cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Editorial Address
Jalan KH Ahmad Razak 2 No 7
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Abdimas Singkerru
ISSN : -     EISSN : 27767477     DOI : -
Abdimas Singkerru adalah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang menerbitkan artikel pengabdian dalam berbagai disiplin ilmu diantaranya teknologi terapan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, sosial humaniora, dan hukum. Tujuan jurnal ini untuk memfasilitasi para akademisi dan praktisi dalam menerbitkan hasil karya-karya inovasi secara luas dalam pengembangan dan penyelesaian permasalahan dalam kehidupan masyarakat.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 1 (2026)" : 11 Documents clear
Siswa Tangguh Bencana: Penguatan Literasi dan Mitigasi Bencana pada Siswa SMKN 10 Luwu Fitri Jusmi; Irwan Ramli; Rahma Hi Manrulu; Aryadi Nurfalaq; Hilda Rahmawati
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.247

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan kesiapsiagaan siswa sekolah menengah terhadap risiko bencana, khususnya dalam hal mitigasi dan tindakan tanggap darurat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya peningkatan literasi kebencanaan sejak usia sekolah melalui pendekatan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menghadapi potensi bencana melalui edukasi, pelatihan teknologi sederhana, dan simulasi praktik evakuasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi kebencanaan dan mitigasi bencana, pelatihan pemanfaatan metode geolistrik, serta simulasi evakuasi bencana. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan interaktif, demonstrasi alat, praktik sederhana, serta simulasi kondisi darurat yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep kebencanaan dan langkah mitigasi yang tepat. Pada kelompok edukasi, siswa mampu mengidentifikasi jenis bencana dan menjelaskan prosedur mitigasi secara lebih baik. Pada kelompok pelatihan geolistrik, siswa menunjukkan pemahaman terhadap prinsip dasar penggunaan alat serta manfaatnya dalam mengidentifikasi kondisi bawah permukaan tanah. Pada kelompok simulasi, siswa mampu mengikuti prosedur evakuasi dengan lebih tertib, terarah, dan menunjukkan kerja sama yang baik. Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam membentuk sikap tanggap bencana, meningkatkan kepercayaan diri siswa, serta mendorong terbentuknya budaya siaga bencana di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi kebencanaan, pelatihan teknologi sederhana, dan simulasi praktik merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Keterlibatan aktif siswa dalam seluruh tahapan kegiatan menjadi faktor penting dalam membangun pemahaman yang berkelanjutan dan aplikatif terhadap mitigasi bencana.
Penguatan Literasi Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Risiko Kehamilan dan Persalinan pada Kelompok Ibu Hamil di Desa Asuli Hamlia; Zamli; Sudirman
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.282

Abstract

Rendahnya literasi kesehatan pada ibu hamil masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko kehamilan dan persalinan, khususnya di wilayah pedesaan. Kondisi ini menyebabkan ibu hamil kurang mampu mengenali tanda bahaya, belum optimal dalam menjaga kesehatan selama kehamilan, serta memiliki kesiapan yang terbatas dalam menghadapi persalinan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan sebagai upaya pencegahan risiko kehamilan dan persalinan pada kelompok ibu hamil di Desa Asuli, Kecamatan Towuti. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi kesehatan kehamilan, pelatihan pencegahan risiko kehamilan dan persalinan, serta pendampingan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Kegiatan dilaksanakan kepada 15 ibu hamil dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Wawondula dan kader Posyandu Cendana. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi, serta konsultasi secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil terkait kesehatan kehamilan, tanda bahaya kehamilan, serta persiapan persalinan. Pada tahap edukasi, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap perubahan selama kehamilan dan pentingnya menjaga kesehatan. Pada tahap pelatihan, peserta mampu mengenali tanda bahaya dan memahami langkah pencegahan risiko kehamilan dan persalinan. Pada tahap pendampingan, peserta menunjukkan peningkatan kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi persalinan, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya dukungan keluarga. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator yang diukur, yang mencerminkan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi berbasis partisipasi masyarakat mampu meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil secara efektif serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan risiko kehamilan dan persalinan.
Pelatihan dan Pendampingan Implementasi SISKEUDES bagi Aparatur Desa Kaliwlingi sebagai Upaya Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Lulu Hasna Windhuaji; Edi Jaenudin
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.329

Abstract

Pengelolaan keuangan desa yang akuntabel menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan tertib administrasi. Namun, pelaksanaan pengelolaan keuangan desa masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait pemahaman aparatur desa terhadap administrasi keuangan dan penggunaan sistem pengelolaan keuangan berbasis digital. Kondisi tersebut juga terjadi di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, yang masih menghadapi kendala dalam optimalisasi pengelolaan keuangan desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan aparatur desa dalam pengelolaan keuangan desa yang akuntabel melalui sosialisasi dan bimbingan teknis penggunaan sistem pengelolaan keuangan desa. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui dua bentuk kegiatan utama, yaitu sosialisasi akuntabilitas pengelolaan keuangan desa dan bimbingan teknis pemanfaatan sistem pengelolaan keuangan desa. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penggunaan aplikasi, dan pendampingan langsung kepada aparatur desa. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, diskusi, dan pengamatan terhadap peningkatan pemahaman serta keterampilan aparatur desa sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi mampu meningkatkan pemahaman aparatur desa mengenai prinsip transparansi, tertib administrasi, dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa. Bimbingan teknis yang dilakukan juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan aparatur desa dalam mengoperasikan sistem pengelolaan keuangan desa, mulai dari proses penginputan data hingga penyusunan laporan administrasi keuangan desa. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat berupa meningkatnya kapasitas aparatur desa dalam mendukung pengelolaan keuangan desa yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas aparatur desa melalui sosialisasi dan bimbingan teknis menjadi langkah penting dalam mendukung optimalisasi pengelolaan keuangan desa berbasis sistem. Keterlibatan aktif aparatur desa selama kegiatan berlangsung menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan efektivitas implementasi pengelolaan keuangan desa yang lebih tertib dan akuntabel.
Pengembangan Desa Wisata Rahtawu melalui Peningkatan Kapasitas SDM dalam Pengelolaan dan Jejaring Pariwisata Radhita Kusuma Wardani; Sunarto Sunarto
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.335

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Desa Rahtawu memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup besar, namun belum didukung oleh kapasitas sumber daya manusia dan jejaring pariwisata yang optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata serta memperkuat jejaring pariwisata melalui pendekatan terpadu. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang melibatkan perangkat desa, pengelola badan usaha milik desa, dan kelompok sadar wisata. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan dengan pendekatan partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan desa wisata, pelatihan pemandu wisata, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pendampingan promosi berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata, khususnya dalam aspek pelayanan wisata, tata kelola kelembagaan, dan pemanfaatan media digital untuk promosi. Kegiatan sosialisasi mampu membangun kesadaran akan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan. Pelatihan pemandu wisata meningkatkan kemampuan komunikasi dan pelayanan kepada wisatawan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia mendorong pengelolaan desa wisata yang lebih terstruktur, sedangkan pendampingan promosi memberikan dampak pada meningkatnya visibilitas desa wisata melalui media digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi yang melibatkan masyarakat secara aktif mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan desa wisata secara berkelanjutan. Integrasi antara penguatan sumber daya manusia dan pengembangan jejaring pariwisata menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan desa wisata.
Pemberdayaan Mahasiswa sebagai Duta Anti Narkoba Kampus melalui Edukasi Preventif dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Perguruan Tinggi Sriyana Sriyana; Wiwik Suprapti; Betty Karya; Marni Marni; Iratutisisilia Iratutisisilia
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.336

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa merupakan permasalahan serius yang memerlukan upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Lingkungan perguruan tinggi sebagai ruang interaksi sosial yang dinamis menjadikan mahasiswa rentan terhadap pengaruh negatif, sehingga diperlukan strategi pemberdayaan yang mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran mereka terhadap bahaya narkoba. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa sebagai duta anti narkoba kampus melalui edukasi preventif guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan perguruan tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi preventif interaktif, kampanye sosial anti narkoba, serta pelatihan dan pendampingan mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan pada 50 mahasiswa Universitas PGRI Palangka Raya yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Edukasi preventif dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang melibatkan diskusi dan studi kasus, kampanye sosial dilaksanakan melalui kegiatan komunikasi partisipatif antara narasumber dan mahasiswa, sedangkan pelatihan dan pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kemampuan dalam berkomunikasi dan menyampaikan pesan edukatif serta mulai berperan aktif dalam menyebarkan informasi anti narkoba di lingkungan sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan literasi kesehatan, membentuk sikap penolakan terhadap narkoba, serta mendorong terbentuknya kesadaran kolektif di lingkungan kampus. Secara keseluruhan, penyuluhan berbasis edukasi preventif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa dan berpotensi menjadi strategi pencegahan narkoba di lingkungan kampus.
Edukasi Kesehatan bagi Pasien di Praktik Mandiri Dokter Desa Pondok Labu untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Elvika Aulia Fitroningtyas; Novarina Sulsia Ista’In Ningtyas; Dinil Qaiyimah; Alfiana Laili Dwi Agustin; Nasrul Nasrul
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.338

Abstract

Tuberkulosis Paru masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memiliki tingkat penularan tinggi dan berdampak terhadap kondisi kesehatan maupun sosial masyarakat. Rendahnya pengetahuan pasien mengenai cara penularan, pentingnya pengobatan teratur, serta tindakan pencegahan penyakit menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien mengenai Tuberkulosis Paru, cara penularan, pengobatan, serta upaya pencegahan penularan penyakit melalui edukasi kesehatan dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 di Praktik Mandiri Dokter Desa Pondok Labu dengan melibatkan 10 orang pasien Tuberkulosis Paru yang datang berobat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga aspek utama, yaitu edukasi kesehatan Tuberkulosis Paru, optimalisasi media edukasi menggunakan leaflet, dan praktik pencegahan penularan penyakit. Kegiatan diawali dengan pengukuran pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyuluhan interaktif, pembagian media edukasi, demonstrasi penggunaan masker dan etika batuk, serta evaluasi pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien pada seluruh indikator penilaian. Pengetahuan dasar mengenai Tuberkulosis Paru meningkat dari 50% menjadi 100%, pemahaman mengenai cara penularan meningkat dari 33,3% menjadi 86,7%, sedangkan pemahaman mengenai pengobatan Tuberkulosis Paru meningkat dari 25% menjadi 98,3%. Peningkatan juga terlihat pada pemahaman mengenai upaya pencegahan penularan penyakit yang meningkat dari 53,3% menjadi 100%. Pelaksanaan kegiatan memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran pasien mengenai pentingnya kepatuhan pengobatan, penggunaan masker, penerapan etika batuk, serta perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penularan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi kesehatan, media edukasi, dan praktik langsung dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dalam mencegah penularan Tuberkulosis Paru. Keterlibatan aktif pasien selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan edukasi kesehatan berbasis masyarakat.
Pendampingan Kesiapan Kerja Mahasiswa Prodi Manajemen STIE Pemuda melalui Program Magang Industri Komarun Zaman; Nuryadi; Andika Nanda Utomo; Ratna Wati; Genies Fitri Oktavia; Riris Dwi Norjannah; Maratus Sholihah
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.366

Abstract

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Namun, mahasiswa masih memiliki keterbatasan pengalaman praktis terkait lingkungan kerja profesional, budaya industri, komunikasi kerja, dan kemampuan adaptasi di dunia kerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa Program Studi Manajemen STIE Pemuda Surabaya melalui pelatihan kesiapan kerja dan program magang industri di PT Amerta Indah Otsuka dan PT Atlantic Biruraya. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui dua aspek utama, yaitu pelatihan kesiapan kerja mahasiswa dan program magang industri. Pelatihan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi, dan sesi tanya jawab terkait komunikasi profesional, etika kerja, pengembangan soft skills, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Program magang industri dilaksanakan melalui kegiatan kunjungan dan pembelajaran langsung di lingkungan perusahaan untuk memberikan pengalaman nyata mengenai budaya kerja, sistem operasional, dan lingkungan industri profesional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai dunia kerja, budaya organisasi, komunikasi profesional, dan pentingnya disiplin serta tanggung jawab dalam lingkungan kerja. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman baru mengenai sistem kerja industri dan menunjukkan peningkatan motivasi dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Pelatihan kesiapan kerja membantu mahasiswa memahami kompetensi yang dibutuhkan industri, sedangkan program magang memberikan pengalaman langsung yang memperkuat kesiapan mental dan profesional mahasiswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi antara pelatihan kesiapan kerja dan pengalaman langsung di industri menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa. Keterlibatan aktif perguruan tinggi dan mitra industri memberikan kontribusi penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Optimalisasi Peran Masyarakat Gresik terhadap Program Keluarga Harapan sebagai Upaya Perlindungan Sosial dan Mengurangi Tingkat Kemiskinan Rizky Maya Wulandari; Haliza Firdausy Nuzula; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.369

Abstract

Kemiskinan di Kabupaten Gresik masih menjadi persoalan sosial yang memerlukan pendekatan terpadu. Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Gresik tercatat sebesar 138,55 ribu jiwa atau 9,95%, sehingga masih menunjukkan perlunya penguatan program perlindungan sosial yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada peningkatan kemandirian keluarga penerima manfaat. Program Keluarga Harapan sebagai salah satu instrumen bantuan sosial telah berperan dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, namun pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal untuk mendorong pengelolaan keuangan keluarga, pengembangan usaha produktif, dan penguatan kapasitas sosial masyarakat. Kebaruan kegiatan pengabdian ini terletak pada integrasi tiga strategi dalam satu model pendampingan, yaitu optimalisasi pemanfaatan bantuan sosial berbasis keluarga, pemberdayaan ekonomi rumah tangga berbasis potensi lokal, dan penguatan kader sosial masyarakat sebagai pendamping komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat penerima bantuan sosial dalam mengelola bantuan secara lebih produktif dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi persiapan, pemetaan kebutuhan, penyuluhan, pelatihan, praktik usaha sederhana, dan pendampingan. Indikator keberhasilan kegiatan meliputi peningkatan pemahaman peserta tentang pengelolaan bantuan sosial dan keuangan keluarga, terbentuknya rencana usaha rumah tangga, munculnya usaha kecil berbasis potensi lokal, serta meningkatnya kemampuan kader sosial dalam melakukan pendampingan dan pengorganisasian masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, memahami pentingnya pengelolaan bantuan secara terarah, mulai menjalankan aktivitas ekonomi produktif skala rumah tangga, serta menunjukkan peningkatan partisipasi dalam kegiatan pemberdayaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan penguatan kader sosial dapat menjadi model pengabdian berbasis masyarakat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat di Kabupaten Gresik.
Transformasi Digital untuk Meningkatkan Kinerja UMKM Burger & Kebab Baba Brewok Ismail Akbar; Firman Nurdiyansyah; Arief Rizki Fadhillah; Khisbullah Hudha; Alvionitha Sari Agstriningtyas
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.376

Abstract

UMKM Burger & Kebab Baba Brewok yang berlokasi di Desa Urek-Urek, Asrikaton, Kabupaten Malang menghadapi permasalahan pada pencatatan transaksi yang masih manual, rendahnya akurasi stok bahan baku, serta pemasaran digital yang belum optimal sehingga berdampak pada efisiensi operasional dan jangkauan promosi usaha. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah satu pemilik usaha dan kasir yang terlibat langsung dalam operasional dan pemasaran usaha. Kegiatan pengabdian bertujuan menerapkan transformasi digital melalui integrasi sistem Point of Sale (POS), optimalisasi media sosial Instagram, dan pemanfaatan platform digital delivery untuk meningkatkan efektivitas operasional dan pemasaran usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan implementasi teknologi dan pendampingan partisipatif melalui tahapan observasi, implementasi sistem, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem digital mampu meningkatkan efisiensi operasional usaha, ditunjukkan dengan penurunan waktu tutup kas dari 35–45 menit menjadi 10–15 menit serta peningkatan akurasi stok bahan baku dari 75–80% menjadi ≥95%. Selain itu, optimalisasi media sosial dan platform digital delivery meningkatkan konsistensi promosi digital dan keterlibatan pelanggan. Hasil pre-test dan post-test juga menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap penggunaan teknologi digital dalam mendukung operasional dan pemasaran usaha. Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi digital berbasis integrasi operasional dan pemasaran mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha dan daya saing UMKM kuliner secara berkelanjutan.
Pengembangan Model Cerdas Cermat Inovatif LangkanaE Champion untuk Penguatan Literasi Budaya, Komunikasi, dan Kepemimpinan Pelajar di Kota Palopo Suaedi Suaedi
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.399

Abstract

Pelaksanaan lomba cerdas cermat di sekolah umumnya masih berorientasi pada kemampuan mengingat materi dan kecepatan menjawab sehingga belum sepenuhnya memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta pemahaman terhadap budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Model Cerdas Cermat Inovatif LangkanaE Champion sebagai alternatif pembinaan pelajar berbasis budaya Luwu yang mengintegrasikan literasi budaya dengan penguatan kompetensi abad ke-21. Kegiatan dilaksanakan di Kota Palopo dengan melibatkan pelajar SMA, SMK, dan MA se-Tana Luwu melalui tahapan koordinasi dengan mitra, penyusunan materi dan mekanisme kompetisi, pelaksanaan prebriefing, pelaksanaan kompetisi dalam tiga ronde, serta observasi dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan serta memperoleh partisipasi aktif dari peserta dan mitra. Model LangkanaE Champion memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui pengintegrasian literasi budaya, komunikasi, kerja sama, berpikir strategis, dan kepemimpinan ke dalam mekanisme kompetisi. Ronde penawaran tertinggi menjadi ciri khas kegiatan karena mendorong peserta berdiskusi, menyusun strategi, mempertimbangkan risiko, dan mengambil keputusan secara kolaboratif. Kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis budaya yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah dan pemerintah daerah sebagai alternatif pembinaan pelajar. LangkanaE Champion menjadi model kompetisi edukatif yang menawarkan pendekatan baru dalam penguatan literasi budaya melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Model ini berpotensi direplikasi pada berbagai daerah dengan mengadaptasi karakteristik budaya lokal sehingga dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya melalui kegiatan pendidikan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11