cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Editorial Address
Jalan KH Ahmad Razak 2 No 7
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Abdimas Singkerru
ISSN : -     EISSN : 27767477     DOI : -
Abdimas Singkerru adalah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang menerbitkan artikel pengabdian dalam berbagai disiplin ilmu diantaranya teknologi terapan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, sosial humaniora, dan hukum. Tujuan jurnal ini untuk memfasilitasi para akademisi dan praktisi dalam menerbitkan hasil karya-karya inovasi secara luas dalam pengembangan dan penyelesaian permasalahan dalam kehidupan masyarakat.
Articles 104 Documents
Pengembangan Desa Wisata Rahtawu melalui Peningkatan Kapasitas SDM dalam Pengelolaan dan Jejaring Pariwisata Radhita Kusuma Wardani; Sunarto Sunarto
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.335

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Desa Rahtawu memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup besar, namun belum didukung oleh kapasitas sumber daya manusia dan jejaring pariwisata yang optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata serta memperkuat jejaring pariwisata melalui pendekatan terpadu. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang melibatkan perangkat desa, pengelola badan usaha milik desa, dan kelompok sadar wisata. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan dengan pendekatan partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan desa wisata, pelatihan pemandu wisata, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pendampingan promosi berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata, khususnya dalam aspek pelayanan wisata, tata kelola kelembagaan, dan pemanfaatan media digital untuk promosi. Kegiatan sosialisasi mampu membangun kesadaran akan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan. Pelatihan pemandu wisata meningkatkan kemampuan komunikasi dan pelayanan kepada wisatawan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia mendorong pengelolaan desa wisata yang lebih terstruktur, sedangkan pendampingan promosi memberikan dampak pada meningkatnya visibilitas desa wisata melalui media digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi yang melibatkan masyarakat secara aktif mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan desa wisata secara berkelanjutan. Integrasi antara penguatan sumber daya manusia dan pengembangan jejaring pariwisata menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan desa wisata.
Pemberdayaan Mahasiswa sebagai Duta Anti Narkoba Kampus melalui Edukasi Preventif dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Perguruan Tinggi Sriyana Sriyana; Wiwik Suprapti; Betty Karya; Marni Marni; Iratutisisilia Iratutisisilia
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.336

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa merupakan permasalahan serius yang memerlukan upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Lingkungan perguruan tinggi sebagai ruang interaksi sosial yang dinamis menjadikan mahasiswa rentan terhadap pengaruh negatif, sehingga diperlukan strategi pemberdayaan yang mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran mereka terhadap bahaya narkoba. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa sebagai duta anti narkoba kampus melalui edukasi preventif guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan perguruan tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi preventif interaktif, kampanye sosial anti narkoba, serta pelatihan dan pendampingan mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan pada 50 mahasiswa Universitas PGRI Palangka Raya yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Edukasi preventif dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang melibatkan diskusi dan studi kasus, kampanye sosial dilaksanakan melalui kegiatan komunikasi partisipatif antara narasumber dan mahasiswa, sedangkan pelatihan dan pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kemampuan dalam berkomunikasi dan menyampaikan pesan edukatif serta mulai berperan aktif dalam menyebarkan informasi anti narkoba di lingkungan sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan literasi kesehatan, membentuk sikap penolakan terhadap narkoba, serta mendorong terbentuknya kesadaran kolektif di lingkungan kampus. Secara keseluruhan, penyuluhan berbasis edukasi preventif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa dan berpotensi menjadi strategi pencegahan narkoba di lingkungan kampus.
Edukasi Kesehatan bagi Pasien di Praktik Mandiri Dokter Desa Pondok Labu untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Elvika Aulia Fitroningtyas; Novarina Sulsia Ista’In Ningtyas; Dinil Qaiyimah; Alfiana Laili Dwi Agustin; Nasrul Nasrul
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.338

Abstract

Tuberkulosis Paru masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memiliki tingkat penularan tinggi dan berdampak terhadap kondisi kesehatan maupun sosial masyarakat. Rendahnya pengetahuan pasien mengenai cara penularan, pentingnya pengobatan teratur, serta tindakan pencegahan penyakit menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien mengenai Tuberkulosis Paru, cara penularan, pengobatan, serta upaya pencegahan penularan penyakit melalui edukasi kesehatan dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 di Praktik Mandiri Dokter Desa Pondok Labu dengan melibatkan 10 orang pasien Tuberkulosis Paru yang datang berobat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga aspek utama, yaitu edukasi kesehatan Tuberkulosis Paru, optimalisasi media edukasi menggunakan leaflet, dan praktik pencegahan penularan penyakit. Kegiatan diawali dengan pengukuran pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyuluhan interaktif, pembagian media edukasi, demonstrasi penggunaan masker dan etika batuk, serta evaluasi pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien pada seluruh indikator penilaian. Pengetahuan dasar mengenai Tuberkulosis Paru meningkat dari 50% menjadi 100%, pemahaman mengenai cara penularan meningkat dari 33,3% menjadi 86,7%, sedangkan pemahaman mengenai pengobatan Tuberkulosis Paru meningkat dari 25% menjadi 98,3%. Peningkatan juga terlihat pada pemahaman mengenai upaya pencegahan penularan penyakit yang meningkat dari 53,3% menjadi 100%. Pelaksanaan kegiatan memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran pasien mengenai pentingnya kepatuhan pengobatan, penggunaan masker, penerapan etika batuk, serta perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penularan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi kesehatan, media edukasi, dan praktik langsung dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dalam mencegah penularan Tuberkulosis Paru. Keterlibatan aktif pasien selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan edukasi kesehatan berbasis masyarakat.
Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru-Guru Sekolah Penggerak Jenjang SMP Kota Palopo Suardi
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i2.339

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah menengah pertama menuntut guru untuk mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman konsep dan praktik pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi melalui pelatihan dan pendampingan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif yang dilaksanakan selama dua bulan melalui tahapan pelatihan konsep, lokakarya penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi di kelas, serta refleksi berbasis kelompok belajar. Kegiatan melibatkan guru sekolah menengah pertama yang tergabung dalam kelompok belajar Sekolah Penggerak di Kota Palopo. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap edukasi konsep, seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Pada tahap lokakarya, guru mampu menyusun perangkat pembelajaran yang lebih sistematis dan kontekstual, termasuk penggunaan asesmen diagnostik. Pada tahap implementasi, guru mulai menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi sesuai kebutuhan siswa, yang berdampak pada meningkatnya keaktifan dan keterlibatan siswa di kelas. Pada tahap refleksi, guru mampu mengidentifikasi kendala serta merumuskan perbaikan pembelajaran secara kolaboratif. Manfaat kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kompetensi profesional guru serta terciptanya pembelajaran yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan, pendampingan, dan refleksi kolaboratif merupakan pendekatan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran berdiferensiasi. Keterlibatan aktif guru dalam seluruh tahapan kegiatan menjadi faktor kunci keberhasilan dalam mendorong perubahan praktik pembelajaran secara berkelanjutan.
Edukasi dan Praktik Penggunaan APD untuk Meningkatkan Penerapan K3 pada Pekerja Konstruksi Sektor Informal CV. Arumi Design Kota Palopo Ika Triwati; Irhamni Nuhardi; Dewi Astuti Baco
Abdimas Singkerru Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v4i1.340

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, terutama pada pekerja sektor informal yang umumnya belum memiliki pemahaman dan penerapan keselamatan kerja yang memadai. Rendahnya penggunaan alat pelindung diri serta kurangnya kesadaran terhadap risiko kerja menjadi permasalahan utama yang dihadapi pekerja konstruksi di bawah koordinasi CV. Arumi Design Kota Palopo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pekerja dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja melalui edukasi dan praktik penggunaan alat pelindung diri. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan selama tiga hari yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan inti mencakup edukasi budaya keselamatan kerja, pelatihan praktik penggunaan alat pelindung diri, serta skrining kesehatan pekerja. Edukasi dilakukan menggunakan media leaflet, sedangkan pelatihan dilakukan melalui demonstrasi langsung di lokasi proyek. Peserta kegiatan adalah pekerja konstruksi yang terlibat langsung dalam aktivitas pembangunan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai risiko kerja, fungsi, dan cara penggunaan alat pelindung diri. Seluruh peserta mampu mempraktikkan penggunaan alat pelindung diri dengan benar, meskipun sebagian masih memerlukan penguatan dalam memahami jenis dan standar penggunaannya. Peningkatan kesadaran juga terlihat dari perubahan perilaku pekerja yang mulai menggunakan alat pelindung diri secara lebih konsisten. Kegiatan skrining kesehatan memberikan manfaat tambahan berupa deteksi awal kondisi kesehatan pekerja, sementara pemberian alat pelindung diri membantu mendukung penerapan keselamatan kerja secara langsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung dan dukungan fasilitas efektif dalam meningkatkan penerapan keselamatan kerja pada pekerja konstruksi sektor informal serta memperkuat keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Asesmen Kurikulum Merdeka bagi Komite Pembelajaran Sekolah Jenjang SMP Suardi
Abdimas Singkerru Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v4i2.341

Abstract

Implementasi kurikulum terbaru menuntut kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif serta asesmen yang mendukung proses belajar peserta didik. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun pembelajaran berdiferensiasi serta merancang asesmen masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komite pembelajaran jenjang sekolah menengah pertama di Kota Palopo dalam memahami dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk lokakarya dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan peserta yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru bimbingan konseling. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman konsep kurikulum, penyusunan modul ajar berdiferensiasi, serta praktik penyusunan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif melalui diskusi, simulasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 58,4 pada pre-test menjadi 86,2 pada post-test. Peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam menyusun modul ajar yang lebih fleksibel dan kontekstual serta kemampuan merancang asesmen yang terintegrasi dalam pembelajaran. Selain itu, terjadi perubahan cara pandang peserta terhadap pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik dan menekankan pada proses belajar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan kolaborasi efektif dalam meningkatkan kompetensi guru serta mendorong keterlibatan aktif dalam pengembangan pembelajaran. Pendekatan ini menjadi strategi penting dalam mendukung implementasi kurikulum secara lebih optimal di tingkat satuan pendidikan.
Edukasi Pentingnya Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium bagi Siswa SMK Analis Mandala Bhakti Palopo Ika Triwati; Siti Khaeratul Mukarramah; Baso Amir
Abdimas Singkerru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v2i2.342

Abstract

Kegiatan praktikum di laboratorium sekolah menengah kejuruan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi apabila tidak disertai dengan pemahaman yang memadai mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menerapkan prosedur keselamatan kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai keselamatan kerja di laboratorium serta mendorong terbentuknya budaya kerja yang aman. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring selama dua hari melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan siswa sebagai peserta utama, dengan pendekatan penyuluhan, penyampaian materi, diskusi partisipatif, serta evaluasi menggunakan kuesioner berbasis digital. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta pencegahan kecelakaan kerja di laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan melalui kenaikan skor kuesioner setelah kegiatan. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep keselamatan kerja serta mampu menjelaskan kembali prosedur keselamatan di laboratorium. Pada aspek kemampuan menjelaskan prosedur, terjadi pergeseran dari kategori belum memahami menjadi cukup memahami dan memahami. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran dan minat terhadap penerapan keselamatan kerja, yang ditandai dengan partisipasi aktif selama kegiatan serta respon positif terhadap program yang dilaksanakan. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kesiapan siswa dalam melaksanakan praktikum secara aman serta mendukung terbentuknya budaya keselamatan kerja di lingkungan sekolah. Pendekatan edukasi yang mengintegrasikan penyampaian materi dan keterlibatan aktif peserta terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap keselamatan kerja di laboratorium.
Edukasi Pengelolaan Sampah dan Aksi Bersih Pantai sebagai Upaya Meningkatkan Kepedulian Lingkungan di Objek Wisata Pantai Lemo, Luwu Timur Ariani Amri; Ahmad Ashari; Nabila Febriyanti; Miftahul Hairia; Fajar Ramadhan
Abdimas Singkerru Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v5i2.343

Abstract

Permasalahan sampah di kawasan pesisir menjadi isu penting yang berdampak pada kualitas lingkungan, keberlanjutan ekosistem laut, serta daya tarik destinasi wisata. Kondisi ini juga terjadi di kawasan objek wisata Pantai Lemo, Kabupaten Luwu Timur, yang masih menghadapi permasalahan akumulasi sampah akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan pengunjung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah melalui edukasi dan aksi nyata di lapangan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu edukasi kepedulian lingkungan pesisir, sosialisasi dan demonstrasi pengelolaan sampah, serta aksi partisipatif pembersihan pantai.Kegiatan melibatkan mahasiswa Teknik Elektronika sebagai peserta utama, serta masyarakat setempat, aparat desa, dan relawan sebagai mitra pendukung. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dalam pelaksanaan aksi lapangan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam memilah dan mengelola sampah secara tepat. Aksi bersih pantai yang dilakukan secara bersama-sama menghasilkan kondisi lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, serta memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya kesadaran dan kepedulian peserta serta masyarakat terhadap kebersihan kawasan pantai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan edukasi dan aksi partisipatif efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan pesisir. Model kegiatan ini menjadi pendekatan baru yang menekankan pentingnya keterlibatan langsung masyarakat dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Peningkatan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi melalui Sosialisasi pada Panitia dan Tenaga Kerja Pembangunan Masjid Al-Hidayah Salolo Kota Palopo Dewi Astuti Baco; Ika Triwati
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i1.344

Abstract

Kegiatan konstruksi berbasis swadaya masyarakat memiliki potensi risiko kerja yang tinggi akibat belum optimalnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Kondisi ini juga terjadi pada proyek pembangunan Masjid Al-Hidayah Salolo Kota Palopo yang melibatkan panitia dan tenaga kerja tanpa sistem keselamatan kerja yang terstruktur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada tenaga kerja konstruksi melalui sosialisasi dan pendampingan langsung di lokasi proyek. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup kegiatan sosialisasi melalui briefing sebelum pekerjaan dimulai, identifikasi bahaya dan penilaian risiko kerja melalui observasi lapangan, serta pendampingan penggunaan alat pelindung diri dan pengendalian risiko. Kegiatan ini melibatkan panitia proyek dan tenaga kerja konstruksi yang terbagi dalam kelompok pelaksana lapangan dan kelompok pendukung pekerjaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran tenaga kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Tenaga kerja mampu mengidentifikasi berbagai potensi bahaya seperti tertusuk benda tajam, jatuh dari ketinggian, tersandung, kejatuhan material, dan terpotong alat kerja. Selain itu, terjadi peningkatan penggunaan alat pelindung diri serta perbaikan penataan lingkungan kerja. Data hasil identifikasi dan penilaian risiko juga berhasil disusun sebagai acuan dalam pengendalian risiko di lokasi proyek. Manfaat yang diperoleh meliputi peningkatan perilaku kerja yang lebih aman, pengurangan potensi kecelakaan kerja, serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih tertib dan produktif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi dan pendampingan berbasis partisipatif mampu meningkatkan penerapan keselamatan kerja secara efektif pada proyek konstruksi swadaya. Keterlibatan langsung tenaga kerja dalam seluruh tahapan kegiatan menjadi faktor kunci dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku keselamatan kerja yang berkelanjutan.
Edukasi dan Aksi Bersih Pantai sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Pemuda terhadap Kebersihan Lingkungan Pesisir di Pantai Labombo Miftahul Hairia; Fretty Sumbung Parerung; Anggel Erpa Erong Pakiding; Islah Audziah Putri Beang
Abdimas Singkerru Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v5i2.345

Abstract

Permasalahan sampah di kawasan pesisir menjadi isu penting yang berdampak pada kerusakan ekosistem, penurunan kualitas lingkungan, serta kesehatan masyarakat. Pantai Labombo di Kota Palopo merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki potensi wisata, namun masih menghadapi permasalahan kebersihan akibat akumulasi sampah. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya pemuda, dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pemuda terhadap kebersihan lingkungan pesisir melalui edukasi dan aksi bersih pantai. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemuda setempat sebagai mitra kegiatan. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir, sosialisasi dampak sampah dan pengelolaan sampah sederhana, serta aksi partisipatif bersih pantai. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif, sedangkan aksi bersih pantai dilakukan secara berkelompok untuk meningkatkan keterlibatan peserta secara langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir serta dampak negatif sampah terhadap ekosistem dan kesehatan. Peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan bersih pantai dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah, terutama sampah plastik. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya kesadaran lingkungan, keterampilan dalam pengelolaan sampah sederhana, serta terbentuknya sikap peduli lingkungan di kalangan pemuda. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi antara edukasi dan aksi partisipatif efektif dalam meningkatkan keterlibatan pemuda dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Pendekatan berbasis pengalaman langsung menjadi aspek penting dalam membentuk kesadaran dan perilaku peduli lingkungan secara berkelanjutan.

Page 7 of 11 | Total Record : 104