JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi)
Jurnal Pendidikan Inklusi is a scientific publication that publishes scientific articles of research, study and development in the field of inclusive education.This scientific journal contains research articles related to the study of education, special need children, and inclusive education. The scope of the field of study is as follows: Best practice of inclusive education Education for children with visual impairment Education for children with hearing impairment Education for children with physical impairment Education for children with mental retardation Education for children with autism
Articles
154 Documents
PERANAN GURU PEMBIMBING KHUSUS LULUSAN NON-PENDIDIKAN LUAR BIASA (PLB) TERHADAP PELAYANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI KABUPATEN LUMAJANG
Wardah, Erika Yunia
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v2n2.p93-108
Abstrak Pendidikan inklusif merupakan pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama pada peserta didik baik yang memiliki kelainan mental ataupun fisik untuk belajar bersama dengan teman seusianya di sekolah regular. Pendidikan inklusif memiliki tujuan untuk mengurangi sikap diskriminatif pada anak berkebutuhan khusus. Peranan seorang guru pembimbing khusus sangat diperlukan dalam mengoptimalkan perkembangan anak secara akademik maupun non akademik. Guru pembimbing khusus bukan semata-mata mendampingi anak dalam belajar melainkan juga memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Terselenggaranya sekolah inklusif di kabupaten Lumajang memunculkan suatu isu di masyarakat mengenai kemampuan guru pembimbing khusus dalam memberikan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus yang notabenenya bukanlah dari lulusan Sarjana Pendidikan Luar Biasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengungkapkan kejadian secara mendalam dan terfokus pada kejadian yang ditemukan secara alami. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari guru pembimbing khusus, kepala sekolah dan koordinator bagian sekolah inklusif di Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang. Sehingga data yang ditemukan berupa data deskriptif hasil wawancara, observasi dan dokumentasi terkait dengan fokus penelitian. Melalui metode penelitian kualitatif didapatkan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Dalam suatu lingkung sekolah Inklusif Guru Pembimbing Khusus bukanlah lulusan Sarjana Pendidikan Luar Biasa, melainkan lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Matematika, Olahraga, Sains, PGSD. Mereka adalah guru kelas ataupun guru matapelajaran yang ditunjuk oleh kepala sekolah untuk menjadi Guru Pembimbing Khusus di instansi tersebut. (2) Perencanaan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus masih belum berjalan dengan baik, terutama dalam perencanaan program kekhususan bagi anak berkebutuhan khusus. (3) Pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus tidak dapat berjalan dengan efektif dikarenakan minimnya pengetahuan guru pembimbing khusus non-PLB tentang anak berkebutuhan khusus. (4) Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang telah mengupayakan pelatihan untuk guru pembimbing khusus non-PLB tentang program inklusif dan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus. Kata Kunci: Guru Pembimbing Khusus, Sekolah Inklusi, Anak Berkebutuhan Khusus.
GAMBARAN KOMPETENSI PENGAJAR DI YAYASAN WAHANA INKLUSIF INDONESIA
Putri, Agustin Angelia
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v2n2.p59-64
Penelitian ini bertujuan untuk menggali gambaran kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional staf pengajar di Yayasan Wahana Inklusif Indonesia (YWII). YWII adalah lembaga pendidikan nonformal-inklusi yang memberikan jasa bimbingan belajar. Bimbingan belajar di YWII unik karena menggabungkan sesi belajar bagi anak berkebutuhan khusus dan non berkebutuhan khusus. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan mendalam mengenai isu atau fenomena di lingkungan sosial. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara dan observasi dilakukan kepada seluruh staf pengajar YWII. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan gambaran kompetensi pengajar yang bervariasi. Pada kompetensi pedagogik, pengajar kesulitan mengenal karakteristik siswa berkebutuhan khusus dan merancang Program Pembelajaran Individual (PPI). Kompetensi kepribadian pengajar ada yang merasa bahwa pengembangan pengajar bukan tanggung jawabnya. Kompetensi sosial pengajar masih kesulitan untuk berkomunikasi dengan siswa dengan hambatan komunikasi. Kompetensi profesional pengajar bergantung pada latar belakang pendidikan dan kemampuan belajar individu.
HUBUNGAN PARENTING SELF-EFFICACY DENGAN KEMAMPUAN MELAKUKAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA ANAK AUTIS DI SLB-B & AUTIS TPA JEMBER
Susumaningrum, Latifa Aini;
Juliningrum, Peni Perdani;
Rahmadiar, Verina Sari
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v2n2.p65-71
Keterbatasan yang dialami oleh anak-anak autis menyebabkan perlu adanya latihan untuk memenuhi Activity Daily Living (ADL). Ibu perlu memahami Parenting Self-Efficay pada anak autis, supaya dapat mengatasi stres dalam mengasuh anak. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan dengan menggunakan total sampling kepada 31 ibu dengan anak autis sebagai responden. Hasil pengujian statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji Spearman mengungkapkan bahwa ada korelasi antara kedua variabel, di mana kekuatan korelasinya ringan dan arah korelasinya positif (p-value: 0,003; r: 0,518). Sebagian besar ibu dalam penelitian ini memiliki Parenting Self-Efficacy yang tinggi, sementara sebagian besar anak autis di SLB-B dan TPA Autis Kabupaten Jember memiliki kemampuan bergantung sebagian pada orang lain dalam melakukan ADL. Kemampuan anak autis untuk melakukan ADL dapat dilatih. Ibu dengan parenting self-efficacy yang lebih tinggi lebih cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih besar dalam melatih kemandirian anak-anak mereka melakukan ADL, dan sebaliknya, masing-masing.
PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL PADA SISWA AUTIS DI SMAN 10 SURABAYA
badiah, lutfi isni
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v2n2.p117-123
Abstrak Siswa autis mempunyai permasalahan dengan perkembangannya yang menyebabkan permasalahan terutama dalam aspek pribadi sosialnya. Bimbingan pribadi sosial merupakan usaha bantuan untuk membantu masalah-masalah pribadi dan sosial seseorang. Siswa autis perlu diberikan bimbingan pribadi sekolah untuk membantu menghadapi masalahnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan program bimbingan pribadi sosial untuk siswa autis di sekolah penyelenggara inklusi SMAN 10 Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini terdiri dari guru bimbingan dan konseling (BK), guru pendamping khusus (GPK) dan siswa autis. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan program bimbingan pribadi sosial untuk siswa autis di SMAN 10 Surabaya sudah baik. Hal ini terlihat dari kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013 modifikasi. Kurikulum 2013 yang termodifikasi adalah kurikulum yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan siswa autis. Hambatan yang seringkali dihadapi adalah mengenai kurangnya pengetahuan guru BK dan wali kelas mengenai penanganan siswa autis, dan masih terbatasnya bahan ajar/media untuk siswa autis. Kata Kunci: pribadi sosial, bimbingan dan konseling, autis.
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PEER TEACHING PADA MATA KULIAH TERAPI OKUPASI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PRODI. PENDIDIKAN LUAR BIASA IKIP PGRI JEMBER
Adi, Pratiwi Ngayunungtyas
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v2n2.p109-116
Strategi perkuliahan dengan metode konvesional menyebabkan sebagian mahasiswa berkebutuhan khusus kesulitan dalam mengikuti perkuliahan. Salah satu perkuliahan yang ditempuh oleh mahasiswa prodi pendidikan luar biasa adalah terapi okupasi untuk ABK. Mata kuliah terapi okupasi membahas tentang konsep terapi okupasi, konsep sensori integrasi, pengenalan alat okupasi, aktifitas-aktifitas terapi okupasi, pembuatan media terapi okupasi, pembuatan program terapi okupasi dan simulasi terapi okupasi. Capaian pembelajaran mata kuliah terapi okupasi untuk ABK adalah mahasiswa mampu menerapkan terapi okupasi dan sensori integrasi di sekolah. Dalam mencapai capaian pembelajaran diperlukan inovasi strategi yang kooperatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran peer teaching pada mata kuliah terapi okupasi terhadap hasil belajar mahasiswa berkebutuhan khusus di Prodi Pendidikan Luar Biasa IKIP PGRI Jember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Subyek yang digunakan dalam penelitan ini adalah 5 mahasiswa berkebutuhan khusus (mahasiswa tuna netra). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi.Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa berkebutuhan khusus dalam mengikuti perkuliahan terapi okupasi untuk ABK. Penelitian dilakukan di IKIP PGRI Jember. Mahasiswa berkebutuhan khusus mempelajari alat okupasi melalui teman sebayanya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh penerapan strategi pembelajaran peer teaching pada mata kuliah terapi okupasi terhadap hasil belajar mahasiswa berkebutuhan khusus di Prodi Pedidikan Luar Biasa IKIP PGRI Jember. Kesimpulan yang dapat diperoleh pada penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan penerapan strategi pembelajaran peer teaching pada mata kuliah terapi okupasi terhadap hasil belajar mahasiswa berkebutuhan khusus di Prodi Pendidikan Luar Biasa IKIP PGRI Jember. Kata Kunci : Strategi Peer Teaching, Terapi Okupasi, Mahasiswa Berkebutuhan Khusus
METODE PEMBINAAN œBERDIKARI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU SDLBN METODE PEMBINAAN œBERDIKARI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU SDLBN KALIREJO TAHUN 2016
Sutras, Sutras
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v2n2.p72-92
Penulisan ini bertujuan untuk 1) mengetahui peningkatan kemampuan guru mengajar di SDLBN Kalirejo, 2) mengetahui penguasaan kompetensi pendidik dan kompetensi professional, 3) membiasakan guru untuk œBerdikari yaitu berlatih, berdiskusi, dan berkarya inovasi dalam pembelajaran. Penulisan ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus ada empat kegiatan yaitu; 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) Observasi, 4) Refleksi. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode angket, wawancara terstruktur, dan tes. Metode angket digunakan untuk mengukur kemampuan guru dalam melakukan program pembelajaran. Wawancara digunakan untuk menggali faktor penyebab rendah dan tingginya kemampuan guru dalam pembelajaran. Tes diberikan untuk mengukur pengetahuan guru dalam menguasai ilmu pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa penerapan pembinaan dengan metode œBerdikari dapat meningkatkan kemampuan guru mengajar dilihat dari adanya peningkatan persentasi, peningkatannya dapat dilihat dari hasil observasi pada siklus I dan siklus II. Pada aspek mendengarkan penjelasan pada siklus I persentasenya sebesar 70% dan siklus II sebesar 86%. Aspek mencatat penjelasan pada siklus 1 sebesar 56% dan siklus II sebesar 100%. Aspek memperhatikan pembelajaran pada siklus I sebesar 54%.dan siklus II sebesar 86%. Aspek bertanya siklus I sebesar 28 % dan pada siklus II sebesar 86%. Aspek menjawab pertanyaan pada siklus I sebesar 28% dan siklus II sebesar 86%. Aspek mengeluarkan pendapat siklus I sebesar 28% dan pada siklus II sebesar 72%. Aspek menghargai pendapat teman pada siklus I sebesar 84% dan pada siklus II sebesar 86 %. Aspek mampu menjelaskan kembali pada siklus I sebesar 45% dan pada siklus II sebesar 72%. Pembinaan guru dengan metode œBerdikari dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memahami pengetahuan pembelajaran. Peningkatan hasil belajar ini dapat dilihat dari adanya perubahan nilai rata-rata yang diperoleh guru pada setiap akhir siklus. Nilai rata-rata yang diperoleh guru pada siklus I sebesar 50 dan siklus II sebesar 78,5%.
SOFTWARE DETEKSI ANAK ADHD (ATTENTION DEFICIT AND HYPERACTIVE DISORDER) BAGI GURU PEMBIMBING KHUSUS (GPK) DI SEKOLAH PENYELENGGARA INKLUSI
Rofiah, S.Pd., M.Pd., Khofidotur;
Ardianingsih, M.Si., dr. Febrita;
Mahmudah, M.Kes., Dra. Hj. Siti;
Niratama, Fairus;
Nugraheni, Berliana Septi Dwi
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v1n2.p154-160
Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD) adalah suatu kelainan medis yang dapat dikenali dan memiliki ciri tersendiri yang cenderung merupakan keturunan. Secara umum ada tiga jenis perilaku yang dikaitkan dengan kelainan ini, yaitu : sikap kurang memperhatikan sekeliling (inattentiveness) atau mudah terganggu (distractibility/hyperactivity), dan sikap menurutkan kata hati (impulsiveness). Pengabdian masyarakat yang dilakukan memiliki target untuk meningkatkan pengetahuan guru pembimbing khusus tentang konsep dasar ADHD bagi guru-guru pembimbing khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif serta meningkatkan keterampilan guru pembimbing khusus penggunaan software deteksi ADHD bagi guru-guru pembimbing khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.Dengan menggunakan metode pretes dan postes, diharapkan mitra yang bekerjasama mengalami peningkatan baik pengetahuan tentang ADHD maupun keterampilan penggunaan software untuk mendeteksi anak ADHD. Kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi deteksi anak ADHD ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2017. Subjek dalam kegiatan ini adalah Guru Khusus di sekolah luar biasa (SLB) yang ada di Surabaya sebanyak 20 orang terdiri atas tiga SLB, yaitu SLB Al Falah, SLB .Kegiatan ini bertempat di Kampus PLB, Gedung O6 Lidah Wetan Unesa.Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah adanya peningkatan skor post test dibandingkan skor pretest terkait pengetahuan guru tentang karakteristik dan penanganan anak ADHD sejumlah 83.5 % dengan rincian peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada materi Karakteristik anak ADHD 80.35%, materi Identifikasi dan asesmen anak ADHD 82.45%, materi Perbedaan ADHD dan autis 87.33%, dan materi Penggunaan software deteksi ADHD 83.48%.
Identifikasi Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Interaksi Sosial
Ainnayyah, Refiana;
Maulida, Rohma Isni;
Ningtyas, Amelia Astian;
Istiana, Istiana
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v3n1.p48-52
The purpose of this study is to find out and explain the forms of communication skills that can be performed by children with special needs, as well as communication skills when conducting social interactions in 2 krian Junior High School. This research method uses a qualitative approach to the type of case study research. The research subjects were children with special needs who sat in class VII. Data collection uses the method of observation, interviews and documentation. The data obtained will be analyzed, data presented by drawing conclusions regarding the meaning of the data that has been collected. The results of the study showed that children with special needs were able to communicate well even though they were a little slow in capturing the message delivered and children with special needs were able to interact socially with their environment but could not be separated from the disorder that is unfocused. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai bentuk kemampuan komunikasi yang dapat dilakukan anak berkebutuhan khusus (ABK), serta kemampuan komunikasi ABK ketika melakukan interaksi sosial di SMPN 2 Krian. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian merupakan anak berkebutuhan khusus yang duduk di kelas VII. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data-data yang diperoleh akan dianalisis, data disajikan dengan menarik kesimpulan mengenai pemaknaan data yang telah terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berkebutuhan khusus mampu berkomunikasi dengan baik meskipun sedikit lambat dalam menangkap pesan yang disampaikan dan anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat berinteraksi secara sosial dengan lingkungan mereka tetapi tidak dapat dipisahkan dari gangguan yang tidak fokus.
EVALUASI PESERTA DIDIK SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSIF DI KOTA BONTANG
Herviani, Vivi Kurnia;
Istiana, Istiana;
Sasongko, Tri Budi;
Ramadhan, Lingga Fajar
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v1n2.p146-153
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tenaga pendidik dan sarana prasarana sekolah penyelenggara pendidikan inklusif di Kota Bontang berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif oleh Direktorat PKLK Tahun 2011 dan Permendiknas No 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian evaluatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi dilapangan. Subyek dan lokasi penelitian dilakukan di tiga sekolah pilotting pendidikan inklusif di Kota Bontang. Teknik analisis data kualitatif menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil data yang diperoleh di lapangan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi menyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kota Bontang, pada aspek jenis ketunaan peserta didik yang diterima di sekolah, sistem penerimaan peserta didik, dan proses identifikasi dan asesmen peserta didik sebagian besar sudah sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif oleh Direktorat PKLK Tahun 2011 dan Permendiknas No 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif. Namun untuk jenis ketunaan peserta didik yang diterima disekolah masih kurang beragam, karena peserta didik yang diterima kebanyakan tuna grahita, kesulitan belajar dan lamban belajar.
Dukungan Orangtua Terhadap Prestasi Anak Tunanetra Di Sekolah Inklusi
Tanjung, Bunga Shashilya;
Iswari, Mega
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/inklusi.v3n1.p40-47
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan hal hal yang membuat siswa tunanetra dapat berprestasi di sekolah inklusi adalah karena adanya dukungan orang tua sejak tahap awal pendidikannya, itu tidak hanya prestasi akademik tetapi juga prestasi non akademik. Bahkan orang tuanya masih tidak menyangka dengan semua prestasinya yang telah diraih anaknya. Empat pertanyaan penelitian terkait dengan aspek dukungan spiritual yang diajukan terkait dengan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, subjek penelitian ini adalah orang tua siswa tunanetra dan informasi tambahan berasal dari siswa tunanetra itu sendiri, untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah dukungan orang tua sangat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah inklusi sejak jenjang pendidikan di taman kanak-kanak.