cover
Contact Name
Indra Setia Bakti
Contact Email
indrasetiabakti@unimal.ac.id
Phone
+6285261340228
Journal Mail Official
jspm@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM)
ISSN : -     EISSN : 27471292     DOI : 10.29103/jspm
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: 1) inclusive education, 2) sustainable development, 3) conflict and peace building, 4) elite and social movement, 5) gender politics and identity, 6) digital society and disruption, 7) civil society, 8) e-commerce and new market, 9) community development, 10) politics, government, and public policy, 11) media and social transformation, 12) democracy, globalization, radicalism, and terrorism, 13) local culture, 14) lifestyle and consumerism, 15) revolution of industry 4.0
Articles 255 Documents
Persepsi Masyarakat terhadap Wisatawan di Objek Wisata Gunung Burni Telong Kaspiatul Hidayah; Dini Rizki
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 1 (2022): Memperkuat Politik Kebangsaan dan Keindonesiaan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i1.3556

Abstract

This study aims at examining  public response to tourists and the efforts made to reduce community unrest at Mount Burni Telong . The theory used to answer the problems is Max Weber's Theory of Social Action. The data collection techniques used were observation, interview and documentation methods. This type of research approach used is descriptive research with a qualitative approach. With the aim of obtaining a comprehensive and in-depth picture of how the public's perception of tourists and the efforts made to reduce community unrest. To obtain complete data and information in this study, data collection techniques were used in the form of observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that (1) people's perceptions of tourists are considered to have a negative influence on the culture and customs that prevail in society, because tourist behavior that is not in accordance with the norms and values contained in society, raises negative views of the outside community. Mount Burni Telong Tourism Object and has a bad influence on the younger generation of the village. (2) Efforts made to reduce community unrest are preventive efforts carried out by making a qanun for the village of Rembune and giving direction to all tourists who come to the Mount Burni Telong Tourism Object and efforts to overcome which are efforts after the deviation occurs in the form of conducting customary trials by customary leaders and imposing sanctions in the form of a predetermined amount of fine.Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat Terhadap Wisatawan di Objek Wisata Gunung Burni Telong” lokasi penelitian ini adalah Kampung Rembune, Kecamatan Timang Gajah, kabupaten Bener Meriah. Keditaknyamanan masyarakat terhadap pemyimpangan yang dilakukan oleh wisatawan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda di kalangan masyarakat sekitar Objek Wisata Gunung Burni Telong. Fokus penelitian ini adalah budaya yang dibawa oleh wisatawan berbeda dan bertentangan dengan budaya masyarakat lokal sehingga akan menimbulkan respon negatif yang merupakan persepsi masyarakat terhadap wisatawan di objek wisata Gunung Burni Telong dan juga penulis memfokuskan pada upaya masyarakat untuk mengurangi keresahan karena adanya penyimpangan yang di lakukan wisatawan di objek wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui bagaimana tanggapan masyarakat terhadap wisatawan dan upaya yang dilakukan untuk mengurangi keresahan pada masyarakat. Adapun teori yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini menggunakan Teori Tindakan Sosial dari Max Weber. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Jenis pendekatan penelitian  yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan maksud memperoleh gambaran yang komprehensif yang mendalam tentang bagaimana persepsi masyarakat terhadap wisatawan dan upaya yang dilakukan untuk mengurangi keresahan pada masyarakat. Untuk memperoleh data dan informasi yang lengkap dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) persepsi masyarakat terhadap wisatawan dinilai telah membawa pengaruh negatif terhadap budaya dan adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat, karena perilaku wisatawan yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat, memunculkan pandangan negatif masyarakat luar terhadap Objek Wisata Gunung Burni Telong serta membawa pengaruh buruk terhadap generai muda kampung. (2) Upaya yang dilakukan untuk mengurangi keresahan masyarakat yaitu upaya pencegahan yang dilakukan dengan cara membuat qanun kampung Rembune dan memberi pengarahan kepada seluruh wisatawan yang datang ke Objek Wisata Gunung Burni Telong dan upaya penanggulangan yang merupakan upaya setelah penyimpangan itu terjadi berupa melakukan persidangan adat oleh tokoh adat dan pemberian sanksi berupa denda dengan jumlah yang telah ditentukan.
RETHINKING GOVERNANCE: KRITIK TERHADAP TATA KELOLA PENANGANAN COVID19 DI KOTA MAKASSAR Iswadi Amiruddin; Nursaleh Hartaman; Abdillah Abdillah
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 1 (2022): Memperkuat Politik Kebangsaan dan Keindonesiaan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i1.7314

Abstract

Tata Kelola Pemerintahan berhubungan dengan upaya pembangunan yang pada hakikatnya ialah mengubah keseimbangan baru, yang dianggap lebih baik untuk kehidupan manusia dan merupakan suatu proses multi dimensi yang melibatkan segala sumber daya yang ada dalam rangka usaha meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Artikel ini membahas bagaimana tata kelola penanganan Covid 19 di Kota Makassar. Metode penelitina yang digunakan kualitatif-eksploratif dengan studi multi kasus yang menjadi rethinking governance:  kritik terhadap tata kelola penanganan Covid19 di Kota Makassar. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tata kelola penanganan Covid19 di Kota Makassar pada aspek 1) transpransi dalam keterbukaan menyampaikan informasi atau aktivitas yang dilakukan dalam penangan Covid 19 tidak jelas berapa jumlah yang telah ditangani di Kota Makassar sehingga mengalami simpangsiur informasi, 2) partisipasi yang dimana sebagian masyarakat secara sadar telah mengikuti mekanisme pembatasan sosial ini, tetapi sebagian lagi belum berpartisipasi karena dimana setiap kebijakan yang dikeluarkan sellau mengalami ketidak konsistenan setiap kebijakan dalam penangan Covid19 yang dimana sangat dibutuhkan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat, 3) akuntabilitas pertanggungjawaban atas peraturan yang telah dibuat akan tetapi belum memberi dapak dalam penangan Covid 19, 4) koordinasi yang memastikan bahwa seluruh pemangku kebijakan yang memiliki kepentingan bersama telah memiliki kesamaan pandangan yang dimana tidak jelasnya alur koordinasi antara Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah. Governance relates to efforts that essentially find a new balance, which is considered better for human life and a multi-dimensional process that involves all existing resources in order to improve the quality of human and community life. Makassar city. The research method used is qualitative-exploratory with multi-case studies that are a rethinking of the government: criticism of the governance of handling Covid19 in Makassar City. The findings in this study indicate that the governance of handling Covid19 in Makassar City in aspects of 1) transparency in obtaining information or activities carried out in handling Covid 19 does not explain how many have been handled in Makassar City so that there is information confusion, 2) which participation is most Most people have not realized the inconsistency of policies in handling Covid19, which requires synergy between the government and the government, 3) accountability must be made. however, it has not had an impact in handling Covid 19, 4) coordination that ensures that all policy makers who have common interests have views that are easy to obtain from coordination between the Central Government and regional governments. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN MELALUI USAHA MIKRO DAGING RAJUNGAN DI DESA TONGAS WETAN Husni Mubaroq; Mahfudz Jailani
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 1 (2022): Memperkuat Politik Kebangsaan dan Keindonesiaan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i1.5775

Abstract

Tongas Wetan Village is a village located in a coastal area that has considerable potential in the field of fisheries. Most of the residents of this village are fishermen, for that it is necessary to empower. Empowerment of rural communities needs to be done as an effort to build the welfare of the community by making the potential of local resources the main potential in the process of improving the economy of the surrounding community. This empowerment is carried out through several activities, one of which is the establishment of micro, small and medium enterprises (MSMEs) to increase production in the Tongas Wetan village area. Production in the marine fisheries sector in Tongas Wetan village varies, there are various types of fish, shrimp, crabs and so on. The research method used in this research is descriptive qualitative method, where the data used are primary data, data obtained or sourced from research results and secondary data as supporting data. The data needed in this study is from the people of Tongas Wetan Village as residents on the coast as fishermen looking for crabs and fishermen's wives as crab peelers. create job opportunities and ultimately realize community empowerment programs and can assist the government in the process of empowering coastal communities to realize the development of the economic welfare of the surrounding community. The raw material used is crab meat that has been peeled and then grouped according to the crab body part.Desa Tongas Wetan merupakan desa yang terletak di wilyah tepi pantai yang memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang perikanan. Sebagian besar penduduk desa ini adalah nelayan, untuk itu perlu melakukan pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat desa perlu dilakukan sebagai upaya dalam membangun kesejahtreraan masyarakatnya dengan menjadikan potensi sumber daya lokal sebagai potensi utama dalam proses meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Pemberdayaan ini dilakukan melalui beberapa kegiatan salah satu diantaranya adalah pembentukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan hasil produksi di wilayah desa Tongas Wetan. Produksi di bidang perikanan laut di desa Tongas Wetan bermacam-macam ada berbagai jenis ikan, udang, rajungan dan sebagainya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dimana data yang digunakan adalah data primer data yang diperoleh atau bersumber dari hasil penelitian dan data sekunder sebagai data pendukung. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah berupa dari masyarakat Desa Tongas Wetan sebagai penduduk di pesisir pantai sebagai nelayan yang mencari rajungan dan istri nelayan sebagai pengupas kulit rajungan Dengan adanya UMKM sebagai pengolahan rajungan tujuan utama adalah menambah nilai ekononomi warga disekitar pesisir pantai di samping itu juga membuka lapangan kerja dan yang akhirnya adalah mewujudkan program pemberdayaan masyarakat dan dapat membantu pemerintah dalam proses pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mewujudkan pembangunan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Bahan baku yang digunakan adalah daging rajungan yang sudah dikupas dan kemudian dikelompokkan menurut bagian tubuh rajungan. Menurut Tuwo Ambo (2011) kekurang berdayaan masyarakat pesisir antara lain disebabkan oleh keterbatasan mereka dalam penguasaan ilmu, teknologi, modal dan kelembagaan usaha. Selain itu, menurut Ambo (2011) paling tidak ada lima pendekatan pemberdayaan masyarakat pesisir yang baru saja diimplementasikan. Kelima pendekatan ini dilaksanakan dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh aspirasi, keinginan, kebutuhan, pendapatan, dan potensi sumberdaya yang dimiliki masyarakat. Komponen dari pendekatan pemberdayaan masyarakat pesisir.
THE ROLE OF PEKANBARU CITY MANPOWER OFFICE IN TACKLING UNEMPLOYMENT Miranda Tri Junieta Olivia Siregar; Geovani Meiwanda
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 1 (2022): Memperkuat Politik Kebangsaan dan Keindonesiaan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i1.7355

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya jumlah pengangguran di Kota Pekanbaru yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dari Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru dalam mengatasi pengangguran di Kota Pekanbaru. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori organisasi publik oleh Jones (1993) dalam Mahsun (2013:8-9) dengan tiga indikator yaitu regulatory role, enabling role, dan direct provision of goods and service. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2016:246). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru dalam mengatasi pengangguran belum efektif. Penyebabnya adalah keterbatasan dana yang dimiliki oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru dan kurangnya dukungan masyarakat terhadap program Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru dalam mengatasi pengangguran. Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru memiliki tanggung jawab untuk menjalankan program-program peningkatan kesempatan kerja serta meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten guna mengatasi pengangguran di Kota Pekanbaru.This research is motivated by the number of unemployed in Pekanbaru City which has increased from year to year. The purpose of this study was to determine the role of the Pekanbaru City Manpower Office in overcoming unemployment in Pekanbaru City. The theory used in this research is public organization theory by Jones (1993) in Mahsun (2013: 8-9) with three indicators, namely regulatory role, enabling role, and direct provision of goods and services. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The data analysis technique uses the theory of Miles and Huberman in Sugiyono (2016:246). The results of this study indicate that the role of the Pekanbaru City Manpower Office in overcoming unemployment has not been going well. The reason is the limited funds owned by the Pekanbaru City Manpower Office and the lack of community support for the Pekanbaru City Manpower Service program in overcoming unemployment. The Pekanbaru City Manpower Office has the responsibility to run programs to increase job opportunities and improve the quality and productivity of the workforce to produce skilled and competent workers to overcome unemployment in Pekanbaru City. 
Public Service Innovation Through Dukcapil Services Go Digital By Disdukcapil Probolinggo Regency Vira Nur Wahyuni; Verto Septiandika
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 1 (2022): Memperkuat Politik Kebangsaan dan Keindonesiaan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i1.5998

Abstract

Currently, innovation occupies a very strategic position in the public sector. This success attracts the public sector to continue to develop various types of innovations to improve public services. The development of the public sector shows that innovation cannot be separated from the rapid progress in technology, information and communication, so the term innovation is closely related to the term e-government. In order to realize a higher quality public service, the Disdukcapil of Probolinggo Regency released a new service in the field of population administration through an online service called Dukcapil Go Digital. This Go Digital Dukcapil is one of the ways taken by the Probolinggo Regency Disdukcapil to make it easier for the community to obtain administrative needs. The type of research used by the author is a qualitative approach with data collection in the form of a literature study with the aim of knowing more about the innovations implemented by the Disdukcapil Probolinggo Regency. The results showed that the innovations released and implemented by the Disdukcapil Probolinggo Regency were innovations that really helped the community to get services and population administration needs that were effective, efficient, fast and safe. This innovation is also expected to provide significant changes to population administration services at the Population and Civil Registry Office of Probolinggo Regency.Saat ini inovasi menempati posisi yang sangat strategis di sektor publik. Keberhasilan ini menarik sektor publik untuk terus mengembangkan beragam jenis inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Perkembangan sektor publik menunjukkan bahwa inovasi tidak dapat dipisahkan dari kepesatan kemajuan di bidang teknologi, informasi dan komunikasi, sehingga istilah inovasi erat hubungannya dengan istilah e-government. Dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, Disdukcapil Kabupaten Probolinggo merilis pelayanan baru di bidang administrasi kependudukan melalui layanan online bernama Dukcapil Go Digital. Dukcapil Go Digital ini merupakan salah satu cara yang diambil oleh Disdukcapil Kabupaten Probolinggo guna mempermudah masyarakat dalam memperoleh kebutuhan administrasi. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data berupa studi pustaka dengan tujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai inovasi yang diterapkan oleh Disdukcapil Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dirilis dan diterapkan oleh Disdukcapil Kabupaten Probolinggo merupakan inovasi yang sangat membantu masyarakat untuk mendapat pelayanan dan kebutuhan administrasi kependudukan yang efektif, efisien, cepat dan aman. Dengan adanya inovasi ini juga diharapkan memberikan perubahan yang signifikan terhadap pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Probolinggo.
KONSTRUKSI MAKNA CANTIK DIKALANGAN MAHASISWI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Irnawati Marpaung; Cut Rizka Al Usrah
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.8705

Abstract

This paper examines the construction of the meaning of beauty among students of the Faculty of Social and Political Sciences. The focus of this research is on the construction of the meaning of beauty that occurs among female students who use skin care products. The theory of social reality construction by Peter L. Berger and Thomas Luckman was used in analyzing the research data. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis through observation, interviews and documentation. The findings of this study indicate that the construction of the meaning of beauty among female students is that female students understand beauty based on physique. College students think women with white skin and free from acne are beautiful women. The driving factors for the construction of the meaning of beauty are: First, financial compatibility where skin care has become a daily need for female students, but in choosing products, female students also adjust the price and their ability to buy the product. Second, the influence of advertising media where female students are influenced by beauty product advertisements which always display models with white and smooth skin so that female students are interested in buying these products with the aim of making them beautiful like the models in advertisements. Third, the influence of interaction with friends where interaction with friends affects the knowledge and selection of female students in the use of skin care products.Tulisan ini mengkaji tentang konstruksi makna cantik dikalangan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Fokus penelitian ini pada konstruksi makna cantik yang terjadi dikalangan mahasiswi pengguna produk skin care. Teori konstruksi realitas sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman digunakan dalam menganalisis data penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi makna cantik dikalangan mahasiswi yaitu mahasiswi memahami cantik berdasarkan fisik (outer beauty). Mahasiswi menganggap wanita dengan kulit putih dan terbebas dari jerawat adalah wanita yang cantik. Faktor pendorong terjadinya konstruksi makna cantik yaitu: Pertama, Kesesuaian dengan finansial dimana skin care sudah menjadi kebutuhan sehari-hari para mahasiswi namun dalam memilih produknya para mahasiswi juga menyesuaikan antara harga dan kemampuan mereka dalam membeli produk tersebut. Kedua, Pengaruh media iklan dimana para mahasiswi terpengaruh oleh iklan produk kecantikan yang selalu menampilkan model dengan kulit putih dan mulus sehingga mahasiswi tertarik untuk membeli produk tersebut dengan tujuan agar cantik seperti model dalam iklan. Ketiga, Pengaruh interaksi dengan teman dimana interaksi dengan teman berpengaruh dalam pengetahuan dan pemilihan mahasiswi dalam penggunaan produk skin care.
KEKEJAMAN KKB PAPUA YANG MELANGGAR HAM Muhammad Andi Septiadi; Nazzira Gahitsya Sofa; Siti Syarah; Wanda Shakira
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.7453

Abstract

The number of cases of violations of Human Rights (HAM) committed by a group of terrorists in Papua (KKB) is certainly a cause of fear for Papuans and other Indonesians. If it is not stopped, there will be more casualties caused by this group. The case of human rights violations committed by the Papuan KKB is still a topic of discussion among the wider community. We know that the role of the Government, TNI and Polri is very important in overcoming this conflict. Here we will discuss about the cruelty of the Papuan KKB which violates human rights. The reason is none other than to provide input to the party who is obliged to resolve this case.Banyaknya  kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh sekelompok teroris di Papua (KKB) ini tentunya membuat ketakutan tersendiri bagi warga  Papua dan masyarakat Indonesia lainnya. Jika tidak dihentikan maka akan semakin banyak korban jiwa  yang diakibatkan oleh sekelompok tersebut. Kasus pelanggaran HAM yang dilakukan KKB Papua ini masih saja menjadi perbincangan dikalangan masyarakat luas. Kita tahu bahwasannya peran Pemerintah, TNI dan Polri  sangat penting dalam menanggulangi konflik ini. Disini kami akan membahas mengenai Kekejaman KKB Papua Yang Melanggar HAM. Adapun alasannya tidak lain  untuk memberi masukan kepada pihak yang berkewajiban untuk menyelesaikan kasus ini.
STRATEGI PENGEMBANGAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG PATIN KABUPATEN KAMPAR Hanna Fadiya; Adianto Adianto
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.5694

Abstract

This research mean to know: (1) the strategy for developing the Patin Village Tourism Village (2) the driving and inhibiting factors in the development of the Patin Village Tourism Village. This study uses the theory of Tourism Village Development Strategy by Arief Yahya (2019), this theory describes a tourism village development strategy through 3 things, namely 3A (Attractions, Accessibility and Amenities), SMI (HR, Community and Industry), BAS (Branding, Advertising and Selling) which is applied in the strategy of developing the village tourism village of Patin in Koto Mesjid, Kampar Regency. This study uses a qualitative method with a case study approach.. Informants were taken using purposive sampling. Data collection is done by observation, interviews, documentation. Data analysis used qualitative data analysis. The results of this study indicate that the village of Koto Mesjid held several programs with the formation of Pokdarwis for creative economy training and culinary presentation. The management program in facilitating tourists also synergizes by providing good facilities and accommodation such as transportation, homestay, souvenirs and processed food from catfish. In addition, in providing attractiveness, holding advertisements in the form of banners, banners and social media. The driving factors are the presence of adequate natural resources, good relations are established between the government and the local community as well as the establishment of significant cooperation between the village government and the tourism office, then the inhibiting factor in the successful development of the Kampung Patin Tourism Village strategy is the emergence of community elements who destroying tourist facilities, tourists who are not friendly to the environment and the emergence of several illegal levies in the use of tourist objects in the Koto Mesjid Village.Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) Srategi pengembangan Desa Wisata Kampung Patin (2) Faktor pendorong dan penghambat dalam pengembangan Desa Wisata Kampung Patin. Penelitian ini menggunakan teori Strategi Pengembangan Desa Wisata oleh Arief Yahya (2019), teori ini menjabarkan strategi pengembangan desa wisata melalui 3 hal yaitu 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amensitas), SMI (SDM, Masyarakat dan Industri), BAS (Branding, Advertising and Selling) yang diterapkan dalam strategi pengembangan desa wisata kampung patin di Koto Mesjid Kabupaten Kampar. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Dinas Pariwisata Kasih Hubungan Kelembagaan dan Pengembangan, Kepala Desa Koto Mesjid, Direktur Bumdes, Pokdarwis, masyarakat desa Koto Mesjid, dan Pengunjung desa wisata kampung patin. Informan diambil mengunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa desa Koto Mesjid mengadakan beberapa program dengan pembentukan Pokdarwis pelatihan ekonomi kreatif dan penyajian kuliner. Program pengelolaan dalam memfasilitasi wisatawan juga bersinergi dengan menyediakan fasilitas dan akomodasi yang baik seperti, tranportasi, homestay, souvenir dan olahan makanan dari ikan patin. Selain itu dalam memberikan daya tarik mengadakan pengiklanan berupa spanduk, banner dan sosial media. Adapun faktor pendorongnya berupa terdapatnya sumber daya alam yang memadai, terjalin hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat setempat serta terjalinnya kerjasama yang signifikan antara pemerintahan desa dengan dinas pariwisata, kemudian adapun faktor penghambat dalam sukses strategi pengembangan Desa Wisata Kampung Patin adalah berupa munculnya para oknum masyarakat yang merusak fasilitas wisata, wisatawan yang tidak ramah dengan lingkungan dan munculnya beberapa pungutan liar dalam pemanfaatan objek wisata di Desa Koto Mesjid.
EVALUATION OF THE TEACHING AND LEARNING PROCESS DURING THE COVID-19 PANDEMIC (CASE STUDY AT SD NEGERI 111 PEKANBARU) Eka Putri Zulyani; Febri Yuliani
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.7357

Abstract

Evaluation is a very important part of the learning process. Evaluation is a process carried out to obtain information about success, effectiveness in the learning process. The purpose of this study is to find out how the teaching and learning process at SD Negeri 111 Pekanbaru during the Covid-19 pandemic. The transition of changes in the teaching and learning process carried out online (in the network) to face-to-face is limited to the main reason researchers see how the success and impact of the policy is realized. The implementation of this limited face-to-face learning process is an alternative step taken by the government in responding to the ineffective implementation of the online learning process, especially in the field of basic education. This research is descriptive with a case study approach and the necessary data is primary and secondary data derived from observations, interviews, documentation analyzed by researchers so as to get accurate and clear data about the evaluation of the teaching and learning process during the Covid-19 pandemic. The results of this study show that this limited face-to-face teaching and learning process is better than the teaching and learning process carried out online which is measured from input indicators (resources, infrastructure), processes, outputs (results), and outcomes (impact).Evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Evaluasi merupakan proses yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang keberhasilan, efektivitas dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses belajar mengajar di SD Negeri 111 Pekanbaru selama pandemi covid 19. Adanya transisi perubahan proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) ke tatap muka terbatas menjadi alasan utama peneliti melihat bagaimana keberhasilan dan dampak dari kebijakan tersebut terwujud. Penyelenggaraan proses belajar tatap muka terbatas ini merupakan langkah alternatif yang diambil pemerintah dalam menanggapi tidak efektifnya pelaksanaan proses pembelajaran daring terkhususnya pada jejang pendidikan dasar. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus serta data yang diperlukan ialah data primer dan sekunder yang berasal dari observasi, wawancara, dokumentasi yang dianalisis oleh peneliti sehingga mendapatkan data yang akurat dan jelas mengenai evaluasi proses belajar mengajar di masa pandemi covid-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses belajar mengajar secara tatap muka terbatas ini lebih baik dibandingkan dengan proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring yang di ukur dari indikator input (sumber daya, infrastruktur), proses, output (hasil), dan outcome (dampak).
TOURISM MANAGEMENT OF NAGARI TUO PARIANGAN IN PARIANGAN TOURISM VILLAGE AREA, TANAH DATAR REGENCY Nadila Sukma Sari; Geovani Meiwanda
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.9026

Abstract

This research is based on the Tourism Management of Nagari Tuo Pariangan in the Pariangan Tourism Village Area, Tanah Datar Regency. The management of the Nagari Tuo Pariangan tourist village is carried out by the Nagari Tuo Pariangan Tourism Awareness Group. The purpose of this study was to describe the management of Pariangan Tourism Village. This research method is a qualitative method with a descriptive qualitative approach that describes the management process of the Nagari Tuo Pariangan tourist village. In addition, to find out the supporting factors in the management of the Nagari Tuo Pariangan tourist village. The results showed that the management in the Nagari Tuo Pariangan Tourism Village went through 4 stages, namely the planning stage, the organizing stage, the mobilization stage, and the supervision stage. The management of the Nagari Tuo Pariangan Tourism Village can be said to be not optimal because from the planning stage, Pokdarwis has implemented 14 work programs out of 18 work program plans. In the organization it must place skilled people in their fields so that the implementation of tourism management in the Nagari Tuo Pariangan tourist village is carried out properly. The supervision process in the management of the Nagari Tuo Pariangan tourist village is carried out by Pokdarwis, the Tourism Office and the Nagari Wali. Factors that support the management of the Nagari Tuo Pariangan tourist village are community participation factors; community economic impact; and promotion of nagari tuo pariangan.Penelitian ini didasarkan pada Pengelolaan Wisata Nagari Tuo Pariangan di Kawasan Desa Wisata Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Pengelolaan desa wisata Nagari Tuo Pariangan dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata Nagari Tuo Pariangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan Desa Wisata Pariangan. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggambarkan proses pengelolaan desa wisata Nagari Tuo Pariangan. Selain itu juga untuk mengetahui faktor pendukung dalam pengelolaan desa wisata Nagari Tuo Pariangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan di Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata Nagari Tuo Pariangan  melalui 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pengorganisasian, tahap penggerakan, dan tahap pengawasan. Pengelolaan Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan dapat dikatakan belum optimal karena dari tahap perencanaan, pokdarwis telah melaksanakan 14 program kerja  dari 18 perencanaan program kerja. Pada pengorganisasiannya harus menempatkan orang-orang yang terampil di bidang mereka agar pelaksanaan pengelolaan pariwisata desa wisata Nagari Tuo Pariangan dilakukan dengan baik. Proses pengawasan dalam pengelolaan desa wisata Nagari Tuo Pariangan dilakukan oleh Pokdarwis, Dinas Pariwisata dan Wali nagari. Faktor yang mendukung dalam pengelolaan desa wisata Nagari Tuo Pariangan yaitu faktor partisispasi masyarakat; dampak ekonomi masyarakat; dan promosi nagari tuo pariangan.

Page 10 of 26 | Total Record : 255