cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
elizaarman.ea@gmail.com
Phone
+62elizaarman.ea@gmail.co
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Bara
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory
ISSN : 26559641     EISSN : 26555840     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika dua kali setahun pada setiap bulan Mei dan November. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Teknologi Laboratorium medik, Biomedik, Kesehatan lingkungan Focus dan Scope jurnal adalah Teknologi Laboratorium Medik, ilmu Biomedik, Ilmu Kesehatan
Articles 478 Documents
PROFILE KEBERADAAN EXTENDED SPECTRUM BETA LACTAMASE BERDASARKAN JENIS BAKTERI, JENIS SPESIMEN DAN SUMBER RUANGAN Diah - Lestari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1341

Abstract

Pengobatan penyakit infeksi umumnya dengan pemberian antibiotik. Antibiotik yang dijual bebas dan penggunaan secara tidak tepat menimbulkan resistensi antibiotik. Golongan β-laktam adalah antibiotik yang sering digunakan dan adanya resistensi menyebabkan bakteri terus berkembang biak dan mengakibatkan munculnya enzim Extended spectrum beta-lactamase (ESBL) yang dihasilkan oleh kuman famili Enterobacteriaceae, terutama Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli. Tujuan penelitian untuk mengetahui profile keberadaan extended spectrum beta lactamase (ESBL) berdasarkan jenis bakteri, jenis specimen dan sumber ruangan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Metode penelitian dilakukan berdasarkan analitik deskriptif cross sectional menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan kultur mikroorganisme dan resistensi antibiotik. Sampel penelitian adalah spesimen sputum, urin, pus, darah dan cairan tubuh lain berjumlah 98 isolat E. coli dan K. pneumoniae. Hasil penelitian dari 98 isolat E. coli dan K. pneumoniae  ditemukan ESBL positif sebanyak 56,1%. Spesies E. coli  ESBL positif ditemukan pada spesimen pus dan urin sebanyak 33,3% dan K. pneumoniae ESBL positif pada spesimen pus sebanyak 48,0%. Isolat E. coli  ESBL positif banyak berasal dari ruang ICU dan ruang inap bedah (Tulip) 20,0% dan isolat K. pneumoniae ESBL positif sebanyak 12,0% berasal dari rujukan luar. Isolat E. coli  ESBL menunjukkan sensitifitas tinggi terhadap antibiotik ertapenem, meropenem, amikacin dan tigecycline (100%). Isolat K. pneumoniae ESBL menunjukkan sensitifitas yang baik terhadap meropenem (96%), ertapenem (88%), amikacin (88%) dan tigecycline (84%).     Kata kunci : ESBL, resistensi antibiotik, β-laktam, isolat E. coli, isolat K. pneumoniae.
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI FE DENGAN KADAR HB PADA IBU HAMIL ratna indah sari dewi; Etri Yanti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1372

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data Dinkes Kota Sungai Penuh Tahun 2017 kejadian anemia ibu hamil di Kota Sungai Penuh sebanyak 460 orang (6,5%), sedangkan di Wilayah Puskesmas Sungai Liuk Kota Sungai Penuh menempati urutan keempat yaitu sebanyak 42 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepatuhan mengkonsumsi Fe dengan kadar Hb pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Liuk Kota Sungai Penuh Tahun 2019. Penelitian ini telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Liuk Tahun 2019. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Liuk pada tahun 2018 yang berjumlah 42 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisa data dilakukan analisa univariat dan bivariat dengan cara uji  mengkonsumsi Fe dengan kadar Hb pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Liuk Kota Sungai Penuh Tahun 2019.Diharapkan sebagai masukan bagi pihak puskesmas sehubungan dengan masih rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe, sehingga pemberian konseling perlu dilakukan untuk memberi informasi mengenai dampak anemia bagi janin yang dikandung serta memberi motivasi pada ibu hamil agar dapat meningkatkan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe. Kata Kunci : Ibu Hamil,Kadar Hb, Konsumsi Tablet Fe ABSTRACTBased on file from the City of Sungai Penuh Health Office in 2017 the incidence of anemia in pregnant women in Sungai Penuh City was 460 people (6.5%), while in Sungai Liuk Community Health Center in Sungai Penuh City was in fourth place, there were 42 people. The aim of the study was to determine the relationship of adherence to consuming Fe with Hb levels in pregnant women in the Sungai Penuh City River Health Center Working Area in 2019.This research has been conducted in the Sungai Liuk Community Health Center Working Area in 2019. The study population was all pregnant women in the Sungai Liuk Community Health Center Working Area in 2018 totaling 42 people. The sampling technique is total sampling. File analysis was carried out by univariate and bivariate analysis by Chi Square test. The results showed that more than half of the respondents (57.1%) had anemia, more than half of the respondents (54.8%) did not adhere to consuming Fe. Bivariate tests showed that there was a relationship of adherence to consuming Fe with Hb levels in pregnant women (pv = 0.000). It can be concluded that Hb levels in pregnant women increase if they regularly consume Fe. The results of this study are expected to be input for officers in conducting health education or health promotion for the community to provide information about the impact of anemia on the fetus that is conceived and to motivate pregnant women to be able to improve adherence to consuming Fe tablets.Keywords: Pregnant women, Hb levels, consumption of Fe tablets
FENOMENA PASUNG TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) Astari Laras Pratiwi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1361

Abstract

Introduction: Shackling is an action that limits the movement and activities of people with mental disorders. Pasung occurs a lot in developing countries, including Indonesia. Pasung is a regressive act of the basic rights of persons with physical or mental disabilities. Methods: The research method used is literature review, namely literature collected from various sources such as books, scientific articles, and journals related to the phenomenon of pasung in patients with mental disorders. Result: Deprivation is an act of restricting the movement of a person who has impaired mental function and behavior by means of physical restraint for an indefinite period of time which causes limited fulfillment of the basic needs of a decent life, including health, education, and work for that person. Deprivation of people with mental disorders (ODGJ) is still common in Indonesia. Pasung that is carried out has an impact, both on the physical, psychological, and social aspects. Conclusion: Currently, shackling continues to occur in the country when in fact Indonesia has banned the practice of shackling since 1977.Keywords: Mental Health, Pasung, People with Mental Disorders
RISK FACTORS FOR POSTPARTUM HEMORRHAGE AT DR. M. DJAMIL PADANG IN 2018-2020 Prima Della Fegita
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1445

Abstract

AbstrakPendahuluan: Perdarahan Pascapersalinan (PPP) adalah persalinan pervaginam yang mengalami perdarahan lebih dari dari 500 ml setelah bayi lahir dan pada seksio sesarea melebihi dari 1000 ml. Pada umumnya jika terjadi perdarahan berlebihan yang mengakibatkan perubahan tanda vital seperti tekanan nadi lebih dari 100x/menit, tekanan darah kurang dari 90 mmHg, berkeringat dingin, sesak napas, limbung, pucat, lemah serta penurunan kesadaran, maka harus dilakukan penanganan dengan segera. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor risiko kejadian perdarahan pascapersalinan di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2020. Metode: Jenis penelitian adalah deksriptif. Populasi pada penelitian adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami perdarahan pascapersalinan di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2020 sebanyak 69 sampel dengan teknik total sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: klasifikasi perdarahan pascapersalinan berdasarkan waktu kejadianterbanyak adalah perdarahan pascapersalinan primer yaitu 35 orang (62,5%), usia ibu terbanyak adalah ibu dengan usia 20-34 tahun yaitu 35 orang (62,5%), paritas terbanyak adalah ibu dengan multipara yaitu 45 orang (80,4%), anemia ibu terbanyak adalah ibu dengan kadar Hb <11,0 gr% yaitu 48orang (85,7%), serta riwayat kehamilan dan persalinan terbanyak adalah ibu dengan tidak adanya riwayat buruk yaitu 47 orang (83,9%). Kesimpulan:klasifikasi perdarahan pascapersalinan berdasarkan waktu kejadian terbanyak adalah perdarahan pascapersalinan primer, usia ibu terbanyak adalah 20-34 tahun, paritas terbanyak adalah multipara, anemia terbanyak adalah ibu dengan kadar Hb <11,0 gr%, dan riwayat kehamilan dan persalinan terbanyak adalah tidak ada riwayat buruk.Kata Kunci: Klasifikasi Berdasarkan Waktu Kejadian, Usia Ibu, Paritas, Anemia, Riwayat Kehamilan dan Persalinan AbstractIntroduction: Postpartum hemorrhage (HPP) is a vaginal delivery that bleeds more than 500 ml after the baby is born and in cesarean section more than 1000 ml. In general, if there is excessive bleeding that results in changes in vital signs such as pulse pressure of more than 100x/minute, blood pressure of less than 90 mmHg, cold sweats, shortness of breath, giddiness, paleness, weakness and decreased consciousness, treatment must be done immediately. Aims: to determine the risk factors for postpartum hemorrhage at Dr. M. Djamil Padang in 2018-2020. Methods: This type of research is descriptive. The population in this study were all pregnant women who experienced postpartum hemorrhage at Dr. M. Djamil Padang in 2018-2020 as many as 69 samples with a total sampling technique. Univariate data analysis is presented in the form of a frequency distribution. Result: This study obtained a classification of postpartum hemorrhage based on the time of the occurrence, the most occurrence was primary postpartum hemorrhage, namely 35 people (62.5%), the most maternal age were mothers aged 20-34 years, namely 35 people (62.5%), the highest parity were mothers with multipara, namely 45 people (80.4%), maternal anemia with the most Hb levels <11.0 g%, namely 48 people (85.7%), and the most history of pregnancy and childbirth were mothers with no bad history, namely 47 people (83.9%). Conclusion: the classification of postpartum hemorrhage based on the time of its occurrence is primary postpartum hemorrhage, the most maternal age is 20-34 years, the most parity is multipara, the most anemia is mothers with Hb levels <11.0 g%, and the most history of pregnancy and childbirth is no bad history. Keywords: Classification Based on Time of Incidence, Maternal Age, Parity, Anemia, History  of Pregnancy and Childbirth 
PERBANDINGKAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI TABLET Fe PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS PATAMUAN Devi Susanti; Niken Niken; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1479

Abstract

Hampir separuh atau sebanyak 48,9 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Ibu hamil yang kekurangan cadangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Jumlah Fe yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama kehamilan ada hubungannya dengan angka kejadian anemia dalam kehamilan, dan peningkatan Hb setelah mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar hemoglobin sebelum dan setelah mengkonsumsi tablet fe pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Patamuan. Jenis penelitian quasy experiment. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Patamuan dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dengan sampel penelitian 20 orang sampel. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan memakai uji independent t test. Hasil dari penelitian menunjukkan rerata kadar hemoglobin sebelum mengkonsumsi tablet Fe adalah 10.9 g/dL. Rerata kadar hemoglobin setelah mengkonsumsi tablet Fe adalah 11.58 g/dL.  Terdapat perbedaan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah mengkonsumsi tablet Fe (p value 0.004 < 0,05) Kesimpulan dari penelitian menunjukkan dengan pemberian tablet Fe pada ibu hamil dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil yang mengalami anemiaKata Kunci : Jumlah Limfosit,Tenaga Kesehatan ,Vaksin COVID-19
Factors Associated with the Incidence of Early Menarche in Young Girls at SMP Negeri 15 Padang in 2022 Eliza Trisnadewi; Rahma Irlah; Gusliani Eka Putri; Oktariyani Dasril; Fenny Fernando
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 2 (2022): November 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i2.1578

Abstract

Data from the Padang City Health Office states that there has been an increase in the incidence of menarche since 2021. The incidence of menarche in 2021 is 50% of adolescents who get menarche under the age of <11 years The fear of early menarche is bleeding. This study aims to determine the factors associated with the incidence of early menarche in adolescent girls at SMP Negeri 15 Padang in 2022. This type of research is analytic with cross sectional design . This research was conducted at SMP Negeri 15 Padang on July 18 to August 8, 2022. The population of this study were all students of class VII, totaling 108 people with a total sample of 90 people. The sampling method used proportional random sampling technique. Data was collected using a questionnaire by means of a questionnaire. Data processing was carried out univariate and bivariate with Chi Square test using SPSS program.Based on the results of the study, it was found that 58,8% of young women experienced early menarche, 32,9% of young women experienced underweight nutritional status, 72,9% experienced a history of early maternal menarche and 61,2% of young women were exposed to mass media. Chi Square test results obtained p value = 0,011 < a = 0,05 (nutritional status), p value = 0,046 < a = 0,05 (mother's menarche history) and p value = 0,008 < a = 0,05 (media exposure mass). Based on the research , it can be concluded that there is a relationship between the history of nutrisional status, maternal menarche and exposure to mass media with the incidence of early menarche. It is hoped that the school can provide counseling about the factors that can cause early menarche.
PENGARUH TERAPI PIJAT TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTIRING KOTA BENGKULU Vellyza Collin; Dian Dwiana Maydinar; Devi Listiana; Buyung Keraman; Aprilia ika Mawanda
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1512

Abstract

Pijat bayi disebut juga stimulasi touch atau terapi sentuh. Disebut terapi sentuh dikarenakan melalui pijat bayi akan terjadi komunikasi melalu sentuhan antara ibu dan bayinya. Selain terapi pijat juga berfungsi sebagai terapi yang banyak memberikan manfaat, pijat bayi ini juga merupakan cara ungkapan cinta orang tua ke anaknya. Sentuhan yang dirasakan bayi pada kulitnya berdampak positif bagi perkembangan fisik,emosional dan tumbuh kembang bayi. Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan menggunakan rancangan The one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah Bayi yang ada Diwilayah Kerja Puskesmas Bentiring Kota Bengkulu dengan total 49 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik porposive sampling sebanyak 33 responden. Hasil penelitian ini adalah nilai rata-rata kualitas tidur pada bayi sebelum dilakukan terapi pijat adalah sebesar 4,33 dengan nilai minimum 2 dan maximum 5 dan diperoleh sebanyak 28 orang bayi dengan kualitas tidur cukup dan 5 orang bayi dengan kualitas tidur kurang. Dan diperoleh nilai rata-rata kualitas tidur bayi setelah dilakukan terapi pijat adalah sebesar 5,64 dengan nilai minimum 5 dan maximum 6 dan diperoleh sebanyak 21 orang bayi dengan kualitas tidur baik dan 12 orang dengan kualitras tidur cukup. Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas tidur bayi antara sebelum dan setelah dilakukan pijat pada bayi.Kata Kunci: terapi pijat, kualitas tidur bayi 
Penatalaksanaan Holistik Pasien Tb Paru Melalui Pendekatan Dokter Keluarga di Puskesmas Campangraya NABILA TAKESHITA DEWI; dea selvia; Azelia Nusadewiarti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 2 (2022): November 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i2.1537

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis adalah salah satu dari 10 penyebab kematian teratas dan penyebab pertama kematian dari satu agen infeksius. Peran dokter keluarga sangat penting dalam penangan TB dengan pendekatan patient centered, family approach dan community oriented sehingga tidak hanya menyembuhkan tetapi juga mepromosikan kesehatan dan pencegahan terhadap penyakit TB.Tujuan: Menerapkan pelayanan dokter keluarga secara komprehensif dan holistik dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berbasis evidence based medicineMetode: Analisis studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah untuk melengkapi data keluarga, data psikososial dan lingkungan. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien di Puskesmas.Hasil: Pasien Tn.H usia 41 tahun dengan tuberkulosis paru putus obat dengan BTA positif. Penatalaksanaan tuberkulosis paru yang diberikan sudah sesuai dengan Evidence based medicine. Setelah dilakukan intervensi didapatkan penurunan gejala klinis dan perubahan perilaku pasien dan keluarganya.Kesimpulan: Penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan tuberculosis paru putus obat pada pasien ini sudah sesuai dengan pedoman nasional. Perubahan gejala klinis, pengetahuan dan perilaku pada pasien dan keluarga pasien setelah dilakukan intervensi berdasarkan evidence based medicine yang bersifat patient centred dan family approach
HUBUNGAN HASIL BASIL TAHAN ASAM (BTA) DENGAN LAMANYA PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU Eliza Arman; Nuriah Nuriah; Indah Komala Sari; Niken Niken
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1495

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis dan Indonesia menduduki posisi ketiga terbesar didunia. Selain Paru tuberkulosis bisa juga menyerang organ tubuh lainnya. Penularan terjadi dari percikan dahak dan sering disebut air borne disease. Pengobatan TB Paru dilakukan selama 6 bulan atau lebih. Jika penderita menghentikan pengobatan maka harus mengulangi pengobatan intensif selama 2 bulan pertama. Pengobatan yang tidak teratur dapat menimbulkan kekebalan a kuman TB terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT) atau Multi Drug Resistance. Berdasarkan Observasi dilapangan masih ditemui pola fikir masyarakat yang masih minim tentang kesehatan dan merasa malu dengan penyakit tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemeriksaan Follow up Basil Tahan Asam (BTA) dengan lamanya pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Bukit Timah. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional bersifat analitik. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bukit Timah dengan jumlah sampel 30 sampel. Penelitian menggunakan uji chi square dengan menggunakan perangkat lunak komputer server computer IBM SPSS Statistics 24. Hasil analisis univariat ditemukan 1 orang (3,33%) +1, 1 orang (3,33%) Scanty dinyatakan gagal pengobatan Kategori I pindah pengobatan Kategori 2, 28 orang 93,33% dinyatakan berhasil pengobatan Kategori I.Analisis bivaria didapat koreksi koreksi (Fisher’s Exact Test) dengan nilai P Value Sig 0,002 < α 0,05 maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa Ho ditolak, artinya ada hubungan antara hasil pemeriksaan follow up mikroskopis basil tahan asam (BTA) dengan lamanya pengobatan tuberkulosis paru di Puskesmas Bukit Timah sehingga responden dengan hasil follow up mikroskopis basil tahan asam positif mempunyai resiko 0,071 kali lebih besar untuk masa pengobatan lebih dari 6 bulan atau gagal pengobatan kategori I dibandingkan dengan responden hasil follow up mikroskopis basil tahan asam negatif. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada puskesmas, kampus dan peneliti selanjutnya dapat memberi edukasi yang intensif , patuh mengikuti aturan minum obat secara benar , tuntas dan acuan pengetahuan terhadap hubungan pemeriksaan follow up mikroskopis BTA dengan lamanya pengobatan tuberculosis paru.
HUBUNGAN SELFCARE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASIMAH AHMAD KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2022 Yossi Fitrina; Dona Amelia; Jihan Fadhilla
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 2 (2022): November 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i2.1581

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia that occurs due to abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. Quality of life of patients with diabetes mellitus on average have a poor quality of life due to physical changes caused by increased blood sugar levels. One way to improve the quality of life is good self-care. The purpose of this study was to identify the relationship between Selfcare and Quality of Life of Diabetes Mellitus Patients in the Work Area of Rasimah Ahmad Public Health Center, Bukittinggi City in 2022. This research method used quantitative research with a cross sectional design. The population of this study were all people with Diabetes Mellitus in the Work Area of the Rasimah Ahmad Health Center, Bukittinggi City in 2022 with a total sample of 110 people. The research instrument was a self-care questionnaire (SDSCA) and a quality-of-life questionnaire (DQOL). Analysis of the data using the Spearman-rank test with (p = 0.000 < 0.05). The results showed that there were 43 respondents (39.1%) with sufficient self-care category, and 46 respondents (41.8%) with moderate quality of life. The conclusion is that there is a relationship between self-care and the Quality of Life of Diabetes Mellitus Patients in the Work Area of the Rasimah Ahmad Public Health Center, Bukittinggi City in 2022. Based on the results of previous research, the authors realize that there are still many limitations and errors in this study. However, this research is expected to make a useful contribution.  Keywords: Diabetes Mellitus, self care, quality of life Reading list: (2012-2022).