cover
Contact Name
Indra Setia Bakti
Contact Email
indrasetiabakti@unimal.ac.id
Phone
+6285261340228
Journal Mail Official
jspm@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM)
ISSN : -     EISSN : 27471292     DOI : 10.29103/jspm
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: 1) inclusive education, 2) sustainable development, 3) conflict and peace building, 4) elite and social movement, 5) gender politics and identity, 6) digital society and disruption, 7) civil society, 8) e-commerce and new market, 9) community development, 10) politics, government, and public policy, 11) media and social transformation, 12) democracy, globalization, radicalism, and terrorism, 13) local culture, 14) lifestyle and consumerism, 15) revolution of industry 4.0
Articles 233 Documents
Pengaruh Intensitas Kebiasaan Nongkrong terhadap Pembentukan Perilaku Social Climber (Studi pada Mahasiswa Universitas Panca Marga Probolinggo) Husni Mubaroq; Riza Aisyah
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 2, No 2 (2021): Multidimensi Problematika Masyarakat
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v2i2.5668

Abstract

The culture of hanging out is currently entertaining among students. The existence of this culture affects the student's lifestyle which encourages the emergence of social climber behavior. The purpose of this study was to determine the effect of hanging out intensity on the formation of social climber behavior. This research was conducted within the scope of Panca Marga University, with a population of all students of Panca Marga University Probolinggo who will be the subject of the sample in the study with a total of 100 students from all faculties at Panca Marga University. This research is in the form of observational and survey research by observing the Intensity of Hanging Out on Social Climber Behavior and using a quantitative approach using explanatory research methods. The data analysis technique in this research is using SPSS 22 software for Windows using simple linear regression analysis. The result of this study is that the intensity of hanging out has a significant effect on the formation of social climber behavior in Panca Marga University students. The higher the intensity of hanging out, the greater the effect on the formation of social climber behavior. In this research, it was also found that the influence of the intensity of hanging out on the formation of social climber behavior is the behavior of updating status by uploading photos of food or drinks by displaying a cafe brand that is quite well known by many Panca Marga University students.ABSTRAKBudaya nongkrong saat ini tengah menjamur di kalangan mahasiswa. Adanya budaya ini berpengaruh terhadap gaya hidup mahasiswa yang mendorong munculnya perilaku social climber. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intensitas nongkrong terhadap pembentukan perilaku social climber. Penelitian ini dilakukan di lingkup Universitas Panca Marga, dengan populasi seluruh mahasiswa Universitas Panca Marga Probolinggo. Subyek sampel dalam penelitian berjumlah 100 mahasiswa dari semua Fakultas di Universitas Panca Marga.  Riset ini berupa penelitian observasi dan survei dengan mengobservasi intensitas  nongkrong serta menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksplanatory research. Teknik analisis data pada riset ini dengan menggunakan software SPSS 22 for Windows menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa intensitas nongkrong berpengaruh signifikan terhadap pembentukan perilaku social climber pada mahasiswa Universitas Panca Marga. Semakin tinggi intensitas nongkrong maka akan semakin besar berpengaruh dalam pembentukan perilaku social climber. Di dalam riset ini juga ditemukan bahwa pengaruh dari intensitas nongkrong terhadap pembentukan perilaku social climber adalah perilaku meng-update status dengan mengunggah foto makanan atau minuman dengan menampilkan brand kafe yang cukup terkenal. Perilaku tersebut banyak dilakukan oleh mahasiswa Universitas Panca Marga.
Google Classroom as Educational Communication Media (Study at SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru) Afriani Eka Mulyana; Ratri Candrasari
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 2, No 2 (2021): Multidimensi Problematika Masyarakat
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v2i2.5037

Abstract

This study aims to determine the role of Google Classroom as an alternative media in SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru. Google Classroom is an example of new media that is now widely used in education. This Google Classroom also has many features that make it easier for users to carry out the learning process even though it is not face-to-face. Teachers and students who use Google Classroom also find it helpful to have features that make the learning process easier at SMA Negeri 2 Percontohan. This study used a descriptive qualitative approach, with research data collected through observation, semi-structured interviews with several informants, and documentation. At SMA Negeri 2 Percontohan, teachers play an active role in the establishment f an effective communication process during the learning process. The results showed that the use of Google Classroom in SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru had a positive impact and was quite effective. Both teachers and students admit that it is not too difficult to use Google Classroom as beginners. Teachers and students also feel helped to do online learning with this Google Classroom. The features in Google Classroom are also easy to use.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menggambarkan peran Google Classroom sebagai media alternatif pada SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru. Google Classroom merupakan salah satu contoh new media yang sekarang banyak dipergunakan dalam pendidikan. Google Classroom memiliki banyak fitur yang memudahkan pengguna dalam melakukan proses pembelajaran walaupun tidak melalui tatap muka secara langsung. Guru dan murid yang menggunakan Google Classroom juga merasa terbantu dengan adanya fitur yang memudahkan proses pembelajaran di SMA Negeri 2 Percontohan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Temuan lapangan yaitu para guru di SMA Negeri 2 Percontohan berperan aktif dalam terjalinnya proses komunikasi yang efektif selama proses pembelajaran. Penggunaan Google Classroom di SMA negeri 2 Percontohan Karang Baru memiliki dampak positif dan cukup efektif. Selama proses pembelajaran guru dan siswa sama-sama mengaku bahwa tidak terlalu sulit dalam menggunakan Google Classroom ini sebagai pemula. Guru dan siswa juga merasa terbantu melakukan pembelajaran secara daring dengan adanya Google Classroom. Fitur-fitur yang ada pada Google Classroom juga mudah digunakan.
Analisis Kegagalan Pemberdayaan Usaha Industri Roti di Gampong Tingkeum Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen Desy Suryanti; Ti Aisyah; Ahmad Yani
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 2, No 1 (2021): Tantangan Pengembangan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v2i1.3812

Abstract

The economic wheels in Gampong Tingkeum Manyang are driven by the home industri sector. This reality encourages Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Kabupaten Bireuen to carry out community empowerment activities. One of the empowered businesses is the biscuit industri. Peanut and coconut biscuits as superior products from the region have been marketed to several regions in Aceh. However, around 2016 to 2019 there was a decline in production. The decline was due to lack of capital, competition, and low productivity. This study aims to determine the strategy in empowering the biscuit industri undertaken by the government to explore what factors have caused the failure of the home industri business. The research approach used is a descriptive qualitative approach. The results showed that the strategies used by the Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Kabupaten Bireuen were building the capacity of the human resources of actors and supporting business capital. However, the community empowerment efforts were not sustainable so that it was less controlled in the process. AbstrakRoda ekonomi di Gampong Tingkeum Manyang digerakkan oleh sektor industri rumah tangga. Realitas ini mendorong Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Kabupaten Bireuen melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satu usaha yang diberdayakan yaitu industri roti kering. Roti kacang dan roti kelapa sebagai produk unggulan dari daerah tersebut telah dipasarkan ke beberapa wilayah di Aceh. Namun sekitar tahun 2016 sampai 2019 terjadi penurunan produksi. Penurunan tersebut diakibatkan kekurangan modal, persaingan, dan produktivitas kerja yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi dalam pemberdayaan usaha industri roti kering yang dilakukan oleh pemerintah untuk digali faktor apa yang menyebabkan kegagalan usaha industri rumah tangga tersebut. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Kabupaten Bireuen yaitu membangun kapasitas sumber daya manusia aktor dan pemberian modal usaha. Namun upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan tidak dilakukan secara berkelanjutan sehingga kurang terkendali dalam prosesnya.
BAHASA DAERAH DAN BAHASA INDONESIA; NASIONALISME ATAU FANATISME Muhammad Jundi; Muhammad Dalle
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 1 (2022): Memperkuat Politik Kebangsaan dan Keindonesiaan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i1.5987

Abstract

This study aims to determine how the transformation of asabiyah or fanaticism in regional languages so that becomes a starting point for national division and disintegration. Then provide a solution in addressing linguistic fanaticism so as not to be trapped in the disintegration of the nation. This study uses a qualitative approach, which is to reveal a meaning related to the social dynamics of humanity and the method of literature study or library research, namely systematic collection of library sources, reading and recording these library sources and processing them to produce a meaningful conclusion. The conclusion is that the plurality of regional languages and the immaturity of Indonesians in language attitudes backfire for the creation of horizontal conflicts between the very diverse communities in Indonesia, also in the Indonesian language realm that Indonesian is not just one but has broken up into several dialect variants of the Indonesian language. So the solution that must be done is first to be inclusive in the attitude of speaking Indonesian by realizing the plurality of variants and various dialects of Indonesian. Secondly, Indonesian language education in public or private educational institutions that are under state supervision must revolutionize the Indonesian language education system and materials according to the times.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana transformasi ashabiyah atau fanatisme dalam berbahasa daerah sehingga menjadi titik tolak perpecahan dan disintegrasi bangsa. Kemudian memberikan solusi dalam menyikapi fanatisme kebahasaan agar tidak terjebak ke dalam disintegrasi bangsa. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif yaitu mengungkap suatu makna yang berkaitan dengan dinamika sosial kemanusiaan dan metode studi pustaka atau library research yaitu pengumpulan sumber pustaka secara tersistem, membaca dan mencatat sumber-sumber pustaka tersebut dan mengolahnya hingga dihasilkan suatu kesimpulan makna. Kesimpulannya bahwa kemajemukkan bahasa daerah dan ketidakdewasaan orang Indonesia dalam sikap berbahasa menjadi bumerang bagi terciptanya konflik horisontal antar masyarakat yang sangat beragam di Indonesia, juga dalam ranah berbahasa Indonesia bahwa bahasa Indonesia bukan hanya satu melainkan telah pecah ke dalam beberapa varian dialek bahasa Indonesia. Maka solusi yang harus dilakukan adalah pertama bersikaplah inklusif dalam sikap berbahasa Indonesia dengan menyadari adanya pluralitas varian dan dialek bahasa Indonesia yang bermacam-macam. Kedua pendidikan bahasa Indonesia di lembaga-lembaga pendidikan negeri ataupun swasta yang berada di bawah pengawasan negara harus merevolusi sistem dan materi pendidikan bahasa Indonesianya sesuai perkembangan zaman.
Partisipasi Pria dalam Program Keluarga Berencana di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Novika Rahnayanti; Muhammad Bin Abubakar; M. Akmal
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 1, No 1 (2020): Karakter Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v1i1.3022

Abstract

Participation rate of men in the use of contraceptionon in Banda Sakti district Kota Lhokseumawe is still very low, at only 0,005%, it’s under the national target of 5%. The purpose of this study was to determine the factors associated with men's participation in family planning in the working area of Banda Sakti District. This type of research was observational with a cross-sectional approach in 20 juli 2020 - 8 Agustus 2020, using a questionnaire on 66 respondents.This research was using simple random sampling technic.The result showed that there were 27,3% of respondents who participated in family planning (25,8% condoms and 1,5% vasectomy) and 72,7% of respondents not participated in family planning. Based on the result of this research, there was significant correlation between quality of service (p value = 0,003, OR = 11,200), knowledge (p value = 0,009, OR =14,385) and social culture (p = 0,000, RO= 13,300) with male participation in family planning. there was no correlation between Sosio Demografi (Education, Income and Number Children ) and  Access to Family Planning services with male participation in family planning.It is recommended for managers of family planning program in district Banda Sakti to able to provide more intensive counseling, increasing socialization of equality, so the participation of men in the Family Planning Program is no longer considered something which is taboo or embarrassing and improving cooperation across sector.ABSTRAKPartisipasi pria dalam program keluarga berencana khususnya penggunaan kontrasepsi di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe masih sangat rendah yaitu 0,005%, hal ini masih jauh dari target nasional sebesar 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pria dalam mengikuti Keluarga Berencana (akseptor kondom dan MOP) di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Jenis penelitian ini berupa observasional dengan metode pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan tanggal 20 juli 2020 sampai 8 Agustus 2020, menggunakan kuesioner pada 66 responden, dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa ada 27,3% responden yang ikutserta dalam keluarga Berencana dimana 25,8% menggunakan kontrasepsi kondom dan 1,5% menggunakan kontrasepsi vasektomi/MOP, sedangkan responden yang tidak menggunakan kontrasepsi sebanyak 72,7%, serta adanya hubungan yang bermakna antara faktor kualitas pelayanan (p value = 0,003, OR = 11,200), pengetahuan (p value = 0,009, OR =14,385) dan budaya (p = 0,000, RO= 13,300) dengan keikutsertaan pria dalam keluarga berencana. Tidak ada hubungan bermakna antara sosio demografi (pendidikan, pendapatan dan jumlah anak ) dan akses pelayanan dengan keikutsertaan pria dalam ber-KB di Kecamatan Banda Sakti Kota lhokseumawe.Disarankan untuk pengelola KB di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe untuk memberikan penyuluhan yang lebih intensif, meningkatkan sosialisasi tentang kesetaraan, sehingga keikutsertaan laki-laki dalam Program KB  tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang tabu atau memalukan dan meningkatkan kerjasama lintas sektor
Remaja dan Karaoke Malam Kota Lhokseumawe Fajri M. Kasim; Ema Lisa; Ahmad Yani
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 2, No 2 (2021): Multidimensi Problematika Masyarakat
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v2i2.6084

Abstract

This study examines teenagers and karaoke nights. The purpose of this study was to determine the cause of teenagers going to karaoke nights and the impact of frequent karaoke nights. We used qualitative analysis. The study shows that there are various reasons why teenagers come to karaoke nights. Some of them come from broken home families so the teenager looks for another place outside the home for disappointment. Some teenagers go to karaoke places to look for additional income. They can work as waiters or become singers who are booked by officials or businessmen who have a lot of money. There are even teenagers who become called women to serve them. Another reason why teenagers go to karaoke is the lack of parental supervision. The impact of teenagers frequenting karaoke nights is the unhealthy association that tends to lead to promiscuity which is very detrimental to themselves and their parents. Promiscuity becomes accustomed to being carried out by teenagers so that it damages their brains and minds. The most visible impact when teenagers are familiar with the world of karaoke nights is the quality of their education is damaged, their enthusiasm for learning decreases, and they are lazy to go to school.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang remaja dan karaoke malam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab remaja pergi ke tempat karaoke malam dan dampak yang ditimbulkan karena sering karaoke malam. Metode Penelitian menggunakan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan beragam penyebab remaja datang ke tempat karaoke malam. Ada diantara mereka berasal dari keluarga broken home sehingga remaja tersebut mencari tempat lain di luar rumah untuk berbagi dengan teman-temannya yang juga menyukai tempat karaoke sebagai pelampiasan rasa kecewa. Ada juga  remaja ke tempat karaoke yang bertujuan mencari penghasilan tambahan. Mereka bisa bekerja sebagai pelayan atau menjadi penyanyi yang dibooking oleh pejabat atau pengusaha yang banyak uang. Bahkan ada remaja yang menjadi wanita penggilan untuk melayani mereka. Penyebab lain remaja ke tempat karaoke karena kurangnya pengawasan orang tua. Dampak yang ditimbulkan dari seringnya remaja ke tempat karaoke malam yaitu pergaulan yang tidak sehat yang cenderung mengarah ke pergaulan bebas yang sangat merugikan diri sendiri dan orang tua. Pergaulan bebas menjadi terbiasa dilakoni oleh remaja sehingga merusak otak dan pikirannya. Dampak yang paling terlihat ketika remaja sudah mengenal dunia karaoke malam adalah kualitas pendidikannya rusak, semangat untuk belajar turun, dan bermalas-malasan untuk sekolah.
The Effectiveness of the Non-Cash Food Assistance Program (BPNT) during the Covid-19 Period in Bireuen Regency Ti Aisyah; Cut Sukmawati; Muhammad Hasyem; Nur Aklima
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 2, No 2 (2021): Multidimensi Problematika Masyarakat
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v2i2.5202

Abstract

Non-Cash Food Assistance (BPNT) aims to reduce the burden of public spending in meeting basic needs. However, there are some problems with distribution. This research focuses on indicators of the effectiveness of the distribution of the BPNT assistance program, namely target accuracy, choice accuracy, and timeliness, as well as the benefits of the BPNT program for the community. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The types of data used are primary and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of the study illustrate that the effectiveness of the distribution of non-cash food assistance in Bireuen Regency has not been fully running well because BPNT recipients are not on target. Meanwhile, KPM is not given the freedom to choose aid materials according to their needs, so it is not the right choice. In addition, the schedule for assisting is still not following the provisions so that it is not on time. The benefits of the program can be directly felt by the poor in improving food security and improving the economy for SMEs (e-Warung). Overall, the distribution of Non-Cash Food Assistance (BPNT) to KPM is still less effective. ABSTRAKBantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bertujuan mengurangi beban pengeluaran masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Namun dalam penyaluran terdapat beberapa permasalahan.  Penelitan ini berfokus pada indikator efektivitas penyaluran program bantuan BPNT yaitu ketepatan sasaran, ketepatan pilihan, dan ketepatan waktu, serta manfaat program BPNT bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa efektivitas penyaluran bantuan pangan non tunai di Kabupaten Bireuen belum sepenuhnya berjalan dengan baik karena penerima BPNT tidak tepat sasaran. Sementara KPM tidak diberikan kebebasan dalam pemilihan bahan bantuan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak tepat pilihan. Selain itu, jadwal pemberian bantuan masih belum sesuai dengan ketentuan sehingga tidak tepat waktu. Adapun manfaat program langsung dapat dirasakan oleh masyarakat kurang mampu dalam meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi bagi pelaku UKM (e-Warung).  Secara keseluruhan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada KPM masih kurang efektif.
Rokok Elektrik (Vape) sebagai Gaya Hidup Perokok Masa Kini di Kota Lhokseumawe Doli Satria Maulana Hutapea; Teuku Kemal Fasya
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 2, No 1 (2021): Tantangan Pengembangan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v2i1.3696

Abstract

In all parts of the world, every human being has various kinds of habits. One of the human habits is smoking. Today, smoking itself is not something that is considered taboo by society. Cigarettes have become objects that are familiar to humans in general. This smoking habit is difficult to break. On this occasion, researchers will try to raise a theme of smoking habits that have become more modern among teenagers, namely vape as a lifestyle for today's smokers. The background of this research is the author's curiosity about why active smokers, especially teenagers, consume vapes as a substitute for tobacco cigarettes. As for the problem formulation in this study, namely why has vape become a trend in Lhokseumawe City? What effect does vape have on the lifestyle of today's smokers? This research took place in Lhokseumawe City. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques, namely observation, interviews, documentation, and literature studies using the perspective of consumerism culture and lifestyle studies. AbstrakSetiap manusia di seluruh belahan dunia memiliki berbagai macam kebiasaan. Salah satu kebiasaan itu adalah merokok. Dewasa ini, merokok bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat. Rokok sudah menjadi benda yang sudah tidak asing lagi bagi manusia pada umumnya. Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit dihilangkan. Pada kesempatan ini, peneliti akan coba mengangkat sebuah tema kebiasaan merokok yang kini telah menjadi lebih modern di kalangan remaja, yaitu rokok elektrik (vape) sebagai gaya hidup perokok masa kini. Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah keingintahuan penulis mengapa kini perokok aktif khususnya para remaja mengonsumsi vape sebagai pengganti rokok tembakau. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu mengapa rokok elektrik menjadi tren di Kota Lhokseumawe? Apa pengaruh rokok elektrik bagi gaya hidup perokok masa kini? Penelitian ini bertempat di Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur dengan menggunakan perspektif kajian budaya konsumerisme dan gaya hidup.
Election Dynamics In Indonesia The First Election Era Of 1955 Ruhdiara Ruhdiara; Agus Junaidi; Siti Fatimah
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 1 (2022): Memperkuat Politik Kebangsaan dan Keindonesiaan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i1.7220

Abstract

General elections are a form of democracy organized by the government for the benefit of the people. With the general election, the people participate in providing their political aspirations which are intended to elect their representatives in the government. The general election is the right step taken by the government to implement the principle of people's sovereignty which has been stated in the provisional constitution. In order to perfect the provisional constitution and to elect representatives to sit in Parliament, the Indonesian government held the first general election in 1955. The type of research used in this research is classified as library research. namely research in which data is processed and extracted from various books, newspapers, magazines and several articles that are related to this research. Then the approach used is a historical approach (historical research). While the method used in the research is a descriptive qualitative research method. The results of the research show that Liberal Democracy in Indonesia was expected from 1950 to 1959, in practice the government system adheres to a parliamentary system. This democracy has a very strong characteristic regarding the multi-party system that is adopted, but there is no political party that has an absolute majority. In this system, the age of the cabinet in each government is very short, causing frequent cabinet changes. At this time the second major achievement after the proclamation was successfully obtained was the achievement of the General Election in 1955 whose participants came from various parties that existed at that time in Indonesia. This election was successfully carried out in two stages, namely the first stage on September 29, 1955 holding the election for the DPR and on December 15, 1955 holding the election for Members of the Constituent Assembly. The top four winners of the 1955 election included: PNI, Masyumi, NU and PKI.Pemilihan umum merupakan salah satu bentuk demokrasi yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk kepentingan rakyat. Dengan adanya pemilihan umum, masyarakat ikut serta memberikan aspirasi politiknya yang dimaksudkan untuk memilih wakil-wakilnya dalam pemerintahan. Pemilihan umum merupakan langkah tepat yang diambil pemerintah untuk melaksanakan prinsip kedaulatan rakyat yang telah tertuang dalam undang-undang dasar sementara. Untuk menyempurnakan konstitusi sementara dan untuk memilih perwakilan untuk duduk di DPR, pemerintah Indonesia mengadakan pemilihan umum pertama pada tahun 1955. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. yaitu penelitian yang datanya diolah dan disarikan dari berbagai buku, surat kabar, majalah dan beberapa artikel yang berhubungan dengan penelitian ini. Kemudian pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sejarah (historis research). Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Demokrasi Liberal di Indonesia berlangsung dari tahun 1950 hingga 1959, dalam prakteknya sistem pemerintahan menganut sistem parlementer. Demokrasi ini memiliki ciri yang sangat kuat mengenai sistem multi partai yang dianut, namun tidak ada partai politik yang memiliki mayoritas mutlak. Dalam sistem ini, umur kabinet di setiap pemerintahan sangat singkat sehingga sering terjadi pergantian kabinet. Pada saat ini prestasi besar kedua setelah proklamasi berhasil diperoleh adalah prestasi Pemilihan Umum tahun 1955 yang pesertanya berasal dari berbagai partai yang ada saat itu di Indonesia. Pemilihan ini berhasil dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada 29 September 1955 menyelenggarakan pemilihan DPR dan pada 15 Desember 1955 menyelenggarakan pemilihan Anggota Konstituante. Empat besar pemenang pemilu 1955 antara lain: PNI, Masyumi, NU dan PKI.
Traditional Medication – Rajah: The Rational Choice of Aceh People for Recovering Diseases during the Covid-19 Pandemic Zainal, Suadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 1 (2022): Memperkuat Politik Kebangsaan dan Keindonesiaan
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i1.7222

Abstract

This study aimed to explain the reasons of Aceh people's choice for nonmedical treatment - rajah during the Covid-19 pandemic. The qualitative approach was used to address the research problem. The findings showed that people chose nonmedical treatment with Rajah reading prayers and verses of the al-Quran then blowing on them and the water they brought to be drunk at their homes. They chose this treatment method by considering some rational reasons. Among the most prominent reasons; they were afraid to go to the government's public health service center for fear of being tested for antigens first and being judged to be positive for Covid-19, so they were quarantined and isolated from the community, both themselves and their families. In addition, Rajah was considered effective in curing diseases that resemble the symptoms of Covid-19, such as fever, flu, and cough. Even so, this study explains beyond the two reasons that are categorized as instrumental rational choices to achieve the goal – recovering from illness and avoiding threats of isolation. This study confirms that Aceh people put avoiding social isolation as the main rational choice in determining social action.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan pilihan masyarakat Aceh untuk berobat secara nonmedis – rajah di masa pandemi Covid-19. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menjawab masalah penelitian. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat memilih pengobatan nonmedis dengan membaca doa Rajah dan ayat-ayat al-Quran kemudian ditiupkan ke atas mereka dan air yang dibawanya untuk diminum di rumah masing-masing. Mereka memilih metode pengobatan ini dengan mempertimbangkan beberapa alasan yang rasional. Di antara alasan yang paling menonjol; mereka takut ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat pemerintah karena takut dites antigen terlebih dahulu dan dinilai positif Covid-19, sehingga mereka dikarantina dan diisolasi dari masyarakat, baik diri sendiri maupun keluarganya. Selain itu, Rajah dinilai efektif menyembuhkan penyakit yang menyerupai gejala Covid-19, seperti demam, flu, dan batuk. Meski begitu, penelitian ini menjelaskan di luar dua alasan yang dikategorikan sebagai pilihan rasional instrumental untuk mencapai tujuan – pulih dari penyakit dan menghindari ancaman isolasi. Studi ini menegaskan bahwa masyarakat Aceh menempatkan menghindari isolasi sosial sebagai pilihan rasional utama dalam menentukan tindakan sosial.

Page 9 of 24 | Total Record : 233