cover
Contact Name
Wiah Wardiningsih
Contact Email
wiahwards@gmail.com
Phone
+6222-7272580
Journal Mail Official
texere@stttekstil.ac.id
Editorial Address
Politeknik STTT Bandung Jalan Jakarta No. 31 Bandung 40272
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Texere
ISSN : 1411309     EISSN : 27741893     DOI : https://doi.org/10.53298/texere.v19i1
Texere merupakan majalah ilmiah yang mencakup karya tulis ilmiah bidang tekstil, garmen dan fesyen baik yang terkait dengan proses produksi ataupun proses pendukung (supporting)
Articles 108 Documents
PENERAPAN TEKNIK ECOPRINT TULANG DAUN JATI DAN PEWARNA ALAMI JELAWE PADA BUSANA READY-TO-WEAR BERGAYA POST APOCALYPTIC Zumrotu Zakiyah; Rosa Amalia; Nindhita Gita Puspita Herdiyani
Texere Vol 20, No 1 (2022): Texere Volume 20 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i1.06

Abstract

Produk tekstil yang terinspirasi dari alam dan tengah populer saat ini adalah produk yang dibuat dengan teknik ecoprint. Teknik ecoprint merespon isu-isu lingkungan sustainable fashion yang erat kaitannya dengan industri fast fashion yang menimbulkan pencemaran lingkungan dari limbah industri tekstil. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat produk busana ready-to-wear yang menerapkan kain hasil reka latar teknik ecoprint dengan material pembuatan motif dan pewarna yang berasal dari alam.Metodologi yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi literatur dan eksperimen pembuatan produk. Pada tahap eksperimen dilakukan eksplorasi reka bahan untuk mencari material kain, komposisi zat pewarna dan mordan yang digunakan dalam perancangan konsep busana dan pembuatan produk dengan teknik ecoprint. Perancangan konsep busana untuk busana ready-to-wear terinspirasi dari gaya Post Apocalyptic yang termasuk Trend Forecasting 2019/2020 Singularity tema Neo Medieval dengan subtema Dystopian Fortress.Produk yang dihasilkan pada tahap eksperimen berjumlah dua busana ready-to-wear. Busana pertama terdiri dari outer long cardi, inner dan celana kulot. Pada celana kulot terdapat aksen saku cargo pada bagian kanan dan aksen tali pada bagian sisi yang dapat ditarik. Busana kedua terdiri dari blazer, inner dan celana kulot. Pada badan bagian depan dan lengan blazer terdapat aksen tali yang dapat ditarik. Semua komponen busana menggunakan teknik ecoprint tulang daun jati yang berwarna abu tua, hitam dan coklat keabuan.Kata kunci : teknik ecoprint, tulang daun jati, ready-to-wear, post apocalyptic
Pengaruh Konsentrasi Elektrolit pada Pencelupan Kain Rajut Campuran Modals/Spandex (97%/3%) Menggunakan Zat Warna Reaktif Bifungsional Eka Oktariani; Faizar Ananda; Wiwiek Eka Mulyani
Texere Vol 20, No 2 (2022): Texere Volume 20 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i2.02

Abstract

Kain rajut campuran modals/spandex  (97%/3%) dapat dicelup dengan zat warna reaktif bifungsional.  Penelitian ini membahas tentang waktu difusi pada pencelupan modals/spandex  dan penambahan elektrolit (garam) untuk mendapatkan ketuaan dan kerataan warna yang baik. Laju difusi zat warna dan kerataan warna dipengaruhi oleh waktu difusi dan konsentrasi elektrolit. Karakterisasi yang dilakukan terhadap hasil pencelupan dianalisa dengan pengujian K/S dan kerataan warna  menggunakan spektrofotometer dan ketahanan luntur warna setelah pencucian. Hasil penelitian menunjukkan waktu difusi dan konsentrasi elektrolit berpengaruh terhadap hasil pencelupan.  Waktu difusi yang optimum pada proses pencelupan kain modals/spandex adalah 40 menit dan konsentrasi garam sebanyak 50 g/L dengan nilai ketuaan warna (K/S) 17.77, kerataan warna 0.47 dan ketahanan luntur warna rata-rata 4 – 5.
PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN RETARDER KATIONIK PADA PROSES PENCELUPAN BENANG POLIAKRILAT MENGGUNAKAN ZAT WARNA BASA Karina Indirani; Samuel Martin Pradana; Wiwiek Eka Mulyani
Texere Vol 20, No 2 (2022): Texere Volume 20 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i2.05

Abstract

Pencelupan benang poliakrilat dengan zat warna basa untuk warna muda sampai medium sering mengalami permasalahan diantaranya adalah ketidakrataan dalam pencelupan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil pencelupan tersebut adalah penggunaan retarder dan kondisi proses seperti suhu dan pH larutan celup. Pada penelitian ini membahas pengaruh variasi konsentrasi asam asetat dan retarder kationik terhadap ketuaan dan kerataan warna yang dihasilkan dalam proses pencelupan. Selain itu untuk menentukan konsentrasi optimum dari penggunaan asam asetat dan retarder kationik pada proses pencelupan sehingga menghasilkan pencelupan yang sesuai. Varasi konsentrasi asam asetat sebesar 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 ml/l dan retarder kationik sebesar 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 ml/l pada suhu 105°C dan waktu pencelupan selama 20 menit dengan metode arrest temperature system. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam asetat mengakibatkan hasil celup lebih tua tetapi lebih rata dan makin tinggi konsentrasi retarder kationik maka hasil celup lebih muda tetapi lebih rata. Kondisi optimum diperoleh pada pengerjaan dengan konsentrasi asam asetat 0,5 ml/l menggunakan retarder kationik 0,5 ml/l berdasarkan bobot perangkingan dengan total nilai sebesar 1340. Pada kondisi tersebut nilai K/S 11,46 dengan standar deviasi 0,27 dan nilai tahan luntur warna sebesar 4 – 5.
PENERAPAN EMBELLISMENTS DARI LIMBAH KAIN DENGAN TEKNIK LASER CUTTING PADA EVENING GOWN Kuswinarti Kuswinarti; Siti Rohmah; Mika Yudika Putri Lumbantoruan
Texere Vol 20, No 2 (2022): Texere Volume 20 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i2.04

Abstract

Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pakaian dapat  memberikan dampak buruk bagi lingkungan karena dapat menyebabkan produksi pakaian jadi dilakukan dalam skala besar sehingga limbah garmen yang dihasilkan juga semakin besar. Salah satu upaya untuk mengurangi limbah garmen adalah dengan mengolah limbah kain sebagai material utama dalam pembuatan hiasan busana wanita atau embellishment.  Teknik yang dapat digunakan  adalah teknik pemotongan menggunakan mesin laser cutting. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan pembuatan produk. Hasil  produk dari penelitian ini berupa  evening gown yang  memanfaatkan limbah kain sebagai embellisment. Pada  evening gown yang dibuat diterapkan embellisment corsage pada bagian pinggang dan lingkar leher dengan tujuan agar busana tampak elegan dan mewah sebagai busana yang dikenakan pada kesempatan pesta di malam hari. Komposisi  serat material utama embellisment adalah 100 % poliester. Pengaturan speed dan power pada mesin laser cutting berpengaruh terhadap hasil potongan embellisment. Produk yang dibuat akan ditentukan harga jualnya sesuai dengan perhitungan harga jual dari harga pokok produksi (HPP) ditambah dengan laba yang diharapkan
ANALISIS PERBANDINGAN METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING DAN METODE SIKLIS PADA FORECASTING PERMINTAAN PRODUKSI VISVAL BAGS Sugih Nur Wahyudina; Eric Hasmiraldi; Tomi Tomi
Texere Vol 20, No 2 (2022): Texere Volume 20 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i2.06

Abstract

Forecasting (peramalan) merupakan salah satu proses yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, karena dengan menggunakan forecasting gambaran di masa yang akan datang dapat diketahui berdasarkan data ataupun kejadian di masa lampau. Dengan forecasting, diharapkan semua pemborosan ataupun kekurangan bahan baku produksi di masa yang akan datang dapat diantisipasi. Penelitian kami lakukan di PT Niaga Karya Kreatif yang dalam sistem produksinya menerapkan sistem produksi make to stock. Analisis forecasting (peramalan) permintaan produksi dilakukan dengan menggunakan data permintaan aktual di masa lalu sebagai acuan untuk digunakan dalam percobaan beberapa metode forecasting yang sesuai dengan pola permintaan produksi di masa lalu. Adapun metode yang digunakan ialah metode double exponential smoothing dan metode siklis. Melalui metode-metode tersebut mampu diperhitungkan besaran forecasting permintaan produksi yang akan terjadi di masa depan.  Setelah dilakukan perhitungan forecasting, maka kedua metode akan dihitung nilai error-nya dengan menggunakan metode MAPE (Mean Absolute Percentage Error), untuk kemudian bisa dipilih salah satu metode yang memiliki nilai error terkecil. Setelah dilakukan penelitian ternyata didapatkan metode forecasting siklis sebagai metode dengan nilai error terkecil yaitu sebesar 1,83% sedangkan nilai error pada metode forecasting double exponential smoothing sebesar 1,85%. Selanjutnya, hasil perhitungan pada metode siklis diuji menggunakan peta moving range dan hasilnya menunjukkan bahwa metode forecasting siklis lolos uji verifikasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa metode siklis merupakan metode forecasting yang bisa digunakan di PT Niaga Karya Kreatif karena memiliki nilai error yang kecil dan lolos uji verifikasi peta kendali moving average. Dengan adanya usulan penerapan metode forecasting ini diharapkan PT Niaga Karya Kreatif dapat mengantisipasi jumlah permintaan produksi di masa yang akan datang. Sehingga proses perencanaan produksi dan pengendalian terhadap bahan baku bisa dimaksimalkan dengan baik.
STUDI KENYAMANAN TERMAL DAN MOISTURE MANAGEMENT TERHADAP MATERIAL JAS ALMAMATER REVERSIBLE Karlina Somantri; Dody Mustafa; Saifurohman Saifurohman; Mudya Ayu Permatasari
Texere Vol 20, No 2 (2022): Texere Volume 20 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i2.03

Abstract

Perkembangan dunia fashion di Indonesia saat ini banyak mengalami peningkatan serta perubahan yang dapat dilihat dari tren fashion yang masuk ke Indonesia. Di Indonesia penggunaan Jas almamater merupakan identitas bagi mahasiswa yang sedang atau sudah pernah menuntut ilmu di sekolah/perguruan tinggi tempat belajar. Jaket merupakan pakaian casual yang saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh dari cuaca, tetapi juga berfungsi sebagai trend fashion bagi pemakainya. Reversible clothing atau pakaian reversible yaitu sebuah pakaian yang dapat digunakan bolak balik sebagai bagian luar dan dalam. Umumnya, jas almamater hanya didesain seperti jas pada biasanya dengan logo almamater yang berbeda.  Dengan reversible clothing maka jas almamater itu akan mempunyai nilai lebih dari segi estetika maupun segi fungsionalitas. Reversible clothing membuat pemakai dapat merubah fashion formal menjadi casual dengan waktu yang singkat. Reversible clothing  ini juga dapat menghemat ruang, karena 2 jenis fashion yang berbeda terdapat dalam 1 buah pakaian. Tidak hanya trend  atau model busana saja yang berpengaruh terhadap model penampilan. Kenyamanan juga penting untuk mendukung penampilan yang maksimal. Umumnya serat buatan sangat tidak higroskopis pada kulit, ini yang membuat segi kenyamanan pada pakaian terganggu. Tingkat kenyamanan pada pakaian sangat berpengaruh terhadap kinerja pemakai selama berkegiatan. Seseorang yang dalam kondisi nyaman dapat lebih berkonsentrasi dan produktif dalam kegiatannya.
STABILITAS WARNA DAN MUTU PENCELUPAN ZAT WARNA KUNYIT SERBUK HASIL PROSES SPRAY DRY Ika Natalia Mauliza; Salma Azdakiyah Ahmad
Texere Vol 20, No 2 (2022): Texere Volume 20 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v20i2.01

Abstract

Zat warna kunyit dapat digunakan pada pencelupan dengan berbagai kondisi pH dan suhu. Pengolahan ekstrak kunyit menjadi serbuk menggunakan spray dryer dapat menghasilkan zat warna yang lebih tahan lama serta kemudahan mobilisasi dan konsistensi penggunaan. Perilaku zat warna kunyit pada berbagai kondisi pencelupan menjadi acuan penilaian kestabilan zat warna kunyit tersebut selama penyimpanan. Zat warna kunyit serbuk dihasilkan melalui proses ekstraksi kunyit pada suhu kamar selama 24 jam. Sebagian larutan ekstrak dibuat menjadi zat warna serbuk menggunakan spray dryer dan sebagian lagi tetap dalam bentuk larutan ekstrak untuk pembanding. Performa zat warna kunyit serbuk hasil spray dry dan larutan ekstrak kunyit diamati terhadap perubahan pH dan suhu, serta dicelup pada suhu 30oC, 50oC, 70oC, 90oC dengan kemudian pengujian diulang setelah penyimpanan 28 hari. Stabilitas warna dan mutu hasil pencelupan pada kapas dievaluasi menggunakan metode spektrofotometri serta uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Larutan zat warna kunyit serbuk memiliki stabilitas warna yang hampir sama dengan larutan ekstrak zat warna pada semua pH dan suhu yang diuji coba, namun lebih stabil terhadap penyimpanan. Intensitas warna hasil pencelupan zat warna serbuk rata-rata lebih rendah dibandingkan larutan ekstrak. Perubahan zat warna yang diserbukkan tidak berpengaruh terhadap ketahanan luntur warna terhadap pencucian.
PENGARUH METODE MORDAN PADA PENCELUPAN KAIN NYLON MENGGUNAKAN ZAT WARNA ALAM EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium Lappaceum L) Tisarah Destria Utami; Nono Chariono Chalil; Maya Komalasari
Texere Vol 21, No 1 (2023): Texere Volume 21 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v21i1.03

Abstract

Pengembangan pewarna tekstil yang aman untuk lingkungan merupakan salah satu alasan dilakukan eksplorasi terhadap bahan alam salah satunya adalah kulit buah rambutan. Kulit buah rambutan mengandung tanin, saponin dan flavonoid sebagai senyawa pewarna alam tekstil yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini pewarnaan menggunakan kulit buah rambutan yang sudah dikeringkan kemudian diekstraksi,. Metode ekstraksi yang dilakukan adalah ekstraksi cara dingin, maserasi selama 24 jam. Mordan yang digunakan yaitu tawas (Al2SO4)3 dan kapur (CaCO3) dengan massa mordan 8 gram. Penelitian dilakukan  adalah dengan memvariaskan metode yaitu pra-mordan, meta-mordan dan post-mordan. Pencelupan dilakukan pada serat sintetis yaitu serat nylon karena memiliki dua gugus fungsi yaitu gugus amina (NH2) dan gugus amida (NHCO) yang berperan untuk mengadakan ikatan dengan pewarna alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode  mordan terhadap hasil pewarnaan alami kulit buah rambutan yang dikerjakan pada kain nylon.  Pengujian yang dilakukan yaitu  analisa FTIR  pada larutan dan kain hasil pencelupan, ketuaan warna, kerataan warna, arah warna dan ketahanan luntur warnanya.  Hasil pencelupan yang optimum peroleh dengan metode post-mordan dengan arah warna kuning kecoklatan. Ketuaan warna K/S pada metode post-mordan lebih besar nilainya dibandingkan metode yang lainnya. KS untuk  jenis mordan  tawas 20,81 dan mordan kapur adalah 18,71,nilai kerataan warna 0,28,  dan arah warna kuning kecoklatan. Hasil ketahanan luntur warna berdasarkan gosokan kering memperoleh nilai yang baik (4) dan gosokan basah memperoleh nilai cukup baik (3 – 4). Hasil ketahanan luntur warna berdasarkan pencucian menggunakan grey scale dan staining scale pada penggunaan mordan tawas dan mordan kapur memperoleh nilai yang baik 4 -5.
Pengaruh Zat Anti Sadah terhadap Kualitas Air Proses dan Hasil Pencelupan Poliester-Rayon Lestari Wardani; Dita Asnawati; Rr. Wiwiek Eka Mulyani
Texere Vol 21, No 1 (2023): Texere Volume 21 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v21i1.02

Abstract

Air yang dapat digunakan dalam proses pencelupan adalah air dengan kesadahan antara 0-3 dH. Air proses yang memiliki kesadahan tinggi perlu diturunkan nilai kesadahannya sebelum digunakan untuk proses pencelupan. Penurunan kesadahan air proses dilakukan dengan cara kompleksometri yaitu mengikat ion-ion logam penyebab sadah dengan zat anti sadah.  Dalam penelitian ini, air sadah diproses dengan menggunakan zat anti sadah organik fosfonat untuk menurunkan kesadahan pada air proses.  Air yang telah diturunkan kesadahannya  selanjutnya digunakan sebagai air untuk proses pencelupan. Proses pencelupan dilakukan pada kain poliester rayon dengan zat warna dispersi dan reakfif. Karakterisasi yang dilakukan pada penelitian ini meliputi nilai kesadahan, ketuaan warna (K/S), kerataan warna, dan  ketahanan luntur warna terhadap pencucian. Penggunaan zat anti sadah organik fosfonat dengan variasi konsentasi 0 ml; 0,2ml/L; 0,4ml/L berhasil menurunkan kesadahan air dengan nilai kesadahan 10,3 dH ; 5,6 dH ; 0 dH. Hasil pencelupan menggunakan air proses yang telah diturunkan kesadahannya menunjukkan nilai nilai ketuaan warna  sebesar 18,23, nilai kerataan warna  sebesar 0,052. Nilai penodaan warna pada uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian pada serat selulosa asetat 4 dan pada serat nylon 3-4 pada penggunaan 0,4 ml/L dengan kesadahan 0 dH. Makin rendah kesadahan air maka kerataan warna hasil pencelupan dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian makin baik walaupun terjadi penurunan ketuaan warna.Kata kunci : zat anti sadah, Organik fosfonat, Poliester, Rayon, Zat warna dispersi, Zat warna Reaktif.
PEMBUATAN BAJU KERJA UNTUK IBU MENYUSUI MENGGUNAKAN KAIN IMEGO DENGAN FINISHING RUCO GUARD USR 6 Muhammad Fuchri; Kuswinarti Kuswinarti; Tomi Tomi; Tiara Pratiwi
Texere Vol 21, No 1 (2023): Texere Volume 21 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Politeknik STTT Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53298/texere.v21i1.05

Abstract

Pakaian untuk ibu menyusui memiliki banyak desain dan bentuk pada akses menyusui, namun ada saja kekurangan yang ditemukan dalam penggunaannya. Dalam hal ini kekurangan yang terjadi pada pakaian ibu menyusui bagi ibu bekerja adalah ASI yang rembes yang diakibatkan oleh ASI tidak diberikan pada bayi saat waktunya karena waktu kerja yang tidak memungkinkan. ASI yang rembes dapat menyebabkan noda yang tampak pada kain terlebih pada kain yang memiliki warna cerah dan menimbulkan ketidaknyamanan karena bekas noda tersebut akan terlihat. Untuk mengatasi hal tersebut, dibuat inovasi untuk membantu kebutuhan ibu bekerja dalam berpakaian yaitu dengan membuat pakaian kerja dengan akses menyusui yang menggunakan kain Imego dengan finishing Ruco Guard USR6 yang mampu menahan rembesan ASI, karena komposisi Air susu Ibu (ASI) terdiri dari air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, zat antibodi, dan enzim maka kain yang digunakan untuk menahan rembesan ASI harus mampu menahan zat-zat tersebut untuk tidak masuk ke dalam permukaan kain.  Hasil dari pembuatan prototipe baju kerja untuk Ibu menyusui dengan kain Imego dengan finishing RUCO GUARD USR6 ini adalah sebuah produk baju kerja dengan desain yang dibuat untuk wanita berhijab berupa gamis atau dress panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan Ibu menyusui dalam melakukan aktivitas pekerjaannya.  

Page 7 of 11 | Total Record : 108