cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Editorial Address
Jalan KH Ahmad Razak 2 No 7
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Abdimas Singkerru
ISSN : -     EISSN : 27767477     DOI : -
Abdimas Singkerru adalah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang menerbitkan artikel pengabdian dalam berbagai disiplin ilmu diantaranya teknologi terapan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, sosial humaniora, dan hukum. Tujuan jurnal ini untuk memfasilitasi para akademisi dan praktisi dalam menerbitkan hasil karya-karya inovasi secara luas dalam pengembangan dan penyelesaian permasalahan dalam kehidupan masyarakat.
Articles 96 Documents
Edukasi Pentingnya Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium bagi Siswa SMK Analis Mandala Bhakti Palopo Ika Triwati; Siti Khaeratul Mukarramah; Baso Amir
Abdimas Singkerru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v2i2.342

Abstract

Kegiatan praktikum di laboratorium sekolah menengah kejuruan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi apabila tidak disertai dengan pemahaman yang memadai mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menerapkan prosedur keselamatan kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai keselamatan kerja di laboratorium serta mendorong terbentuknya budaya kerja yang aman. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring selama dua hari melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan siswa sebagai peserta utama, dengan pendekatan penyuluhan, penyampaian materi, diskusi partisipatif, serta evaluasi menggunakan kuesioner berbasis digital. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta pencegahan kecelakaan kerja di laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan melalui kenaikan skor kuesioner setelah kegiatan. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep keselamatan kerja serta mampu menjelaskan kembali prosedur keselamatan di laboratorium. Pada aspek kemampuan menjelaskan prosedur, terjadi pergeseran dari kategori belum memahami menjadi cukup memahami dan memahami. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran dan minat terhadap penerapan keselamatan kerja, yang ditandai dengan partisipasi aktif selama kegiatan serta respon positif terhadap program yang dilaksanakan. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kesiapan siswa dalam melaksanakan praktikum secara aman serta mendukung terbentuknya budaya keselamatan kerja di lingkungan sekolah. Pendekatan edukasi yang mengintegrasikan penyampaian materi dan keterlibatan aktif peserta terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap keselamatan kerja di laboratorium.
Edukasi Pengelolaan Sampah dan Aksi Bersih Pantai sebagai Upaya Meningkatkan Kepedulian Lingkungan di Objek Wisata Pantai Lemo, Luwu Timur Ariani Amri; Ahmad Ashari; Nabila Febriyanti; Miftahul Hairia; Fajar Ramadhan
Abdimas Singkerru Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v5i2.343

Abstract

Permasalahan sampah di kawasan pesisir menjadi isu penting yang berdampak pada kualitas lingkungan, keberlanjutan ekosistem laut, serta daya tarik destinasi wisata. Kondisi ini juga terjadi di kawasan objek wisata Pantai Lemo, Kabupaten Luwu Timur, yang masih menghadapi permasalahan akumulasi sampah akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan pengunjung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah melalui edukasi dan aksi nyata di lapangan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu edukasi kepedulian lingkungan pesisir, sosialisasi dan demonstrasi pengelolaan sampah, serta aksi partisipatif pembersihan pantai.Kegiatan melibatkan mahasiswa Teknik Elektronika sebagai peserta utama, serta masyarakat setempat, aparat desa, dan relawan sebagai mitra pendukung. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dalam pelaksanaan aksi lapangan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam memilah dan mengelola sampah secara tepat. Aksi bersih pantai yang dilakukan secara bersama-sama menghasilkan kondisi lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, serta memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya kesadaran dan kepedulian peserta serta masyarakat terhadap kebersihan kawasan pantai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan edukasi dan aksi partisipatif efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan pesisir. Model kegiatan ini menjadi pendekatan baru yang menekankan pentingnya keterlibatan langsung masyarakat dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Peningkatan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi melalui Sosialisasi pada Panitia dan Tenaga Kerja Pembangunan Masjid Al-Hidayah Salolo Kota Palopo Dewi Astuti Baco; Ika Triwati
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i1.344

Abstract

Kegiatan konstruksi berbasis swadaya masyarakat memiliki potensi risiko kerja yang tinggi akibat belum optimalnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Kondisi ini juga terjadi pada proyek pembangunan Masjid Al-Hidayah Salolo Kota Palopo yang melibatkan panitia dan tenaga kerja tanpa sistem keselamatan kerja yang terstruktur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada tenaga kerja konstruksi melalui sosialisasi dan pendampingan langsung di lokasi proyek. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup kegiatan sosialisasi melalui briefing sebelum pekerjaan dimulai, identifikasi bahaya dan penilaian risiko kerja melalui observasi lapangan, serta pendampingan penggunaan alat pelindung diri dan pengendalian risiko. Kegiatan ini melibatkan panitia proyek dan tenaga kerja konstruksi yang terbagi dalam kelompok pelaksana lapangan dan kelompok pendukung pekerjaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran tenaga kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Tenaga kerja mampu mengidentifikasi berbagai potensi bahaya seperti tertusuk benda tajam, jatuh dari ketinggian, tersandung, kejatuhan material, dan terpotong alat kerja. Selain itu, terjadi peningkatan penggunaan alat pelindung diri serta perbaikan penataan lingkungan kerja. Data hasil identifikasi dan penilaian risiko juga berhasil disusun sebagai acuan dalam pengendalian risiko di lokasi proyek. Manfaat yang diperoleh meliputi peningkatan perilaku kerja yang lebih aman, pengurangan potensi kecelakaan kerja, serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih tertib dan produktif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi dan pendampingan berbasis partisipatif mampu meningkatkan penerapan keselamatan kerja secara efektif pada proyek konstruksi swadaya. Keterlibatan langsung tenaga kerja dalam seluruh tahapan kegiatan menjadi faktor kunci dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku keselamatan kerja yang berkelanjutan.
Edukasi dan Aksi Bersih Pantai sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Pemuda terhadap Kebersihan Lingkungan Pesisir di Pantai Labombo Miftahul Hairia; Fretty Sumbung Parerung; Anggel Erpa Erong Pakiding; Islah Audziah Putri Beang
Abdimas Singkerru Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v5i2.345

Abstract

Permasalahan sampah di kawasan pesisir menjadi isu penting yang berdampak pada kerusakan ekosistem, penurunan kualitas lingkungan, serta kesehatan masyarakat. Pantai Labombo di Kota Palopo merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki potensi wisata, namun masih menghadapi permasalahan kebersihan akibat akumulasi sampah. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya pemuda, dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pemuda terhadap kebersihan lingkungan pesisir melalui edukasi dan aksi bersih pantai. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemuda setempat sebagai mitra kegiatan. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir, sosialisasi dampak sampah dan pengelolaan sampah sederhana, serta aksi partisipatif bersih pantai. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif, sedangkan aksi bersih pantai dilakukan secara berkelompok untuk meningkatkan keterlibatan peserta secara langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir serta dampak negatif sampah terhadap ekosistem dan kesehatan. Peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan bersih pantai dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah, terutama sampah plastik. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya kesadaran lingkungan, keterampilan dalam pengelolaan sampah sederhana, serta terbentuknya sikap peduli lingkungan di kalangan pemuda. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi antara edukasi dan aksi partisipatif efektif dalam meningkatkan keterlibatan pemuda dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Pendekatan berbasis pengalaman langsung menjadi aspek penting dalam membentuk kesadaran dan perilaku peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Pendampingan Karyawan Magang dalam Kegiatan Tune Up dan Overhaul Engine di Bengkel Andra Jaya Motor Carles Rusdin; Muslim Andi Yusuf; Ehlisa Rahmat; Ilham Sentosa; Agustrianto
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i2.346

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menuntut kesiapan bengkel otomotif dalam menyediakan tenaga kerja yang kompeten, khususnya dalam perawatan dan perbaikan mesin kendaraan. Bengkel Andra Jaya Motor sebagai mitra memiliki aktivitas servis yang tinggi, namun masih menghadapi kendala pada keterampilan praktis karyawan magang dalam menangani pekerjaan teknis seperti tune up, overhaul engine, serta penggantian komponen kendaraan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis karyawan magang melalui pendampingan langsung pada pekerjaan servis dan perbaikan kendaraan di lingkungan bengkel. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan berbasis praktik langsung yang terintegrasi dengan aktivitas kerja bengkel. Kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan bentuk pendampingan pada tiga aspek utama, yaitu tune up dan perawatan performa mesin, overhaul engine dan perakitan kembali komponen mesin, serta penggantian komponen sistem bahan bakar dan suspensi. Peserta dilibatkan secara aktif dalam setiap proses pekerjaan melalui demonstrasi, praktik terbimbing, dan praktik mandiri dengan pengawasan mekanik senior. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan teknis karyawan magang dalam melakukan tune up secara mandiri, memahami proses overhaul engine secara menyeluruh, serta melakukan penggantian komponen kendaraan dengan lebih tepat dan aman. Peserta juga mengalami peningkatan dalam hal ketelitian kerja, efisiensi waktu, serta kemampuan analisis kerusakan kendaraan. Manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh pihak bengkel melalui peningkatan kualitas layanan dan efektivitas kerja. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis praktik langsung di lingkungan kerja mampu menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapan kerja karyawan magang, sekaligus memperkuat peran keterlibatan masyarakat dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang otomotif.
Pendampingan Servis Otomotif dalam Peningkatan Kompetensi bagi Karyawan Magang di Bengkel Dewi Motor Taufik; Siti Khaeratul Mukarramah; Ahmad Ashari; Ilham Sentosa; Yusuf Supardi
Abdimas Singkerru Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v4i2.347

Abstract

Kegiatan perawatan dan perbaikan kendaraan di bengkel otomotif memerlukan tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis yang memadai, khususnya dalam menangani berbagai sistem kendaraan yang semakin kompleks. Karyawan magang sebagai bagian dari tenaga kerja pendukung masih memiliki keterbatasan dalam pengalaman dan keterampilan teknis, sehingga diperlukan pendampingan yang terarah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi karyawan magang melalui pendampingan servis otomotif di Bengkel Dewi Motor yang bergerak di bidang jasa perawatan dan perbaikan kendaraan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan praktik langsung di lingkungan kerja dengan sistem pendampingan intensif. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga aspek utama, yaitu pendampingan perawatan dan perbaikan komponen mesin, pendampingan servis sistem kopling dan pengereman, serta pendampingan perawatan sistem penunjang dan servis berkala kendaraan. Peserta kegiatan merupakan karyawan magang yang terlibat langsung dalam aktivitas bengkel dan dibimbing secara bertahap melalui demonstrasi dan praktik mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kemampuan dalam melakukan penggantian piston ring, penggantian sil klep, pembersihan cylinder head, serta perakitan komponen mesin pada aspek perawatan dan perbaikan engine. Pada aspek sistem kopling dan pengereman, peserta mampu melakukan penggantian kampas kopling dan komponen rem dengan prosedur yang benar. Pada aspek perawatan sistem penunjang, peserta mampu melakukan penggantian oli mesin serta perbaikan sistem bahan bakar seperti pemblendingan pipa nossel. Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam meningkatkan ketelitian kerja, kemandirian, serta pemahaman terhadap keterkaitan antar sistem kendaraan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis praktik langsung di lingkungan bengkel mampu meningkatkan kompetensi teknis dan kesiapan kerja karyawan magang secara efektif. Integrasi berbagai aspek servis otomotif dalam kegiatan pendampingan menjadi pendekatan penting dalam membentuk keterampilan kerja yang komprehensif dan aplikatif.
Peningkatan Kompetensi Penataan Barang dalam Kontainer pada Karyawan Magang Industri HCT Logistics Taiwan Alpadit Amir; Siti Khaeratul Mukarramah; Ahmad Ashari; Ilham Sentosa
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i2.348

Abstract

Kegiatan logistik modern menuntut tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis dalam penanganan dan penataan barang secara efektif agar proses distribusi dapat berjalan dengan aman dan efisien. Pada praktiknya, karyawan magang industri sering kali belum memiliki pengalaman kerja yang memadai dalam proses penataan barang dalam kontainer sehingga diperlukan kegiatan pendampingan berbasis praktik untuk meningkatkan kompetensi kerja mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penataan barang dalam kontainer pada karyawan magang industri melalui pendampingan praktik operasional di lingkungan perusahaan logistik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pendampingan langsung dalam aktivitas kerja yang meliputi penerimaan dan pengecekan barang, pengelompokan barang berdasarkan karakteristiknya, perencanaan tata letak muatan dalam kontainer, serta penguatan koordinasi kerja dan dokumentasi operasional. Kegiatan ini melibatkan karyawan magang industri yang terlibat dalam aktivitas distribusi barang pada perusahaan logistik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam proses pengecekan barang, pengelompokan barang, serta penataan barang dalam kontainer dengan memperhatikan distribusi berat muatan dan efisiensi pemanfaatan ruang kontainer. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan koordinasi kerja dan memahami pentingnya dokumentasi operasional dalam sistem distribusi barang. Manfaat kegiatan ini terlihat dari meningkatnya keterampilan teknis peserta magang dalam menjalankan proses operasional logistik serta meningkatnya pemahaman terhadap prosedur kerja industri yang aman dan efisien. Kegiatan pendampingan berbasis praktik dalam lingkungan industri terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi karyawan magang dalam penataan barang dalam kontainer serta memperkuat kesiapan kerja mereka pada sektor logistik. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan langsung peserta dalam aktivitas operasional industri dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja pada bidang logistik.
Peningkatan Kompetensi Karyawan Magang dalam Operasional Pergudangan dan Distribusi di Kerry TJ Logistics Taiwan Fatir Farhan; Irhamni Nuhardin; Ahmad Ashari; Ilham Sentosa
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i1.349

Abstract

Perkembangan industri logistik yang semakin kompleks menuntut peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya karyawan magang yang terlibat langsung dalam operasional pergudangan dan distribusi. Keterbatasan keterampilan teknis, kemampuan penggunaan sistem digital, serta adaptasi terhadap budaya kerja industri menjadi permasalahan utama yang dihadapi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi karyawan magang melalui pendampingan langsung dalam aktivitas operasional di Divisi Linkou Kerry TJ Logistics Taiwan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik langsung yang dilaksanakan melalui tahapan persiapan, penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi, pendampingan operasional, serta penguatan budaya kerja dan keselamatan. Kegiatan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu operasional pergudangan dan penataan barang, pencatatan stok berbasis sistem digital, serta penguatan ketelitian kerja, koordinasi tim, dan keselamatan operasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi karyawan magang pada setiap aspek kegiatan. Pada aspek operasional pergudangan, peserta mengalami peningkatan ketelitian dan kecepatan dalam penanganan barang. Pada aspek pemanfaatan sistem digital, terjadi peningkatan kemampuan dalam penggunaan sistem logistik serta akurasi pencatatan stok. Pada aspek budaya kerja, peserta menunjukkan peningkatan dalam disiplin, kerja sama tim, serta kesadaran terhadap keselamatan operasional. Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi operasional gudang serta kesiapan kerja peserta dalam menghadapi dunia industri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis praktik langsung yang terintegrasi dengan kebutuhan industri merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kompetensi karyawan magang serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang logistik.
Penguatan Keterampilan Mekanik bagi Karyawan Magang pada Unit Operasional PT Bumi Mineral Sulawesi Muh Al Gibran; Deny Caminara G
Abdimas Singkerru Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v4i1.350

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja mekanik yang memiliki keterampilan teknis dan pengalaman praktik yang memadai, khususnya pada lingkungan workshop industri pengolahan mineral. Karyawan magang sebagai tenaga kerja pemula masih menghadapi keterbatasan dalam mengaplikasikan pengetahuan teoritis ke dalam praktik kerja nyata. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mekanik karyawan magang melalui pendampingan langsung di workshop PT Bumi Mineral Sulawesi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan berbasis praktik langsung melalui pendampingan kerja di lingkungan workshop. Kegiatan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu perawatan harian dan servis berkala unit, perbaikan mekanik dan chassis kendaraan, serta overhaul engine yang terintegrasi dengan penguatan keselamatan kerja. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan melalui keterlibatan langsung peserta dalam aktivitas kerja, disertai arahan teknis, demonstrasi, serta evaluasi kinerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mekanik karyawan magang pada setiap aspek kegiatan. Pada aspek perawatan rutin, peserta mampu melaksanakan prosedur servis secara lebih sistematis dan mandiri. Pada aspek perbaikan mekanik, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi dan menangani kerusakan komponen kendaraan. Pada aspek pekerjaan kompleks, peserta mengalami peningkatan kepercayaan diri dan ketelitian dalam menangani sistem yang lebih rumit. Selain itu, kesadaran terhadap keselamatan kerja juga meningkat, ditunjukkan dengan kepatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri dan penerapan prosedur kerja yang aman. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kompetensi teknis peserta sekaligus mendukung efisiensi operasional workshop. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan berbasis praktik langsung di lingkungan kerja nyata merupakan pendekatan efektif dalam meningkatkan keterampilan mekanik sekaligus membentuk kesadaran keselamatan kerja, sehingga menjadi model pembelajaran yang relevan dalam pengembangan tenaga kerja industri.
Peningkatan Keterampilan Operasional Wheel Loader dan P2H Unit pada Area Persiapan Material bagi Karyawan Magang PT Bumi Mineral Sulawesi Muhammad Gading Rianto; Wardiman AP
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i2.351

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan keterampilan operasional alat berat dan pemahaman keselamatan kerja bagi karyawan magang di PT Bumi Mineral Sulawesi, khususnya pada area persiapan material yang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses produksi smelter. Karyawan magang umumnya belum memiliki pengalaman praktis yang memadai dalam pengoperasian wheel loader, pemeriksaan harian alat, serta penerapan keselamatan kerja di lingkungan industri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi teknis, kemampuan perawatan alat, dan kesadaran keselamatan kerja melalui pendampingan langsung di lapangan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan praktik langsung yang terintegrasi dalam tiga aspek utama, yaitu pendampingan pengoperasian wheel loader, pendampingan pemeriksaan harian dan perawatan ringan unit, serta penguatan keselamatan kerja dan adaptasi operasional lapangan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan pembimbing lapangan dan operator berpengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kompetensi yang signifikan. Pada aspek pengoperasian wheel loader, peserta mampu meningkatkan keterampilan dalam melangsir material, melakukan loading, serta memahami alur distribusi material secara lebih efektif. Pada aspek pemeriksaan harian dan perawatan ringan unit, peserta mampu melakukan pengecekan kondisi alat secara sistematis serta melaksanakan perawatan dasar seperti pelumasan dan pembersihan unit. Pada aspek keselamatan kerja, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran dalam penggunaan alat pelindung diri, kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan. Manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh peserta dalam bentuk peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja, tetapi juga oleh perusahaan melalui peningkatan efektivitas operasional dan penurunan potensi risiko kerja. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pendampingan langsung yang terintegrasi mampu menjadi model efektif dalam meningkatkan kompetensi karyawan magang di lingkungan industri. Integrasi antara keterampilan teknis, perawatan alat, dan keselamatan kerja menjadi aspek penting dalam membentuk tenaga kerja yang siap dan adaptif terhadap kebutuhan industri.

Page 8 of 10 | Total Record : 96