cover
Contact Name
Brury Eko Saputra
Contact Email
brury@sttaletheia.ac.id
Phone
+62341-426617
Journal Mail Official
brury@sttaletheia.ac.id
Editorial Address
Jl. Argopuro No.28-34, Lawang, Kec. Lawang, Malang, Jawa Timur 65211
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sola Gratia: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
ISSN : 27232786     EISSN : 27232794     DOI : https://doi.org/10.47596/sg.v1i2
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi di bidang Teologi Biblika dan Praktika. Focus dan Scope penelitian SOLA GRATIA adalah: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Pastoral 3. Teologi Kontemporer
Articles 161 Documents
“KAU BUKAN SEPERTI YANG DULU LAGI’ : SEBUAH REFLEKSI TEOLOGIS-ETIS PERCERAIAN AMOS WINARTO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i1.2

Abstract

 Artikel ini bertujuan meninjau secara teologis-etis perceraian.Secara khusus di dalam Perjanjian Baru ada bagian yang menunjukkan bahwa perceraian itu diijinkan. Bagaimana kita menyikapi hal demikian? Apakah ada pertentangan dalam Alkitab? Bukankah dikatakan TUHAN itu membenci perceraian? Namun mengapa Yesus dan Paulus sepertinya mengijinkan perceraian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya akan menganalisa Matius 5:32 (lihat juga Matius 19:9) dan 1 Korintus 7:15. Dari analisa itu saya akan menunjukkan bahwa TUHAN melarang orang Kristen ketika masih hidup untuk bercerai apapun alasannya dan kalaupun perceraian tetap terjadi itu adalah karenadua alasan berikut. Pertama, perceraian bisa terjadi karena untuk melindungi nyawa pihak yang melakukan perzinahan dari hukuman mati. Kedua, perceraian bisa terjadi karena yang menceraikan adalah suami atau isteri bukan Kristen.Kata kunci: pernikahan, perceraian, perzinahan, hukuman mati
REFORMASI GEREJA, JOHN CALVIN, DAN ISLAM MARKUS DOMINGGUS LERE DAWA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 5, No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v5i2.63

Abstract

Abstrak: Tulisan ini berupaya menginvestigasi peran yang dimainkan Islam pada terjadinya Reformasi Gereja abad ke-16, yang berlangsung di masa puncak kejayaan Kerajaan Islam Ottoman-Turki dan di tengah-tengah upaya kerajaan tersebut meluaskan daerah kekuasaannya ke Eropa. Pertemuan-pertemuan dengan Islam dalam cara-cara yang seperti ini melahirkan persepsipersepsi tersendiri terhadap Islam, yang pada tokoh-tokoh Reformator seperti Calvin dikaitkan dengan pandangan teologinya. Bahwa persepsi-persepsi itu umumnya negatif harus diterima sebagai suatu produk dari zaman yang tersendiri, dan tidak bisa ditransfer begitu saja ke masa kini yang sama sekali berbeda.  Kata-kata Kunci: Reformasi, Eropa Barat Kristen, Islam, John Calvin, persepsi.
RESENSI BUKU TIDAK MISKIN, TETAPI JUGA TIDAK KAYA SIA KOK SIN
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 2, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v2i2.30

Abstract

Buku Tidak Miskin, Tetapi Juga Tidak Kaya ini merupakan uraian Biblika yang paling lengkap tentang kepemilikan harta benda dalam bahasa Indonesia. Buku ini memberikan uraian topik tentang harta benda berdasarkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Craig L. Blomberg menyimpulkan konsep pengajaran tentang kepemilikan ini dalam suatu ungkapan Tidak Miskin, Tetapi Juga Tidak Kaya yang merupakan intisari doa Agur Amsal 30:7-10.
RESENSI BUKU : LISTENING TO THE PAST : THE PLACE OF TRADITION IN THEOLOGY MARIANI FEBRIANA LERE DAWA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v2i1.20

Abstract

Mendengar kata tradisi maka secara sekilas timbul kesan bahwa tradisi itu adalah kuno, dan bersifat stagnan serta tidak memiliki keterkaitan dengan hidup kita pada saat ini. Kesan ini menjadi pupus kala membaca tulisan dari Holmes. Holmes mengajak kita secara serius mendengar kepada tradisi dari gereja dan bagaimana tradisi itu bermanfaat dalam menyusun kerangka teologi pada hari ini. Memang secara sekilas membaca judul dari buku ini akan timbul kesan bahwa buku ini sedang membahas pemikiran teologi gereja pada abad mula-mula dan bagaimana menempatkan pemikiran teologis itu dalam hidup gereja. Namun rupanya Holmes mendiskusikan peran dari tradisi dalam konteks yang lebih luas dari beragam tradisi, baik dari pemikiran Agustinus, Basil, Gregorius Nazianzus, John Damascus, Calvin,  Anselmus, Edwards, Anabaptis, Baptis dan lain-lain.
IKLAN : EKSPLORASI ASPEK TEOLOGIS DALAM BUDAYA KOMERSIALISME DAN KONSUMERISME LINUS BAITO
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i1.87

Abstract

Abstrak: Iklan adalah gambaran luar dari tampilan budaya kita. Dikumandangkan lewat radio, televisi, halte bis, umbul-umbul di pusat perbelanjaan, jembatan penyeberangan, baliho, bahkan di dunia virtual–internet serta media sosial. Semua dimensi hidup manusia masa kini dikelilingi oleh iklan, bagaikan udara yang kita hirup. Filosofi apakah yang terkandung dalam dunia periklanan sehingga banyak perusahaan memanfaatkannya demi meningkatkan nilai konsumerisme? Dimensi apa sajakah yang dikenal oleh para produsen iklan terhadap para konsumen agar meraih pangsa pasar? Adakah aspek teologis yang terkandung dalam dunia periklanan dan sejauh mana hal itu berfaedah bagi kekristenan?  Kata Kunci: Iklan, Budaya, Komersialisme, Konsumerisme, Teologis, Kekristenan
PERSEPSI DAN PERILAKU MAHASISWA DALAM PENELITIAN ILMIAH ILMU TEOLOGI Amos Winarto
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 1, No 1 (2020): SOLA GRATIA
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v1i1.101

Abstract

How do theological students perceive and behave related to a scientific research in theology? Using a qualitative empirical research methodology, a descriptive study case is conducted in an undergraduate class of a theological school or seminary to answer the question. The research method is a literature and descriptive approach for one semester in a research methodology and proposal writing guidance class. Data collection techniques are unstructured interviews-both open and in-depth, observation and analysis of documents. Data validation uses source triangulation and structured reflection journals. Data analysis uses interactive data analysis techniques. The stages are data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The result of the study indicates that the ability to conduct scientific research is an inseparable part of a student of theology. Nevertheless, the understanding and development of students' scientific research skills still need to be improved for two reasons. First, there is still a tendency to conduct research by simply filling out the available proposal format without conducting a deeper preliminary study. Secondly, students seem difficult to distinguish between empirical and non-empirical methodologies, including the use of their respective methods.Bagaimanakah persepsi dan perilaku mahasiswa teologi terkait dengan penelitian ilmiah dalam ilmu teologi? Menggunakan metodologi penelitian empiris kualitatif, sebuah studi kasus deskriptif dilakukan di sebuah kelas program studi S-1 Teologi sebuah sekolah tinggi teologi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Metode penelitiannya adalah pendekatan kepustakaan dan deskriptif dengan strategi studi kasus tunggal terpancang yaitu kelas metodologi penelitian dan bimbingan penulisan proposal selama satu semester. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara terbuka dan mendalam tidak terstruktur,  observasi dan analisis dokumen.   Validasi data dilakukan dengan metode trianggulasi sumber dan jurnal refleksi terstruktur. Data dianalisa menggunakan teknik analisis data interaktif dengan tahapan: pengumpulan, reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya keyakinan bahwa kemampuan melakukan penelitian ilmiah adalah bagian tak terpisahkan bagi seorang mahasiswa teologi. Walaupun demikian, pemahaman dan pengembangan keterampilan melakukan penelitian ilmiah para mahasiswa masih perlu ditingkatkan karena dua alasan. Pertama, masih terlihat kecenderungan melakukan penelitian hanya sekadar mengisi format proposal yang tersedia tanpa melakukan studi pendahuluan lebih mendalam. Kedua, masih terlihat juga kesulitan membedakan metodologi empiris dan non-empiris termasuk penggunaan metode-metodenya masing-masing.
PURITAN DAN PEMURIDAN : MIND, HEART AND LIFE IN THE MAKING MARIANI FEBRIANA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 5, No 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v5i1.54

Abstract

Abstrak: Pemuridan adalah topik diskusi yang panjang di dalam kehidupan sejarah gereja. Sekarang, banyak pola dan model yang ditawarkan kepada gereja untuk meraih tujuan yang menarik ini, menjadi seorang murid Kristus sejati. Demi mencari pola-pola dan model-model ini kita tidak dapat menghindari tradisi masa lalu gereja dalam menghadapi masalah ini. Salah satu dari tradisi yang luar biasa ini adalah menyuburkan tanah untuk komunitas modern kita sekarang dengan belajar isu-isu ini dari masa Puritan. Kita perlu tradisi Puritan sekarang karena kekayaan tradisi ini akan membantu kita untuk membuat murid-murid Kristus.  Visi budaya Puritan adalah untuk membuat pikiran, hati, dan hidup sejalan dengan Firman Tuhan. Visi yang sangat jelas ini dijalankan di dalam setiap aspek kehidupan, dari rumah, gereja, dan masyarakat. Program untuk mencapai tujuan ini adalah sederhana dan dapat diraih. Segala komunitas dilibatkan ke dalam program besar ini. Pelayan-pelayan gereja, para orang tua, dan semua orang percaya adalah sebuah tim untuk mencapai tujuan yang berguna ini dan mereka masing-masing memiliki tanggung jawab. Pembaruan gereja terus ditanam dalam pemuridan supaya setiap orang percaya dibentuk di dalam karakter tuan mereka, sebagai penerus Yesus di dalam kerajaan-Nya.  Kita menyadari bahwa setiap era mempunyai waktunya sendiri-sendiri, namun belajar dari masa lalu dan tradisi yang baik selalu memberikan kepada kita pencerahan yang menginspirasi kita untuk terus melanjutkan tugas yang besar ini di dalam gereja. Gereja adalah seperti seorang penggembara yang berjalan bersama dengan umat Allah di segala zaman dan waktu, dan karena itu gereja tidak seharusnya lupa apa yang telah terjadi dalam kehidupan gereja sebelumnya demi pembelajaran kita pada hari ini. Pembentukan spiritual Puritan yaitu pembentukan pikiran, hati, dan hidup untuk menjadi murid-murid Kristus di dunia ini yang memuliakan Tuhan adalah layak menjadi pembelajaran gereja hari ini.   Kata-kata Kunci: Puritan, pemuridan dan pembaharuan gereja, pembentukan pikiran, hati, dan jiwa.
YESUS SAHABAT PEMUNGUT CUKAI DAN ORANG BERDOSA BRURY EKO SAPUTRA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 2 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v6i2.78

Abstract

Abstrak: Penelitian terdahulu terhadap Lukas 7:34 sangat fokus pada elemen struktural, teologis dan etis dari teks tersebut. Seiring dengan berkembangnya penelitian terhadap tema persahabatan, secara umum di dunia Greco-Roman dan, dan khususnya dalam kekristenan mula-mula, artikel ini berusaha mencoba membaca Lukas 7:34 dalam konteks tersebut.  Kata Kunci: Tradisi Persahabatan, Persahabatan Greco-Roman, Persahabatan Yahudi, Persahabatan Perjanjian Baru
SALIB DAN DEFINISI KEMBALI MONOTEISME YAHUDI DALAM PEMIKIRAN RASUL PAULUS BRURY EKO SAPUTRA
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v7i2.94

Abstract

Abstraksi: Artikel ini berusaha menelusuri pengaruh peristiwa penyaliban Yesus Kristus terhadap cara Paulus membaca Kitab Suci dan tradisinya. Tulisan ini mengungkapkan bahwa salib memiliki peranan yang sangat penting dalam mendefinisikan kembali konsep monoteisme serta ramifikasinya dalam pemikiran Paulus. Dalam melakukannya, tulisan ini akan melakukan eksplorasi terhadap monoteisme Yahudi di periode tersebut dan kemudian menyajikan definisi kembali versi Paulus.  Kata-kata Kunci: Shema, Perjanjian dan Pemilihan, Definisi Kembali, Teologi Paulus
DISIPLIN ROHANI SEBAGAI PRAKTEK IBADAH PRIBADI ALFIUS ARENG MUTAK
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 4, No 1 (2016): MARET 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/solagratia.v4i1.45

Abstract

Abstrak: Istilah Disiplin Rohani sudah dikenal luas di kalangan orangorang percaya, walaupun ada yang tidak setuju dengan kata ―disiplin‖ yang dikaitkan dengan hal-hal rohani. Secara umum disiplin rohani dipahami sebagai praktek atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka membangun relasi dan komunikasi dengan Tuhan secara pribadi. Untuk membangun hubungan yang baik dengan Tuhan diperlukan kedisiplinan bukan semau dan sesukanya. Hal ini di perkuat oleh Paulus dalam nasehatnya kepada Timotius dengan mengatakan ―Latihlah dirimu beribadah‖ (1 Timotius 4:7c). Paulus mengingatkan Timotius agar terus melatih dirinya beribadah. Untuk melatih diri membutuhkan disiplin. Karena disiplin rohani adalah sarana dalam menumbuh kembangkan kesalehan hidup. Selain untuk membangun komunikasi yang intens dengan Tuhan dan Bapa kita, disiplin rohani juga adalah sebagai bagian dari ibadah pribadi, karena lewat disiplin rohani seseorang dapat sekaligus beribadah kepada Allah Tuhannya. Tulisan ini mengangkat bagian-bagian dari disiplin rohani yang pada hakekatnya adalah ibadah pribadi itu sendiri. Melalui disiplin rohani seseorang mendekatkan diri kepada Tuhan, berkomuniksai dengan datang  di hadapan Allah, karena esensi dari pada ibadah itu adalah perjumpaan dengan Allah.      Kata-kata kunci: Disiplin rohani, ibadah pribadi

Page 4 of 17 | Total Record : 161