cover
Contact Name
Ardo Subagjo
Contact Email
ardosubagjo@math.upr.ac.id
Phone
+62536-3223376
Journal Mail Official
jpendidikan@fkip.upr.ac.id
Editorial Address
Kampus UPR Tunjung Nyaho Jln. H.Timang. Telp/Fax (0536)3223322 Palangka Raya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
ISSN : 1411481X     EISSN : 27230503     DOI : https://doi.org/10.52850/jpn.v21i2.2032
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan sejak bulan Juni 2000 dengan ISSN 1411-481X oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR). Jurnal Pendidikan diterbitkan dua kali setahun, setiap bulan Juni dan Desember. Jurnal Pendidikan berisi artikel-artikel hasil penelitian, studi analitis kritis/gagasan-gagasan inovatif di bidang pendidikan dengan tujuan untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menjelaskan pengetahuan dan teknologi pendidikan terbaharu, agar para praktisi dan peneliti mendapat informasi tentang masalah terkini dari praktik terbaik yang ditulis oleh penulis dan peneliti di bidang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan juga dapat berupa hasil penelitian tindakan yang dilakukan oleh para praktisi pendidikan formal dan non formal.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 175 Documents
Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Solving Pada Pendidikan Seni Drama Di Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Yuliati Eka Asi
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i2.891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh metodepembelajaran problem solving melalui seni drama dengan melatih siswamenghadapi masalah yang ada di lingkungannya melalui seni peran dalamdrama.Metode problem solving yang dimaksud adalah suatu pembelajaranyang menjadikan masalah kehidupan nyata, dan masalah masalah tersebutdijawab dengan metode ilmiah, rasional dan sistematis. Metode yangdigunakan adalah diskriptif kuantitatif. Diskriptif dilakukan untukmendiskripsikan tingkat intensitas kunjungan keperpustakaan sertakemampuan mengarang mahasiswa program studi PGSD UniversitasMuhammadiyah Palangkaraya. Instrument penelitian ini adalahmenggunakan tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalampenelitian ini adalah regresi. Teknik Analisis Data yang digunakan selainmenggunakan Rumus Regresi Linear Sederhana juga di bantu denganmenggunakan teknik analisis data SPSS tipe 17.0 for Windows.Berdasarkan analisis data tentang motode problem solving padapembelajaran drama diketahui terdapat pengaruh yang signifikan antaramotode problem solving pembelajaran drama mahasiswa semerter V PGSD,FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya tahun 2017- 2018. Dapatdisimpulkan bahwa Minat membaca peserta didik di perpustakaan masihrendah hal tersebut didukung oleh hasil penelitian yang mana adapengaruh minat membaca di perpustakaan terhadap prestasi belajarpeserta didik kelas IV dan kelas V SDN-1 Langkai Palangka Raya TahunPelajaran 2010/2011.
Lesson Study (LS) untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dan Kualitas Pembelajaran di Kelas Shanty Savitri; Elga Araina; Agus Haryono
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i2.892

Abstract

Guru dikatakan sebagai agen pembelajaran (learning agent) karenaguru berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasapembelajaran, dan pemberi inspirasi bagi peserta didiknya. Kompetensiguru sebagaimana UU Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 meliputi:1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi kepribadian, 3) kompetensisosial,dan 4) kompetensi professional melalui pendidikan profesi. Berdasarkanpenjelaskan di atas dan juga kompetensi guru yang telah tercantum padaundang-undang, maka seorang guru harus a) mengenal peserta didiksecara mendalam; b) menguasai bidang studi baik disiplinilmu (diciplinarycontent) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (pedagogicalcontent); c) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik yaitumerencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi proses danhasil belajar, serta tindak lanjut untuk memperbaiki dan melakukanpengayaan, serta; d) mengembangkan kepribadian dan profesionalitassecara bekelanjutan dan berkesinambungan.Lesson study adalah salah satu kegiatan yang dapatmengembangkan profesionalitas seorang guru. Lesson Study (dalamterminology bahasa Jepang dikenal dengan Jugyokenkyu) adalah suatukegiatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, baik dalampembinaan profesi guru melalui pengkajian pembelajaran secarakolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegialitas danmutual learning, maupun dalam meningkatkan kualitas prosespembelajaran di kelas agar semua peserta didik mendapatkan kesempatanuntuk belajar bersama sesuai tingkat kemampuannya.Lesson Study merupakan suatu system kegiatan serta filosofinya.Oleh karena itu, jika ada tanggapan bahwa “LS adalah kegiatan kelompok’itu merupakan suatu kesalahpahaman. LS sebetulnya suatu kegiatan yangmeliputi penyusunan RPP (termasuk penyusunan silabus selama satutahun), melakukan open class (kegiatan pembelajaran), melakukan forumrefleksi (diskusi pasca pembelajaran), dan mengarsipkan catatan kegiatanpembelajaran
Meningkatkan Kemampuan Belajar IPA Materi Rantai Makanan dengan Menerapkan Model Contextual Teaching and Learning pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Selat Rusitae
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i1.893

Abstract

Dari beberapa model pembelajaran yang ada, model pembelajaranyang menarik dan dapat memicu peningkatan penalaran siswa yaitu modelpembelajaran CTL. Pembelajaran CTL adalah suatu sistem pengajaranyang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkanmuatan akademik dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. Dalampembelajaran ini siswa harus dapat mengembangkan ketrampilan danpemahaman konsep matematika untuk menerapkannya dalam kehidupansehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkappengaruh pembelajaran kooperatif model Contextual Teaching andLearning terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam . (b) Inginmengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaranIlmu Pengetahuan Alam setelah diterapkannya pembelajaran kooperatifmodel Contextual Teaching and LearningPenelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research)sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu:rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaranpenelitian ini adalah siswa Kelas IV. Data yang diperoleh berupa hasil tesportofolio, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswamengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (60%), siklus II (75%), siklus III (90%). kesimpulan dari penelitian ini adalahmetode kooperatif model Contextual Teaching and Learning dapatberpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SDN 2 Selat Dalam,serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satualternative pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Perbedaan Hasil Belajar Matematika antara Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dengan Group Investigation (GI) pada Materi Komposisi Fungsi Kelas XI IPS SMAN 1 Palangka Raya Uminastuti; Rendiyanoko Caesario
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i1.894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasilbelajar matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeNumbered Heads Together (NHT) dengan model pembelajaran kooperatiftipe Group Investigation (GI) pada materi komposisi fungsi kelas XI IPSSMAN 1 Palangka Raya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPSSMAN 1 Palangka Raya. Sampel yang digunakan yaitu dua kelas, denganteknik simple random sampling terpilih kelas XI IPS 2 sebagai kelompokeksperimen 1 dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, dan kelasXI IPS 1 sebagai kelompok eksperimen 2 dengan model pembelajarankooperatif tipe GI. Instrumen penelitian berupa soal tes objektif berjumlah36 butir soal. Sebelum soal tes digunakan, dilakukan uji validitas danreliabilitas pada kelas yang tidak termasuk kelas eksperimen yaitu kelas XIIPS 3. Dari hasil uji validitas dengan analisis indeks kesukaran dan dayapembeda, diperoleh 20 butir soal yang valid dan 16 butir soal yang tidakvalid dan reliabilitas soal tes tersebut diuji dan diperoleh reliabilitassebesar i = 0,69 dengan kriteria tinggi. Hasil dari uji hipotesis dengan menggunakan uji-t makadiperoleh thitung = -4,276 sedangkan ttabel = 1,99 sehingga thitung< -ttabel makaHa diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasilbelajar matematika antara menggunakan model pembelajaran kooperatiftipe NHT dengan GI pada materi komposisi fungsi kelas XI IPS SMAN 1Palangka Raya.
Peningkatan Kemampuan dan Keterampilan Guru Biologi Menulis Karya Ilmiah melalui Pelatihan dan Pendampingan Liswara Neneng; Bejo Basuki
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i1.895

Abstract

Guru biologi pada sekolah lanjutan di Kota Palangka Raya, masihbanyak yang mengalami kesulitan dalam menulis karya ilmiah. Kesulitanpara guru dimulai dari memperoleh ide penelitian, mencari danmenentukan permasalahan, hingga proses menuangkan ide tersebut kedalam bentuk tulisan pada latar belakang, menetapkan prosedurpengumpulan data hingga analisis data. Sementara itu, tuntutan peraturanpemerintah mempersyaratkan karya ilmiah untuk proses kenaikan pangkatpara guru. Hal ini mendorong perlunya kegiatan pelatihan danpendampingan bagi para guru yang bertujuan untuk meningkatkankemampuan dan keterampilan guru biologi dalam hal: 1) menyusunproposal Penelitian di bidang biologi dan bidang pendidikan biologi, 2)melaksanakan dan membuat laporan Penelitian, 3) menyusun proposal danlaporan hasil penelitian.Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara pelatihan danpendampingan. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa 1) kegiatanpendampingan penyusunan proposal dan laporan penelitian berdampakpada terjadi peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru biologidalam hal menulis karya ilmiah, 2) peningkatan kemampuan danketerampilan menulis proposal dan laporan hasil penelitian rata-ratasebesar 20%. Saran: 1) masih dibutuhkan pembinaan lebih lanjut secaraintensif dan berkesinambungan, agar para guru benar-benar mampumenulis karya ilmiah yang berkualitas, 2) kolaborasi antara PerguruanTinggi dengan pihak sekolah dan dinas pendidikan, masih sangatdibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan pembinaan profesionalisme guru,di bidang penulisan karya ilmiah.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Taman Kanak-Kanak melalui Kegiatan Supervisi Akademik dengan Teknik Individual di Gugus I Kecamatan Selat Nomerie
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i1.896

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan prosespelaksanaan supervisi dengan teknik individual oleh pengawas sekolah diGugus I Kabupaten Kapuas pada pada semester 1 tahun pelajaran2016/2017, 2) mengetahui seberapa besar peningkatan kompetensi gurutaman kanak-kanak dalam mengajar di Gugus I Kabupaten Kapuas dalammengajar guru setelah dilaksanakan kegiatan supervisi dengan teknikindividual oleh pengawas sekolah. Subjek penelitian yaitu guru-guru TK di Gugus I Kecamatan SelatTahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulandata menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Validitas datadilakukan dengan triangulasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptifkualitatif, sedangkan penilaian terhadap kriteria kualitas pelaksanaanproses belajar mengajar dari guru yang diamati dan diobservasi denganrentang skor antara 1 sampai dengan 25.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komptensi gurudalam mengajar dinilai melalui 4 aspek penilaian yaitu perencanaan,pelaksanaan, penilaian dan pengawasan proses pembelajaran menunjukkanpeningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. Rata-rata hasilpenilaian terhadap 4 aspek penilaian kompetensi guru dalam mengajarpada setiap siklusnya dapat dijelaskan bahwa pada kondisi awal sebesarpada kondisi awal sebesar 54,78 masuk dalam kriteria (K), pada sikluskedua 73,36 masuk dalam kriteria (C) dan pada siklus terakhir sebesar90,59 dan masuk dalam kriteria nilai (B). Kesimpulannya adalahpelaksanaan supervisi akademik dengan teknik individual ditunjang denganpelaksanaan supervisi kunjungan kelas terbukti mampu meningkatkankompetensi guru TK di Gugus I Kecamatan Selat. Tahun Pelajaran2016/2017.
Identifikasi Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Trigonometri di Kelas XI MIA SMA Negeri 3 alangka Raya Syahrianah Syahran; Anisa
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i1.897

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan kesalahankesalahanyangdilakukansiswadalammenyelesaikansoaltrigonometri dikelas XI MIA SMA Negeri 3 Palangka Raya, 2) mendeskripsikan faktorfaktoryangmenyebabkansiswamelakukankesalahandalammenyelesaikan soaltrigonometridikelasXIMIASMANegeri3PalangkaRaya. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas XI MIA SMA Negeri 3 PalangkaRaya pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Jenis penelitian yangdigunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri 3Palangka Raya sebanyak 24 siswa dan dipilih 5 wakil subjek penelitianuntuk diwawancarai lebih lanjut. Instrumen tes dalam penelitian inisebelum digunakan divalidasi oleh tiga orang penelaah dan ditetapkan 4butir soal yang telah valid dan dapat digunakan. Teknik pengumpulan datayang digunakan adalah tes dan wawancara. Tahap analisis data yangdilakukan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soalpersamaan trigonometri adalah: 1) kesalahan memahami fakta, yaitukesalahan yang dilakukan siswa dalam menuliskan simbol-simbol padatrigonometri, disebabkan oleh faktor kemampuan mengingat masih rendah.2) kesalahan memahami konsep yaitu kesalahan yang dilakukan siswadalam menentukan rumus-rumus untuk menyelesaikan soal, disebabkanoleh faktor kurangnya pengetahuan yang dimiliki yang pernah diterimasebelumnya. 3) kesalahan memahami operasi yaitu kesalahan yangdilakukan siswa pada operasi-operasi perhitungan, disebabkan oleh faktorsiswa tidak teliti dan kurang terampil dalam melakukan dasar-dasarperhitungan. 4) kesalahan memahami prinsip yaitu kesalahan yangdilakukan siswa dalam menerapkan rumus atau melakukan langkahlangkah penyelesaian persamaan trigonometri, disebabkan oleh faktorkurangnya kemampuan siswa dalam memahami, menerapkan danmenggunakan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya
Analisis Pemahaman Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Komposisi Fungsi
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i1.899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahamanmatematis siswa berdasarkan indicator translasi, interpretasi, danesktrapolasi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materikomposisi fungsi.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Datapemahaman pemahaman matematis siswa dikumpulkan melalui tes danwawancara. Sumber data adalah empat siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri3 Palangka Raya tahun ajaran 2018/2019 yang dipilih sebagai subjekpenelitian yaitu ; satu siswa berkemampuan rendah, dua siswaberkemampuan sedang(satu siswa di bawah nilai KKM, dan satu siswamencapai nilai KKM), dan satu siswa berkemampuan tinggi. Tes dilakukansebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda. Tes berupa 2 butir soalcerita yang berkaitan dengan materi komposisi fungsi. Soal tes pertama dantes kedua yang diberikan hanya berbeda pada bilangan yang digunakan.Hasil tes 1 dan tes 2 dikoreksi dan dikelompokan menjadi tiga kelompoknilai yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Wawancara dilakukan untukmengetahui lebih dalam tentang pemahaman matematis siswa berdasarkanhasil tes, dan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda.Wawancara yang pertama dilakukan setelah tes 1 dan wawancara keduadilakukan setelah tes 2.Hasil penelitian menunjukkan;1) siswa berkemampuan rendah,kurang baik pada indikator translasi. Sehingga kurang mampu padaindikator interpretasi dan ekstrapolasi. 2) siswa berkemampuan sedang,cukup baik pada indikator translasi dan interpretasi. namun kurang padaindikator ekstrapolasi. 3) siswa berkemampuan tinggi, baik pada indikatortranslasi, interpretasi maupun ekstrapolasi. Pemahaman matematis padaindikator translasi maupun interpretasi mempengaruhi pemahamanmatematis pada indikator ekstrapolasi.
Penerapan Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning) pada Materi Lingkaran di Kelas VIII SMP Negeri 1 Tewah Karlinah Salamanya; Marlina Citra
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i1.900

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa yang belumberperan aktif dalam pembelajaran di kelas dan hanya 36% siswa yangmencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sekolah yaitu 65. Salah satumodel pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan keaktifan danhasil belajar materi lingkaran adalah model pembelajaran penemuan(Discovery Learning). Penelitian ini bertujuan: 1) Mendeskripsikanaktivitas guru dan siswa selama penerapan model pembelajaran penemuan(Discovery Learning), 2) Mengetahui hasil belajar siswa setelah penerapanmodel pembelajaran penemuan (Discovery Learning) pada materilingkaran di kelas VIII-C SMP Negeri 1 Tewah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif denganjenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada semester genaptahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-C SMPNegeri 1 Tewah sebanyak 29 siswa. Data yang digunakan dalam penelitianc ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Instrumen penelitian iniyaitu lembar aktivitas guru dan siswa, serta soal tes akhir. Tes akhirsebanyak 7 soal. Soal tes akhir ditelaah oleh tiga orang rater yang terdiridari dua dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UniversitasPalangka Raya dan seorang guru Bidang studi Matematika kelas VIII SMPNegeri 1 Tewah. Kesimpulan dari hasil telaah 7 soal tes akhir adalah validsehingga dapat digunakan. Teknik pengumpulan data yaitu pengamatan dantes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis datakualitatif dengan langkah-langkah-langkah reduksi data, penyajian data,serta penarikan kesimpulan dan analisis data kuantitatif menggunakanrumus ketuntasan individual, ketuntasan klasikal dan tingkat ketercapaian.Hasil penelitian menyatakan bahwa: 1) Aktivitas guru dan aktivitassiswa selama penerapan model pembelajaran penemuan (DiscoveryLearning) pada materi lingkaran sudah terlaksana dengan baik. Haltersebut ditunjukkan dengan berhasilnya guru dalam penguasan kelas saatpembelajaran berlangsung, dimana pada setiap pertemuan siswamendengarkan penjelasan guru, bekerjasama dalam kelompok, dan aktifdalam berdiskusi. Dengan peran aktif siswa dalam pembelajaran membuatproses pembelajaran matematika dapat berjalan dengan baik. 2)Hasilbelajar pada tes akhir yang diberikan kepada 27 siswa diperoleh tingkatketercapaian mencapai 89,75% dan ketuntasan klasikal sebesar 92,59%.
Penjaminan dan Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Melalui Model Pemecahan Masalah Ideal Hamdan
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i2.901

Abstract

Tujuan secara umum adalah untuk mengetahui bagaimanamengimplementasikan model pemecahan masalah dalam penjaminan danpeningkatan mutu pendidikan di sekolah. Secara khusus tujuan penerapanmodel pemecahan masalah sebagai upaya penjaminan dan peningkatanmutu pendidikan di sekolah. Dengan demikian model pemecahan masalahini bertujuan membantu para manajer pendidikan (dalam hal ini kepalasekolah atau pengawas sekolah) untuk melaksanakan tugas sehari-haridalam menghadapi berbagai masalah yang harus diatasi dan diselesaikan.Untuk melakukan pengendalian mutu pendidikan dapat dilakukandengan model pemecahan masalah. Langkah-langkah pemecahan masalahdapat disingkat IDEAL, yaitu: Identifikasi masalah, Dipilih masalah yangpenting dan mendesak (prioritas), Ekspos pemecahan masalah yang terbaikdari sejumlah alternatif pemecahan masalah, Aksi (action) pemecahanmasalah terbaik tersebut, dan Lihat hasilnya untuk umpan balikHal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemecahanmasalah adalah: 1) komitmen seluruh penyelenggara pendidikan di SatuanPendidikan, 2) perubahan paradigma dari paradigma lama ke paradigmbaru, 3) sikap mental/budaya kerja, dan 4) pengorganisasian danmekanisme kerja organisasi yang tepat dan disepakati oleh seluruh pihakyang berkepentingan.Langkah-langkah pemecahan masalah adalah: 1)menyelidiki situasi masalah, 2) mengembangkan alternative, 3)mengevaluasi alternatif dan memilih alternatif yang terbaik, dan mengambilkeputusan dan melakukan tindak lanjut.

Page 8 of 18 | Total Record : 175