemi COVID-19. Kata kunci: Ekonomi, Keberlanjutan, Puyuh, Pandemi Covid-19
Dampak Penambahan Empat Aras Tepung Daun Katuk Dalam Ransum Terhadap Mutu Eksternal Telur Ayam Kampung Putranto, Heri Dwi; Santoso, Urip; Sumarna, Juan Retno
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.50-59

Abstract

Ayam kampung merupakan unggas lokal yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat. Lazim difungsikan sebagai penghasil daging ataupun penghasil telur. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis efek dari penambahan 4 aras tepung daun katuk dalam ransum terhadap parameter mutu eksternal telur ayam kampung yaitu bobot, indeks dan ketebalan kerabang. Studi telah dilaksanakan selama 8 minggu (Agustus hingga Oktober 2020) di Commercial Zone and Animal Laboratory Jurusan Peternakan dan Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu. Diaplikasikan 4 perlakuan dengan 10 ulangan yang terdiri atas masing-masing 1 ekor ayam betina sebagai ulangan. Total sebanyak 40 ekor ayam kampung betina dipergunakan. Perlakuan berupa 4 aras penambahan tepung daun katuk yaitu TK1 = 0% tepung daun katuk, TK2 = 4% tepung daun katuk, TK3 = 8% tepung daun katuk dan TK4 = 12% tepung daun katuk. Parameter mutu eksternal telur yang diamati adalah bobot telur, indeks telur, dan ketebalan kerabang telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova, dan hasil analisis yang berpengaruh nyata (P < 0,05) diuji lanjut dengan metode DMRT. Analisis hasil studi menunjukkan bahwa perlakuan 4 aras tepung daun katuk tidak berpengaruh nyata terhadap bobot, indeks dan ketebalan kerabang telur ayam kampung (P > 0,05). Bobot telur bervariasi antara  35,10 hingga 42,24 g, indeks telur bervariasi antara 71,23 hingga 75,86, dan ketebalan kerabang telur bervariasi antara 0,28 hingga 0,29 mm. Dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun katuk dalam ransum sampai aras 12% tidak mempengaruhi mutu eksternal telur ayam kampung.
Analisis Profit dan Payback Period Pada Budidaya Ternak Perah Sumber Mulya di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu Suherman, Dadang; Sutriyono, Sutriyono
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.17-23

Abstract

Penelitian ini menganalisis “profit” dan “payback period” peternakan Sumber Mulya yang mengusahakan sapi perah. Sumber Mulya terletak di Desa Sukasari, Kabawetan, Kepahiang. Pelaksanaan kegiatan selama 3 bulan dengan menggunakan alat bantu berupa kuesioner, buku catatan perusahaan, alat tulis, alat transportasi, dan kamera. Sumber data dan informasi yang diperoleh dari peternak, buku catatan, dan pekerja di pertanian. Untuk memperoleh data dilakukan observasi langsung, wawancara dan pengisian kuesioner; yang meliputi data aspek teknis dan keuangan meliputi data investasi, biaya produksi, pendapatan usaha, pendapatan, produksi air susu, dan jumlah sapi induk laktasi selama satu tahun (Juli 2017 hingga Agustus 2018). Data diolah dan ditabulasi kemudian dihitung laba dan periodenya dan dibahas secara deskriptif. Hasil analisis diperoleh nilai keuntungan rata-rata sebesar Rp. 5.427.176,71/bulan, rata-rata sapi laktasi 7 ekor,  dan  biaya total  Rp. 10.032.823,29/bulan, dan “Payback period” tercapai untuk jangka waktu 3 tahun 4 bulan. Disimpulkan bahwa beternak sapi perah masih menguntungkan dan biaya investasi dapat dilakukan dalam waktu singkat. Kata  kunci : Payback period, peternakan sapi perah, profit,
Dampak Covid-19 Terhadap Konsumsi Dan Distribusi Daging Ayam Broiler di Kota Bengkulu Yurike, Yurike
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.60-67

Abstract

ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has had an impact on various sectors of people's lives, one of which is the broiler farming sector. Health efforts to tackle the spread of Covid-19, such as the Large-Scale Social Restriction policy, have limited economic activities and activities, resulting in market uncertainty. This study aims to analyze the impact of the pandemic on the consumption and distribution of chicken meat in Bengkulu City. The method in this research uses literature study and descriptive analysis. The results of the analysis show that during the pandemic there was a decline in demand for chicken meat from 509,385 in 2019 to 498,367 chickens in 2020 and was followed by a decrease in chicken meat consumption in Bengkulu City. In addition, the price of chicken meat is more volatile when compared to before the pandemic. The distribution of chicken meat has an impact on constraints in the distribution flow of chicken meat, changes in the pattern of the distribution chain of chicken meat, and difficulties in finding consumers/consumer demand instability. This pandemic still has the potential to change the dynamics of people's lives with new variant mutations. For this reason, there is a need for risk mitigation strategies for livestock businesses such as training on diversification of processed chicken meat products and marketing training using digital platforms. The Covid-19 pandemic has greatly affected various aspects of life, one of which is the broiler farming sector. During the pandemic there was a decrease in demand for chicken meat compared to before the pandemic, followed by a decrease in the average consumption of chicken meat in the community. Key words: Chicken distribution, chicken consumption, covid-19, sosial distancing ABSTRAKPandemi Covid 19 berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, salah satunya sektor peternakan ayam broiler. Upaya kesehatan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 seperti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar telah menyebabkan terbatasnya aktivitas dan kegiatan ekonomi sehingga terjadinya ketidakpastian pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pandemi terhadap konsumsi dan distribusi daging ayam di Kota Bengkulu. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi literatur dan analisis deskriptif. Hasil analisa menunjukkan bahwa selama pandemi terjadi penurunan permintaan daging ayam dari 509.385 ekor pada tahun 2019 menjadi 498.367 ekor ayam pada tahun 2020 dan diikuti dengan penurunan konsumsi daging ayam pada masyarakat di Kota Bengkulu. Selain itu, harga daging ayam lebih fluktuasi jika dibandingkan sebelum terjadi pandemi. Pada distribusi daging ayam berdampak terhadap kendala pada alur distribusi daging ayam, perubahan pola rantai distribusi daging ayam, dan kesulitan mencari konsumen/ketidakstabilan permintaan konsumen. Pandemi ini masih berpotensi mengubah dinamika kehidupan masyarakat dengan adanya mutasi varian baru. Untuk itu, perlunya strategi mitigasi risiko bagi usaha peternakan seperti pelatihan mengenaidiversifikasi produk olahan daging ayam dan pelatihan pemasaran menggunakan platform digital. Pandemi Covid 19 sangat berpengaruh terhadap berbagi aspek kehidupan, salah satunya sektor peternakan ayam broiler. Selama pandemi terjadi penurunan permintaan daging ayam jika dibandingkan sebelum terjadi pandemi, diikuti dengan penurunan rata-rata konsumsi daging ayam masyarakat. Kata kunci: covid-19, distribusi ayam, konsumsi ayam, pembatasan sosial
Introduksi Teknologi Lemea untuk Produk Daging Sapi dengan Lama Fermentasi yang Berbeda Peronika, Tika; Suharyanto, Suharyanto; Soetrisno, Edi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.24-32

Abstract

ABSTRACTLemea is a traditional food for Rejang ethnic in Bengkulu Province made of from fermented rebung (bamboo shoots) and river fish. Beef meat has a potent to replace fish in lemea manufacture. This research was to investigate the characteristic of lemea-like made from beef meat at different fermentation duration on pH, acid total, and organoleptics. Experimental design employed was completely randomized design with 4 conditions namely 24 (W1), 72 (W2), 120 (W3), and 168 h (W4) fermentation with three replications. The variables measured were pH, acid total, and organoleptic. The pH and acid total data were analysed by anova and post hoc DMRT at ? 0.05. The organoleptics were analyzed descriptively using Likert scale. The result indicated that the pH value of both kinds of lemea (raw and roasted) significantly decreased (P<0.05) by increasing the duration of fermentation. The pH of raw and roasted lemea were 3.30-4.84 and 3.36-5.13, respectively. However, the decreased of the pH was not followed by the increased of acid total of the lemea. The acid total obtained from this study were 0.19-0.55 for raw lemea and 0.19-0.65 for roasted lemea. The aroma of the chili sauced lemea at 24 h fermentation (W1) was not acidic, whereas it was acidic aroma for 72-168 h fermentation. However, panelists tasted that all lemea were delicious for all fermentation duration although they were dislike to all aroma and overall acceptance of the studied lemea. It can be concluded that the duration of the fermentation of lemea-like of beef meat resulted in the different effect on the pH but not for acid total. The organoleptic characteristics of lemea-like of beef meat were not liked by the panelist. Further study is needed to improve the organoleptic characteristics of the lemea-like based on beef meat. Key words: acid total, beef meat, lemea, organoleptic, pH ABSTRAKLemea adalah makanan tradisional suku Rejang di Provinsi Bengkulu yang terbuat dari fermentasi rebung (rebung) dan ikan sungai. Daging sapi memiliki potensi untuk menggantikan ikan dalam pembuatan lemea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lemea-like yang dibuat dari daging sapi pada lama fermentasi yang berbeda terhadap pH, total asam, dan organoleptik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 kondisi yaitu fermentasi 24 (W1), 72 (W2), 120 (W3), dan 168 jam (W4) dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diukur adalah pH, total asam, dan organoleptik. Data pH dan total asam dianalisis dengan anova dan post hoc DMRT pada 0,05. Analisis organoleptik secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH kedua jenis lemea (mentah dan panggang) menurun secara nyata (P<0,05) dengan bertambahnya lama fermentasi. PH lemea mentah dan lemea panggang berturut-turut adalah 3,30-4,84 dan 3,36-5,13. Namun penurunan pH tersebut tidak diikuti dengan peningkatan total asam lemea. Total asam yang diperoleh dari penelitian ini adalah 0,19-0,55 untuk lemea mentah dan 0,19-0,65 untuk lemea panggang.Aroma lemea sambal pada fermentasi 24 jam (W1) tidak bersifat asam, sedangkan aroma asam pada fermentasi 72-168 jam. Namun, panelis menyatakan bahwa semua lemea dirasakan enak meskipun tidak menyukai semua aroma dan penerimaan keseluruhan lemea yang diteliti. Dapat disimpulkan bahwa lama fermentasi daging sapi mirip lemea menghasilkan pengaruh yang berbeda terhadap pH tetapi tidak untuk total asam. Karakteristik organoleptik lemea daging sapi tidak disukai panelis. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memperbaiki karakteristik organoleptik lemea-like berbasis daging sapi. Kata kunci: daging sapi, lemea, organoleptik, ph, total asam
Kualitas Fisik Dedak Fermentasi dengan Penambahan EM4 dan Lama Penyimpanan Berbeda Alwi, Windawati; Hadrawi, Jumatriatikah; Nur, Khaeriyah; Fitriastuti, Rahma
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.1.68-74

Abstract

Kualitas fisik bahan pakan penting untuk diketahui agar dapat memperhitungkan penyimpanan serta kualitas dari bahan pakan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas fisik dedak fermentasi dengan penambahan EM4 dan lama penyimpanan berbeda. Pembuatan dedak fermentasi dilakukan dengan penambahan EM4 berbeda. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 kombinasi perlakuan. Faktor A adalah dedak dengan penambahan EM4 berbeda (P0 = dedak, P1 = dedak dengan penambahan 5 ml EM4, P2 = dedak dengan penambahan 10 ml EM4 dan faktor B adalah lama penyimpanan (0, 2 dan 3 minggu). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi (P>0,05) antara kadar EM4 dan lama penyimpanan terhadap warna, aroma dan Ph. Namun memiliki interaksi terhadap tekstur dan jamur. Kesimpulan yang diperoleh perlakuan dedak fermentasi berpengaruh terhadap warna, tekstur, bau, jamur dan pH. Sedangkan lama penyimpanan berpengaruh terhadap warna, tekstur, bau dan jamur. Dedak fermentasi lebih baik disimpan tidak lebih dari 2 minggu.
Upaya Peningkatan Konsumsi Protein Hewani Asal Ternak di Indonesia Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.89-95

Abstract

The literature review aims to discuss the energy and protein adequacy rate in Indonesia. The results of the study shows that the protein consumption of the Indonesian population per capita per day in 2020 was 61.98 g. Of the 61.98 g protein consumption, 8.43 g came from marine products such as fish, shrimp, squid and shellfish, 4.05 g from meat and 3.47 g from eggs and milk. Thus, the consumption of animal protein originating from livestock in Indonesia was on average 7.52 g per capita per day. Efforts to increase consumption of animal protein from livestock can be done by increasing awareness of nutrition as well as community income and community business efficiency. Efforts to increase consumption is the responsibility of not only the government but also all members of society. It could be concluded that increasing consumption of animal protein from livestock needs to be carried out intensively by the government and the community.   Key words: consumption of protein from livestock, nutrition awareness, community income, nutrition campaign   ABSTRAK Telaah pustaka ini bertujuan untuk membahas angka kecukupan energi dan protein di Provinsi Bengkulu. Hasil telaah menunjukkan bahwa konsumsi protein penduduk Indonesia per kapita per hari pada tahun 2020 adalah sebanyak 61,98 g. Dari 61,98 g konsumsi protein, 8,43 g berasal dari produk laut seperti ikan, udang, cumi dan kerang, 4,05 g dari daging dan 3,47 g dari telur dan susu. Jadi konsumsi protein hewani asal ternak penduduk Indonesia rata-rata sebesar 7,52 g per kapita per hari. Upaya peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kesadaran gizi sekaligus pendapatan masyarakat serta efisiensi usaha masyarakat. Upaya peningkatan konsumsi ini merupakan tanggungjawab bukan saja pemerintah tetapi juga semua anggota masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak perlu dilakukan intensif oleh pemerintah dan masyarakat.
Identifikasi Daerah Asal dan Kualitas Nutrisi Dedak Padi sebagai Bahan Pakan yang Dipasarkan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Tulle, Meylan; Semang, Agustinus; Randu, Melkianus Dedimus Same
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.103-110

Abstract

Kupang City is a potential market to sell rice bran because it is widely used as feed for pigs and poultry. However, information about the nutritional quality of rice bran circulating in Kupang City is not widely available. The research aims to identify the origin and nutritional quality of rice bran sold in traditional markets in Kupang City. The research’s respondents numbered seven people and were determined on the total side. The methods used in the research are quantitative descriptive and literature studies. Research variables include the region of origin and nutritional quality of rice bran. The research data was analyzed through tabulation, displayed in the form of a table, and analyzed descriptively, while rice bran samples from various traditional markets for nutritional quality testing used proximate analysis. The results showed that the rice bran marketed in Kupang City came from the Provinces of East Nusa Tenggara (NTT) and West Nusa Tenggara (NTB). The nutritional quality of rice bran in the form of water content and crude fat is by SNI requirements in quality I, II, and III, ash content is by SNI requirements in quality III, while the content of crude protein and crude fibre is not following the specification standards of SNI requirements, both quality I, II, and III. It was concluded that the low quality of rice bran in the traditional market of Kupang City requires additional fermentation treatment by farmers to increase protein content and digestibility and is optimal for use for the growth of poultry and monogastric livestock.   Key words: area of origin, rice bran, Kupang city, nutritional quality, proximate   ABSTRAK Kota Kupang merupakan pasar potensial untuk menjual dedak padi karena banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak babi dan unggas. Namun demikian informasi mengenai kualitas nutrisi dari dedak padi yang beredar di Kota Kupang belum banyak tersedia. Penelitian bertujuan mengidentifikasi daerah asal dan kualitas nutrisi dedak padi yang dijual pada pasar - pasar tradisional di Kota Kupang. Responden penelitian berjumlah 7 orang dan ditentukan secara total samping. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif dan studi literatur. Variabel penelitian meliputi daerah asal dan kualitas nutrisi dedak padi. Analisis data penelitian dilakukan melalui tabulasi, ditampilkan dalam bentuk tabel, dan dianalisis secara deskriptif, sedangkan sampel dedak padi dari berbagai pasar tradisional untuk pengujian kualitas nutrisi digunakan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dedak padi yang dipasarkan di kota kupang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun Nusa Tenggara Barat (NTB). Kualitas nutrisi dedak padi berupa kadar air dan lemak kasar sesuai dengan persyaratan SNI pada mutu I, II, dan III, kadar abu sesuai persyaratan SNI pada mutu III, sedangkan kandungan protein kasar dan serat kasar tidak sesuai dengan standar spesifikasi persyaratan SNI baik mutu I, II, maupun III. Disimpulkan bahwa rendahnya kualitas dedak padi di pasar tradisional Kota Kupang membutuhkan tambahan perlakuan fermentasi oleh peternak sehingga dapat meningkatkan kandungan protein maupun kecernaan serta optimal untuk digunakan bagi pertumbuhan ternak unggas dan monogastrik.  
Efek Pemberian Pakan Komplit Mengandung Tepung Daun Gamal (Gliricidia sepium) terhadap Pertumbuhan Kelinci Rex Soleh, Arif Rohmat; Amrullah, Amir Husaini Karim; Badarina, Irma
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.96-102

Abstract

The aim of the study was to determine the best percentage of Gamal (Gliricidia sepium) leaf meal in complete feed to increase the growth of Rex rabbits. The design used was a completely randomized design (CRD), which consisted of 3 treatments with 4 replications: P0 (control treatment), P1 (5% Gliricidia sepium leaf powder, P2 (10% Gliricidia sepium leaf powder). The varriabels were feed consumption, Averga Daily Gain (ADG) and Feed Efficiency. The research data were analyzed by means of variance (ANOVA), if the results of the analysis had a significant effect (P<0.05) then Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was further tested to see differences between treatments.The results of the study showed that the treatment had no significant (P>0.05) effect on feed consumption, average daily gain (ADG) and feed efficiency. The average of daily consumption of rabbits was 100.17-111.10 g/head/day, average daily gain (ADG) was 19.16-22.80 (g/head/day), and feed efficiency was 19.51-20.85 %. Based on the results of the study, it was concluded that the use of Gliricidia sepium leaves up to 10% did not have a significant effect on feed consumption, average daily gain, and feed efficiency.   Key words: growth, pellet, Rex   ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui persentase terbaik penggunaan tepung daun gamal (Gliricidia sepium) dalam pakan komplit sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan kelinci Rex. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 4 ulangan : P0 (perlakuan kontrol), P1 (5% tepung daun Gliricidia sepium), P2 (10% tepung daun Gliricidia sepium). Variabel yang diamati terdiri dari konsumsi pakan, Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) dan Efisiensi Pakan. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA, apabila hasil analisis berpengaruh nyata (P<0,05) maka diuji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan harian (PBBH) dan efisiensi pakan. Rataan konsumsi pakan kelinci bekisar 100,17-111,10 g/ekor/hari, pertambahan berat badan harian (PBBH) berkisar 19,16 -22,80 (g/ekor/hari), dan efisiensi pakan berkisar 19,51-20,85 %. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan daun Gliricidia sepium sampai 10% tidak menurunkan performa pertumbuhan kelinci rex yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian,dan efisiensi pakan.
Pemberian Pakan Komplit Mengandung Tepung Daun Gliricidia sepium terhadap Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Serat Kasar pada Kelinci Rex Anggara, Simon Isbi; Badarina, Irma; Amrullah, Amir Husaini Karim
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.111-120

Abstract

This study aims to evaluate the effect of using Gliricidia sepium leaf meal in feed on the digestibility of dry matter, organic matter, and crude fiber of Rex rabbits. The study used 12 Rex rabbits which were grouped into 3 feed treatment groups. Group P0 is the control group, Group P1 is fed with 5% Gliricidia sepium leaf meal. Group P2 was fed with 10% Gliricidia sepium leaf meal. The variables observed were dry matter consumption, dry matter digestibility, organic matter digestibility and crude fiber digestibility. The data obtained were analyzed using ANOVA. The results showed that the use of Gliricidia sepium leaf powder did not have a significant effect on the consumption and production of rabbit dry matter. The average dry matter consumption of rabbits ranged from 90.67 to 103.76 g/head/day. The treatment had a very significant effect (P<0.01) on the digestibility of dry matter, organic matter, and had a significant effect (P<0.01) on the digestibility of crude fiber. Based on the DMRT test, on dry matter digestibility, P0 (69.74 ± 1.02 %) and P1 (67.55 ± 2.39 %) were very significantly different from P2 (63.26 ± 1.81 %). Based on the DMRT test, on organic matter digestibility, P0 (69.23 ± 0.84 %) and P1 (67.41 ± 2.27 %) were very significantly different from P2 (62.35 ± 1.80 %). Based on the DMRT test, on crude fiber digestibility, P0 (67.92 ± 0.96 %) was very significantly different from P1 (63.41 ± 3.59 %) and P2 (67.93 ± 1.67 %). The conclusion from the study was that the use of Gliricidia sepium leaf meal up to 5% had no effect on the digestibility of dry matter, organic matter, and crude fiber in Rex rabbits.   Key words: digestibility, pellet, tannin   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung daun Gliricidia sepium dalam pakan terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, dan serat kasar pada kelinci Rex. Penelitian menggunakan 12 ekor kelinci Rex yang dikelompokkan dalam 3 kelompok perlakuan pakan. Kelompok P0 merupakan kontrol, Kelompok P1 pakan dengan kandungan 5% tepung daun Gliricidia sepium. Kelompok P2 pakan dengan kandungan 10% tepung daun Gliricidia sepium. Variabel yang diamati adalah konsumsi bahan kering, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan kecernaan serat kasar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun Gliricidia sepium tidak memberikan pengaruh nyata terhadap konsumsi dan produksi bahan kering kelinci. Rataan konsumsi bahan kering kelinci berkisar pada 90,67 sampai 103,76 g/ekor/hari. Perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, dan berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap kecernaan serat kasar. Berdasarkan uji DMRT, pada kecernaan bahan kering, P0 (69,74±1,02 %) dan P1 (67,55±2,39 %) berbeda sangat nyata dengan P2 (63,26±1,81%). Berdasarkan uji DMRT, pada kecernaan bahan organik, P0 (69,23±0,84 %) dan P1 (67,41±2,27 %) berbeda sangat nyata dengan P2 (62,35±1,80 %). Berdasarkan uji DMRT, pada kecernaan serat kasar, P0 (67,92±0,96 %) berbeda sangat nyata dengan P1 (63,41±3,59 %) P2 (67,93±1,67 %). Kesimpulan dari penelitian bahwa penggunaan tepung daun Gliricidia sepium sampai 5% tidak memberikan pengaruh terhadap kecernan bahan kering, bahan organik, dan serat kasar pada kelinci Rex.

Page 5 of 14 | Total Record : 131