cover
Contact Name
Wiah Wardiningsih
Contact Email
wiahwards@gmail.com
Phone
+6222-7272580
Journal Mail Official
texere@stttekstil.ac.id
Editorial Address
Politeknik STTT Bandung Jalan Jakarta No. 31 Bandung 40272
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Texere
ISSN : 1411309     EISSN : 27741893     DOI : https://doi.org/10.53298/texere.v19i1
Texere merupakan majalah ilmiah yang mencakup karya tulis ilmiah bidang tekstil, garmen dan fesyen baik yang terkait dengan proses produksi ataupun proses pendukung (supporting)
Articles 108 Documents
PENINGKATAN KUALITAS BENANG RAYON VISKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU KAIN TENUN TRADISIONAL Makki, Achmad Ibrahim; Sumihartati, Atin; Ibrahim, Irfan Maulana; Setiawan, Nandang
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.02

Abstract

Benang rayon 100% produk PT XYZ memiliki kekuatan tarik benang yang lebih rendah dari standar yang telah ditentukan sehingga benang tersebut tidak dapat dijadikan benang lusi untuk ditenun dalam ATBM. Untuk meningkatkan kekuatan benang dapat dilakukan dengan menambahkan twist atau melakukan penggintiran dan Penganjian. Proses penggintiran yang terdiri dari 2 helai serta proses penganjian untuk benang single dilakukan untuk meningkatkan kualitas benang rayon viskosa. Dari masing-masing sample kemudian dilakukan percobaan dibuat kain menggunakan ATBM. Hasil proses penggintiran didapatkan hasil sifat mekanik yang lebih baik dari benang single dan dapat dibuat menjadi kain tenun menggunakan ATBM. Sedangkan benang hasil penganjian tidak bisa dilanjutkan proses pertenunan menggunakan ATMB. Sehingga untuk meningkatkan daya mampu tenun dari benang Rayon MVS PT XYZ dapat dilakukan dengan cara penggintiran.
Analytical Data for Sewing Production Efficiency: A Model Based on Artificial Neural Networks (ANNs) Abdullah, Fadil; Kusumadewi, Afriani; Martina, Tina; Kuswinarti, -; Achmad, Fandi
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.07

Abstract

The labor-intensive apparel manufacturing sector is continually focused on meeting output goals, necessitating continuous improvements in production efficiency. Achieving targets at the lowest feasible cost is crucial for production management efficiency, especially in clothing production. The sewing component plays a vital role in enhancing the usefulness of clothing through a series of steps to produce ready-made garments. To optimize this process, we developed a model using an artificial intelligence (AI)-based method, specifically Artificial Neural Networks (ANNs), to enhance sewing production efficiency. The model focused on optimizing parameters that significantly influenced efficiency. Our results demonstrate that the ANNs model, with 1000 iterations, successfully replicates empirical data with an R-squared value of 0.98. The research introduces the novel use of an ANNs model with a five-node configuration and 1000 iterations, proving effective in optimizing sewing process parameters. This AI-based approach is a powerful tool for improving production efficiency in the textile industry, making significant theoretical and practical contributions. The findings offer substantial practical implications for practitioners in the textile industry and provide a robust framework for optimizing sewing production process parameters to achieve higher efficiency.
POLIAKRILAT PADA BENANG KATUN SEBAGAI SOLUSI PENENUNAN PADA KONDISI KELEMBABAN RENDAH Hendra, -; Hadiana, Nana
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.03

Abstract

Low humidity during weaving processes causes cotton yarns to become brittle and prone to breakage. To address this issue, polyacrylate has been explored as an alternative sizing agent due to its flexibility and high adhesion. This study aims to review the effectiveness of polyacrylate sizing on cotton yarns in dry environments. A narrative literature review was conducted by analyzing ten scientific articles published between 2021 and 2025 from reputable databases. The findings show that polyacrylate can enhance yarn tensile strength by up to 30%, reduce energy consumption, and extend the lifespan of weaving machinery. Moreover, bioactive-based polyacrylate formulations support sustainability through improved biodegradability and environmental friendliness. However, certain formulations still pose compatibility challenges with textile finishing processes, such as reactive dyeing and digital printing. Further reformulation and industrial-scale testing are necessary to ensure both technical performance and ecological safety. This review offers strategic insights into the development of future sizing agents that are adaptive, efficient, and sustainable
STRATEGI PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA BERBASIS HIRARC PADA AREA CUTTING DI CV SNT GARMENT Pratiwi, Citra Sukma; Martina, Tina; Deskafani, Cut Rafisya
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.08

Abstract

Bagian cutting di industri garmen memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat penggunaan alat tajam, paparan bahan kimia, serta kondisi lingkungan kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menyusun strategi pengendalian kecelakaan kerja di bagian cutting CV SNT Garment menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada tujuh pekerja, serta analisis data berdasarkan standar AS/NZS 4360. Hasil identifikasi menunjukkan 14 potensi bahaya, dengan klasifikasi risiko terdiri dari 72% risiko rendah, 14% risiko sedang, dan 14% risiko tinggi. Setelah dilakukan penerapan strategi pengendalian seperti penggunaan APD, penataan ruang kerja, instruksi kerja, dan checksheet harian, seluruh risiko mengalami penurunan menjadi 100% risiko rendah. Selain menurunkan tingkat risiko secara kuantitatif, penerapan metode HIRARC juga meningkatkan kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja. Penelitian ini membuktikan bahwa metode HIRARC efektif dalam mengendalikan risiko kecelakaan kerja di industri garmen dan dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan K3 yang sistematis.
PENGARUH PENGGUNAAN ZAT AKTIF PERMUKAAN KATIONIK POLYQUATERNARY AMMONIUM UNTUK MENINGKATKAN KETUAAN DAN KETAHANAN LUNTUR WARNA HASIL PENCELUPAN KAIN KAPAS DENGAN ZAT WARNA REAKTIF Martina, Desti; Maulida, Nafisa Rizki; Mulyani, Rr. Wiwiek Eka
Texere Vol 23, No 2 (2025): Texere Volume 23 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v23i2.04

Abstract

Kain berbahan dasar serat kapas banyak dimanfaatkan dalam industri tekstil karena memiliki sifat nyaman dipakai, higroskopis, sirkulasi udara yang baik, serta bersifat biodegradable dan ramah lingkungan. Serat kapas tersusun terutama oleh selulosa yang memiliki gugus hidroksil (–OH) sehingga memungkinkan terjadinya interaksi kimia dengan berbagai jenis zat pewarna, khususnya zat warna reaktif. Zat warna reaktif mampu membentuk ikatan kovalen dengan gugus hidroksil pada serat kapas, yang menghasilkan warna cerah serta ketahanan luntur yang baik. Namun, efektivitas proses fiksasi zat warna sangat dipengaruhi oleh kondisi pencelupan, terutama pH larutan dan interaksi antara zat warna dan serat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan afinitas zat warna terhadap serat adalah melalui penambahan zat aktif permukaan kationik berbasis polyquaternary ammonium, yang bekerja melalui interaksi elektrostatik antara serat dan zat warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan zat aktif permukaan kationik terhadap ketuaan warna serta ketahanan luntur warna terhadap pencucian dangosokan.
EKSPLORASI PERPADUAN BATIK DAN DENIM PADA BUSANA READY-TO-WEAR DELUXE DENGAN PENERAPAN TEKNIK SASHIKO DAN BORDIR Saifurohman, -; Nabila, Hasna; Putri, Wine Regyandhea
Texere Online First
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v24i1.01

Abstract

Industri fashion terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan busana yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai media ekspresi identitas dan budaya. Salah satu pendekatan desain yang semakin diminati adalah penggabungan unsur tradisional dengan estetika modern, khususnya pada kategori busana ready-to-wear deluxe. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan busana ready-to-wear deluxe melalui perpaduan kain batik dan denim dengan penerapan teknik sashiko dan bordir sebagai elemen estetika dan nilai budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif dan eksperimental, meliputi studi literatur, perancangan desain, pemilihan material, pembuatan pola, proses produksi, hingga evaluasi hasil jadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan batik dan denim yang diperkaya dengan teknik sashiko dan bordir mampu menghasilkan busana dengan nilai estetika tinggi, fungsional, serta memiliki daya tarik komersial. Teknik sashiko dan bordir tidak hanya memperkuat karakter visual busana, tetapi juga meningkatkan nilai budaya dan eksklusivitas produk. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan desain busana ready-to-wear deluxe berbasis budaya lokal yang relevan dengan tren fashion masa kini.
PEMANFAATAN PTC (POLYTITANIUM TETRACHLORIDE) SEBAGAI ALTERNATIF KOAGULAN DALAM DEKOLORISASI LIMBAH TEKSTIL Atikah, Wulan Safrihatini; Umam, Khairul; Permana, Satya
Texere Online First
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v24i1.02

Abstract

Limbah industri tekstil sebagian besar terdiri dari zat warna sintetis yang cukup sulit didegradasi di lingkungan. Pengolahan limbah cair yang sering digunakan di industri tekstil adalah koagulasi-flokulasi yang dianggap cukup mudah dan sederhana namun memproduksi lumpur yang banyak Polytitanium tetrachloride (PTC) merupakan zat baru yang dikembangkan untuk proses koagulasi-flokulasi yang menghasilkan lumpur yang dapat dimanfaatkan kembali karena mengandungtitanium dioksida (TiO2). Penelitian dilakukan penggunaan polytitanium tetrachloride (PTC)pada proses koagulasi-flokulasi dengan limbah artifisal zat warna dispersi dan reaktif.. Penelitian dilakukan dengan pembuatan larutan polytitanium tetrachloride (PTC) dengan variasi penambahkan NaOH 200g/L sebanyak 21,1 mL; 63,3mL; dan 105,5 mL ke dalam 200 mL larutan TiCl4 20%. Dilakukan variasi pH untuk penentuan pH optimum. Berdasarkan hasil uji pendahuluan proses koagulasi-flokulasi dengan polytitanium tetrachloride optimum pada zat warna dispersi dalam kondisi asam Pada pH asam hasil koagulasi menunjukan penurunan intesitas warna dipersi dengan baik yaitu mencapai 99%. Pengujian zeta potensial, polytitanium tetrachloride menunjukan nilai zeta mendekati nol yang berarti mekanisme yang terjadi pada proses koagulasi adalah sweep flocculation dan netralisasi muatan. Nilai XRD menunjukan lumpur hasil proses koagulasi identik dengan fase kristal anatase TiO2.Fase kristal dari TiO2 yang terbentuk adalah fase kristal yang sesuai difungsikan sebagai zat fotokatalis.
SINTESIS MEMBRAN POLIVINILIDEN FOLRIDA UNTUK APLIKASI PEMEKATAN ZAT WARNA ALAM DARI KULIT KAYU POHON JATI Rasyid Reda, Brilyan Muhammad; Akbar, Bakhti Ringkang; Umam, Khairul; Christian, David
Texere Online First
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v24i1.03

Abstract

Pewarna alam merupakan alternatif pewarna tekstil yang ramah lingkungan, namun penggunaannya terbatas karena stabilitasnya yang rendah pada suhu tinggi, yang dapat menyebabkan degradasi senyawa berwarna seperti flavonoid dan tanin. Pada proses ekstraksi senyawa alami secara sederhana dilakukan dengan merendam bagian tanaman dalam air dengan suhu tinggi. Proses lanjutan pada larutan ekstrak adalah pemekatan larutan ekstrak untuk mendapatkan pewarnaan yang lebih tua dengan memanaskan larutan sehingga terjadi penguapan pelarutnya. Proses pemanasan yang berlebih tersebut dapat mendegradasi senyawa zat warna alam yang ditandai dengan perubahan arah warna. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan modifikasi proses pemekatan larutan ekstrak tanpa pemanasan melalui teknologi filtrasi membran. PVDF dipilih sebagai polimer pembuat membran karena memiliki sifat stabilitas kimia, termal, dan mekaniknya yang baik. Fokus penelitian ini adalah menentukan komposisi optimal membran PVDF dengan penambahan polietilena glikol (PEG), sehingga didapat porositas yang optimal pada proses pemekatan larutan ekstrak zat warna alam dari kulit pohon jati. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa dengan penambahan PEG pada larutan cetak PVDF menghasilkan membran dengan karakteristik porositas dan permeabilitas yang semakin meningkat  namun selektivitas dan kekuatan mekanik yang sedikit menurun. Pemekatan yang paling baik terjadi dengan penggunaan  membran PVDF dengan penambahan 4% b/b PEG.

Page 11 of 11 | Total Record : 108