cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
affanramadhan@atidewantara.ac.id
Editorial Address
Jalan KH Ahmad Razak 2 No 7
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Abdimas Singkerru
ISSN : -     EISSN : 27767477     DOI : -
Abdimas Singkerru adalah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat yang menerbitkan artikel pengabdian dalam berbagai disiplin ilmu diantaranya teknologi terapan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, sosial humaniora, dan hukum. Tujuan jurnal ini untuk memfasilitasi para akademisi dan praktisi dalam menerbitkan hasil karya-karya inovasi secara luas dalam pengembangan dan penyelesaian permasalahan dalam kehidupan masyarakat.
Articles 96 Documents
Penguatan Literasi Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Risiko Kehamilan dan Persalinan pada Kelompok Ibu Hamil di Desa Asuli Hamlia; Zamli; Sudirman
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.282

Abstract

Rendahnya literasi kesehatan pada ibu hamil masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko kehamilan dan persalinan, khususnya di wilayah pedesaan. Kondisi ini menyebabkan ibu hamil kurang mampu mengenali tanda bahaya, belum optimal dalam menjaga kesehatan selama kehamilan, serta memiliki kesiapan yang terbatas dalam menghadapi persalinan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan sebagai upaya pencegahan risiko kehamilan dan persalinan pada kelompok ibu hamil di Desa Asuli, Kecamatan Towuti. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi kesehatan kehamilan, pelatihan pencegahan risiko kehamilan dan persalinan, serta pendampingan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Kegiatan dilaksanakan kepada 15 ibu hamil dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Wawondula dan kader Posyandu Cendana. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, demonstrasi, serta konsultasi secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil terkait kesehatan kehamilan, tanda bahaya kehamilan, serta persiapan persalinan. Pada tahap edukasi, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap perubahan selama kehamilan dan pentingnya menjaga kesehatan. Pada tahap pelatihan, peserta mampu mengenali tanda bahaya dan memahami langkah pencegahan risiko kehamilan dan persalinan. Pada tahap pendampingan, peserta menunjukkan peningkatan kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi persalinan, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya dukungan keluarga. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator yang diukur, yang mencerminkan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi berbasis partisipasi masyarakat mampu meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil secara efektif serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan risiko kehamilan dan persalinan.
Penyuluhan Penanganan Panen dan Pascapanen untuk Mendukung Produktivitas Petani Thitin Binalopa; Rahman Syam; Kurniati Tajuddin; Ehlisa Rahmat
Abdimas Singkerru Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v5i1.305

Abstract

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman petani terkait teknik panen dan pascapanen padi yang baik sehingga mampu menekan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu gabah. Permasalahan utama yang ditemukan di lapangan adalah rendahnya pengetahuan petani mengenai metode panen tepat waktu, perontokan mekanis, teknik pengeringan yang benar, serta penyimpanan yang sesuai standar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan diskusi kelompok. Sebanyak 35 petani mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan peningkatan pemahaman sebesar 78% berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, petani mampu menerapkan teknik pengeringan yang sesuai serta memperbaiki cara penyimpanan gabah untuk mengurangi serangan hama gudang. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penyuluhan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas petani dan mampu memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas pascapanen.
Pengembangan dan Implementasi Modul Bahasa Inggris Berbasis Teknologi Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Kompetensi Komunikatif Siswa SMA Negeri 8 Luwu Kecamatan Bastem Alviani; Ryan Alghazali Pakkaja
Abdimas Singkerru Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v5i2.318

Abstract

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan bahwa capaian literasi membaca siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata global, yang mencerminkan perlunya inovasi pembelajaran berbasis literasi dan teknologi. Kondisi tersebut semakin kompleks di wilayah geografis terpencil seperti Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, di mana pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris belum optimal. SMA Negeri 8 Luwu menghadapi permasalahan berupa keterbatasan media pembelajaran interaktif, rendahnya literasi digital siswa, serta kurangnya kepercayaan diri dalam kompetensi komunikatif. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan modul Bahasa Inggris berbasis teknologi interaktif yang adaptif terhadap kondisi infrastruktur lokal serta mampu meningkatkan literasi digital dan kompetensi komunikatif siswa. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pengembangan e-module berbasis multimedia (audio, video, kuis interaktif), validasi ahli, pelatihan guru, implementasi pembelajaran selama 4–6 minggu, serta evaluasi melalui desain pre-test dan post-test. Indikator keberhasilan mencakup peningkatan skor minimal 20% pada ≥80% siswa, peningkatan partisipasi aktif dalam pembelajaran digital, serta kemampuan guru mengoperasikan modul secara mandiri. Luaran program meliputi produk modul digital interaktif, artikel ilmiah pengabdian terindeks SINTA, hak cipta modul, serta video dokumentasi kegiatan. Program ini diharapkan menjadi model pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada sekolah lain di wilayah rural Kabupaten Luwu.
Pelatihan dan Pendampingan Implementasi SISKEUDES bagi Aparatur Desa Kaliwlingi sebagai Upaya Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Lulu Hasna Windhuaji; Edi Jaenudin
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.329

Abstract

Pengelolaan keuangan desa yang akuntabel menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan tertib administrasi. Namun, pelaksanaan pengelolaan keuangan desa masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait pemahaman aparatur desa terhadap administrasi keuangan dan penggunaan sistem pengelolaan keuangan berbasis digital. Kondisi tersebut juga terjadi di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, yang masih menghadapi kendala dalam optimalisasi pengelolaan keuangan desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan aparatur desa dalam pengelolaan keuangan desa yang akuntabel melalui sosialisasi dan bimbingan teknis penggunaan sistem pengelolaan keuangan desa. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui dua bentuk kegiatan utama, yaitu sosialisasi akuntabilitas pengelolaan keuangan desa dan bimbingan teknis pemanfaatan sistem pengelolaan keuangan desa. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik penggunaan aplikasi, dan pendampingan langsung kepada aparatur desa. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, diskusi, dan pengamatan terhadap peningkatan pemahaman serta keterampilan aparatur desa sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi mampu meningkatkan pemahaman aparatur desa mengenai prinsip transparansi, tertib administrasi, dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa. Bimbingan teknis yang dilakukan juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan aparatur desa dalam mengoperasikan sistem pengelolaan keuangan desa, mulai dari proses penginputan data hingga penyusunan laporan administrasi keuangan desa. Kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat berupa meningkatnya kapasitas aparatur desa dalam mendukung pengelolaan keuangan desa yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas aparatur desa melalui sosialisasi dan bimbingan teknis menjadi langkah penting dalam mendukung optimalisasi pengelolaan keuangan desa berbasis sistem. Keterlibatan aktif aparatur desa selama kegiatan berlangsung menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan efektivitas implementasi pengelolaan keuangan desa yang lebih tertib dan akuntabel.
Pengembangan Desa Wisata Rahtawu melalui Peningkatan Kapasitas SDM dalam Pengelolaan dan Jejaring Pariwisata Radhita Kusuma Wardani; Sunarto Sunarto
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.335

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Desa Rahtawu memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup besar, namun belum didukung oleh kapasitas sumber daya manusia dan jejaring pariwisata yang optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata serta memperkuat jejaring pariwisata melalui pendekatan terpadu. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang melibatkan perangkat desa, pengelola badan usaha milik desa, dan kelompok sadar wisata. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan dengan pendekatan partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan desa wisata, pelatihan pemandu wisata, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pendampingan promosi berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata, khususnya dalam aspek pelayanan wisata, tata kelola kelembagaan, dan pemanfaatan media digital untuk promosi. Kegiatan sosialisasi mampu membangun kesadaran akan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan. Pelatihan pemandu wisata meningkatkan kemampuan komunikasi dan pelayanan kepada wisatawan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia mendorong pengelolaan desa wisata yang lebih terstruktur, sedangkan pendampingan promosi memberikan dampak pada meningkatnya visibilitas desa wisata melalui media digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi yang melibatkan masyarakat secara aktif mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan desa wisata secara berkelanjutan. Integrasi antara penguatan sumber daya manusia dan pengembangan jejaring pariwisata menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan desa wisata.
Pemberdayaan Mahasiswa sebagai Duta Anti Narkoba Kampus melalui Edukasi Preventif dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Perguruan Tinggi Sriyana Sriyana; Wiwik Suprapti; Betty Karya; Marni Marni; Iratutisisilia Iratutisisilia
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.336

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa merupakan permasalahan serius yang memerlukan upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Lingkungan perguruan tinggi sebagai ruang interaksi sosial yang dinamis menjadikan mahasiswa rentan terhadap pengaruh negatif, sehingga diperlukan strategi pemberdayaan yang mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran mereka terhadap bahaya narkoba. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa sebagai duta anti narkoba kampus melalui edukasi preventif guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan perguruan tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi preventif interaktif, kampanye sosial anti narkoba, serta pelatihan dan pendampingan mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan pada 50 mahasiswa Universitas PGRI Palangka Raya yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Edukasi preventif dilakukan melalui penyuluhan interaktif yang melibatkan diskusi dan studi kasus, kampanye sosial dilaksanakan melalui kegiatan komunikasi partisipatif antara narasumber dan mahasiswa, sedangkan pelatihan dan pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kemampuan dalam berkomunikasi dan menyampaikan pesan edukatif serta mulai berperan aktif dalam menyebarkan informasi anti narkoba di lingkungan sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan literasi kesehatan, membentuk sikap penolakan terhadap narkoba, serta mendorong terbentuknya kesadaran kolektif di lingkungan kampus. Secara keseluruhan, penyuluhan berbasis edukasi preventif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa dan berpotensi menjadi strategi pencegahan narkoba di lingkungan kampus.
Edukasi Kesehatan bagi Pasien di Praktik Mandiri Dokter Desa Pondok Labu untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Elvika Aulia Fitroningtyas; Novarina Sulsia Ista’In Ningtyas; Dinil Qaiyimah; Alfiana Laili Dwi Agustin; Nasrul Nasrul
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.338

Abstract

Tuberkulosis Paru masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memiliki tingkat penularan tinggi dan berdampak terhadap kondisi kesehatan maupun sosial masyarakat. Rendahnya pengetahuan pasien mengenai cara penularan, pentingnya pengobatan teratur, serta tindakan pencegahan penyakit menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien mengenai Tuberkulosis Paru, cara penularan, pengobatan, serta upaya pencegahan penularan penyakit melalui edukasi kesehatan dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 di Praktik Mandiri Dokter Desa Pondok Labu dengan melibatkan 10 orang pasien Tuberkulosis Paru yang datang berobat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga aspek utama, yaitu edukasi kesehatan Tuberkulosis Paru, optimalisasi media edukasi menggunakan leaflet, dan praktik pencegahan penularan penyakit. Kegiatan diawali dengan pengukuran pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyuluhan interaktif, pembagian media edukasi, demonstrasi penggunaan masker dan etika batuk, serta evaluasi pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien pada seluruh indikator penilaian. Pengetahuan dasar mengenai Tuberkulosis Paru meningkat dari 50% menjadi 100%, pemahaman mengenai cara penularan meningkat dari 33,3% menjadi 86,7%, sedangkan pemahaman mengenai pengobatan Tuberkulosis Paru meningkat dari 25% menjadi 98,3%. Peningkatan juga terlihat pada pemahaman mengenai upaya pencegahan penularan penyakit yang meningkat dari 53,3% menjadi 100%. Pelaksanaan kegiatan memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran pasien mengenai pentingnya kepatuhan pengobatan, penggunaan masker, penerapan etika batuk, serta perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penularan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa kombinasi edukasi kesehatan, media edukasi, dan praktik langsung dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dalam mencegah penularan Tuberkulosis Paru. Keterlibatan aktif pasien selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan edukasi kesehatan berbasis masyarakat.
Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Guru-Guru Sekolah Penggerak Jenjang SMP Kota Palopo Suardi
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v3i2.339

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah menengah pertama menuntut guru untuk mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang adaptif. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman konsep dan praktik pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi melalui pelatihan dan pendampingan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif yang dilaksanakan selama dua bulan melalui tahapan pelatihan konsep, lokakarya penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi di kelas, serta refleksi berbasis kelompok belajar. Kegiatan melibatkan guru sekolah menengah pertama yang tergabung dalam kelompok belajar Sekolah Penggerak di Kota Palopo. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap edukasi konsep, seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Pada tahap lokakarya, guru mampu menyusun perangkat pembelajaran yang lebih sistematis dan kontekstual, termasuk penggunaan asesmen diagnostik. Pada tahap implementasi, guru mulai menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi sesuai kebutuhan siswa, yang berdampak pada meningkatnya keaktifan dan keterlibatan siswa di kelas. Pada tahap refleksi, guru mampu mengidentifikasi kendala serta merumuskan perbaikan pembelajaran secara kolaboratif. Manfaat kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kompetensi profesional guru serta terciptanya pembelajaran yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi pelatihan, pendampingan, dan refleksi kolaboratif merupakan pendekatan efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran berdiferensiasi. Keterlibatan aktif guru dalam seluruh tahapan kegiatan menjadi faktor kunci keberhasilan dalam mendorong perubahan praktik pembelajaran secara berkelanjutan.
Edukasi dan Praktik Penggunaan APD untuk Meningkatkan Penerapan K3 pada Pekerja Konstruksi Sektor Informal CV. Arumi Design Kota Palopo Ika Triwati; Irhamni Nuhardi; Dewi Astuti Baco
Abdimas Singkerru Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v4i1.340

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, terutama pada pekerja sektor informal yang umumnya belum memiliki pemahaman dan penerapan keselamatan kerja yang memadai. Rendahnya penggunaan alat pelindung diri serta kurangnya kesadaran terhadap risiko kerja menjadi permasalahan utama yang dihadapi pekerja konstruksi di bawah koordinasi CV. Arumi Design Kota Palopo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pekerja dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja melalui edukasi dan praktik penggunaan alat pelindung diri. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan selama tiga hari yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan inti mencakup edukasi budaya keselamatan kerja, pelatihan praktik penggunaan alat pelindung diri, serta skrining kesehatan pekerja. Edukasi dilakukan menggunakan media leaflet, sedangkan pelatihan dilakukan melalui demonstrasi langsung di lokasi proyek. Peserta kegiatan adalah pekerja konstruksi yang terlibat langsung dalam aktivitas pembangunan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai risiko kerja, fungsi, dan cara penggunaan alat pelindung diri. Seluruh peserta mampu mempraktikkan penggunaan alat pelindung diri dengan benar, meskipun sebagian masih memerlukan penguatan dalam memahami jenis dan standar penggunaannya. Peningkatan kesadaran juga terlihat dari perubahan perilaku pekerja yang mulai menggunakan alat pelindung diri secara lebih konsisten. Kegiatan skrining kesehatan memberikan manfaat tambahan berupa deteksi awal kondisi kesehatan pekerja, sementara pemberian alat pelindung diri membantu mendukung penerapan keselamatan kerja secara langsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung dan dukungan fasilitas efektif dalam meningkatkan penerapan keselamatan kerja pada pekerja konstruksi sektor informal serta memperkuat keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Asesmen Kurikulum Merdeka bagi Komite Pembelajaran Sekolah Jenjang SMP Suardi
Abdimas Singkerru Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v4i2.341

Abstract

Implementasi kurikulum terbaru menuntut kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif serta asesmen yang mendukung proses belajar peserta didik. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun pembelajaran berdiferensiasi serta merancang asesmen masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komite pembelajaran jenjang sekolah menengah pertama di Kota Palopo dalam memahami dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk lokakarya dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan peserta yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan guru bimbingan konseling. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman konsep kurikulum, penyusunan modul ajar berdiferensiasi, serta praktik penyusunan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif melalui diskusi, simulasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 58,4 pada pre-test menjadi 86,2 pada post-test. Peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam menyusun modul ajar yang lebih fleksibel dan kontekstual serta kemampuan merancang asesmen yang terintegrasi dalam pembelajaran. Selain itu, terjadi perubahan cara pandang peserta terhadap pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik dan menekankan pada proses belajar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan kolaborasi efektif dalam meningkatkan kompetensi guru serta mendorong keterlibatan aktif dalam pengembangan pembelajaran. Pendekatan ini menjadi strategi penting dalam mendukung implementasi kurikulum secara lebih optimal di tingkat satuan pendidikan.

Page 7 of 10 | Total Record : 96