cover
Contact Name
Irma Yuliani
Contact Email
ijougs@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285854981814
Journal Mail Official
ijougs@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka, No. 156, Ronowijayan, Siman, Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies
ISSN : 27457397     EISSN : 2745861X     DOI : https://doi.org/10.21154/ijougs
Core Subject : Humanities, Social,
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies is a bilingual journal that published in June and December by The Institute for Research and Community Services of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Ponorogo. The Journal is focus on the result from researches and studies of gender equities or inequities through in civil society, culture, education, lenguange, religions etc.
Articles 77 Documents
Analisis Feminisme dalam Dakwah Ustadzah Oki Setiana Dewi “Seorang Istri Harus Patuh pada Suami” di Media Sosial Muhammad Alfan Taufiqi
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i2.4801

Abstract

Isu gender hingga saat ini masih menjadi topik yang sangat kontroversial karena adanya miskonsepi terhadap konsep tersebut. Praktik patriarki sudah ada sejak awal sejarah manusia, oleh karena itu, gerakan feminisme sering dikampanyekan agar perempuan bisa mendapatkan akses yang sama dengan laki-laki. Di sisi lain, fenomena kesetaraan gender sering dianggap sebagai sesuatu yang bertentangan dengan peran dan kedudukan perempuan dalam Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis ceramah melalui media sosial yang dilakukan oleh Ustadzah Oki Setiana Dewi. Aktivitas ceramah merupakan salah satu bentuk dakwah dan bagian dari produk perkembangan informasi dan komunikasi. Dakwah yang dilakukan oleh perempuan juga bagian dari gerakan perempuan yang bertujuan untuk mengangkat peran perempuan di ruang publik. Studi ini akan dianalisis menggunakan analisis wacana model Sara Mills. Model analisis ini memberikan perhatian terhadap wacana terkait feminisme. Berdasarkan analisis wacana ditemukan bahwa ceramah yang dilakukan oleh Ustadzah Oki Setiana Dewi telah berupaya menujukkan citra positif perempuan dan mampu menujukkan peran perempuan yang cukup signifikan di ruang publik.
Analisis Kesetaraan Gender dalam Novel Ma Yan Karya Sanie B. Kuncoro Melani, Marsya -
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i2.4362

Abstract

Kesetaraan gender adalah kondisi yang sama antara laki-laki dan perempuan untuk memperoleh hak-hak serta kesempatan sebagai manusia. Dalam sebuah karya sastra, kesetaraan gender dilukiskan dengan adanya suatu permasalahan di alur cerita antara tokoh laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidaksetaraan gender yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Ma Yan karya Sanie B. Kuncoro serta nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan oleh tokoh tersebut. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian berupa paparan perjuangan seorang tokoh utama perempuan dalam novel Ma Yan karya Sanie B. Kuncoro. Permasalahn yang dialami oleh tokoh utama dalam novel ini adalah menyangkut tradisi patriarki yang sangat melekat dan sulit untuk dilepaskan di masyarakat, serta perjuangan seorang gadis dalam mendapatkan pendidikan. Kesetaraan dalam hidup adalah hak bagi setiap perempuan. Dalam novel Ma Yan ditemukan bahwa salah satu strategi yang dilakukan oleh Ma Yan dalam memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi perempuan adalah dengan menentang tradisi patriarki yang sebelumnya telah menguasai cara berfikir masyarakat.
Persepsi Masyarakat terhadap Kesetaraan Gender dalam Keluarga Di Desa Krandegan Madiun Febri, Hawazin
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i2.4366

Abstract

Praktik kesetaraan gender dalam keluarga hingga saat ini masih menjadi isu yang menarik untuk diteliti. Kegagalan dalam memahami konsep kesetaraan gender dalam keluarga mempengaruhi proses pembentukan  karakter pada anggota keluarga, yang selanjutnya berdampak pada area yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif deskriptif dalam menjelaskan persepsi masyarakat mengenai kesetaraan gender dalam keluarga. Data dalam penelitian dikumpulkan melalui metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kesetaraan gender dalam keluarga mayoritas sudah diimplementasikan oleh rumah tangga di Desa Krandegan, Madiun. Diantara implementasi kesetaraan gender yaitu pemenuhan hak yang sama dalam memperoleh pendidikan, tugas domestik yang dibagi secara merata, serta setiap anggota keluarga memiliki kesempatan dalam berpendapat dan mengambil keputusan di dalam keluarga. Selain itu, terdapat upaya lain yang juga diterapkan oleh rumah tangga yaitu dengan cara membangun keharmonisasi antar anggota keluarga demi mewujudkan keluarga yang tentram, nyaman, dan aman.
Persepsi Masyarakat Terhadap Manajemen Pembelajaran Sekolah Inklusi Di Kabupaten Ponorogo Khasanah, Farida Nur
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i2.4367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi persepsi masyarakat mengenai manajemen pembelajaran sekolah inklusi di Ponorogo. Faktor usia, tingkat pendidikan dan rendahnya aktivitas sosial mengakibatkan pemahaman masyarakat ponorogo cukup rendah terhadap pembelajaran di sekolah inklusi.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sedangkan data dalam penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi kepada tiga responden kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum masyarakat di Ponorogo telah memahami model pembelajaran sekolah inklusi.
Analisis Feminisme dalam Dakwah Ustadzah Oki Setiana Dewi “Seorang Istri Harus Patuh pada Suami” di Media Sosial Taufiqi, Muhammad Alfan
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i2.4801

Abstract

Isu gender hingga saat ini masih menjadi topik yang sangat kontroversial karena adanya miskonsepi terhadap konsep tersebut. Praktik patriarki sudah ada sejak awal sejarah manusia, oleh karena itu, gerakan feminisme sering dikampanyekan agar perempuan bisa mendapatkan akses yang sama dengan laki-laki. Di sisi lain, fenomena kesetaraan gender sering dianggap sebagai sesuatu yang bertentangan dengan peran dan kedudukan perempuan dalam Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis ceramah melalui media sosial yang dilakukan oleh Ustadzah Oki Setiana Dewi. Aktivitas ceramah merupakan salah satu bentuk dakwah dan bagian dari produk perkembangan informasi dan komunikasi. Dakwah yang dilakukan oleh perempuan juga bagian dari gerakan perempuan yang bertujuan untuk mengangkat peran perempuan di ruang publik. Studi ini akan dianalisis menggunakan analisis wacana model Sara Mills. Model analisis ini memberikan perhatian terhadap wacana terkait feminisme. Berdasarkan analisis wacana ditemukan bahwa ceramah yang dilakukan oleh Ustadzah Oki Setiana Dewi telah berupaya menujukkan citra positif perempuan dan mampu menujukkan peran perempuan yang cukup signifikan di ruang publik.
Peran Ganda Ibu Rumah Tangga yang Bekerja: Studi Pada Perempuan Pekerja Harian di Batik Tulis Jatipelem Rohman, khabibur
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v3i2.4836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi peran ganda perempuan sebagai Ibu Rumah Tangga sekaligus buruh di Industri Batik Tulis Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dikembangkan berdasarkan teori feminisme liberal yang mendasarkan pemikirannya kepada paham liberal yang menyatakan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak dan kesempatan yang sama, serta perempuan sebagai individu memiliki kebebasan secara penuh atas dirinya. Data dalam penelitian dikumpulkan melalui metode wawancara yang dilakukan kepada 5 perempuan di Jatipelem yang menjalankan peran ganda. Selain itu, untuk menguatkan analisis hasil penelitian, studi ini juga memanfaatkan metode kajian literatur yang diambil dari berbagai sumber, diantaranya literature journal, buku, website, serta sumber lainnya yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa sekalipun perempuan menjalankan peran ganda, baik sebagai Ibu Rumah Tangga maupun sebagai pekerja batik, kondisi tersebut tidak mengurangi produktivitas mereka dalam bekerja. Selanjutnya, peran ganda yang dijalankan perempuan juga membawa dampak positif secara sosial, yaitu perempuan yang bekerja memiliki produksi pengetahuan sosial yang lebih baik dibandingkan perempuan yang tidak bekerja. Namun demikian, kondisi tersebut juga menimbulkan efek samping, yaitu waktu yang lebih singkat untuk berkumpul bersama keluarga.
Model Intervensi Komunitas Amita WCC Ponorogo Pada Penanganan Korban Kekerasan Seksual Albarri, Adzka Haniina; Sofiana, Neng Eri
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i1.5416

Abstract

Selama satu dekade terakhir, kasus kekerasan seksual di Indonesia telah meningkat sebanyak 100%. Komnas Perempuan mencatat terdapat 1.887 kasus Kekerasan Seksual di tahun 2021. Pemerintah dan berbagai organisasi masyarakat memiliki caranya sendiri untuk mencegah, menangani, serta menanggulangi kasus kekerasan seksual. Amita WCC Ponorogo, sebagai salah satu lembaga pendampingan korban kekerasan seksual yang ada di area Ponorogo, Tulungagung, Madiun, Magetan, Trenggalek dan sekitarnya mengambil peran sebagai lembaga non-pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan penggalian data melalui wawancara, observasi, dan penelitian dokumen. Penelitian ini ingin melihat bagaimana metode intervensi komunitas yang dipraktekkan oleh Amita WCC Ponorogo dalam menangani kasus kekerasan seksual di Ponorogo. Hipotesa dalam penelitian ini yakni Amita WCC menggunakan metode intervensi komunitas Social Action/aksi sosial. Hal ini didasari pada penanganan kasus kekerasan seksual Amita WCC yang lebih diberikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, yakni korban kekerasan seksual. Namun, Amita WCC juga mempraktekkan model pengembangan masyarakat lokal dan aksi sosial ketika melakukan sosialisasi ke desa dan institusi pendidikan.
Rekonstruksi Pemikiran Muhammad Quraihs Shihab Terhadap Hadis Bernuansa Misoginis Sabri, Muhammad; Wendry, Novizal
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i1.5967

Abstract

Pada zaman sekarang pemahaman hadis misoginis terhadap perempuan belum bisa dinegasikan secara sempurna. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang tekstual dan tidak komprehensif dalam memaknai hadis. Begitupun dengan pemahaman para ulama terdahulu sesuai konteksnya, bias apabila dipahami pada zaman sekarang. Studi ini bertujuan mengeksplorasi konstruksi pemikiran Quraish Shihab terhadap hadis “penciptaan Siti Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam yang bengkok” melalui pemikirannya yang ramah gender dan tafsir progresifnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan resiprokal (qiraat mubadalah). Hasil pembacaan terhadap literatur menunjukkan bahwa maksud dari tulang rusuk yang bengkok bukanlah bentuk pelecehan, akan tetapi hanyalah sebagai ilustrasi. Kemudian, filosofi tulang rusuk yang bengkok adalah kecenderungan sikap perempuan, yang mana apabila dikeraskan akan mendapatkan kesulitan bagi laki-laki dalam memperbaikinya. Hal ini bertujuan supaya kaum laki-laki menyadari dan memahami karakter perempuan, agar terciptanya sikap bijaksana terhadap perempuan. Distingsi pemaknaan hadis tersebut dengan mufassir lain yakni, mufassir lain menafsirkan tulang rusuk yang bengkok adalah kecenderungan sikap perempuan yang mudah bengkok, lemah dan mudah terpengaruh. Maka Pemikiran Muhammad Quraish Shihab bisa menjadi rekomendasi dalam memahami hadis-hadis yang bernuansa misoginis terkhusus pembahasan hadis kekerasan seksual (diciptakan perempuan dari tulang rusuk Nabi Adam). Hal ini bertujuan agar pembiasan pemahaman dan tindakan terhadap perempuan bisa diminimalisir dengan baik.
Kebijakan Pembatasan Poligami oleh Mahkamah Agung dan Analisis Keberpihakan Bagi Perempuan Mayasari, Lutfiana Dwi; Cahya, Akmal Adi; Triyono, Nur
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i1.6508

Abstract

Selama ini poligami dipahami sebagai bagian dari perbuatan yang dianjurkan karena disebut sebagai sunnah rasul. Tidak sedikit penceramah yang menganjurkan pelaksanaan poligami dan kerapkali-baik sengaja ataupun tidak-memojokkan wanita untuk menerima dimadu oleh suaminya. Paham ini hidup dan secara tidak sadar diterima sebagai nilai yang hidup (living law) dalam masyarakat muslim Indonesia. Padahal terdapat pendapat lain yang menempatkan poligami sebagai perbuatan mubah belaka. Beberapa madzhab bahkan mensunnahkan agar suami cukup menikahi satu orang istri saja, karena poligami cenderung akan menyakiti perempuan. Pendapat fiqh inilah yang melatarbelakangi Mahkamah Agung menerbitkan petunjuk teknis dan sejumlah Sema berkaitan dengan praktik poligami. Melalui medium tersebut, diberikan jaminan kepastian hukum bagi istri untuk bersuara di depan sidang serta mempertahankan hak-haknya atas harta dalam perkawinan. Poligami liar juga telah dilarang untuk disahkan serta sejumlah hak keperdataan antara suami dan istri tidak diakui di depan hukum. Mahkamah Agung tengah menggunakan hukum (law as tool of social engineering) untuk menghidupkan pendapat-pendapat fiqh yang berpihak pada perlindungan perempuan dan sedikit demi sedikit diharapkan dapat mengikis pemahaman fiqh yang cenderung menegasikan kedudukan perempuan.
Stereotip Gender dan Kesejahteraan Perempuan Rahmawati, Laila; Hasanah, Wardatul; Agustin, Maila; Putri, Firda Amalia; Faruq, Faruq
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i2.6880

Abstract

Stereotip gender merupakan suatu fenomena masyarakat yang membahas tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Stereotip gender sangat mempengaruhi cara pandang individu terhadap individu lainnya dan ini juga berpengaruh terhadap interpretasi individu pada suatu hal tertentu. Stereotip gender saat ini secara sadar maupun tidak masih menjadi fenomena yang sering terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya stereotip gender dan mengetahui dampak stereotip gender terhadap kesejahteraan perempuan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan studi fenomenologi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik yang bertujuan untuk pengambilan data tertentu. Alat dalam penelitian ini yaitu berupa wawancara dengan waktu rata-rata sekitar 1 jam serta terdiri dari 13 pertanyaan. Hasilnya, faktor stereotip gender adalah stigma masyarakat terhadap perempuan yang memandang perempuan secara rendah. Dampak dari stereotip gender ini adalah rasa tidak aman, pendapat yang tidak didengarkan, dikucilkan dari lingkungan sehingga perempuan tidak mampu dalam mencapai kesejahteraan. Stereotip gender mempunyai dampak terhadap kesejahteraan perempuan