cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 52 Documents clear
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINDAKLANJUTI PERUBAHAN KURIKULUM SEKOLAH DASAR Lubis, Khoirunnisaiyah; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Purnama, Iwan; Ardansyah, Muhmmad; Siregar, Marlina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10315

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the managerial competence of the principal in responding to curriculum changes at SD IT Rabbani Rantauprapat, Labuhanbatu Regency. Curriculum changes in the education system require principals to possess strong managerial abilities to ensure effective curriculum implementation. As educational leaders, principals play a strategic role in planning, organizing, and supervising curriculum implementation in schools. This study employs a descriptive qualitative approach conducted at SD IT Rabbani Rantauprapat, Labuhanbatu Regency. The informants include the principal, vice principal for curriculum, teachers, and foundation supervisors. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results show that the principal’s managerial competence in addressing curriculum changes has been implemented through several aspects. First, the principal carried out strategic planning through coordination meetings and school work meetings to discuss curriculum implementation. Second, the principal organized the process by forming a curriculum development team and assigning tasks to teachers according to their competencies. Third, the principal conducted supervision and guidance to improve the quality of teaching and learning. Fourth, the foundation provided support for curriculum implementation in the school. However, the principal still faced several challenges, such as differences in teachers’ understanding of the new curriculum and limited time to prepare instructional materials. Therefore, the principal’s managerial competence plays a crucial role in the successful implementation of curriculum changes in the school. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menindaklanjuti perubahan kurikulum di SD IT Rabbani Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu. Perubahan kurikulum yang terjadi dalam sistem pendidikan menuntut kepala sekolah memiliki kemampuan manajerial yang baik agar proses implementasi kurikulum dapat berjalan secara efektif. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan memiliki peran strategis dalam merencanakan, mengorganisasikan, serta melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kurikulum di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD IT Rabbani Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Informan meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan pengawas yayasan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menindaklanjuti perubahan kurikulum telah dilaksanakan melalui beberapa aspek. Pertama, kepala sekolah melakukan perencanaan strategi melalui rapat koordinasi dan rapat kerja sekolah untuk membahas implementasi kurikulum. Kedua, kepala sekolah melakukan pengorganisasian dengan membentuk tim pengembang kurikulum serta melakukan pembagian tugas kepada guru sesuai dengan kompetensinya. Ketiga, kepala sekolah melaksanakan supervisi dan pembinaan kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Keempat, yayasan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kurikulum di sekolah. Namun demikian, kepala sekolah masih menghadapi beberapa kendala, seperti perbedaan pemahaman guru terhadap kurikulum baru serta keterbatasan waktu dalam menyusun perangkat pembelajaran. Dengan demikian, kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam keberhasilan implementasi perubahan kurikulum di sekolah.
PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN BUDAYA INOVASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS 3 BILAH HULU Rambe, Ibrahim; Harahap, Aziddin; Siregar, Marlina; Junita, Junita; Siregar, Sakinah Ubudiyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10334

Abstract

ABSTRACT Teachers’ organizational commitment is a crucial element in supporting the improvement of learning quality and educational standards in elementary schools. This study aims to examine the influence of achievement motivation, work environment, and innovation culture on the level of teachers’ organizational commitment in Public Elementary Schools Cluster 3 Bilah Hulu. The research employed a quantitative approach using a survey method. The sample consisted of 102 teachers selected from a population of 136 teachers using the Slovin formula (5%). Data analysis was conducted through multiple linear regression, including classical assumption tests, partial tests, simultaneous tests, and coefficient of determination analysis using SPSS version 26.0. The results revealed that achievement motivation, work environment, and innovation culture, both partially and simultaneously, had a positive and significant effect on teachers’ organizational commitment, with innovation culture emerging as the most dominant variable. These three variables accounted for 61.0% of the variance in teachers’ organizational commitment. The findings emphasize that improving teachers’ commitment requires an integrated approach through strengthening individual motivation, creating a conducive work environment, and continuously developing an innovation culture. This study provides practical implications for schools and policymakers in enhancing educational quality through effective organizational factor management. ABSTRAK Komitmen organisasi yang dimiliki guru menjadi elemen krusial dalam mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran serta mutu pendidikan di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi berprestasi, lingkungan kerja, dan budaya inovasi terhadap tingkat komitmen organisasi guru di Sekolah Dasar Negeri Gugus 3 Bilah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 102 guru dari populasi 136 guru yang ditentukan menggunakan rumus Slovin (5%). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan tahapan uji asumsi klasik, uji parsial, uji simultan, serta koefisien determinasi melalui bantuan SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi, lingkungan kerja, dan budaya inovasi, baik secara parsial maupun simultan, memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi guru, dengan budaya inovasi menjadi variabel yang paling dominan. Ketiga variabel mampu menjelaskan 61,0% variasi komitmen organisasi guru. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan komitmen guru memerlukan pendekatan terpadu melalui penguatan motivasi individu, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, dan pengembangan budaya inovasi secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi sekolah maupun pengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui pengelolaan faktor organisasi secara efektif.
ANALYSIS OF STUDENT ERRORS BASED ON NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA) IN SOLVING COMPLEX PROBLEMS RELATED TO FUNCTION MATERIAL Elita, Dian; Purba, Dita Lovianna; Saragih, Dwita Lestari; Haloho, Eka Chirsty; Siregar, Budi Halomoan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10335

Abstract

ABSTRACT Students' errors in solving mathematics problems, particularly on the topic of functions, still frequently occur and need to be analyzed systematically.This study aims to examine students’ errors in solving mathematical problems on function topics based on Newman’s Error Analysis (NEA) procedure. A descriptive qualitative approach was employed in this research. The participants were 23 eleventh-grade students of SMA GKPI Padang Bulan Medan who had previously studied functions. Data were collected through a written test consisting of five word problems and follow-up interviews to explore students’ thinking processes in greater depth. The data were analyzed using Newman’s five stages of error, namely reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding. The findings reveal that the most dominant error was encoding error (51.30%), followed by process skill errors (46.96%), transformation errors (39.13%), comprehension errors (34.78%), and reading errors (26.09%). These results indicate that students still encounter difficulties at multiple stages of problem solving, particularly in presenting final answers accurately and carrying out systematic procedures. Therefore, appropriate instructional strategies are needed to enhance students’ conceptual understanding, improve accuracy in calculations, and develop their ability to express final answers clearly and systematically. ABSTRAK Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika khususnya pada materi fungsi masih sering terjadi dan perlu dianalisis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesalahan siswa dalam memecahkan soal matematika pada topik fungsi berdasarkan prosedur Analisis Kesalahan Newman (NEA). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Peserta penelitian adalah 23 siswa kelas XI SMA GKPI Padang Bulan Medan yang sebelumnya telah mempelajari fungsi. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang terdiri dari lima soal cerita dan wawancara lanjutan untuk mengeksplorasi proses berpikir siswa secara lebih mendalam. Data dianalisis menggunakan lima tahap kesalahan Newman, yaitu membaca, pemahaman, transformasi, keterampilan proses, dan pengkodean. Temuan menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan pengkodean (51,30%), diikuti oleh kesalahan keterampilan proses (46,96%), kesalahan transformasi (39,13%), kesalahan pemahaman (34,78%), dan kesalahan membaca (26,09%). Hasil ini menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan pada berbagai tahap pemecahan masalah, terutama dalam menyajikan jawaban akhir secara akurat dan melaksanakan prosedur secara sistematis. Oleh karena itu, strategi pengajaran yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa, meningkatkan akurasi perhitungan, dan mengembangkan kemampuan mereka untuk mengekspresikan jawaban akhir secara jelas dan sistematis.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SD GUGUS SATU KECAMATAN BILAH HULU Alvionita, Icha; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Purnama, Iwan; Ardansyah, Muhammad; Siregar, Marlina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10336

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is an important factor in determining the quality of learning in elementary schools. This study aims to examine the relationship between work motivation and teacher performance, the relationship between work discipline and teacher performance, and the simultaneous relationship of work motivation and work discipline with teacher performance in the Cluster One Elementary Schools of Bilah Hulu District. The subjects of this study were teachers from Cluster One Elementary Schools in Bilah Hulu District, with a total sample of 45 respondents. This research employed a quantitative method with two independent variables and one dependent variable. Based on the results of hypothesis testing, it can be concluded that there is a significant relationship between work motivation and teacher performance, with a value of 0.536. In addition, work discipline also shows a significant relationship with teacher performance, with a value of 0.442. Simultaneously, work motivation and work discipline demonstrate a significant relationship with teacher performance, with a value of 0.655. Thus, work motivation and work discipline simultaneously contribute 44.2% to the improvement of teacher performance. Overall, the findings indicate that efforts to enhance teacher performance can be carried out through strengthening both work motivation and work discipline. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja guru, hubungan antara disiplin kerja dengan kinerja guru, serta keterkaitan motivasi dan disiplin kerja secara simultan terhadap kinerja guru di SD Gugus Satu Kecamatan Bilah Hulu. Subjek penelitian adalah Guru SD Gugus Satu Kecamatan Bilah Hulu dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dua variabel independen dan satu variabel dependen. Berdasarkan hasil uji hipotesis, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan kinerja guru dengan nilai sebesar 0,536. Selain itu, disiplin kerja juga memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja guru sebesar 0,442. Secara simultan, motivasi kerja dan disiplin kerja menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kinerja guru dengan nilai sebesar 0,655. Dengan demikian, secara simultan motivasi kerja dan disiplin kerja berkontribusi terhadap peningkatan kinerja guru sebesar 44,2%. Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan motivasi kerja dan disiplin kerja.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI MASALAH KETIDAKDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Djakaya, Dey Fachrisa A.; Ansar, Ansar; Kum, Thamrin A.
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10362

Abstract

ABSTRACT Learning discipline is one of the important components that determine the succes of learning in Elementary schools. This study aims to describe teacher strategies in overcoming the problem of learning indiscipline in class IV B students of SDN 1 Limboto, Gorontalo Regency. This study employs a qualitative approach with a case study design from a phenomenological perspective. Data collection techniques were carried out through Observation, Interviews, and Documentation with informants: the Principal of SDN 1 Limboto, the Grade IV B Homeroom Teacher, the Religion Teacher, the Physical Education Teacher, and Five Students. The result of the study show that teachers apply several strategies in overcoming the problema of student learning indiscipline, namely Providing Teacher Role Models in Learning Discipline, implementing class rules consistenly, providing Punishment And Reward, and Habituation. The strategy of providing teacher role models in learning discipline in the most dominant strategy and is considered good because teachers directly provide examples of disciplined behavior to students. The strategy of consistenly implementing class rules is also good, but not yet fully effective. Meanwhile, the strategy of providing Punishment And Reward As a Supporting Strategy, the habituation strategy has not been optimally implemented due to its lack of sustainability and the lack of family support. Therefore, teacher consistency and collaboration between schools and parents are needed to ensure optimal carácter development and discipline in students’ learning. ABSTRAK Disiplin belajar adalah salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi masalah ketidakdisiplinan belajar siswa kelas IV B SDN 1 Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus berperspektif fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi dengan informan Kepala sekolah SDN 1 Limboto, Wali kelas IV B, Guru Agama, Guru PJOK, dan lima Orang Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi dalam mengatasi masalah ketidakdisiplinan belajar siswa, yaitu Pemberian Keteladanan Guru dalam kedisiplinan Belajar, pelaksanaan peraturan kelas secara konsisten, pemberian Punishment dan Reward, serta habituasi. Strategi Pemberian keteladanan guru dalam kedisiplinan belajar merupakan strategi yang paling dominan dan dinilai sudah baik karena guru secara langsung memberikan contoh perilaku disiplin kepada siswa. Strategi pelaksanaan peraturan kelas Secara Konsisten juga sudah Baik, namun belum sepenuhnya efektif. Sementara itu, strategi pemberian Punishment dan Reward sebagai Strategi Pendukung, serta Strategi habituasi belum berjalan optimal karena pelaksanaannya belum berkelanjutan dan masih dipengaruhi oleh kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi guru serta kerja sama antara sekolah dan orang tua agar pembentukan karakter disiplin belajar siswa dapat berjalan secara optimal.
HUBUNGAN ANTARA RASA PERCAYA DIRI DENGAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS V DAN VI SEKOLAH DASAR Ointu, Aisa; Ansar, Ansar; Kum, Thamrin A.
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10363

Abstract

ABSTRACT Starting from the importance of developing elementary students’ speaking skills, which are influenced by psychological factors, particularly self-confidence, this study aims to determine the level of students’ self-confidence, their speaking ability, and the relationship between self-confidence and speaking ability among fifth and sixth grade students at SD Laboratorium UNG. This study aims to determine the level of students’ self-confidence, speaking ability, and the relationship between self-confidence and speaking ability in fifth and sixth grade students at UNG Laboratory Elementary School. This study used a quantitative approach with a correlational design. The population of this study was all fifth and sixth grade students at UNG Laboratory Elementary School, with a sample size of 99 students. Data collection techniques used self-confidence questionnaires and speaking ability questionnaires that had been tested for validity and raliability. Data analysis techniques included descriptive and inferential analysis, consisting of normality tests, linearity tests, correlation tests, and significance tests. The results of the study showed that the level of students’ self-confidence was in the high cateegory, and students’ speaking ability was in the médium category. The results of the correlation analysis indicate a significant rrelationship between self-confidence and students’ speaking ability, with a contribution of 48,44%. Therefore, it can be concluded that self-confidence plays a crucial role in improving students’ speaking ability. ABSTRAK Berangkat dari pentingnya pengembangan kemampuan berbicara siswa sekolah dasar yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, khususnya rasa percaya diri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rasa percaya diri siswa, kemampuan berbicara siswa, serta hubungan antara rasa percaya diri dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas V dan VI SD Laboratorium UNG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rasa percaya diri siswa, kemampuan berbicara siswa, serta hubungan antara rasa percaya diri dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas V dan VI SD Laboratorium UNG. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI SD Laboratorium UNG dengan jumlah sampel sebanyak 99 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket rasa percaya diri dan angket kemampuan berbicara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial yang terdiri uji normalitas, uji linier dan linearitas, uji korelasi, dan uji signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat rasa percaya diri siswa berada pada kategori tinggi, dan kemampuan berbicara siswa berada pada kategori sedang. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rasa percaya diri dengan kemampuan berbicara siswa ditunjukkan dengan kontribusi sebesar 48,44%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rasa percaya diri memiliki peranan penting dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PjBL TERINTEGRASI STEAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI ANAK USIA DINI Wahyuni, Sri; Sabahiyah; Anwar, Faizi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10372

Abstract

ABSTRACT Numeracy ability is a person's ability to use numbers, symbols and basic mathematical concepts to solve problems in everyday life. Stimulating these skills from an early age is very important because when children have strong basic numeracy skills, they can develop 21st-century skills needed in the future. This study aims to determine the increase in numeracy skills of early childhood after learning using the STEAM integrated PjBL learning model. This study employed a classroom action research design conducted in two cycles. Each cycle included the stages of planning, implementing the action, observing, and reflecting on the outcomes. The research subjects were 17 grade B students at TK 01 Pembina Aikmel. The research instrument used was a numeracy ability observation sheet. Data were collected through observation and documentation. The data obtained were then analyzed using percentage calculations to identify improvements in children’s numeracy skills. The results showed that children's numeracy completeness in cycle I was 64.70% and in cycle II increased to 82.35%. The implication of this research is that the STEAM integrated PjBL learning model has been proven to improve the numeracy skills of early childhood, namely in the indicators of data processing ability, pattern recognition ability, number understanding ability, and measurement recognition ability. ABSTRAK Kemampuan numerasi merupakan kemampuan seseorang dalam menggunakan angka, simbol dan konsep dasar matematika untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Menstimulus kemampuan ini sejak dini sangat penting dilakukan karena ketika anak-anak memiliki keterampilan dasar numerasi yang kuat, maka mereka dapat mengembangkan keterampilan abad 21 yang diperlukan dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan numerasi anak usia dini setelah belajar menggunakan model pembelajaran PjBL terintegrasi STEAM. Penelitian ini menggunakan desain tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi terhadap hasil yang diperoleh. Subjek penelitian adalah siswa kelas B di TK 01 Pembina Aikmel yang berjumlah 17 orang anak. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan numerasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase untuk mengidentifikasi peningkatan kemampuan numerasi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan numerasi anak pada siklus I sebesar 64,70 % dan pada siklus II meningkat menjadi 82,35 %. Implikasi dari penelitian ini adalah model pembelajaran PjBL terintegrasi STEAM terbukti dapat meningkatkan kemampuan numerasi anak usia dini yaitu pada indikator kemampuan mengolah data, kemampuan mengenal pola, kemampuan pemahaman bilangan,  dan  kemampuan mengenal pengukuran.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Mazidah, Adrikil; Mahmudah, Masrurotul
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10375

Abstract

The low level of students’ mathematical critical thinking skills remains a problem in elementary school mathematics learning because the learning process tends to be teacher-centered and does not actively involve students. This study aims to determine the implementation of the mind mapping learning method and its contribution to the mathematical critical thinking skills of class V B students at MI Ma’arif 18 Trimurjo. This study used a descriptive qualitative approach with research subjects consisting of 21 class V B students and a mathematics teacher selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the mind mapping method helped students understand the relationships between geometric concepts in a more structured manner, increased student activeness, and assisted students in concluding learning materials more systematically. Students’ mathematical critical thinking skills developed through the ability to identify, connect, analyze, and conclude mathematical concepts. Therefore, the mind mapping method can be used as an alternative learning strategy to help develop students’ mathematical critical thinking skills. ABSTRAK Rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran mind mapping serta kontribusinya terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas V B MI Ma’arif 18 Trimurjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri dari 21 siswa kelas V B dan guru matematika yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mind mapping membantu siswa memahami hubungan antar konsep bangun ruang secara lebih terstruktur, meningkatkan keaktifan siswa, serta membantu siswa menyimpulkan materi secara lebih sistematis. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa berkembang melalui kemampuan mengidentifikasi, menghubungkan, menganalisis, dan menyimpulkan konsep matematika. Dengan demikian, metode mind mapping dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI UNSUR INTRINSIK TOKOH DAN PENOKOHAN Dzofiroh, Amirotudz; Nurharini, Firdausi; Febrianto, Priyono Tri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10603

Abstract

ABSTRACT This research was conducted in response to the limited development of critical thinking abilities among elementary school students, particularly in learning activities related to character and characterization, which are still frequently dominated by teacher-centered instruction. Furthermore, empirical investigations concerning the application of the PQ4R strategy in Indonesian language instruction at the elementary education level remain relatively scarce. The objective of this study was to examine the influence of the PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) learning method on the critical thinking skills of fourth-grade students at SDN Bugih 1 Pamekasan. A quantitative method was applied using a one-group pretest–posttest research design involving 18 students selected through a total sampling technique. Research data were obtained through essay-based assessments and processed using the Shapiro–Wilk normality test and the sign test with SPSS software assistance. The findings demonstrated a noticeable enhancement in students’ critical thinking performance following the implementation of the PQ4R method, reflected in the higher posttest scores and a significance value of 0.000 (<0.05). These results suggest that PQ4R effectively facilitates students in interpreting, assessing, and formulating conclusions from information in a more organized and analytical manner. Consequently, the PQ4R approach may serve as an effective instructional alternative for strengthening cognitive participation and fostering critical thinking competencies in Indonesian language learning. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada materi tokoh dan penokohan masih tergolong rendah, yang dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang cenderung berorientasi pada guru. Di samping itu, kajian mengenai penerapan metode PQ4R dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar belum banyak dilakukan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Bugih 1 Pamekasan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest yang melibatkan 18 siswa melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes uraian, kemudian dianalisis melalui uji Shapiro-Wilk dan sign test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah penerapan metode PQ4R, yang terlihat dari kenaikan skor posttest serta nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa metode PQ4R efektif dalam membantu siswa memahami, menelaah, serta menarik kesimpulan dari informasi secara lebih terstruktur. Oleh karena itu, metode PQ4R dapat dijadikan salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
STRATEGI MUSYRIF DALAM MENINGKATKAN MINAT BERBAHASA DI PONDOK PESANTREN DARUD DAKWAH Al Jawawi, Faza Abdi Salam; Sa’adah, Sholihatus; Munisa, Neila
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10690

Abstract

The main problem faced by the musyrif in increasing the interest in the language of students at the Darud Da'wah Islamic Boarding School is the difference in the interest in language in the boarding school environment. The purpose of this study was to analyze the strategies used by musyrif to increase interest in language at the Darud Da'wah Islamic Boarding School. The approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive method. The data obtained was then collected through interviews with musyrif and observations at the Darud Da'wah Islamic Boarding School. The results of this study show that musyrif applies various strategies, which include the creation of an interactive language environment, motivation and appreciation, and collaboration between students who are proficient as tutors by creating a supportive learning atmosphere and reducing fear of interaction. These strategies have proven to be effective in fostering students' confidence and increasing the frequency of using foreign languages outside of class hours. Thus, this study concludes that the role of musyrif is very significant in the success of the program to increase interest in language in the boarding environment. ABSTRAK Permasalahan utama yang dihadapi oleh para musyrif dalam meningkatkan minat berbahasa santri di Pondok Pesantren Darud Dakwah adalah perbedaan pada minat berbahasa dalam lingkungan pondok. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah analisis terhadap stategi yang digunakan oleh musyrif guna meningkatkan minat berbahasa di Pondok Pesantren Darud Dakwah. Pendekatan yang digunakann dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan melalui wawancara kepada musyrif dan observasi ke Pondok Pesantren Darud Dakwah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa musyrif menerapkan berbagai strategi, yang mencakup penciptaan lingkungan berbahasa yang interaktif, pemberian motivasi dan apresiasi, serta kolaborasi antar santri yang mahir sebagai tutor dengan menciptakan suasana belajar yang suportif dan mengurangi rasa takut untuk berinteraksi. Strategi-strategi ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kepercayaan diri santri dan meningkatkan frekuensi penggunaan bahasa asing di luar jam pelajaran. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran musyrif sangat signifikan dalam keberhasilan program peningkatan minat berbahasa di lingkungan pesantren.