cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 478 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DENGAN TINDAKAN PEMILIHAN MAKANAN JAJANAN PADA SISWA KELAS IV DAN V DI KOMPLEKS SD N TELADAN BALAI-BALAI PADANG PANJANG Weni Lidya Hendayani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1252

Abstract

Menurut badan kesehatandunia WHO, jajanan di Indonesia tidak menerapkan standar yangdirekomendasikan WHO itu sehingga dinilai bertkualitas buruk dan tak memenuhi standar gizi.Makanan jajanan sekolah merupakan masalah yang perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnyaorang tua, pendidik, dan pengelola sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan penegtahuan dan sikap siswa tentang makanan jajanan dengan tindakan pemilihanmakanan jajanan pada siswa kelas IV dan V di Kompleks SD N Teladan Balai-Balai PadangPanjang.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatancross sectional study. Penelitian dilakukan di kompleks sd n teladan padang panjang pada bulanfebruari 2014. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 333 orang siswa. Teknik pengambilansampel secara random sample, dengan jumlah 66 orang siswa. Pengolahan data dilakukan secarakomputerisai menggunakan program SPSS dengan analisa Univariat dan Bivariat, uji statistic yangdipakai adalah chi-square pada derajat kemaknaan 95% dan dikatakan bermakna apabila p value 0,05.Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa 68,2% responden memiliki tingkat pengetahuanyang tinggi tentang makanan jajanan. 72,7% responden memiliki sikap positif tentang makananjajanan, dan 74,2% responden memiliki tindakan pemilihan makanan jajanan yang baik. Padaanalisa bivariate p value = 0,000 berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan siswa dengantindakan pemilihan makanan jajanan, dan p value = 0,000 berarti terdapat hubungan antara sikapsiswa dengan tindakan pemilihan makanan jajanan.Maka dari itu pihak sekolah hendaknya dapatmenyediakan makanan jajanan yang sehat yang dipantau secara berkala dan memberlakukanperaturan kepada penjual makanan keliling yang mangkal di lingkungan sekolah sesuai dengansyarat-syarat kesehatan.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan
PERBEDAAN JUMLAH LIMFOSIT PADA TENAGA KESEHATAN YANG SUDAH MENERIMA VAKSIN DOSIS LENGKAP DENGAN YANG TIDAK MENERIMA VAKSIN COVID - 19 DI RSUD ACEH SINGKIL Nisnawati Nisnawati; Niken Niken; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1275

Abstract

Limfosit ditemukan dalam darah dan limfonodi. Selain sel Natural Killer (NK), sel T dansel B adalah berbagai bentuk limfosit. Masing-masing sel ini memainkan peran mendasardalam respons imun adaptif tubuh. Sel B berperan penting dalam respon imun, secararesmi dikenal sebagai prekursor sel penghasil antibodi, Sel T berperan dalam responimun sitotoksik. Sel T termasuk dalam sistem imun adaptif dan melakukan beragamfungsi dalam regulasi imun, peradangan, serta respons imun protektif. Tujuanpemeriksaan limfosit pada nakes yang divaksin Covid-19 adalah untuk mengetahuirespon imun tubuh terhadap Antigen virus dan terbentuk antibodi tubuh. Pemeriksaanjumlah limfosit dapat dilakukan dengan menggunakan alat hematologi analyzer.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan jumlah limfosit pada tenagakesehatan yang sudah divaksin dan yang tidak divaksin COVID-19 dosis lengkap.Desain penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross sectionalstudy. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium RSUD Aceh Singkil KabupatenAceh Singkil dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai denganbulan September 2021. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden yaitu 15responden adalah nakes yang sudah divaksin COVID-19 dosis lengkap dan 15 respondenadalah nakes yang tidak divaksin COVID-19. Analisa data secara univariat dan bivariatdengan memakai uji t test independent. Hasil dari penelitian menunjukkan reratajumlah yang didapatkan pada pemeriksaan jumlah limfosit pada nakes yang divaksinCOVID-19 dosis lengkap adalah 35,27%. Rerata jumlah limfosit pada nakes yangtidak divaksin COVID-19 adalah 28,87%. Kesimpulan dari penelitian ini yaituterdapat perbedaan jumlah limfosit pada nakes yang divaksin COVID-19 dosislengkap dengan nakes yang tidak divaksin COVID-19dengan ρv diperoleh =0.013.Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian tingkat akurasi,dan presisi pemeriksaan jumlah limfosit sebelum dan sesudah vaksinasi dengan goldstandard dan dilakukan penelitian untuk membandingkan pemeriksaan jumlah limfositpada responden yang sudah divaksin dengan yang tidak divaksin dengan metode lainyayang lebih lengkap dengan menggunakan subjek yang lebih banyak sebagai sampelpenelitian.Kata Kunci: Jumlah Limfosit,Tenaga Kesehatan ,Vaksin COVID-19
Penatalaksanaan Pada An. A Balita 31 Bulan Dengan Gizi Kurang Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Eniwati Eniwati; Agung Ikhssani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1177

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor penting yang dapat menentukan tingkat kesehatan antara pertumbuhan fisik dan perkembangan mental seseorang. Masalah gizi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh banyak faktor, sehingga penanggulangannya tidak cukup dengan pendekatan medis maupun pelayanan kesehatan saja. Masalah gizi kurang atau gizi buruk dapat memberikan dampak jangka pendek terhadap perkembangan anak yaitu anak mengalami gangguan bicara, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik serta menjadi apatis. Menerapkan pendekatan dokter keluarga secara holistik dan komprehensif dalam mendeteksi faktor risiko internal dan eksternal serta menyelesaikan masalah berbasis Evidence Based Medicine yang bersifat family-approached dan patient-centered. Studi yang dilakukan adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan ke rumah. Data sekunder didapat dari buku KIA pasien. An. A usia 31 bulan mengalami berat badan yang sulit naik sejak usia 10 bulan. Tidak ada keluhan lainnya. Pasien tidak rutin datang ke Posyandu semenjak pandemi. Riwayat persalinan pasien lahir di bidan pada usia kehamilan 37 minggu dengan BB lahir 2600 gram dan PB lahir 46 cm. Riwayat makan pasien yaitu ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan, selanjutnya pasien mulai MP-ASI dan ASI hingga usia saat ini. Ibu pasien mengatakan bahwa pasien setiap hari gemar makan jajan seperti biskuit, wafer, roti, gorengan dan permen. Saudara kandung ayah pasien yang tinggal serumah merupakan perokok dan kadang-kadang merokok di dalam rumah. Penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien ini telah dilakukan secara holistik, patient centered, family approach dan berdasarkan beberapa teori dan penelitian terkini. Pada proses perubahan perilaku, pasien sudah mencapai tahap adopsi.
PROFIL TUMOR OVARIUM DI RSI SITI RAHMAH PADANG TAHUN 2017-2018 Fadhilah S; Oktora MZ; Pitra DAH
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1316

Abstract

Tumor ovarium adalah tumor yang berasal dari sel-sel ovarium yang dapat bersifat jinak, borderline dan ganas. Tumor ovarium jinak dapat berupa non-neoplasma atau neoplasma. Tumor ganas atau kanker merupakan pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal yang kemudian dapat menyerang bagian tubuh dan menyebar ke organ lain. Angka kejadian kista ovarium di Indonesia sebanyak 23.400 orang dan meninggal sebanyak 13.900 orang. Angka kejadian keganasan ovarium di RSUP M.Djamil Padang terjadi kenaikan tahun 2011 sebanyak 103 kasus meningkat menjadi 156 kasus pada tahun 2012. Keganasan ovarium umumnya ditemukan pada stadium lanjut, hal ini dikarenakan keganasan ovarium tumbuh dan membesar biasanya tanpa disertai keluhan yang nyata oleh sebab itu keganasan ini sering disebutt silent killer. Maka dari itu perlu dilakukannya skrining untuk mendeteksi adanya keganasan ovarium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tumor ovarium di RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2017-2018 yang mencakup distribusi frekuensi berdasarkan usia, paritas, konsistensi tumor dan gambaran histopatologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2019 – Januari 2020 dan menggunakan data rekam medis pasien tumor ovarium di RSI Siti Rahmah Padang. Sampel penelitian sebanyak 50 orang yang diperoleh dengan teknik total sampling dan diperoleh hasil distribusi frekuensi penderita tumor ovarium berdasarkan usia lebih banyak pada rentang usia 23-28 tahun ( 22,0%). Berdasarkan jumlah paritas lebih banyak pada perempuan nulipara ( 60,0% ) serta berdasarkan konsistensi tumor yang terbanyak yaitu kenyal (52,0% ) dan berdasarkan gambaran histopatologi yang terbanyak yaitu tumor jinak cystadenoma ovarii serosum (36,0%).Kata Kunci: Usia, Paritas, Konsistensi, Gambaran Histopatologi
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA Aprima Yona Amir; hartati derimanila; fafelia rozyka meysetri; febby herayono
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1198

Abstract

Anemia dalam kehamilan dapat berpengaruh buruk terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kebutuhan zat besi meningkat dari sebelum hamil dan saat hamil kebutuhan zat besi meningkat mencapai 50% sehingga dalam upaya untuk mencegah dan mengatasi penurunan kadar hemoglobin (hb) yang disebabkan kekurangan mengkonsumsi besi, antara lain dengan suplementasi besi – folat secara rutin yaitu 90 tablet selama jangka waktu tertentu. 2,3Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin (hb) dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet FE pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja puskesmas Lubuk Buaya Padang. Metode penelitian ini adalah cross sectional study. Responden penelitian adalah 35 orang ibu hamil dengan usia kehamilan ≥ 28 minggu di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang yang masuk kriteria inklusi dan ekslusi, dengan menggunakan accidental sampling. Alat Penelitian ini menggunakan kuisioner terbuka. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe dalam kategori patuh yaitu 74,3%, Distribusi kadar Hb ibu hamil trimester III yang mempunyai kadar Hb ≥ 11gr% sebanyak 68,6%, Ibu hamil trimester III yang patuh mengkonsumsi tablet Fe sebagian besar mempunyai kadar Hb ≥ 11gr% sebanyak 86,4%. Terdapat hubungan yang signifikan kadar HB dengan kepatuhan mengkonsusi tablet FE pada ibu hamil trimester III (p=0,02). Pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan kadar hemoglobin (HB) dengan kepatuhan mengkonsusmsi tablet FE pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja puskesmas lubuk buaya padang
Laporan kasus : Demam Typhoid Pada An. AI Balita Berumur 26 Bulan dengan Intoleransi laktosa Muhammad Farras Afif Syamhudi; Agung Ikhssani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1222

Abstract

Demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan paratyphi, merupakan penyebab umum penyakit demam berkepanjangan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama terutama di negara berkembang. Penyakit ini telah mencapai distribusi global dan merupakan penyebab penting morbiditas dan mortalitas dan lebih umum di negara berkembang karena sanitasi yang buruk, standar kebersihan pribadi yang buruk dan konsumsi makanan yang terkontaminasi. Diagnosis didasarkan pada isolasi Salmonella typhi atau paratyphi dari kultur darah, urin, sumsum tulang atau tinja. Demam tifoid adalah salah satu penyakit demam yang paling umum di negara berkembang. Setelah masa inkubasi 7 sampai 14 hari, timbul demam dan malaise. Demam kemudian disertai dengan menggigil, sakit kepala, malaise, anoreksia, mual, ketidaknyamanan perut samar-samar, batuk kering dan mialgia diikuti oleh hepatomegali, dan splenomegali. Pemberian antibiotik yang tepat setelah diagnosis dini sangat penting untuk manajemen yang optimal. Pengetahuan tentang kerentanan antibiotik sangat penting dalam menentukan obat mana yang akan digunakan. pasien dapat dikelola di rumah dengan antibiotik oral dan tindak lanjut yang teratur. Namun, pasien dengan penyakit parah, muntah terus-menerus, diare parah, dan perut kembung, memerlukan rawat inap dan pengobatan antibiotik parenteral. Kloramfenikol adalah obat pilihan. Intoleransi laktosa adalah kondisi gastrointestinal umum yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk mencerna dan menyerap laktosa makanan. Intoleransi laktosa primer adalah jenis intoleransi laktosa yang paling umum adalah salah satu bentuk intoleransi makanan yang paling umum dan terjadi ketika aktivitas laktase berkurang di brush border mukosa usus kecil. Orang mungkin tidak toleran laktosa pada tingkat yang berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan gejala ini. Ketika laktosa tidak dicerna, akan difermentasi oleh mikrobiota usus, menyebabkan sakit perut, kembung, dan diare dengan variabilitas intraindividual dan interindividual yang cukup besar dalam tingkat keparahan manifestasi klinis. Laporan kasus ini membahas tentang Demam Typhoid Pada An. AI Balita Berumur 26 Bulan dengan Intoleransi laktosa
PENATALAKSANAAN HOLISTIK ASMA PERSISTEN SEDANG PADA PASIEN PEREMPUAN 36 TAHUN MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA Dinda Annisa Fitria; Fitria Saftarina
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1280

Abstract

Pendahuluan: Asma merupakan penyakit saluran pernapasan kronik yang dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Penatalaksanaan asma harus dengan pemantauan yang berkelanjutan untuk tercapainya asma yang terkontrol, sehingga diperlukan tatalaksana pasien secara holistik dan komprehensifuntuk meningkatkan kualitas hidup pasien.Metode: Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang saat kunjungan ke rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif.Hasil: Pasien wanita dewasa dengan asma persisten sedang. Dilakukan penatalaksanaanpasiensecara komprehensif dengan konsep patient-centered approach, family-focused, dan community-oriented. Tatalaksana medikamentosa berupa obat pelega dan obat pengontrol asma. Tatalaksana non-medikamentosa berupa edukasi mengenai asma, termasuk menjelaskan dan meminta pasien untuk mengidentifikasi dan menghindari faktor-faktor pencetus asma.Hasil evaluasi didapatkanperubahan sikap dalam mengurangi risiko eksaserbasi pada tahap trialdan didapatkan perbaikan dalam kontrol asma yang dinilai dengan Asthma Control Test.Kesimpulan: Pelayanan kedokteran keluarga memberikan manfaat bagi pasien dan keluarga dalam pengelolaan penyakit asma persisten sedang.Kata Kunci: Asma, persisten sedang, pelayanankedokteran keluarga
PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID PADA SINDROM HELLP Fakhri Wisa Amrulloh; Ratna Dewi Puspita Sari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1363

Abstract

Background: Hypertension in pregnancy is one of the main causes of maternal morbidity and mortality. HELLP syndrome is potentially life-threatening to the mother. Currently the main treatment for HELLP syndrome is symptomatic. Corticosteroids can be used to treat the patient's condition and promote fetal lung maturation. Methods: The research method used is a literature review, namely literature collected from various sources related to the use of corticosteroids in the HELLP syndrome. Results: The typical clinical symptoms of HELLP syndrome were right upper quadrant abdominal pain, nausea, and vomiting. At less than 27 weeks of gestation, conservative therapy is considered. Corticosteroids are important therapeutic agents used to treat allergic and inflammatory disorders or to suppress unwanted immune systems. Steroid molecules diffuse across cell membranes and bind to glucocorticoid receptors, causing a conformational change in the receptor thereby inhibiting transcription factors that control the synthesis of proinflammatory mediators. Another important effect is the inhibition of phospholipase A2, which is responsible for the production of many inflammatory mediators. Several studies showed that there was no difference in outcome between the treatment group and the control group. Other references say the use of corticosteroids in preterm pregnancy has shown beneficial results. Conclusion: The use of corticosteroids in the HELLP syndrome of preterm pregnancy has been shown to be beneficial.Keyword: Corticosteroid, HELLP syndrome, Pregnancy
MONKEYPOX DISEASE: WABAH MULTI-NASIONAL Heidy Putri Gumandang
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1425

Abstract

Latar Belakang: Cacar monyet (monkeypox) adalah penyakit menular zoonosis yang muncul kembali dan tersebar luas di daerah yang belum terdeteksi selama beberapa dekade. Wabah monkeypox dilaporkan secara sporadis di masa lalu. Wabah besar juga terjadi di Nigeria pada 2017-2018 dan Amerika Serikat serta Nigeria Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah literature review, yaitu literatur yang dikumpulkan dari beragam sumber yang terkait dengan monkeypox disease. Hasil: Cacar monyet terjadi akibat virus monkeypox. Penyekit ini endemik di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Kasus pada manusia baru-baru ini menyebar ke lokasi lain. Belum ditemukan kasus cacar monyet di Indonesia. Cacar monyet pada manusia menyerupai cacar, tetapi gejala umumnya lebih ringan. Virus monkeypox dapat ditemukan pada lesi kulit atau usap tenggorokan dan nasofaring. Cacar monyet dapat sembuh sendiri. Pengobatannya bersifat supportif. Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari kontak langsung dengan hewan liar. Kesimpulan: Cacar monyet merupakan penyakit menular zoonosis yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan yang diberikan bersifat simtomatis. Pencegahan penularan yang direkomendasikan adalah dengan mengindari kontak pada pasien atau hewan yang terinfeksi.Kata Kunci: Cacar Monyet, Pencegahan, Penularan, Tatalaksana 
PENDEKATAN DIAGNOSIS NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PETANI Jyoti Krisna Murti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1427

Abstract

Pendahuluan: Nyeri punggung bawah menjadi penyebab kecatatan nomor satu secara global. Petani berisiko terjadi nyeri muskuloskeletal terutama nyeri punggung bawah. Hal ini karena pekerjaan pertanian terdiri dari aktifitas fisik yang berat dan tingkat kerja manual yang tinggi seperti mengangkat dan membawa beban berat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah literature review, yaitu literatur yang dikumpulkan dari beragam sumber yang terkait dengan pendekatan diagnosis nyeri punggung bawah pada petani. Hasil: Nyeri punggung bawah adalah gejala bukan penyakit dan dapat disebabkan oleh kondisi yang berbeda baik yang diketahui penyebabnya maupun tidak diketahui. Nyeri punggung bawah jarang terjadi pada dekade pertama kehidupan. Laki-laki lebih sering daripada perempuan. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Anamnesis dapat ditemukan keluhan utama berupa pegal-pegal atau nyeri lokal pada pinggang. Pada kasus cukup berat dapat menjalar ke tungkai atau muncul rasa baal pada punggung bawah. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan inspeksi, gerakan, dan palpasi. Kesimpulan: Petani berisiko untuk terjadi nyeri muskuloskeletal terutama nyeri punggung bawah. Hal ini disebabkan karena postur kerja yang tidak baik sehingga menghasilkan beban pada tulang belakang lumbar yang menyebabkan fraktur mikto pada tulang belakang. Penegakkan diagnosis nyeri punggung bawah pada petani perlu dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan morbiditas dan dapat meningkatkan produktifitas kerja petani.Kata Kunci: Nyeri Punggung Bawah, Petani

Page 11 of 48 | Total Record : 478