cover
Contact Name
Indra Setia Bakti
Contact Email
indrasetiabakti@unimal.ac.id
Phone
+6285261340228
Journal Mail Official
jspm@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM)
ISSN : -     EISSN : 27471292     DOI : 10.29103/jspm
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: 1) inclusive education, 2) sustainable development, 3) conflict and peace building, 4) elite and social movement, 5) gender politics and identity, 6) digital society and disruption, 7) civil society, 8) e-commerce and new market, 9) community development, 10) politics, government, and public policy, 11) media and social transformation, 12) democracy, globalization, radicalism, and terrorism, 13) local culture, 14) lifestyle and consumerism, 15) revolution of industry 4.0
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024)" : 20 Documents clear
DEVELOPMENT OF HALAL TOURISM POTENTIAL AND PARTICIPATION OF THE ULAMA DEVELOPMENTAL ASSEMBLY (MPU) IN A PUBLIC ADMINISTRATION PERSPECTIVE Payumi, Payumi; Hajar, Siti; Bida, Obed
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.15368

Abstract

The development of halal tourism potential has become a strategic issue and main focus in efforts to attract tourism attractions in various destinations, including Gayo Lues Regency. From a public administration perspective, the role of the Ulama Consultative Council (MPU) is very important in directing and ensuring that the development of halal tourism is in accordance with local religious and cultural values. The aim of this research is to determine MPU participation which can influence the development of halal tourism potential from a public administration perspective. The method used in this research is a qualitative analysis approach. The research results show that MPU's active participation in the development of halal tourism is by contributing to decision making that takes into account local religious and cultural values, even though a specific policy regarding halal tourism in Gayo Lues Regency has not yet been formulated. Apart from that, in making decisions, the MPU also participates in promoting and socializing tourism development in Gayo Lues Regency, playing a mediator role between the government, industry players and the community in an effort to create an environment that supports the development of halal tourism.Pengembangan potensi wisata halal telah menjadi isu strategis dan fokus utama dalam upaya menarik daya tarik pariwisata di berbagai destinasi, termasuk Kabupaten Gayo Lues. Dalam perspektif administrasi publik, peran Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) menjadi sangat penting dalam mengarahkan dan memastikan bahwa pengembangan wisata halal sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya setempat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi MPU yang dapat mempengaruhi pengembangan potensi wisata halal dalam perspektif administrasi publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif MPU dalam pengembangan wisata halal dengan memberikan kontribusi terhadap pengambilan keputusan yang mempertimbangkan nilai-nilai keagamaan dan budaya setempat, walaupun kebijakan khusus tentang pariwisata halal di Kabupaten Gayo Lues belum tersusun. Selain, dalam pengambilan keputusan maka MPU juga ikut dalam mempromosikan dan mensosialisasikan tentang pengembangan pariwisata di Kabupaten Gayo Lues yang berperan mediator antara pemerintah, pelaku industri dan masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan wisata halal.
PERGESERAN NILAI TRADISI BEDAPUR PASCA PERSALINAN PADA PEREMPUAN GAYO LUES Meliza, Richa; Harinawati, Harinawati; Ameliany, Nanda; Faisal, Naidi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.12094

Abstract

Culture or tradition can survive if there are people who preserve and practice it. Traditions will live and develop according to the times if people still maintain these habits. However, the tradition is weakened and eroded by the masses due to the increasing knowledge and understanding of the community about the tradition, especially the "Bedapur" tradition values after giving birth to Gayo Lues women. The purpose of this paper is to describe the "Bedapur" tradition in the Gayo Lues community by using a qualitative approach and data collection techniques as well as reviewing literature related to the "Bedapur" tradition as treatment or healing after childbirth. After giving birth, Gayo Lues women have experienced a cultural shift by turning to modern medicine for their healing. This is due to several factors from developments and changing times such as the problem of globalization which allows the exchange of information, ideas, products and values between cultures more quickly and broadly. So that it can adopt elements of other cultures that change traditions and previous values. Such as the policy of using LPG gas, scarcity of kerosene and fuel. Other factors are related to people's lifestyles that influence cultural values and practices that are considered important to fade away slowly and will disappear and follow environmental conditions and health patterns as well as actions that are contaminated by women in today's millennial generation.Budaya ataupun tradisi bisa bertahan jika masih ada yang melestarikan dan mempraktekkan. Tradisi akan hidup dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman jika masyarakat masih mempertahankan kebiasaan tersebut. Tetapi tradisi menjadi lemah dan tergerus oleh masa karena bertambahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap tradisi khususnya pada nilai tradisi Bedapur pasca persalinan pada perempuan gayo lues. Tujuan dalam tulisan ini adalah untuk mengambarkan tradisi Bedapur pada masyarakat Gayo Lues dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data serta literatur review yang terkait dengan tradisi Bedapur sebagai pengobatan atau penyembuhan pasca persalinan. Perempuan Gayo Lues setelah lahiran sudah mengalami pergeseran budaya dengan beralih ke pengobatan modren dalam penyembuhannya. Hal ini disebabkan beberapa faktor dari perkembangan dan perubahan zaman  seperti permasalahan globalisasi yang memungkinkan pertukarang informasi, ide, produk dan nilai-nilai antar budaya secara lebih cepat  dan luas. Sehingga dapat mengadopsi unsur-unsur budaya lain yang mengubah tradisi dan nilai-nilai sebelumnya. Seperti kebijakan penggunaan Gas LPG, kelangkaan minyak tanah dan bahan bakar. Faktaor lainnya terkait dengan gaya hidup masyarakat yang mempengaruhi nilai-nilai dan praktik budaya yang dianggap penting menjadi memudar secara perlahan akan menghilang dan mengikuti kondisi lingkungan dan pola kesehatan maupun tindakan yang terkontamidasi para perempuan pada generasi milenial sekarang ini.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM ZONASI DI KABUPATEN SIDOARJO Anam, Khoirul; Rodiyah, Isnaini
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.15724

Abstract

Pendidikan di Indonesia sebenarnya telah menjadi perhatian khusus untuk dilihat bagaimana akses pemerataan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dalam akses pemerataan, yang perlu diperhatikan yaitu persamaan kesempatan dan keadilan dalam memperoleh pendidkan. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan sistem pendidikan yang berkualitas dan mudah untuk diakses dengan menerapkan pelaksanaan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru di Kabupaten Sidoarjo telah berjalan dengan baik dan terorganisir secara maksimal. Hal ini dapat dilihat dari dibuatnya suatu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan sebagai landasan operasional pihak sekolah sebagai penyelenggara dan pelaksana Penerimaan Peserta Didik Baru. Jalur zonasi dalam PPDB telah merubah adanya kasta suatu sekolah di masyarakat. Hal ini tentunya akan mampu mewujudkan kualitas dan kuantitas pendidikan nasional kita secara adil dan merata. Pada intinya pendidikan adalah hak segenap anak bangsa, dijamin oleh konstitusi dan diamanatkan dalam suatu cita-cita kemerdekaan Bangsa Indoesia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.Pelayanan publik dibidang Pendidikan sebenarnya sudah menjadi perhatian khusus di Indonesia untuk melihat sejauhmana pemerataan pendidikan dapat dirasakan bagi semua lapisan masyarakat Indonesia. Untuk mewujudkan pemerataan pendidikan, maka perlu memperhatikan kesamaannya yaitu keadilan dan kesempatan untuk mendapatkan pendidkan yang sama. Pemerintah terus berusaha melakukan pembenahan agar terwujudnya sistem pendidikan yang mempunyai kualitas dan mudah untuk diakses bagi masyarakat Indonesia dengan adanya program zonasi di dalam penerimaan peserta didik baru. Untuk pelaksanaan PPDB yang ada di Kabupaten Sidoarjo telah terlaksana secara baik dan sudah diselenggarakan dengan semaksimal mungkin. Dalam hal ini terlihat dari dibuatkanya petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaanya sebagai landasan dalam operasional pihak sekolah sebagai eksekutor dalam program tersebut. Salah satu tujuan dari dibentuknya jalur zonasi adalah untuk mengubah keberadaan kasta sekolah favorit dan non favorit di suatu daerah. Hal ini tentu akan dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkuantitas secara merata diseluruh Indonesia, karena hakikat memperoleh pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap warga negara, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
Pengembangan Destinasi Pariwisata di Kabupaten Sampang Siregar, Mangihut; Lestari, Ratna Ani; Nasir, Mohammad; Tualeka, Basa Alim; Fernandes, Frederik; Arifin, Muhammad
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.11268

Abstract

Tourism is a very interesting industry to develop. The government and the community are competing to make their area an attractive tourist destination to visit. This paper examines the potential of tourism and the problems encountered related to tourism development in Sampang Regency. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques through: observation, interviews, literature studies and document studies. Data analysis was carried out from the beginning to the end of the study. The data that has been collected is then read, grouped, abstracted to research the validity of the data. The results of the study show that Sampang Regency has tremendous potential to be developed, this is because Sampang Regency has 34 pilot tourism villages and one developing tourism village. Another potential is the very high interest from the public to open new destinations. The challenges faced are, very minimal human resources, tourism has not yet become a culture, and the stigma of immorality towards tourism.Pariwisata merupakan suatu industri yang sangat menarik untuk dikembangkan. Pemerintah bersama masyarakat berlomba-lomba untuk menjadikan daerahnya sebagai destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Tulisan ini mengkaji potensi pariwisata dan masalah yang dihadapi berkaitan dengan pengembangan pariwisata di Kabupaten Sampang. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui: observasi, wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumen. Analisa data dilakukan mulai dari awal sampai akhir penelitian. Data yang sudah terkumpul kemudian dibaca, dikelompokkan, diabstraksikan sampai penelitian keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan, Kabupaten Sampang memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan karena memiliki 34 desa wisata rintisan dan satu desa wisata berkembang. Potensi yang lain yaitu minat yang sangat tinggi dari masyarakat untuk membuka destinasi baru. Adapun tantangan yang dihadapi yaitu, SDM yang sangat minim, pariwisata belum menjadi budaya, dan stigma maksiat terhadap pariwisata.
PERLINDUNGAN KOLEKSI MUSEUM TSUNAMI ACEH DALAM MENCEGAH KERUSAKAN Fani, Zulfati Amelia; Khadijah, Ute Lies Siti; Perdana, Fitri
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.15408

Abstract

The aim of this research is to determine the application of passive conservation and active conservation activities to the collections at the Aceh Tsunami Museum. This type of research uses qualitative methods with a case study approach. Passive conservation activities for collections at the Aceh Tsunami Museum include maintaining the cleanliness of the collection exhibition space and collection storage space, regulating temperature, humidity and air circulation and checking the condition of the collection. Active conservation activities at the Aceh Tsunami Museum include controlling biota and fungi in collections, organizing collections, re-washing outdoor collections, using glass collection boxes, repairing paintings, and collecting collection. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan kegiatan konservasi pasif dan konservasi aktif terhadap koleksi yang terdapat di Museum Tsunami Aceh. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan konservasi pasif koleksi di Museum Tsunami Aceh yaitu menjaga kebersihan ruang pamer koleksi dan ruang penyimpanan koleksi, mengatur suhu, kelembaban, sirkulasi udara dan telah melakukan pengecekan kondisi koleksi. Kegiatan konservasi aktif di Museum Tsunami Aceh yaitu pengendalian biota dan jamur pada koleksi, penataan koleksi, mencuci ulang koleksi luar ruangan, penggunaan kotak kaca koleksi, perbaikan lukisan, dan penataan koleksi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa Museum Tsunami Aceh telah berupaya dalam menjalankan kegiatan konservasi aktif dan konservasi pasif, yang bertujuan untuk memperpanjang umur dan menyajikan informasi yang terkandung dalam koleksinya.
EMPOWERING WOMEN IN IMPROVING FAMILY WELFARE THROUGH CULTURED INDEPENDENT WOMEN CLASS PROGRAM Pasaribu, Vera Asihna Riris; Manalu, Dimpos; Purba, Debora Betti; Waruwu, Putra Perdamaian
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.13358

Abstract

Women's empowerment has become the main focus in efforts to improve family welfare. One of the approaches taken is a cultural independent class program which aims to develop the potential of women to preserve cultural identity in their area so that they can actively contribute to improving the quality of life and family income. The aim of this research is to determine women's empowerment in improving family welfare through a culturally independent women's class program. The method used in this research is qualitative and data is obtained by observation, documentation, interviews, documentation and focused discussions (FGD). The results obtained from this research are increasing family welfare and supporting national development goals as well as creating positive changes in society and increasing women's understanding of the importance of gender equality and cultural mainstreaming in achieving sustainable prosperity.keluarga. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah program kelas mandiri berbudaya yang bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh perempuan untuk melestarikan identitas budaya di daerahnya sehingga dapat berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas hidup dan penghasilan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program kelas perempuan mandiri berbudaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan perolehan datanya dengan observasi, dokumentasi, wawancara, dokumentasi dan diskusi terfokus (FGD). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah meningkatnya kesejahteraan keluarga dan ikut mendukung tujuan pembangunan nasional serta menciptakan perubahan positif terhadap masyarakat dan meningkatkan pemahaman perempuan tentang pentingnya kesetaraan gender dan pengarustamaan budaya dalam pencapaian kesejahteraan yang berkelanjutan. 
PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MEMBANGUN GENERASI UNGGUL DI ERA MODERN Bararah, Isnawardatul
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.16046

Abstract

This writing emphasizes the importance of character education in schools, especially in addressing the deviations from societal values, norms, and morals in Indonesia. Character education is seen as essential for improving the quality of education, particularly in light of the current issues faced by Indonesian education, most notably deviations from societal values among the younger generation, especially school-age children. The research method employed in this study is a descriptive-qualitative approach based on opinions from experts or previous research. This method involves reading various sources and connecting them to the topic discussed, then presenting them in descriptive form. The findings of this research indicate that one of the efforts to develop an outstanding generation in the modern era is through character education. Character education involves instilling values that encompass the willingness or awareness, and actions in implementing the values of goodness, moral character, and good manners into the students with the aim of shaping a good personality, such as honesty, respecting others, and behaving well in everyday life. Therefore, efforts to improve the quality of education in Indonesia need to pay serious attention to character education in schools, emphasizing the cultural values of the school and involving all educational components, including the curriculum, subjects, learning processes, and extracurricular activities.Pendidikan karakter perlu mendapatkan perhatian serius para guru di Indonesia terutama dalam meningkatkan mutu Pendidikan, apalagi pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami permasalahan-permasalahan yang menyimpang dari nilai, norma dan moral dalam masyarakat, yang mana kebanyakan dari pelaku penyimpangan ini terjadi pada generasi muda terutama pada anak usia sekolah. Tulisan ini menyoroti pentingnya pendidikan karakter di lembaga sekolah menekankan nilai-nilai budaya sekolah dan melibatkan semua komponen pendidikan, termasuk kurikulum, mata pelajaran, proses pembelajaran, dan kegiatan ko-kurikuler. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif yang berdasarkan pendapat dari para ahli atau penelitian terdahulu. Metode ini dilakukan dengan membaca berbagai sumber kemudian dihubungkan dengan topik yang dibahas untuk kemudian disampaikan kembali dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan salah satu upaya membangun generasi unggul di era modern adalah melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan penanaman nilai yang meliputi kemauan atau kesadaran, dan tindakan dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan, budi pekerti, karakter, serta akhlak yang baik ke dalam diri peserta didik yang bertujuan untuk membentuk kepribadian yang baik pada seperti jujur, menghormati orang lain, maupun berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
EKSISTENSI PERPUSTAKAAN DESA DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN LITERASI MASYARAKAT DESA RAHARJA Kharima, Nadya; Nurani, Adelina Destry; Mafajah, Adinda Putri Lia; Khalaidah, Ariqah Khansa; Sumantri, Febrian; Ifriandar, Sunandar
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.13274

Abstract

The village library is one of the means to improve village community education in activities to make the village more advanced. The existence of village library supports literacy in the community so that they have knowledge, especially in areas where access to information sources is limited. The method used in this scientific journal is a qualitative method by collecting interview data and literature study. The beginning of the establishment of the Raharja Village Creative Lumbung Library began with the concern of the Raharja Village Youth Organization which saw that children and teenagers interest in reading was very poor and they interacted more often with gadget, finally formed under the name Creative Lumbung Library. The Lumbung Library also has several programs such as (1) Computer Class Training, (2) Graphic Design Training, (3) Strengthening MSMEs, and (4) Learning Together. Community participation in program involvement is very enthusiastic but is hampered by inadequate space and sometimes borrowing halls for program implementation. The Creative Lumbung Library also motivates the public to always participate in the programs that are created to be able to keep up with the times by continuing to adapt to developments in technology and its use.Perpustakaan desa adalah salah satu sarana untuk meningkatkan pendidikan masyarakat desa dalam kegiatan membangun desa agar lebih maju. Eksistensi perpustakaan desa dalam mendukung literasi pada masyarakat agar mempunyai pengetahuan terutama di daerah yang terbatas akan akses sumber informasi. Metode yang digunakan dalam jurnal imiah ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data wawanncara dan studi literatur. Awal mula berdirinya Perpustakaan Lumbung Kreatif Desa Raharja yaitu berawal dari keresahan Karang Taruna Desa Raharja yang melihat minat anak-anak maupun remaja untuk membaca sangat buruk dan lebih sering berinteraksi dengan gadget, akhirnya dibentuk dengan nama Perpustakaan Lumbung Kreatif. Perpustakaan Lumbung Kreatif memiliki beberapa program seperti (1) Pelatihan Kelas Komputer, (2) Pelatihan Desain Grafis, (3) Penguatan UMKM, dan (4) Belajar Bersama. Partisipasi masyarakat dalam keterlibatan pada program sangat antusias tetapi terkendala dengan tempat yang kurang memadai dan terkadang meminjam aula untuk pelaksanaan program. Perpustakaan Lumbung Kreatif juga memotivasi masyarakat agar selalu ikut serta dalam program yang dibuat harus mengikuti zaman dengan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan penggunaannya.
PEMANFAATAN MODAL SOSIAL SEKOLAH LAUT DI KOTA TEGAL Larasati, Shofin; Astutik, Dwi; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.15434

Abstract

The problem of dropping out of school is a serious problem in the world of education so it must be resolved so that everyones basic needs for education are met. One way is through community-based non-formal education institutions, namely the Community Learning Activity Center (PKBM), such as PKBM Sakila Kerti which is part of the Sea School in the coastal area of Tegal City. This research aims to find out how the PKBM Sakila Kerti Sea School gets support and assistance from various parties so that it is able to meet the educational needs of children, especially coastal children who have dropped out of school. The research method used is qualitative with a case study approach. Data was obtained from interviews with several parties at the PKBM Sakila Kerti Sea School, parents and the community, as well as the results of researchers observations. The research results show that the way the PKBM Sakila Kerti Sea School gets support and assistance from various parties is by utilizing the schools social capital. Social capital consisting of networks, norms and trust is able to solve educational problems in Tegal City, especially in efforts to fulfill the educational needs of coastal children. The network formed at the PKBM Sakila Kerti Sea School is supported by cooperation, both among the school community and cooperation between the school and partners. In the network that is formed there are also norms that contain rules or regulations to control a persons behavior and in establishing social relationships. Mutual trust in each other is also very important to strengthen social networks and cooperation, as well as implement norms as well as possible to accompany the development of the PKBM Sakila Kerti Sea School.Permasalahan putus sekolah menjadi persoalan yang serius dalam dunia pendidikan sehingga harus diselesaikan agar kebutuhan dasar setiap orang terhadap pendidikan terpenuhi. Salah satunya adalah melalui lembaga pendidikan nonformal yang berbasiskan masyarakat, yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), seperti PKBM Sakila Kerti yang berada di wilayah pesisir pantai di Kota Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara PKBM Sakila Kerti mendapatkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak sehingga mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak, khususnya anak pesisir yang putus sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa pihak PKBM Sakila Kerti, orang tua murid, dan masyarakat, serta hasil observasi peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara PKBM Sakila Kerti mendapatkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak adalah dengan memanfaatkan modal sosial yang dimiliki PKBM Sakila Kerti. Modal sosial yang terdiri dari jaringan, norma, dan kepercayaan mampu menyelesaikan permasalahan pendidikan di Kota Tegal khususnya dalam usaha pemenuhan kebutuhan pendidikan anak pesisir. Jaringan yang terbentuk di PKBM Sakila Kerti didukung dengan adanya kerja sama, baik di antara warga sekolah serta kerja sama antara sekolah dengan mitra. Dalam jaringan yang terbentuk juga terdapat norma-norma yang berisi aturan-aturan atau tata tertib untuk mengontrol perilaku seseorang maupun dalam menjalin hubungan sosial. Rasa saling percaya satu sama lain dalam hal tersebut kemudian perlu ditingkatkan agar jaringan sosial dan kerja sama dapat terus bertahan mengiringi perkembangan PKBM Sakila Kerti.  
IDENTITAS DAN PENCIPTAAN DIRI DI ERA DISRUPSI DIGITAL Husna, Asmaul; Hasan, Kamaruddin; Arifin, Awaluddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.11590

Abstract

Among the younger generation, the use of social media is unavoidable. In the era of digital disruption characterized by rapid technological change, changing online culture, and dominant social media, the concept of digital identity has become important. This research aims to find out how individuals and social media play a role in shaping the digital identity of the younger generation and how these individuals manage and maintain their self-image online in the era of digital disruption. This research is also to find out how digital identity impacts the mental health of the younger generation. This research uses a qualitative descriptive analysis research method with data collection techniques through literature study and interviews. From the research results, the author found that social media plays a major role in shaping the digital identity and self-creation of the younger generation and making them known to many people. They can shape their self-image according to what they want and how they want to be seen by others. However, they also have to adjust the pros and cons before posting something on social media. This is done as an effort to form and maintain a positive self-image as a digital identity on social media. Apart from that, digital identity also affects their mental health if they are cut off from internet access because it will have an impact on decreasing the number of views and incomeDi kalangan generasi muda, penggunaan media sosial tidak dapat dihindari. Era disrupsi digital yang ditandai oleh perubahan teknologi yang cepat, budaya daring yang berubah, dan media sosial yang dominan, maka konsep identitas digital menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana individu dan media sosial berperan membentuk identitas digital generasi muda serta bagaimana cara individu tersebut mengelola dan merawat citra diri mereka secara daring di era disrupsi digital. Penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana identitas digital berdampak pada kesehatan mental generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literature dan wawancara. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa media sosial berperan besar dalam membentuk identitas digital dan penciptaan diri generasi muda dan membuat mereka dikenal oleh banyak orang. Mereka dapat membentuk citra diri sesuai dengan yang diinginkan dan cara mereka ingin dipandang oleh orang lain. Namun mereka juga harus menyesuaikan baik buruknya sebelum memosting sesuatu di sosial media. Hal itu dilakukan sebagai upaya membentuk dan merawat citra diri yang positif sebagai identitas digital di sosial media. Selain itu, identitas digital juga berpengaruh pada kesehatan mental mereka jika terputus dengan akses internet karena akan berdampak pada menurunnya jumlah views dan pemasukan.

Page 1 of 2 | Total Record : 20