cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 748 Documents
Preferensi Media dan Strategi Belajar Mahasiswa PPKn pada Pembelajaran Digital Nor Aini; Zainul Akhyar
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5332

Abstract

Transformasi digital di pendidikan tinggi memperluas pilihan media belajar, tetapi kemudahan akses belum selalu diikuti strategi belajar yang terarah dan evaluasi sumber yang memadai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan preferensi media dan strategi belajar mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis di FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Informan terdiri atas delapan mahasiswa PPKn angkatan 2024 dan 2025 serta dua dosen yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian tematik, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan temuan diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik serta konfirmasi interpretasi kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran preferensi dari buku cetak dan penjelasan dosen sebagai sumber dominan menuju kombinasi telepon pintar, mesin pencari, jurnal elektronik, video pembelajaran, media sosial edukatif, dan platform daring. Pergeseran tersebut diikuti strategi pencarian mandiri, penggunaan representasi visual, pemilihan sumber sesuai kebutuhan tugas, serta konfirmasi lintas sumber; namun, pendalaman materi dan pengelolaan waktu belum konsisten. Faktor internal meliputi motivasi, literasi digital, kemandirian, dan manajemen waktu, sedangkan faktor eksternal mencakup akses teknologi, lingkungan belajar, dan desain pembelajaran dosen. Temuan mengimplikasikan perlunya pembelajaran PPKn yang memadukan sumber multimodal dengan panduan evaluasi kredibilitas, aktivitas reflektif, dan dukungan regulasi diri agar preferensi media berkembang menjadi strategi belajar yang bertanggung jawab.
Persepsi Perempuan Dewasa Awal terhadap Pernikahan dalam Ekosistem Media Digital di Kota Banjarbaru Muhammad Akmal Saleh; Zainul Akhyar
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5333

Abstract

Ekosistem media digital memperluas sumber pengetahuan tentang pernikahan sekaligus menghadirkan narasi ideal, konflik rumah tangga, dan perbandingan sosial yang dapat memengaruhi cara perempuan muda menafsirkan relasi. Penelitian ini bertujuan memahami persepsi perempuan dewasa awal terhadap makna, kesiapan, dan risiko pernikahan serta cara mereka memaknai konten pernikahan di media digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif di Kota Banjarbaru dengan sebelas informan berusia 19–30 tahun yang mencakup perempuan belum menikah, menikah, dan pernah menikah. Informan dipilih secara purposif dan berpartisipasi secara sukarela. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui pengodean deskriptif, reduksi, penyajian tema, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan tetap dipandang sebagai ikatan bermakna dan komitmen jangka panjang, tetapi bukan kewajiban yang harus segera dipenuhi. Kesiapan mental, emosional, finansial, kesetaraan, komunikasi, dan kesesuaian visi menjadi pertimbangan utama. Media digital dipersepsikan bersifat ganda: menyediakan pengetahuan, contoh relasi, dan kemudahan komunikasi, tetapi juga menampilkan ekspektasi tidak realistis, kisah konflik, peluang perselingkuhan, dan tekanan perbandingan. Informan tidak menerima konten secara seragam; pengalaman pribadi dan kemampuan menilai sumber membentuk proses pemaknaan. Temuan ini menegaskan bahwa media digital merupakan konteks interpretasi, bukan penyebab tunggal perubahan sikap. Implikasinya adalah penguatan literasi digital kritis dan pendidikan pranikah yang responsif gender, berbasis kesiapan, serta tidak menstigma pilihan hidup perempuan.
Pelaksanaan Program Ecobrick dan Pembentukan Kewarganegaraan Ekologis Peserta Didik di SMA Negeri 8 Banjarmasin Putri Malasary; Sarbaini Sarbaini
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5334

Abstract

Pengelolaan sampah plastik di sekolah memerlukan kegiatan yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi memberi ruang bagi peserta didik untuk mempraktikkan tanggung jawab lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program ecobrick, peran guru, dan indikasi pembentukan kewarganegaraan ekologis peserta didik di SMA Negeri 8 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan dua guru fasilitator dan enam peserta didik yang terlibat dalam program. Informan dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui pengodean deskriptif, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber, teknik, dan waktu digunakan untuk memeriksa konsistensi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan melalui sosialisasi, pemilahan dan pengumpulan plastik, pembersihan bahan, pemadatan plastik ke dalam botol, serta pemanfaatan ecobrick menjadi produk fungsional. Guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing teknis, motivator, dan pengorganisasi kader. Keterlibatan langsung memunculkan indikasi perubahan berupa meningkatnya perhatian terhadap pemilahan sampah, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan keinginan menerapkan praktik serupa di rumah. Namun, pemilahan belum konsisten pada seluruh peserta didik dan partisipasi masih bertumpu pada kader tertentu. Dengan demikian, ecobrick berfungsi sebagai wahana belajar kontekstual yang mendukung pembentukan kewarganegaraan ekologis, tetapi bukan pengganti upaya pengurangan plastik dari sumbernya. Sekolah disarankan mengintegrasikan program dengan pembelajaran, memperluas partisipasi, menetapkan pemantauan perilaku, dan menghubungkannya dengan strategi pengurangan serta daur ulang yang berkelanjutan.
Pendekatan Pembelajaran Mendalam Melalui Teks Biografi untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa Risma Anisa; Abu Bakar Tumpu; Erniati Erniati
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5490

Abstract

Rendahnya keterampilan menyimak siswa serta perlunya pembelajaran yang lebih bermakna menjadi dasar penting dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam dalam pembelajaran menyimak serta mengetahui peningkatan keterampilan menyimak siswa kelas x 3 SMAN 18 Bulukumba setelah diterapkan pendekatan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembembelajaran mendalam dapat meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik pada tahap pra-siklus, nilai tengah nilai peserta didik sebesar 60,83 dengan tingkat ketuntasan belajar 6,90% setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I nilai rata-rata mengalami peningkatan menjadi 74,76 dengan tingkat ketuntasan 51,72%. Pada tahapa Siklus II, capaian rata-rata nilai kembali mengalami peningkatan menjadi 82,31 dengan persentase sebesar 86,21%. Peningkatan juga terjadi pada seluruh aspek penilaian keterampilan menyimak, yaitu pemahaman tema dan nilai kehidupan, unsur-unsur biografi, peristiwa penting dalam kehidupan tokoh, makna dan keteladanan tokoh, kemampuan menyimpulkan isi biografi serta kemampuan memberikan tanggapan terhadap  tokoh. Berdasarskan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa  kelas x 3 SMAN 18 Bulukumba. Pendekatan ini mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, pemahaman yang bermakna, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif dalam kegiatan menyimak.
Pengembangan Media Petualang Lima Sila Berbasis Articulate Storyline untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Irma Suryani; Hamidaturrohmah Hamidaturrohmah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5491

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila bagi siswa sekolah dasar masih banyak mengandalkan buku teks dan metode konvensional, sehingga kemampuan berpikir kritis peserta didik belum berkembang secara optimal. Kondisi ini menegaskan pentingnya media ajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik belajar anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif Petualang Lima Sila berbasis Articulate Storyline 3 serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar. Metode yang dipakai adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri atas lima tahap: analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu ahli media, satu ahli materi, satu guru kelas III, dan 22 peserta didik kelas III SDN 4 Srobyong. Wawancara terstruktur, angket, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji dengan paired sample t-test serta N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian, media ini memperoleh skor validitas 89,00% (sangat valid) serta tingkat kepraktisan 90,46% (sangat praktis). Efektivitasnya tampak dari kenaikan rerata nilai peserta didik dari 68,18 menjadi 84,77, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan N-Gain 0,5637 pada kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa perpaduan video pembelajaran, cerita bergambar, studi kasus, permainan edukatif, dan kuis interaktif dalam media ini menghasilkan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan mendukung penguatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Oleh karena itu, media Petualang Lima Sila layak dijadikan alternatif pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar dan berpotensi dikembangkan lebih jauh untuk materi maupun jenjang pendidikan lainnya.
Pendidikan Pancasila dan Kesadaran Sosial Remaja di Era Digital: Studi Komparatif pada Sekolah Menengah di Kota Serang Fakhri Pratama
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5492

Abstract

Era digital mengubah pola interaksi sosial remaja melalui tingginya intensitas penggunaan media digital yang berpotensi meningkatkan individualisme dan menurunkan kepedulian sosial. Pendidikan Pancasila berperan penting sebagai sarana penanaman nilai-nilai kebangsaan untuk memperkuat kesadaran sosial remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pendidikan Pancasila terhadap kesadaran sosial remaja di era digital, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat efektivitasnya, serta membandingkan pengaruhnya pada siswa SMAN 8 Kota Serang dan SMK 1 Pasundan Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 233 siswa kelas XI di kedua sekolah, dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji korelasi, uji t, uji F, dan uji beda rata-rata (independent samples t-test) berbantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan Pendidikan Pancasila berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran sosial remaja dengan persamaan regresi Y = 24,690 + 0,598X. Koefisien korelasi sebesar 0,5804 menunjukkan hubungan sedang, sedangkan koefisien determinasi sebesar 33,69% menunjukkan kontribusi Pendidikan Pancasila terhadap kesadaran sosial remaja. Hasil uji t (10,834 > 1,970) dan uji F (117,372 > 3,882) pada taraf signifikansi 0,000 memperkuat temuan tersebut. Faktor penghambat utama adalah rendahnya penghayatan nilai-nilai Pancasila secara afektif (mean = 2,9496). Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor signifikan antar sekolah, namun pengaruh Pendidikan Pancasila lebih besar di SMK 1 Pasundan (R² = 39,67%) dibandingkan SMAN 8 Kota Serang (R² = 31,76%). Disimpulkan bahwa Pendidikan Pancasila berperan penting dalam meningkatkan kesadaran sosial remaja, tetapi perlu penguatan aspek afektif dan penyesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik masing-masing jenis sekolah.
Penerapan Pembelajaran Flipped Classroom untuk Meningkatkan Kompetensi Menulis Kritis Siswa Madrasah Aliyah Daerah Terpencil Nabila Sarah; Supriadi Supriadi; Dwi Syukriady
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5494

Abstract

Rendahnya kemampuan menulis kritis siswa menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada konteks pendidikan di daerah terpencil yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber belajar dan teknologi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi secara mandiri sebelum pembelajaran tatap muka sehingga waktu di kelas dapat dimanfaatkan untuk kegiatan menulis, diskusi, dan pemberian umpan balik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran Flipped Classroom pada siswa kelas XI Madrasah Aliyah Al-Falah Pamantauang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa kelas XI. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan menulis kritis, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui perubahan kemampuan menulis kritis siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kemampuan menulis kritis siswa, yaitu dari 37,78 pada tahap prasiklus menjadi 76,48 pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 80,63 pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Flipped Classroom dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis kritis siswa dalam konteks penelitian ini. Dengan demikian, model Flipped Classroom memberikan hasil yang positif terhadap peningkatan kemampuan menulis kritis siswa kelas XI Madrasah Aliyah Al-Falah Pamantauang.
Human Resource Management of Teachers and Its Impact on Learning Quality at SMP Muhammadiyah 1 Makassar Andi Ratu Ayuashari Anwar; Nanang Hermawan; Nuraisah Nuraisah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5496

Abstract

The quality of learning in schools largely depends on how teaching staff are managed, encompassing competence, continuous professional development, welfare, and performance evaluation. Human resource management (HRM) practices in faith-based private schools, however, remain empirically understudied, leaving their contribution to learning quality insufficiently understood.  This study aims to analyze teacher HRM practices, including recruitment and competence, continuous professional development, welfare and motivation, HR planning, and quality evaluation, at SMP Muhammadiyah 1 Makassar. It further examines the relationship between these practices and the quality of learning at the school.  The study employed a descriptive qualitative approach, with the Vice Principal for Curriculum Affairs and one teacher as participants.  Data were collected through semi-structured interviews using an interview instrument, along with direct observation, and were analyzed descriptively-thematically based on the five HRM aspects examined in this study. The results show that the school applies a rigorous teacher selection process comprising administrative screening, interviews, teaching practice tests, and Qur'an recitation tests as a distinctive feature of an Islamic school; conducts continuous professional development through In-House Training and deep-learning workshops equally for all teachers; provides competitive honorariums along with non-financial incentives; and carries out regular semester-based supervision supported by CCTV monitoring. Nevertheless, the high administrative workload of teachers remains an obstacle that hinders the optimal application of training outcomes in classroom practice. These findings imply the need to streamline teachers' administrative tasks and strengthen digital technology-based training so that HRM can contribute more optimally to improving learning quality in schools.
Peran Konselor dalam Optimalisasi Tahsin Adaptif Anak Tuli dengan Metode BISINDO di Little Hijabi Latifa Ima Chairunnisa; Nur Hermatasiyah; Aceng Akhmad Munanzdar Alkafi Billah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5500

Abstract

Pembelajaran tahsin bagi anak tuli menghadapi tantangan komunikasi dan artikulasi karena pendekatan konvensional cenderung bertumpu pada kemampuan auditori. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran konselor dalam mengoptimalkan pembelajaran tahsin adaptif bagi anak tuli menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) di The Little Hijabi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang melibatkan enam anak tuli berusia 7-10 tahun pada tahsin level 1 sebagai subjek observasi, serta pengajar tahsin dan kepala yayasan sebagai informan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor berperan sebagai mitra kolaboratif pengajar melalui dukungan pengondisian kelas, penguatan motivasi, dan observasi kebutuhan penyesuaian pembelajaran. Pembelajaran dilaksanakan secara adaptif melalui tahap pembukaan, inti, dan penutup dengan BISINDO sebagai media komunikasi utama serta penyesuaian metode, media, dan target berdasarkan kemampuan individual peserta didik. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh keterlibatan orang tua, media visual, lingkungan inklusif, kompetensi pengajar, dan dukungan kepala yayasan, tetapi terkendala keragaman kemampuan peserta didik, disabilitas ganda, keterbatasan waktu, dan jumlah pengajar. Penelitian menyimpulkan bahwa sinergi konselor dan ekosistem pendidikan menjadi kunci optimalisasi tahsin adaptif berbasis BISINDO. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas perspektif bimbingan dan konseling melalui penyusunan model kolaboratif antara konselor dan pengajar dalam pembelajaran tahsin adaptif berbasis BISINDO bagi anak tuli. Penelitian selanjutnya direkomendasikan menguji efektivitas kolaborasi konselor–pengajar dan kontribusi BISINDO terhadap perkembangan kemampuan membaca Al-Qur'an anak tuli.
Pembentukan Karakter Islami Anak Tunarungu di Sekolah Little Hijabi: Studi Kasus dalam Perspektif Konseling Islami Khairani Rizki Aliza; Nur Hermatasiyah; Zubaidi Zubaidi
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5501

Abstract

Pembentukan karakter Islami pada anak tunarungu menghadapi tantangan komunikasi yang memerlukan strategi pendidikan adaptif, kontekstual, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan karakter Islami, menganalisis peran guru, serta menafsirkan praktik-praktik pembentukan karakter bagi anak-anak tunarungu dari perspektif konseling Islam di The Little Hijabi Homeschooling, Pembiasaan sebagai Strategi Pembentukan Karakter Islami pada Anak Tunarungu, Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Pembentukan Karakter Islami pada Anak Tunarungu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas delapan siswa tunarungu berusia 12-19 tahun, sedangkan informan meliputi kepala yayasan dan guru yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter Islami dilaksanakan melalui pembiasaan ibadah dan adab secara konsisten, meliputi salat dhuha, zikir pagi, doa bersama, penyampaian kisah Al-Qur'an, serta penguatan nilai disiplin, kepedulian, dan sikap saling menghormati. Guru berperan sebagai teladan, pembimbing, pendamping, dan motivator melalui hubungan interpersonal yang hangat dan komunikatif. Dalam perspektif konseling Islami, proses tersebut merefleksikan integrasi prinsip ta'wid, uswah hasanah, dan mau'izhah yang mendorong internalisasi nilai Islam sebagai kesadaran spiritual, bukan sekadar kepatuhan perilaku. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi pembiasaan, keteladanan, dan pendampingan berbasis konseling Islami mendukung pembentukan karakter anak tunarungu secara moral, perilaku, dan spiritual. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi peran keluarga dan menguji efektivitas program pembentukan karakter Islami pada konteks pendidikan inklusif yang lebih luas.