cover
Contact Name
Ahmad Saleh Harahap
Contact Email
ahmadsaleh@unib.ac.id
Phone
+6285216150612
Journal Mail Official
buletin_pt@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jl WR Supratman Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27221733     EISSN : 27220788     DOI : -
Buletin Peternakan Tropis (Bul. Pet. Trop.) (Bulletin of Tropical Animal Science) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu berkolaborasi dengan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Buletin Peternakan Tropis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah berdasarkan peer-review double blind yang bertujuan untuk menyebarluaskan semua informasi yang berkontribusi pada pemahaman dan pengembangan peternakan di daerah tropis dengan menerbitkan makalah penelitian asli, artikel telaah pustaka. kasus lapangan dan gagasan asli. Jurnal ini mencakup semua aspek yang berkaitan dengan Peternakan dan Veteriner di daerah tropis. Buletin Peternakan Tropis terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember. Focus and Scope: Produksi Ternak, Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknologi Hasil Peternakan, Genetika dan Pemuliaan Ternak, Reproduksi Ternak, Teknologi Hasil Ikutan Ternak, Hijauan Pakan Ternak, Aneka Hewan Potensial, Kesehatan Ternak
Articles 131 Documents
Suplementasi Tepung Kunyit (Curcuma domestica) dalam Ransum Terhadap Karakteristik Organoleptik Telur Ayam Ras Romadoni, Muhammad Iqbal; Kaharuddin, Desia; Kususiyah
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.129-135

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of turmeric flour supplementation in the ration on the organoleptic characteristics of purebred chicken eggs.  Forty chickens aged 36 weeks were randomly distributed into four treatments, each treatment consisting of 10 tests, with a  Complete Randomized Design.  Treatment (P0) without turmeric flour supplementation, the other treatment was turmeric flour supplementation successively P1: 0.75%;  P2:  1.50% and P3:  2.25%. The variables observed included the color of the yolk, taste, aroma (smell), and texture of the egg that had been boiled. Observation of the organoleptic characteristics of eggs is carried out in the ninth week after the administration of turmeric flour.  The data obtained are tabulated and further discussed descriptively. The results showed that turmeric flour supplementation in the ration against the egg yolk color score ranged from 3.35-3.70, taste 3.18-3.34, smell/aroma 3.14-3.20, and texture 3.08-3.17. Based on the results of the study, it can be concluded that turmeric flour supplementation (Curcuma domestica) up to the level of 2.25% in the ration is only able to improve the color characteristics of the yolk from a bit like to like but does not decrease the taste characteristics, aroma/smell and texture of purebred chicken eggs after boiling.   Key words: Supplementation, Turmeric Flour, Organoleptic Characteristics    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung kunyit dalam ransum terhadap karakteristik organoleptik telur ayam ras.  Ayam umur 36 minggu (46 ekor) didistribusikan secara Acak ke dalam empat perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri 10 ulangan, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan (P0) tanpa suplementasi tepung kunyit, perlakuan lainnya adalah suplementasi tepung kunyit berturut-turut  P1: 0,75%; P2 : 1,50% dan P3 : 2,25%. Variabel yang diamati yaitu warna kuning telur, rasa, aroma (bau), dan tekstur telur yang sudah direbus. Pengamatan karakteristik organoleptik  telur dilakukan pada minggu ke sembilan setelah pemberian tepung kunyit. Data yang diperoleh ditabulasi, dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung kunyit dalam ransum terhadap skor  warna kuning telur berkisar 3,35-3,70, rasa 3,18-3,34, bau/aroma 3,14-3,20, dan tekstur 3,08-3,17. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi tepung kunyit (Curcuma domestica) sampai level 2,25% dalam ransum hanya mampu meningkatkan karakteristik warna kuning telur dari agak suka menjadi suka tetapi tidak menurunkan karakteristik  rasa, aroma/bau dan tekstur telur ayam ras setelah direbus.  
Profil Darah Ayam Broiler yang Diberi Ekstrak Daun Kitolod (Isotoma longiflora) Melalui Air Minum Martin, Sefdi Wenda; Dani, Muhammad; Suteky, Tatik
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.136-142

Abstract

This study aims to evaluate the blood profile of broiler chickens given kitolod leaf extract (Isotoma longiflora) through drinking water. This study used 200 broiler chickens with 5 treatments and 4 replications. P0: Drinking water + 0% kitolod leaf extract, P1: Drinking water + tetracyclin, P2: Drinking water + 1.5% kitolod leaf extract, P3: Drinking water + 3.0% kitolod leaf extract, P4: Drinking water + 4.5% kitolod leaf extract. The design used in this study was a RAL design (Completely Randomized Design), analyzed using ANOVA. The variables observed were red blood cells (eritrosit), hemoglobin, white blood cells (leukosit), hematocrit. The results of this study showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on red blood cells (eritrosit), hemoglobin, white blood cells (leukosit), and hematocrit. Red blood cells (eritrosit) ranged from 2.10-2.52 × 106µl, hemoglobin ranged from 9.8-11.1 g/dL, white blood cells (leukosit) ranged from 175.8-183.7 × 103µl, and hematocrit ranged from 28.8 to 32.5%. The conclusion of this study was that the administration of kitolod leaf extract (Isotoma longiflora) from 1.5%-4.5% of Kitolod leaves maintain the blood profile of broiler chickens.   Key words: Blood Profile, Broiler, Kitolod.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil darah ayam broiler yang diberi ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora) melalui air minum. Penelitian ini menggunakan 200 ekor ayam broiler dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. P0: Air minum + 0% ekstrak daun kitolod, P1: Air minum + tetracyclin, P2: Air minum + 1,5% ekstrak daun kitolod, P3:Air minum + 3,0% ekstrak daun kitolod, P4: Air minum + 4,5% ekstrak daun kitolod. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap), dianalisis dengan menggunakan ANOVA. Variabel yang diamati yaitu sel darah merah (eritrosit), hemoglobin, sel darah putih (leukosit), hematokrit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap sel darah merah (eritrosit), hemoglobin, sel darah putih (leukosit), hematokrit. Sel darah merah (eritrosit) berkisar antara 2,10-2,52 × 106µl, hemoglobin berkisar antara 9,8-11,1 g/dL, sel darah putih (leukosit) berkisar antara 175,8-183,7 × 103µl, dan hematokrit berkisar 28,8-32,5 %. Kesimpulan dari penelitian ini pemberian ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora) dari perlakuan 1,5% - 4,5% dapat mempertahankan profil darah ayam broiler.
Komposisi Serat Ransum Komplit Berbasis Daun Kakao Kering Pada Lama Peyimpanan Yang Berbeda Irmayanti, Irmayanti; Ningtiyas, Weny Dwi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.149-154

Abstract

This research aims were to know the composition of fiber in complete rations based on dry cocoa leaves with different storage times. This research method used a completely randomized design consisting of 3 treatments and 3 replications. The treatment in this study was storage of complete rations with different storage times, with treatment is 0 days, 4 weeks, and 8 weeks on complete rations based on dry cocoa leaves. The results of the analysis showed that the complete ration based on dry cocoa leaves had a significant effect (P<0.05) on NDF content and Lignin but had not significantly different (P>0.05) on ADF content, hemicellulose and cellulose in the complete ration. The conclusion that storage time up to 8 weeks had no effect on the fiber fraction of the complete ration based on dry cocoa leaves as the main fiber source, except for the NDF and Lignin fractions which showed a decrease due to storage   Key words: Complete Ration, Fiber Fraction, Dried Cocoa Leaves   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi serat pada ransum komplit berbasis daun kakao kering dengan lama penyimpanan yang berbeda. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penyimpanan ransum komplit dengan lama penyimpanan yang berbeda yaitu 0 hari, 4 minggu, dan 8 minggu pada ransum komplit berbasis daun kakao kering. Hasil analisis menunjukan bahwa ransum komplit berbasis daun kakao kering berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan NDF dan Lignin tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan ADF, hemiselulosa dan selulosa pada ransum komplit. Kesimpulan lama penyimpanan hingga 8 minggu tidak berpengaruh terhadap fraksi serat ransum komplit berbasis daun kakao kering sebagai sumber serat utama kecuali fraksi NDF dan Lignin yang memperlihatkan adanya penurunan akibat penyimpanan. Keywords: Complete Ration, Fiber Fraction, Dried Cocoa Leaves
Performa Kambing AngloNubian Jantan Muda Yang Diberi Pakan Mengandung Lumpur Minyak Sawit (solid material ex decanter) Ningsih, Ayu Prapti; Hidayat, Hidayat; Akbarillah, Tris
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.121-128

Abstract

Objective of this research was to evaluate diet containing concentrate at different level of solid material ex decanter (SMD) of palm oil mill on performance Anglo Nubian buckling. This research was conducted at Commercial Zone and Animal Laboratory, University of Bengkulu. Latin Square Experimental Design was used, with 4 treatments: P0 (100% tofu waste), P1 (75% tofu waste+25% SMD), P2 (50% tofu waste+50% SMD), and P3 (75% SMD). Variables measured were gain, height, length, chest, and feed intake. The result showed that there were no different effect (P>0.05) on intake of grass DM, grass OM, grass CP, total DM and total OM. Nevertheless,  treatments affect intake of concentrate DM,  concentrate OM, concentrate CP, and total CP. Average daily gain, height, length, and chest measured were no different effect (P>0.05). It can be concluded that solid material ex decanter of palm oil mill may be used as part of concentrate.   Key words: Nubian goat, performance, tofu dregs, solid material ex decanter   ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Lumpur minyak sawit (solid material ex decanter) dalam konsentrat terhadap performa kambing Nubian jantan muda. Penelitian ini dilaksanakan di Commercial Zone and Animal Laboratorium (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.Penelitian ini menggunakan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan pakan konsentrat dengan level yang berbeda, yaitu P0 (Ampas tahu 100%), P1 (Ampas tahu 75% + LMS 25%), P2(Ampas tahu 50% + LMS 50%), dan P3 (Ampas tahu 25% + LMS 75%). Ternak yang digunakan sebanyak 4 ekor kambing Anglo Nubian  jantan berumur 10 bulan dengan berat 36,3 +/- 0,9 kg. Variabel yang diamati adalah (1) Pertambahan Berat Badan (2) Panjang badan (3) Lingkar dada (4) Tinggi badan (5) Konsumsi pakan dan nutrisi (BK, BO, PK) (6) Suhu dan kelembaban lingkungan. Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA), jika perlakuan berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan uji Least Significance Different (LSD). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengunaan LMS berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap BK hijauan, BO hijauan, PK hijauan, konsumsi BK total, dan BO total. Analisis varian, menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi BK konsentrat, BO konsentrat, PK konsentrat dan PK total. Sedangkan pada pertambahan berat badan, panjang badan, tinggi badan, dan lingkar dada menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Pengunaan LMS dapat diterapkan, namun dalam jangka panjang mungkin akan memberikan dampak penurunan terhadap pertumbuhan kambing Anglo Nubian jantan muda.
Pengaruh Penambahan Jenis Gula yang Berbeda Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Yoghurt Nanas Suciati, Fitri; Ratnasari, Uneng; Fathurohman, Ferdi; Ramadhan, Muhammad Gilang; Purwasih, Rita
Buletin Peternakan Tropis Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.3.2.143-148

Abstract

Yogurt is a fermented milk beverage, in general fruit added to yoghurt to improve it taste. Pineapple added to improve taste of yoghurt, aside pineapple addition, sugar added to balance sweet and sour taste of yoghurt. Sugar type have different characteristic. The aim of this research to observe the effect of sugar type on physicochemical and organoleptic pineapple yoghurt. This research used Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments, namely granulated white sugar (P1), granulated palm sugar (P2) and granulated coconut sugar (P3) with 3 replications. Parameters observed were physical characteristic (color), chemical characteristics (pH and Total Soluble Solid (TSS)) and organoleptic (hedonic test). The color were analyzed descriptively, pH and TSS were evaluated using ANOVA and differences between the treatments were analyzed using Duncan Multiple Range Test (DMRT) with α=0,05 significance level, whereas the result of hedonic test (flavour, aroma, color and texture) were analyzed descriptively using mode. The color of pineapple yoghurt with the addition of various type of sugar were cloudy brown (P1) and sandrift brown (P2 and P3). The addition of sugar type had a significant effect (P<0.05) on pH, however had no significant effect (P>0,05) on TSS. The pineapple yoghurt with granulated white sugar (P1) had most attributed in the like category in taste, aroma and texture with pH value 3,79 and TSS 23 oBrix.   Key words: Granulated Coconut Sugar, Granulated Sugar, Granulated Palm Sugar, Pineapple, and Yoghurt   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil darah ayam broiler yang diberi ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora) melalui air minum. Penelitian ini menggunakan 200 ekor ayam broiler dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. P0: Air minum + 0% ekstrak daun kitolod, P1: Air minum + tetracyclin, P2: Air minum + 1,5% ekstrak daun kitolod, P3:Air minum + 3,0% ekstrak daun kitolod, P4: Air minum + 4,5% ekstrak daun kitolod. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap), dianalisis dengan menggunakan ANOVA. Variabel yang diamati yaitu sel darah merah (eritrosit), hemoglobin, sel darah putih (leukosit), hematokrit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap sel darah merah (eritrosit), hemoglobin, sel darah putih (leukosit), hematokrit. Sel darah merah (eritrosit) berkisar antara 2,10-2,52 × 106µl, hemoglobin berkisar antara 9,8-11,1 g/dL, sel darah putih (leukosit) berkisar antara 175,8-183,7 × 103µl, dan hematokrit berkisar 28,8-32,5 %. Kesimpulan dari penelitian ini pemberian ekstrak daun kitolod (Isotoma longiflora) dari perlakuan 1,5% - 4,5% dapat mempertahankan profil darah ayam broiler.
Analisis Profitabilitas Usaha Penangkaran Murai Batu di Kota Bengkulu Putranto, Heri Dwi; Muslim, Alven Syahril; Harahap, Ahmad Saleh; Suherman, Dadang
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.26-31

Abstract

The research objective was to analyze the income and profitability of the Murai Batu bird breeding business. The implementation starts from February to March 2019 in the Murai Batu captivity. The object used was the Murai Batu breeder in Bengkulu City, Bengkulu Province. The research method used purposive sampling. Data obtained through interviews. Data was calculated for 1 year regarding technical and financial aspects. Data were analyzed descriptively. The Murai Batu breeding business earned an income of Rp. 532,701.76/pair/breeder/year with an average number of Murai Batu of 7 pairs. Production cost was Rp. 2,957,656.37/pair/breeder/year. The profitability achieved was 18.01%. In conclusion, the Murai Batu captive breeding business was profitable.   Key words: Murai Batu, income, profitability   ABSTRAK Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan dan profitabilitas usaha penangkaran burung Murai Batu. Pelaksanaan dimulai  bulan Februari hingga Maret 2019 di penangkaran burung Murai Batu. Obyek yang digunakan adalah penangkar burung Murai Batu di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Metode penelitian menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara. Data dihitung selama 1 tahun mengenai aspek teknis dan keuangan. Data dianalisis secara secara deskriptif. Usaha penangkaran burung Murai Batu memperoleh pendapatan sebesar Rp. 532.701,76/pasang/penangkar/tahun dengan jumlah burung Murai Batu rata-rata 7 pasang. Biaya produksi  sebesar Rp. 2.957.656,37/pasang/penangkar/tahun. Profitabilitas yang dicapai sebesar 18,01 %. Dapat dismpulkan usaha penangkaran Murai Batu adalah profitable   Kata kunci: Murai Batu, Pendapatan, Profitabilitas.
Total Digestible Nutrient (TDN) dan Performa Kambing Kacang yang Diberi Pakan Asal Limbah Sayuran Pasar Herawati, Endang; Badarina, Irma; Tris Akbarillah
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.1-7

Abstract

The aim of this research was to evaluate the dry matter consumption value, Total Digestible Nutrient (TDN) and the performa of Kacang goat which fed with the vegetables wastes where take from markets. Five kacang male goats with the body weight around 9-11 kg and the ages between 10-12 month were used. This research took twenty days time consisted of ten days for premilinary periode and the next ten days for collecting periode. The variables observed were nutrients composition, dry matter consumption, Total Digestible Nutrient (TDN), and average daily weight gain. The vegetables waste in this research has good enough nutrient quality (Dry matter= 92,42%, organic matter=86,13%, ether extract =3,79%, crude protein=32,82%, Nitrogen Free extract =36,53%). The average of dry matter consumption was 68,73 g/kgBB0,75/day. This dry matter consumption was higher than the maintenance need. The average of Total Digestible Nutrient (TDN) was ± 57,42%. This TDN value could be classified good enough because this has been more than maintenance need. The average daily weight gain was 48 gram /day. The conclusion of this research where the vegetables wastes were palatable to the goat, the digestibility value were good enough, and could give the daily weight gain were high enough so that the wastes from vegetables could be used as source of goat feed   Key words: goat, perfomance, total digestible nutrient, vegetables wastes    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai konsumsi bahan kering (BK), Total Digestible Nutrient (TDN) dan performa kambing kacang yang diberi pakan limbah sayuran pasar. Lima ekor kambing jantan dengan berat badan 9-11kg berumur 10 -12 bulan digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilaksanakan selama dua puluh hari terdiri sepuluh hari periode pendahuluan dan sepuluh hari periode koleksi. Peubah yang diamati terdiri dari komposisi nutrisi, konsumsi bahan kering, Total Digestible Nutrient (TDN), dan pertambahan berat badan harian. Limbah sayur pada penelitian ini memiliki nilai gizi yang cukup baik (BK=92,42%, BO=86,13%, EE=3,79%, SK=12,99%, PK=32,82%, BETN=36,53%). Rata-rata konsumsi BK adalah 68,73 g/kgBB0,75/hari. Nilai ini lebih tinggi dari kebutuhan hidup pokok. Rata-rata nilai Total Digestible Nutrient (TDN) ± 57,42%. Nilai TDN sebesar ini dapat dinyatakan cukup baik karena sudah melebihi kebutuhan TDN untuk hidup pokok ternak. Rata-rata pertambahan berat badan per hari 48 gram/hari. Kesimpulan penelitian ini limbah sayuran pasar disukai ternak kambing, mempunyai nilai kecernaan cukup baik, dan dapat memberikan pertambahan berat badan harian yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai sumber pakan ternak kambing   Kata kunci: kambing, limbah sayur, performa, Total Digestible Nutrient
Pemilihan dan Pengolahan Daging dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.63-68

Abstract

This literature review aims to provide information on how to select and process meat in an outbreak of Foot and Mouth Disease (FMD). FMD is not a zoonotic disease, so meat from infected livestock is safe for consumption. To prevent the spread of FMD, consumers need to understand and apply it in distributing, selecting, storing and processing meat. The concept of ASUH in choosing livestock products is very important for consumers. Dissemination of knowledge about the above matters is very important to be carried out by the government, universities, the livestock industry and by community leaders so that Indonesia is soon free from FMD. In addition, the level of knowledge of housewives in selecting and processing meat during an FMD outbreak ranges from low to moderate. It can be concluded that meat from livestock infected with FMD is safe for consumption, and efforts are needed to increase public knowledge and its application in distributing, selecting, storing and processing meat as an effort to prevent the spread of FMD.   Key words: Foot and Mouth Disease, meat, zoonoses, ASUH   ABSTRAK Telaah pustaka ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang cara memilih dan mengolah daging dalam situasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hasil telaah menunjukkan bahwa PMK bukan penyakit zoonosis, sehingga daging yang berasal dari ternak yang terinfeksi aman dikonsumsi. Untuk mencegah penyebaran PMK maka konsumen perlu memahami dan mengaplikasikan dalam mendistribusikan, memilih, menyimpan dan mengolah daging. Konsep ASUH dalam memilih produk ternak sangat penting bagi konsumen. Sosialisasi pengetahuan tentang hal tersebut sangat penting dilakukan baik oleh pemerintah, perguruan tinggi, industri peternakan maupun oleh tokoh masyarakat agar Indonesia segera bebas PMK. Pengetahuan ibu rumah tangga dalam memilih dan mengolah daging dalam kondisi wabah PMK berkisar antara rendah sampai dengan sedang. Dapat disimpulkan bahwa daging dari ternak yang terinfeksi PMK aman dikonsumsi, dan perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan masyarakat dan penerapannya dalam mendistribusikan, memilih, menyimpan dan mengolah daging sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran PMK   Kata kunci: Penyakit Mulut dan Kuku, daging, zoonosis, ASUH
Strategi Usaha Pembibitan Itik Talang Benih sebagai Plasma Nutfah Provinsi Bengkulu Handayani, Eny; Romdhon, Mustofa; Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.8-17

Abstract

This study aims to formulate an alternative strategy for breeding Itik Talang Benih as a germplasm of Bengkulu Province. Strategy formulation is carried out using SWOT analysis. Furthermore, the formulation of strategic priorities was carried out based on the analysis of the Quantitative Strategic Planning Matrix. The results showed 10 formulations of strategic priorities, namely: 1). Optimizing the Itikn Talang Benih nursery as a germplasm of Bengkulu Province, 2) Increasing production and productivity through appropriate technology, 3). Increase cooperation, study and research of Itik Talang with universities and BPTP, 4). Increased promotion through information technology, 5). Creating business opportunities for the community around the location, 6). Development of duck cultivation in the community through the formation of breeding farm groups, 7) Formulating formal regulations in the livestock sector such to ensure the quality of the seeds produced, 8) Conducting socialization and counseling for the surrounding community, 9). Conduct environmental permit studies to support livestock business and 10) Undertake environmental management efforts and environmental monitoring efforts. It can be concluded that there were ten main strategies to maintain the sustainability of the Itik Talang Benih germplasm.   Key words: Itik Talang Benih, SWOT, Quantitative Strategic Planning Matrix, germplasm.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi alternatif  usaha pembibitan itik Talang Benih sebagai plasma nutfah Provinsi Bengkulu. Penyusunan strategi dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Selanjutnya rumusan prioritas strategi dilakukan berdasarkan analisis Quantitative Strategic Planning Matrix. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 rumusan prioritas strategi, yaitu: 1). Optimalisasi pembibitan itik Talang Benih sebagai plasma nutfah Provinsi Bengkulu, 2) Peningkatan produksi dan produktivitas melalui Teknologi Tepat Guna, 3). Meningkatkan kerjasama, pengkajian dan penelitian itik Talang Benih dengan perguruan tinggi dan BPTP, 4). Peningkatan promosi melalui teknologi informasi, 5). Menciptakan peluang usaha bagi masyarakat sekitar lokasi (pengolahan telur asin dan pengolahan limbah), 6). Pengembangan budidaya itik di masyarakat melalui pembentukan kelompok pembibitan, 7) Menyusun peraturan formal bidang peternakan untuk menjamin kualitas bibit yang dihasilkan, 8) Melakukan sosialisasi dan penyuluhan bagi  masyarakat sekitar, 9). Melakukan kajian izin lingkungan untuk mendukung usaha peternakan dan 10) Melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup. Dapat disimpulkan bahwa terdapat sepuluh strategi utama untuk mempertahankan kelestarian plasma nutfah itik Talang Benih.   Kata kunci: Itik Talang Benih, SWOT,  Quantitative Strategic Planning Matrix, Plasma nutfah. utama untuk mempertahankan kelestarian plasma nutfah itik Talang Benih.
Review: Potensi Ayam Arab sebagai Penghasil Pangan Fungsional yang Terintegrasi dengan Ulat Hongkong dan Tanaman Rab, Samsu Alam; Fuah, AM; Salundik, Salundik
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.1.39-48

Abstract

This literature review aims to discuss potential Arabic chicken as functional food integrated with Tenebrio molitor and plants. The results show that Arabic chicken is one of the poultry farm commodities in Indonesia. It has adaptive advantages to the environment and high egg production around 250 to 280 eggs/year. Arabic chicken has potential as functional food. Innovation was needed to produce omega 3 eggs as functional food with adding tenebrio molitor in fed. Tenebrio molitor has a high quantity and quality of protein content and amino acid profile. Arabic chicken also produce waste, if not managed properly will have a bad impact on livestock and human health and environmental pollution. Arabic chicken was able to produce fresh waste of about 80 to 100 g/day. Feces from Arabic chickem contains lots of nutrien such as  nitrogen, phosphorus and potassium which are good for improving soil structure and plant growth. Integration system between Arabic chickens, tenebrio molitor  and plants has the potential for developed to produce functional food. It can be concluded that Tenebrio molitor  as a source of protein in fed, also have a special function to produce eggs enrichment with omega 3. By-products fromArabic chicken can be used  as organic plant fertilizers, so it can overcome environmental problems and reduce chemical fertilizers.   Key words: Arabic chicken, functional food, Tenebrio molitor, plant   ABSTRAK Telaah pustaka ini bertujuan untuk membahas potensi ayam arab sebagai ternak penghasil pangan fungsional yang diintegrasikan dengan ulat hongkong dan tanaman. Hasil telaah menunjukkan bahwa ayam Arab merupakan salah satu komoditas peternakan unggas yang diusahakan di Indonesia. Memiliki keunggulan adaptif terhadap lingkungan dan produksi telur tinggi sekitar 250 hingga 280 butir/tahun. Ayam arab memiliki potensi sebagai penghasil pangan fungsional. Inovasi untuk menghasilkan telur omega 3 sebagai pangan fungsional, salah satunya pemanfaatan ulat hongkong dalam ransum ternak. Ulat hongkong memiliki kandungan protein dan profil asam amino yang tinggi. Selain telur, ayam arab juga menghasilkan limbah yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ternak dan manusia. Limbah ayam kaya nutrisi mengandung banyak nitrogen, fosfor dan kalium yang baik untuk perbaikan struktur tanah dan pertumbuhan tanaman. Usaha peternakan sistem integrasi antara ayam arab, ulat hongkong dan tanaman berpotensi dikembangkan sebagai penghasil pangan fungsional. Dapat disimpulkan ulat hongkong selain sebagai sumber protein dalam pakan, juga memiliki fungsi khusus untuk menghasilkan telur tinggi omega 3. Produk sampingan, berupa limbah yang dihasilkan ayam arab dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman, sehingga bisa mengatasi permasalahan lingkungan dan mengurangi ketergantungan pupuk kimia.   Kata kunci: Ayam arab, pangan fungsional, ulat hongkong, tanaman Kata kunci: Ayam arab, pangan fungsional, ulat hongkong, tanaman

Page 6 of 14 | Total Record : 131