cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 748 Documents
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Adversity Quotient pada Materi Matriks Kelas XI SMA Sri Ismayanti; Rezki Ramdani; Ernawati Ernawati
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5513

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah menengah kerap menghadapi kendala serius berupa rendahnya ketahanan afektif siswa dan kemampuan pemecahan masalah yang belum optimal, terutama pada materi kompleks seperti matriks, sehingga sebagian besar siswa mudah menyerah ketika menemui hambatan prosedural. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk perangkat pembelajaran berupa Modul Ajar, Bahan Ajar, dan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Adversity Quotient pada materi matriks kelas XI SMA yang memnuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development dengan menggunakan model ADDIE. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik cluster random sampling yang melibatkan dua kelas di SMA Muhammadiyah Limbung, yakni kelas XI.2 sebanyak 6 siswa untuk uji coba terbatas dan kelas XI.1 sebanyak 24 siswa untuk uji coba lapangan luas. Validitas produk dilakukan oleh dua orang validator ahli terhadap aspek kelayakan isi, bahasa dan penyajian. Teknik Pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa serta tes kemampuan pemecahan masalah matematis berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) skor validitas perangkat pembelajaran dengan rata-rata V = 3,8 (kategori Sangat Valid); (2) skor kepraktisan berdasarkan angket respon guru sebesar 100% dan angket respon siswa dengan rata-rata 78,41% (kategori Praktis); (3) skor keefektifan perangkat pembelajaran yaitu peningkatan rata-rat hasil belajar dari 10,71 pada pre-test menjadi 23,08 pada post-test dengan nilai N-gain 0,63 (kategori Sedang atau Efektif) serta ketuntasan klasikal mencapai 83,33%. Dengan demikian, perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
Pengembangan Film Dokumenter untuk Mengenal Gantala Jarang Sebagai Budaya Lokal Butta Turatea pada Siswa SMA Sulkarnain Sulkarnain; Pattaufi Pattaufi; Citra Rosalyn Anwar
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5522

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan film dokumenter sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan Gantala Jarang sebagai budaya lokal Butta Turatea kepada siswa SMA Al-Bahra Jeneponto. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XI, satu guru Seni Budaya, serta dua validator ahli yang meliputi ahli materi dan ahli media. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket kebutuhan, validasi, serta respons pengguna. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase skor terhadap skor maksimal ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media audiovisual untuk mendukung pembelajaran budaya lokal. Produk yang dikembangkan berupa film dokumenter berjudul “Gantala Jarang di Butta Turatea” dengan durasi 8 menit 30 detik. Hasil validasi ahli media memperoleh persentase 95,5% dengan kategori sangat valid, sedangkan validasi ahli materi memperoleh 97,1% dengan kategori sangat valid. Uji kepraktisan pada kelompok kecil memperoleh 89% dan kelompok besar 93,8%, keduanya berada pada kategori sangat praktis. Dengan demikian, film dokumenter yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan budaya lokal Gantala Jarang kepada siswa SMA.
Pengaruh Pembelajaran Outdoor Learning Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Minat Belajar IPAS Siswa SD Siti Nurhalimah; Joko Suprapmanto
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5529

Abstract

Rendahnya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran masih menjadi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Pembelajaraan yang masih didominasi metode ceramah menyebabkan peserta didik kurang aktif, mudah bosan, dan menunjukkan minat belajar masih kurang optimal. Sebuah alternatif dalam upaya mengurangi hambatan ini yaitu dengan menghadirkan pengalaman belajar sesuai dengan konteks penerapan di lingkungan sekitar dan nilai-nilai warisan kearifan lokal menjadi media pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implikasi penggunaan kegiatan belajar di luar ruangan kelas yang diintegrasikan dengan kearifan lokal pada minat belajar IPAS siswa kelas IV SDN 3 Nagrak. Penelitian ini menggunakan kuantitatif berupa Quasi Experiment serta desain Nonequivalent Control Design. Seluruh jumlah anggota populasi yaitu 123 siswa sedangkan sampel sebanyak 55 siswa yang ditetapkan menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil observasi dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, angket, serta dokumentasi. Instrument telah dinyatakan valid dengan Cronbach’s Alpha bernilai 0,920. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis statistic deskriptif dan statistic inferensial, yang terdiri atas uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Welch’s t-test. Hasil pengujian membuktikan bahwa nilai rata-rata skor minat belajar pada kelompok eksperimen (112,10) lebih baik dibandingkan kelompok kontrol (100,16). Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi 0,002 (< 0,05) memperlihatkan adanya perlakuan signifikan pada minat belajar siswa. Penelitian ini mengindikasikan pembelajaran tersebut lebih bermakna, meningkatkan keterlibatan pesertaa didik, serta dapat dijadikan sebagai alternatif metode pembelajaran IPAS pada jenjang sekolah dasar.
Kuantifikasi Cakupan Elemen Gamifikasi pada Ruangguru dan Duolingo: Analisis Konten Deskriptif-Komparatif terhadap Fase Self-Regulated Learning Anggi Nurmalita; Muhammad Azhari; Wiyunda Iqlima; Ihsan Abdul Haq; Arina Salsabila
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5531

Abstract

Integrasi platform digital dalam pendidikan menuntut kemampuan regulasi diri (Self-Regulated Learning/SRL) yang kuat. Pembelajaran mandiri secara virtual menghadapi risiko kejenuhan dan penurunan motivasi, sehingga gamifikasi dapat digunakan untuk mempertahankan konsistensi belajar. Penelitian ini bertujuan memetakan proporsi elemen gamifikasi pada platform Ruangguru dan Duolingo menggunakan coding sheet serta mengidentifikasi potensi kontribusi fungsionalnya dalam mendukung fase SRL. Penelitian menggunakan analisis konten kualitatif dengan kuantifikasi deskriptif-komparatif melalui observasi partisipatif digital terstruktur selama 30 hari, yaitu 1–30 Mei 2025. Instrumen dikembangkan berdasarkan matriks arsitektur gamifikasi Werbach dan Hunter yang disandingkan dengan tiga fase SRL Zimmerman, yaitu pemikiran awal, performa, dan refleksi diri. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ruangguru memenuhi 80% cakupan elemen standar dengan dominasi pada fase performa melalui fitur XP dan Ruangkoins untuk mempertahankan atensi terhadap materi akademik formal. Duolingo mencapai 100% cakupan elemen standar yang terdistribusi lebih seimbang pada seluruh fase SRL melalui fitur Streaks, Hearts, dan Liga berjenjang yang memanfaatkan mekanisme loss aversion. Dengan demikian, gamifikasi retentif-konsekuensial pada Duolingo secara teoritis menawarkan pengawalan siklus belajar yang lebih tertutup. Temuan ini memberikan rekomendasi agar platform pembelajaran formal dapat mengadaptasi mekanisme komitmen harian secara proporsional dengan tetap mempertimbangkan karakteristik materi dan konteks operasional platform.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Berbasis CTL terhadap Keaktifan Belajar IPAS Rifdah Zakiyyah; Joko Suprapmanto
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5557

Abstract

Salah satu komponen utama pembelajaran IPAS di sekolah dasar adalah pembelajaran aktif, yang berkaitan dengan partisipasi siswa dalam membangun pengetahuan melalui interaksi, diskusi, dan pemikiran selama proses belajar. Menerapkan pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa sangatlah penting, karena banyak siswa yang masih menunjukkan tingkat partisipasi yang rendah di dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap keaktifan belajar siswa kelas V sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui metode quasi eksperimen dan desain Nonequivalent Control Group. Peserta penelitian berjumlah 79 sisws kelas V, yang terbagi menjadi 40 siswa dalam kelas ekperimen dan 39 siswa dalam kelas kontrol. Lembar observasi keaktifan belajar yang telah lulus uji validitas isi, validitas konstruk, dan uji reliabilitas digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas varians Levene, dan Independent Sample t-test menggunakan IBM SPSS Statistics. Berdasarkan temuan penelitian, skor rata-rata keterlibatan belajar kelas eksperimen (49,18) lebih tinggi daripada kelas kontrol (43,46). Penggunaan model pembelajaran tersebut berdampak signifikan terhadap keterlibatan belajar siswa, berdasarkan hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,004 (<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat digunakan sebagai teknik pembelajaran alternatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam mata pelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar. Temuan ini juga dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya pada berbagai tingkatan kelas dan mata pelajaran.
Efektivitas Media Video Berbasis Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Sistem Pernapasan di SMP Negeri 3 Sungai Kakap Falescha Rista Vidia; Kurnia Ningsih; Anisyah Yuniarti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5573

Abstract

Materi sistem pernapasan manusia memuat konsep yang bersifat abstrak dan dinamis sehingga dapat menyulitkan siswa dalam memahami mekanisme fisiologis apabila pembelajaran hanya menggunakan media visual statis. Kondisi awal di SMP Negeri 3 Sungai Kakap menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi tersebut masih berada di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat membantu memvisualisasikan konsep secara lebih konkret. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media video berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain Pre-test Post-test Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 64 siswa kelas VIII, yaitu 32 siswa kelas VIII C sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan media video berbasis PBL dan 32 siswa kelas VIII A sebagai kelompok kontrol yang menggunakan media PowerPoint. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar berupa 20 soal pilihan ganda yang telah dinyatakan valid dan reliabel dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,88. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, perhitungan gain, dan Independent Sample t-test serta effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen meningkat dari 67,03 pada pre-test menjadi 76,56 pada post-test, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 66,09 menjadi 68,75. Rata-rata gain kelas eksperimen sebesar 9,53, sedangkan kelas kontrol sebesar 2,66. Hasil Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan peningkatan hasil belajar antara kedua kelompok. Nilai effect size sebesar 0,96 termasuk kategori tinggi. Dengan demikian, penggunaan media video berbasis PBL lebih efektif dibandingkan penggunaan media PowerPoint dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pernapasan manusia.
Thirty Years of Changes: A Systematic Literature Review on Curriculum Reform in Indonesia Sriwidayani Syam; Faridah Faridah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5594

Abstract

Curriculum reform has been a central strategy for improving educational quality in Indonesia over the past three decades. This study synthesizes empirical evidence on the evolution, implementation, and outcomes of curriculum reform in Indonesia through a Systematic Literature Review (SLR). Following the PRISMA framework, a comprehensive search of the Scopus database, complemented by manual reference screening, identified 97 records, of which 21 studies met the inclusion criteria for thematic analysis. The findings reveal three major patterns. First, curriculum design and content reform dominate the existing literature, whereas assessment and educational technology remain substantially underexplored despite their critical role in translating curriculum policy into classroom practice. Second, curriculum reform has progressively shifted from content specification to institutional autonomy and teacher pedagogical agency, yet implementation challenges have persisted across reform phases. Third, inadequate teacher capacity, limited assessment literacy, and inconsistent policy continuity have consistently constrained the achievement of intended learning outcomes. Overall, the synthesis demonstrates that the effectiveness of curriculum reform depends on the interaction between teacher capacity, coherent assessment practices, and stable policy implementation. The principal novelty of this review lies in its longitudinal, cross-thematic synthesis of three decades of curriculum reform in Indonesia, extending beyond previous reviews that focused on a single reform phase, educational level, or subject area. Based on this synthesis, the study proposes an integrative framework of capacity, coherence, and continuity to explain how teacher capacity and governance stability shape the relationship between curriculum design and student learning outcomes. This framework advances the conceptual understanding of curriculum reform and provides an evidence-informed foundation for future research and policy development.
Transitioning To Deep Learning in Merdeka Curriculum Implementation: A Multi-Case Study in SMA Makassar GIta Irawanda; Sriwidayani Syam; Sri Hastuti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5598

Abstract

Curriculum reform has become a strategic priority in global education, and in Indonesia this has been reinforced through the Deep Learning policy within the Merdeka Curriculum. Although the policy promotes meaningful, mindful, and joyful learning, recent empirical studies indicate that its implementation at the senior secondary level remains limited, particularly regarding teacher adaptation, instructional leadership, and professional learning support. This study examines how school principals lead the transition toward Deep Learning, how teachers adapt their instructional and assessment practices, and how professional learning communities support this process. A qualitative multi-case study was conducted in two public senior high schools in Makassar involving eight participants: school principals, vice-principals for curriculum affairs, and teachers representing exact (science) and non-exact (social sciences and humanities) subject clusters. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis, and analyzed using within-case and cross-case analysis with triangulation. The findings reveal two complementary leadership approaches curriculum governance and instructional leadership both of which strengthened teacher adaptation and professional learning communities. The study proposes a cyclical model of Deep Learning transition, emphasizing the reciprocal relationship among leadership, teacher professional learning, classroom practice, and contextualized local wisdom in supporting sustainable curriculum implementation.
Pengembangan Video Pembelajaran Interaktif Berbasis Microlearning untuk Meningkatkan Kompetensi Praktik Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Trimailuzi Trimailuzi; Wisnu Prayogo; Ridho Azahar; Mena Fadillia Lukman; Liana Atika; Zhili Izzadati Khairuni; Sarra Rahmadani; Cut Meuthia Rani; Mita Dwi Putri; Wahyu Hutria; Siti Ulgari
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5609

Abstract

Mata kuliah Praktek Batu dan Plumbing membutuhkan media pembelajaran yang mampu menampilkan prosedur kerja secara konkret, terutama pada materi pasangan batu, plesteran, dan instalasi plumbing sederhana. Selama ini, pembelajaran praktik masih banyak bergantung pada penjelasan langsung, papan tulis, dan jobsheet, sehingga mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam memahami urutan kerja, penggunaan alat, penerapan keselamatan kerja, serta standar hasil pekerjaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran interaktif berbasis microlearning pada mata kuliah Praktek Batu dan Plumbing untuk meningkatkan kompetensi praktik mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model pengembangan 4-D, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Data penelitian diperoleh melalui validasi ahli, angket praktikalitas dosen dan mahasiswa, observasi aktivitas belajar, hasil belajar, serta penilaian kompetensi praktik. Uji coba media melibatkan 30 mahasiswa pada mata kuliah Praktek Batu dan Plumbing. Hasil validasi menunjukkan bahwa media berada pada kategori valid hingga sangat valid, dengan aspek didaktik sebesar 94,79%, konstruk 95,14%, dan teknis 88,54%. Hasil praktikalitas dosen memperoleh rata-rata 95,00% dengan kategori sangat praktis, sedangkan keterpakaian media oleh mahasiswa memperoleh rata-rata 91,67% dengan kategori sangat praktis. Efektivitas media terlihat dari peningkatan aktivitas belajar mahasiswa dari 45,33% menjadi 84,33%, peningkatan ketuntasan belajar dari 16,67% menjadi 96,67%, serta peningkatan kompetensi praktik dari rata-rata 64,17 menjadi 85,88. Dengan demikian, video pembelajaran interaktif berbasis microlearning dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi praktik mahasiswa pada mata kuliah Praktek Batu dan Plumbing.
Neuromyths in Education: A Critical Review on the Efficacy of VAK Learning Styles in Enhancing Students' HOTS Anggi Nurmalita; Riyadussolihatil Ulumi; Hanifah Rizki Mubarokah; Lusi Indriani Wardani; Aufa Nurfiana Rahman
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5612

Abstract

The Visual, Auditory, and Kinesthetic (VAK) learning styles framework has been widely implemented in education under the assumption that matching instruction to students' sensory preferences enhances learning outcomes. However, contemporary cognitive neuroscience increasingly categorizes this modality-matching hypothesis as a "neuromyth." This study aims to critically evaluate the empirical evidence surrounding VAK modality matching in enhancing students' Higher-Order Thinking Skills (HOTS), identify the underlying cognitive mechanisms, and delineate evidence-based pedagogical alternatives. Employing a Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA framework, this study analyzed 20 peer-reviewed articles (15 empirical studies and 5 theoretical/review papers published between 2016 and 2026) retrieved from Scopus, Google Scholar, and GARUDA. Data were analyzed using inductive Thematic Content Analysis. The synthesis yielded three primary findings: (1) 14 out of 20 studies (70%) highlighted systemic methodological limitations in pro-VAK literature, including reliance on self-report questionnaires; (2) empirical studies measuring HOTS showed no statistically significant advantage for VAK-matched instruction over non-matched instruction; and (3) higher-order cognition recruits distributed prefrontal cortical networks that function multisensorily rather than through isolated sensory channels. Based on these neurocognitive mechanisms, this review highlights that attempting to isolate VAK tracks risks increasing extraneous cognitive load while diverting essential mental effort away from germane processing. This study concludes that VAK matching lacks robust empirical support for HOTS development and recommends shifting pedagogical practice toward integrated multisensory strategies, such as Dual Coding and Universal Design for Learning (UDL).