cover
Contact Name
Sutamaji
Contact Email
sutamaji@iaipd-nganjuk.ac.id
Phone
+6285731584781
Journal Mail Official
j-kis@iaipd-nganjuk.ac.id
Editorial Address
Jalan Wilis, Kramat, Nganjuk, Jawa timur
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Islam (J-KIs)
ISSN : 27234703     EISSN : 27971619     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Komunikasi Islam (J-KIs) merupakan jurnal unggulan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAI Pangeran diponegoro Nganjuk. J-KIs berisi artikel hasil penelitian empiris & analisis-reflektif bagi para praktisi dan akademisi baik di bidang komunikasi penyiaran Islam dalam perspektif yang luas; Retorika & Homiletika Islam, Jurnalistik Islam, Media Dakwah, Film Religi, dan Komunikasi Dakwah. Jurnal Komunikasi Islam (J-KIs) terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember serta diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini di dedikasikan kepada akademisi, peneliti, pemerhati lintas ilmu.
Articles 177 Documents
Strategi Kreatif Content Creator Instagram @rusdianaacep dalam Meningkatkan Engagement Konten Wisata di Kota Bogor Gesdianlie, Niken; Hudi Santoso
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1537

Abstract

Penelitian ini membahas strategi kreatif yang diterapkan oleh content creator Instagram @rusdianaacep dalam upaya meningkatkan engagement pada konten promosi wisata Kota Bogor. Urgensi penelitian ini terletak pada peran penting media sosial, khususnya Instagram, dalam membangun komunikasi efektif antara pelaku pariwisata dan audiens melalui konten visual yang interaktif. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengidentifikasi pendekatan kreatif yang digunakan serta mengevaluasi efektivitasnya dalam membentuk keterlibatan audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi akun Instagram terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual yang konsisten, penggunaan fitur Instagram secara maksimal, serta interaksi aktif dengan pengikut menjadi kunci keberhasilan dalam membangun engagement. Diskusi memperkuat bahwa keberhasilan konten dipengaruhi oleh pemahaman mendalam terhadap preferensi audiens dan kemampuan membangun narasi wisata yang autentik. Kesimpulan menyatakan bahwa pendekatan kreatif yang berfokus pada interaksi dan keaslian konten mampu meningkatkan efektivitas promosi wisata berbasis media sosial.
Strategi Pengemasan Pesan Dakwah Melalui Ngaji Bencana oleh PC LPBI NU Mojokerto di Kecamatan Pacet Nadhirothul Afirda; M. Alfin Fatikh
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1573

Abstract

Intensitas kejadian bencana alam di Kecamatan Pacet menjadikan wilayah ini sebagai prioritas pengupayaan keselamatan dan kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi penyampaian pesan dakwah yang menjawab kebutuhan masyarakat dalam konteks kebencanaan melalui kegiatan Ngaji Bencana. Melalui pendekatan hermeneutik fenomenologi, penelitian ini memberikan hasil yang menunjukkan bahwa PC LPBI NU Mojokerto dapat melakukan upaya mitigasi kepada masyarakat di Kecamatan Pacet dengan menggabungkan aspek pemanfaatan tradisi setempat, reaktualisasi pengetahuan tradisional, pelibatan tokoh agama, serta pemanfaatan media sosial yang selaras dengan konsep dakwah Islam. Pada penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal serta pelibatan agama berperan penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendampingan jangka panjang dengan melibatkan multipihak guna menjamin keberlanjutan Ngaji Bencana secara optimal.
Komunikasi Antarbudaya Santri di Pondok Pesantren Nurul Ma’rifah Bondowoso Suci Hartini; Juariyah
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1607

Abstract

Pondok pesantren memiliki peranan yang signifikan dalam menanamkan nilai-nilai iman, ketakwaan, serta toleransi. Komunikasi antar budaya dalam Penelitian ini yang terjadi di Pondok Pesantren Nurul Ma'rifah, khususnya terkait dengan cara santri dari berbagai latar belakang budaya berinteraksi satu sama lain serta mengidentifikasi elemen yang memengaruhi kualitas komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahasa dan proses adaptasi budaya sangat penting dalam berkomunikasi antar santri. Bahasa Madura, yang merupakan bahasa mayoritas di pesantren, digunakan untuk memperkuat hubungan antar santri. Akan tetapi, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pemersatu bagi santri yang tidak fasih dalam bahasa daerah. Kendala komunikasi muncul akibat perbedaan bahasa, namun santri yang berasal dari luar daerah berusaha mempelajari bahasa Madura untuk mengurangi kecanggungan dan memperlancar interaksi antarbudaya. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa komunikasi antarbudaya di pesantren melibatkan adaptasi budaya, saling menghormati, dan pengulangan komunikasi. Penggunaan bahasa Madura menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan antar santri yang memiliki perbedaan budaya. Rekomendasi yang diajukan adalah agar santri saling memahami dan mempelajari bahasa dari berbagai kebudayaan untuk mempermudah komunikasi antarbudaya. Dengan demikian, akan tercipta kesamaan makna dalam komunikasi sehingga tujuan dari komunikasi dapat tercapai secara efektif.
Representasi Dakwah dalam Novel Matahari Karya Tere Liye Rizka Meydayanti
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1612

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi dakwah dalam novel Matahari karya Tere Liye melalui analisis semiotika karakter Ali. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh rendahnya tingkat literasi di Indonesia dan pentingnya mencari media dakwah yang kontekstual dan menarik, khususnya bagi generasi muda. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap nilai-nilai dakwah bil hal yang tercermin melalui sikap dan tindakan karakter Ali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang membedah makna melalui tiga level: denotatif, konotatif, dan mitos. Data diperoleh melalui dokumentasi dan analisis kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Ali secara konsisten merepresentasikan nilai-nilai dakwah seperti kesabaran, kepemimpinan, tanggung jawab, pengorbanan, dan istiqamah. Temuan ini membuktikan bahwa karya sastra populer dapat menjadi media dakwah yang efektif dan mampu meningkatkan literasi sekaligus menyampaikan nilai-nilai keislaman secara halus namun mendalam.
Komunikasi Lintas Budaya dalam Tradisi Dugderan Semarang Sebagai Medium Penguatan Kerukunan Kanzul Fikri, Muhammad; Siti Prihatiningtyas, Siti Prihatiningtyas; Siti Solihati
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1626

Abstract

Tradisi Dugderan di Semarang merupakan warisan budaya yang telah ada sejak 1881, berawal dari inisiatif Bupati RMTA Purbaningrat dan ulama Kyai Saleh Darat sebagai sarana pengumuman awal Ramadan, serta simbol akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa. Studi ini bertujuan mengkaji peran Dugderan sebagai medium komunikasi lintas budaya dan penguatan kerukunan sosial melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, observasi, dan wawancara mendalam terhadap pelaku serta pengelola tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi lintas budaya dalam Dugderan tercermin melalui simbol-simbol seperti Warak Ngendog dan aktivitas pawai budaya yang melibatkan berbagai etnis, memperkuat toleransi dan kohesi sosial. Dugderan juga berfungsi sebagai media dakwah yang adaptif terhadap dinamika sosial, meski menghadapi tantangan pelestarian di tengah modernisasi dan komodifikasi budaya. Tradisi ini membuktikan efektivitas budaya dakwah dalam membangun harmoni masyarakat multikultural.
Stigma Negatif Konten Kreator Dakwah dalam Menjalankan Tanggung Jawab Sosial Hidayat, Taufik; M. Alfin Fatikh
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1715

Abstract

This study aims to examine how Islamic content creators on social media, particularly TikTok and Instagram, face negative stigma and fulfill their social responsibilities as digital preachers. The research uses a descriptive qualitative approach with a case study method on the @betteryouthfoundation community, focusing on two key informants: Afkar Jauhara and Tria Nurul Risqiyah. Data were collected through social media content observation and in-depth interviews. The findings indicate that the stigma encountered includes negative comments related to personality, sincerity in preaching, and public judgment on the creator’s personal background. Both informants responded to these challenges with different strategies: passive confrontation and normalization. They also demonstrated strong social responsibility by consistently delivering Islamic values in a relevant and adaptive manner in the digital space. The study concludes that digital preaching can be effectively sustained with sincere intention, community support, and the ability to adapt to the dynamics of social media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konten kreator dakwah di media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, menghadapi stigma negatif serta menunaikan tanggung jawab sosial mereka sebagai pendakwah digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada komunitas @betteryouthfoundation, dengan dua narasumber utama yaitu Afkar Jauhara dan Tria Nurul Risqiyah. Data diperoleh melalui observasi konten media sosial dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk stigma yang dihadapi meliputi komentar negatif terkait kepribadian, niat dakwah, dan penilaian publik terhadap tampilan atau latar belakang narasumber. Kedua narasumber mampu menghadapi stigma tersebut dengan strategi berbeda: konfrontasi pasif dan normalisasi. Keduanya juga menunjukkan bentuk tanggung jawab sosial yang kuat melalui konsistensi dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara relevan dan adaptif di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital dapat terus berlangsung dengan efektif ketika dilakukan dengan keteguhan niat, dukungan komunitas, dan kemampuan adaptasi terhadap dinamika media sosial.
Peran Instagram dalam Memperkuat Branding Personal Bupati Mojokerto Harun Askhari; M. Alfin Fatikh
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1741

Abstract

This study examines the role of Instagram in strengthening the personal branding of Muhammad Al Barra (Gus Barra), the elected Regent of Mojokerto Regency. The research employs a qualitative case study approach, combining in-depth interviews, field observations, and documentation of Gus Barra’s official Instagram account (@gusbarra_). Data were collected from interviews with Gus Barra’s media team (Ahmad Solihin and Ahmad Tabrani), three community respondents (aged 24, 28, and 30), as well as the internal survey division of the Indonesian Survey Institute (LSI) that supported Gus Barra’s campaign. The findings reveal that Instagram functions as a highly effective political communication tool. The account consistently posted 1–2 pieces of content daily, with themes ranging from religious and social activities to community development programs. Based on LSI’s internal survey and field interviews, approximately 75% of Gus Barra’s voters—equivalent to around 279,400 out of 372,537 valid votes—reported that they became more familiar with Gus Barra through social media compared to conventional campaign methods. Gus Barra’s personal branding strategy follows Tom Peters’ model, consisting of self-assessment, brand identity development, strategic positioning, and promotion. Beyond visuals, captions in each post also played a key role. The messages conveyed were predominantly moral, religious, and socially oriented, such as calls for gratitude, the importance of mutual cooperation, and care for the underprivileged. Direct interaction through Instagram Direct Message (DM) further reinforced these messages by providing a personal and attentive impression. This study concludes that social media, particularly Instagram, functions not only as an information-sharing platform but also as a strategic instrument for building leadership legitimacy, enhancing electability, and fostering emotional connection with constituents.
Konstruksi Gender Ganda dalam Representasi Perempuan pada Akun Instagram @indonesiafeminis Yusrotul Amalia; Khairil Roqi
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1846

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dengan sifat feminin dan maskulin pada akun Instagram @indonesiafeminis, serta bagaimana representasi ini mendobrak batasan gender tradisional. Menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan analisis semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos), serta didukung oleh kerangka Moser, teori androgini, dan teori feminisme, penelitian ini mengidentifikasi lima konten unggahan pilihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa akun @indonesiafeminis secara aktif mendekonstruksi stereotip gender dengan menampilkan perempuan dalam kombinasi sifat feminin seperti kelembutan dan perhatian dan maskulin seperti kekuatan, kemandirian, dan kepemimpinan. Representasi ini menyoroti dalam politik dan ruang publik, serta menjadi agen perubahan sosial. Akun ini juga secara implisit dan eksplisit mengangkat isu-isu kebutuhan praktis dan strategis gender, seperti beban ganda perempuan dan pentingnya kesetaraan upah serta kontrol atas tubuh. Dengan demikian, @indonesiafeminis tidak hanya merayakan kekuatan dan potensi perempuan yang beragam, tetapi juga berfungsi sebagai arena perlawanan sosial penting untuk mewujudkan kesetaraan gender dan menantang konstruksi gender biner yang membatasi.
Pola Komunikasi Ustadz dalam Pembentukan Akhlak Santri di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al Ikhlas Depok Jarak Siman Ponorogo Sri Wulandari; Ulla Nissa Rohmatul Laili
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1850

Abstract

Communication patterns are part of the communication process, in which communication is understood as a series of activities involving the delivery of messages until feedback is obtained. The communication process gives rise to communication patterns that can be used to develop interactions between ustadz (religious teachers) and their santri (students). In this study, the researcher formulates the problems of how the communication patterns of ustadz contribute to the formation of students’ moral character at TPA Al Ikhlas, as well as how ustadz handle communication barriers in the process of moral formation. This research employs observation, interviews, and documentation methods. After the data were collected, data processing was carried out by analyzing field data based on relevant theories of communication patterns. The results obtained were then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings of this study indicate that the communication patterns used are based on Joseph A. DeVito’s theory, namely primary, secondary, and circular communication patterns. The communication patterns applied by ustadz at TPA Al Ikhlas consist of three types: primary, secondary, and circular communication patterns. However, among these three patterns, the most dominantly used by ustadz is the primary communication pattern. Furthermore, the communication barriers experienced by ustadz are classified into three types: psychological barriers, sociocultural barriers, and nonverbal barriers. The ways to overcome these barriers include adopting a sensitive approach to students’ emotions, providing intercultural dialogue to help students understand and respect the diversity of values, norms, and cultural traditions among fellow students and the surrounding community, and addressing nonverbal barriers by providing education on nonverbal expressions.
Pesan Komunikasi Dakwah Rasulullah Muhammad Al Fatih
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1853

Abstract

The purpose of this study is to describe the content of the Prophet's da'wah communication message through the letters of the Prophet to the kings. The kings in question are Najasyi king of Habashah, Muqauqis king of Egypt, Kisra king of Persia, Heraklius emperor of Rome, Al-Mundzir bin Sawa ruler of Bahrain, Haudzah bin Ali ruler of Yamamah, Al-Harith bin Abu Shamr Al-Ghassani Ruler of Damascus, Jaifar and Abd. bin Al-Julunda king of Oman. The research method used is the message analysis method. The results of the study can be concluded that the content of the message of the Prophet Muhammad Saw. through letters to the kings has the following message content; (1) Always begins with the Basmalah sentence, (2) Including the identity of the sender of the letter, namely Muhammad Rasulullah or Muhammad bin Abdullah, (3) Writing the name of the recipient of the letter, (4) The letter contains the content of the message of Theology or Tawhid, (5) There is a polite message of invitation to Islam and accompanied by Koranic arguments, (6) Providing motivational sentences or motives for gifts if you follow Islam, (7) Including a warning sentence as a consequence if you do not follow Islam.