cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 748 Documents
Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPAS pada Siswa Kelas IV SD Susanti Maysura Simanjuntak; Nahriyah Fata; Almira Amir
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5683

Abstract

Pendidikan karakter merupakan proses pengembangan kecerdasan, kepribadian, dan akhlak mulia yang perlu diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas IV SD Negeri 155684 Lubuk Tukko 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang diawali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif untuk memperjelas temuan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 64 siswa kelas IV dengan sampel kuantitatif sebanyak 55 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket pendidikan karakter yang mencakup nilai religius, integritas, mandiri, gotong royong, dan nasionalis, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-Square. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memberikan penjelasan terhadap temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter siswa secara keseluruhan berada pada kategori baik. Secara bivariat, terdapat keterkaitan yang signifikan antara kategori nilai religius dengan kategori pendidikan karakter secara keseluruhan (p=0,010), nilai mandiri dengan kategori pendidikan karakter secara keseluruhan (p=0,005), dan nilai nasionalis dengan kategori pendidikan karakter secara keseluruhan (p=0,006). Sementara itu, nilai integritas (p=0,660) dan gotong royong (p=0,141) tidak menunjukkan keterkaitan yang signifikan. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter tersebut tercermin dalam aktivitas pembelajaran IPAS melalui pembiasaan, kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, dan pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS menyediakan konteks yang mendukung penguatan nilai-nilai pendidikan karakter melalui aktivitas pembelajaran yang kontekstual dan berpusat pada peserta didik.
Evaluasi Program Gowa Caradde’ “Ayo Mengaji” Menggunakan Model CIPP di Sekolah Dasar Nurul Fauziah; Misykat Malik Ibrahim; Ulfiani Rahman
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5694

Abstract

Pembiasaan membaca al-Qur’an pada jenjang sekolah dasar berperan penting dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter religius peserta didik. Program pembiasaan mengaji sebagai bagian dari kebijakan pendidikan daerah perlu dievaluasi untuk mengetahui kesesuaian antara tujuan dan pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Gowa Caradde’ “Ayo Mengaji” di SD Negeri Paccinongang Unggulan Kabupaten Gowa berdasarkan komponen context, input, process, dan product. Penelitian menggunakan mixed methods dengan desain sequential exploratory dan model evaluasi CIPP. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik kelas III, dengan 34 peserta didik kelas III B sebagai subjek tes unjuk kerja. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data kuantitatif melalui tes unjuk kerja membaca al-Qur’an/Iqra’. Data kualitatif dianalisis melalui kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sedangkan data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase, rata-rata, dan kategorisasi. Hasil menunjukkan bahwa aspek context memiliki landasan kebijakan, tujuan jelas, serta sesuai kebutuhan dan visi-misi sekolah. Aspek input didukung guru, peserta didik, waktu, dan sarana, meskipun kompetensi khusus guru masih terbatas. Aspek process terlaksana rutin sebelum pembelajaran, tetapi terkendala perbedaan kemampuan, konsentrasi, dan waktu. Aspek product menunjukkan kemampuan membaca al-Qur’an/Iqra’ kategori baik, dengan fashahah 79%, makhrajul huruf 75%, dan tajwid 67%. Program juga berkontribusi pada kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterlibatan keagamaan. Program perlu dipertahankan melalui peningkatan kompetensi guru, pembinaan sesuai kemampuan peserta didik, dan penguatan petunjuk teknis.
Predicting High School Student Interest in Private Universities Using Markov Chains and Data Mining Hevlie Winda Nazry S; Muhammad Haris; Fatma Sari Hutagalung
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5696

Abstract

This study examines senior high school (SMA) students interest in attending private universities in Medan using an Educational Data Mining (EDM) approach. A first-order Markov chain model integrated with data mining techniques maps transitions among five states (Exploration, Consideration, Application, Re-enrollment, and Non-PTS migration) of student preferences. A stratified random sample of 2,850 SMA students was surveyed with a 20-item Likert questionnaire, and secondary historical enrollment data were used. K-Means clustering and decision tree algorithms were applied for data preprocessing and feature extraction. The Markov model achieved 89.47% accuracy, 88.20% precision, 90.15% recall, and an RMSE of 0.0824. The steady-state projection indicates 52.09% of students eventually enroll in private universities (PTS) while 47.79% go to public universities (PTN) or other non-PTS pathways; the remaining ~0.12% probability is distributed across the other three states, confirming that the 52.09% and 47.79% outcomes are dominant. These results have practical implications for private university policymakers in formulating data-driven recruitment strategies and mitigating the “leaky pipeline” of applicants.
The Effectiveness of “Magic Tectonic Box” on Learning Outcomes and Critical Thinking Skills of Students at Muhammadiyah 6 Middle School in Palembang Khikmatul Istiqomah; Ali Muhtadi; Ahmad Wahyu Hidayat
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5723

Abstract

This study analyzes the effectiveness of Magic Tectonic Box on learning outcomes and critical thinking of eighth-grade students on earthquake material. The study used a quantitative approach with an experimental design. Participants consisted of 60 eighth-grade students of SMP Muhammadiyah 6 Palembang, divided into an experimental class and a control class, each with 30 students. The research instruments included 20 reasoned multiple-choice questions to measure learning outcomes, five scenario-based essay questions to measure interpretation, analysis, inference, evaluation, and explanation, an implementation observation sheet, and a student response questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, N-gain, ANCOVA with pre-test as a covariate, independent sample t-test, and effect size. The average learning outcomes of the experimental class increased from 53.10 to 82.60, while the control class increased from 52.80 to 68.40. The N-gain of the two classes were 0.63 and 0.33, respectively. ANCOVA showed a significant difference in learning outcomes, F(1,57) = 28.74, p < 0.001, partial η² = 0.335. The critical thinking score of the experimental class was also higher than the control, namely 80.13 compared to 67.27, t (58) = 5.21, p < 0.001, d = 1.35. The implementation of learning reached 92.5% and student responses were in the very positive category. Guided inquiry assisted by Magic Tectonic Box significantly improved conceptual understanding and critical thinking through prediction, evaluation of evidence, explanation, and reflection on model limits. The findings indicate that Magic Tectonic Box effectively supports conceptual mastery and critical thinking through model manipulation, prediction testing, evidence-based argumentation, and reflection on representation limitations.
Pengembangan Augmented Reality Berbasis Discovery Learning untuk Berpikir Kritis dan Nilai Afektif Murid Adis Sherly; Saleh Hidayat; Bagas Rasid Sidik
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5731

Abstract

Visualisasi objek biologi yang sulit dihadirkan secara langsung membatasi kegiatan pengamatan dan penalaran murid. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Augmented Reality (AR) berbasis Discovery Learning pada materi klasifikasi hewan serta menguji validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya terhadap kemampuan berpikir kritis dan nilai afektif. Penelitian dan pengembangan menggunakan model 4D yang mencakup define, design, develop, dan disseminate. Produk berupa modul ajar, lembar kerja murid, objek tiga dimensi, dan kartu akses QR. Validasi melibatkan ahli bahasa, media, perangkat, materi, dan evaluasi. Uji efektivitas menggunakan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest dengan kelas kontrol sebanyak 25 murid dan kelas eksperimen sebanyak 23 murid. Data dianalisis menggunakan persentase deskriptif, Shapiro-Wilk, Levene, Mann-Whitney, dan N-Gain. Rata-rata validasi produk mencapai 90,48%, kepraktisan guru 92,86%, keterbacaan 71,74%, keterlaksanaan dua pertemuan 100%, dan respons positif murid 97,82%. Skor berpikir kritis kelas eksperimen meningkat dari 48,41 menjadi 81,86 dengan N-Gain 0,63, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 57,33 menjadi 62,40 dengan N-Gain 0,18. Perbedaan pascaintervensi signifikan dan berefek besar (U = 54,00; Z = -4,886; p < 0,001; r = 0,71). Perbedaan nilai afektif juga signifikan dan berefek besar (U = 39,00; Z = -5,194; p < 0,001; r = 0,75), terutama pada receiving, responding, dan valuing. Temuan menunjukkan bahwa integrasi visualisasi AR dengan tahapan penemuan terbimbing layak digunakan untuk mendukung pengamatan, analisis, dan keterlibatan murid, meskipun internalisasi nilai tingkat lanjut memerlukan pembiasaan yang lebih panjang.
AI Literacy, Speaking Self-Efficacy, Digital Engagement, and Speaking Anxiety as Predictors of EFL Speaking Performance Sutrah Sutrah; Muhammad Agung
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5740

Abstract

Oral proficiency is the area in which Indonesian English majors most often fall short, and the arrival of conversational artificial intelligence has widened access to speaking practice without settling the question of who actually benefits from it. Intervention studies report average gains yet say little about the learner attributes behind them, so departments now weighing AI literacy modules are deciding without evidence on the learners themselves. This study examined how far AI literacy, speaking self-efficacy, digital engagement, and speaking anxiety predict perceived EFL speaking performance, both jointly and individually. A quantitative, non-experimental, cross-sectional correlational survey was conducted with 178 undergraduates in an English Language Education programme at a university in South Sulawesi, drawn by proportionate stratified random sampling with year of study as the stratifying variable. Five Likert scales totalling 63 items measured the four predictors and the outcome, all of them meeting the conventional item and reliability criteria. The questionnaire was administered online over four weeks in mid-semester, and the data were analysed in IBM SPSS Statistics 27 through descriptive statistics, Pearson correlations, classical assumption testing, and simultaneous multiple regression. The four predictors together accounted for 54.6 per cent of the variance in perceived speaking performance, F(4, 173) = 51.940, p < .001. Speaking self-efficacy made the largest unique contribution (β = .329, sr² = .068), followed by speaking anxiety (β = -.252, sr² = .046) and digital engagement (β = .217, sr² = .031). AI literacy remained significant while contributing least (β = .175, sr² = .018), despite a zero-order correlation of .542 with the outcome. Because the design is correlational, that contrast is read as overlap rather than as a causal pathway: the share of variance uniquely attributable to AI literacy shrinks once confidence, practice, and apprehension are taken into account. Departments planning AI literacy modules are therefore better advised to situate them within a wider affective and behavioural strategy than to adopt them as a stand-alone remedy for weak oral performance.
Hubungan antara Fear of Negative Evaluation dengan AI-Assisted Academic Help Seeking pada Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi Rukiana Novianti Putri; Rahmania Rahmania; Ainun Jariah; Sukarno Ismail
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.5755

Abstract

Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kalangan mahasiswa skripsi semakin masif sebagai sumber bantuan akademik alternatif. Salah satu faktor psikologis yang diduga mendorong perilaku ini adalah Fear of Negative Evaluation (FNE), yaitu ketakutan terhadap penilaian negatif dari orang lain, termasuk dosen pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Fear of Negative Evaluation dengan AI-Assisted Academic Help Seeking pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Kota Makassar, baik pada skor total maupun per aspek (Instrumental, Executive, dan Perceived Benefits). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional non-eksperimental dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 80 mahasiswa S1 yang sedang menyusun skripsi di berbagai perguruan tinggi di Kota Makassar dengan kriteria telah melaksanakan seminar proposal dan pernah menggunakan AI generatif untuk keperluan akademik dalam tiga bulan terakhir. Instrumen yang digunakan adalah adaptasi Brief Fear of Negative Evaluation Scale (BFNE) sebanyak 12 item (α = 0,891) dan Skala AI-Assisted Academic Help Seeking 54 item (α = 0,924) yang mengukur tiga aspek perilaku pencarian bantuan berbasis AI. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara FNE dengan AI-Assisted Academic Help Seeking secara keseluruhan (r = 0,412; p < 0,01). Analisis per aspek mengungkap pola yang secara teoretis bermakna: korelasi terkuat ditemukan pada aspek Executive (r = 0,524; p < 0,01) dan Perceived Benefits (r = 0,389; p < 0,01), sedangkan aspek instrumental tidak berkorelasi signifikan (r = 0,142; p = 0,209). Temuan ini menunjukkan bahwa FNE secara selektif memprediksi pola penggunaan AI yang maladaptif dan motivasi pelarian psikologis, bukan pemanfaatan AI untuk pembelajaran mendalam. Implikasi praktisnya, dosen pembimbing perlu membangun iklim bimbingan yang non-evaluatif untuk mencegah pergeseran fungsi AI dari alat belajar menjadi mekanisme avoidance.
Pengaruh Metode Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Culturally Responsive Teaching terhadap Hasil Belajar Siswa Aqiqul Putra Zaibintoro; Hakkun Elmunsyah; Mutilah Mutilah; Farros Shaffira
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5092

Abstract

Pembelajaran Informatika pada materi pengolahan angka masih sering terjebak pada metode instruksional mekanis yang mengabaikan tingkat kesiapan kognitif dan keberagaman latar belakang sosiokultural siswa, sehingga berujung pada rendahnya capaian belajar. Meskipun metode berdiferensiasi dan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) telah banyak dikaji secara terpisah, bukti empiris mengenai efektivitas fusi kedua metode tersebut terhadap luaran kognitif absolut keterampilan komputasional masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh integrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis CRT terhadap hasil belajar siswa. Riset kuantitatif ini menerapkan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) bertipe non-equivalent pretest-posttest control group. Partisipan melibatkan 62 siswa kelas VIII yang ditarik menggunakan teknik cluster random sampling, terbagi menjadi kelompok eksperimen (N=32) dan kelompok kontrol (N=30). Pengumpulan data menggunakan instrumen tes objektif dan dianalisis melalui uji Independent Sample t-Test. Hasil analisis membuktikan terdapat perbedaan capaian hasil belajar yang signifikan secara statistik (t = 2,887; p = 0,005 < 0,05). Kelompok eksperimen yang menerima intervensi fusi diferensiasi dengan studi kasus budaya lokal mencatatkan rata-rata skor 88,13, unggul secara meyakinkan sebesar 5,3 poin di atas kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional (82,83). Besaran peningkatan ini menunjukkan dampak praktis yang kuat dari perlakuan yang diberikan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan kontribusi empiris bahwa integrasi antara akomodasi gaya belajar dan kontekstualisasi sosiokultural terbukti secara kausalitas mampu mendongkrak penguasaan kemampuan logika komputasional siswa.