cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Analisis Korelasi Kecerdasan Emosional dengan Kepercayaan Diri Pada Mahasiswa Nur Anisa; Andri Purwandari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.738 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i2.9669

Abstract

ABSTRACT Emotional intelligence affects the self-confidence of each individual. Everyone has different self-confidence and emotional intelligence. An individual who feels confident will have high emotional intelligence. Knowing the relationship between emotional intelligence and self-confidence in students. This research is quantitative with a cross-sectional research design. The population in this study was 118 undergraduate nursing students in semesters VI and VIII. This sampling technique is stratified random sampling and statistical tests using the Pearson Test. Emotional intelligence is mostly in the high category (74.7%), with self-confidence in the good category (100%). The results of the Pearson test show that the significance value is p=0.000<0.05, and the correlation coefficient is 0.413. There is a relationship between emotional intelligence and self-confidence in students of the Nursing Study Program (S1). Keywords: Emotional Intelligence, Self Confidence ABSTRAK Kecerdasan emosional mempengaruhi kepercayaan diri setiap individu. Setiap orang memiliki kepercayaan diri dan kecerdasan emosional yang berbeda-beda. Sebagai individu yang merasa penuh percaya diri akan memiliki kecerdasan emosonal yang tinggi.  Tujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kepercayaan diri pada mahasiswa. Penelitan ini bersifat kuantitatif dengan rancangan peneltian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi keperawatan S1 semester VI dan VIII yang berjumlah 118 orang. Teknik pengambilan sampel ini adalah stratified random sampling dan uji statistik menggunakan Uji Pearson. Kecerdasan Emosional sebagian besar dalam kategori tinggi (74,7,%), dengan Kepercayaan Diri dalam kategori baik (100 %). Hasil uji Pearson menujukkan bahwa nilai signifikansi p=0,000<0,05, correlation coefisient 0,413. Ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan kepercayaan diri pada mahasiswa prodi keperawatan (S1). Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Kepercayaan Diri
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Sobo Anwar Musaddad; Yusup Saktiawan; Rudy Joegijantoro
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.512 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9941

Abstract

ABSTRACT DHF is an acute disease with clinical manifestations of bleeding that can cause shock which can lead to death. One of the efforts to change community behavior to support the improvement of health status is by implementing Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) development program. This study aims to determine the relation between clean and healthy living behavior and the incidence of DHF in the working area of the Sobo Health Center. The research design used was a correlative analytic research design with a cross sectional approach. The sample used in this study was all people who had suffered from DHF or never suffered from DHF in the working area of the Sobo Health Center as many as 31 respondents. From the results of the study show that the variable which is statistically significant and related to the incidence of DHF was the PHBS variable (p=0.001), and variables that are not related to the incidence of DHF included house conditions (p=0, 474), room temperature (p=0.531), room humidity (p=0.598), and room lighting (p=0.132). Based on the results of the study, the clean and healthy living behavior of the people in the working area of the Sobo Health Center had a relationship with the incidence of DHF while for home observations, temperature, humidity, and room lighting had no relationship with the incidence of DHF. Keywords: Dengue Hemorrahagic Fever (DHF); Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) ABSTRAK DBD adalah penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang dapat menimbulkan syok yang dapat berujung kematian. Salah satu upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan salah satunya melalui program pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Sobo. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang pernah menderita DBD maupun tidak pernah menderita DBD di wilayah kerja Puskesmas Sobo sebanyak 31 responden. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan secara statistik bermakna dengan kejadian DBD adalah variabel PHBS (p=0,001), dan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian DBD antara lain kondsi rumah (p=0, 474), suhu ruangan (p=0,531), kelembaban ruangan (p=0,598), dan pencahayaan ruangan (p=0,132). Berdasarkan hasil penelitian, perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sobo memiliki hubungan terhadap kejadian DBD sedangkan untuk observasi rumah, suhu, kelembapan, dan pencahayaan ruang tidak memiliki hubunga terhadap kejadian DBD. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini Kesehatan Kognitif Lansia Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Defika Yusanti; Wahyu Riyaningrum
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.324 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9615

Abstract

Jumlah lansia meningkat menyebabkan masalah di bidang kesehatan. Deteksi dini kesehatan dapat dilakukan pada kegiatan posyandu lansia melalui kader kesehatan desa. Sehingga diperlukan pelatihan untuk memperoleh wawasan dan keterampilan dalam melakukan deteksi dini kesehatan lansia. Mengetahui pengaruh pelatihan deteksi dini kesehatan kognitif lansia terhadap pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain pre experimental one group pretest posttest. Populasi dan sampel berjumlah 40 kader kesehatan di desa Suro yang diambil melalui teknik total sampling. Instrument yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan kader yaitu kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Paired t test. Nilai rerata pengetahuan pretest dan posttest yaitu 65.5 menjadi 75.5, nilai rerata keterampilan SPMSQ 44.85 menjadi 76.55, keterampilan MMSE 39.55 menjadi 77.9 dengan nilai signifikasi pengetahuan dan keterampilan kader 0.000 < 0.005 artinya terdapat pengaruh pelatihan deteksi dini kesehatan kognitif lansia terhadap pengetahuan dan keterampilan kader. Pelatihan merupakan metode yang efektif diberikan untuk kader, dengan adanya pelatihan dapat memberikan pengalaman secara langsung bagi kader kesehatan sehingga pemahaman lebih kuat dan mudah untuk diingat. Kata Kunci : SPMSQ MMSE, Kader kesehatan, Pelatihan
Pelatihan Kelompok Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan Ispa pada Anak dengan Menggunakan Terapi Komplementer Elsa Dora Haloho; Trisno Sirait; Riswani Tanjung
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.506 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9884

Abstract

ABSTRACT The school age period is a critical period, because at this time infectious diseases often occur in children. The incidence of infectious diseases in children is increasing and has an impact on children's physical growth and development. Mothers are the main actors in implementing child and family health care in efforts to prevent infectious diseases in children. ISPA is a disease that we often encounter in children. Respiratory disorders suffered cause children to tend to be lethargic, fussy, and have a lack of appetite, thereby reducing the child's immunity which affects other health problems. The use of complementary therapy is very beneficial for families, especially for reducing the impact of ARI on children and can be applied as an independent alternative therapy treatment for families. This study aims to provide training to a group of housewives in the prevention of respiratory infections by using complementary therapies for children. The data search method used in this systematic review uses four main databases, namely Google Search, Google Scholar, Science Direct, and PubMed with journal searches from 2019 to 2023. Analysis of 10 articles shows that the use of complementary therapies can help to reduce the impact of disease incidence, especially ARI in children. Based on the literature review cited, it can be concluded that the role of the mother's group in efforts to prevent ARI in children using complementary therapies gives very good results and increases the skills of mothers and knows the role of the mother's group through health education, herbal therapy training to treat ARI in children. Keywords: Housewives, Training, Utilization Of Complementary Therapy ABSTRAK Masa usia sekolah merupakan masa kritis, dikarenakan pada masa ini sering terjadi penyakit menular pada anak. Angka kejadian penyakit menular pada anak semakin meningkat  dan  berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Ibu adalah pelaku utama dalam penerapan pemeliharaan kesehatan anak dan keluarga dalam upaya pencegahan penyakit menular pada anak. ISPA  merupakan penyakit yang sering kita temui pada anak. Gangguan pernafasan yang diderita menyebabkan anak cenderung menjadi lesu, rewel, dan kurang nafsu makan sehingga menurunkan imun anak yang berpengaruh pada masalah kesehatan lainnya. Penggunaan terapi komplementer  sangat bermamfaat bagi keluarga khususnya untuk mengurangi dampak kejadian penyakit ISPA pada anak dan dapat diterapkan sebagai pengobatan terapi alternatif mandiri untuk keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada kelompok ibu rumah tangga dalam pencegahan ispa dengan menggunakan terapi komplementer pada anak. Metode pencarian data yang digunakan dalam tinjauan sistematis ini menggunakan empat database utama yaitu google search, google scholar, Science Direct, dan PubMed dengan pencarian jurnal dari tahun 2019 sampai 2023. Analisis dari 10 artikel  menunjukkan bahwa penggunaan terapi komplementer dapat membantu untuk mengurangi dampak kejadian penyakit khususnya ISPA pada anak. Berdasarkan kajian pustaka yang disitasi dapat disimpulkan bahwa Peran kelompok Ibu dalam upaya pencegahan ISPA pada anak menggunakan terapi komplementer memberikan hasil yang sangat bagus dan meningkatkan keterampilan ibu serta mengetahui peran pada kelompok ibu melalui pendidikan kesehatan, pelatihan terapi herbal untuk mengatasi ISPA pada anak. Kata kunci : Ibu Rumah Tangga, Pelatihan, Pemanfaatan Terapi Komplementer
Prevalensi Premenstrual Syndrome dan Premenstrual Dysphoric Disorder Siswi Asrama dan Non Asrama Pasca Covid-19 Tri Kesuma Dewi; Shinta Arini Ayu; Indhit Tri Utami; Widiyono Widiyono
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.448 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i2.9670

Abstract

 ABSTRACT Premenstrual Syndrome (PMS) and Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) are disorders that occur in adolescent girls every month.  Symptoms that occur in PMS and PMDD will interfere with daily adolescent  activities, and will even  reduce their quality of life. In research, one of  the  factors associated with PMS and PMDD is  stress. Teenagers  who live in dormitories according to research have higher  stress levels than non-dormitory students. This study aims to determine the  difference in  the prevalence of PMS and PMDD that occur in  dormitory  and non-dormitory students. This study used a  quantitative descriptive method where data was taken at a time  using a questionnaire. This study  there is no difference in the  prevalence of PMDD  in dormitory and non-dormitory students, but the  rate of PMS  is higher in   non-dormitory students.  This study  also found that the impact of  PMS and PMDD can interfere with students' daily activities and can even  reduce their quality of life. PMS and  PMDD can occur in female students  both living  in dormitories and  non-dormitories,  health workers,  especially those  in the  school environment, should be  able to  provide treatment for the symptoms of  PMS and PMDD     appears so that it does not interfere with the quality of  life of  female students. Keywords: PMS,PMDD, Teen,Dormitory,Non-dormitory ABSTRAK Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) adalah gangguan yang terjadi pada remaja wanita setiap bulannya. Gejala yang terjadi pada PMS dan PMDD tersebut akan menganggu aktifitas remaja sehari-hari, bahkan akan menurunkan kualitas hidup mereka. Pada penelitian salah satu faktor yang berhubungan dengan PMS dan PMDD ini adalah stress. Pada remaja yang tinggal diasrama menurut penelitian memiliki tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan siswi yang non asrama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prevalensi PMS dan PMDD yang terjadi di siswi asrama dan non asrama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana data diambil dengan sekali waktu menggunakan kuesioner. Pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan prevalensi terjadinya PMDD pada siswi asrama dan non asrama, namun tingkat PMS lebih tinggi pada siswi non asrama. Penelitian ini juga menemukan bahwa dampak PMS dan PMDD dapat menganggu kegiatan siswi sehari-hari bahkan dapat menurunkan kualitas hidup mereka. PMS dan PMDD dapat terjadi pada siswi baik yang tinggal diasrama maupun non asrama, hendaknya tenaga kesehatan khususnya yang berada dilingkungan sekolah dapat memberikan penanganan terhadap gejala PMS dan PMDD yang muncul sehingga tidak menggangu kualitas hidup siswi. Kata Kunci: PMS,PMDD, Remaja,Asrama,Non-asrama
Keterlibatan Keluarga dalam Pelayanan Kesehatan Primer : Scoping Review Catharina Guinda Diannita; Evanny Indah Manurung; Erniyati Fangidae
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.14 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9943

Abstract

ABSTRACT Primary health care is the first form of contact of individuals, families, or communities with the health care service. Optimal primary health care can be achieved, one of which is with the support of family members and clients. Identify family and client involvement in efforts to improve primary health care.Searches of three databases includes EBSCOhost, PubMed and JSTOR, with criteria for primary research, English articles published in 2013-2023. The articles included in this study are articles that discuss family involvement and client involvement in primary health care. The articles found then analyzed using qualitative methods of content analysis. 11 research articles were qualified, and analysis was conducted, so that three main themes of family involvement in primary health care were found: (i) role in communication, (ii) collaboration of families, clients, and primary health care providers, (iii) barriers to family involvement. Families provide communication support as well as collaboration and partnership between families and health professionals. Although not all primary health services are able to collaborate optimally and find obstacles to involve families and clients, efforts to strengthen basic health services, improve the quality and standards of human resources, clarify the duties and responsibilities of health workers and plan programs that involve families and clients in care efforts are carried out to overcome obstacles and improve the quality of services. Keywords: Patient Engagement, Family Engagement, Primary Health Care ABSTRAK Pelayanan kesehatan primer merupakan bentuk kontak pertama individu, keluarga atau masyarakat dengan sistem pelayanan. Pelayanan kesehatan primer yang optimal dapat tercapai salah satunya dengan adanya dukungan dari anggota keluarga dan klien. Tujuan untuk mengidentifikasi keterlibatan keluarga dan klien dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan primer. Metode penelitian dengan pencarian dari tiga database meliputi EBSCOhost, PubMed dan JSTOR, dengan kriteria artikel penelitian primer, bahasa Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2013-2023. Artikel yang diikutsertakan dalam studi ini adalah artikel yang membahas mengenai keterlibatan keluarga maupun keterlibatan klien dalam pelayanan kesehatan primer. Artikel yang ditemukan kemudian dianalisa dengan menggunakan metode kualitatif konten analisis. 11 artikel penelitian memenuhi syarat dan dilakukan analisis, sehingga ditemukan tiga tema utama keterlibatan keluarga dalam pelayanan kesehatan primer: (i) peran dalam komunikasi, (ii) kolaborasi keluarga, klien dan penyedia layanan kesehatan primer, (iii) hambatan keterlibatan keluarga. Keluarga memberikan dukungan komunikasi serta kolaborasi dan partnership antara keluarga dan tenaga kesehatan professional. Meskipun tidak semua pelayanan kesehatan primer mampu berkolaborasi secara optimal dan menemukan hambatan untuk ikut melibatkan keluarga dan klien, namun upaya tenaga kesehatan serta merencanakan program yang turut melibatkan memperkuat pelayanan kesehatan dasar, meningkatkan kualitas dan standar SDM, memperjelas tugas dan tanggung keluarga dan klien dalam upaya perawatan dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kata kunci: Patient Engagement, Family Engagement, Primary Health Care 
Pengaruh Edukasi P3K Terhadap Pengetahuan dan Ketrampilan Guru di SDN 3 Lebaksiu Kidul Kabupaten Tegal Ni'mah, Jumrotun; Insani, Uswatun; Satria, Ramadhan Putra; Hidayatii, Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.074 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10019

Abstract

ABSTRACT Emergency situations are one of the causes of panic and make people experience a lack of knowledge. The teacher's role is especially important where school health services are often neglected. However, this role can only be properly accomplished if teachers are equipped with the required knowledge and skills. Providing first aid in an accident must be done quickly and accurately by using the facilities and infrastructure at the scene. This study wanted to determine the effect of First Aid Education on Accidents on the level of knowledge and skills of teachers in SDN 03 Lebaksiu Kidul. Research. The research design used in this study was a quasy experimental pretest-posttest with control group and an approach using a non-equivalent pretest-posttest control group design. this study shows that the level of knowledge and skills obtains a p value of 0.001 thus the hypothesis is accepted which means that there is an effect of health education on first aid on the level of knowledge and skills of teachers regarding first aid in accidents. Conclusion: The average value of the level of knowledge and skills obtained from 10 respondents before being given health education obtained an average value of 79.10, a standard deviation of 9.110. The average value of knowledge and skills obtained from 10 respondents after being given health education obtained an average value of 93.80, a standard deviation of 3.115. Keywords: Health Education, First Aid in Accidents, Knowledge, Skills.  ABSTRAK Situasi gawat darurat sebagai salah satu penyebab dari kepanikan dan menjadikan orang mengalami kurang pengetahuan. Peran guru sangat penting di mana layanan kesehatan sekolah sering diabaikan. Namun, peran ini hanya dapat dicapai dengan baik jika guru dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan terhadap tingkat pengetahuan dan ketrampilan guru di lingkungan SDN 03 Lebaksiu Kidul. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experimental pretest-postest with control group dan pendekatan menggunakan non equivalent pretest-postes control group design. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan ketrampilan memperoleh p value sebesar 0,001 dengan demikian hipotesis diterima yang artinya bahwa ada artinya bahwa ada pengaruh  pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama terhadap tingkat pengetahuan dan ketrampilan guru tentang pertolongan pertama pada kecelakaan. Nilai rata-rata tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari 10 responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan didapatkan nilai rata-rata sebesar 79.10, standar deviasi  sebesar 9.110. Nilai rata-rata tingka pegetahuan dan ketrampila yang diperoleh dari 10 responden setelah diberikan pendidikan ksehatan didapatkan nilai rata-rata sebesar 93.80, standar deviasi sebesar 3.115. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, Pengetahuan, Ketrampilan.
Fungsi Kognitif Wanita Lanjut Usia Ditinjau dari Tipe Keluarga Tatik Trisnowati Trisnowati; Betty Sunaryanti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.493 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9991

Abstract

ABSTRACT The aging process is a process that results in changes including physical, psychological, social and spiritual changes. Physiological changes in the elderly occur when the immune system decreases in the face of disturbances from within and outside the body. Psychosocial changes that occur during the aging process will involve a process of life transition and loss. Quality healthy elderly are elderly who go through the aging process while remaining healthy physically, socially and mentally. The role of the family in the life of the elderly is to help maintain the health of the elderly, in addition to meeting nutritional needs, resting patterns, and caring for the elderly.This research is to determine the Cognitif Function in Elderly Women in terms of family type. This research uses a comparative analysis design which aims to explain the differences in the Intellectual Functions of Elderly Women in terms of Family Functions. The population in this study is adjusted to the specific research objectives. The population in this study were elderly women from the Soloraya region (Surakarta, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri). The population in this study were elderly women in the Soloraya Region (Surakarta, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri). The sampling technique used is purposive sampling. Data analysis used Software Statistical Packages for Social Sciences version 22 (SPSS) in a univariate and bivariate manner. On a bivariate basis, data analysis will use the non-parametric Mann-Whitney test. The data that has been processed and analyzed will then be presented in tabular form. The results of bivariate analysis found that there was no difference in the cognitive function of elderly women in terms of family type with a value of p = 0.461. The results of this study can be concluded that there is no difference in cognitive function of elderly women in terms of family type Keywords: Cognitive Function, Elderly, Family  ABSTRAK Proses penuaan merupakan proses yang mengakibatkan perubahan-perubahan meliputi perubahan fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Perubahan fisiologis selama proses penuaan terjadi penurunan sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi gangguan dari dalam maupun luar tubuh. Pada Lansia perubahan psikososial yang terjadi selama proses penuaan akan melibatkan proses transisi kehidupan dan kehilangan. Lansia  sehat berkualitas adalah lansia yang melalui proses penuaan dengan tetap sehat secara fisik, sosial dan mental.peran keluarga dalam kehidupan lansia adalah turut menjaga kesehatan lansia, selain pemenuhan kebutuhan nutrisi, pola istirahat, dan merawat lansia. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan fungsi kognitif wanita lanjut usia ditinjau dari tipe keluarga. Penelitian ini menggunakan rancangan    penelitian    ini    menggunakan analitik  komparatif yang bertujuan memaparkan perbedaan Fungsi Intelektual Wanita Lanjut Usia ditinjau dari Fungsi Keluarga. Populasi dalam penelitian ini disesuaikan dengan tujuan khusus penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia lanjut Wilayah soloraya (Surakarta, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri). Populasi terjangkau dalam penelitian adalah wanita usia lanjut di Wilayah soloraya (Surakarta, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri).  Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data  menggunakan Software Statistic Packages for Social Sciences versi 22 (SPSS) secara univariat dan bivariate. Secara bivariat, analisis data akan menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil analisa bivariat didapatkan bahwa ada perbedaan fungsi kognitif wanita lanjut usia ditinjau dari tipe keluarga dengan nilai mean rank Fungsi kognitif lansia bersama keluarga 32.13  lebih besar di banding lansia yang mandiri 28.87, dengan nila Z = -.737. Uji statistik menunjukkan nilai U sebesar 401 dan nilai W sebesar 866. Apabila dikonversikan ke nilai Z maka besarnya -,737. Nilai Sig atau P Value sebesar 0,461 > 0,05.  Berhubung  nilai p value > batas kritis 0,05 maka terdapat perbedaan antara dua kelompok yang kurang signifikan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan fungsi kognitif  wanita lanjut usia ditinjau dari tipe keluarga. Kata Kunci: Fungsi Kognitif, Lansia, Keluarga
Hubungan Sikap dan Perilaku Lansia dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia Trisna, Efa; Musiana, Musiana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.562 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10083

Abstract

ABSTRACT Hypertension is often referred to as "The Silent Disease" generally sufferers do not know they have hypertension before checking their blood pressure. This disease is often known as a heterogeneous group of disease because it can affect anyone from various age groups and socioeconomic groups. The increasing prevalence of hypertension every year is a major problem in developing and developed countries. Various physiological changes due to the aging process will be experienced by the elderly, which among others trigger the occurrence of hypertension. Total cholesterol levels will increase gradually with age. The aim of the study was to find out the relationship between the attitude and behavior of the elderly and the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Raja Basa Health Center, Bandar Lampung City. This research is a quantitative study with a cross-sectional analytic design using attitude and behavior measurement instruments. The number of samples is 64 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi square test. The results of the study obtained the distribution of respondents who had a positive attitude of 50% as well as respondents who had a negative attitude. As for the behavior of the respondents, the majority of respondents had a positive attitude (64.1%). Analysis of the relationship between attitude and the incidence of hypertension in the elderly showed that there was no significant relationship between attitude and the incidence of hypertension in the elderly (p-value > 0.05) and there was also no significant relationship between behavior and the incidence of hypertension in the elderly (p-value > 0.05). Keywords: Elderly, Attitude, Behavior, Hypertension  ABSTRAK Penyakit hipertensi sering disebut sebagai “The Silent Disease” umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penyakit ini sering dikenal juga sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial ekonomi. Meningkatnya prevalensi hipertensi setiap tahunnya menjadi masalah utama di negara berkembang dan negara maju. Berbagai perubahan fisiologis akibat proses penuaan akan dialami oleh lansia yang diantaranya memicu terjadinya hipertensi. Kadar kolestrol total akan meningkat  secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan perilaku lansia dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Raja Basa Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross sectional menggunakan instrumen pengukuran sikap dan perilaku. Jumlah sampel sebanyak 64 responden. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh distribusi responden yang memiliki sikap positif sebanyak 50% demikian juga dengan responden yang memiliki sikap negatif.  Sedangkan untuk perilaku responden, mayoritas responden memiliki perilaku positif (64.1%). Analisis hubungan sikap dengan kejadian hipertensi pada lansia menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan kejadian hipertensi lansia (p-value >0.05) dan juga tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku dengan kejadian hipertensi lansia (p-value >0.05). Kata Kunci: Lanjut Usia, Sikap, Perilaku, Hipertensi 
Analisis Pembatasan Garam pada Pasien Hipertensi dan Faktor-Faktor Determinannya di Desa Perapat Nunggul Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara Sri Handayani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.037 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9471

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a cardiovascular disease that is the main cause of death worldwide. behavior that is often done and causes hypertension such as consuming processed foods, not caring about the salt content in food, adding salt to the table, and not buying low-sodium salt. Salt restriction in hypertensive patients is related to knowledge, family support, and support from health workers. This study aims to analyze salt restriction in hypertensive patients and its determinant factors in Perapat Nunggul Village, Lawe Alas District, and Southeast Aceh District. This research is a correlational analytic descriptive study with a cross-sectional approach. The population is all hypertension sufferers totaling 63 people with a sampling technique in the form of total sampling. The results showed that there was a significant relationship between knowledge, family support, and health worker support with salt restriction in hypertensive patients, with p-values for each variable, namely knowledge (p = 0.000), family support (p = 0.004) and support from health workers (p = 0.011). Based on the results of this study, it is hoped that the Puskesmas will support health workers in home care activities and families can provide support in the form of assessments, awards, and instrumental and emotional. Keywords: Hypertension, salt restriction, knowledge, family, health workers. ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. perilaku yang sering dilakukan dan menjadi penyebab hipertensi seperti mengonsumsi makanan olahan, tidak mempedulikan kadar garam dalam makanan, menambahkan garam di atas meja dan tidak membeli garam rendah sodium. Pembatasan garam pada penderita hipertensi berkaitan dengan pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembatasan garam pada pasien hipertensi dan faktor-faktor determinannya di Desa Perapat Nunggul Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh penderita hipertensi berjumlah 63 orang dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan pembatasan garam pada penderita hipertensi, dengan nilai p-value untuk masing-masing variabel yaitu pengetahuan (p = 0,000), dukungan keluarga (p = 0,004) dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,011). Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan puskesmas mendukung tenaga kesehatan dalam kegiatan home care dan keluarga dapat memberikan dukungan berupa penilaian, penghargaan, instrumental dan emosional. Kata Kunci: Hipertensi, Pembatasan Garam, Pengetahuan, Keluarga, Tenaga Kesehatan.

Page 20 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue