cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 37 Documents clear
PROBLEMATIKA ASESMEN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL Rohmah, Putri Ainur; Islah, Ahmad Nur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6512

Abstract

ABSTRACT This study aims to deeply uncover the problematic implementation of assessments in multicultural-based Islamic Religious Education (PAI) learning at SDN Daseh, while also analyzing the causal factors and offering alternative solutions. The background of this study is based on the fact that PAI assessments still predominantly assess cognitive aspects, such as memorization and understanding of teaching materials, while affective and social aspects such as tolerance, empathy, and appreciation for diversity have not received serious attention. This condition has implications for the limited role of assessment in supporting the formation of inclusive student character and able to live harmoniously in a pluralistic society. This study adopted a descriptive qualitative method with data collection through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings of this study indicate that PAI teachers experience difficulties in developing assessment measurement tools that consider multicultural aspects, and there is a lack of adequate training or technical guidance. The assessment rubric does not clearly include multicultural indicators, and the existing assessment process does not reflect the values of diversity that should be in accordance with the school's vision that emphasizes the value of diversity. The conclusion of this study emphasizes the importance of reconstructing Islamic Religious Education (PAI) assessments through the development of relevant, contextual, and holistic indicators and assessment instruments, which encompass cognitive, affective, and social aspects in a balanced manner. This effort is expected to make assessments a tool for developing tolerant, inclusive, and socially just character in students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam probematika pelaksanaan asesmen dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multiultural di SDN Daseh, sealigus menganalisis faktor penybabnya dan menawarkan alternatif solusi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa asesmen PAI masih dominan menilai aspek kognitif, seperti hafalan dan pemahaman materi ajar, sementara aspek afektif dan social seperti toleransi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman belum mendapat perhatian serius. Kondisi ini berimplikasi pada terbatasnya peran asesmen dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik yang inklusif dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat majemuk. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, pengamatan, dan analisis dokumen. Temuan dari studi ini mengindikasikan bahwa pengajar PAI mengalami kesulitan dalam menyusun alat ukur asesmen yang mempertimbangkan aspek multikultural, serta belum adanya pelatihan atau panduan teknis yang memadai. Rubrik penilaian tidak secara jelas mencakup indikator multikultural, dan proses asesmen yang ada belum mencerminkan nilai-nilai keberagaman yang seharusnya sesuai dengan visi sekolah yang menekankan nilai kebhinekaan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya melakukan rekonstruksi dalam asesmen PAI melalui pengembangan indikator dan instrumen penilaian yang relevan, kontekstual, dan holistik, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan social secara seimbang. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan asesmen sebagai sarana pembentukan karakter toleran, inklusif, dan berkeadilan social pada peserta didik.
PENINGKATAN ANALISIS RANAH BELAJAR DAN ASESMEN PEMBELAJARAN Mudrikah, Mudrikah; Pujianto, Pujianto; Purwoko, Purwoko
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6577

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the domains of learning and assessment practices within the context of Indonesia's education curriculum, with a particular focus on the implementation of the 2013 Curriculum (Kurikulum 2013). The research employs a library research approach by reviewing various sources such as legal regulations, academic journals, and relevant educational books. The findings reveal that the 2013 Curriculum is designed to develop three key domains of learning: cognitive (knowledge), affective (attitude), and psychomotor (skills). Assessment in the 2013 Curriculum is comprehensive and includes both formative and summative assessments as integral parts of the learning process. Formative assessment is used to monitor students' learning progress continuously, while summative assessment evaluates their achievement at the end of a specific learning period. The study also identifies several challenges in the implementation of assessments, including limited teacher understanding of authentic assessment principles, lack of supporting resources, and resistance from parents and the wider community toward new evaluation systems. The implications of these findings highlight the need for ongoing teacher training, adequate provision of supporting resources, and extensive outreach to all stakeholders to foster a shared understanding of the importance of meaningful and holistic learning assessment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ranah belajar dan asesmen pembelajaran dalam konteks kurikulum pendidikan di Indonesia, dengan fokus utama pada implementasi Kurikulum 2013. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), melalui penelaahan berbagai sumber literatur seperti peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan buku-buku pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum 2013 dirancang untuk mengembangkan tiga ranah utama dalam proses pembelajaran, yaitu kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan). Asesmen dalam Kurikulum 2013 bersifat komprehensif dan mencakup asesmen formatif serta sumatif sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Asesmen formatif digunakan untuk memantau perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan, sementara asesmen sumatif digunakan untuk mengevaluasi pencapaian hasil belajar di akhir periode tertentu. Penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan asesmen, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap prinsip asesmen autentik, minimnya sumber daya pendukung, serta resistensi dari orang tua dan masyarakat terhadap sistem evaluasi yang baru. Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan fasilitas pendukung yang memadai, serta perlunya sosialisasi yang intensif kepada seluruh pemangku kepentingan agar tercipta pemahaman yang selaras mengenai pentingnya asesmen pembelajaran yang menyeluruh dan bermakna.
STUDI LITERATUR: PERAN KOMPONEN EKOSISTEM SEKOLAH DALAM MENDUKUNG KESEJAHTERAAN Siregar, Julinda; Akhiroh, Muhibatur Rohmatul; A’liyah, Umi Habibatul; Putri, Desti Nurdiana Eka; Sulistyorini, Kurniasari
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6694

Abstract

One of the key indicators to measure the success of the quality and process of education in schools is school well-being. The school environment plays an important role in influencing the well-being of its entire community, including students, teachers, staff, and other elements involved in the school ecosystem. This research is a literature study that aims to analyse the role of school ecosystem components in supporting the well-being of all elements in the school. The method used in this research is a systematic literature review of national and international journals in the last ten years that are relevant to the topic of school ecosystem and school well-being. The steps in this research are: 1) literature search process; 2) determining selection criteria; 3) literature analysis; 4) synthesising. The results showed that the school ecosystem components collectively and individually play an important role in shaping school well-being. These components include: 1) positive school climate; 2) curriculum and teaching that support well-being; 3) physical health and physical environment of the school that support well-being; 4) parental and community engagement; 5) teacher and staff well-being. In general, it can be concluded that creating a prosperous ecosystem requires a holistic and integrated approach. Where each component can interact harmoniously to support the optimal growth and development of all school members. ABSTRAKSalah satu indikator kunci untuk mengukur keberhasilan kualitas dan proses pendidikan di sekolah adalah kesejahteraan sekolah. Lingkungan sekolah memegang peranan penting dalam mempengaruhi kesejahteraan seluruh komunitasnya mulai dari siswa, guru, staf, dan unsur lain yang terlibat dalam ekosistem sekolah. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis peran komponen ekosistem sekolah dalam mendukung kesejahteraan semua elemen di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur sistematis terhadap jurnal nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan topik ekosistem sekolah dan kesejahteraan sekolah. Langkah-langkah dalam penelitian ini yaitu: 1) proses pencarian literatur; 2) menentuan kriteria seleksi; 3) analisis literatur; 4) melakukan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan komponen ekosistem sekolah secara kolektif dan individual memiliki peran penting dalam membentuk kesejahteraan sekolah. Komponen-konponen tersebut meliputi: 1) iklim sekolah yang positif; 2) kurikulum dan pengajaran yang mendukung kesejahteraan; 3) kesehatan fisik dan lingkungan fisik sekolah yang mendukung kesejahteraan; 4) keterlibatan orang tua dan komunitas; 5) kesejahteraan guru dan staf. Secara umum dapat disimpulkan bahwa menciptakan ekosistem yang Sejahtera memerlukan pendekatan yang holistic dan terintegrasi. Dimana setiap komponen dapat berinteraksi secara harmonis untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara optimal seluruh warga sekolah.
STRATEGI EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN GRAMMAR BAHASA INGGRIS YANG TIDAK MEMBOSANKAN DI KELAS SEMBILAN DI MTS ITTIHADUL BAYAN TELAGA LEBUR SEKOTONG TENGAH Hilmi, Muhammad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6845

Abstract

This study aims to identify effective and engaging English grammar learning strategies in ninth-grade students at MTs Ittihadul Bayan Telaga Lebur Sekotong Tengah. Grammar is an important aspect of English language acquisition, but students often find it difficult and tedious. Therefore, an engaging, enjoyable, and tailored learning approach is needed. This study employed a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the implementation of interactive learning strategies such as educational games, audio-visual media, grammar quizzes, group discussions, and project-based learning can increase student enthusiasm, learning motivation, and understanding of grammar structures. Teachers who are active, creative, and innovative in designing learning play a significant role in creating a fun and engaging classroom atmosphere. Furthermore, students' active involvement in the learning process encourages a more meaningful learning experience. With appropriate and varied strategies, grammar learning is no longer perceived as a boring activity, but rather as an engaging and challenging process. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran grammar Bahasa Inggris yang efektif dan tidak membosankan di kelas sembilan MTs Ittihadul Bayan Telaga Lebur Sekotong Tengah. Grammar merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan Bahasa Inggris, namun sering kali dianggap sulit dan membosankan oleh siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran interaktif seperti permainan edukatif, media audio-visual, kuis grammar, diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan semangat siswa, motivasi belajar, serta pemahaman terhadap struktur grammar. Guru yang aktive, kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran turut berperan besar dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan tidak monoton. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar mendorong terciptanya pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan strategi yang tepat dan bervariasi, pembelajaran grammar tidak lagi dianggap sebagai kegiatan yang membosankan, melainkan sebagai proses yang menarik dan menantang.
HUBUNGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP FENOMENA LGBT DI KAMPUS Rohmiyati, Atiek; Hakim, Zainul; Putra, Rafa Hartono
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6846

Abstract

This research is motivated by the increasing phenomenon of lesbian, gay, bisexual, and transgender (LGBT) among university students, which has created friction with the legal and socio-religious order in Indonesia. The gap between the normative values ??adopted by the nation and the reality of developing lifestyles encourages the need to evaluate the role of education in shaping character. Therefore, this study focuses on analyzing the relationship between Civics Education (PKn) and students' perceptions and behaviors towards the LGBT phenomenon on campus. This study uses a quantitative approach by distributing a Likert-scale questionnaire to 353 students at the Jakarta State Polytechnic of Creative Media. The collected data were analyzed statistically using the chi-square test to test the hypothesis of the relationship between variables. The main findings indicate a statistically significant relationship (p = 0.038 < 0.05) between PKn and students' perceptions. The majority of respondents (83.7%) who have positive sexual behavior (in accordance with norms) also show positive perceptions, which in this context means rejecting LGBT practices based on legal and religious grounds, while still being able to interact humanely. It is concluded that Civic Education is effective in equipping students with an understanding of national values ??to protect themselves from deviant behavior, while also fostering a tolerant attitude in social interactions. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di kalangan mahasiswa, yang menimbulkan gesekan dengan tatanan hukum dan sosial-religius di Indonesia. Adanya kesenjangan antara nilai-nilai normatif yang dianut bangsa dengan realitas gaya hidup yang berkembang mendorong perlunya evaluasi peran pendidikan dalam membentuk karakter. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis hubungan antara Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dengan persepsi dan perilaku mahasiswa terhadap fenomena LGBT di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner berskala Likert kepada 353 mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square untuk menguji hipotesis hubungan antar variabel. Temuan utama menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik (p = 0.038 < 0.05) antara PKn dengan persepsi mahasiswa. Mayoritas responden (83,7%) yang memiliki perilaku seksual positif (sesuai norma) juga menunjukkan persepsi positif, yang dalam konteks ini berarti menolak praktik LGBT berdasarkan landasan hukum dan agama, namun tetap mampu berinteraksi secara humanis. Disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan efektif dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman nilai-nilai kebangsaan untuk membentengi diri dari perilaku menyimpang, sekaligus menumbuhkan sikap toleran dalam interaksi sosial
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN ADAFTIF SISWA SMP NEGERI 6 SENGAH TEMILA MENYELESAIKAN MATEMATIKA SOAL PISA Metriten, Jhon; Annur, Muhammad Firman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6847

Abstract

This research is motivated by the low scores of Indonesian students in the PISA mathematics assessment, which consistently indicate weaknesses in adaptive reasoning and contextual problem-solving skills. The main focus of this study is to analyze in depth the adaptive reasoning skills of eighth-grade students at SMP Negeri 6 Sengah Temila when faced with non-routine PISA-based problems, which require the ability to formulate hypotheses, provide logical justification, and validate arguments. Using a descriptive qualitative approach, this study collected data through written tests, semi-structured interviews, and documentation. The subjects were selected purposively and classified into three ability categories—high, medium, and low—to allow for comprehensive analysis. The results show that the majority of students (64.52%) fall in the medium category, while only a small proportion (16.13%) reach the high category. High-ability students are able to systematically connect mathematical concepts to real-world contexts, while medium-ability students tend to only be able to solve procedural problems but are weak in justification. Based on these findings, it is concluded that there is an urgent need to strengthen the implementation of problem-based and contextual learning methods to improve students' adaptive reasoning skills so that they are better prepared to face the challenges of international assessment. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya skor siswa Indonesia dalam asesmen matematika PISA, yang secara konsisten mengindikasikan kelemahan dalam kemampuan penalaran adaptif dan pemecahan masalah kontekstual. Fokus utama studi ini adalah untuk menganalisis secara mendalam kemampuan penalaran adaptif siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Sengah Temila saat dihadapkan pada soal-soal non-rutin berbasis PISA, yang menuntut kemampuan merumuskan hipotesis, memberikan justifikasi logis, dan memvalidasi argumen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui tes tertulis, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih secara purposif dan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori kemampuan—tinggi, sedang, dan rendah—untuk memungkinkan analisis yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (64,52%) berada pada kategori sedang, sementara hanya sebagian kecil (16,13%) yang mencapai kategori tinggi. Siswa berkemampuan tinggi mampu menghubungkan konsep matematika dengan konteks nyata secara sistematis, sedangkan siswa kategori sedang cenderung hanya mampu menyelesaikan soal prosedural namun lemah dalam justifikasi. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat implementasi metode pembelajaran berbasis masalah dan kontekstual guna meningkatkan kemampuan penalaran adaptif siswa agar mereka lebih siap menghadapi tantangan asesmen internasional.
ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA SMP NEGERI 6 SENGAH TEMILA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA Tiko, Brian Febrianto Atrensius; Annur, Muhammad Firman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6848

Abstract

Education in the 21st century requires students not only to master academic knowledge but also creative thinking skills, particularly in mathematics learning. This study aims to analyze the creative thinking abilities of junior high school students at SMP Negeri 6 Sengah Temila in solving PISA problems. The method used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including written tests, interviews, and documentation. Key steps in this research involve data collection, analysis of test results, and interviews with students and teachers to explore their perceptions and experiences. The findings indicate that students' creative thinking abilities remain relatively low, with the primary challenge stemming from learning methods that inadequately support the exploration of new ideas. The main conclusion of this study is the necessity for innovative learning approaches to enhance students' creative thinking skills, enabling them to better confront real-world challenges and improve global competitiveness. This research is expected to provide recommendations for curriculum development and more effective teaching methods to foster student creativity. ABSTRAKPendidikan di abad ke-21 menuntut siswa untuk tidak hanya menguasai pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan berpikir kreatif, terutama dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Negeri 6 Sengah Temila dalam menyelesaikan soal PISA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah penting dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, analisis hasil tes, dan wawancara dengan siswa dan guru untuk menggali persepsi dan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa masih tergolong rendah, dengan tantangan utama berasal dari metode pembelajaran yang kurang mendukung eksplorasi ide-ide baru. Simpulan utama dari penelitian ini adalah perlunya inovasi dalam pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata dan meningkatkan daya saing di tingkat global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam mendukung kreativitas siswa.

Page 4 of 4 | Total Record : 37