cover
Contact Name
Irma Yuliani
Contact Email
ijougs@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285854981814
Journal Mail Official
ijougs@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka, No. 156, Ronowijayan, Siman, Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies
ISSN : 27457397     EISSN : 2745861X     DOI : https://doi.org/10.21154/ijougs
Core Subject : Humanities, Social,
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies is a bilingual journal that published in June and December by The Institute for Research and Community Services of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Ponorogo. The Journal is focus on the result from researches and studies of gender equities or inequities through in civil society, culture, education, lenguange, religions etc.
Articles 77 Documents
Rekonstruksi Pemikiran Muhammad Quraihs Shihab Terhadap Hadis Bernuansa Misoginis Sabri, Muhammad; Wendry, Novizal
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i1.5967

Abstract

Pada zaman sekarang pemahaman hadis misoginis terhadap perempuan belum bisa dinegasikan secara sempurna. Hal ini disebabkan oleh pemahaman yang tekstual dan tidak komprehensif dalam memaknai hadis. Begitupun dengan pemahaman para ulama terdahulu sesuai konteksnya, bias apabila dipahami pada zaman sekarang. Studi ini bertujuan mengeksplorasi konstruksi pemikiran Quraish Shihab terhadap hadis “penciptaan Siti Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam yang bengkok” melalui pemikirannya yang ramah gender dan tafsir progresifnya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan resiprokal (qiraat mubadalah). Hasil pembacaan terhadap literatur menunjukkan bahwa maksud dari tulang rusuk yang bengkok bukanlah bentuk pelecehan, akan tetapi hanyalah sebagai ilustrasi. Kemudian, filosofi tulang rusuk yang bengkok adalah kecenderungan sikap perempuan, yang mana apabila dikeraskan akan mendapatkan kesulitan bagi laki-laki dalam memperbaikinya. Hal ini bertujuan supaya kaum laki-laki menyadari dan memahami karakter perempuan, agar terciptanya sikap bijaksana terhadap perempuan. Distingsi pemaknaan hadis tersebut dengan mufassir lain yakni, mufassir lain menafsirkan tulang rusuk yang bengkok adalah kecenderungan sikap perempuan yang mudah bengkok, lemah dan mudah terpengaruh. Maka Pemikiran Muhammad Quraish Shihab bisa menjadi rekomendasi dalam memahami hadis-hadis yang bernuansa misoginis terkhusus pembahasan hadis kekerasan seksual (diciptakan perempuan dari tulang rusuk Nabi Adam). Hal ini bertujuan agar pembiasan pemahaman dan tindakan terhadap perempuan bisa diminimalisir dengan baik.
Kebijakan Pembatasan Poligami oleh Mahkamah Agung dan Analisis Keberpihakan Bagi Perempuan Mayasari, Lutfiana Dwi; Cahya, Akmal Adi; Triyono, Nur
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i1.6508

Abstract

Selama ini poligami dipahami sebagai bagian dari perbuatan yang dianjurkan karena disebut sebagai sunnah rasul. Tidak sedikit penceramah yang menganjurkan pelaksanaan poligami dan kerapkali-baik sengaja ataupun tidak-memojokkan wanita untuk menerima dimadu oleh suaminya. Paham ini hidup dan secara tidak sadar diterima sebagai nilai yang hidup (living law) dalam masyarakat muslim Indonesia. Padahal terdapat pendapat lain yang menempatkan poligami sebagai perbuatan mubah belaka. Beberapa madzhab bahkan mensunnahkan agar suami cukup menikahi satu orang istri saja, karena poligami cenderung akan menyakiti perempuan. Pendapat fiqh inilah yang melatarbelakangi Mahkamah Agung menerbitkan petunjuk teknis dan sejumlah Sema berkaitan dengan praktik poligami. Melalui medium tersebut, diberikan jaminan kepastian hukum bagi istri untuk bersuara di depan sidang serta mempertahankan hak-haknya atas harta dalam perkawinan. Poligami liar juga telah dilarang untuk disahkan serta sejumlah hak keperdataan antara suami dan istri tidak diakui di depan hukum. Mahkamah Agung tengah menggunakan hukum (law as tool of social engineering) untuk menghidupkan pendapat-pendapat fiqh yang berpihak pada perlindungan perempuan dan sedikit demi sedikit diharapkan dapat mengikis pemahaman fiqh yang cenderung menegasikan kedudukan perempuan.
Stereotip Gender dan Kesejahteraan Perempuan Rahmawati, Laila; Hasanah, Wardatul; Agustin, Maila; Putri, Firda Amalia; Faruq, Faruq
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i2.6880

Abstract

Stereotip gender merupakan suatu fenomena masyarakat yang membahas tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Stereotip gender sangat mempengaruhi cara pandang individu terhadap individu lainnya dan ini juga berpengaruh terhadap interpretasi individu pada suatu hal tertentu. Stereotip gender saat ini secara sadar maupun tidak masih menjadi fenomena yang sering terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya stereotip gender dan mengetahui dampak stereotip gender terhadap kesejahteraan perempuan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan studi fenomenologi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik yang bertujuan untuk pengambilan data tertentu. Alat dalam penelitian ini yaitu berupa wawancara dengan waktu rata-rata sekitar 1 jam serta terdiri dari 13 pertanyaan. Hasilnya, faktor stereotip gender adalah stigma masyarakat terhadap perempuan yang memandang perempuan secara rendah. Dampak dari stereotip gender ini adalah rasa tidak aman, pendapat yang tidak didengarkan, dikucilkan dari lingkungan sehingga perempuan tidak mampu dalam mencapai kesejahteraan. Stereotip gender mempunyai dampak terhadap kesejahteraan perempuan
Implementasi Kebijakan Kesetaraan dan Pengarusutamaan Gender pada Fakultas Syariah dan Hukum ulya, zakiyatul
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i2.7146

Abstract

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan baru terkait Merdeka belajar-Kampus Merdeka (MB-KM) yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya No. 729 Tahun 2021 yang menjadikan Peraturan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya No. Un.07/1/PP.00.9/SK/809/P/2016 sebagai salah satu landasan hukumnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan kesetaraan dan pengarusutamaan gender UIN Sunan Ampel Surabaya di bidang pendidikan dan pengajaran, faktor pendukung dan penghambat serta dampaknya. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan teknik deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Kebijakan kesetaraan dan pengarusutamaan gender telah diimplementasikan dengan beragam cara pada Fakultas Syariah dan Hukum, yaitu dengan membuat mata kuliah gender secara mandiri, memasukkan dalam RPS dan menerapkan metode pembelajaran sensitif gender. Akan tetapi, dalam hal ini, prodi belum melakukan review dan redesain kurikulum berperspektif gender secara berkala dan menguatkan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan dan lembaga di masyarakat serta tidak secara penuh melaksanakan pengarusutamaan gender pada mata kuliah yang mengintegrasikan komponen pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Terdapat faktor pendukung dan penghambat, baik internal maupun eksternal, beserta dampak positif atas pengimplementasian kebijakan tersebut.
Coping Strategi Perempuan Lajang Terhadap Stigma Perawan Tua Anisya, Nabila; Heniyati, Heniyati; Kamalia, Erly Rizky
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i2.7513

Abstract

Anggapan masyarakat bahwa seseorang harus menikah pada usia tertentu telah mendorong perkembangan stigma terhadap perempuan tua yang semakin merebak. Perempuan yang dianggap berada pada ”usia krisi menikah”, mengejar pendidikan, memprioritaskan karir dan ingin lebih dulu membahagiakan orang tua malah diberi label perawan tua. Penelitian ini akan mengungkap bagaimana bentuk coping strategi yang dilakukan para wanita lajang dalam menghadapi stigma perawan tua. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis dengan sumber data 15 perempuan lajang usia 25 tahun atau lebih dan didukung beberapa hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam strategi coping yang digunakan oleh para perempuan lajang dalam menghadapi stigma perawan tua yaitu: Planful Problem Solving dengan cara pembuktian diri, melakukan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat, serta menjaga hubungan dengan masyarakat; pengendalian diri; penilaian kembali positif dengan menerima takdir Tuhan; memusatkan perhatian pada candaan; menghindari topik dan mengekspresikan emosi.
Pengaruh Budaya Nasrani terhadap Diskriminasi Kelompok Queer dalam Islam Khaiya, Ersa Elfira; Ferdiansah, Ferdiansah
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ijougs.v4i1.7659

Abstract

Diskriminasi terhadap kelompok Queer dalam komunitas Muslim seringkali dilatarbelakangi oleh alasan agama. Sebagian Muslim menganggap kelompok Queer adalah orang-orang yang menyimpang, berdosa dan jauh dari syariah Islam. Hal tersebut ditengarai oleh banyaknya misinterpretasi kisah nabi Luth di dalam Al-Quran serta hadits-hadits yang juga digunakan sebagai pembenaran atas diskriminasi kelompok Queer. Padahal, terdapat tafsiran-tafsiran kontemporer mengenai kisah Luth yang seringkali luput diikutsertakan dalam pembahasan mengenai konteks mengapa Allah menurunkan azab untuk kaum Luth. Terdapat dua pertanyaan yang mendasari penelitian ini. Pertama, bagaimana asal-usul kemunculan ujaran diskriminasi kelompok Queer dalam kisah nabi Luth dalam Al-Quran? Kedua, adakah pengaruh lain yang mendukung terjadinya diskriminasi tersebut? Penulis mendapati bahwa tafsiran mengenai kisah nabi Luth tidaklah tunggal dan terdapat faktor lain yang mempengaruhi pelanggengan diskriminasi terhadap kelompok Queer dalam Islam. Hal tersebut disebabkan adanya pengaruh budaya sebelum Islam mengenai diskriminasi kelompok Queer. Terdapat ayat-ayat di dalam Injil yang secara eksplisit menjelaskan hukuman kepada orang yang melakukan homoseksual dan disinyalir terdapat ketumpang-tindihan pemahaman antara budaya Islam dan juga budaya pra-Islam (dalam hal ini Nasrani) dalam pembangunan narasi kisah nabi Luth. 
BIAS PATRIARKHISME DALAM REGULASI: ANALISIS UNDANG-UNDANG KESEJAHTERAAN IBU DAN ANAK (KIA) NO. 4 TAHUN 2024 PERSPEKTIF LEGAL FEMINISM Khaidarulloh; Nuril Farida Maratus
IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak No. 4 Tahun 2024 (UU KIA) di Indonesia dengan pendekatan legal feminism, untuk mengungkapkan bias patriarkal yang terkandung dalam regulasi ini. Dengan metode kualitatif normatif-sosiologis, penelitian ini menemukan bahwa meskipun UU KIA berupaya meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, kebijakan ini secara implisit memperkuat peran tradisional perempuan dalam ranah domestik, serta membatasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Tantangan implementasi juga terlihat dari hambatan struktural, seperti koordinasi antar-lembaga dan ketidaksesuaian antara ketentuan hukum dan realitas sosial-ekonomi masyarakat. Studi ini menyarankan perlunya reformasi hukum yang tidak hanya mendukung hak-hak perempuan dan anak secara substantif tetapi juga menghindari penguatan norma gender tradisional yang membatasi kesetaraan.   Kata Kunci: Bias Patriarkal, Legal Feminism, Kesejahteraan Ibu dan Anak, Hak Perempuan, Kesetaraan Gender