cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Pengaruh Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Remaja di SMPI AL-Munir Bekasi Susanti, Eka; Yuliani, Indah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16353

Abstract

ABSTRACT Sexually transmitted infections (STIs) are clinical infections caused by pathogens and transmitted from one person to another through unprotected sexual contact. Based on an initial survey conducted on 10 adolescents. There are (40%) who have a poor category. This is still far adrift of the Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) data indicators according to (Bekasi District Health Office, 2021) in 2018 with (65.21%). To determine the effect of knowledge level on the risk behavior of sexually transmitted infections in adolescents at SMPI Al-Munir Bekasi in 2024. This study is an Experimental One Group Education by comparing Pre-Test and Post-Test using a questionnaire. The sampling method used total sampling. The sample of this study was class VIII students (early adolescent phase) as many as 72 adolescents. There is a significant effect of knowledge level on the risk behavior of sexually transmitted infections in adolescents at SMPI AL-Munir Bekasi with (p-value 0.05). After educating the level of knowledge (Pre-Test), and (Post-Test) there was an increase in the average score (mean). While in risk behavior there is a decrease in the average score (mean). Thus the higher the level of knowledge, the lower the STI risk behavior. It is expected that adolescents will be more active in adding information and participating in reproductive health education to increase knowledge. Keywords: Adolescents, STIs, Level of Knowledge, Behavior  ABSTRAK Infeksi menular seksual (IMS) merupakan infeksi klinis yang disebabkan oleh patogen dan ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual tanpa kondom. Berdasarkan survei awal yang dilakukan pada 10 remaja. Terdapat (40%) yang memiliki kategori kurang baik. Hal ini masih terpaut jauh dari indikator data Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menurut (Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, 2021) tahun 2018 dengan (65,21%). Untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap perilaku risiko infeksi menular seksual pada remaja di SMPI Al-Munir Bekasi Tahun 2024. Penelitian ini bersifat Eksperimental One Group Edukasi dengan membandingkan Pre-Test dan Post-Test menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa/siswi kelas VIII (fase remaja awal) sebanyak 72 remaja. Ada pengaruh yang signifikan tingkat pengetahuan terhadap perilaku risiko infeksi menular seksual pada remaja di SMPI AL-Munir Bekasi dengan (p-value 0,05). Setelah dilakukan edukasi tingkat pengetahuan (Pre-Test), dan (Post-Test) terjadi peningkatan skor rata–rata (mean). Sedangkan pada perilaku risiko terjadi penurunan skor rata–rata (mean). Dengan demikian semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin rendah perilaku berisiko IMS. Diharapkan remaja lebih aktif dalam menambah informasi dan mengikuti edukasi kesehatan reproduksi untuk meningkatkan pengetahuan. Kata Kunci: Remaja, IMS, Tingkat Pengetahuan, Perilaku
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Ibu dalam Pemberian Makan Pada Balita Berdasarkan Teori Health Belief Model Ferdian, Nizaar; Shaluhiyah, Zahroh; Kartini, Apoina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.16211

Abstract

ABSTRACT Both overweight and obesity are caused by excess nutrient intake. Feeding practices are one of the mother's efforts to prevent obesity in her toddler by controlling the nutritional intake. Obesity during childhood will increase the risk of persistence into adulthood. Obesity has a negative impact on health such as susceptibility to disease and reducing quality of life.  The purpose of this study was to analyze the factors associated with maternal feeding practices in toddlers based on the Health Belief Model Theory. This study is an analytic study with a cross sectional design. The study subjects were 178 mothers who had overweight toddlers and fulfilled the inclusion criteria. Feeding practices were measured using Semi Quantitative Food Frequency and other variables using a structured questionnaire. The results of the analysis using Chi-Square showed that there was an association between perceived susceptibility (p value = 0.020), perceived benefit (p value = 0.024), self-efficacy (p value = 0.018) and cues to action (p value = 0.014). Meanwhile, perceived severity beliefs, and perceived barrier beliefs were not significantly associated with maternal practices in feeding toddlers. The results of multivariate testing using logistic regression showed that perceived susceptibility was the variable that had the strongest effect on the practice of feeding toddlers with OR = 4.067. It can be concluded that mothers who have low susceptibility beliefs have a 4-fold risk opportunity to carry out feeding practices that risk obesity compared to mothers who have high susceptibility beliefs. Keywords: Childhood Obesity, Feeding Practices, Toddlers, Health Belief Model  ABSTRAK Status gizi lebih baik itu overweight maupun obesitas disebabkan oleh kelebihan asupan nutrisi. Praktik pemberian makan merupakan salah satu upaya ibu untuk mencegah terjadinya obesitas pada anaknya dengan mengatur agar angka kecukupan gizinya sesuai. Obesitas saat usia anak akan cenderung berisiko menetap sampai usia dewasa. Obesitas memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan seperti rentan terkena penyakit dan penurunan kualitas hidup.  Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik ibu dalam pemberian makan pada balita berdasarkan Teori Health Belief Model. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 178 ibu yang memiliki balita overweight dan memenuhi kriteria inklusi. Praktik pemberian makan diukur dengan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency dan variabel lainnya menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil analisis menggunakan Chi-Square ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keyakinan kerentanan (perceived susceptibility) (p value=  0,020), keyakinan manfaat (perceived benefit) (p value= 0,024), keyakinan kemampuan diri (self efficacy) (p value= 0,018)  dan isyarat bertindak (cues to action) (p value= 0,014). Sedangkan, keyakinan keparahan (perceived severity) , dan keyakinan hambatan (perceived barrier)  tidak berhubungan signifikan dengan praktik ibu dalam pemberian makan pada balita. Hasil dari pengujian multivariat menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa keyakinan kerentanan (perceived susceptibility) adalah variable yang berpengaruh paling kuat terhadap praktik pemberian makan balita dengan OR= 4,067. Dapat disimpulkan bahwa ibu yang memiliki keyakinan kerentanan rendah memiliki peluang risiko 4 kali lipat untuk melakukan praktik pemberian makan yang berisiko obesitas dibandingkan ibu yang memiliki keyakinan kerentanan tinggi. Kata Kunci: Obesitas Anak, Praktik Pemberian Makan, Balita, Health Belief Model
Efektivitas Perawatan Induk Kanguru dengan Stabilkan Suhu dan Pertambahan Berat Badan pada Bayi Prematur di Rumah Sakit Swasta Regina Vidya Trias Novita; Ullis Indah Lestari; Tuti Asrianti Utami
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15233

Abstract

ABSTRACT The problem of low birth weight, especially in premature birth and LBW, needs to be handled properly and immediately. However, this process tends to be costly and high-maintenance, and the limited number of incubators can be an obstacle. KMC is one method to replace incubators effectively and efficiently. The aim of the study is to determine the effectiveness of KMC on temperature and weight stability for premature babies at X Bekasi Hospital. This research method is a retrospective design with a control group pretest posttest design, which was conducted in August 2023–February 2024. We used total sampling, with a total sample of 72 respondents: 55 premature and LBW babies who were given KMC and 17 who were not given KMC. The results of the study obtained the average value of gestational age in the intervention vs. control group (32.84 vs. 34.33 weeks) and birth weight (1920.49 vs. 2270.47 grams). Weight gain in the intervention group during 2 weeks is 2039.69 grams, 2061.44 grams, 2083.80 grams, and 2105.95 grams. Temperature stability for 2 weeks is 36.40°C, 35.60°C, 36.90°C, and 37.30°C. The results show the mean gain weight in the control group is decreasing. KMC is effective for gestation age (p value 0.045) and weight (p value 0.003). KMC is effective for temperature (p value 0.000) and weight (p value 0.023) pre- and post-iintervention. will provide complementary therapies that are appropriate, effective, safe, and affordable for patients to support weight gain and temperature stability in premature infants. KMC results in better weight gain, decreases the risk of hypothermia, and stabilizes temperatures, so the treatment of the KMC method can be a substitute for the incubator in overcoming hypothermia and weight gain in premature infants. Keywords: Kangaroo Mother Care, Stabilizes Temperature, Birth Weight, And Premature ABSTRAK Permasalahan berat badan lahir rendah khususnya pada kelahiran prematur dan BBLR perlu ditangani dengan baik dan segera. Namun, proses ini cenderung mahal dan memerlukan banyak pemeliharaan, serta terbatasnya jumlah inkubator dapat menjadi kendala. KMC merupakan salah satu metode pengganti inkubator secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas KMC terhadap stabilitas suhu dan berat badan bayi prematur di RS X Bekasi. Metode penelitian ini adalah desain retrospektif dengan desain control group pretest posttest yang dilakukan pada bulan Agustus 2023–Februari 2024. Teknik yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden yaitu 55 bayi prematur dan BBLR yang diberikan KMC dan 17 bayi tidak diberikan KMC. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata usia kehamilan pada kelompok intervensi vs kontrol (32,84 vs 34,33 minggu) dan berat badan lahir (1920,49 vs 2270,47 gram). Pertambahan berat badan pada kelompok intervensi selama 2 minggu adalah 2039,69 gram, 2061,44 gram, 2083,80 gram, dan 2105,95 gram. Kestabilan suhu selama 2 minggu yaitu 36,40°C, 35,60°C, 36,90°C, dan 37,30°C. Hasil penelitian menunjukkan rerata pertambahan berat badan pada kelompok kontrol mengalami penurunan. KMC efektif untuk usia kehamilan (p value 0,045) dan berat badan (p value 0,003). KMC efektif untuk suhu (p value 0,000) dan berat (p value 0,023) sebelum dan sesudah intervensi. akan memberikan terapi komplementer yang tepat, efektif, aman, dan terjangkau bagi pasien untuk mendukung penambahan berat badan dan stabilitas suhu pada bayi prematur. KMC memberikan hasil pertambahan berat badan yang lebih baik, menurunkan risiko hipotermia, dan menstabilkan suhu, sehingga pengobatan metode KMC dapat menjadi pengganti inkubator dalam mengatasi hipotermia dan penambahan berat badan pada bayi prematur. Kata Kunci: Kangaroo Mother Care, Menstabilkan Suhu, Berat Badan Lahir, dan Prematur
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Management Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukawati I Antari, Luh Putu Juni; Kamaryati, Ni Putu; Krisnandari D, Anak Agung Istri Wulan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.15658

Abstract

ABSTRACT Implementing self care management for patient with hypertension is one way to prevent uncontrolled hypertension. Successful implementation of self care management requires support from family. Good family support will influence the implementation of self care management in hypertensive patients. This stdu aims to determine the correlation between family support and self care management in hypertensive patients in UPTD Puskesmas Sukawati I. This study employed correlation analytical design with cross sectional approach. There were 166 respondents recruited as the sample through convenience sampling technique. Data was collected using questionnaires of family support and Self Care Management and analyzed by using Spearman's Rho in the SPSS version 20. The findings showed there were 67 respondents (40.4%) stated that the family support provided was in sufficient category and 126 respondents (75.9%) were in the category of good self care management. Moreover, there was a significantly associated between family support and self care management (r = 0,804, p-value = < 0,001). Based on the result of the study, it can be concluded that the better family support, the better the application of self care management in hypertensive patients. It is hoped that nurses and community officers can include the families in the hypertension control program. Keywords: Hypertension, Family Support, Self Care Management  ABSTRAK Penerapan self care management pada penderita hipertensi salah satu cara mencegah hipertensi yang tidak terkontrol. Dalam keberhasilan penerapan self care management diperlukan dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang baik akan berpengaruh terhadap penerapan self care management pada penderita hipertensi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care management pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukawati I. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 166 responden dengan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Self Care Management serrta analisis yang digunakan adalah Spearman’s Rho menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 67 (40.4%) responden menyatakan dukungan keluarga yang diberikan cukup. Sebanyak 126 (75.9%) responden sudah dalam kategori self care management baik. Terdapat hubungan natara dukungan keluarga dengan self care management (r = 0,804, p-value = < 0,001).  Semakin baik dukungan keluarga maka semakin baik pula penerapan self care management pada penderita hipertensi. Diharapkan perawat dan petugas ditatanan komunitas dapat mengikutsertakan keluarga dalam program pengendalian hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Dukungan Keluarga, Self Care Management
Hubungan Kepatuhan Minum Obat terhadap Penderita Hipertensi di Wilayah Kp. Rawadas RW. 03 Kelurahan Pondok Kopi Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur syafi’I, Arif Ramdhan; Cusmarih, Cusmarih
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.16029

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the main health problems throughout the world, both in developed and developing countries. Every year the incidence of hypertension continues to increase (Chasanah & Sugiman, 2022). Elderly compliance in taking antihypertensive medication is one of the determining factors in controlling blood pressure. Based on the reasons above, the author is interested in taking the title above with Medication Compliance in Hypertension Sufferers in the Kp Area. Rawadas RW. 03 Pondok Kopi Village, Duren Sawit District, East Jakarta. The aim of this research is to determine the relationship between medication adherence and hypertension sufferers. The research design used is analytical with a cross sectional approach, where data relating to the dependent variable and independent variables is carried out at the same time using a questionnaire. This study uses primary and secondary data where the independent variable is compliance and the dependent variable is taking medication for hypertension. The results of the study showed that there was no significant relationship between age and compliance with taking hypertension medication with a p value of 0.894 (p>0.05). There is no significant relationship between gender and compliance with taking hypertension medication with a p value of 0.523 (p> 0.05). From the results of research that has been carried out, it is known that there is no significant relationship between age and compliance with taking hypertension medication with a p value of 0.894 (p> 0.05). From the results of research that has been carried out, it is known that there is no significant relationship between age and adherence to taking hypertension medication with a p value of 0.894 (p>0.05). There was no significant relationship between gender and compliance with taking hypertension medication with a p value of 0.523 (p>0.05). Keywords: Hypertension, Reluctance to Take Medication, Elderly  ABSTRAK Kepatuhan lansia dalam minum obat antihipertensi menjadi salah satu faktor penentu dalam mengendalikan tekanan darah. Berdasarkan alasan di atas penulis tertarik mengambil judul diatas dengan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Penderita Hipertensi di Wilayah Kp. Rawadas RW. 03 Kelurahan Pondok Kopi Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan Minum Obat Terhadap Penderita Hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana data yang berhubungan dengan variabel dependen dan variabel independen dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dimana variabel bebasnya adalah kepatuhan dan variabel terikatnya minum obat pada hipertensi. Hasil penelitian menunjukan Tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan kepatuhan minum obat hipertensi dengan p value 0,894 (p>0,05). Tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan kepatuhan minum obat hipertensi dengan p value 0,523 (p>0,05).Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan bahwa diketahui Tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan kepatuhan minum obat hipertensi dengan p value 0,894 (p>0,05). Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan bahwa diketahui Tidak ada hubungan bermakna antara usia dengan kepatuhan minum obat hipertensi dengan p value 0,894 (p>0,05). Tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan kepatuhan minum obat hipertensi  dengan p value 0,523 (p>0,05). Kata Kunci: Hipertensi, Kepartuhan Minum Obat, Lansia
Efektifitas Ekstrak Daun Tapak Dara terhadap Penyembuhan Luka Kala, Pasyamei Rembune; Jannah, Miftahul; Zahara, Hafni; Hafidhah, Silfia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.15499

Abstract

ABSTRACT The tapak dara plant (catharanthus roseus) contains flavonoids that are effective for healing burns. Tapak Dara has active compounds such as alkaloids reserpine, vindolin, katarantin, leurosin, adenosine, and tetrahydroalstonina which are located in all parts of the plant. Flavanoids and Triterpenoids have been shown to have properties that accelerate the wound healing process. The properties of the two components are known to have astrigenic and antimicrobial properties and play a role in wound contraction and accelerate epithelialization. This study aims to determine the effect of tapak dara leaf extract on burn wound healing. This research is an experimental study, to determine the effectiveness of tapak dara leaf extract with burn wound concentration. The sample in this study used tapak dara (catharanthus roseus) leaves taken from several villages in Aceh Besar and Banda Aceh. The extraction of tapak dara leaves was carried out for 48 hours with occasional stirring, after 48 hours the sample was filtered using filter paper to separate the residue from the filtrate, the filtrate obtained was then evaporated by using a rotary evaporator instrument to obtain a thick extract of tapak dara leaves. The tapak dara leaf extract obtained was 3.06 grams. In this study, 3 mice were prepared for experiments aged approximately 2 months with a body weight of 40-50 grams. Mice are kept for 5 days so that the test animals get used to the new environment and treatment, mice are placed in cages and fed enough every day. Mice are made burns on the back using a metal with a diameter of 23 mm, by heating the metal in a blue flame for 3 minutes and then attached to the mice's back for 5 seconds. Then, mice that have been burned are given different treatments. The results of the percentage of burn wound healing obtained using tapak dara leaf extract, where the healing reached 90% on day 7, the positive control healing reached 87% and the negative control had a percentage of wound healing that was not too large but showed the healing process. Tapak dara leaf extract can heal burn wounds with a percentage of 89% or 8mm on day 7. This is because topical application of tapak dara leaf extract can accelerate the wound healing process measured by the speed of wound closure and epithelialization period. Keywords: Tapak Dara, Burns, Flavanoids and Epithelialization ABSTRAK Tanaman tapak dara (catharanthus roseus) mengandung flavonoid yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka bakar. Tapak Dara memiliki senyawa aktif seperti alkaloid reserpin, vindolin, katarantin, leurosin, adenosin, dan  tetrahidroalstonina yang berada pada seluruh bagian tanaman. Flavanoida dan Triterpenoida telah terbukti mempunyai khasiat mempercepat proses kesembuhan luka. Khasiat kedua komponen tersebut diketahui mempunyai sifat astrigen dan antimikroba dan berperan dalam kontraksi luka serta mempercepat epitelisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh ekstrak daun tapak dara terhadap penyembuhan luka bakar. Penelitian ini berupa penelitian eksperimen, untuk menentukan efektivitas ekstrak daun tapak dara dengan konsentrasi luka bakar. Sampel dalam penelitian ini menggunakan daun tapak dara (catharanthus roseus) yang di ambil dari beberapa desa di Aceh Besar dan Banda Aceh. Ekstraksi  daun tapak dara dilakukan selama 48 jam dengan sesekali dilakukan pengadukan, setelah 48 jam sampel di saring menggunakan kertas saring untuk memisahkan residu dengan filtrat, filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan pelarutnya dengan menggunakan instrumen rotary evaporator untuk mendapatkan ekstrak kental daun tapak dara. Ekstrak daun tapak dara yang di dapatkan sebanyak 3.06 gram. Pada penelitian ini disiapkan 3 ekor mencit untuk percobaan usia kurang lebih 2 bulan dengan berat badan 40-50 gram. Mencit di peliharan selama 5 hari agar hewan uji terbiasa dengan lingkungan dan perlakuan baru,mencit di letakkan di kandang dan di beri makan yang cukup setiap harinya. Mencit dibuat luka bakar pada bagian punggung menggunakan logam ber diameter 23 mm, dengan cara memanaskan logam di api biru selama 3 menit lalu ditempelkan pada punggung mencit selama 5 detik. Kemudian, mencit yang telah dibuat luka bakar diberikan perlakuan yang berbeda. Hasil dari persentese penyembuhan luka bakar didapatkan persentase kesembuhan menggunakan ekstrak daun tapak dara, dimana penyembuhannya mencapai 90% pada hari ke-7, kontrol positif penyembuhannya mencapai 87% dan kontrol negatif memiliki persentase penyembuhan luka yang tidak terlalu besar tetapi menunjukkan adanya proses penyembuhan. Ekstrak daun tapak dara dapat menyembuhkan luka bakar dengan persentase 89% atau 8mm pada hari ke-7. Hal ini di karenakan pemberian ekstrak daun tapak dara secara topikal dapat mempercepat proses kesembuhan luka diukur dari kecepatan penutupan luka dan periode epitelisasi. Kata Kunci: Tapak Dara, Luka Bakar, Flavanoida dan Epitelisasi
Pencegahan Plebitis dengan Assesment Skor Diva dalam Intervensi Bundle Adult Hastuti, Eka Puji; Armiyati, Yunia; Soesanto, Edy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16121

Abstract

ABSTRACT Peripheral intravenous catheters (PIVC) are the most commonly used invasive medical devices in healthcare with an overall failure rate of 35-50%. The aim of this literature review is to increase awareness that infections caused by PIVC are a relevant problem that can be reduced by changes in practice Research Method: literature review by searching articles on the Scopus, Science Direct, Pubmed, Google Scholar databases between 2019-2024 using the PRISMA method The keywords used are phlebitis and Bundle Adult and Diva Score. Article searches found 10 sources that met the inclusion criteria. Results: Criteria for inclusion in the search. Sources of this literature include: articles that examine the prevention of phlebitis by assessing DIVA scores in interns, articles available in English or Indonesian, articles available in full text form, articles published in 2019-2023, and in the form of research articles/original articles. The research articles reviewed by researchers are briefly explained. The conclusion of this literature review is nursing interventions that can be used in practice to prevent complications of PIVC installation. Keywords: Phlebitis And Bundle Adult and Diva Score ABSTRAK Kateter intravena perifer (PIVC) merupakan perangkat medis invasif yang paling umum digunakan dalam layanan kesehatan dengan tingkat kegagalan keseluruhan 35-50%. Tujuan dari literatur review ini untuk meningkatkan kesadaran bahwa infeksi yang disebabkan oleh PIVC merupakan masalah relevan yang dapat dikurangi dengan perubahan praktik Metode Penelitian: literature review dengan menelusuri artikel pada database Scopus, Scince Direct, Pubmed, Google Scholar antara tahun 2019-2024 dengan metode PRISMA. Kata kunci yang digunakan yaitu plebitis dan Bundle Adult dan Diva Score. Penelusuran artikel didapatkan 10 sumber yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Kriteria Penyertaan dalam pencarian Sumber literatur ini antara lain: artikel yang mengkaji tentang pencegahan plebitis dengan assesment skor diva dalam internsi, artikel tersedia dalam bahasa Inggris atau Indonesia, artikel tersedia dalam bentuk full text, artikel terbitan tahun 2019-2023, dan dalam bentuk artikel penelitian/artikel asli. Artikel penelitian yang direview peneliti dijelaskan secara singkat Kesimpulan simpulan pada literatur review ini  adalah intervensi keperawatan yang dapat digunakan dalam praktek untuk mencegah komplikasi pemasangan PIVC Kata Kunci: Plebitis and Bundle Adult and Diva Score
Pengaruh Kualitas Sistem dan Performance Expectancy terhadap Penggunaan Rekam Medis Elektronik dengan Supervisi sebagai Variabel Moderator di Unit Rawat Jalan RSUP Dr Sitanala Kota Tangerang Purwanti, Amalia Indah; Markam, Hosizah; Ramdhan, Yanuar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i11.15172

Abstract

ABSTRACT All health service facilities are required to maintain Electronic Medical Records in accordance with standards determined by the Ministry of Health. Measuring use in information systems can be seen from various perspectives and the use of electronic medical records can be influenced by system quality, performance expectations and supervision. This research aims to analyze the influence of system quality and performance expectancy on the use of Electronic Medical Records partially or jointly as well as supervision as a moderator variable. This type of research is quantitative with a cross sectional study design. The population used was 62 health workers in outpatient installations as RME users. The sampling technique uses the total sample. Data collection analysis techniques use survey methods, and data analysis techniques use PLS-SEM using the smart-PLS program and three box method analysis. The moderating role of supervision on the influence of performance expectancy on the use of RME shows a comparison of the TV value of 0.908 < 1.96, which means that supervision does not moderate the influence of performance expectancy on the use of RME, so H5 is rejected. Conclude that system quality and performance expectancy contribute strongly to influencing usage. System quality and performance expectancy have a positive and significant effect on the use of RME. Keywords: System Quality, Performance Expectancy, Supervision, Use, Electronic Medical Records  ABSTRAK Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik sesuai dengan standar yang telah ditentukan kemeterian kesehatan. Mengukur penggunaan dalam sistem informasi dapat dilihat dari berbagai perspektif dan penggunaan rekam medis elektronik dapat dipengaruhi oleh kualitas sistem, performance expectancy dan supervisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas sistem dan performance expectancy terhadap penggunaan Rekam Medis Elektronik secara parsial maupun bersama-sama serta supervisi sebagai variable moderator. Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan disain cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah tenaga kesehatan di instalasi rawat jalan sebagai pengguna RME berjumlah 62 orang. Teknik sampel menggunakan total sampel. Teknik analisa pengumpulan data menggunakan metode survei, dan teknik analisa data menggunakn PLS-SEM menggunakan program smart-PLS serta analisa three box method. Pada peran moderasi supervisi atas pengaruh performance expectancy terhadap penggunaan RME menunjukkan perbandingan nilai TValue 0,908 < 1,96 yang berarti bahwa supervisi tidak memoderasi pengaruh performance expectancy terhadap penggunaan RME, sehingga H5 ditolak. Menyimpulkan bahwa kualitas sistem dan performance expectancy berkontribusi kuat dalam mempengaruhi penggunaan. Kualitas sistem dan performance expectancy berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan RME.  Kata Kunci:  Kualitas Sistem, Performance Expectancy, Supervisi, Penggunaan, Rekam Medis Elektronik
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja pada Siswa di SMK Generasi Mandiri Gunung Putri Bogor Hasdiana, Hasdiana; Barkah, Asep
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16548

Abstract

ABSTRACT WHO in 2022 reported that every year an estimated 21 million girls aged 15-19 years in developing countries become pregnant and around 12 million of them give birth. In Indonesia, according to the Indonesian Health Survey Report (2023), the proportion of women aged 10-19 years who have ever been pregnant is 64.4% and 12.8% are currently pregnant. Unwanted pregnancy is as much as 40%. Meanwhile, according to data from the National Population and Family Planning Agency in 2023, unwanted pregnancies in Indonesia reached 17.5%. Of the total adolescent population (aged 14-19 years), there are 19.6% cases of unwanted pregnancies. Adolescent problems related to reproductive health behavior are all rooted in a lack of information, knowledge and awareness to achieve reproductive health. Knowing the relationship between the level of adolescent knowledge and adolescent reproductive health behavior among students. Analytical with cross sectional design. The sample in this research was 47 students from class XI of SMK Generasi Mandiri. The sampling technique uses Random Sampling. The frequency distribution of adolescent knowledge was mostly good (55.3%) and adolescent reproductive health behavior was good (68.1%). There is a relationship between the level of adolescent knowledge and adolescent reproductive health behavior among students (p. value 0.000). There is a relationship between the level of adolescent knowledge and adolescent reproductive health behavior among students. It is hoped that health workers will carry out outreach about Adolescent Reproductive Health in youth organizations and in schools. Keywords: Knowledge, Health Behavior, Reproduction  ABSTRAK WHO tahun 2022 melaporkan bahwa setiap tahun diperkirakan 21 juta anak perempuan berusia 15-19 tahun di negara berkembang hamil dan sekitar 12 juta di antaranya melahirkan. Di Indonesia, menurut Laporan Survei Kesehatan Indonesia (2023), proporsi perempuan usia 10-19 tahun pernah hamil 64,4% dan 12,8% sedang hamil. Kehamilan yang tidak diinginkan sebanyak 40%. Sementara itu, menurut data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional tahun 2023, kehamilan tidak diinginkan di Indonesia mencapai 17,5%. Dari jumlah penduduk Remaja (usia 14-19 tahun) terdapat 19,6% kasus kehamilan tak diinginkan. Permasalahan remaja yang berkaitan dengan perilaku kesehatan reproduksi yang semuanya berakar dari kurangnya informasi, pengetahuan dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Mengetahui hubungan  tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja pada siswa. Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa/siswi kelas XI SMK Generasi Mandiri sebanyak 47 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Distribusi frekuensi pengetahuan remaja sebagian besar baik (55,3%) dan perilaku kesehatan reproduksi remaja baik (68,1%). Ada hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja pada siswa (p. value 0,000). Ada hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja pada siswa. Diharapkan tenaga kesehatan melakukan sosialisasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di organisasi – organisasi remaja maupun di sekolahan. Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Kesehatan, Reproduksi
Hubungan Kepemimpinan Transformasional Dosen terhadap Produktivitas Kerja Mahasiswa Keperawatan Universitas Malahayati Kota Bandar Lampung Ryalita, Novindri; Zainaro, M. Arifki; Triyoso, Triyoso
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i12.16512

Abstract

ABSTRACT Transformational leadership of lecturers plays a crucial role in influencing the work productivity of students across various fields of study, including nursing. This leadership approach is essential in supporting the learning and development of nursing students. This study aims to explore and analyze the relationship between transformational leadership of lecturers and the work productivity of nursing students. By understanding the dynamics and influence of this leadership style, it is hoped to provide deep insights into the factors affecting the work productivity of nursing students. To know the relationship between transformasional leadership and work productivity of nursing students at Malahayati University, with a sample of 123 respondents. The sample approach used in this study is Simple Random sample. The analysis results indicate that the majority of lecturer’s exhibit non-transformasional leadership, and most nursing students are not productive. The p-value is 0.001 (<0.05), which means there is a significant relationship between the serving leadership of lecturers and the work productivity of students. It would be better for lecturers to be more nurturing, inspiring and motivating for students. Keywords: Transformasional Leadership, Work Productivity, Nursing Students  ABSTRAK Kepemimpinan transformasional dosen memiliki peran penting dalam mempengaruhi produktivitas kerja mahasiswa di berbagai bidang studi, termasuk studi keperawatan. pendekatan kepemimpinan ini diperlukan dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan antara kepemimpinan transformasional dosen dengan produktivitas kerja mahasiswa keperawatan. Dengan memahami dinamika dan pengaruh dari jenis kepemimpinan ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kerja mahasiswa keperawatan. Diketahui hubungan gaya kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja mahasiswa keperawatan di universitas malahayati Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa keperawatas universitas malahayati, dengan sampel berjumlah 123 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Simple Random  Sampling. Pada penelitian ini hasil analisis menunjukan sebagian besar kepemimpinan dosen tidak transformasional, dan Sebagian besar mahasiswa keperawatan tidak produktif, p-value 0,001 (<0,05) yang berarti ada hubungan antara kepemimpinan transformasional dosen terhadap produktivitas kerja mahasiswa.  Sebaiknya untuk dosen lebih mengayomi, mengispirasi serta memotivasi mahasiswa. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Produktivtas Kerja, Mahasiswa Keperawatan

Page 92 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue