cover
Contact Name
Anwar
Contact Email
anwar@unram.ac.id
Phone
+6281907801569
Journal Mail Official
agrimansion@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No.62, Gomong, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83125,
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agrimansion: Agribusiness Management & Extension
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14118262     EISSN : 27985385     DOI : 10.29303
Jurnal Agrimansion adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan pemikiran/gagasan atau telaahan konseptual/teoritis yang mengkaji aspek-aspek agribisnis dan sosial ekonomi pertanian secara luas seperti manajemen produksi dan pemasaran produk pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, kebijakan pembangunan pertanian, perencanaan wilayah, analisis gender, gizi masyarakat dan sosiologi pedesaan. Naskah yang diterima adalah naskah asli yang belum pernah diterbitkan atau dalam proses penerbitan pada publikasi apapun, baik dalam maupun luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 486 Documents
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK AGROINDUSTRI ROTI DI KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM Isnaini, Dewi Nur; Ayu, Candra; Husni, Syarif
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i1.1655

Abstract

Roti merupakan produk makanan dari tepung terigu yang difermentasikan dengan ragi roti, air dan atau tanpa penambahan bahan lain kemudian diolah dengan cara dipanggang. Roti berfungsi sebagai Roti berfungsi sebagai substitusi makanan pokok (beras) masyarakat Indonesia. Salah satu sentra agroindustri roti terletak di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Salah satu sentra agroindustri roti di Kota Mataram terletak di Kecamatan Sandubaya. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari produk agroindustri roti di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, dan (2) Mengetahui strategi pengembangan produk agroindustri roti di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Besarnya nilai tambah yang diperoleh untuk produk agroindustri roti sebesar Rp. 5.428,80,-/KgBB dengan keuntungan sebesar Rp. 3.208,24,-/KgBB. (2) Hasil analisis SWOT agroindustri roti di kecamatan Sandubaya Kota Mataram menunjukkan faktor-faktor kekuatan dan peluang yang lebih kuat sehingga strategi pemasaran yang diperlukan untuk meningkatkan kekuatan dan peluang yang ada yaitu meningkatkan dan memperbanyak varian produk sesuai tren yang berkembang di masyarakat, meningkatkan kualitas serta mutu produk agar dapat menjaga citra yang baik di mata konsumen dan ketersediaan bahan baku yang melimpah akan memperlancar proses produksi roti.
TRANSFORMASI PEREKONOMIAN KABUPATEN LOMBOK TENGAH: SUATU TINJAUAN SEKTOR BASIS Septiadi, Dudi; Yusuf, Muhammad
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i1.1660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai transformasi ekonomi Kabupaten Lombok Tengah dari kontribusi output sektoral perekonomian, pola pertumbuhan dan klasifikasi sektor perekonomian, serta sektor basis (unggulan) di Kabupaten Lombok Tengah. Jenis data penelitian adalah data sekunder berupa data time series tahun 2018-2022. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Struktur PDRB sektoral Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai wilayah referensi dan Struktur PDRB sektoral Kabupaten Lombok Tengah sebagai wilayah yang dianalisis. Metode yang diterapkan dalam riset ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Data yang tersedia dianalisis menggunakan pendekatan Tipologi Klassen dan analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan sektor pertanian sebagai sektor terbesar dalam kontribusinya membentuk PDRB Kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan Klassen Typology terdapat 5 sektor termasuk pada sektor Maju dan Tumbuh Cepat (kuadran I); 3 sektor tergolong pada sektor maju tapi tertekan (kuadran II), 8 sektor tergolong potensial dan berkembang (kuadran III); sektor pertambangan dan penggalian masuk kategori sektor yang relatif tertinggal (kuadran IV). Berdasarkan analisis LQ, terdapat 8 sektor yang masuk kategori sektor basis.
ANALISIS PARTISIPASI PETANI DALAM MENGGUNAKAN BENIH PADI UNGGUL DI KECAMATAN SURALAGA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Fadli, Fadli; FR, Aeko Fria Utama
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i1.1661

Abstract

Peningkatan kualitas pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah dapat dicapai dari mulai perlakuan benih yang baik dan diberikan perlakuan khusus. Dari beberapa literature sebelumnya menyetakan bahwa usahatani tanaman padi sawah belum sesuai dengan harapan. produktifitas tanaman padi sawah masih rendah yaitu sekitar 52,26 kW/ha/th/GKG. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat partisipasi petani dalam perlakuan benih padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur Sasaran yaitu petani yang tergabung dalam kelompok tani dengan komoditas padi sawah dengan total responden sebanyak 65 petani. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan tingkat partisipasi petani, sedangkan analisis korelasi digunakan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan partisipasi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi petani padi sawah terhadap kegiatan perlakuan benih termasuk dalam kategori “sedang”. Perlu dilakukan peningkatan intensitas kegiatan penyuluhan, pelatihan cara memberi perlakuan pada benih padi sawah, cara melakukan seleksi benih, dan pengukuran pH tanah untuk tercapai tujuan peningkatan kualitas bibit tanaman padi sawah dan perkembangan tanaman lebih optimal. Rendahnya penggunaan benih padi unggul ini karena tingkat kepercayaan petani terhadap pengelola pertanian atau kelompok tani yang ada di wilayah Kecamatan Suralaga tergolong rendah. Selain itu, adopsi teknologi dan transfer knowledge masih rendah dan sulit diterima oleh petani.
PREFERENSI PETANI TERHADAP BENIH KENTANG DI SUMATERA UTARA Nasution, Amelira Haris
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1666

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan budidaya kentang terletak pada input awal yang digunakan. Kesalahan dalam pemilihan benih berdampak pada hasil panen kentang. Berbagai pertimbangan dari petani dalam pemilihan benih membuat pemasar benih harus fokus dalam memotret preferensi petani terhadap kriteria benih seperti apa yang diinginkan. Preferensi petani ini dapat didekati melalui bauran pemasaran yang menunjukkan kombinasi produk, harga, tempat dan promosi. Penelitian dilaksanakan di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir dan Desa Ria-ria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara dari September 2022 hingga Oktober 2023. Jenis penelitian adalah marketing research. Penentuan responden menggunakan purposive quota sampling dengan total sampel 140 orang. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif dengan memanfaatkan Microsoft Excel. Preferensi ataupun kriteria benih kentang yang diinginkan petani berdasarkan bauran produk adalah benih kentang yang memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap penyakit dan memiliki kecocokan dengan lokasi budidaya. Berdasarkan bauran harga, willingness to pay petani terhadap benih kentang berada pada rentang Rp 20.000,- hingga Rp 22.000,- dengan rerata Rp 21.000,- dan nilai potensi penjualan sebesar Rp 1.491.000,-. Dari bauran tempat, petani menginginkan lokasi penjualan benih kentang yang dekat dengan lokasi petani. Bauran promosi yang dapat digunakan adalah melakukan pemberian sampel, kunjungan demplot dan praktek demplot di lahan petani. Kata Kunci: bauran pemasaran, benih kentang, kriteria benih, preferensi ABSTRACT The success of potato cultivation lies in the initial inputs used. Mistakes in seed selection have an impact on potato yields. The various considerations of farmers in this regard make seed marketers have to focus on capturing farmers' preferences for what kind of seed criteria they want. Farmers' preferences can be approached through a marketing mix such as combination of product, price, place and promotion. The research was conducted in Hariara Pintu Village, Harian District, Samosir Regency and Ria-ria Village, Pollung District, Humbang Hasundutan Regency, North Sumatra Province from September 2022 to October 2023. The type of research is marketing research. Determination of respondents using purposive quota sampling with a total sample of 140 people. Data analysis used descriptive analysis method by Microsoft Excel. Farmers' preferences for seed potato criteria based on the product mix are seed potatoes that have high productivity, are resistant to disease and have compatibility with the cultivation location. Based on the price mix, farmers' willingness to pay for seed potatoes is in the range of Rp 20,000 to Rp 22,000 with an average of Rp 21,000 and a potential sales value of Rp 1,491,000. Base on the place mix, farmers want the location of seed potato sales close to the them location. The promotion mix can be used is to provide samples, visit demonstration plots and practise planting. Keywords: marketing mix, seed potato, seed criteria, preferences
KARAKTERISTIK WIRAUSAHA DAN KETERAMPILAN KEWIRAUSAHAAN PADA PENGRAJIN NOKEN DI PAPUA BARAT DAYA Athirah, Aldila Mawanti
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Agrimansion Agustus 2023
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i2.1676

Abstract

Noken is one of the typical Papuan woven or knitted crafts that comes from wood fibers, leaves, and plant stems. This handicraft business is widely found in the Land of Papua as an ancestral cultural heritage and includes creative economy businesses. Activities in the form of utilizing individual creativity, skills and talents to create welfare and jobs that produce and utilize the creativity and inventiveness of individual craftsmen. These noken craftsmen are generally from women called Papuan mothers. Noken has values, meanings, and functions inherent in Papuan culture. However, in this modern era, it is increasingly challenging with the existence of fast-paced craft products by making noken from yarn. So that the essence of noken is different from when using noken made from plants. The availability of artisan human resources who have entrepreneurial characteristics and strong entrepreneurial skills is expected to make noken crafts continue to exist and become a productive and profitable business. The need for entrepreneurial characteristics and better entrepreneurial skills of noken artisans has been identified as an important element for Papuan noken artisans. The purpose of this study is to analyze the characteristics of entrepreneurship and entrepreneurial skills as well as their relationship with noken artisans in Southwest Papua. The research was carried out in Sorong-Southwest Papua Regency. The selection of the location was carried out deliberately (purposive) with the consideration that the location is one of the areas that is the center of noken craftsmen. The sample collection methods are snowball and quota sampling. The instrument used was a questionnaire. The analysis tools used descriptive. The data and information obtained will then be processed for qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis is carried out with descriptive non-parametric analysis, this analysis is packaged in the concept of self-presentation as an interpretation tool.
TINJAUAN PERSPEKTIF FILSAFAT: KEBIJAKAN EKONOMI BIRU UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT PESISIR Husni, Syarif; Sarjan, Muhammad
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1323

Abstract

Terjadi paradoks dimana kekayaan sumberdaya pesisir yang melimpah namun belum mampu mensejahterakan masyarakat pesisir. Persoalan ini menjadi bahan diskusi yang menarik dalam konteks filsafat. Tujuan penelitian adalah : a) membedah dari perpektif filsafat tentang kemiskinan, b) Tinjauan ontologis: mengapa masyarakat pesisir miskin? c) apakah kebijakan ekonomi biru dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat pesisir dan d) bagaimana potensi dan tantangan ekonomi biru dalam pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir?Penelitian ini menggunakan studi literatur ilmiah yang dikaji dari berbagai sumber terutama dari artikel yang dipublikasikan pada jurnal internasional maupun jurnal nasional baik yang yang sudah terindex scopus maupun jurnal yang sudah terakreditasi SINTA. Berdasarkan kajian dan riset dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kemiskinan dapat dilihat dari prespektif filsafat yang berbeda, tapi pada intinya kemiskinan dipandang pada ketimpangan struktural dalam cara manusia memanfaatkan sumber daya alam.selain itu. kemiskinan masyarakat pesisir disebabkan pada keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi dan keterbatasan akses terhadap infrastruktur serta layanan dasar. Kemudian ekonomi biru memberikan ruang bagi masyarakat pesisir untuk mencapai kesejahteraan. Selain itu potensi ekonomi biru, adalah penciptaan lapangan kerja baru dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih efisien dan berkelanjutan. Tantangan yang dihadapi ekonomi biru adalah keterbatasan akses terhadap infrastruktur, teknologi dan perubahan iklim serta ketidakpastian ekosistem laut.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH DENGAN SISTEM BAGI HASIL DI KECAMATAN WERA KABUPATEN BIMA Ishmah, Laili Zatil; Ibrahim, Ibrahim; Nursan, Muhammad
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1612

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui jenis sistem bagi hasil usahatani bawang merah yang diterapkan di Kecamatan Wera Kabupaten Bima; (2) Untuk mengetahui kelayakan usahatani bawang merah di Kecamatan Wera Kabupaten Bima; (3) Untuk mengetahui kendala usahatani bawang merah dengan sistem bagi hasil di Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unita analisisnya adalah ushatani bawang merah dengan sistem bagi hasil di Desa Hidirasa dan Desa Ranggasolo Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Penentuan jumlah sampel responden menggunakan “quota sampling” yaitu dengan menetapkan 30 orang dan penentuan jumlah sampel responden masing-masing desa menggunakan “proportional sampling” yaitu 16 sampel responden dari Desa Hidirasa dan 14 sampel responden dari Desa Ranggasolo. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey yaitu wawancara langsung dengan responden dengan alat bantu kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, analisis pendapatan, analisis kelayakan, dan analisis kendala. Hasil penelitian ini yaitu rata-rata biaya produksi usahatani bawang merah sebesar Rp. 20.065.885/LLG atau Rp. 87.242.979/Ha. Rata-rata produksi bawang merah yaitu 2.705 Kg/LLG atau 11.761 Kg/Ha, rata-rata harga jual Rp. 15.933 dan rata-rata pendapatan Rp. 23.033.781/LLG atau Rp. 100.146.876/Ha. Semua responden menggunakan sistem mrapat (80:20) pada usahatani bawang merahnya. Rata-rata R/C Ratio usahatani bawang merah yaitu 2,1. Kata kunci: Bawang merah, Bagi hasil, Kelayakan. ABSTRACT This research aims to (1) find out the type of onion farming profit-sharing system implemented in Wera District, Bima Regency; (2) determine the feasibility of shallot farming in Wera District, Bima Regency; (3) identify the obstacles to shallot farming using a profit-sharing system in Wera District, Bima Regency. This research uses a descriptive method. The unit of analysis is shallot farming with a profit-sharing system in Hidirasa Village and Ranggasolo Village, Wera District, Bima Regency. The number of sample respondents was determined using "quota sampling," with 30 people selected, and the number of sample respondents for each village was determined using "proportional sampling," with 16 sample respondents from Hidirasa Village and 14 sample respondents from Ranggasolo Village. Data collection was carried out through a survey, involving direct interviews with respondents using a questionnaire tool. The data analysis included cost analysis, income analysis, feasibility analysis, and obstacle analysis. The results of this research show that the average production cost of shallot farming is IDR 20,065,885/LLG or Rp. 87,242,979/Ha. The average production of shallots is 2,705 Kg/LLG or 11,761 Kg/Ha, with an average selling price of IDR 15,933 and average income of Rp. 23,033,781/LLG or Rp. 100,146,876/Ha. All respondents use the mrolimo (80:20) system in their shallot farming. The average R/C Ratio for shallot farming is 2.1. Keywords: Red Onion, Profit Sharing, Feasibility
ANALISIS INTEGRASI PASAR JAGUNG HIBRIDA DI PULAU SUMBAWA efendy, Efendy; Amiruddin, Amiruddin
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis integrasi pasar jagung hibrida dalam jangka pendek, dan (2)menganalisis integrasi pasar jagung hibrida dalam jangka panjang di Pulau Sumbawa, menggunakan metode deskriptif.Unit analisis dalam penelitian ini harga jagung hibrida per bulan di level pasar kabupaten yang berada di Pulau Sumbawadaritahun 2016 sampai 2020. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah model regresi Ravallion dan Heytens (1986) dan Index Of Market Connection (IMC). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Pemasaran jagung hibrida di Pulau Sumbawa menunjukkan integrasi pasar dalam jangka pendek antara Pasar Sumbawa dengan Sumbawa, dan antar pasar Dompu dengan Bima dan sebaliknya, (2) Dalam jangka panjang pasar jagung hibrida di Pulau Sumbawa terintegrasi antar satu dengan pasar lainnya baik pasar lokal maupun pasar rujukan pada keempat pasar yaitu pasar: Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima. Petani diharapkan secara aktif mencari informasi pasar baik dari tingkat konsumen maupun pedagang, sehingga petani mengetahui dan memilih pola saluran yang paling efisien
KELAYAKAN USAHATANI UBI KAYU DI DESA PETLENG KECAMATAN ALOR TENGAH UTARA KABUPATEN ALOR Padafing, Maria E.; Maure, Gerson Hans; Timung, Andri P.
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 3 (2024): Jurnal Agrimansion Desember 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i3.1657

Abstract

Cassava plants are mostly cultivated to take advantage of the dry land conditions in Alor Regency. Cassava can be utilized and processed into various processed products. The research was carried out in Peteleng Village, Alor Tengah Utara District from March – May 2024. The sample size was 50 people using the Slovin formula. Data was collected through direct interviews with respondents from publication data from the Alor Regency Central Statistics Agency. The research aims to analyze the income and feasibility of cassava farming. The results of the research show that the income from cassava farming in Petleng Village is IDR. 2,571,374 with an R/C ˃ 1 value of 6.24 so that cassava farming is feasible.
ANALISIS STRATEGI KONTINUITAS BISNIS PRODUK OLAHAN PANGAN KWT NINE SERU DI DESA LANTAN Mulyawati, Sri; Tajidan, Tajidan; Efendy, Efendy; Fernandez, F.X. Edy; Nabila, Sharfina; Puspayani, Ni Luh Mira
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1671

Abstract

Kelompok Wanita Tani Nine Seru di Desa Lantan adalah salah satu kelompok ekonomi produktif yang bergerak pada usaha pengolahan sumber daya alam menjadi produk olahan pangan, seperti keripik pisang dan keripik talas. KWT Nine Seru merasa cukup sulit untuk bertahan pada kondisi persaingan saat ini dan membutuhkan strategi yang tepat untuk menjaga usahanya tetap eksis. Salah satu metode analisis yang dapat digunakan untuk memperoleh strategi yang tepat adalah analisis SWOT. Dengan analisis SWOT , pelaku usaha dapat memilih beberapa alternatif strategi yang akan digunakan sesuai dengan kondisi internal dan eksternal usaha. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi kontinuitas bisnis bagi produk olahan pangan KWT Nine Seru. Metode yang digunakan adalah FGD, evaluasi faktor internal dan eksternal, dan analisis SWOT. Responden terdiri dari 21 orang pelaku usaha yang tergabung dalam KWT Nine Seru. Hasil penelitian menemukan beberapa alternatif strategi SO, ST, WO, dan WT yang dapat diterapkan oleh KWT Nine Seru. Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah strategi ST, menerapkan harga jual sesuai dengan harga pasar.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025 Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Agrimansion Agustus 2025 Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Agrimansion April 2025 Vol 25 No 3 (2024): Jurnal Agrimansion Desember 2024 Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024 Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024 Vol 24 No 3 (2023): Jurnal Agrimansion Desember 2023 Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Agrimansion Agustus 2023 Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023 Vol 23 No 3 (2022): Jurnal Agrimansion Desember 2022 Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Agrimansion Agustus 2022 Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Agrimansion April 2022 Vol 22 No 3 (2021): Jurnal Agrimansion Desember 2021 Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Agrimansion Agustus 2021 Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Agrimansion April 2021 Vol 21 No 3 (2020): Jurnal Agrimansion Desember 2020 Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Agrimansion Agustus 2020 Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Agrimansion April 2020 Vol 20 No 3 (2019): Jurnal Agrimansion Desember 2019 Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Agrimansion Agustus 2019 Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Agrimansion April 2019 Vol 19 No 3 (2018): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2018 Vol 19 No 2 (2018): JURNAL AGRIMANSION AGUSTUS 2018 Vol 19 No 1 (2018): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2018 Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Imiah Agrimansion Vol 16 No 1 (2015): JURNAL ILMIAH AGRIIMANSION APRIL 2015 Vol 16 No 3 (2015): Jurnal Imiah AGRIMANSION Vol 15 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH AGRIIMANSION APRIL 2014 Vol 11 No 2 (2010): Jurnal Ilmiah Agribisnis Agustus 2010 Vol 10 No 1 (2009): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2009 Vol 9 No 3 (2008): JURNAL AGROMINSION DESEMBER 2008 Vol 9 No 2 (2008): Jurnal AGROMINSION AGUSTUS 2008 Vol 9 No 1 (2008): Jurnal AGROMINSION APRIL 2008 Vol 8 No 3 (2007): JURNAL AGROMINSION DESEMBER 2007 Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007 Vol 8 No 1 (2007): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2007 Vol 7 No 3 (2006): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2006 Vol 7 No 2 (2006): JURNAL AGRIMANSION AGUSTUS 2006 Vol 7 No 1 (2006): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2006 Vol 5 No 1 (2004): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2004 Vol 4 No 2 (2004): JURNAL AGRIMANSION MEI 2004 Vol 4 No 1 (2003): JURNAL AGRIMANSION November 2003 Vol 3 No 2 (2003): JURNAL AGRIMANSION MEI 2003 Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002 Vol 2 No 2 (2002): JURNAL AGRIMANSION MEI Vol 2 No 1 (2001): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2001 Vol 1 No 2 (2001): JURNAL AGRIMANSION MEI 2001 Vol 1 No 2 (2001): Jurnal AGRIMANSION (AGRIBUSINESS MANAGEMENT & EXTENSION) MEI More Issue