cover
Contact Name
Indra Setia Bakti
Contact Email
indrasetiabakti@unimal.ac.id
Phone
+6285261340228
Journal Mail Official
jspm@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM)
ISSN : -     EISSN : 27471292     DOI : 10.29103/jspm
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: 1) inclusive education, 2) sustainable development, 3) conflict and peace building, 4) elite and social movement, 5) gender politics and identity, 6) digital society and disruption, 7) civil society, 8) e-commerce and new market, 9) community development, 10) politics, government, and public policy, 11) media and social transformation, 12) democracy, globalization, radicalism, and terrorism, 13) local culture, 14) lifestyle and consumerism, 15) revolution of industry 4.0
Articles 255 Documents
KONFLIK PADA KAWASAN KONSERVASI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DAN SOLUSI PENYELESAIANNYA Eko Setiawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.7770

Abstract

Conflict since 2000 between the community and alas purwo national park, triggered by the encroachment of forest areas by the community used for agricultural land area of 10 ha. Problems in the form of overlapping interests from various parties, there is no common perception about the function of the national park. This research aims to identify the causes of land conflicts in the national park area, along with solutions to conflict problems.  This research is descriptive qualitative research with a method or approach to case studies. The selection of research locations was conducted through purposive sampling techniques with village criteria bordering the Alas Purwo National Park area, where there is a conflict of interest between the community and the manager of the national park area. Data collection through interviews, observations and documentation studies. Data analysts use interactive models, namely: data reduction, data presentation and conclusion withdrawal. The results of the study showed the efforts made by the national park in resolving the conflict that occurred in the Patuk Block, until now there has been no meeting point and results agreed upon by both sides. Land conflict resolution uses problem solving strategies that are integrative solutions for the realization of a joint agreement on the sustainability of conservation areas.Konflik sejak tahun 2000 antara masyarakat dan pihak Taman Nasional Alas Purwo, dipicu oleh perambahan kawasan hutan oleh masyarakat yang digunakan untuk lahan pertanian seluas 10 ha. Permasalahan berupa tumpang tindih kepentingan dari berbagai pihak, belum adanya kesamaan persepsi mengenai fungsi taman nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab konflik lahan yang ada di kawasan taman nasional, beserta solusi pemecahan masalah konflik.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode atau pendekatan studi kasus. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria desa yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Alas Purwo, dimana terjadi konflik kepentingan antara masyarakat dan pengelola kawasan taman nasional. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analis data menggunakan model interaktif, yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan upaya yang dilakukan pihak taman nasional dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di Blok Patuk, sampai saat ini belum ada titik temu dan hasil yang disepakati kedua belah pihak. Penyelesaian konflik lahan menggunakan strategi problem solving yang bersifat solusi integratif demi terwujudnya kesepakatan bersama terhadap kelestarian kawasan koservasi.
Orientasi Nilai Budaya Petani Tembakau di Dataran Tinggi Gayo Iromi Ilham; Abdullah Akhyar Nasution; Amiruddin Ketaren; Marliza Marliza; Jamilah Jamilah; M Fathi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.9058

Abstract

The rise of noble tobacco farming is seen again today in the Gayo Highlands after it was once glorious in the 1980s. There were many things that reference ideas, motivations, values, and orientations behind them. This study analyzed the cultural value orientation of tobacco farmers in Gayo so that it continues to carry out planting practices to this day. Furthermore, this study also explored the various habits tobacco farmers have in developing tobacco, including the inheritance pattern of tobacco planting culture between generations. The research, which took the locus in Central Aceh, used a qualitative approach by referring to C. Kluckhohn's concept of "value orientation" analysis and Pierre Bourdie's concept of "habitus". The data collection techniques used were participation observation, in-depth interviews, literature studies, and document studies. Field findings showed that tobacco plants were once the primadonna of the Gayo people in the 80s, but after that began to be abandoned by the community due to economic factors. Over the last 7 years, the Gayo people have begun to look back at tobacco plants along with tobacco products, which has become one of the essential concerns of the government in developing the economy of the Gayo community. The Gayo people still practice growing tobacco because this plant does not require special treatment, the planting period is relatively short, and this plant product is easy to process.Geliat pertanian tembakau mulia terlihat kembali saat ini di Dataran Tinggi Gayo setelah pernah jaya di era 1980-an. Tentu saja, ada banyak hal yang menjadi rujukan ide, motivasi, nilai serta orientasi yang melatarbelakanginya. Studi ini menganalisis orientasi nilai budaya para petani tembakau di bumi Gayo sehingga terus menjalankan praktek tanam hingga saat ini. Lebih lanjut, studi ini juga menggali bagaimana ragam habitus yang dimiliki petani tembakau dalam mengembangkan tembakau, termasuk pola pewarisan budaya tanam tembakau antar generasi. Penelitian yang mengambil lokus di Aceh Tengah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengacu pada konsep analisis “orientasi nilai” C. Kluckhohn dan konsep “habitus” Pierre Bourdie. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, wawancara mendalam, studi literatur, dan studi dokumen. Hasil temuan lapangan menunjukkan bahwa tanaman tembakau pernah menjadi primadona masyarakat Gayo pada era 80-an, namun setelah itu mulai ditinggalkan oleh masyarakat karena faktor ekonomi. Sejak 7 tahun terakhir, masyarakat Gayo mulai melirik kembali tanaman tembakau seiring dengan produk tembakau menjadi salah satu perhatian penting pemerintah dalam mengembangkan ekonomi masyarakat Gayo. Masyarakat Gayo masih melakukan praktek tanam tembakau karena tanaman ini tidak membutuhkan perlakuan khusus, masa tanam yang relatif singkat, dan produk tanaman ini mudah diolah.
Politisasi Sertifikat Halal Lutfi Rosyad Alfikri; Ahmad Fauzi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.8051

Abstract

Indonesia is a country that has a Muslim majority population, so there are many rules that are intended and specifically for Muslims, one of which is related to rules in food matters. The government in providing this service seeks to provide guarantees for halal food products for Muslim consumers through halal certificate instruments. This research is a literature study that analyzes the politicization of halal certificates in the MUI fatwa. A qualitative approach is used to analyze and interpret the MUI fatwa in granting halal certificates and the politics contained therein. The data was obtained from the publications of several journals and e-books that were accessed through Google Chrome and Google Scholar. Collecting data related to the MUI fatwa in halal labeling in its political aspect. This research procedure is carried out by means of a literature review. The data analysis process was carried out by reducing the data obtained from the search results of data from Google Chrome and Google Scholar. After reducing the data, it is presented in the form of a description to explain the politicization of the halal certificate in the MUI fatwa. The next step is to draw conclusions on the results of the analysis to produce new findings on the politicization of the MUI fatwa halal certificate. Halal certification issues are handled by 3 institutions namely MUI, Ministry of Health, and Ministry of Religion through the signing of a Joint Decree (SKB) of the three institutions in 1996. Halal certification is then regulated by various laws that bind it.Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk mayoritas muslim sehingga banyak aturan yang ditujukan dan dikhususkan untuk orang muslim salah satunya yakni terkait aturan dalam masalah makanan. Pemerintah dalam memberikan layanan ini berikhtiar dengan cara memberikan jaminan produk makanan halal bagi konsumen muslim melalui instrumen sertifikat halal. Penelitian ini merupakan studi literatur yang menganalisis politisasi dalam sertifikat halal pada fatwa MUI. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis dan menafsirkan fatwa MUI dalam pemberian sertifikat halal serta politik yang terkandung didalamnya. Data diperoleh dari pubikasi beberapa jurnal serta e-book yang diakses melalui google chroom maupun google scholar. Pengumpulan data terkait fatwa MUI dalam pelabelan halal dalam aspek politiknya. Prosedur penelitian ini dilakukan dengan kajian studi literatur. Proses analisis data dilakukan dengan mereduksi data yang diperoleh dari hasil pencarian data dari google chroom maupun google scholar. Setelah melakukan reduksi data disajikan dalam bentuk deskripsi untuk menjelaskan politisasi dalam sertifikat halal pada fatwa MUI. Selanjutnya yakni melakukan penarikan kesimpulan terhadap hasil analisis untuk menghasilkan temuan baru pada politisasi sertifikat halal fatwa MUI. Masalah sertifikasi halal ditangani oleh 3 lembaga yaitu MUI, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Agama melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga lembaga tersebut pada tahun 1996. Sertifikasi halal kemudian diatur dengan berbagai undang-undang yang mengikatnya.
TERPAAN DRAMA KOREA TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Khairiah Khairiah; Cindenia Puspasari; Ratri Candrasari; Ade Muana Husniati
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.4013

Abstract

Korean drama series produced by foreign stations in Korea are very popular in Indonesia and have many fans. Some of the reasons are Korean dramas provide great inspirations, especially on lifestyle and fashion ideas. The purpose of the research is to determine how much Korean drama exposure has on influenced the fans’ lifestyle, especially the students of Communication Science at Universitas Malikussaleh. The research sample was taken using the purposive sampling technique. The research approach used is quantitative with survey techniques and data analysis using SPSS (Statistical Package for Social Sciences) version 22. The results of this research showed that there is an influence between the Korean drama exposure variable on the fan lifestyle variable in Communication Science students at Malikussaleh University.Drama Korea yang memproduksi serial drama dari negara Korea sangatlah popular di Indonesia. Hal ini dikarenakan drama Korea dapat memberi banyak inspirasi, khususnya pada gaya hidup dan fashion. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh terpaan drama Korea terhadap gaya hidup penggemar pada mahasiswa ilmu komunikasi. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survey dan menganalisis data dengan SPSS (Statistical Package for Social Sciences) versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara variabel paparan drama Korea terhadap variabel gaya hidup penggemar pada mahasiswa ilmu komunikasi di Universitas Malikussaleh.
THE STRATEGY OF #METOO MOVEMENT TO FIGHT FOR THE RIGHTS OF THE VICTIMS OF SEXUAL HARASSMENT IN SOUTH KOREA Yana Dwifa Saraswati; Najamuddin Khairur Rijal; Shannaz Mutiara Deniar
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.8724

Abstract

This study discusses the adoption of the #MeToo Movement in South Korea in 2018 as one of the movements to reduce the problem of sexual harassment that still occurs in South Korea. The number of cases of sexual harassment in South Korea is still high this is due to the culture they still follow which then hinders any resolution or reduction of the number of cases of sexual harassment. This study uses a qualitative-descriptive research method, with data collection from a literature study. This study then discusses the strategies used by this movement with the aim of fighting for the rights of victims that have been taken for a long time. The results of the study found that the #MeToo Movement used a strategy of visibility and audibility in the concept of global civil society to voice the voices of victims and the aspirations of their supporters so that there would be beneficial changes for victims. The strategy of visibility and audibility is used so that their voices can be seen and heard directly by the community and the government.Penelitian ini membahas diadopsinya gerakan #MeToo di Korea Selatan pada tahun 2018 sebagai salah satu gerakan untuk mengurangi permasalahan pelecehan seksual yang masih banyak terjadi di Korea Selatan. Angka kasus pelecehan seksual di Korea Selatan masih tinggi hal ini disebabkan oleh budaya yang masih mereka ikuti yang kemudian menghambat adanya penyelesaian atau pengurangan terhadap angka kasus pelecehan seksual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data studi kepustakaan. Penelitian ini kemudian mendiskusikan bagaimana strategi yang digunakan oleh gerakan ini dengan tujuan untuk memperjuangkan hak-hak korban. Hasil penelitian menemukan Gerakan #MeToo menggunakan strategi visibility dan audibility dalam konsep global civil society untuk menyuarakan suara korban dan aspirasi para pendukung agar adanya perubahan yang menguntungkan bagi korban. Strategi visibility dan audibility digunakan agar suara mereka dapat dilihat dan didengar secara langsung oleh masyarakat maupun pemerintah. 
Implementasi Kebijakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terhadap Penataan Lingkungan Kota Lhokseumawe Yeni Mawaddah; Anismar Anismar
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.5506

Abstract

This study aims to determine the implementation of green open space policies on environmental management in Lhokseumawe City. This research is a qualitative approach research. This study uses the theory of Van Metter and Van Horn with 5 indicators, including: Policy Standards and Objectives, Resources, Inter-Organizational Communication, Characteristics of Implementing Agents, and Disposition of Implementers. The research location is at the Lhokseumawe City Environmental Service. The types of data used are primary and secondary data. Primary data is the main data, while secondary data is used to support primary data. Data collection techniques used are through observation, interviews, and documentation. Data analysis uses data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the study, it was found that the provision of Green Open Space for Environmental Arrangements in Lhokseumawe City has not been fully implemented properly, both in terms of the government and the local community, including the shift in function from reforestation to a place for street vendors whose basically green open space area is not an area. Street vendors. However, because the government is worried about the economy of the people, the government has temporarily allowed street vendors and others to trade in the area.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Penataan Lingkungan di Kota Lhokseumawe.  Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori Van Metter dan Van Horn dengan 5 indikator,  diantaranya: Standar dan Sasaran Kebijakan, Sumber Daya, Komunikasi Antar Organisasi, Karakteristik Agen Pelaksana, dan Disposisi Implememtor. Lokasi penelitian di Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer merupakan data utama, sedangkan data sekunder digunakan untuk mendukung data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian  di peroleh bahwasanya penyediaan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Penataan Lingkungan  di Kota Lhokseumawe belum sepenuhnya diterapkan dengan baik, baik itu dari segi pemerintah maupun masyarakat penduduk setempat, termasuk peralihan fungsi dari tempat penghijauan menjadi tempat para pedagang kaki lima yang dasarnya kawasan RTH bukan kawasan pedagang kaki lima. Namun karena pemerintah khawatir untuk ekonomi masyarakatnya, sehingga pemerintah mengizinkan untuk sementara waktu para pedagang kaki lima dan yang lainnya untuk berdagang diarea tersebut.
Kesepakatan Antarnegara terkait Pelanggaran Pelecehan oleh Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Wilayah Konflik Ade Arya Yunissa
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.5718

Abstract

 The United Nations (UN) is an international organization formed with the mission to maintain world peace. The United Nations was formed in the hope of avoiding the possibility of aworld war such as the first world war and the second world war. One of the efforts made by The United Nations in carrying out its missoon is to place UN Peacekeepin Forces in conflict areasor countries. In placing peacekeepers, The United Nations has regulations that regulate the rights and obligations of UN Peacekeepers stationed in the territory of countries experincing conflict. With the regulations governing the rights and obligations of UN peacekeepers, all form of actions taken by these troops have been regulated based on an agreement between the sending country and the receiving country. But often, these regulations are one sided and tend to protect all troop actions, whether right aor wrong.Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan organisasi internasional yang dibentuk dengan misi untuk menjaga perdamaian dunia. PBB dibentuk dengan harapan menghindari kemungkinan terjadinya perang dunia seperti perang dunia pertama dan perang dunia kedua. Salah satu upaya yang dilakukan PBB dalam menjalankan misinya adalah dengan menempatkan Pasukan Perdamaian PBB di wilayah atau negara yang berkonflik. Dalam menempatkan pasukan perdamaian, PBB memiliki regulasi yang mengatur hak dan kewajiban pasukan perdamaian PBB yang ditempatkan di wilayah negara yang sedang mengalami konflik. Dengan adanya regulasi yang mengatur hak dan kewajiban pasukan perdamaian PBB, segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh pasukan tersebut telah diatur berdasarkan kesepakatan antara negara pengirim dengan negara penerima. Namun seringkali, regulasi tersebut bersifat berat sebelah dan cenderung melindungi segala tindakan pasukan baik benar ataupun salah.
STRATEGI PERGESERAN DOMINASI OJEK ONLINE LOKAL TERHADAP OJEK ONLINE NASIONAL Farhan Farhan; Saifuddin Saifuddin; Abidin Nurdin
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.9571

Abstract

Domino Island Online Gambling Game is a fee-based game and local online motorcycle taxis are transportation that compete with national online motorcycle taxis such as Grab and Gojek. Local online motorbike taxis are able to dominate the Banda Aceh area by carrying out various strategies so that they can become the number one local online motorcycle taxi in Aceh Province in particular. This research examines the strategy of shifting the dominance of local online motorcycle taxis to national online motorcycle taxis. With a focus on the causes of the domination of local online motorcycle taxis to national online motorcycle taxis and the forms of service provided by local online motorcycle taxi drivers to national online motorcycle taxi drivers. This study uses Michael Faucalt's Power Relations Theory. The results of this study indicate that the domination of local online motorcycle taxis over national online motorcycle taxis is the strategy of distributing brochures, cooperation with MSMEs, Social Media and print media and utilizing community relations in order to become an advanced local online motorcycle taxi. While the form of service provided is safety and comfort as well as lots of discounts given by local online motorcycle taxisGame Judi Online Domino Island merupakan game yang berbasis bayaran dan Ojek online lokal merupakan transportasi yang bersaing dengan ojek online nasional seperti Grab dan Gojek. Ojek online lokal mampu menguasai wilayah Banda Aceh dengan melakukan berbagai strategi agar bisa menjadi ojek online lokal nomor satu di Provinsi Aceh khususnya. Penelitian ini mengkaji strategi pergeseran dominasi ojek online lokal terhadap ojek online Nasional. Dengan fokus penyebab terjadinya dominasi ojek online lokal terhadap ojek online Nasional dan bentuk pelayanan yang di berikan ojek online lokal terhadap ojek online Nasional. Penelitian ini menggunakan Teori Relasi kuasa Michael Faucalt. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya dominasi ojek online lokal terhadap ojek online Nasional adalah adanya strategi penyebaran brosur, kerja sama UMKM, Media Sosual dan media cetak serta memanfaatkan relasi komunitas guna bisa menjadi ojek online lokal yang maju. Sedangkan bentuk pelayanan yang diberikan adalah keamanan dan kenyamanan serta banyak diskon yag diberikan ojek online lokal
KONFLIK KULTURAL DALAM MASYARAKAT BATAK TOBA DAN RESOLUSINYA DI KAWASAN DANAU TOBA Harisan Boni Firmando
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.8982

Abstract

The current phenomenon is that many Batak Toba people do not understand the purpose of their lives, so that it is the cause of the emergence of cultural conflicts in the Toba Batak community. The purpose of this study was to determine the cultural conflicts in the Toba Batak community and how their resolutions include the divorce system, the inheritance system and the land system in the traditional Toba Batak society. This study uses qualitative methods to understand social phenomena. The results showed that the discrepancy between husband and wife causes a household that is not harmonious, resulting in divorce. There are two dichotomies regarding inheritance rights to girls, some are contra and some are pro giving inheritance rights to girls. Culturally, the Toba Batak people's conceptualization of children only refers to boys, not girls. With the adoption of a patrilineal system for the Toba Batak people, inheritance rights will only be given to sons and not to women.Fenomena saat ini banyak masyarakat Batak Toba yang kurang memahami akan tujuan hidupnya, sehingga menjadi penyebab munculnya konflik kultural pada masyarakat Batak Toba. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui konflik kultural dalam masyarakat Batak Toba serta bagaimana resolusinya yang mencakup sistem perceraian, sistem pemberian warisan dan sistem pertanahan pada masyarakat Batak Toba tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna memahami fenomena sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara suami-istri menyebabkan keadaan rumah tangga yang tidak harmonis sehingga mengakibatkan perceraian. Terdapat dua dikotomi mengenai hak waris kepada anak perempuan, ada yang kontra dan ada pula yang pro memberikan hak waris kepada anak perempuan. Secara kultural konseptualisasi orang Batak Toba mengenai anak hanya mengacu kepada anak laki-laki bukan kepada anak perempuan. Dengan dianutnya sistem patrilineal pada orang Batak Toba, hak waris hanya akan diberikan kepada anak laki-laki bukan kepada perempuan
EVALUASI PROGRAM PENANGANAN SAMPAH PEMERINTAH DESA CITAMIANG KECAMATAN KADUDAMPIT KABUPATEN SUKABUMI Adelia Riyan Nandini; Auliannisa Rahma Putri; Ikhlasul Amal; Siti Nur Asiyah Jamil; Syahrul Fadillah Fuad
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.9276

Abstract

Waste problems are the responsibility of various parties, including the village government through an environmentally friendly waste management program as regulated by RI Law No. 18 of 2008 Article 5. In its implementation, the waste management program is still not running effectively so that it requires evaluation. This study aims to evaluate the Waste Management Program for the Citamiang Village Government Kec. Kadudampit Kab. Sukabumi. This study uses a qualitative approach that is descriptive by collecting data with observation techniques, interviews, and documentation studies. This study uses program evaluation theory according to David C. Korten. The results showed that the conditions of waste in Citamiang Village were quite alarming where some people still do not have awareness and willingness to handle waste as they should. These conditions encourage a waste management program which began in March 2021 by the Citamiang Village Government. The program is in the form of making TPS, transporting waste to the landfill using trucks that require each RT to collect monthly fees. Over time the conditions experienced obstacles in collecting waste fees. Referring to the Korten theory, the waste management program in Citamiang Village is not going well because there is a discrepancy in one of these components. The component is in the form of a mismatch between the waste management program and the ability of the Citamiang Village Government in running it due to the limited resources.Problematika sampah menjadi tanggung jawab berbagai pihak, termasuk pihak pemerintah desa melalui program pengelolaan sampah berwawasan lingkungan sebagaimana yang diatur oleh UU RI No. 18 tahun 2008 pasal 5. Dalam pelaksanaannya, program penanganan sampah tersebut masih belum berjalan secara efektif sehingga memerlukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program penanganan sampah pemerintah Desa Citamiang Kec. Kadudampit Kab. Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi program menurut David C. Korten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi persampahan di desa Citamiang cukup memprihatinkan dimana sebagian masyarakatnya masih belum memiliki kesadaran dan kemauan untuk menangani sampah sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut mendorong adanya program penanganan sampah yang dimulai sejak Maret 2021 oleh pemerintah Desa Citamiang. Program tersebut berupa pembuatan TPS, Pengangkutan sampah menuju TPA dengan menggunakan truk yang mewajibkan setiap RT untuk mengumpulkan iuran perbulannya. Seiring berjalannya waktu kondisi tersebut mengalami kendala dalam pengumpulan iuran sampah. Mengacu pada teori Korten, program penanganan sampah di desa Citamiang kurang berjalan dengan baik dikarenakan terdapat ketidaksesuaian dalam salah satu komponen tersebut. Komponen tersebut berupa ketidaksesuaian antara program penanganan sampah dengan kemampuan pemerintah Desa Citamiang dalam menjalankan tersebut sebab terbatasnya sumber daya yang ada.

Page 11 of 26 | Total Record : 255