cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang 1000 HPK dengan Perilaku Pencegahan Stunting Yurissetiowati Yurissetiowati; Namsyah Baso
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.513 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i2.9637

Abstract

ABSTRACT The first thousand days of life is a golden period or so-called golden age, so that children can grow and develop optimally. During this period, the brain grows very rapidly, which in the future can determine the quality of the child's life. The first thousand days of life, which is also called 1000 HPK, is very effective in preventing stunted growth in babies under the age of 5 years. Stunting is a condition in which a child suffers from malnutrition. Slow growth can affect a child's quality of life because if a child slows down it will affect his growth and development. The incidence of stunting in Indonesia is still quite high, especially in NTT where the stunting rate will be 22.6% in 2021. One thing that can be done to prevent stunting is to examine the knowledge and attitude of the mother, then examine whether there is an association. in decline with contraceptive behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers in Oelnas Village, Kupang Regency towards babies with anti-late behavior. The method used in this study is a form of observational analytic design with a cross sectional approach. The research instrument used in this study was a questionnaire designed by researchers using the Guttman scale. In this study, purposive sampling was used as a sampling method with a total of 40 mothers with small children as respondents. The results of this study indicate that the knowledge of mothers about preventing colic and their attitudes towards colic is mostly good and the preventive measures are mostly good. most of it is gone. The conclusion that can be drawn from this study is that there is a significant relationship between mother's knowledge about 1000 HPK and stunting prevention behavior. Likewise with the attitude variable, the results show that there is a significant relationship between the mother's attitude about 1000 HPK and stunting prevention behavior. Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior, 1000 HPK, Stunting  ABSTRAK Seribu hari pertama kehidupan adaah masa emas atau biasa disebut golden age, agar anak-anak dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal. Selama dalam fase ini, otak tumbuh begitu cepat, yang di masa depan dapat menentukan kualitas hidup anak. Seribu hari pertama kehidupan yang disebut juga dengan 1000 HPK sangat efektif mencegah pertumbuhan terhambat pada bayi di bawah usia 5 tahun. Stunting adalah kondisi di mana anak menderita kekurangan gizi. Pertumbuhan yang lambat dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang anak karena jika anak melambat maka akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Jumlah kasus stunting di Indonesia terbilang tinggi terutama di Propinsi NTT dimana kasusnya sebesar 22,6% pada tahun 2021.  Hal yang bisa diupayakan untuk penceahan stunting ialah dengan mengkaji pengetahuan dan sikap ibu, kemudian mengkaji apakah hal tersebut merupakan asosiasi ada, yang penting dalam penurunan dengan perilaku kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu di Desa Oelnas Kabupaten Kupang terhadap bayi dengan perilaku anti telat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dirancang oleh peneliti dengan menggunakan skala Guttman. Pada penelitian ini digunakan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel dengan jumlah responden sebanyak 40 orang ibu yang memiliki anak kecil.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang pencegahan kolik dan sikap ibu terhadap kolik sebagian besar baik dan tindakan pencegahannya sebagian besar baik. sebagian besar hilang. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang 1000 HPK dengan perilaku pencegahan stunting. Begitupun dengan variabel sikap didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu tentang 1000 HPK dengan perilaku pencegahan stunting. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, 1000 HPK, Stunting
Hubungan Wilayah Tempat Tinggal dengan Pengetahuan Anemia pada Remaja Putri di Indonesia Winny Kirana Hasanah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.64 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9920

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, the incidence of Anaemia in 2018 was higher among women than men. Based on age group, adolescence ranked third highest in Anaemia with a prevalence of 32 percent. Anaemia is more prone to occur in adolescent girls compared to adolescent boys. The purpose of this study was to analyze the relationship between type of residence and knowledge of Anaemia among Indonesian adolescent girls. This study used a cross-sectional design using secondary data from IDHS Adolescent Reproductive Health in 2017. The sample size was 10,649 female adolescent respondents who were taken using the total sampling technique. Data analysis used Multiple Logistic Regression statistical test. The study showed that 74.7% of adolescent girls living in rural areas and 62.1% of adolescent girls in urban areas had insufficient knowledge related to Anaemia. The results of multivariate analysis stated that there was a significant relationship between region of residence and knowledge about Anaemia among adolescent girls in Indonesia (p=0.0001; OR=1.8; CI: 1.7-2.0). Adolescent girls living in urban areas were 1.8 times more likely to have good Anaemia knowledge than those in rural areas.Keywords : adolescent girls, Anaemia knowledge, rural, urban  ABSTRAK Angka kejadian Anemia di Indonesia tahun 2018 pada wanita lebih tinggi daripada laki-laki. Berdasarkan kelompok umur, usia remaja menduduki peringkat ketiga Anemia tertinggi dengan prevalensi 32 persen. Anemia lebih rentan terjadi pada remaja putri dibandingkan dengan remaja laki-laki. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan wilayah tempat tinggal dengan pengetahuan Anemia pada remaja putri Indonesia. Studi ini menggunakan desain cross-sectional menggunakan data sekunder SDKI Kesehatan Reproduksi Remaja 2017. Besar sampel sebanyak 10.649 responden remaja putri yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Regresi Logistik Ganda. Penelitian menunjukkan sebesar 74,7% remaja putri yang tinggal di perdesaan dan 62,1% remaja putri di daerah perkotaan memiliki pengetahuan yang kurang terkait Anemia. Hasil analisis multivariat menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara wilayah tempat tinggal dengan pengetahuan tentang Anemia pada remaja putri di Indonesia (p=0,0001; OR=1,8; CI: 1,7-2,0). Remaja putri yang tinggal di daerah perkotaan 1,8 kali lebih mungkin memiliki pengetahuan tentang Anemia yang baik daripada remaja di daerah perdesaan.Kata kunci: remaja putri, pengetahuan Anemia, perdesaan, perkotaan
Depresi, Kecemasan, Stres dan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Evelyn Hemme Tambunan; Ernawaty Siagian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.765 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i2.9709

Abstract

ABSTRACT Hemodialysis is a therapy for patients with chronic renal failure, where depression, anxiety and stress are psychological reactions that are often experienced. This condition can affect the patient's quality of life. This study aims to determine the relationship between depression, anxiety and stress with the quality of life of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis.The research design used in this study was analytic observational with a cross sectional approach. The study was conducted in October-December 2022 in the hemodialysis unit at one of the private hospitals in Bandar Lampung. 57 patients with chronic renal failure were willing to become respondents according to the inclusion criteria. DASS-42 questionnaire was used to measure depression, anxiety and stress and WHOQOL-BREF was used to measure quality of life. The results showed 8.8%, 43.8%, 10.5% and 7.2% of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis experienced depression, anxiety, stress and quality of life. Statistical data using logistic regression obtained the results of p=0.028, p=0.002, p=0.035. There is a relationship between depression, anxiety and stress with the quality of life of renal failure patients undergoing hemodialysis. It is necessary to consider a larger sample size and explore more deeply related to depression, anxiety and stress in GGK patients undergoing hemodialysis. Keywords: Depression, Anxiety, Stress, Quality Of Life, Crf Patients, Hemodialysis ABSTRAK Hemodialisis merupakan terapi bagi pasien yang mengalami gagal ginjal kronik, dimana depresi, kecemasan dan stres merupakan reaksi psikologis yang sering dialami. Kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara depresi, kecemasan dan stres dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2022 di unit hemodialisa di salah satu rumah sakit swasta di Bandar Lampung. 57 pasien gagal ginjal kronik bersedia menjadi responden sesuai kriteria inklusi. Kuesioner DASS-42 digunakan untuk mengukur depresi, kecemasan dan stres dan WHOQOL-BREF digunakan untuk mengukur kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan 8,8%, 43,8% , 10,5% dan 7,2% pasien gagal ginjall kronik yang menjalani hemodialisa mengalami depresi, kecemasan, stres dan kualitas hidup. Data statistik menggunakan regresi logistik didapatkan hasil nilai p=0,028, p=0,002, p=0,035. Terdapat hubungan antara depresi, kecemasan dan stres dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Perlu untuk mempertimbangkan jumlah sampel yang lebih besar dan menggali lebih dalam terkait depresi, kecemasan dan stres pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Kata Kunci: Depresi, Kecemasan, Stres, Kualitas Hidup, Pasien GGK, Hemodialisa
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Intensitas Pemakaian Gadget pada Anak Prasekolah di TK X Kota Bekasi Ratih Bayuningsih; Ridho Ilahi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.202 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9977

Abstract

ABSTRAK Memasuki abad ke 21, dunia mengalami perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, yang dikenal sebagai pertumbuhan digital atau era digital. Pada era digital sangat memerlukan smartphone atau gadget yang terupdate untuk dapat mengikuti kemajuan teknologi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan intensitas pemakaian gadget pada anak prasekolah di TK X Kota Bekasi. Sample penelitian ini sebanyak 62 responden dengan menggunakan total sampling, Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dimana variabel independen (pola asuh orang tua) dan variabel dependen (intensitas pemakaian gadget) dikumpulkan pada saat yang bersamaan, dan diobservasi satu kali saja. Hasil penelitian ini bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh dengan intensitas pemakaian gadget pada anak prasekolah di TK X Kota Bekasi dengan p value 0,791 dan odd ratio 1,326, hal ini terjadi dikarenakan masih banyak faktor lain yang mempengaruhi anak menggunakan gadget selain pola asuh. Kesimpulan penelitian hubungan pola asuh orang tua dengan intensitas pemakaian gadget orang tua didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan intensitas pemakaian gadget anak prasekolah di TK X Kota Bekasi. Kata Kunci: Pola Asuh, Intensitas Pemakaian Gadget, Anak Prasekolah  ABSTRACT Entering the 21st century, the world is experiencing a very rapid development of information technology, which is known as digital growth or the digital era. In the digital era, you really need an updated smartphone or gadget to be able to keep up with technological advances. The purpose of this study was to analyze the relationship between parenting style and the intensity of gadget use in preschoolers at Kindergarten X, Bekasi City. The sample of this study was 62 respondents using total sampling. The design of this study used cross-sectional where the independent variable (parenting style) and the dependent variable (intensity of gadget use) were collected at the same time, and were observed only once. The results of this study showed that there was no relationship between parenting style and the intensity of using gadgets in preschool children in Kindergarten X Kota Bekasi with a p value of 0.791 and an odds ratio of 1.326, this happened because there were many other factors that influenced children to use gadgets other than parenting style. The conclusion of the research on the relationship between parenting style and the intensity of parents' gadget use showed that there was no significant relationship between parenting style and the intensity of using gadgets for preschoolers in Kindergarten X Kota Bekasi. Keywords: Parenting Style, Intensity of Gadget Use, PreschoolersKeywords: Parenting, Intensity of Gadget Use, Preschoolers
Hubungan Riwayat Kegemukan Orangtua, Pola Makan, dan Aktivitas Fisik Terhadap Obesitas pada Balita di Posyandu Kemala Kelurahan Senen Isni Nurliyati; Siti Syamsiah; Risza Choirunissa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.632 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9353

Abstract

ABSTRACT The impact that occurs when toddlers are obese includes a tendency to get type II mellitus, increased cholesterol levels resulting in increased blood pressure and can cause heart disease, breathing stops during sleep (sleep apnea), orthopedic disorders, asthma and heart. To determine the relationship between parental obesity history, diet, and physical activity with the incidence of obesity in children under five at Posyandu Kemala Rw. 03 Village Senen. Type of quantitative research with cross sectional research design. The research sample consisted of 61 children under five in Posyandu Kelurahan Senen from 277 children under five taken by simple random sampling technique. Data obtained by distributing questionnaires. Univariate and bivariate data analysis with chi-square test. The results of univariate analysis obtained that the majority of respondents were not obese as many as 31 (50.8%) toddlers, did not have a history of obesity in their parents as many as 34 (55.7%) toddlers, had a good diet as many as 32 (52.5%) toddlers, and had good physical activity as many as 33 (54.1%) toddlers. The results of bivariate analysis obtained a relationship between parental obesity history and the incidence of obesity in children under five obtained a p-value of 0.030. The relationship between eating patterns and the incidence of obesity in children under five obtained a p-value of 0.030. The relationship between physical activity and the incidence of obesity in children under five obtained a p-value of 0.015. There is a relationship between parental obesity history, diet, and physical activity with the incidence of obesity in children under five at Posyandu Kemala Rw. 03 Senen Village in 2022. Keywords : Physical Activity, Toddlers, Obesity, Diet ABSTRAK Dampak yang tejadi jika balita mengalami obesitas antara lain yaitu cenderug dapat mengakibatkan terkena mellitus tipe II, meningkatnya nilai kolestrol sehingga mengakibatkan tekanan drarah meningkat dan dapat menyebakan penyakit jantung, nafas berhenti saat tidur (sleep apnue), gangguan ortopedi, penyakit asma dan hati. Tujuan untuk mengetahui hubungan riwayat kegemukan orangtua, pola makan, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak balita di Posyandu Kemala Rw. 03 Kelurahan Senen. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 61 anak balita di Posyandu Kelurahan Senen dari  277 balita yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat diperoleh mayoritas responden tidak mengalami obesitas sebanyak 31 (50,8%) balita, tidak memiliki riwayat kegemukan pada orangtuanya sebanyak 34 (55,7%) balita, memiliki pola makan yang baik sebanyak 32 (52,5%) balita, dan memiliki aktivitas fisik yang baik sebanyak 33 (54,1%) balita. Hasil analisis bivariat diperoleh hubungan riwayat kegemukan orangtua dengan kejadian obesitas pada anak balita diperoleh p-value sebesar 0,030. Hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada anak balita diperoleh p-value sebesar 0,030. Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak balita diperoleh p-value sebesar 0,015. Ada hubungan riwayat kegemukan orangtua, pola makan, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak balita di Posyandu Kemala Rw. 03 Kelurahan Senen Tahun 2022.  Kata kunci: Aktivitas Fisik, Balita, Pola Makan.
Kesiapan Pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) di Wilayah RW 09 Kelurahan Kelapa Dua Wetan Nadirahilah Nadirahilah; Farahul Jannah; Alivio Septyani Sri Cahyo
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.634 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i2.9662

Abstract

ABSTRACT Adolescents are still vulnerable to problems related to their reproductive health such as risky sexual behavior, premarital sex, HIV/AIDS, unwanted pregnancy, abortion, and the intensity of exposure to reproductive health knowledge is very minimal. This study aims to identify the readiness to establish a Center for Information and Counseling on Adolescent Reproductive Health in the RW 09 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. The research design is qualitative with data collection methods through observation and interviews. Respondents amounted to 3 people consisting of 1 regional leader and 2 youth youths in the RW 09 area. The results showed that RW 09 Kelapa Dua Wetan Village, Ciracas District, Jakarta was ready to form PIK KRR in their area both in terms of infrastructure, support and regional leaders, and youth youth support. The RW 09 area of Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur is ready to form PIK R in its area both from the aspect of infrastructure facilities, support from regional leaders, and support for youth organizations. For RW 09 management to immediately coordinate and consolidate with related partnerships or networks to form PIK KRR in their area and youth youth organizations to form PIK KRR RW 09 organizational management and develop PIK KRR programs. Keywords: Reproductive Health, PIK KRR, Readiness    ABSTRAK Remaja masih rentan mengalami masalah terkait dengan kesehatan reproduksinya seperti perilaku seksual beresiko, seks pranikah, HIV/AIDS, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, dan intensitas paparan tentang pengetahuan kesehatan reproduksi yang sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja di wilayah RW 09 Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur. Rancangan penelitian adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Responden berjumlah 3 orang yang terdiri dari 1 orang pimpinan wilayah dan 2 orang remaja karang taruna di wilayah RW 09. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa RW 09 Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur sudah siap membentuk PIK KRR di wilayahnya baik ditinjau dari aspek sarana prasarana, dukungan pimpinan wilayah, dan dukungan remaja karang taruna. Wilayah RW 09 Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas Jakarta sudah siap membentuk PIK R di wilayahnya baik ditinjau dari aspek sarana parsarana, dukungan pimpinan wilayah, dan dukungan remaja karang taruna. Pengurus RW 09 segera berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan kemitraan atau jejaring terkait untuk membentuk PIK KRR di wilayahnya dan remaja karang taruna untuk membentuk pengurus organisasi PIK KRR RW 09 serta menyusun program PIK KRR. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, PIK KRR, Kesiapan
Pengaruh Aroma Terapi Lavender terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Sebelum Menjalani Hemodialisa di RS Royal Prima Efrita Simanjuntak; Pitarwan Sarumaha; Yasmin Waruwu; Navy Popy Trianty Hareva; Faozanolo Hulu; Tiarnida Nababan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.921 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9927

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) or Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive decline in kidney function which is characterized by a decrease in glomerular filtration rate/GFR and an increase in blood creatinine levels. Hemodialysis is also unable to restore kidney disease and is unable to compensate for the loss of endocrine hormones. Instead, hemodialysis can extend the life of patients with chronic kidney failure. Aromatherapy as a non-pharmacological method has been exploited in many studies because of its harmless and comfortable use. An alternative therapy that can be used to reduce anxiety in patients with chronic kidney failure is lavender aromatherapy. This study aims to determine the effect of lavender aromatherapy on reducing anxiety in patients with chronic kidney failure. This type of research was conducted with a quasi-experimental design to determine the effect of lavender aromatherapy on reducing anxiety in CKD with a one group pre-test and post-test design. Saturated sampling technique is a sampling technique by taking all members of the population as respondents or a sample of 30 people. Bivariate analysis using the Wilcoxon test. The results showed that the majority were 58-63 years old, male. The results of the data before the lavender aromatherapy was carried out, the majority were severe anxiety. After the intervention, the majority of anxiety is mild. Based on the effect of lavender aromatherapy on reducing anxiety, the value is sig (2-tailed) 0.00, which means that it is normally distributed. Keywords: CRF, Anxiety, Lavender ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik (GGK) atau Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan penurunan fungsi pada ginjal yang progresif yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus/LFG dan peningkatan kadar kreatinin dalam darah. hemodialisis ini juga tidak dapat memulihkan penyakit ginjal dan tidak mampu mengimbangi hilangnya hormon endokrin melainkan hemodialisis ini dapat memperpanjang umur penderita penyakit gagal ginjalkronik. Aromaterapi sebagai metode non farmakologis, telah dieksploitasi dalam banyak penelitian karena penggunaannya yang tidak berbahaya dan nyaman.Terapi alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yaitu aroma terapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aroma terapi lavender tehadap penurunan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik, Jenis penelitian ini dilakukan dengan desain quasi experimental untuk mengetahui pengaruh aroma terapi lavender terhadap penurunan kecemasan pada PGK dengan rancangan one group pre-tes dan post test design. Teknik sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel dengan dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai responden atau sampel sebanyak 30 orang. Analisa bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Hasil penelitian didapatkan mayoritas berusia 58-63 tahun, berjenis kelamin laki-laki. Hasil data sebelum dilakukan aroma terapi lavender mayoritas kecemasan berat. Setelah dilakukan intervensi mayoritas kecemasan ringan. Berdasarkan pengaruh aroma terapi lavender terhadap penurunan kecemasan nilai sig (2-tailed) 0,00, yang berarti berdistribusi normal. Kata Kunci: GGK, Kecemasan, Lavender
Hubungan Health Belief dan Health Literacy dengan Kepatuhan Pengobatan pada Penderita Hipertensi Mareta Rosaline; Nurul Aliyyah Rahmah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.29 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9876

Abstract

ABSTRACT The results of the 2018 Basic Health Research stated that the prevalence of hypertension in Indonesia had increased from the previous 25.8% in 2013 to 34.11% in 2018 this means that hypertension sufferers still have poor control levels which are manifested by as much as 32.3% Patients with hypertension do not routinely take medication and another 13.3% do not take medication. To effectively improve adherence, several factors such as perceptions of health beliefs and health literacy can be modified to improve medication adherence behavior in people with hypertension. This study aims to determine the relationship between health belief and health literacy with medication adherence in patients with hypertension in the Work Area of the Public Health Center, Ciracas District, East Jakarta. The research method used is descriptive analytic with cross sectional design. The data collection technique used was purposive sampling with a total sample of 108 respondents. The results showed that there was a relationship between health literacy and medication adherence (p value = 0.028) and there was a relationship between health belief and medication adherence (p value = 0.035). Health service providers are expected to improve health education interventions with hypertension sufferers, especially in hypertension patients with poor health belief and inadequate health literacy in order to increase better perceptions of medication adherence behavior. Keywords: Hypertension, Health Belief, Health Literacy, Medication Adherence ABSTRAK Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyatakan prevalensi hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 25,8% pada tahun 2013 menjadi sebesar 34,11% di tahun 2018 hal ini bermakna penderita hipertensi masih memiliki tingkat kontrol buruk yang dimanifestasikan dengan sebanyak 32,3% penderita hipertensi tidak rutin minum obat dan 13,3% lainnya tidak minum obat. Untuk meningkatkan kepatuhan secara efektif beberapa faktor seperti persepsi keyakinan kesehatan (health belief) dan literasi kesehatan (health literacy) dapat dimodifikasi guna meningkatkan perilaku kepatuhan pengobatan pada penyandang hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan health belief dan health literacy dengan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmaas Kecamatan Ciracas Jakarta Timur.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah purposive sampling dengan total sampel 108 responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan anatar health literacy dengan kepatuhan pengobatan (p value = 0,028) dan terdapat hubungan antara health belief dengan kepatuhan pengobata (p value = 0,035). Penyedia layanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan intervensi pendidikan kesehatan dengan penderita hipertensi, khususnya pada penderita hipertensi dengan health belief  kurang baik dan health literacy kurang memadai guna meningkatkan persepsi yang lebih baik pada perilaku kepatuhan pengobatan. Kata kunci: Hipertensi, Health Belief, Health Literacy, Kepatuhan Pengobatan
Kajian Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Terkait Penjaminan Mutu Produk Kosmetika dan Tugas Pokok Fungsi Apoteker Ni Made Widi Astuti; Ni Nyoman Fitria Widianti; Anak Agung Gde Jaya Santika; Putu Ayu Rismayani; I Putu Priyasana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.348 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9979

Abstract

ABSTRACT Problems regarding the distribution of cosmetics with hazardous ingredients and the lack of consumer knowledge in the selection of good and safe cosmetics have led to the need for regulations with an effective control system that is able to detect and screen cosmetic products in order to protect the safety, security, and health of consumers. This is closely related to the role of BPOM, especially Deputy II for the Supervision of Traditional Medicines, Health Supplements, and Cosmetics. This study aims to review various BPOM regulations related to the quality assurance of cosmetic products and the role of pharmacists. The method used is a descriptive library research method by reviewing BPOM regulations related to the role of the pharmacist profession in ensuring the quality of cosmetic products. The research stages include search, selection, documentation, analysis of references and conclusion. Based on the results of the study from all applicable regulations, pharmacists are responsible for conducting tests on all cosmetic products from cosmetic notification, analyzing the ingredients used, testing for contaminants, and advertising supervision to cosmetics withdrawal procedures to ensure information and safety in cosmetics. Cosmetic products must have the appropriate ingredients and information before notification of cosmetic products so that the safety, benefits, and quality of the cosmetics can be guaranteed. The role of pharmacists is to be responsible for ensuring all information and safety of cosmetic products Keywords: Pharmacists, BPOM, Cosmetics, Quality Assurance, Regulation ABSTRAK Permasalahan peredaran kosmetika dengan bahan berbahaya serta kurangnya pengetahuan konsumen dalam memilih kosmetika yang baik dan aman menyebabkan perlunya peraturan dengan sistem pengawasan yang efektif yang mampu mendeteksi dan menapis produk kosmetika guna melindungi keselamatan, keamanan, dan kesehatan konsumen. Hal ini berkaitan erat dengan peran BPOM khususnya Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai peraturan BPOM yang berkaitan dengan penjaminan mutu produk kosmetika dan tugas pokok fungsi apoteker terkait. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif penelitian kepustakaan dengan menelaah peraturan BPOM yang terkait peran profesi apoteker dalam menjamin mutu produk kosmetika. Tahapan penelitian meliputi penelusuran, seleksi, dokumentasi, analisis referensi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil kajian referensi dari semua peraturan yang berlaku, apoteker bertanggungjawab dalam melakukan uji terhadap semua produk kosmetika dari notifikasi kosmetika, menganalisis bahan yang digunakan, pengujian cemaran, pengawasan iklan sampai tata cara penarikan kosmetika untuk menjamin informasi serta keamanan pada kosmetika. Produk kosmetik harus memiliki bahan dan informasi yang sesuai sebelum dilakukan notifikasi produk kosmetik sehingga dapat terjamin keamanan, kemanfaatan, dan mutu dari kosmetik tersebut. Tugas pokok dan fungsi apoteker yakni bertangungjawab dalam menjamin semua informasi serta keamanan produk kosmetika. Kata Kunci: Apoteker, BPOM, Kosmetik, Penjaminan Mutu, Peraturan
Pengaruh Pemberian Guided Imagery terhadap Perubahan Nyeri Ibu Post Operasi Seksio Sesarea di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi Daniah Dafira; Titi Astuti; Al Murhan; Kodri Kodri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.353 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9878

Abstract

ABSTRACT The average case of cesarean section in the world is around 5-15% per 1000 births in the world. In Indonesia, the incidence of cesarean section has increased, namely 80% of births are by cesarean section with an average of 17.6% of 78,736 births. In Lampung province in 2018, cesarean section cases were around 13.2%. At Handayani Kotabumi General Hospital in 2020 there were 518 cases of cesarean section out of a total of 712 deliveries or (72.7%). Pain in post cesarean section surgery is felt by patients because the effects of anesthesia have diminished and are starting to disappear. The effects of spinal anesthesia usually start to wear off after 6-8 hours depending on the dose and individual conditions.The purpose of this study was to determine the effect of guided imagery on changes in the pain scale of mothers after cesarean section. This study was conducted from June 6 to June 25 using a quasy experimental design with a one group pre test post test design. Pain assessment using a numerical rating scale. The statistical test used the Wilcoxon signed ranks test. Results of the study on 33 respondents with an age range not at risk of 20-35 years (90.9%) and no history of cesarean section (66.7%). The results of pain measurements before being given guided imagery were mostly severe pain scales of (87.9%) and (12.1%) mothers with moderate pain, while in the second outcome measurement there was a decrease again where mothers who experienced moderate pain were (75 .7%) and mild pain (24.3%). The results of the pain scale statistical test before and after being given guided imagery obtained a p-value of (0.001) α (<0.05). It can be concluded that there are differences in the pain scale before and after being given guided imagery to postoperative cesarean section mothers. Researchers suggest that hospitals can facilitate facilities and infrastructure for providing guided imagery to reduce maternal pain after cesarean section. Keywords: Guided Imagery, Pain, Caesarean Section ABSTRAK Kasus rata-rata seksio sesarea di dunia sekitar 5-15% per 1000 kelahiran di dunia. Di Indonesia angka kejadian seksio sesarea mengalami peningkatan, yaitu 80% metode persalinan dengan seksio sesarea dengan rata-rata 17,6% kasus seksio sesarea dari 78.736 kelahiran. Di provinsi Lampung tahun 2018 kasus seksio sesarea sekitar 13,2%. Di Rumah Sakit Umum Handayani Kotabumi tahun 2020 kasus seksio sesarea sebanyak 518 dari total 712 persalinan atau sebesar (72,7%). Nyeri pada post operasi seksio sesarea dirasakan oleh pasien dikarenakan efek dari anestesi sudah berkurang dan mulai menghilang. Efek anestesi spinal biasanya mulai hilang setelah 6-8 jam tergantung dari dosis dan kondisi individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian guided imagery terhadap perubahan skala nyeri ibu post seksio sesarea. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 06 Juni sampai 25 Juni dengan menggunakan desain quasy eksperimen dengan rancangan penelitian one grup pre test post test. Penilaian nyeri menggunakan numeric rating scale. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon signed ranks test.Hasil penelitian pada 33 responden dengan rentang usia tidak beresiko 20-35 tahun sebanyak (90,9%) dan tidak mempunyai riwayat seksio sesarea sebanyak (66,7%). Hasil pengukuran nyeri sebelum diberikan guided imagery sebagian besar skala nyeri berat sebesar (87,9%) dan (12,1%) ibu dengan nyeri sedang, sedangkan pada pengukuran hasil ke-2 terjadi penurunan kembali dimana ibu yang mengalami nyeri sedang sebesar (75,7%) dan nyeri ringan sebesar (24,3%). Hasil uji statistik skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan guided imagery didapatkan hasil nilai p-value sebesar (0,001) α (<0,05). Ada perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan guided imagery pada ibu post operasi seksio sesarea. Peneliti menyarankan rumah sakit dapat memfasilitasi sarana dan prasarana pemberian guided imagery terhadap penurunan nyeri ibu post seksio sesarea. Kata kunci: Guided Imagery, Nyeri, Seksio Sesarea

Page 19 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue